Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 36304 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Mailisafitri; Pembimbing: Renti Mahkota; Penguji: Yovsyah, Fatum Basalamah
S-6787
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anis Kurniawati; Pembimbing: Helda; Penguji: Renti Mahkota, Iin Pusparini
Abstrak:
Stroke menjadi salah satu penyebab kematian utama di dunia sebesar 17,9 juta kematian dan prevalensi stroke secara global mencapai 101 juta kasus. Stroke hemoragik sendiri menyumbang angka 13% dari stroke keseluruhan dan di Indonesia tahun 2001 mencapai 18,5% dan perdarahan subarachnoid sebesar 1,4%. Namun, pasien stroke hemoragik memiliki kondisi lebih parah dengan risiko kematian yang lebih tinggi hingga 4 kali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara hipertensi dengan stroke hemoragik pada pasien rawat inap di RS Pusat Otak Nasional tahun 2022 setelah dikontrol variabel confounding. Metode penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan sampel yang diperoleh sebesar 1010 sampel. Variabel confounding yang dipakai dalam penelitian ini adalah obesitas, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, status pernikahan, jenjang pendidikan, pekerjaan, usia, dan jenis kelamin. Hasil penelitian ini menunjukkan jika terdapat hubungan signifikan antara hipertensi dengan stroke hemoragik (p=0,044) hingga 2,37 kali lebih tinggi dibandingkan pasien stroke yang tidak hipertensi setelah dikontrol variabel confounding. Pentingnya peningkatan kesadaran dengan melibatkan anak muda mengenai hipertensi dan stroke hemoragik perlu dilakukan. Selain itu, masyarakat diharapkan tetap menerapkan pola hidup sehat dan cek kesehatan berkala di Posbindu setempat terutama masyarakat yang memiliki hipertensi

Stroke is one of the main causes of death in the world with 17.9 million deaths and the prevalence of stroke globally reaches 101 million cases. Hemorrhagic stroke itself accounts for 13% of all strokes and in Indonesia in 2001 it reached 18.5% and subarachnoid hemorrhage was 1.4%. However, hemorrhagic stroke patients have a more severe condition with a higher risk of death up to 4 times. This study aims to determine the relationship between hypertension and hemorrhagic stroke in inpatients at the National Brain Center Hospital in 2022 after controlling for confounding variables. The research method used was cross sectional with a sample of 1010 samples. The confounding variables used in this study were obesity, smoking habits, alcohol consumption, marital status, level of education, occupation, age and gender. The results of this study indicate that there is a significant relationship between hypertension and hemorrhagic stroke (p=0.044) up to 2.37 times higher than stroke patients who are not hypertensive after controlling for confounding variables. The importance of raising awareness by involving young people regarding hypertension and hemorrhagic stroke needs to be done. In addition, the community is expected to continue to adopt a healthy lifestyle and periodic health checks at the Posbindu, especially people who have hypertension
Read More
S-11231
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anna Mardiana Ritonga; Pembimbing: Syahrizal Syarif; Penguji: Putri Bungsu, Yovsyah, Sardiana Salam, Iswandi Erwin
Abstrak:

ABSTRAK Nama : Anna Mardiana Ritonga Program Studi : Epidemiologi Judul               : Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Mortalitas Pasien Stroke Associated Pneumonia di Stroke Care Unit Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Tahun 2016-2018 Pembimbing   : dr. Syahrizal Syarif, MPH, Ph.D Stroke Associated Pneumonia (SAP) adalah komplikasi stroke yang paling sering terjadi dan memiliki angka mortalitas yang tinggi. Faktor-faktor yang mempengaruhi mortalitas pasien SAP belum sepenuhnya diselidiki. Pengetahuan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi mortalitas dapat membantu pengambilan keputusan klinis untuk tatalaksana pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi mortalitas pasien SAP yang dirawat di Stroke Care Unit (SCU) Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON) tahun 2016-2018. Desain penelitian ini adalah penelitian kohort retrospektif, pada 268 pasien di SCU RSPON yang didiagnosis SAP selama tahun 2016-2018. Variabel yang berhubungan bermakna dengan mortalitas pada pasien SAP adalah kesesuaian LOS dengan CP RSPON, didapatkan risiko 0,262 (95% CI : 0,138 – 0,501) yang berarti pasien dengan Length of Stay (LOS) tidak sesuai dengan Clinical Pathway (CP) RSPON memiliki hubungan protektif terhadap mortalitas pasien SAP yaitu sebesar 0,26 kali. Dengan menggunakan model prediktor, dapat dihitung probabilitas terjadinya mortalitas pada pasien SAP. Kata kunci: kohort retrospektif; mortalitas; Stroke Associated Pneumonia


 

 ABSTRACT Name : Anna Mardiana Ritonga Study Program : Epidemiology Title                            : Determining Factors for Stroke Associated Pneumonia Mortality in the Stroke Care Unit National Brain Centre Hospital 2016-2018 Counsellor : dr. Syahrizal Syarif, MPH, Ph.D Stroke Associated Pneumonia (SAP) is the most common complication after stroke and has a high mortality rate. Determining factors for SAP mortality have not been fully investigated. Knowledge of its determining factors can help clinical decision making for patient management. The aim of this study was to determine the mortality factors of SAP who were treated in the Stroke Care Unit (SCU) National Brain Centre (NBC) Hospital. This study used retrospective cohort design, involving 268 subjects SAP obtained at SCU NBC who were diagnosed with SAP during 2016-2018. Variable that significantly related is suitability of Length of Stay (LOS) with Clinical Pathway (CP) NBC obtained the risk of 0.262 (95%CI : 0,138-0,501) which means has protective association with mortality. By using a predictor model, it can be calculated the probability of mortality in SAP patients. Keywords: mortality; retrospective cohort; Stroke Associated Pneumonia

Read More
T-5560
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dian Nastiti; Pembimbing: Nurhayati A. Prihartono; Penguji: Yovsyah, M. Sugeng Hidayat
S-6971
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Apriany; Pembimbing: Tri Yunis Miko; Penguji: Yovsyah, Rifqi Aveuroza
Abstrak: Penyakit stroke menjadi masalah kesehatan yang serius di dunia dimana angka kematianakibat stroke cukup tinggi dan menjadi penyebab kecacatan tertinggi di seluruh dunia.Masalah stroke di Indonesia menjadi semakin penting dan mendesak, karena kinijumlah penderita stroke terbanyak di Asia adalah di Indonesia dan merupakan urutankedua terbanyak jumlah penderita usia rata-rata di atas 60 tahun. Dampak stroke yangpaling signifikan dan bertahan lama adalah kecacatan dalam waktu yang lama. Strokemenyebabkan kemandirian seseorang dalam melakukan AKS menurun. Okupasi Terapiterbukti dapat meningkatkan kemampuan penderita stroke sehingga meningkatkankemandirian dalam melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari. Tujuan Penelitian iniadalah mengetahui gambaran faktor risiko stroke dan hubungan jenis stroke, umur, jeniskelamin, hipertensi, jumlah sesi terapi dan frekuensi Okupasi Terapi terhadapkemandirian pasien stroke paska Okupasi Terapi RSPON.Penelitian ini menggunakandesain studi potong lintang dengan uji Statistik chi square dan prevalensi rasio untukmelihat faktor risiko kemandirian pasien stroke paska Okupasi Terapi. Hasil analisisunivariat menunjukkan proporsi pasien dengan jenis stroke iskemik sebesar 66%, jeeniskelamin laki-laki (66%), umur 55-65 tahun sebesar (54%), yang memiliki riwayat strokedalam keluarga sebesar (54%), pasien stroke yang baru mengalami serangan stroke 1xpaling banyak yaitu sebesar (74%), yang memiliki hipertensi sebesar (92%), pasiendengan tidak memiliki penyakit jantung (86%), dengan tidak memiliki diabetes mellitussebesar 60% dan yang tidak merokok sebesar 54%. Proporsi pasien dengan pendidikanterakhir Sarjana sebesar 54%, yang memiliki status pekerjaan tidak bekerja sebesar 74%dan status perkawinan kawin sebesar 86%. Kondisi kemandirian pasien stroke sebelumOT sebesar 50% bergantung sedang dan kondisi sesudah melakukan OT sebesar 58%bergantung ringan. Hasil analisis bivariat mennunjukkan adanya perbaikan kondisikemandirian pasien stroke paska Okupasi Terapi akan tetapi secara statistik tidaksignifikan sehingga tidak ada perbedaan antara jenis stroke (p=0,860, PR= 0,729 (95%CI 0,207-2,575), umur (p=0,108, PR= 0,312 (95% CI 0,92-1,058), jenis kelamin (p=0,860, PR= 1,371 (95% CI 0,388-4,824), hipertensi (p=0,597, PR= 0,484 (95% CI0,62-3,776), jumlah sesi terapi OT ( p=0,321, PR= 2,259 (95% CI 0,649-7,859),frekuensi OT (p=0,264, PR= 4,267 (95% CI 0,358-50,826).Hal ini diduga disebabkanoleh jumlah sampel yang kecil sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut. Selainitu pelayanan pada pasien stroke di RSPON menggunakan pendekatan Neurorestorasibukan Rehabilitasi medik yang dipimpin oleh dokter saraf bukan dokter rehab mediksehingga mungkin memiliki perbedaan penilaian dan proses.Kata kunci:Kecacatan, Aktivitas Kehidupan Sehari-hari Kemandirian, Okupasi Terapi.
Read More
S-10234
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Taruli Tua Pane; Pembimbing: Krisnawati Bantas; Penguji: Dwi Gayatri, Julianty Pradono
Abstrak: Stroke merupakan penyakit nomor 3 terbesar dan paling sering menyebabkan kematian di Indonesia. Prevalensi kejadian stroke di Indonesia menurut riskesdas 2007 adalah sebesar 8,3 per 1000 penduduk. Di Jakarta sendiri prevalensi kejadian stroke masih berada di atas prevalensi nasional yaitu 12,5 per 1000 penduduk dan menimbulkan banyak problem baik dari sisi sosial maupun ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan faktor risiko kejadian stroke iskemik dan stroke hemoragik pada pasien stroke di RS Harapan Kita Tahun 2012. Penelitian dilakukan dengan menganalisis data sekunder berupa status rekam medis pasien menggunakan desain studi cross sectional. Hasil menunjukkan terdapat pasien penderita stroke iskemik (10,4%) dan hemoragik (89,6%) dengan karakteristik umur ≥62 tahun (51,5%), berjenis kelamin laki-laki (62%), pendidikan rendah (17,8%), memiliki perilaku merokok (37,4%), mengidap hipertensi (81,6%) dan DM (50,3%). Berdasarkan analisis bivariat tidak ditemukan adanya perbedaan yang secara statistik bermakna antara faktor risiko dengan kejadian stroke, namun perbedaan proporsi faktor risiko pada stroke iskemik selalu lebih besar dibandingkan stroke hemoragik.
 

Stroke is the third disease which often cause death in Indonesia. Prevalence of stroke in Indonesia from Riskesdas 2007 is 8,3 per 1000 person. Prevalence of stroke in Jakarta is still higher then national prevalence that is 12,5 per 1000 person and cause a lot of problems both in terms of social and economic. This research aims to identify different risk factors of ischemic and hemorragic stroke in inpatient of stroke at National Cardiovascular Center Harapan Kita 2012. The study was conducted by analyzing secondary data from patient medical record by using cross sectional study. Results showed that there were patients with ischemic stroke (10,4%) and hemorrhagic (89,6) with a characteristic age ≥62 years (51,5%), male (62%), low education (17,8%), smoking behaviour (37,4%), hypertension (81,6%) and diabetes (50,3%). Based on bivariate analysis, result shows that there is no statistical difference between risk factors and incidence of stroke, but the difference proportion of risk factors in ischemic stroke always greater than hemorrhagic stroke.
Read More
S-7850
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Karina Widyasari; Pembimbing: Mondastri Korib Sudaryo; Penguji: Renti Mahkota, Muhammad Bal'an Kamali Rangkuti, Elvita Dwi Amelia
Abstrak: Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) merupakan suatu penyakit menular yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). COVID-19 merupakan penyakit nomor satu dalam daftar kasus terbanyak dirawat inap sekaligus penyebab kematian tertinggi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan pada tahun 2022. Oleh karena itu, penting dilakukannya penelitian terkait faktor-faktor yang berhubungan dengan kematian pasien COVID-19 di Layanan Rawat Inap RSUD Tarakan tahun 2022. Penelitian ini menggunakan desain kohort retrospektif dengan data sekunder dari laporan Electronic Health Records RSUD Tarakan. Variabel yang diteliti adalah karakterisik pasien, penyakit penyerta, komplikasi, dan tatalaksana kasus COVID-19. Jumlah sampel yang memenuhi kriteria untuk dianalisis sebanyak 550. Hasil analisis multivariat dengan cox regression time constant menemukan faktor risiko dalam kejadian kematian pasien COVID-19 di Layanan Rawat Inap RSUD Tarakan tahun 2022 adalah derajat keparahan (aRR 2,95; 95%CI 1,61-5,39), penyakit ginjal kronik (aRR 3,19; 95%CI 1,62-6,31), serta penggunaan ventilasi mekanik invasif <96 jam (aRR 3,50; 95%CI 1,97-6,22) dan ≥96 jam (aRR 2,44; 95%CI 1,24-4,80). Sedangkan faktor protektifnya adalah penggunaan antivirus favipiravir (aRR 0,33; 95%CI 0,16-0,70). Berdasarkan hasil tersebut, peneliti menyarankan rumah sakit untuk memperbaiki clinical pathway dan standar operasional prosedur yang memperhatikan faktor risiko dan protektif kematian COVID-19.
Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) is an infectious disease caused by the Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). In 2022, COVID-19 was the leading cause of inpatient admissions and deaths at Tarakan Regional General Hospital (RSUD Tarakan). This highlights the importance of investigating factors related to mortality of COVID-19 inpatient at RSUD Tarakan in 2022. This study uses a retrospective cohort design with secondary data from the hospital's Electronic Health Records (EHR). The variables studied included patient’s characteristics, comorbid, complications, and the management of COVID-19 cases. A total of 550 samples met the criteria for analysis. Multivariate analysis using cox regression with time constant identified several risk factors for COVID-19-related deaths at RSUD Tarakan in 2022, including severity (aRR 2.95; 95%CI 1.61-5.39), chronic kidney disease (aRR 3.19; 95%CI 1.62-6.31), and the duration of invasive mechanical ventilation for <96 hours (aRR 3.50; 95%CI 1.97-6.22) and ≥96 hours (aRR 2.44; 95%CI 1.24-4.80). Meanwhile, protective factors include the use of favipiravir (aRR 0.33; 95%CI 0.16-0.70) and remdesivir (aRR 0.69; 95%CI 0.38-1.26). Based on these findings, the researchers recommend that hospital improve clinical pathways and standard operating procedures that take into account the risk and protective factors for COVID-19 mortality
Read More
T-7191
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Soraya Hidayati; Pembimbing: Nurhayati Adnan; Penguji: Helda, Ririn Saptorini
Abstrak: Jumlah penderita dan kasus kematian akibat infeksi virus COVID -19 setiap harinya terus bertambah dan terus muncul varian virus COVID yang baru. Lebih dari 80% kematian karena COVID-19 terjadi pada penderita yang berusia di atas 65 tahun dan memiliki riwayat komorbid. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktorfaktor yang dapat meningkatkan risiko kematian COVID-19 pada pasien lansia yang melakukan rawat inap di RSUD Karanganyar Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain cross sectional menggunakan data sekunder dari file data base rekam medis pasien rawat inap di RSUD Karanganyar yaitu sebanyak 322 pasien lansia Analisis data dilakukan dengan menggunakan regresi logistik untuk menguji hubungan variabel independen jenis kelamin, TBC paru, diabetes mellitus, ginjal kronis, stroke, dan jantung dengan kematian pasien COVID-19 lansia sebagai variabel dependennya Sebanyak 61 (18,9%) pasien COVID-19 lansia meninggal dunia. Sebanyak 33 (54,1%) pasien lansia adalah perempuan
Read More
T-6404
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ade Ayu Lanniari Harahap; Pembimbing: Helda; Penguji: Sudarto Ronoatmodjo, Chita Septiawati, Mohammad Fahdhy
Abstrak: Peningkatan jumlah kasus COVID-19 dan penyebarannya di berbagai negara terjadi berlangsung cukup cepat dan dalam waktu singkat. Hingga 4 Mei 2021, total kasus konfirmasi COVID-19 global adalah 152.534.452 dengan 3.198.528 kematian. Pemerintah Indonesia telah melaporkan 1.682.004 orang dengan COVID-19 yang dikonfirmasi, tertinggi di Asia Tenggara. Sebanyak 45.949 kematian terkait COVID-19 yang dilaporkan, dengan CFR sebesar 2,7%. Kematian akibat COVID-19 di Indonesia berada pada peringkat ke-2 di Asia dan ke-17 di dunia. Studi kasus-kontrol dilakukan menggunakan data rekam medis pasien COVID-19 di RSUP Haji Adam Malik Medan periode Maret 2020-Desember 2020. Penelitian ini mendeskripsikan karakteristik serta mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kematian pada pasien COVID-19. Hasil penelitian melalui analisis multivariat logistik regresi menunjukkan bahwa, adanya peningkatan risiko terhadap kematian pada usia ≥ 60 tahun (OR=5.495, 95% CI: 2.398-12.591), demam (OR=4.441, 95% CI: 1.401-14.077), sesak napas (OR=8.310, 95% CI: 3.415-20.220), riwayat hipertensi (OR=2.454, 95% CI: 1.159-5.196), riwayat penyakit ginjal kronik (OR=10.460 kali, 95% CI: 3.282-33.331), riwayat penyakit kanker (OR=16.137, 95% CI: 2.798-96.147) pada pasien COVID-19 yang dirawat inap di RSUP Haji Adam Malik Medan Tahun 2020
The increase in the number of cases of COVID-19 and its spread in various countries occurred quite quickly and in a short time. As of May 4, 2021, the total global confirmed cases of COVID-19 were 152,534,452 with 3,198,528 deaths. The Indonesian government has reported 1,682,004 people with confirmed COVID-19, the highest in Southeast Asia. A total of 45,949 COVID-19-related deaths were reported, with a CFR of 2.7%. Deaths from COVID-19 in Indonesia are ranked 2nd in Asia and 17th in the world. A case-control study was conducted using medical records of COVID-19 patients at Haji Adam Malik General Hospital in Medan for the period March 2020-December 2020. This study describes the characteristics and identifies factors associated with death in COVID-19 patients. The results of the study through multivariate logistic regression analysis showed that there was an increased risk of death at age 60 years (OR = 5,495, 95% CI: 2,398-12,591), fever (OR = 4,441, 95% CI: 1,401-14,077), shortness of breath. breath (OR=8,310, 95% CI: 3,415-20,220), history of hypertension (OR=2,454, 95% CI: 1.159-5,196), history of chronic kidney disease (OR=10,460 times, 95% CI: 3.282-33,331) history of cancer (OR=16,137, 95% CI: 2,798-96,147) in COVID-19 patients who were hospitalized at Haji Adam Malik General Hospital Medan in 2020
Read More
T-6315
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Leni Jayanti; Pembimbing: Bambang Sutrisna, Yovsyah; Penguji: Tannov Romalo Siregar, Punto Dewo
Abstrak: Stroke merupakan penyebab kematian nomor satu di Rumah Sakit di Indonesia.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kesintasanhidup pasien stroke yang dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot SoebrotoJakarta tahun 2014-2017. Desain penelitian ini adalah kohort retrospekstif menggunakandata rekam medis pasien stroke. Sampel penelitian adalah pasien yang mengalamiserangan stroke dan dirawat pertama kalinya di RSPAD Gatot Soebroto pada tahun 2014-2017, yaitu sebanyak 410 pasien. Hasil penelitian ini menunjukkan probabilitaskesintasan pasien stroke selama 4 tahun pengamatan sebesar 53,5%. Hasil analisis denganregresi cox menunjukkan bahwa pasien yang berusia ≥ 59 tahun lebih cepat 1,56 kaliuntuk meninggal dibandingkan pasien yang berusia Stroke is the first cause of death in the hospitals in Indonesia. The objective of this studywas to determined the factors influencing survival rate of stroke among patients admittedto Gatot Soebroto Army Central Hospital year 2014 to 2017. The study design isretrospective cohort using the medical record data of stroke patients. The subjects of thestudy were patients suffered acute stroke and first admitted to Gatot Soebroto ArmyCentral Hospital year 2014-2017, i.e. 410 patients. The results of this study showed thatthe survival probability of stroke for four years observation was 53,5%. The coxregression analysis showed that patients aged ≥ 59 years old risk to die 1,56 times highercompared with patients aged < 59 years, patients with low socioeconomic status risk todie 2,73 times higher compare with high socioeconomic status, the second-ever strokepatients risk to die 2,34 times higher compare with the first-ever stroke patients, the strokepatients more than the second risk to die 6,52 times higher compared with the first-everstroke patients, patients with total dependency risk to die 4,6 times higher compared withpatients with mild dependency, patients with diabetes mellitus risk to die 2,48 timescompare with patients were not diabetes, patients with heart disease risk to die 2,28 timescompare with patients were not heart disease, patients smoked risk to die 2,09 timescompare with patients no smoked.Key words:Stroke, survival rate.
Read More
T-5433
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive