Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 33944 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Romi Beginta; Pembimbing: Hafizurrachman; Penguji: Jaslis Ilyas, Mieke Savitri, Sumijatun, Arda Yunita Subardi
Abstrak:

Pelaporan kesalahan pelayanan merupakan usaha untuk memperbaiki sistem pelayanan dalam mencapai pelayanan yang aman. RSUD Kab Bekasi dalam mengembangkan program keselamatan pasien sejak tahun 2009, yang terlihat dari laporan tahunan program keselamatan pasien, terdapat indikasi perlunya peningkatan kesadaran setiap personil dalam melaporkan kesalahan pelayanan, termasuk perawat pelaksana di unit rawat inap rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur persepsi perawat pelaksana dalam melaporkan kesalahan pelayanan serta mencari hubungannya dengan budaya keselamatan pasien, gaya kepemimpinan, dan kerja tim. Penelitian dirancang dengan disain cross sectional dengan menggunakan kuesioner sebagai alat ukur. Pengambilan data dilakukan pada bulan November 2011.Responden merupakan keseluruhan perawat pelaksana di unit rawat inap RSUD Kab. Bekasi dan didapatkan 77 kuesioner yang dapat dianalisa. Data yang diperoleh dianalisa secara univariat dan multivariat dengan menggunakan metode component based structural equation modeling dengan aplikasi komputer SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan budaya keselamatan pasien, gaya kepemimpinan, kerja tim dan persepsi pelaporan kesalahan pelayanan oleh perawat dalam penilaian sedang. Didapatkan pula adanya pengaruh baik secara langsung maupun tidak langsung budaya keselamatan pasien, gaya kepemimpinan, dan kerja tim terhadap persepsi pelaporan kesalahan pelayanan oleh perawat. Total pengaruh sebesar 89%. Persamaan linier yang didapat dari penelitian ini adalah persepsi pelaporan kesalahan = 0,12.budaya keselamatan pasien + 0,30.kepemimpinan transaksional ? 0,22.kepemimpinan transformasional + 0,37.kerja tim + 0,26. Dari penelitian ini dapat disimpulkan perlunya peningkatan faktor-faktor yang terbukti memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan pelaporan dapat menjadi dasar usaha perbaikan. Terdapat pula faktor-faktor lain yang tidak masuk dalam model penelitian ini yang mempengaruhi perawat dalam melaporkan kesalahan pelayanan yang masih perlu digali agar pelaporan kesalahan pelayanan di masa depan dapat meningkat.


Reporting errors is an attempt to improve the system in achieving a safe service. From a report in 2010 in RSUD Kab. Bekasi seen that the number of cases or incidents reported has increased, but still needs to improve awareness of any personnel, including nurse in inpatient units. The aim of this study is to measure the nurse?s perception in the reporting of sevice delivery errors and to find a relationship between the behavior to other factors: patient safety culture, leadership style, and team work. This study was using cross-sectional design by questionnaire as a measuring tool. Data was collected in November 2011 from the entire nurse at the inpatient unit of the hospital as respondens. There are 77 questionnaires that can be analyzed. The data obtained were analyzed using multivariate methods by component-based structural equation modeling with computer applications SmartPLS. The results of this study suggest patient safety culture, leadership style, teamwork and the perception of service delivery error reporting by nurses are in intermediate conditions. It was found that there are relationship obtained either directly or indirectly from patient safety culture, leadership style, and teamwork to service delivery error reporting by nurses. This research model can explain the real state of 89%. Linier equation from this model is reporting perception = 0,12.patient safety culture + 0,30.transactional leader ? 0,22.transformational leader + 0,37.team work+ 0,26. From this study it can be concluded that factors that are proven to provide positive influence of this research can be the basis of improvement efforts. In addition, there are other factors that are not included in this study that should be considered that better reporting of medical errors.

Read More
B-1379
Depok : FKM UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Reni Damayanti; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Suprijanto Rijadi, Syahrul Muhammad, Sumijatun
B-1758
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sanwia Sumaheny; Pembimbing: Wachyu Sulistiad; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Puput Oktamianti, Ichsan Hanafi, Kaunang
Abstrak: Budaya keselamatan pasien (BKP) adalah penerapan sistem asuhan pasien dalamorganisasi yang tercermin dalam sikap, perilaku, keterampilan, komunikasi,kepemimpinan, pengetahuan, tanggung jawab, dan nilai yang ada dalam diripetugas kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku organisasiberdasarkan karakteristik individu, kelompok dan organisasi terhadap budayakeselamatan pasien oleh perawat rawat inap di RS Hermina Daan MogotRSHDM). Desain penelitian ini menggunakan metode cross sectional denganresponden seluruh (111) perawat pelaksana pada unit rawat inap RSHDM. Datakuesioner dianalisis menggunakan metode univariat, bivariat dan multivariat.Hasil penelitian menunjukkan karakteristik individu, karakteristik kelompok dankarakteristik organisasi terhadap BKP di RSHDM adalah baik. Hasil BKPperawat pelaksana rawat inap RSHDM menunjukkan nilai baik. Tanggung jawabmenjadi satu-satunya variabel yang tidak ada hubungan dengan BKP sedangkankepemimpinan paling berhubungan dengan BKP.Kata kunci: Budaya keselamatan pasien (BKP), keselamatan pasien, perilakuorganisasi, karakteristik, individu, kelompok, organisasi,perawat.
Patient safety culture (PSC) is the application of patient care systems in theorganization which are reflected in the attitudes, behaviors, skills,communication, leadership, knowledge, responsibility, and values that exist inhealth care workers. This study aims to determine the organizational behaviorbased on the characteristics of individuals, groups and organizations on patientsafety culture by nurses on inpatient units in Hermina Hospital Daan Mogot(HHDM). The design of this study using cross-sectional method with respondentsfrom all (111) nurses on inpatient units in HHDM. Questionnaire data wereanalyzed using univariate, bivariate and multivariate analyzes. The resultsshowed the characteristics of an individual, group characteristics andorganizational characteristics of the PSC in HHDM is good. Results PSCinpatient nurses HHDM shows good value. Responsibility to be the only variablethat did not match while the leadership were most associated with PSC.Keywords: patient safety culture, patient safety, organizational behavior,individual characteristics, group characteristics, organizationalcharacteristics, nurse.
Read More
B-1621
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Musdalifah; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Sandi Iljanto, Anhari Achadi, Sumijatun
Abstrak:

Abstrak

Keselamatan pasien menjadi penting karena masih tingginya angka KTD di rumah sakit secara global maupun nasional. Di RSUD Sele Be Solu pada tahun 2011,dari 1.560 pasien rawat inap penyakit dalam yang dilakukan pemasangan infus sebanyak 1,9% mengalami phlebitis. Di ruang rawat inap anak RSUD Sele Be solu, kejadian phlebitis setelah pemasangan infus kurang dari 3 hari ditemukan sebanyak 8 pasien (20%) dari 40 pasien anak dan ada 11 pasien (61,1%) dari 18 pasien anak setelah lebih dari 3 hari pemasangan infus. Selama ini belum pernah dilakukan penilaian budaya keselamatan pasien di Rumah sakit Sele Be Solu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan frekuensi pelaporan KTD dengan budaya keselamatan pasien oleh perawat di RSUD Sele Be Solu. Metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, populasi adalah seluruh perawat di instalasi rawat inap sebanyak 110 orang. Pengumpulan data dengan menyebarkan kuesioner.

Hasil penelitian ada hubungan antara frekuensi pelaporan KTD dengan feedback dan komunikasi terhadap kesalahan, (p value = 0,018) besarnya hubungan dua kali lebih besar dibandingkan dengan kerjasaman dalam unit. Kesimpulan dari penelitian ini adalah masih rendahnya tingkat pelaporan KTD di RSUD Sele Be Solu Kota Sorong. Saran kepada pihak manajemen agar segera membentuk komite keselamatan pasien di rumah sakit dan menerapkan standar keselamatan pasien sesegera mungkin/


Patient safety become an important issue because adverse events are still in a high level at hospital globally and nationally. In 2011, at Interna ward of Sele Be Solu Sorong hospital, from 1.560 patients which had i.v line attached by nurses, 1,9% patients were had phlebitis. While at the pediatric ward, phlebitis events after i.v line was attached less than three days, 8 patients was found (20%) from 40 patients, and there were 11 patients (61,1%) from 18 children after 3 days of i.v line was attached. The patient safety culture in Sele Be Solu hospital was never been assessed. The purpose is to discover the relationship between adverse events frequency report and patient safety culture by nurses at Sele Be Solu hospital. Quantitative method was used in this study with cross sectional approached, population were all nurses at inward installation, which are 110 people. Data was gathered with questionnaire which had filled by nurses.

