Ditemukan 28470 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Meylani Rosa Puspita, Gurindro Putro
BPSK Vol.11, No.3
Surabaya : Balitbangkes Kemenkes RI, 2008
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Vera Febria; Pembimbing: Helda; Penguji: Soedarto Ronoatmodjo, Anna Maria Sirait
S-9197
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dinar Olympia Primayawesti; Pembimbing: Helda; Penguji: Renti Mahkota, Hidayat Nuh Ghazali Djajuli
Abstrak:
Read More
Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama kematian dini di seluruh dunia. Pengendalian terhadap hipertensi perlu dilakukan termasuk di wilayah Indonesia salah satunya dengan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan hipertensi. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain studi ekologi. Data yang digunakan adalah data sekunder yang berasal dari Riskesdas 2018. Penelitian bertujuan untuk mengetahui korelasi antara status gizi dan gaya hidup terhadap kejadian hipertensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi positif dengan hubungan yang kuat pada faktor gaya hidup yaitu konsumsi makanan asin dengan hipertensi (p-value = 0,002; R = 0,512). Baik edukasi maupun penggerakkan program dapat dilakukan untuk membatasi konsumsi makanan mengandung garam berlebih pada masyarakat.
Hypertension is a non-communicable disease which is the main cause of premature death worldwide. Control of hypertension needs to be done including in Indonesia, one of which is by knowing the factors associated with hypertension. This research is a quantitative study using an ecological study design. The data used is secondary data from Riskesdas 2018. The research aims to determine the correlation between nutritional status and lifestyle on the incidence of hypertension. The results showed a positive correlation with a strong relationship to lifestyle factors, namely salty food consumption and hypertension (p-value = 0.002; R = 0.512). Both education and activating programs can be carried out to limit the consumption of foods containing excess salt in the community.
S-11470
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Fatmaningsih; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Ida Ruslita
s-5524
Depok : FKM-UI, 2008
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Hardi Gunarto; Pembimbing: Izhar M. Fihir; Penguji: L. Meily Kurniawidjaja, Doni Hikmat Ramdhan, Neneng Churaeroh
Abstrak:
Penyakit kardiovaskular adalah penyebab kematian nomor satu di dunia, begitu pula di Indonesia. Aterosklerosis merupakan dasar dari penyakit kardiovaskular. Dislipidemia merupakan salah satu faktor risiko utama aterosklerosis dan penyakit jantung koroner. Pada tahun 2011 dalam hasil Medical Check Up pada pada pekerja lapangan terdapat 69,6% temuan dislipidemia (16 orang pekerja mengalami dislipidemia dari total 23 orang pekerja). Tujuan penelitian ini adalah didapatkannya penjelasan mengenai gambaran gaya hidup pekerja dan faktor pengaruh yang dapat menyebabkan dislipidemia pada pekerja di PT. DGL tahun 2011, dan menentukan cara-cara pengendaliannya.
Read More
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain studi kasus. Variabel yang diteliti adalah pola makan, aktivitas fisik, merokok, konsumsi alkohol berlebih, faktor pengaruh, faktor penguat, faktor pendukung, dan faktor lingkungan. Metoda pengumpulan data yang digunakan adalah dengan wawancara mendalam dan diskusi kelompok terarah. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa gambaran gaya hidup pekerja yang dapat menyebabkan dislipidemia yaitu pola makan yang tidak seimbang antara tingkat konsumsi sayuran, buah segar, makanan lemak jenuh, dan karbohidrat, serta aktivitas fisik yang kurang, merokok, dan konsumsi alkohol berlebih.
Kesimpulan Penelitian menyatakan bahwa faktor perilaku gaya hidup seluruh informan pekerja PT. DGL yang berpengaruh dalam menyebabkan dislipidemia adalah faktor pengaruh dari sikap pekerja terhadap pola makan yang tidak seimbang, faktor pengaruh dari persepsi pekerja terhadap aktivitas fisik dan olahraga, faktor penguat dari teman atau rekan kerja terhadap aktivitas merokoknya, faktor pengaruh dari sikap informan pekerja terhadap pola merokoknya, serta faktor penguat teman dan rekan kerja terhadap aktivitas konsumsi minuman beralkoholnya.
ABSTRACT
Cardiovascular disease is the number one cause of death in the world, as well as in Indonesia. Atherosclerosis is the basis of cardiovascular disease. Dyslipidemia is a major risk factor for atherosclerosis and coronary heart disease.
the finding results of the Medical Check Up in 2011 are 69.6% of the field workers had a dyslipidemia (16 workers had dyslipidemia from a total of 23 workers). The purpose of this research is the acquisition of an overview explanation of worker's lifestyle and its factors that may cause worker's dyslipidemia at PT. DGL in 2011, and determine a ways to control it.
This research is a qualitative research with case study design. The variables studied were diet, physical activity, smoking, excessive alcohol consumption, predisposing factors, reinforcing factors, enabling factors, and environment factors. Method of data collection used is in-depth interviews and focus group discussions. Research results show that the overview of the lifestyle of workers which can cause dyslipidemia are unbalance healthy diet between the level of consumption of vegetables, fresh fruits, saturated fats foods, and carbohydrates, as well as physical inactivity, smoking, and excessive alcohol consumption.
Research conclude that behavioral factors across PT. DGL worker's lifestyle influential in causing dyslipidemia is a predisposing factor of the of worker's attitudes for unbalanced healthy diet pattern, the predisposing factor of the worker's perception for physical activity and exercise, the reinforcing factors from a friend or co-workers for smoking, the predisposing factor of worker's attitude on the pattern of smoking, as well as the factors reinforcing of a friend and co-workers on the activity of alcohol's beverage consumption.
T-3719
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Galuh Areta Trustha; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Trisari Anggondowati, Dyah Armi Riana
Abstrak:
Read More
Sindrom metabolik atau sindrom X merupakan kondisi yang berpotensi meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit tidak menular. Berdasarkan data Riskesdas 2013, prevalensi sindrom metabolik di Indonesia mencapai 39% dan lebih banyak terjadi pada wanita. Gaya hidup berpotensi mempengaruhi terjadinya sindrom metabolik. Namun, penelitian terdahulu tentang hubungan gaya hidup yang meliputi aktivitas fisik, pola makan dan merokok terhadap sindrom metabolik menunjukkan hasil yang beragam. Selain itu, belum ada penelitian tentang sindrom metabolik spesifik pada populasi wanita di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan gaya hidup dengan kejadian sindrom metabolik pada wanita usia ≥15 tahun di Indonesia. Desain studi yang digunakan adalah cross-sectional dengan sumber data dari Riskesdas 2018. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi sindrom metabolik pada wanita usia ≥15 tahun di Indonesia sebesar 37,6%. Umur berhubungan signifikan dengan kejadian sindrom metabolik pada wanita (PR=1,711; 95% CI=1,640-1,785; nilai P=0,001). Dalam penelitian ini, aktivitas fisik, merokok, konsumsi makanan manis, minuman manis, makanan berlemak, soft drink, buah, dan sayur tidak terbukti berhubungan secara statistik dengan sindrom metabolik. Karena tingginya prevalensi sindrom metabolik pada wanita di Indonesia, perlu untuk meningkatkan program skrining, seperti pengukuran lingkar perut, tekanan darah, dan gula darah secara rutin. Selain itu, perlu untuk menerapkan gaya hidup sehat bagi wanita untuk mencegah terjadinya sindrom metabolik.
Metabolic syndrome or syndrome X is a condition that can increase a person's risk of developing non-communicable diseases. Based on Riskesdas 2013 data, the prevalence of metabolic syndrome in Indonesia reaches 39% and is more prevalent in women. Lifestyle has the potential to influence the incidence of metabolic syndrome. However, previous research on the relationship between lifestyle including physical activity, diet and smoking on metabolic syndrome has shown mixed results. In addition, there has been no research on specific metabolic syndrome in women in Indonesia. This study aims to determine the relationship between lifestyle and the incidence of metabolic syndrome in women aged ≥15 years in Indonesia. The study design used was cross-sectional with data sources from Riskesdas 2018. The results showed that the prevalence of metabolic syndrome in women aged ≥15 years in Indonesia was 37.6%. Age is significantly associated with the incidence of metabolic syndrome in women (PR=1.711; 95% CI=1.640-1.785; P=0.001). In this study, physical activity, smoking, consumption of sweet foods, sweet drinks, fatty foods, soft drinks, fruit and vegetables were not statistically proven to be associated with metabolic syndrome. Due to the high prevalence of metabolic syndrome among women in Indonesia, it is necessary to improve screening programs, such as routine measurements of abdominal circumference, blood pressure and blood sugar. In addition, it is necessary to adopt a healthy lifestyle for women to prevent metabolic syndrome.
S-11240
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Stefani Diorani; Pembimbing: R. Sutiawan; Penguji: Milla Herdayati, Grace Wangge
Abstrak:
Masalah gizi yang sering ditemukan pada usia remaja adalah tingginya angka overweightdan obesitas. Kabupaten Malang memiliki angka prevalensi obesitas remaja lebih tinggidibandingkan se-provinsi Jawa Timur, yaitu sebesar 2.6%. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui pengaruh faktor sosiodemografi, gaya hidup, dan pengetahuan gizi terhadapkejadian overweight dan obesitas pada pelajar SMA di Kabupaten Malang, Jawa Timur.Sumber data penelitian yang digunakan adalah Survei Program Gizi Untuk PrestasiSEAMEO RECFON 2018 dengan desain cross-sectional.
Read More
S-10342
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Eka Restiana Adiningsih; Pembimbing: Trini Sudiarti; Penguji: Endang L. Achadi, Tiara Luthfie
S-7228
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Amad Syarifudin; Pembimbing: Fatmah; Penguji: Kusdinar Achmad, Ishiko Herianto
Abstrak:
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara sosiodemografi (umur, riwayat hipertensi keluarga, IMT, persen lemak tubuh, lingkar pinggang, status dan pernikahan) dan gaya hidup (aktivitas fisik, merokok, stres, asupan karbohidrat, protein, lemak, natrium dan kalium) terhadap hipertensi pada polisi laki-laki di Purworejo, Jawa Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Pada penelitian ini melibatkan 139 polisi laki-laki di Purworejo. Dari penelitian ini didapat prevalensi hipertensi pada polisi laki-laki sebesar 54,7 %. Terdapat hubungan yang signifikan antara lingkar pinggang dengan hipertensi (p = 0,025 OR=2,306 95 % CI : 1,166-4,564) dan jumlah rokok yang dihisap setiap hari dengan hipertensi (p = 0,024). Tidak ada hubungan yang signifikan antara umur, riwayat hipertensi keluarga, IMT, persen lemak tubuh, status dan pernikahan, aktivitas fisik, merokok, stres, asupan karbohidrat, protein, lemak, natrium dan kalium dengan hipertensi. Prevalensi hipertensi pada polisi laki-laki di Purworejo termasuk tinggi. Untuk itu, polisi-laki-laki harus berwaspada terhadap hipertensi karena hipertensi merupakan silent killer. Polisi perlu melakukan cek tekan darah secara teratur untuk mengontrol tekanan darah. Polisi sebaiknya mengurang kebiasaan merokok dan melakukan aktivitas yang dapat mengurangi kegemukan.
Objective of this study was to know the relationship between sosiodemography (age, family history of hypertension, body mass index, percent body fat, waist circumference, marital status) and lifestyle (physical activity, cigarettes smoking, stress, carbohydrat intake, protein intake, fat intake, sodium intake and potasium intake) to hypertension on policemen in Purworejo, Central Java. This was a quantitative study using cross sectional as study design. 139 policemen were included as respondents. This study found that hypertension prevalency policemen Purworejo was 54,7 %. There were significant relationship between waist circumference with hypertension (p = 0,025 OR=2,306 95 % CI : 1,166-4,564), number of cigarettes smoked per day and hypertension (p = 0,024). There were no significant relationship betwen age, family history of hypertension, body mass index, body fat percent, marital status, physical activity, smoking status, stress, carbohydrat intake, protein intake, fat intake, sodium intake and potasium intake with hypertension. The prevalency of hypertension on policemen was categorized as high. Policemen should be aware with hypertension because hypertension is a silent killer. They need to check their blood pressure regularly to control their blood pressure. Policemen also should reduce cigarettes smoking and do activities that can reduce obesity.
Read More
Objective of this study was to know the relationship between sosiodemography (age, family history of hypertension, body mass index, percent body fat, waist circumference, marital status) and lifestyle (physical activity, cigarettes smoking, stress, carbohydrat intake, protein intake, fat intake, sodium intake and potasium intake) to hypertension on policemen in Purworejo, Central Java. This was a quantitative study using cross sectional as study design. 139 policemen were included as respondents.
S-7332
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Fa`ni Nisa Rifkamurti Ramadhani; Pembimbing: Nurhayati Adnan; Penguji: Yovsyah, Tiersa Vera Junita
Abstrak:
Latar Belakang: Menurut data IDF, diabetes masih menjadi masalah kesehatan di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan provinsi dengan prevalensi diabetes tetinggi kedua pada tahun 2018 (2,6%). Angka tersebut lebih tinggi dari prevalensi diabetes nasional (2%). Penyakit diabetes lebih banyak diderita oleh penduduk yang berusia 45-64 tahun. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor pola konsumsi dan gaya hidup dengan kejadian diabetes melitus tipe 2 pada penduduk usia produktif (45-59) tahun di Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan studi cross sectional dengan analisis univariat, bivariat, dan multivariat.
Read More
S-11478
Depok : FKM UI, 2022
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
