Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 35323 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Putri Wulandari Aningtyas; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Chandra Satrya, Hanny Harjulianti
S-6629
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Stevan Deby Anbiya Muhammad Sunarno; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan, Baiduri Widanarko, Mila Tejamaya; Penguji: Muhammad Novie Anshari, Priyo Djatmiko
Abstrak: Penelitian dan kajian mengenai sleep deprivation selama ini baru dilihat berdasarkanpernyataan dari responden penelitian, korban maupun saksi mata yang sifatnya sangatsubjektif. Tingginya angka kecelakaan yang muncul akibat dari sleep deprivation dansulitnya mencari data yang objektif mengenai kuantitas dan kualitas tidur yangsebenarnya dialami oleh pekerja, khususnya pekerja shift operator hauling truck masihmenjadi masalah yang besar, khususnya di bidang keilmuan K3. Penelitian ini merupakancross sectional study. Variabel dari penelitian ini adalah kuantitas tidur, kualitas tidur,salivary alpha amylase, tekanan darah, denyut nadi, kadar oksigen dalam darah,temperatur tubuh, karakteristik individu, sleep hygiene dan beban kerja. Penelitiandilakukan selama 1 bulan di perusahaan tambang di Indonesia. Secara umum, rata-ratadurasi tidur versi Fitbit pada operator hauling truck dengan pola 2 shift adalah sebesar149 menit atau 2 jam 29 menit sedangkan pada pola 3 shift adalah sebesar 182 menit atau3 jam 8 menit. Kualitas tidur versi Fitbit pada operator hauling truck dengan pola 2 shiftadalah sebesar 13% pada REM, 38% pada light sleep dan 12.7% pada deep sleep.Sedangkan pada pola 3 shift adalah sebesar 14.2% pada REM, 44.7% pada light sleep dan13.1% pada deep sleep.
Kata kunci:Kuantitas Tidur, Kualitas Tidur, Sleep Deprivation, Accident
The study of sleep deprivation has only recently been seen based on statements fromresearch respondents, victims and eyewitnesses who are very subjective. The highnumber of accidents arising from sleep deprivation and the difficulty of finding objectivedata on the actual quantity and quality of sleep experienced by workers, especially shiftoperator hauling truck workers is still a big problem, especially in the field of OHS science.This is a cross sectional study. The variables of this study are quantity of sleep, qualityof sleep, salivary alpha amylase, blood pressure, heart rate, blood oxygen levels, bodytemperature, sleep hygiene, individual characteristics and workload. Research conductedfor 1 month in mining company in Indonesia. The average sleep duration of Fitbit onhauling truck operator with 2 shift pattern is 149 minutes or 2 hours 29 minutes while in3 shift pattern is 182 minutes or 3 hours 8 minutes. Quality of sleep on hauling truckoperator with 2 shift pattern is 13% in REM, 38% in light sleep and 12.7% in deep sleep.While the pattern of 3 shifts is 14.2% in REM, 44.7% in light sleep and 13.1% in deepsleep.
Key words:Quantity of Sleep, Quality of Sleep, Sleep Deprivation, Accident.
Read More
T-5455
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tri Ratna Julia; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Errik Yusnadi Saleh
Abstrak: Penelitian ini membahas analisis risiko keselamatan pengemudi ojek online layanan jemput antar penumpang di Jalan Margonda Raya, Kota Depok tahun 2019. Peningkatan jumlah pengemudi ojek online diiringi dengan pentingnya isu keselamatan. Jalan Margonda Raya merupakan jalan dengan titik kecelakaan tertinggi di Kota Depok pada semester pertama tahun 2018 (Kanit Laka Lantas Polresta Depok Iptu Djoko Irwanto dalam Arifin, 2018). Penelitian ini mengacu pada ISO 31000:2009 dengan menggunakan analisis risiko semikuantitatif. Identifikasi risiko menggunakan Job Hazard Analysis dan mengacu pada Matriks Haddon mengenai kecelakaan lalu lintas. Penilaian risiko menggunakan kriteria ISO 31000:2009 yaitu nilai risiko sama dengan hasil kali probabilitas dan konsekuensi. Tujuan dari skripsi ini adalah untuk mengetahui tingkat risiko keselamatan pada tahapan kegiatan kerja pengemudi ojek online di Jalan Margonda Raya, Kota Depok tahun 2019. Hasil penelitian adalah tingkat risiko keselamatan kerja pada setiap tahapan kerja pengemudi ojek online. Hasil penelitian risiko tertinggi pada tahap menjemput/mengantar penumpang. Faktor yang paling berisiko adalah faktor lingkungan dan manusia. Hasil penelitian menyarankan untuk meningkatkan komitmen perusahaan, pengemudi ojek online, serta penumpang dalam menjaga keselamatan serta untuk meningkatkan pengawasan pada perilaku berkendara, kondisi jalan, serta kondisi motor.
Read More
S-9984
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Devani Ersa; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Candra Satrya, Yuni Kusminanti
S-6775
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wansuzusino; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Chandra Satrya, Hanny Harjulianti
Abstrak: Latar Belakang: kesibukan dalam bekerja sehari-hari, seringkali individu mengabaikan aspek risiko keselamatan dan kesehatan yang berpotensi menimbulkan dampak kesehatan, seperti keluhan nyeri muskuloskeletal. Keluhan muskuloskeletal merupakan suatu gangguan pada bagian sistem muskuloskeletal tubuh. Beberapa faktor risiko seperti postur janggal, posisi statis, repetisi, durasi, beban kerja, lingkungan, suhu dan lain-lain. Banyak literatur yang mengungkapkan dampak kesehatan dan kerugian finansial akibat keluhan muskuloskeletal.
Tujuan: penelitian ini untuk menggambarkan penerapan ergonomi kantor dan keluhan muskuloskeletal pada PT. X Jakarta, sebuah perusahaan bergerak dibidang penjualan alat kesehatan dan keselamatan kerja.
Metode: penelitian kualitatif deskriptif yang menggambarkan penerapan ergonomi kantor dan keluhan muskuloskeletal. Pengumpulan data dengan kuesioner, risiko diukur dengan Quick Exposure Checklist (QEC) dan pengukuran terhadap area dan peralatan kerja.
Hasil: sebagian besar responden(90%) berusia diatas 35 tahun, perempuan lebih banyak dibandingkan dengan laki-laki. Sebagian besar lama kerja responden kurang dari 5 tahun. Tingkat pendidikan yang paling banyak (66,7%) sarjana. Responden yang perokok (26,7%) dan sebagian besar responden (66,7%) tidak berolahraga, mayoritas responden tidak melakukan strecthing saat bekerja. Semua tidak pernah menghadiri training ergonomi. Nilai pengetahuan ergonomi baik, hasil QEC didapatkan sebagian besar postur kepala/leher berisiko tinggi, postur punggung sebagian besar risiko tinggi, sedangkan postur bahu, tangan dan pergelangan tangan responden sebagian berisiko sedang. Proporsi kelompok lima besar keluhan muskuloskeletal dalam satu tahun terakhir yaitu leher atas (54%), pinggang (54%), pinggul (36%), bahu kanan (36%), leher bawah dan punggung (32%). Sedangkan kelompok lima besar keluhan muskuloskeletal dalam tujuh hari terakhir yaitu leher atas (54%), pinggang (36%), leher bawah (29%), punggung (29%), dan bahu kanan (21%)
Kesimpulan: pengetahuan ergonomi yang baik memerlukan faktor pendukung berupa sarana dan prasarana peralatan kerja, serta dukungan dari atasan langsung agar penerapan ergonomi berjalan baik.
Kata kunci: Ergonomi kantor, keluhan musculoskeletal, Quick Exposure Checklist
Read More
T-4467
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kelvin; Pembimbing: Ridwan Z. Sjaaf; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Adenan
Abstrak: Skripsi ini membahas mengenai kelelahan pada pengemudi Bus Malam CepatAntar Kota Antar Provinsi PO. X tahun 2013. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kelelahan pada pengemudi berdasarkan faktor usia,status gizi, kondisi kesehatan masa kerja, waktu tidur, monotoni kerja, jadwal kerja dan durasi mengemudi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara tidak terstruktur dan kuesioner. Hasil penelitian menyatakan bahwa 33 (97,1 %) pengemudi BusMalam Cepat Antar Kota Antar Provinsi PO. X mengalami kelelahan ringan dan 1(2,9 %) pengemudi mengalami kelelahan sedang.Kata kunci:Pengemudi, bus malam cepat antar kota antar provinsi, kelelahan.
Read More
S-7773
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhammad Arifin Ramzy Lubis; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Laksita Ri Hastiti, Daryanto
Abstrak:
Kelelahan pada pekerja dapat berakibat pada kecelakaan kerja yang disebabkan oleh berbagai faktor baik tidak terkait dengan pekerjaan atau terkait dengan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran kelelahan dan faktor risikonya pada pekerja PT.X tahun 2023. Faktor risiko yang diteliti pada penelitian ini meliputi faktor tidak terkait pekerjaan berupa usia, Body Mass Index (BMI), kuantitas tidur, dan faktor terkait pekerjaan berupa durasi kerja, masa kerja, dan beban kerja. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan desain cross-sectional. Kelelahan dalam penelitian ini diukur menggunakan kuesioner subjektif The Swedish Occupational Fatigue Inventory (SOFI). Dalam penelitian ini, didapatkan bahwa sebanyak 93 pekerja (81,6%) dari 114 pekerja memiliki tingkat kelelahan sedang dan 19 pekerja (17,7%) memiliki tingkat kelelahan tinggi, sementara 2 pekerja (1,8%) lainnya memiliki tingkat kelelahan rendah. Dimensi SOFI dengan nilai rata-rata tertinggi pada penelitian ini adalah dimensi Lack of Motivation. Hasil analisis dalam penelitian ini mendapatkan bahwa BMI memiliki hubungan yang signifikan terhadap kelelahan pada pekerja PT.X tahun 2023.

Fatigue in workers can result in work accidents caused by various factors either unrelated to work or related to work. This study aims to describe fatigue and its risk factors at PT.X workers in 2023. The factors examined in this study include factors unrelated to work, such as age, Body Mass Index (BMI), and sleep duration, and factors related to work, such as working duration, working period, and workload. This research has quantitative method by using cross-sectional design. Fatigue in this study was measured using The Swedish Occupational Fatigue Inventory (SOFI) subjective questionnaire. In this study, 93 workers (81,6%) out of 114 workers found had moderate levels of fatigue, 19 workers (17,7%) had high levels of fatigue, while two other workers (1.8%) had low levels of fatigue. The Lack of Motivation dimension in the SOFI questionnaire had the highest average score in this study. The analysis in this study found that BMI had significant relationship to fatigue at PT.X workers in 2023.
Read More
S-11333
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aziz Rofi`i; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Hendra, Lutfi Muzaqi, Sri Lestari
Abstrak:
Pengemudi dump truck merupakan salah satu jenis pekerjaan yang berisiko mengalami kelelahan karena adanya faktor terkait pekerjaan dan tidak terkait pekerjaan yang dapat mempengaruhi pengemudi. Pada HSE Monthly Report pada bulan Desember 2021 didapatkan bahwa angka lagging indicator untuk night work lebih tinggi dari day work. Dari sudut pandang ini, penelitian dilakukan untuk melihat gambaran kelelahan dan melakukan analisis faktor risiko yang berhubungan dengan kelelahan pada pengemudi dump truck shift malam dengan sistem double shift. Penelitian dengan desain studi cross sectional dilakukan pada 130 pengemudi dump truck PT X. Faktor terkait pekerjaan yang dilakukan penelitian adalah waktu kerja, kondisi pencahayaan, getaran kabin, dan beban kerja, sedangkan faktor tidak terkait pekerjaan yang dilakukan penelitian adalah durasi tidur, kualitas tidur, umur, pekerjaan sampingan, indeks massa tubuh, aktifitas fisik, konsumsi minuman berenergi tinggi gula dan dukungan keluarga. Uji chi- square dilakukan untuk menganalisis keeratan hubungan antara variabel dependen dan independent sedangkan uji regresi logistik berganda digunakan untuk mengetahui variabel yang paling dominan berhubungan dengan variabel terikat. Prevalensi kelelahan pada pengemudi dump truck adalah sebesar 37,7% dan 62,3% tidak mengalami kelelahan. Dari empat faktor risiko terkait pekerjaan yang diteliti, pencahayaan, getaran dan beban kerja memiliki hubungan secara statistik dengan kelelahan. Sedangkan dari delapan faktor risiko tidak terkait pekerjaan yang diteliti, waktu tidur, kualitas tidur, usia, pekerjaan sampingan, aktifitas fisik, dan dukungan keluarga memiliki hubungan secara statistik dengan kelelahan. Pada hasil akhir multivariat didapatkan jika beban kerja dan pencahayaan memiliki hubungan yang bermakna secara statistik dengan p-value < 0,05. Untuk mengurangi kelelahan pada pengemudi dump truck PT X Jobsite TB maka disarankan melakukan pengukuran kelelahan secara rutin sesuai dengan faktor risiko kelelahan yang dominan yaitu beban kerja, dan pencahayaan. Kata kunci: Kelelahan, Faktor risiko, Pengemudi Dump Truck, Double Shift

Dump truck driver is one type of work that is at risk of experiencing fatigue due to work- related and non-work related factors that can affect the driver. In the HSE Monthly Report in December 2021, it was found that the number of lagging indicators for night work is higher than day work. From this point of view, the study was conducted to see the description of fatigue and to analyze the risk factors related to fatigue in night shift dump truck drivers with a double shift system. Research with a cross-sectional study design was conducted on 130 PT X dump truck drivers. Factors related to the work carried out by the study were working time, lighting conditions, cabin vibration, and workload, while factors not related to the work carried out by the study were sleep duration, sleep quality, age, side work, body mass index, physical activity, consumption of energy drinks. high in sugar and family support. The chi-square test was conducted to analyze the close relationship between the dependent and independent variables, while the multiple logistic regression test was used to determine the most dominant variable associated with the dependent variable. The prevalence of fatigue in dump truck drivers is 37.7% and 62.3% do not experience fatigue. Of the four work-related risk factors studied, lighting, vibration and workload were statistically associated with fatigue. Meanwhile, of the eight non-work-related risk factors studied, sleep time, sleep quality, age, side work, physical activity, and family support were statistically associated with fatigue. In the final multivariate result, it was found that the workload and lighting had a statistically significant relationship with p-value <0.05. To reduce fatigue on PT X Jobsite TB dump truck drivers, it is recommended to carry out regular fatigue measurements according to the dominant fatigue risk factors, namely workload, and lighting. Key Words: Fatigue, Risk Factors, Dump Truck Driver, Double Shift
Read More
T-6421
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Miranty Jasmine Gayatri; Pembimbing: Syahrul Meizar Nasri; Penguji: Robiana Modjo, Rita Setiya Ningrum
S-6604
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fanry; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Baiduri Widanarko, Wardatul Hamro
Abstrak: Penyakit kardiovaskuler merupakan penyebab kematian utama penduduk dunia. Beberapa faktor risiko diantaranya adalah merokok, kurang aktivitas, stress kerja, workaholic¸ obesitas, dll. Untuk itu maka perlu diketahui distribusi faktor risiko penyakit kardiovaskuler pada pekerja, serta tingkat risiko penyakit kardiovaskuler. Penelitian ini menggunakan data primer berupa tabel check list, menggunakan desain cross sectional, dianalisis secara univariat, serta jumlah sampel 47 karyawan PT. X divisi SCM pada tahun 2015. Hasil menunjukkan bahwa faktor risiko dengan proporsi terbesar yaitu, kurang aktivitas fisik 82,2%,stress kerja 51,1%, merokok 44,7%, workaholic 36,2%, obesitas 10,7%. Tingkat risiko penyakit kardiovaskuler dengan kategori rendah 38,3%, sedang 34%, tinggi 17%, dan sangat tinggi 10,6%.
Kata Kunci: penyakit kardiovaskuler, faktor risiko, tingkat risiko
Cardiovascular disease is the leading cause of death world population. Some risk factors inlude smoking, phsycal inactivity, job stress, workaholic, obesity, etc. For that, it is necessary to know the distribution of risk factors for cardiovascular disease in workers, as well as the level of risk of cardiovascular disease. This study uses primary data in the form of a table check list, using cross sectional design, univariate analysis, amount of the samples are 47 employees of PT. X SCM division in 2015. The results showed that the risk factors which the largest proportion, 82,2% less physical inactivity, job stress 51,1%, 44,7% smoked, workaholic 36,2%, 10,7% obese. The level of risk cardiovascular disease with low risk 38,3%, moderate 34%, high 17%, and very high 10,6%.
Keywords : cardiovascular disease, risk factor, level of risk
Read More
S-9021
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive