Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 32494 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Verawati Lenny; Pembimbing: Hafizurrachman, Robiana Modjo; Penguji: Mayarni, Tati Nuryati
T-3368
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Annisa Dea Sari; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Tini Suminarti, Bertha Farida Tarigan
Abstrak: Kualitas pelayanan di rumah sakit menjadi penting karena bila memiliki kualitas rendahmaka dapat membahayakan pasien. Perawat sebagai profesi yang 24 jam berhubungandengan pasien, turut menentukan mutu pelayanan. Depkes RI (2005) menyatakanpenerapan standar asuhan keperawatan untuk mengukur, memantau dan menyimpulkanapakah pelayanan sudah mengikuti persyaratan. Tujuan penelitian untuk melihatgambaran kualitas asuhan keperawatan melalui kinerja perawat. Pengukuran kualitasasuhan keperawatan dinilai melalui pelaksanaan asuhan dan pendokumentasi asuhan(Muller-Staub, 2008). Penelitian menggunakan desain deskriptf dengan cross sectionalstudy. Sampel penelitian menggunakan simple random sampling pada seluruh perawatdi rawat inap RSJPDHK sebanyak 159 orang. Pengumpulan data dilakukan melaluikuesioner dan observasi. Hasil penelitian yaitu sebanyak 56% perawat usia muda,57,2% pendidikan sarjana, 86,2% perawat perempuan, 57,2% pengetahuan baik tentangasuhan keperawatan, 64% perawat memiliki motivasi tinggi, 54,7% perawat memilikipersepsi positif, 66% perawat merasa beban kerja berat, 40,9% pelaksanaan asuhankeperawatan sesuai standard dan 63,5% pendokumentasian sesuai standar, hal inidipengaruhi oleh motivasi, pengetahuan dan beban kerja. Rekomendasi untukmanajemen keperawatan yaitu memberikan pelatihan tentang asuhan keperawatan,resosialisasi SPO pendokumentasian, bimbingan dan monitoring evaluasi penerapanstandar asuhan keperawatan.Kata Kunci : Kinerja perawat, pelaksanaan asuhan keperawatan, pendokumentasianasuhan keperawatan.
Read More
T-5343
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hermina M. Basrie; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Hafizurrachman, Puput Oktamianti, Budi Rahayu
T-3433
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Atikah Nurusshohwah; Pembimbing: Besral; Penguji: Dian Ayubi, Yuli Riviyanti, Amy Rahmadanti
Abstrak:
Mutu pelayanan rumah sakit merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi kepuasan pasien. Pengukuran mutu pelayanan berdasarkan persepsi pasien diperlukan untuk mengidentifikasi kesenjangan antara harapan dan pelayanan yang diterima serta menyusun prioritas perbaikan yang sesuai dengan kebutuhan pasien. Penelitian ini bertujuan menganalisis mutu pelayanan rawat inap di Rumah Sakit An-Nisa Tangerang berdasarkan persepsi pasien menggunakan metode SERVQUAL dan Quality Function Deployment (QFD). Penelitian ini menggunakan desain mixed methods dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pengumpulan data kuantitatif dilakukan terhadap 101 pasien rawat inap menggunakan kuesioner. Pendekatan kualitatif dilakukan melalui workshop expert judgment menggunakan metode QFD untuk menyusun House of Quality (HoQ) dan menentukan prioritas perbaikan pelayanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh dimensi SERVQUAL memiliki nilai gap negatif dengan nilai gap total sebesar -2,47. Dimensi reliability memiliki nilai gap terbesar (-0,78), diikuti responsiveness (-0,59), empathy (-0,45), assurance (-0,42), dan tangible (-0,23). Terdapat perbedaan mutu pelayanan berdasarkan usia pada SERVQUAL total (p=0,017) dan dimensi reliability (p=0,009), berdasarkan tingkat pendidikan pada SERVQUAL total (p=0,034), dimensi assurance (p=0,011), dan dimensi empathy (0,038), Serta berdasarkan jenis perawatan pada dimensi tangible (0,013). Tidak terdapat perbedaan mutu pelayanan berdasarkan jenis kelamin, lama rawat inap, dan kelas perawatan. Hasil QFD menghasilkan tujuh prioritas technical response, yaitu optimalisasi peran perawat primer terkait informasi, orientasi pasien rawat inap terkait kebijakan dan tindakan di rumah sakit, monitoring NEPIL per 2 jam, standarisasi penyampaian informasi discharge planning, monitoring kepatuhan dokter jaga dan spesialis dalam edukasi dan informasi, penguatan monitoring kebersihan oleh koordinator ruangan, serta training petugas kebersihan.

Hospital service quality is one of the important factors influencing patient satisfaction. Measuring service quality based on patients' perceptions is necessary to identify the gap between expectations and the service received, as well as to establish improvement priorities that align with patients' needs. This study aims to analyze the quality of inpatient services at Annisa Hospital Tangerang based on patients' perceptions using the SERVQUAL method and Quality Function Deployment (QFD). This research employed a mixed-methods design combining quantitative and qualitative approaches. Quantitative data were collected from 101 inpatients using a questionnaire. The qualitative approach was carried out through an expert judgment workshop using the QFD method to construct a House of Quality (HoQ) and determine service improvement priorities. The results showed that all SERVQUAL dimensions had negative gap values, with a total gap value of -2.34. The reliability dimension had the largest gap value (-0.78), followed by responsiveness (-0,59), empathy (-0,45), assurance (-0,42), and tangible (-0,23). There were significant differences in service quality based on age for total SERVQUAL (p=0.017) and the reliability dimension (p=0.009); based on education level for total SERVQUAL (p=0.034), the assurance dimension (p=0.011), and the empathy dimension (p=0.038); and based on type of care for the tangibles dimension (p=0.013). No differences in service quality were found based on gender, length of hospital stay, or ward class. The QFD results produced seven priority technical responses: optimizing the role of primary nurses in providing information, orientation for inpatients regarding hospital policies and procedures, monitoring of NEPIL every 2 hours, standardization of discharge planning information delivery, monitoring the compliance of on-duty and specialist physicians in providing education and information, strengthening cleanliness monitoring by ward coordinators, and training for cleaning staff.
Read More
T-7688
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rusmini; Pembimbing: Sabarinah B. Prasetyo; Penguji: Peter Patinama, Agustin Kusumayati, Rini Sutjiati
Abstrak:
Sehubungan dengan meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap mutu layanan kesehatan, maka fungsi pelayanzm kesehatan secara bertahap harus terus ditingkatkan. Supervisi keperawatan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kctrampilan petugas pelayanan kesehatan khususnya perawat pelaksana Pcrawat yang trampil akan berdampak pada mutu asuhan keperawatan yang diberikan. Supervisi keperawalan dipengaruhi oleh banyak faktor diantaranya umur, pendidikan, lamakerja penyelia, pelatihan, sarana dan pmsarana, SOP dan bimbingan, serla perawat pelaksana. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran faktor pada penyelia, faktor pada perawat pelaksana, faktor sarana, faktor SOP, faktor bimbingan dan pelaksanaan supervisi keperawatan. Rancangan pcnelitian adalah croxs sectional, dilakukan di ruang rawat inap Rumah sakit dr Cipto Mangunkusumo pada bulan Mei dan Juni 2001. Populasi penelitian semua kepala ruang rawat inap, adapun sampei total populasi yaitu 47 responden. Hasil penelitian rnenunjukl-can bahwa pclaksanaan supervisi keperawatan di mang rawat inap Rumah Sakit dr Cipro Mangunkusumo berjalan tidak efek1i£ Dari sepuluh variabel indepcndcn yang diteliti, hanya satu yang bermakna yaitu variabel bimbingan terdapat hubungan bcrmakna dengan pelaksanaan supervisi keperawatan. Adapun faktor yang paling dominan berhubungan dengan pelaksanaan supervisi keperawatan adalah bimbingan Pcningkatan mutu pelayanan asuhan keperawatan harus dilakukan SCC312 terus menerus, salah satu upaya adalah dcngan mcngefektiikan pelaksanaan supervisi keperawatan. Melalul program pelatihan khusus supcrvisi keperawatan diharapkan kepala mang rawat inap dapat bekerja sesuai fhngsinya sebagai supervisor tingkat tcrbawah.

As the increase of public demand for the quality of health services, the function of health services shall be gradually improved. Nursing supervision is one etfort to improve the skill of health service officers specially the nurse. The qualified nurse will effect to the quality of nursing care. Nursing supervision is influences many factors, such as age, education, experiences, training, intra structure, standard operating procedures, guidance and the nurse itself. The purpose of this research is to gain infomation between factors of experience, nurse, infra structure, standard procedure, and tutorial to which have more influence to the performance of nursing supervision. Research design is carried out by cross sectional the ward in Dr Cipto Mangunkusumo Hospital during May to June 200l. Research population are all head nurse ofthe wards and total samples population are 47 respondent. The result of this research shows that nursing supervision at wards of Dr Cipto Mangunlcusumo hospital was done effectively. From ten of independent variable to be analysed, only one of which is tutorial give a.n effect to perfonnance of nursing supervision. The improvement of the nursing ServiCCS quality Shall be continually carried out by implementing effective nursing supervision. By special training program of the nursing supervision, head of wards are hoped to with comply to their function as the supervisor to their subordinate.
Read More
T-1118
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Diding Sarifudi; Pembimbing: Adang Bachtiar, Anwar Hassan; Penguji: Yuswati, Bambang Karmanto
Abstrak:

Cakupan kegiatan keperawatan komunitas di Kabupaten Cirebon masih rendah, sedangkan perawat sebagai peiaksananya merupakan tenaga kesehatan terbanyak dibandingkan dengan tenaga kesehatan lainnya Perawat melakukan asuhan keperawatan komunitas seharusnya dengan pendokummentasian atau pencatatan yang merupakan panduan sehingga kegiatannya terarah dan terpadu sesuai dengan masalah yang ditemukan. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui kualitas pencatatan asuhan keperawatan komunitas di Kabupaten Cirebon tahun 2006 dan faktor-:fuktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan cross-sectionaL Data dikumpulkan dari 7I perawat puskesmas dengan menggunakan perhitungan besar sampel Lot quality assurance sampling (I:QAS-Lot) secara sistematic random sampling, selain dilak:ukan wawancara juga dilakukan pemerik:saan catatan asuhan keperawatan masing-masing responden 5 dokumen. Penelitian dilakukan pada bulan September 2006 dengan menggunakan analisis univariat dan analisis jalur (path analysis). Dari data yang dikumpulkan diperoleh kualitas pencatatan dengan baik sebesar 59,2 %. Hasil pemodelan dengan analisis jalur temyata kepemimpinan merupakan variabel utama yang mempunyai pengaruh sebesar 46,8 % terhadap kualitas pencatatan asuhan keperawatan, variabel lain yang mempunyai pengaruh terhadap kualitas pencatatan asuhan keperawatan adalah pengetahuan sebesar 3 I %, sikap sebesar 17,6 %, imhalan sebesar 11,6 %, dan variabe1 masa kelja melalui sikap sebesar 4%. Kepemimpinan kepala puskesmas mampu meningkatkan lrualitas pencatatan asuhan keperawatan yang dilakukan karyawannya, selain itu kepemimpinan dapat meningkatkan pengetahuan, mengatur imbalan yang diberikan, dan dapat merubah sikap karyawannya. Bagi Dinas Kesehatan yang mempunyai kewajiban membina : kepala puskesmas maka harus selalu membina dan mengevaluasi kinelja kepala puskesmas.


Scope of community nursing activity in district of Cirebon has undervalued. In fact, number of nurse resources there larger than another medical profession. They to be organized in community nursing activity and nursing activity record-keeping as principal guide, they will working in systematic way and well integrated according to the problem raised from public health service. This research aim to determine the quality of community nursing activity record-keeping in district of Cirebon for year of 2006 and the influencing factors within. Research belong to quantitative research with cross-sectional design. Data collecting using Lot quality assurance sampling (LQAS-Lot) with systematic random sampling method by surveying and interviewing 71 nurse from local public health services, including checking of 5 document from each respondent's nursing record.' Research taken during september 2006 and using univariat analysis and path analysis. The result shows the quality of record-keeping which noticed as good are 52,2 % in value. Modelling result from path analysis put leadership as main variable which influence the quality of nursing record-keeping at 46,8%. Another variable which having influence on quality of nursing record-keeping are nurse's knowledge at 31%, nurse's attitude at 17,6%, rewards at 11,6% and working period at 4%. Leadership skills of local public service's head can improve the quality of record-keeping of community nursing activity by its employees (nurses). Besides,and change in attitude. District public health service which has responsibility in training and developing officer to become head of local public health service should control and monitor their working performance continuously leaderships skills direct to improvement of knowledge, remuneration management, and change in attitude. District public health service which has responsibility in training and developing officer to become head of local public health service should control and monitor their working performance continuously.

Read More
T-2574
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hastrina Mailani; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Wachyu Sulistiadi, Nani Hidayanti Widodo, Kemal Imran
Abstrak: Prosedur tindakan pencegahan dan pengendalian infeksi mutlak harus diterapkan dirumah sakit termasuk di rawat inap. Kegiatan ini bertujuan untuk meminimalkan danmencegah terjadinya infeksi pada pasien, petugas, pengunjung dan masyarakat sekitarfasilitas pelayanan kesehatan. Selain menurunkan tingkat kesakitan dan kematian karenainfeksi nosokomial, pelaksanaan program pencegahan dan pengendalian infeksi yangbaik akan menurunkan biaya kesehatan karena dapat menurunkan lama rawat yangberdampak pada penurunan biaya yang dikeluarkan. Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui gambaran pelaksanaan pencegahan dan pengendalian infeksi di rawat inapRumah Sakit Pusat Otak Nasional. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif denganmenggunakan metode penelitian kualitatif. Wawancara mendalam, diskusi grup terarah,dan observasi lansung dilaksanakan terhadap 13 informan. Hasil penelitian menunjukanbahwa pelaksanaan pencegahan dan pengendalian infeksi di rawat inap Rumah SakitPusat Otak Nasional ditinjau dari struktur, proses dan output belum terlaksana sesuaidengan pedoman pencegahan dan pengendalian infeksi yang telah ditetapkan.Pelaksanaan pencegahan dan pelaksanaan infeksi di rawat inap belum optimal karenapelaksanaan kebersihan tangan, penggunaan alat pelindung diri, pemisahan limbahmedis dan penyuntikan yang aman pada sebagian petugas belum dilakukan sesuaistandar serta monitoring dan evaluasi yang tidak dilakukan secara rutin. Jumlah petugasyang masih kurang, tumpang tindih tugas dan kurangnya pelatihan berpengaruh padapelaksanaan tugas pencegahan dan pengendalian. Saran yang dapat dilakukan adalahanalisis beban kerja, meningkatkan pelatihan pada petugas dan monitoring sertaevaluasi pelaksaanan pencegahan dan pengendalian infeksi dilakukan secara rutin.Kata Kunci : Pencegahan dan Pengendalian Infeksi, infeksi nosokomial
Infection prevention and control procedures must be implemented in hospitals includingthe inpatient care. It is intended to minimize and prevent infection in patients,healthcare workers, visitors, and the community surrounding the healthcare facility.Other than reducing mortality and morbidity rate associated with nosocomialinfections, the right implementation of Infection prevention and control program willalso reduce health costs due to reduced care duration which affects the decrease of thehealth cost expenditure. The purpose of this research is to understand the descriptive ofinfection prevention and control implementation at the inpatient care of the NationalBrain Center Hospital. This study uses a qualitative descriptive research method. In-depth interview, focus group discussion and observation are conducted with 13informants. Results of the study show that based on the structure, process and output,the infection prevention and control implementation at the inpatient care of theNational Brain Center Hospital has been done according to the guidelines of theinfection prevention and control that has been established.. The infection preventionand control implementation at the inpatient care is not yet optimized because of thepractices such as hand hygiene practice, use of personal protective equipment,separation of medical waste and safe injection that have not been done according tostandard and have not been monitored and evaluated routinely. The insufficient numberof healthcare workers, overlapping tasks and lack of training have an effect on theimplementation of Infection prevention and control tasks. Suggestions to be done arerestructuring of the Infection prevention and control organization, analysis ofworkload, the increase of training for healthcare workers and routine monitoring andevaluation of Infection prevention and control implementation.Keywords: Infection Prevention and Control,nosocomial infections.
Read More
T-5331
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
I Gusti Ayu Mirah Dwijayanti Pembimbing: Sabarinah Prasetyo; Penguji: Robiana Modjo, Evi Martha, Atika, Beben Saiful Bahri
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menggali faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pemanfaatan pelayanan rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Mampang Prapatan Tahun 2019. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan dalam penelitian terdiri dari Direktur, Kepala Seksi Pelayanan Medis, Kepala Komite Mutu, Kepala Seksi Keperawatan dan Penunjang Medis, Kepala Satuan Pelayanan Keperawatan, Kepala Satuan Pelayanan Rawat Inap, petugas rawat inap, pasien rawat inap, petugas Puskesmas dan masyarakat. Hasil penelitian ini mendapatkan bahwa faktor internal rumah sakit yang mempengaruhi pemanfaatan pelayanan rawat inap yaitu ketersediaan fasilitas seperti jarak antar tepi tempat tidur masih kurang standar serta kurangnya promosi dari pihak rumah sakit. Sedangkan dari faktor ekternal rumah sakit yang mempengaruhi pemanfaatan pelayanan rawat inap yaitu banyaknya pesaing sehingga minat masyarakat untuk melakukan rawat inap masih rendah serta masyarakat memilih berobat ke pelayanan fasilitas kesehatan primer sebelum memutuskan untuk melakukan rawat inap. Dengan begitu perlu adanya perhatian khusus manajemen untuk melakukan evaluasi lebih lanjut mengenai hal-hal terkait efisiensi dan pemanfaatan pelayanan rumah sakit terutama pelayanan rawat inap.
Read More
T-5816
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Susy Hermaningsih; Pembimbing: Engkus Kusdinar Achmad
T-732
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Weny Wiharsini; Pembimbing: Wahyu Sulistiadi; Penguji: Raty Ayu Dewi Sartika, Evi Martha, Fitri Hudayani, Rodlia
Abstrak: Pelayanan asuhan gizi yang bermutu yaitu terpenuhinya langkah-langkah mulai dari pengkajian (asesmen), diagnosis, intervensi, monitoring dan evaluasi. Ukuran kualitas digambarkan melalui evaluasi keberhasilan asuhan gizi dan kepatuhan tenaga gizi melaksanakan PAGT. Hasil telusur asuhan gizi pada pasien rawat inap yang dilaksanakan Instalasi Gizi dan Produksi Makanan (IGPM) di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo pada bulan maret tahun 2021 terhadap 40 pasien rawat inap didapatkan hasil baru 43% rekam medis dengan dokumentasi monitoring evaluasi asuhan gizi lengkap, masih ditemukan ketidaksesuaian dalam dokumentasi asuhan gizi pada pasien rawat inap. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mutu asuhan gizi pada pasien rawat inap di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan JuniJuli tahun 2021, dengan jenis penelitian mix methode dengan desain penelitian explanatory pada variabel mutu asuhan gizi, motivasi, kerjasama tim dan komitmen. Sample pada penelitian kuantitatif yaitu nutrisionis dietisien yang dilakukan telusur asuhan gizi berjumlah 21 orang dan penelitian kualitatif pada variabel manajemen SDM, pendidikan pelatihan kompetensi menggunakan 8 informan. Hasil penelitian menunjukkan asuhan gizi pada pasien rawat inap di RSCM sudah cukup baik, meskipun masih ditemukan beberapa ketidaksesuain dalam dokumentasi dan langkah asuhan seperti belum ada rencana jangka waktu monitoring dan evaluasi pada dokumentasi sebesar 36,5%, dan asesmen gizi tidak tepat waktu (>1x24 jam) sebesar 21,6%, dalam hal motivasi, kerjasama-kolaborasi dan komitmen petugas dalam penerapan asuhan gizi cukup baik, manajemen SDM dikelola sangat baik mulai dari perencanaan tenaga, orientasi dan bimbingan pegawai baru, hingga pemberian kewenangan sudah cukup baik, namun untuk sistem jenjang karir yang baru terbentuk belum dapat diaplikasikan. Pendidikan, pelatihan dan kompetensi tenaga nutrisionisdietisien dikelola dan direncanakan dengan sangat baik oleh Instalasi Gizi dan Produksi Makanan RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo. Perlu dibuat suatu sistem, untuk meningkatkan kepatuhan dalam dokumentasi seperti evaluasi formulir untuk mempermudah dan mempersingkan waktu pengisian dokumentasi asuhan dan pemerataan Hospital Information System (HIS) pada semua ruang rawat
Quality nutritional care services are fulfilled steps ranging from assessment, diagnosis, intervention, monitoring and evaluation. Quality measures are illustrated through the evaluation of the success of nutritional care and compliance of nutrition personnel carrying out PAGT. The results of nutrition care search in inpatients conducted Nutrition installation and Food Production (IGPM) at RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo in March 2021 against 40 inpatients obtained new results 43% medical records with documentation monitoring the evaluation of complete nutritional care, still found discrepancies in nutritional care documentation in inpatients. This study aims to analyze the quality of nutritional care in inpatients at RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo. This research was conducted in June-July 2021, with a type of mix methode research with explanatory research design on nutritional quality variables, motivation, teamwork and commitment. Samples in quantitative research, namely dietetic nutritionists conducted by 21 people and qualitative research on hr management variables, competency training education using 8 informants. The results showed that nutritional care in inpatients in RSCM was quite good, although there were still some discrepancies in documentation and foster care measures such as there was no monitoring and evaluation period plan on the documentation of 36.5%, and the nutritional assessment was not on time (>1x24 hours) of 21.6%, in terms of motivation, collaboration and commitment of officers in the application of nutritional care is quite good , HR management is managed very well ranging from energy planning, orientation and guidance of new employees, to the granting of authority is good enough, but for the newly formed career level system can not be applied. The education, training and competence of nutritionist-dietitian personnel is managed and very well planned by the Nutrition Installation and Food Production of RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo. A system is needed, to improve compliance in documentation such as form evaluations to facilitate and streamline the time of filling out foster documentation and equalization of Hospital Information System (HIS) in all wards
Read More
T-6159
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive