Ditemukan 34324 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Rahajeng Sari Putri; Pembimbing: Zulazmi Mamdy; Penguji: Dian Ayubi, Zoya Dianaesthika Amirin
S-6446
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Mirani; Pembimbing: Rina Artining Anggorodi; Penguji: Dien Anshari, Arief Ramdhan
S-6314
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dhia Fairuz Auza; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Dian Ayubi, Dian Rosdiana
Abstrak:
Read More
Latar belakang: Terdapat peningkatan jumlah perokok remaja di Indonesia berdasarkan perbandingan data Riskesdas 2016 dan Riskesdas 2018. Jika dibandingkan dengan data pada tahun 2016, Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menunjukkan terdapat peningkatan jumlah perokok remaja di Indonesia sebesar 0,3% dengan perokok usia 10-18 tahun mencapai 9,1%. Beberapa faktor yang melatarbelakangi terbentuknya perilaku merokk pada siswa adalah harga diri, tekanan dalam pertemanan, dan pola asuh negatif. Metode: Studi cross-sectional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara harga diri, tekanan dalam pertemanan, dan pola asuh negatif dengan perilaku merokok melalui Angket Perilaku Remaja Siswa Sekolah Menengah di DKI Jakarta pada bulan November 2023. Penelitian melibatkan 160 responden dari kelas 10 dan 11 di SMAN 38 dan SMAN 90 Jakarta yang diambil secara stratified proportional random sampling. Hasil: Tidak ada hubungan yang siginifikan antara harga diri (p-value 0,725) dan pola asuh negatif (p-value 0,713) dengan perilaku merokok. Namun, ada hubungan yang signifikan antara tekanan dalam pertemanan (p-value 0,004) dengan perilaku merokok. Kesimpulan: Disarankan bagi SMAN 38 dan SMAN 90 untuk dapat meningkatkan pengawasan pelaksanaan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di sekolah.
Background: There is an increase in the number of teenage smokers in Indonesia based on a comparison of Basic Health Research of the year 2016 and 2018. When compared with 2016 data, the 2018 Basic Health Research (Riskesdas) shows that there is an increase in the number of teenage smokers in Indonesia by 0.3% with smokers aged 10 -18 years reached 9.1%. Several factors behind the formation of smoking behavior in students are self-esteem, peer pressure, and negative parenting patterns. Method: A cross-sectional approach which aims to determine the relationship between self-esteem, peer pressure, and negative parenting patterns with smoking behavior through the Adolescent Behavior Questionnaire for Middle School Students in DKI Jakarta in November 2023. The research involved 160 respondents from grades 10 and 11 at SMAN 38 and SMAN 90 Jakarta using stratified proportional random sampling. Results: There is no significant relationship between self-esteem (p-value 0,725) and negative parenting patterns (p-value 0,713) and smoking behavior. However, there is a significant relationship between peer pressure (p-value 0,004) and smoking behavior. Conclusion: It is recommended for SMAN 38 and SMAN 90 to increase supervision of the implementation of No-Smoking Areas (KTR) in schools.
S-11531
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Rachma Rahim; Pembimbing: Soekidjo Notoadmodjo; Penguji: Anwar Hassan, Kurnadi
S-8747
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Shinta Normala Sari; Pembimbing: Soekidjo Notoatmodjo; Penguji: Anwar Hasan, Tasripin
S-6568
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Prastiwi Handayani; Pembimbing: Damayanti, Rita; Penguji: Dien Anshari, Amry Ismail
Abstrak:
Penelitian ini membahas tentang adanya hubungan antara keterpaparan promosi rokok terhadap perilaku merokok remaja dengan menggunakan metode cross sectional. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dengan jumlah responden 127 orang (56 orang laki-laki dan 71 orang perempuan) dan diolah menggunakan SPSS. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa prevalensi merokok siswa/i menunjukkan sebanyak 24.4% pernah mencoba merokok dan 10.2% adalah perokok. Sebanyak 100% responden terpapar iklan rokok di televisi dengan intensitas yang tinggi 50,4% (OR=0.386), Hampir seluruh lingkungan rumah 98.4% responden tersedia rokok dan 68.5% tersedianya rokok di lingkungan sekolah (OR=3.125).
Read More
S-6455
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Indra Gunawan; Pembimbing: Adi Sasongko; Penguji: Ella Nurlaela Hadi, Usep Solehudin
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap dan peran teman sebaya terhadap perilaku seksual pra-nikah remaja pada siswa kelas XI di SMA Negeri X Batanghari tahun 2014. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dengan menggunakan populasi sebagai sampel yaitu, 104. Hasil dari penelitian ini menemukan sebagian besar responden mempunyai tingkat pengetahuan yang baik mengenai kesehatan reproduksi (76%), dan 60% responden mempunyai sikap positif terhadap perilaku seksual pra-nikah. Penelitian ini juga menemukan sebagian responden (50%) mendapat pengaruh positif oleh teman sebayanya, serta didapatkan responden yang berperilaku seksual pra-nikah sebesar 31,7%. Hasil uji chi-square mendapatkan variabel jenis kelamin dan pengetahuan ada hubungan yang bermakna dengan perilaku seksual pra-nikah pada siswa kelas XI SMA Negeri X Batanghari dengan P Value = 0,033 pada variabel jenis kelamin terhadap perilaku seksual pra-nikah dan P value = 0,041 pada variabel pengetahuan terhadap perilaku seksual pra-nikah. Perlu perhatian yang serius dengan ditemukannya tidak semua siswa kelas XI yang mengetahui adanya PIK-R di sekolah (8%), dan baru sebagian (50%) siswa yang memanfaatkan sarana PIK-R untuk mendapat informasi dan konseling. Serta diperlukan upaya-upaya lain untuk meningkatkan jangkauan kegiatan PIK-R agar bisa di manfaatkan secara maksimal oleh semua siswa di sekolah. Kata kunci : Perilaku seksual pra-nikah, peran teman sebaya remaja, PIK-R, siswa kelas XI, siswa SMA This study aims to determine the level of knowledge, attitude and role of peers toward premarital sexual behavior in class XI student teen in SMA X Batang 2014. This study uses quantitative methods with cross-sectional approach using a sample of the population, 104 . The results of this study found the majority of respondents have a good level of knowledge about reproductive health (76%), and 60% of respondents have a positive attitude toward premarital sexual behavior. The study also found the majority of respondents (50%) had a positive influence by peers, as well as respondents obtained pre-marital sexual behavior of 31.7%. The results of chi-square test to get the variables gender and knowledge was no significant association with pre-marital sexual behavior in class XI SMA X Batang with P Value = 0,033 on gender variable against pre-marital sexual behavior and P value = 0.041 in variable knowledge of the pre-marital sexual behavior. Need serious attention with the discovery that not all students of class XI were aware of the PIK-R in school (8%), and only partially (50%) of students who take advantage of the means PIK-R to get information and counseling. As well as other necessary measures to increase the range of activities of PIK-R that can be utilized to the maximum by all students in the school. Keywords: Pre-marital sexual behavior, the role of adolescent peers, PIK-R, a class XI student, high school students
Read More
S-8556
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Theresia Rosita; Pembimbing: Tri Krianto; Penguji: Tiara Amelia, Alvian Susanto
Abstrak:
ABSTRAK Emotional Eating atau perilaku makan emosional merupakan perilaku meningkatkan konsumsi makanan sebagai respon terhadap emosi-emosi negatif, di mana emotional eating memiliki sifat obesogenic yang berkontribusi terhadap kenaikan berat badan dan obesitas. Berdasarkan data Riskesdas tahun 2013, ditemukan peningkatan angka kegemukan dan obesitas pada remaja setiap tahunnya, dengan angka prevalensi tertinggi berada di provinsi DKI Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku emotional eating dengan indeks massa tubuh remaja, menggunakan desain cross sectional dengan sampel sebanyak 50 remaja berusia 15-18 tahun di SMA Charitas Jakarta. Hasil diperoleh responden sebagian besar terdiri dari perempuan (54%), berusia 16 tahun (52%), serta berasal dari siswa kelas XI jurusan IPA (34%) dan IPS (24%), sebagian besar responden memiliki IMT/U dengan kategori normal (68%), dan responden yang memiliki perilaku makan dengan kecenderungan emotional eating cukup tinggi (48%). Variabel emotional eating dengan indeks massa tubuh siswa menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan (p = 0,145; α = 0,05). Dapat disimpulkan melalui penelitian ini bahwa emotional eating tidak memiliki pengaruh yang dominan terhadap kondisi indeks massa tubuh siswa SMA Charitas Jakarta. Kata kunci: Indeks Massa Tubuh, Emotional Eating, Remaja Emotional Eating is a behavior of increasing food consumption in response to negative emotions, where emotional eating has obesogenic traits that contribute to weight gain and obesity. Based on Riskesdas year of 2013,in each year has been found an increase in overweight and obesity rate in adolescents, with the highest prevalence rate in the province of DKI Jakarta. This study aims to determine the relationship between emotional eating behavior with adolescent body mass index, using cross sectional design with a sample of 50 adolescents aged 15-18 years in Charitas Senior High School Jakarta. The results of the study were mostly female (54%), 16 years old (52%), and came from grade XI students in science (34%) and IPS (24%), most of them had BMI/Age with normal category (68%), and respondents who had eating behavior with emotional eating tendency was quite high (48%). The emotional eating variable with student body mass index showed no significant relationship (p = 0,145; α = 0,05). It can be concluded through this research that emotional eating does not have a dominant influence on the body mass index condition of Charitas Senior High School Jakarta students. Key words: Body Mass Index, Emotional Eating, Adolescents
Read More
S-9852
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Emilia Chrystin; Pembimbing: Ella Nurlaella Hadi; Penguji: Caroline Wuryaningsih, Zakiah
Abstrak:
Jumlah remaja yang terus bertambah mengharuskan kesehatan remaja untuk lebih diperhatikan. Hal ini termasuk kesehatan reproduksi remaja. Nyatanya, perkawinan di bawah umur, melahirkan di usia remaja, serta Infeksi Menular Seksual (IMS) masih banyak terjadi pada remaja yang disebabkan oleh perilaku seksual berisiko. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku seksual berisiko dalam berpacaran pada siswa/i di SMK Putra Bangsa Depok tahun 2020. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan desain studi cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan secara primer dengan menggunakan kuesioner online yang bersifat self-administrated. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 12,4% siswa/i pernah melakukan perilaku seksual berisiko dalam berpacaran baik berupa perilaku cium bibir (12,4%), meraba daerah sensitif (7,6%), seks oral (1,9%), petting (1,9%), dan/atau hubungan seks (1,9%). Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku seksual berisiko dalam berpacaran pada siswa/i di SMK Putra Bangsa Depok tahun 2020 adalah jenis kelamin, pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, perilaku teman sebaya dalam berpacaran, dan kepemilikan pasangan. Berdasarkan penelitian, dibutuhkan penyuluhan dan kurikulum pendidikan seksual yang mencakup kesehatan reproduksi hingga perilaku seksual, serta mengaktifkan peran guru Bimbingan Konseling (BK) dan Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja (PIK-R) sebagai sarana konseling dan sumbeer informasi mengenai kesehatan reproduksi bagi siswa/i.
Read More
S-11477
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ulfathny Pertiwi; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih; Penguji: Dadan Erwandi, Deni Kurniawan
Abstrak:
Besarnya jumlah populasi remaja yang ada tentunya akan membawa konsekuensi pada berbagai masalah sosial dan kesehatan reproduksi remaja termasuk di dalamnya masalah perilaku seksual remaja. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku seksual pranikah dan faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku seksual pranikah pada siswa SMKN X Tahun 2018. Penelitian ini menggunakan disain studi cross-sectional dengan menggunakan data primer pada 158 remaja di SMKN X Tahun 2018. Hasil menunjukkan bahwa proporsi perilaku seksual berisiko pada remaja SMKN X adalah 22,8 % dengan jenis kelamin responden terbanyak yaitu lakilaki sebanyak 50.6%, remaja berpengetahuan rendah sebanyak 76.6 %, remaja dengan sikap positif 58.2 %, remaja dengan orangtua bekerja sebanyak 84.2%, remaja dengan uang saku cukup 50.6%, remaja yang menganggap teman sebaya tidak berperan terhadap perilaku seksual sebanyak 51.3 %, dan remaja yang terpapar pornografi sebanyak 93 %. Berdasarkan analisis bivariat, dapat diketahui dari faktor yang mempunyai hubungan bermakna dengan perilaku seksual remaja adalah jenis kelamin laki-laki (p Value= 0.045; PR= 2.36; 95% CI= 11.1-5.14), dan peranan teman sebaya ( p Value= 0.03; PR=3.62; 95 % CI=3.62 (1.6-8.1).
Kata Kunci: Seksual, perilaku seksual pranikah, remaja
The large number of adolescent populations will certainly bring consequences on various social and reproductive health issues of adolescents including adolescent sexual behavior issues. This thesis aims to know the description of premarital sexual behavior and factors related to premarital sexual behavior in students of SMKN X Year 2018. This study used a cross-sectional study design using primary data on 158 adolescents in SMKN X Year 2018. The results show that the proportion of risky sexual behavior in adolescent SMKN X is 22,8% with the most respondent's gender is male 50.6%, respondents with low knowledge of 76.6%, adolescent with positive attitude 58.2%, adolescent with working parents 84.2%, adolescent with enough pocket money 50.6%, adolescents who consider peers do not contribute to sexual behavior as much as 51.3%, and adolescents exposed to pornography as much as 93%. Based on bivariate analysis, it can be seen from factors that have significant relationship with teen sexual behavior is gender (p Value = 0.045, PR = 2.36, 95% CI = 11.1-5.14), and peer role (p Value = 0.03 ; PR = 3.62; 95% CI = 3.62 (1.6-8.1).
Keywords: Adolescence, premarital sexual behavior, sexual
Read More
Kata Kunci: Seksual, perilaku seksual pranikah, remaja
The large number of adolescent populations will certainly bring consequences on various social and reproductive health issues of adolescents including adolescent sexual behavior issues. This thesis aims to know the description of premarital sexual behavior and factors related to premarital sexual behavior in students of SMKN X Year 2018. This study used a cross-sectional study design using primary data on 158 adolescents in SMKN X Year 2018. The results show that the proportion of risky sexual behavior in adolescent SMKN X is 22,8% with the most respondent's gender is male 50.6%, respondents with low knowledge of 76.6%, adolescent with positive attitude 58.2%, adolescent with working parents 84.2%, adolescent with enough pocket money 50.6%, adolescents who consider peers do not contribute to sexual behavior as much as 51.3%, and adolescents exposed to pornography as much as 93%. Based on bivariate analysis, it can be seen from factors that have significant relationship with teen sexual behavior is gender (p Value = 0.045, PR = 2.36, 95% CI = 11.1-5.14), and peer role (p Value = 0.03 ; PR = 3.62; 95% CI = 3.62 (1.6-8.1).
Keywords: Adolescence, premarital sexual behavior, sexual
S-9793
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