The result is there are relationship between adverse events report frequency activity with feedback and communication to the false (p value=0,018) and the relationship are double amounts higher than teamwork in the unit. Conclusion is the report activity of adverse event at Sele Be Solu hospital Sorong is low. Suggest to the hospital management is to form patient safety committee at hospital and set the patient safety standard procedure immediately.

Read More
B-1497
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rizky Aniza Winanda; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Helen Andriani, Wachyu Sulistiadi, Tirsa Persila Awairaro, Sutopo Patria Jati
Abstrak:
Budaya organisasi dapat menjadi jembatan untuk mencapai tujuan organisasi pelayanan kesehatan namun juga sebaliknya dapat menjadi pemicu terjadinya hambatan dalam menunjang keselamatan pasien. Budaya organisasi dan budaya keselamatan pasien menjadi landasan untuk dilakukannya perubahan, terutama dalam hal peningkatan mutu pelayanan di rumah sakit. Untuk menciptakan budaya organisasi yang positif, salah satu faktor esensial yang harus dimiliki rumah sakit adalah sumber daya manusia (SDM) yang mampu mendukung tujuan organisasi. Penelitian ini ditujukan untuk memahami bagaimana kepribadian individu sebagai staf di rumah sakit memengaruhi pembentukan budaya organisasi dan penerapan budaya keselamatan pasien di RSUD Scholoo Keyen. 131 tenaga medis fungsional dan struktural menjadi responden dalam penelitian kuantitatif. Selanjutnya dilakukan wawancara mendalam terhadap 9 informan dan diskusi kelompok terfokus bersama 3 perwakilan manajemen rumah sakit. Hasil penelitian ini mendapatkan bahwa banyak staf yang cenderung mengalami sikap permusuhan, kurang mampu bertanggung jawab dalam pekerjaan, dan memiliki kapasitas menyelesaikan masalah yang rendah. Penilaian terhadap budaya organisasi menunjukkan bahwa nilai-nilai organisasi di tingkat makro masih dinilai rendah. Selain itu, 84.7% staf menilai penerapan budaya keselamatan pasien di rumah sakit masih negatif dan belum efektif. Staf menilai bahwa manajemen rumah sakit masih perlu melakukan perbaikan dari aspek kepemimpinan, kerja sama tim, pengenalan stres, dan pengembangan potensi staf.

Organizational culture (OC) serves as a bridge to achieve a health service organization’s purpose, but on the contrary, a negative OC can impede patient safety. Organizational culture and patient safety culture (PSC) aims to improve the quality of services in hospitals. To create a positive OC & PSC, one of the essential factors is human resources (HR) that organizational goals. This research aims to understand how individual staff personalities influence the formation of OC and the implementation of PSC at Scholoo Keyen Regional Hospital. medical personnel were included in the quantitative research. Qualitative research was then conducted through in-depth interviews with 9 informants and a focused group discussion with 3 hospital management representatives. The results of this research found that a substantial portion of staff had hostile attitudes, are less able to take responsibility at work, and have a low capacity to solve issues. Assessment of OC shows that organizational values at the macro level are still considered low. In addition, 84.7% of staff assessed that the implementation of PSC in the hospital was negative and not effective. Staff reported that hospital management needs to improve in terms of leadership, teamwork, stress recognition, and developing staff potential.
Read More
B-2492
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dede Sri Mulyana; Pembimbing: Prastuti Soewondo; Penguji: Pujiyanto, Chamdani Tauchid, Indah Rosana A. Djadjadiredja
Abstrak: Abstrak

Keselamatan pasien (patient safety) rumah sakit adalah suatu sistem dimana rumah sakit membuat asuhan pasien lebih aman. Sistem tersebut meliputi: assesmen resiko, identifikasi dan pengelolaan hal yang berhubungan dengan risiko pasien, dan seterusnya. Sejak dideklarasikannya pelaksanaan Patient Safety di Rumah Sakit X pada tahun 2009 hingga tahun 2011, tercatat Insiden Keselamatan Pasien (IKP) sebanyak 171 kasus, dimana IKP paling banyak yaitu sekitar 60% terjadi di pelayanan rawat inap. Melalui penelitian ini, dianalisis penyebab terjadinya IKP di ruang perawatan Rumah Sakit X. Studi dilakukan terhadap 100 perawat pelaksana dengan menggunakan desain cross sectional untuk melihat bentuk hubungan antara variabel individu, kompleksitas pengobatan, kerjama, gangguan/ interupsi, komunikasi, Standar Prosedur Operasional, dan kenyamanan tempat kerja terhadap kejadian IKP.

Hasil penelitian menunjukkan variabel karakteristik individu, yang terdiri dari usia, masa kerja, dan kompetensi; dan variabel kerja sama yang memiliki hubungan yang signifikan terhadap kejadian IKP dengan nilai P value masing-masing sebesar 0.028, 0.010, 0.028, dan 0.012. Dengan kata lain variabel yang paling berpengaruh terhadap kejadian IKP adalah variabel karakteristik individu sehingga hasil studi ini bisa menjadi pertimbangan bagi Bagian SDM, Komite Keperawatan dan Bagian Keperawatan Rumah Sakit X dalam melakukan seleksi dan pengembangan SDM Keperawatan dalam upaya meningkatkan keselamatan pasien.


Patient safety is a system to make patient care become safer. The systems include risk assessment, identifying and managing the risks associated with patient, and so on. Since the patient safety program has been declared in "X" Hospital in 2009 until 2011, there are 171 cases recorded as a number of the patient safety incident (PSI), most cases about 60% occur in inpatient unit. Through this study, determinants of PSI in inpatient unit X Hospital are analyzed. Study is applied to 100 nursing staffs by cross sectional study design in order to observe the correlation between variable of individual characteristic, medication complexity, teamwork, interruption, communication, standard of procedure operational, and work place comfortable to PSI.

Result shows that there is a significant correlation between variable of individual characteristic (include age, working time, and levels of competence) and teamwork to PSI, with the P value: 0.028, 0.010, 0.028, and 0.012. In other word, the most significant variable to PSI is individual characteristic variable so it could be a consideration to recruit and do improvement based on patient safety by Human Resources, Nursing Committee and Nursing Unit of X Hospital.

Read More
B-1481
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cholid Abdul Radjak; Pembimbing: Hafizurrachman; Penguji: Peter Albert W. Pattinama, Amila Megraini, Suprijantoro
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan, Hngkungan kerja, motivasi kerja dan budaya organisasi terhadap kepuasan kerja perawat RSP AD Gatot Soebroto tahun 2007. Penelitian ini dilakukan secara kwantitatif dengan metode penelitian yang digunakan melalui survey dengan pendekatan analisa jalur, dimana data yang dipakai adalah data primer dengan memakai alat bantu kuesioner. Pemilihan sumber data menggunakan stratified random sampling terhadap perawat RSPAD Gatot Soebroto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh yang nyata gaya kepemimpinan lingkungan keija dan motivasi kerja terhadap kepuasan kerja pcrawat RSPAD Gatot Soehroto tahun 2007, sedangkan budaya organisasi tidak ada hubungannya dengan kepuasan kerja perawat RSPAD Gatot Soebroto tahun 2007. Gaya kepemimpinan berpengaruh secara nyata terhadap rnotiv:asi kcrja dan budaya organis.asi scdangkan lingkungan kcrja berpengaruh secara nyata terhadap motivasi kerja, budaya organisasi dan kepuasan ketja. Motivasi kerja berpengaruh secara nyata terhadap kepuasan kerja. Gaya kepemimpinan tldak rnenunjukkan hubungan fangsung dengan kepuasan kerja. Hal ini tidak sesuai dengan path goal theory yang mengatakan gaya kepemimpinan berpengaruh terhadap kepuasan kerja. Ketidak sesuaian ini mungkin disebabkan karena keterbatasan penclltian atau adanya jarak yang dalam antara pimpinan dengan bawahan. Budaya organisasi tidak menunjukkan hubungan nyata dengan kepuasan kerja. Hal ini tidak sesuai dengan teori budaya organisasi Kotter yang mengatakan budaya organisasi dapat meningkatkan k:inelja yang akhlmya berpengaruh terhadap kepuasan kerja. Ketidak sesuaian ini mungkin dlscbabkan oleh keterbatasan penclitian atau teori budaya organisasi Hofstede kurang cocok untuk digunakan di RSPAD Gatot Doebroto. Kesimpulan yang diperoleh ialah adanya pengaruh nyata gaya kepemimpinan, lingkungan kerja dan motivasi kelja terhadap kepuasan kerja perawat RSPAD Gatot Soebroto tahun 2007. Disarankan guna meningkatkan kepuasan kerja maka diperlukan gaya kepemimpinan yang rnampu mengakomodir aspirasi bawahan dan meningkatkan motivasi kerja melalui imbalan yang memadai serta perbaikan sarana fisik dan psikologis lingkungan kerja, Kedepan pcran pimp! nan dalam mcnsosialisasi visi. misi dan strategi serta nilai-nilai yang positif organisasi, sangat diperlukan agar RSPAD Gatot Soebroto memiiiki budaya kuat untuk meningkatkan kepuasan kerja karyawan pada umumnya dan perawat ,pada khususnya.

This research has an objective to recognize the influence of leadership style; work environment, organizational culture and work motivation toward nurse job satisfaction of RSPAD Gatot Subroto Year 2007. The method is quantitative method by conducting survey with path analysis method, where data used is primary data by using questioner as assisting toot The selection of data source is using stratified random sampling toward RSPAD Gatot Soebroto nurse. The result of this research show that there is significant influence of leadership style, work environment. and work motivation toward nurse job satisfactory of RSPAD Gatot Soebroto year 2007, while organizational culture do not have significant relationship with nurse job satisfactory of RSP AD Gatot Soebrmo year 2007. Leadership style does not show direct relationship with job satisfactory. h is not appropriate with Path goal theory which said leadership style is influencing job satisfactory. This inappropriateness may caused by research limitation or gap between leader and subordinate. Organizational culture does not shows significant relation with work satisfaction. It ls inappropriate with Kotter organizational background theory which said organizational culture could increase performance that finally influencing job satisfaction. This inappropriateness may cause by research limitation or Hofstede organizational background theory is less appropriate to use in RSPAD Gatot Soebroto. Conclusion obtained that there is a significant influence of leadership style, work environment and work motivation toward nurse job satisfactory of RSPAD Gatot Soebroto year 2007. Finally, research suggests that to increase job satisfaction needs various efforts through leadership's role which can accommodate leader and subordinate wants to improve work motivation by using reward and good expectation that including an improvement in physical facility and psychological work environment In addition, an organization needs leadership role which can socialize vision mission, strategy and positive value.
Read More
B-1010
Depok : FKM UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dimas Hernawan; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Rina Herayanti
Abstrak: Skripsi ini membahas hubungan kualitas kehidupan kerja dengan Kinerja perawat rawat inap RSUD Leuwiliang. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional, jumlah populasi pada penelitian ini adalah 84 orang, menggunakan alat ukur kuisoner, analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat dengan uji statuistk chi-square. Hasil penelitian,2 (dua) variabel signifikan berhubungan dengan kinerja perawat yaitu variabel keterlibatan perawat dan variabel penyelesaian masalah. Saran untuk RSUD Leuwiliang bogor yaitu meningkatkan keterlibatan perawat, karena dengan meningkatkan keterlibatan perawat akan meningkatkan kinerja perawat 3 kali lebih tinggi dibandingan dengan perawat yang tidak terlibat dalam pekerjaannya.
Kata kunci: Komponen Kualitas Kehidupan Kerja, Kinerja Perawat, Rawat Inap

This study discusses teh relationship between quality of work life and nurses performance in inpatient ward, in Leuwiliang Hospital, 2015. This is a quantitatife study with cross-sectional study design, using questionnaires and total sample of 84 nurses. The result showed that nurse involvment and problems solution are the factors related significantly with nuses performance. This study suggested that Leuwiliang Hospital should increase the involvement of nurses, so that it will improve the performance of nurses three times higher compared with the nurses who were not involved in the work
Kata kunci: Quality Of Work Life, Nurse Performance,Inpatient ward
Read More
S-8626
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aditya Toga Sumondang Saragih; Pembimbing: Wahyu Sulistiadi; Penguji: Puput Oktamianti, Dumilah Ayunigtyas, M Ihsan Ramdani
Abstrak: Tesis ini membahas hubungan budaya keselamatan pasien terhadap kepatuhanpenerapan kewaspadaan universal/kewaspadaan standar oleh perawat dan bidan dirawat inap RS Budhi Asih Jakarta Tahun 2015. Penelitian ini adalah penelitiandeskriptif analitis untuk melihat hubungan antara budaya keterbukaan, budayakeadilan, budaya pelaporan, budaya belajar dan budaya informasi dengankepatuhan akan penerapan kewaspadaan universal/standar menggunakan desainpotong lintang dengan self administered questionnaire. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa kepatuhan akan penerapan kewaspadaan universal olehperawat dan bidan di rawat inap RS Budhi Asih sudah baik. Ditemukan adanyahubungan antara budaya keterbukaan dan budaya pelaporan dengan kepatuhanakan penerapan kewaspadaan universal/standar. Manajemen rumah sakit harusmengintegrasikan unsur keselamatan petugas dan pasien dalam setiap kebijakandan menciptakan iklim yang mendukung keterbukaan dan pelaporan insiden yangterjadi sebagai masukan bagi kemajuan rumah sakit di masa mendatang.
This thesis describes relationship between Patient Safety Culture and compliance inimplementation of Universal Precautions/Standard Precautions by Nurses and Midwivesat inpatient unit in Budhi Asih Hospital Jakarta 2015. The study was a descriptiveanalytical research on the relationship between open culture, just culture, reportingculture, learning culture and information culture with the compliance in implementationof universal precaution /standards precautions using cross sectional study design withself administered questionnaires. The results showed that compliance to theimplementation of universal precautions by nurses and midwives in Budhi Asih Hospitalinpatient is good. Found an association between open culture and reporting culture withcompliance in the implementation of universal precautions or standards precautions.Hospital management must integrate patient and officers safety aspects in every policyand create a favorable climate of openness and reporting incidents that occurred as inputfor the improvement of the hospital safety culture in the future.
Read More
B-1710
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anisa Hudawi; Pembimbing : Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Anari Achadi, Supriyati Rahayu, Budi Hartono
Abstrak:

Penelitian ini bertujuan agar mengetahui pelaksanaan standar pelayannan minimal pada RSUD Kabupaten Bekasi bagian rawat inap dan hambatanhambatan yang terjadi dalam pelayanannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam dari informan terpilih yang terkait dalam pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal di RSUD Kabupaten Bekasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari segi SOP khususnya pada rawat inap sudah terlihat kelengkapannya akan tetapi banyak tindakan yang tidak sesuai dengan SOP, sedangkan dari SDM memang suatu dilema rumah sakit pemerintah daerah yang kekurangan untuk tenaga ahlinya, dan dari segi sarana dan prasarana sudah cukup memadai, tetapi masih kurang dari sistem pemeliharaannya. Sehingga kesimpulannya, pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal di RSUD Kabupaten Bekasi belum dilaksanakan secara maksimal, karena keadaan rumah sakit yang masih sedikit banyak mempunyai kelemahan dan kekurangan yaitu baik dari segi SOP, SDM, dan juga sarana dan prasarana. Saran peneliti bagi RSUD Kabupaten Bekasi diharapkan dapat lebih bekerja sama dan melakukan koordinasi yang baik dengan pihak Pemerintah Daerah agar dapat dicarikan solusi yang terbaik, dan diharapkan RSUD Kabupaten Bekasi membuat SPM yang sesuai dengan keadaan dan kemampuan RSUD Kabupaten Bekasi dan direvisi serta ditingkatkan secara bertahap sesuai dengan ketentuan Departemen Kesehatan.


This study aimed to know the implementation of minimum service standard in General Hospitals Kabupaten Bekasi installation of inpatient care and obstacles that occur in the implementation. This study uses a quality approach with conduct and depth interviews with selected informants involved in the implementation of Minimum Service Standard in General Hospitals Kabupaten Bekasi. The results showed that in terms of the SOP specifically on the completeness of hospitalization would have seen but that a lot of action does not comply with the SOP, while the human resources is an issue that local government hospitals for lack of expertise, and in terms of facilities and infrastructure is adequate, but still less of system maintenance. So in summary, the implementation of Minimum Service Standards in General Hospitals Kabupaten Bekasi not optimally implemented, because the state hospital which is still a bit much to have weaknesses and shortcomings, namely in terms of SOP, Human Resources, and also the facilities and infrastructure. Researchers suggest the General Hospitals Kabupaten Bekasi is expected to more work together and do a good coordination with the local governments in order to find the best solution, and hoped to make Minimum Service Standards in General Hospitals Kabupaten Bekasi appropriate to the circumstances and the ability of General Hospitals Kabupaten Bekasi and revised and improved gradually in accordance with the provisions of the Health Department.

Read More
B-1452
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive