Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 34722 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Sentot Subandono; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Donoi Hikmat Ramdhan, Agung Adhibroto, Gunawan
Abstrak:

ABSTRAK Kecelakaan di Industri penerbangan hampir 50 % terjadi pada pelayanan darat sisi udara pada pesawat udara. Adanya penerbangan berbiaya murah, padatnya penerbangan yang tidak diikuti dengan infrastruktur yang memadai. Sehingga analisis perlu dilakukan untuk meningkatkan kinerja keselamatan kerja. Tesis ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada perusahaan dalam mengambil langkah-langkah dan keputusan yang berkaitan dengan peningkatan kinerja keselamatan kerja dan mengurangi angka kecelakaan. Penelitian ini menganalisa kegiatan dan mengidentifikasi bahaya dan resiko, mengevaluasi resiko serta mengendalikannya. Hasil penelitian menunjukkan tingkat resiko kecelakaan hampir sama pada setiap alur kerja. Resiko kecelakaan yang tinggi pada kegiatan mendorong pesawat dengan aircraft towing tractor.


Abstract accident in The aviation industry nearly 50% occurred in the ground handling. The existence of low-cost airlines, flight density is not followed by adequate infrastructure. the analysis needs to be done to improve safety performance. This thesis will provide some input to the company for program and decisions related to safety performance improvement and reduce the number of accidents. This study analyzes the activities and identify hazards and risks, evaluate risk and control it. The results showed almost the same level of risk of injury to any workflow. High risk of accidents on activities pushback the aircraft with the aircraft towing tractor

Read More
T-3639
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Natalia Prasetio; Pembimbing: Hendra; Penguji: Mila Tejamaya, Ida Ayu Indira Dwika Lestari
Abstrak: Peningkatan kepadatan arus lalu lintas penerbangan yang diprediksikanterjadi dalam beberapa tahun kedepan, dapat menambah beban kerja mental padaAir Traffic Controller (ATCO). Beban kerja mental yang berat dapatmempengaruhi kemunculan stres kerja pada pekerja yang telah dibuktikan olehberbagai penelitian. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian sejenis untukmencegah terjadinya stres kerja pada ATCO di Jakarta Air Traffic Service Center(JATSC) akibat peningkatan tersebut. Penelitian yang dilakukan menggunakanmetode studi cross-sectional dengan menggunakan instrumen NASA-Task LoadIndex (NASA-TLX) dan International Stress Management Association (ISMA)untuk mengukur beban kerja mental dan stres kerja pada 47 responden. Terdapatpenambahan dua variabel lainnya, yaitu pendidikan dan masa kerja. Hasilmenunjukkan beban kerja mental yang tinggi memiliki hubungan signifikan danberpola positif dengan stres kerja, sedangkan dua variabel lainnya tidakmenunjukkan adanya hubungan yang signifikan terhadap stres kerja. Lebih lanjut,sesuai dengan penelitian serupa lainnya, hasil menampilkan perempuan lebihrentan terhadap stres. Disimpulkan bahwa beban mental kerja memiliki hubunganyang signifikan dengan stres kerja. Intervensi yang dapat dilakukan salah satunyaadalah implementasi sistem otomatisasi dengan desain yang berprinsip cognitiveergonomics.
Kata Kunci:Stres Kerja, beban kerja mental, NASA-TLX, ISMA, air traffic control
Read More
S-9292
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Trie Annita Marchelia; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Hendra, Yoyok Priyowiwoho
Abstrak: Kegiatan ramp handling merupakan kegiatan yang sangat vital dalam dunia ground handling karena dapat mempengaruhi keselamatan pekerja hingga penumpang dan crew. Berdasarkan data dari IATA, untuk masalah keamanan antara tahun 2005 dan 2010, Indonesia mencatat total 33 kecelakaan; dan tiga dari empat kecelakaan di Indonesia pada tahun 2010 adalah kecelakaan dilandasan pacu. Selain itu, berdasarkan data PT. X hingga tahun 2014 tercatat setiap tahunnya terjadi kecelakaan kerja di area kerja ramp. Tingginya risiko keselamatan kerja disertai dengan kontak pekerja dengan GSE sebagai alat bantu pelayanan dan terbatasnya area gerak di ramp membuat peneliti melakukan penelitian dengan tujuan akhir untuk dapat menentukan tingkat risiko dengan melakukan penilaian risiko pada setiap tahapan proses pekerjaan ramp handling yang dilakukan oleh PT. X di Bandara International Soekarno Hatta tahun 2015 yang meliputi tahapan pre-flght, tahapan on-ground, dan tahapan post-flight. Penilaian risiko diawali dengan melakukan identifikasi bahaya/hazard dan uninspected event sesuai tahapan ramp yang kemudian dilanjutkan dengan proses analisis risiko K3 dengan menentukan nilai kemungkinan dan nilai konsekuensi. Nilai kemungkinan merupakan hasil perkalian antara nilai pajanan dan kemungkinan. Nilai-nilai tersebut kemudian dibandingkan dengan level risiko semi kuantitatif dalam standar AS/NZS 4360:2009. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan risiko tertinggi pada tahap pre-flight yaitu risiko/potensi terpapar bising, pada tahap on-ground berupa terpapar bising dan risiko tersedot mesin pesawat, dan tahap post-flight berupa risiko terpapar bising. Tingkat risiko yang telah didapatkan kemudian diberikan rekomendasi pengendalian oleh peneliti untuk perusahaan sehingga tingkat risiko kerja menurun dan angka kecelakaan kerja juga menurun.
Kata kunci : Ramp handling, GSE, AS/NZS 4360:2009, kemungkinan, pajanan, dan konsekuensi.
Read More
S-8644
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dyah Listiyaningsih; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Ellen Happy Forever, Dadan Erwandi
S-6722
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Jhonwart Charmindo Agustin Siregar; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Febrina Dhayani Putri, Betty Nila Purnamasari
S-8124
Depok : FKMUI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lenny Septiani Putri; Pembimbing: Baiduri Widanarko; Penguji: Dadan Erwandi, Pide Jayadi
Abstrak: Berbagai penelitian sebelumnya menunjukan bahwa terdapat hubungan antara faktor psikososial dan fisik dengan gejala gejala gangguan otot rangka. Namun, belum diketahui hubungan antara keduanya pada pekerja di perusahaan pelayanan jasa pengaturan lalu lintas udara. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui faktor risiko gejala gejala gangguan otot rangka pada pekerja kantor dan pengatur lalu lintas udara. Penelitian dilakukan dengan menggunakan studi potong lintang (cross sectional) dan melibatkan 50 pekerja kantor dan 70 pengatur lalu lintas udara unit Area Control Center (ACC). Instrumen pada penelitian ini ialah kuesioner dan Quick Exposure Checklist (QEC). Analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan Regresi Logistik dilakukan untuk menentukan hubungan antara faktor psikososial dan faktor fisik dengan gejala gangguan otot rangka. Variabel pada penelitian meliputi faktor individu (jenis pekerjaan, gender, usia, indeks massa tubuh, status merokok, dan lama kerja), faktor psikososial (tuntutan kerja, kendali terhadap pekerjaan, peran dan tanggung jawab, dukungan sosial, kepuasan kerja, dan stres kerja), faktor fisik (postur janggal, postur statis, dan gerakan repetitif), dan faktor lingkungan (pencahayaan dan temperatur). Hasil penelitian menunjukan bahwa gejala gejala gangguan otot rangka pada leher, bahu, dan punggung bawah merupakan gejala dengan tingkat tertinggi. Terdapat hubungan yang signifikan antara jenis pekerjaan dan stres kerja dengan gangguan otot rangka pada bahu dan punggung bawah, gender dan usia dengan gangguan otot rangka pada bahu, kendali terhadap pekerjaan dengan gejala gangguan otot rangka pada leher, tingkat risiko pada punggung dan pergelangan tangan dengan gejala gangguan otot rangka pada punggung bawah. Oleh karena itu, perlu dilakukan tindakan pengendalian untuk mengatasi permasalahan gejala gangguan otot rangka di tempat kerja.
Read More
S-9973
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nesia Putri Sharfina; Pembimbing: Hendra; Penguji: Mila Tejamaya, Suryadi
Abstrak: Fatigue diakui sebagai risiko utama yang membahayakan keselamatan dalam dunia penerbangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan kelelahan pada petugas Tower Control ATC di Jakarta ATS Center, Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Faktor yang diteliti yaitu faktor risiko terkait pekerjaan (shift kerja dan durasi kerja) dan faktor risiko tidak terkait pekerjaan (usia, jenis kelamin, status gizi, kuantitas tidur, dan waktu tempuh perjalanan) terhadap kelelahan. Checklist Individual Strength-20 (CIS-20) digunakan untuk mengukur kelelahan secara subjektif. Penelitian ini bersifat kuantitatif observasional dengan menggunakan desain studi cross sectional. Hasil penelitian diketahui sebanyak 56,5% petugas Tower Control mengalami kelelahan. Namun, dari keseluruhan variabel tidak ditemukan hubungan yang signifikan secara statistik terhadap kelelahan.
Kata Kunci: Kelelahan, ATC, Checklist Individual Strength-20
Fatigue is recognized as a major risk that endanger the safety of aviation world. This study aims to determine risk factors associated with fatigue on Aerodrome Controllers in Jakarta ATS Center, Soekarno-Hatta International Airport. Factors studied were work-related factors (shift work and duration of work) and non-workrelated factors (age, sex, nutritional status, sleep quantity, and commuting time) to fatigue. Checklist Individual Strength-20 (CIS-20) was used to measure fatigue subjectively. This research is a quantitative observational study using cross sectional design. The results of the study known as much as 56,5% of Aerodrome Controllers experiencing fatigue. However, there is no significant relationship to fatigue found from all of the variables statistically in this study.
Keywords: Fatigue, ATC, Checklist Individual Strength-20
Read More
S-9113
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Arif Maskur; Pembimbing: Sjahrul M. Nasri; Penguji: Dadan Erwandi, Yuni Kusminanti
S-7174
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Zubaidah; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Laksita Ri Hastiti, Ade Kurdiman; Julia Rantetampang
Abstrak:
Tesis ini membahas efek modifikasi status hidrasi dengan memperhitungkan Indeks Massa Tubuh (IMT) pada petugas ground handling di Bandara Soekarno Hatta yang sering terpajan panas dalam waktu lama, sehingga berisiko menyebabkan dehidrasi dan kelelahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dengan 219 responden, mengukur status hidrasi melalui berat jenis urin, IMT melalui berat dan tinggi badan, serta kelelahan melalui kuisioner IFRC. Hasilnya 63,5% responden mengalami kelelahan berat, 35,5% kelelahan ringan; 70,3% memiliki status hidrasi baik, 29,7% dehidrasi; 58,9% obesitas dan 41,1% tidak obesitas. Analisis statistik menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara status hidrasi dan kelelahan (p-value 0,340), namun ada hubungan signifikan antara IMT dan kelelahan (p-value 0,014). Analisa multivariat menunjukkan efek modifikasi status hidrasi dengan IMT terhadap kelelahan (p-value 0,022, cOR 1,184), dngan nilai OR pada IMT obesitas sebesar 9,29; yang berarti responden obesitas dengan dehidrasi berisiko 9,29 kali lebih tinggi mengalami kelelahan berat dibandingkan responden dengan status hidrasi yang baik setelah dikontrol oleh faktor risiko terkait pekerjaan dan non-pekerjaan.

This thesis discusses the effect of hydration status modification considering Body Mass Index (BMI) on ground handling workers at Soekarno Hatta Airport, who are often exposed to prolonged heat, increasing the risk of dehydration and fatigue. This study used a cross-sectional approach with 219 respondents, measuring hydration status through urine specific gravity, BMI through weight and height, and fatigue through the IFRC questionnaire. The results showed that 63,5% of respondents experienced severe fatigue, 35,5% mild fatigue; 70,3% had good hydration status, 29,7% were dehydrated; 58,9% were obese, and 41,1 were not obese. Statistical analysis showed no significant relationship between hydration status and fatigue (p-value 0,340), but there was significant relationship between BMI and Fatigue (p-value 0,014). Multivariate analysis indicated that effect of hydration status modifaction with BMI on fatigue (p-value 0,022, cOR 1,184), with an OR value for obese BMI 9,29; meaning that obese respondents with dehydration were 9,29 times more likely to experience severe fatigue compared to respondents with good hydration status after controlling for work-related and no-work-related.
Read More
T-7048
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Desy Listya Nurina; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Dadan Erwandi, Ashar Darius Zain
S-6922
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive