Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 35601 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Sri Rachmanidewi; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Mieke Savitri, Asnimar Azwar
B-1306
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhammad Rusmin; Pembimbing: Ascobat Gani; Penguji: Hendrik M. Taurany, Anwar Hasan, Hariadi
B-1189
Depok : FKM UI, 2009
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Subur Widodo; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Hendrastuti Pertiwi
S-6390
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fitri Yuli Mardiyati; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Ede Surya Darmawan, Jaslis Ilyas, Abdul Khoja, Amila Megraini
Abstrak: Latar belakang: Kebutuhan dan Ketersediaan Sumber Daya Manusia sangat penting dalam mendukung upaya pelayanan kesehatan di Rumah Sakit. Unit manajemen Sumber Daya Manusia perlu mengatur dan membuat strategi rencana dalam menjalankan fungsi kerjanya. Balanced Scorecard sebagai salah satu metode pengukuran kinerja memiliki aspek yang lengkap karena tidak hanya menilai dari aspek keuangan tapi juga dari non keuangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penilaian kinerja pada unit manajemen Sumber Daya Manusia dengan pendekatan Balanced Scorecard di Rumah Sakit Syariah tahun 2019 dengan studi kasus di RS Sari Asih Sangiang Kota Tangerang.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode campuran kuantitatif dan kualitatif dengan memakai desain potong lintang dan mengambil keseluruhan jumlah sampel sebanyak 62 orang pada unit keperawatan rawat inap di Rumah Sakit Sari Asih Sangiang yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian dilakukan sejak bulan September sampai dengan Desember 2019. Data dikumpulkan dengan kuesioner, telaah dokumen dan wawancara mendalam.
Hasil: Berdasarkan hasil uji korelasi dari keempat variabel menunjukkan hubungan pengaruh antara persepsi perawat dalam hal turn over, produktivitas dan pentingnya pengadan diklat/training/pelatihan terhadap kinerja perawat. Penilaian kinerja dengan menggunakan Balanced Scorecard menunjukkan hasil yang belum optimal pada perspektif keuangan, pelanggan, proses bisnis internal serta pertumbuhan dan pembelajaran
Read More
B-2126
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yoseph Kea Embu; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Puput Oktamianti, Ede Surya Darmawan, Wahyuni Dian Purwati, Wardani Arsyad
Abstrak: Manajemen Sumber Daya Manusia Berbasis Kompetensi merupakan penerapan dari manajemen SDM menghubungkan model kompetensi dengan kompetensi yang dibutuhkan dalam melakukan pekerjaan dalam organisasi. Tujuan penelitian untuk menganalisis efektivitas manajemen SDM berbasis kompetensi menurut perspektif perawat manajer lini pertama di Rumah Sakit (RS) Siloam Kelapa Dua Tangerang. Jenis penelitian yakni penelitian desktriptif dengan pendekatan kualitatif studi kasus. Informan penelitian: 5 perawat manajer lini pertama dan 4 informan kunci. Data primer dengan kuesioner dan wawancara mendalam. Data sekunder dengan telaah dokumen kompetensi. Hasil penelitian yakni: Perawat manajer lini pertama setuju kebutuhan pelatihan diidentifikasi RS, adanya kesempatan pelatihan sesuai kebutuhan, dukungan RS dalam workshop dan seminar, kesempatan karir bagi yang berkinerja baik, ada perencanaan jalur karir, perencanaan dan pengembangan karir sesuai kinerja staf, RS menerapkan sistem kompensasi mendorong dalam tercapainya tujuan RS, ada perlakuan yang adil dan remunerasi dijadikan sebagai penghargaan bagi yang berkinerja baik. Perawat manajer lini pertama setuju adanya wawancara selama rekrutmen dan seleksi, jabatan staf disesuaikan dengan kompetensinya, adanya wawancara dalam rekrutmen, pemilihan kandidat rekrutmen berdasarkan kompetensinya. Perawat manajer lini pertama setuju dengan RS diperbolehkan bicara formal dengan top manajer mengenai hasil evaluasi, pengembangan berdasarkan evaluasi kinerja, RS selalu menginfokan terkait dengan standar evaluasi kinerja, serta pemberian penghargaan berdasarkan kinerja
Read More
B-2273
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ruli Nurul Aman; Pembimbing: Hendrik M. Taurany; Penguji: H.M. Hafizurrachman, Peter A.W. Pattinama, Anastina Tahjoo
Abstrak:
Rumah sakit te1ah mengalami transformasi besar, yaitu berada dalam suasana globalisasi dan kompetisi yang sangat ketal Hal ini merupakan tantangan bsgi rumah sakit terutama rumah sakit di Indonesia untuk menghadapi transformasi tersebut. Transformasi yang tidak kalah penting adalah persepsi masyarakat teotang rnutu pelayanan rumah sakit, dimana masyarakat semakio kritis. !sue rnalpraktek yang semakio marak sampai terjadi tuntutan hukum rnerupakan salah sam darnpak dari semakin kritisnya masyarakat terbadap pelayanan nunah sakit. Untuk meminirnalisir adanya komplain ataupun tuntutan maka sebagai jawaban adalah menerapkan manajemen risiko klinis rumah sakit. Pene1itian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implemenblsi manajemen risiko di rumah sakit Siloam yang notabene telah lama rnenerapkan pmgrum ini, selain itu yang lebih penting adalah mengetahui bsgaimana dakangan dan komitmen pimpinan dan anggota organisasi dalarn menyukseskan progrum ini, serta bagairnana lllhapan proses manajemen riailro. Metode yang diganakan adalah lroalitatif, dengan rnelakukan pengumpulan data melalui wawaneam meodalam, observasi dan telaah dolromen. Taltap wawancara peneliti ingin mengetahui bagaimana komitmen pimpi:nn dan para stafuntuk turut serta dalam kegiatan program manajemn risiko klinis, bagairnana kebijakan pirnpinan yang berkeitan dengan progxam ini, dan kemudian bagaimana proses manajemen risiko klinis itu sendirl. Pada tahap observasi peneliti melihat secara langsung kegiatan-kegiatan program ini pada tingkat organisasi maupun di tingkat unit/departemen RS Siloam. Pada tahap telaah dokurnen peneliti ingin melihat dolromen­ dokumen menyangkut kebijakan yang meliputi pengorganisasian, alokasi dana, tenaga khuaus dan pelatihan. Hasil penelitian menunjukan komitmen pimpinan dan anggota nunah sakit cukup lruat, terlihat dari adanya keterlibatan semua pibak dalam kegialan program !11liDajemen risiko klinis. Juga terlihat dari kebijakan. dimana pengorganisasian terstruktur dan formaalokesi dana yang memadai, tenaga khusus yang terlatih, adanya pelatihan­ pe1atihan program manajemen risiko klinis pada semua staf. Proses manajemen risiko itu sendiri telah dilaksanekan dengan baik, namun dirasakan ada yang kurang lengkep khususnya dalam lllhapan proses manajemen risiko, seperti prnses identifikesi yang hanya bersifat reaktif, baik secara formal melalui insident report form maupun secara nonforma{ melaiui case report, yang menurut hemat peneliti identifikasi juga dapat dilakukan dengan cara proaktif melalui occurance screening. Pada 1ahapan analisa, RS Siloam tidak melalrukan penilaian gabungan an!ala ftekuensi dan dampak secara kualitatif dan kwmtitatif. penilaian ini cukup penting untuk membantu dalam penggolongan kriterla risiko sebingga mudah untuk melalrukan penentuan prioritas risiko. Pada 1ahap evaluasi, banya menllai kriteria risiko yang dinyatakan dalam bentuk apakah risiko berkaitan dengan masalah medis atau non mednear miss atau sentinel event. Evaluasi risilro belum cukup spesifik sehingga sulit untuk membuat prioritas pengelolaan risikn :1BJ1g lebib spesifik lagi sesuai dengan kriteria dan ranking risiko.

Hospilal bas experienced a big transformation which is on globalization atmosphere and it is very high competition. This is a challenge for hospilal especially hospilal in Indonesia to face the transformation. Transformation which does not less important is public perception concerning hospital service quality, where public is more critic. Malpractice issue which is more glow up until happened a prosecution is one of the impact of public who is more critic to hospital service. For rninimalizing the existence of complain and demand so applying a elinic risk management at hospital as an answer. This research aim to know how risk management implementation at Siloam hospilal which hnve old apply this program, besides more important to know how bead commitment and support and organizational member in this program successand also how risk management process step used qualitative method, by conducting data collecting through circumstantial interview, document study and observation. Phase interview researcher wish to know how head commitment and all staff to hnve a shnre in activity of risk management program, how policy of head related to this program, and later then how i!Self risk management process. At researcher observation phnse see directly activity of this program at organizational level aod also in unit level I departmental of Siloam bospilal. At Researcher document study phase wish to see document concerning policy coveriag organization, fond allocation, special energy and training. Result of research show of head commitment aod hospital member enough strength. seen from existence of involvement all side in activity of risk management program. Also seen from policy, where structure organization aod is formal, adequate fond allocation, special energy training, existence of training risk management program at all of staff. Risk management process hnvc been executed better, but felt by there is less complete specially in risk management process step, like process identifY which only having the chnrecter of reactive, either through formal through incident report form and also by nonformal through case report, which according to economizing researcher identify also can be conducted by proactive through occurrence screening. At analysis step, Siloam hospital do not conduct assessment of alliance between impact and frequency qualitative and is quantitative. this important assessment enough to assist in classification risk criterion so that easy to do detennination of risk priority. At evaluation phase, only assessing expressed risk criterion in the form of do risk relate to medical problem or non is medical, miss near or event sentinel. Risk evaluation not yet specific enough so that difficult to make priority management more specific risk again as according to risk ranking and criteria.
Read More
B-1011
Depok : FKM UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dhini Sari Sembiluh; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Ede Surya Darmawan, Khafifah Any, Sholihul Absor
Abstrak: Tesis ini membahas analisis kesiapan implementasi Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di RS Aisyiyah Bojonegoro. Kebijakan implementasi KRIS JKN ini akan berdampak pada tata kelola rumah sakit perlunya penyesuaian kebutuhan pada sumber daya rumah sakit dan manajemen rumah sakit sesuai dengan Permenkes Nomor 14 Tahun 2021 & Kepdirjenyankes Nomor HK.02.02/I/1811.2022. RS Aisyiyah Bojonegoro berada di Kabupaten Bojonegoro dengan cakupan UHC 98.76 %, merupakan RS swasta terbesar di Bojonegoro, tahun 2021 jumlah pasien rawat inap sebesar 50% jaminan JKN dan BOR 67.79%. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran kesiapan sumber daya, proses manajemen dan rencana tindak lanjut RS Aisyiyah Bojonegoro untuk implementasi KRIS JKN Perkembangan program JKN dengan adanya peningkatan jumlah peserta JKN dan jumlah fasilitas kesehatan yang bekerjasama dengan BPJS (RS swasta 63.8%). Peningkatan pemanfaatan JKN dengan proporsi pembiayaan rawat inap yang terbesar. Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) menjalankan implementasi kebijakan KRIS JKN mulai 1 Januari 2023 secara bertahap, untuk mewujudkan kesinambungan program JKN dan menjalankan amanah undang-undang SJSN dalam pemenuhan prinsip ekuitas
Read More
B-2287
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Iva Nur Faridah; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Wiku Bakti Bawono Adisasmito, Enny Ekasari, Fikrotul Ulya
Abstrak:
Latar belakang: Dalam era persaingan layanan kesehatan yang semakin ketat, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dituntut tidak hanya menjalankan fungsi sosial, tetapi juga mampu bersaing dengan rumah sakit swasta dalam hal kualitas pelayanan dan kepuasan pasien. RSUD Anugerah Sehat Afiat (ASA) Kota Depok sebagai rumah sakit milik Pemerintah Kota Depok memiliki tantangan dalam meningkatkan pemanfaatan layanan dan memperkuat posisinya sebagai pilihan utama masyarakat di wilayah timur Kota Depok. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi preferensi masyarakat dalam memilih rumah sakit, menganalisis permasalahan yang dihadapi RSUD ASA dalam menarik minat masyarakat, serta merumuskan strategi yang tepat agar RSUD ASA dapat menjadi rumah sakit pilihan utama masyarakat. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain studi kasus. Data kuantitatif dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada pasien dan masyarakat, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam dengan informan dari manajemen rumah sakit. Analisis dilakukan berdasarkan lima dimensi utama yang menjadi variabel independen, yaitu availability, affordability, accessibility, accommodation, dan acceptability. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi acceptability, yang meliputi kepercayaan pasien, reputasi rumah sakit, dan kualitas pelayanan, merupakan faktor paling dominan dalam memengaruhi preferensi masyarakat. Dimensi accessibility dan availability juga berpengaruh signifikan, sedangkan affordability dan accommodation memberikan pengaruh sedang terhadap keputusan masyarakat dalam memilih rumah sakit. Kesimpulan: Upaya untuk menjadikan RSUD ASA sebagai pilihan utama masyarakat perlu diarahkan melalui pendekatan Strategic Healthcare Marketing, yang menekankan bahwa preferensi pasien terhadap rumah sakit dibentuk oleh persepsi nilai yang terdiri atas bauran kualitas layanan, aksesibilitas, citra rumah sakit, dan interaksi pasien selama proses pelayanan. Pendekatan berbasis nilai ini diharapkan mampu meningkatkan mutu layanan secara berkelanjutan, memperkuat kepercayaan publik, serta meningkatkan daya saing RSUD ASA di dalam sistem pelayanan kesehatan regional. Kata kunci: Preferensi masyarakat, utama, availability, accessibility, acceptability, rumah sakit, strategi.

Background: In an increasingly competitive healthcare environment, public hospitals  are required not only to fulfill their social functions but also to compete with private  hospitals in terms of service quality and patient satisfaction. RSUD Anugerah Sehat Afiat  (ASA) Depok, as a local government-owned hospital, faces challenges in improving  service utilization and strengthening its position as the preferred choice for the  community in the eastern region of Depok City. Objectives: This study aims to identify  the factors influencing community preferences in choosing hospitals, analyze the  challenges faced by RSUD ASA in attracting public interest, and formulate effective  strategies to make RSUD ASA the primary hospital of choice for the community.  Methods: The study employs a mixed-methods approach with a case study design.  Quantitative data were collected through questionnaires distributed to patients and  community members, while qualitative data were obtained through in-depth interviews  with key informants, including hospital management and local health officials. The  analysis was conducted based on five key dimensions: availability, affordability,  accessibility, accommodation, and acceptability. Results: The findings reveal that  acceptability, which includes patient trust, hospital reputation, and service quality, is the  most dominant factor influencing community preference. The dimensions of accessibility  and availability also have significant effects, while affordability and accommodation  show a moderate influence on hospital choice. Conclusion: Efforts to establish RSUD  ASA as the main choice of the community should adopt the Strategic Healthcare  Marketing approach, which emphasizes that patient preference for a hospital is shaped  by perceived value derived from the combination of service quality, accessibility, hospital  image, and patient interaction throughout the care process. This value-based approach  is expected to foster continuous quality improvement, strengthen public trust, and  enhance the hospital’s competitiveness within the regional healthcare system.
Read More
B-2574
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Heydi Marizky Lisman; Pembimbing: Prastuti Soewondo; Penguji: Mardiati Nadjib, Vetty Yulianty Permanasari, Eka Pujiyanti, Putri Nadia
Abstrak:

Pendahuluan: Salah satu kebijakan Kementerian Kesehatan untuk peningkatan layanan berkualitas adalah pemanfaatan Single Use Dialiser bagi pasien Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang menjalani hemodialisis. Rumah Sakit mendapat imbalan tarif baru dan sistem insentif apabila melaksanakan single use dialiser (Permenkes 3/2023). Penelitian ini bertujuan mendapat gambaran kesiapan serta hambatan di Instalasi Dialisis Rumah Sakit dalam menjalankan kebijakan single use dialiser.
Metodologi: Balance scorecard digunakan untuk memotret pelayanan hemodialisis sebelum dan setelah diberlakukan Permenkes Nomor 3 Tahun 2023.
Hasil: Pelayanan HD yang belum menggunakan single use mempengaruhi capaian kinerja tahun 2023. Pada perspektif pembelajaran dan pertumbuhan ditemukan beban kerja perawat yang tidak ideal karena harus mencuci dialiser yang telah dipakai. Pada perspektif proses bisnis intenal terdapat peningkatan kejadian rawat inap pada pasin rutin HD dan ditemukan kejadian dialiser tertukar. Pada perspektif pelanggan menyebabkan turunnya kepuasan pasien, dan pada perspektif keuangan terdapat penurunan rasio profitabilitas.
Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa pelayanan HD dengan single use dapat dilaksanakan di Unit Dialisis RS UI. Jika tidak dilaksanakan berpengaruh pada capaian kinerja dalam semua perspektif balance scorecard.


Introduction: One of the Ministry of Health policy to improve quality services is Single Use Dialyzers utilization for National Health Insurance (JKN) patients in outpatient hemodialysis. Hospitals receive new tariff rewards and incentive systems if adpoted single use dialyzers in their services (Permenkes 3/2023). This research aims to obtain an overview of the readiness and obstacles in the Dialysis center in implementing the Single Use Dialyzer policy.  Methodology: Balanced scorecard is used to capture hemodialysis services before and after Ministry of Health Regulation 3/ 2023 implementation. Results: Reuse service affect perfmormance achievement in 2023. In the learning and growth perspective, the nurse's workload was not ideal because they had to wash the dialyzers that had been used. In interbal bisiness process, we found cases of incident of dialyzers being exchanged and incidence of hispitalization among routine patient was increased. In customer perspective, it causes a decrease in patient satiscfaction and financial perspective we found profitability ratios was decreased. Conclusion: This research shows that single use policy can be implemented at University of Indonesia Hospital Dialysis Center. If not implemented, it will have an impact on all balance scorecard perspectives.
Read More
B-2557
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Imas Rahmi Wisdiani; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Jaslis Ilyas, Djoni Darmadjaja
Abstrak:

ABSTRAK Nama : Imas Rahmi Wisdiani Program Studi : Kajian Adminstrasi Rumah Sakit Judul Tesis : Analisis Implikasi Sistem Pembayaran JKN terhadap Pendapatan Rumah Sakit di Dua Rumah Sakit Swasta Kelas C di Karawang Tahun 2017 (Studi Kasus Herniotomi Tanpa Penyulit) Besaran tarif yang diatur dalam INA-CBG mendorong rumah sakit untuk menciptakan berbagai macam upaya khususnya berupa usaha pengendalian biaya agar tercipta efisiensi yang baik dan mutu pelayanan kesehatan tetap berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi system pembayaran JKN terhadap pendapatan rumah sakit di dua rumah sakit swasta kelas C berdasarkan tarif BPJS dan tarif rumah sakit. Desain penelitian ini berupa studi kasus di dua rumah sakit swasta kelas C dengan desain potong lintang dan melihat tren yang terjadi pada periode tahun 2014 – 2016. Pengumpulan data dilakukan dalam dua bagian, analisis kuantitatif  bertujuan untuk menganalisis selisih pendapatan berdasarkan tarif BPJS dan tarif rumah sakit dan menganalisis komponen-komponen yang menentukan besaran tarif rumah sakit. Analisis kualitatif bertujuan untuk mendapatkan informasi kebijakan-kebijakan dan upaya-upaya yang dilakukan oleh pihak manajemen rumah sakit dalam merespon selisih biaya. Penelitian dilakukan pada bulan Mei – Juni 2017 di RS A dan RS B dengan karakteristik rumah sakit yang mirip dan bekerjasama dengan BPJS sejak tahun 2014. Terdapat  selisih negatif antara pendapatan berdasarkan tarif umum dengan pendapatan berdasarkan tarif BPJS pada periode tahun 2014 – 2016 baik di RS A maupun di RS B. Selisih negative di RS A sebesar  21,2% dari nilai pendapatan berdasarkan tarif umum, dan selisih negative di RS B sebesar 50,5% dari nilai pendapatan berdasarkan tarif umum. Besaran tarif dan metode pembayaran INACBGs menyebabkan adanya upaya-upaya efisiensi dan kendali biaya rumah sakit bagi pasien BPJS berupa pembayaran jasa medis yang lebih rendah, penggunaan obat generik, pengendalian pemeriksaan penunjang, pengendalian biaya di ruang operasi serta pengendalian jumlah hari rawat. Kata kunci : pembayaran JKN, pendapatan Rumas sakit,  Rumah Sakit swasta,


ABSTRACT Nama : Imas Rahmi Wisdiani Program Studi : Hospital Administration Judul Tesis : Analysis on JKN Payment System and its relation to Hospital Income in two type C private hospitals in Karawang, 2017 The implementation of payment system using INA-CBGs (bundling) has lead hospital to improve efficiency to provide good quality of care. The purpose of this study is to analyze implication of JKN payment system toward hospital revenue in two type C private hospitals. This case study in two type C private hospitals was done using Cross Sectional design. Data was retrospectively collected to capture trend for period 20142016,and analysed to compare hospital revenue using hospital charge vs BPJS payment scheme as set up by BPJS. The study was conducted in May-June 2017 covering 548 cases with Herniotomy in the two private hospitals with similar characteristics and contracted as BPJS service provider since 2014. The study revealed that both hospitals tend to have lower revenue from BPJS using bundling scheme as compared to hospital charge, for period 2014-2016. The result showed that in hospital A  21,2% loss and in hospital B was 50,5% loss, this may caused by unefficient use of resources, or no proper monitoring system. The two hospitals have tried to improved efficiency, implement cost containment such as fee adjustment, use of generic drug, proper length of stay, cost containment in providing medical exam and operation. Key words: JKN payment, private hospital, revenue

Read More
B-1928
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive