Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 36651 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Rani Gustari; Pembimbing: Sjahrul Meizar Nasri; Penguji: Dadan Erwandi, Yuni Kusminanti
Abstrak: Juru masak dan asisten juru masak merupakan pekerjaan yang berisiko tinggi mengalami kecelakaan saat bekerja. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan melihat bagaimana gambaran faktor-faktor keselamatan para juru masak dan asisten juru masak pada proses pengelolaan makanan jasaboga penerbangan Aerofood Angkasa Citra Sarana Jakarta pada tahun 2012. Setelah mendapatkan data hasil pengamatan faktor-faktor tersebut selanjutnya dibandingkan dengan Kepmenaker no. 217 tahun 2009, Kepmenkes No. 715 tahun 2003, Permenkes RI no. 1096 thn 2011 pasal 5, UU No.13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, dan OSHA 2010 (Youth Worker Safety in Restaurant). Dari hasil penelitian diketahui bahwa beberapa poin faktor keselamatan juru masak dan asisten juru masak Aerofood ACS sudah terpenuhi, seperti kondisi ventilasi, pencahayaan, pengetahuan juru masak dan asisten juru masak, kondisi peralatan dan mesin, serta prosedur P3K. Kondisi kebersihan lingkungan seperti lantai, dinding, dan langit-langit masih belum memenuhi standar. Prosedur pencatatan dan pelaporan kecelakaan juga masih belum terlaksana dengan baik. Juru masak dan asisten juru masak belum memiliki sertifikat KKNI II dan III. Belum seluruh juru masak dan asisten juru masak mengikuti pelatihan K3. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor keselamatan juru masak dan asisten juru masak masih harus dibenahi, seperti pelatihan K3, sertifikasi, kondisi lingkungan, dan prosedur pelaporan dan pencatatan kecelakaan.
 

Cook and assistant cook are at high risk of work accidents. This research was conducted with the aim of seeing how the safety factors of the cooks and assistant cooks in the Aerofood Angkasa Citra Sarana Flight Catering Jakarta food management in 2012. After getting the data observed factors are then compared with the Kepmenaker no. 217 yr 2009, Kepmenkes No. 715 yr 2003, Permenkes RI no. 1096 yr 2011 pasal 5, UU No.13 tahun 2003, and OSHA 2010 (Youth Worker Safety in Restaurant). The survey results revealed that some points of safety factors of cooks and assistant cooks Aerofood ACS are met, such as the conditions of ventilation, lighting, cooks and assistant cooks’s knowledge, condition of equipment and machinery, as well as first aid procedures. Environmental hygiene conditions such as floors, walls, and ceilings still not meet the standards. Procedures for recording and reporting the accident is still not performing well. Cook and assistant cook KKNI not have a certificate II and III. Not all cooks and assistant cooks got basic safety training. From the results of this study concluded that the safety factors cooks and assistant cooks still need to be addressed, such as safety training, certification, environmental conditions, and procedures for reporting and recording accidents.
Read More
S-7703
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fida Eriteria; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Robiana Modjo, Yuni Kusminanti
S-7363
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lugina Prativi; Pembimbing: Izhar M. Fihir; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Farida Tusafariah
S-7625
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eka Sri Haryanti; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Erma Susiawati
Abstrak: ABSTRAK
 
 
Peralatan bermain anak-anak dapat menimbulkan risiko kecelakaan jika tidak
 
dirancang atau dipelihara dengan hati-hati. Perilaku merupakan suatu respon
 
individu yang dilakukan akibat adanya pengaruh sebelumnya. Perilaku individu
 
dapat terbentuk akibat adanya penyebab yang melatar belakanginya. Tujuan
 
penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor ? Faktor yang Mempengaruhi
 
Perilaku Penggunaan Sarana Bermain di RPTRA DKI Jakarta Tahun 2016.
 
Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional. Populasi dan
 
sampel penelitian ini adalah pengunjung RPTRA usia minimal > 17 tahun yang
 
dipilih dengan metode accidental sampling di RPTRA Cililitan, Meruya, Sunter,
 
Saharjo, dan Amir Hamzah. Hasil penelitian menunjukan responden yang
 
mendominasi pada variabel perilaku adalah kemampuan pengunjung untuk dapat
 
berperilaku baik dalam menggunakan sarana bermain sebanyak 88 orang (58.7%).
 
Sementara itu responden yang berperilaku buruk dalam menggunakan sarana
 
bermain sebanyak 62 orang (41,3%). Hasil analisis hubungan menunjukan bahwa
 
persepsi (pVal 0.312) penggunaan sarana bermain di RPTRA Jakarta dan faktor
 
pendorong (pVal 0.541) yang mempengaruhi perilaku tidak memiliki hubungan
 
yang signifikan dengan perilaku penggunaan sarana bermain di RPTRA Jakarta.
 
Hasil analisis hubungan menunjukan bahwa faktor predisposisi dan faktor
 
pendukung akan mempengaruhi (ada hubungan) terhadap perilaku pengunjung
 
dalam penggunaan sarana bermain di RPTRA Jakarta (pVal 0.000).
 

 
ABSTRACT
 
 
Children's play equipment can pose a risk of accidents if not designed or
 
maintained with care. Behavior is an individual response to do due to the
 
influence earlier. The behavior of individuals can be formed by the causes behind
 
it. The purpose of this study was to determine Factors Influencing the Utilization
 
Behavior RPTRA Playing in Jakarta Year 2016. This study used cross sectional
 
design. Population and sample of this research was the visitors RPTRA minimum
 
age > 17 years were selected by accidental sampling method in RPTRA Cililitan,
 
Meruya, Sunter, Saharjo, and Amir Hamzah. The results showed respondents
 
dominate the behavioral variables is the ability of visitors to be able to behave
 
well in using the means of playing as many as 88 people (58.7%). Meanwhile
 
respondents who behave badly in using the means of playing as many as 62
 
people (41.3%). Results of the analysis showed that the perception of the
 
relationship (pVal 0.312) use RPTRA play facilities in Jakarta and factors (pVal
 
0.541) that influence the behavior does not have a significant association with
 
usage behavior RPTRA play facilities in Jakarta. Results of the analysis showed
 
that factors predisposing relationship and supporting factors will affect for visitor
 
behavior in the use of means playing in RPTRA Jakarta (pVal 0.000).
Read More
S-9206
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fatdriati Junita; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Ike Pujiriani
Abstrak: Penelitian yang dilakukan membahas mengenai proses manajemen risiko yangada pada tempat cuci mobil FJM mulai dari tahapan identifikasi hazard dan risiko,analisis dan evaluasi risiko, penilaian risiko, upaya pengendalian, komunikasi dan konsultasi hingga pemantauan dan telaah ulang. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode semi kuantitatif yang mengacu pada standar AS/NZS4360:2004. Pada tahap identifikasi hazard dan risiko menggunakan tabel JobHazard Analysis (JHA) yang mengacu pada OSHA 3071 Revised (2002).Kemudian untuk proses analisis risiko mengacu pada tabel ukuran semi-kuantitatif berdasarkan kriteria Fine.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan level of risk pada masing-masingtahapan proses pencucian mobil dari level of risk very high, priority 1,substantial, priority 3 hingga acceptable. Oleh karena itu dibutuhkan upaya pengendalian yang bersifat engineering, administrative, serta penggunaaan alat pelindung diri (APD).
Kata kunci :AS/NZS 4360:2004, manajemen risiko, kemungkinan, pemajanan, konsekuensi, level of risk.
This research was conducted in order to examine the process of risk managementthat happened at FJM Car Wash process, started from the hazard and riskidentification stages, analysis and the evaluation of risk, risk assessment, riskcontrolling, communication and consultation up to monitoring and review. Thisresearch was done by using semi-quantitative risks analysis that refers to theAS/NZS 4360:2004 standards. Hazard and risk identification stage was done byusing the table of Job Hazard Analysis (JHA) refers to the OSHA 3071 Revised(2002). For the process of risks analysis, it refers to the table of semi-quantitativemeasure based on fine criteria.The result of this research showed that the level of risk has been found on eachstage in the car wash process ranging from the very high level, priority 1,substantial, priority 3 up to acceptable. Therefore, the necessary control effortsare including the engineering, administrative and also the use of personalprotective equipment (PPE).
Keywords :AS/NZS 4360:2004, risk management, likelihood, exposure, consequences, levelof risk.
Read More
S-7566
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Putri Wardhani; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: L. Meily Kurniawidjaja, Yuni Kusminanti
S-5775
Depok : FKM-UI, 2009
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hamidum; Pembimbing: Sjahrul Meizar Nasri; Penguji: Hendra, Oka Adhitya Kusumawardhana
Abstrak: Penelitian ini membahas tentang nilai risiko yang didapat pada proses penerimaan dan penimbunan di PT Pertamina (Persero) Terminal BBM Jakarta Group Tahun2012. Penilaian risiko dilakukan dengan menganalisis nilai kemungkinan,pemajanan dan konsekuensi dari setiap tahapan pekerjaan yang kemudian dibandingkan dengan standar level risiko semikuantitatif W.T. Fine J untukmengetahui level risiko yang ada pada setiap kegiatan. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan menggunakan metode semi kuantitatif. Hasil penelitian menyatakan bahwa level risiko yang dimiliki pada setiap langkah kegiatan penerimaan dan penimbunan meliputi level : acceptable, priority 3,substancial, priority 1, dan very high. Kata kunci : Penilaian risiko, kemungkinan, pemajanan, konsekuensi dan level risiko.
This study discusses the risk values obtained in the process of receiving andstockpiling of PT Pertamina (Persero) Fuel Terminal Jakarta Group in 2012. Riskassessment is done by analyzing the possible value, exposure and consequences ofeach stage of the work which is then compared to the standard level of risksemiquantitatively WT Fine J to determine the level of risk involved in anyactivity. This study is a descriptive analytic study using semi-quantitativemethods. The results stated that the level of risk that you have on every step of theadmission and retention activities include level: acceptable, priority 3, substancial,priority 1, and very high.Keywords:Risk assessment, probability, Exposure, consequences and risk levels
Read More
S-7709
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ella Nurlailawati; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Ike Pujiriani
Abstrak: Penelitian dilakukan di salah satu pabrik yang memproduksi plastik kemasan diJakarta pada bulan Oktober - Desember 2012. Tujuan penelitian adalah untukmengetahui tingkat risiko pada setiap proses kerja di pabrik ini. Penangananbahan kimia yang tidak baik serta minimnya pengetahuan terkait K3 membuat peneliti melakukan kajian analisis risiko untuk menemukan potensi bahaya dan risiko yang signifikan memajan pekerja selama bekerja di pabrik. Metode penelitian menggunakan standar AS/NZS 4360:2004 semi kuantitatif, dengan penilaian risiko mengacu pada penilaian risiko Fine (1971). Hasil perhitunganyang didapat, tinta warna memiliki potensi risiko tertinggi untuk basic risk levelsebesar 1800. Tertinggi kedua adalah medium tinta, toluene, etil asetat, pemutih serta bijih plastik sebesar 1500. Berkenaan dengan level risiko yang dihasilkan,dibuat rekomendasi menggunakan engineering control, administrative control,human control, serta program K3 bersifat promotif dan preventif.
Kata kunci :AS/NZS 4360:2004, proses manajemen risiko, level risiko, pengendalian,promotif dan preventif
The study was conducted in one of the factory that produces plastic packaging inJakarta in October-December 2012. The research objective was to determine thelevel of risk in any work in this factory. Factory was not treated substance ofchemicals as well as it supposed to do. The lack of knowledge related tooccupational health and safety also made the condition worst. It made researcherconducted a risk analysis to find potential hazards and significant risks forworkers in the factory. The research method uses standard AS/NZS 4360:2004semi-quantitative. Risk assessment refers to Fine (1971). The calculation resultsobtained, ink color has the highest potential risk of 1800 (basic risk level). Thesecond highest is the medium of ink, toluene, ethyl acetate, bleach and plastic oreby 1500 (basic risk level). A recommendation was made by researcher to useengineering controls, administrative controls, human control, and occupationaland safety program such as promotive and preventive program.
Key words :AS/NZS 4360:2004, risk management process, level of risk, controls, promotiveand preventive
Read More
S-7661
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yukitri Nofriandita; Pembiming: Dadan Erwandi; Penguji: Indri Hapsari, Ismojo Djati
Abstrak: Perilaku manusia yang berhubungan dengan keselamatan merupakan sebuahpendekatan untuk menganalisis apa yang dibutuhkan untuk membuat perilakuaman lebih dimungkinkan dan mengurangi perilaku yang berisiko (Geller, 2001).Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap perilaku bekerja aman sangat pentinguntuk diketahui sehingga faktor-faktor tersebut dapat diperbaiki dan terusditingkatkan agar terhindar dari kecelakaan kerja, baik injury maupun near miss.Aspek keselamatan pada bengkel servis mobil yang bergerak dalam industrisektor informal, merupakan aspek penting karena terdapat banyak kondisi ataukeadaan yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja karena kondisi industriinformal saat ini masih sangat kurang memadai dan juga kurang mendapatperhatian dari instansi terkait, tidak sesuainya rancangan tempat kerja, kurangbaiknya prosedur atau pengorganisasian kerja, rendahnya kesadaran para pekerjauntuk berperilaku aman dalam bekerja serta minimnya peralatan pelindung bagipekerja.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain crosssectional dimana informasi dan data dikumpulkan pada satu waktu yang samamelalui penyebaran kuesioner, observasi dan wawancara pada 22 bengkel servismobil di Depok. Sampel pada penelitian ini berjumlah 106 responden. Analisisbivariat dilakukan dengan uji Chi Square.Berdasarkan hasil penelitian, diketahui 51,9% pekerja berperilaku amandan 48,1% pekerja yang berperilaku tidak aman. Faktor-faktor yang tidak mempengaruhi perilaku aman adalah pengetahuan. Sedangkan, faktor-faktor yangterbukti mempengaruhi perilaku aman adalah sikap, pengalaman bekerja,ketersediaan SOP, ketersediaan APD, peran pengawas dan peran rekan kerja.Kata kunci : perilaku aman, sektor informal, bengkel servis mobil
Human behavior related to safety is an approach to analyzing what isneeded to make the behavior more likely to be safe and reduce risk of behavior(Geller, 2001). Factors affecting work safety behavior are very important to beknown so that these factors can be repaired and improved continuously in order toavoid accidents, whether injury or near miss.Safety aspects of the car service station engaged in the informal sectorindustries, is an essential aspect because there are a lot of conditions orcircumstances that can lead to accidents due to the conditions of informal industryis still highly inadequate and also received less attention from the authorities, theincompatibility plans of employment, poor procedures or organizing work, lack ofawareness of the workers to behave safely at work and also lack of protectiveequipment for workers.This research is a quantitative study with cross-sectional design whereinformation and data collected at the same time through the distribution ofquestionnaires, observations and interviews in 22 car service stations in Depok.The sample in this research are 106 respondents. Bivariate analysis performed byChi Square test.Results of the study, 51,9% of workers behave safely and 48,1% others donot behave safely. Factors that do not affect safety behavior is knowledge.Meanwhile, factors that shown to affect safety behavior are the attitude, workingexperience, availability of SOP (Standar Operating Procedure), availability ofPPE (Personal Protective Equipment), role of supervisor and role of co-worker.Keywords : safety behavior, informal sector, car service station
Read More
S-7569
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anjas Umaryadi; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Fatma Lestari, Dadan Erwandi, Henny D. Mayawati, Daniel Azka Alfarobi
Abstrak:
Kejadian kecelakaan dari tingkat global, asia, Indonesia, dan Provinsi DKI Jakarta menimbulkan kerugian dari korban jiwa maupun harta benda. Pada pelaksanaan Penanganan Prasarana dan Sarana Umum di Provinsi DKI Jakarta melibatkan pekerja yang memiliki risiko terjadinya kecelakaan kerja dengan aktivitas pekerjaan yang berupa penyapuan jalan raya, pembersihan lumpur dan sampah saluran, pengangkutan sampah, pertukangan, dan aktivitas lainnya. Berdasarkan teori, beberapa faktor yang berhubungan dengan kecelakaan kerja yaitu karena faktor manajemen, faktor individu, faktor pekerjaan, serta kondisi dan tindakan tidak aman. Berdasarkan penelitian pendahuluan juga diketahui angka kecelakaan kerja pekerja PPSU di salah satu kelurahan di Kecamatan X mencapai 66,67% sehingga perlu dilakukan penelitian mengenai faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kecelakaan kerja pada pekerja PPSU di Kecamatan X Kota Admninistrasi Jakarta Barat tahun 2022. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed method cross sectional dengan jenis penelitian kuantitatif untuk variabel kejadian kecelakaan, faktor individu, dan faktor pekerjaan dan dengan jenis penelitian kualitatif untuk faktor kondisi tidak aman, tindakan tidak aman, dan faktor manajemen. Hasil penelitian menunjukkan Jumlah responden yang pernah mengalami kejadian kecelakaan pada pekerja PPSU Kecamatan X dalam kurun waktu setahun terakhir yang diperoleh dari pengambilan data primer adalah sebanyak 191 responden atau sebesar 67,5%. Gambaran jenis kecelakaan kerja yang terbanyak adalah tergores dan rentang usia terbanyak pada interval 45-54 tahun. Berdasarkan hasil analisis inferesial terkait faktor individu, diperoleh informasi jika dibandingkan dengan rentang usia tertua, rentang usia 35-44 tahun memiliki p value sebesar 0,019 dengan OR 2,75 yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara usia dengan kejadian kecelakaan kerja dan ada potensi kejadian kecelakaan 2,75 kali lebih besar daripada rentang usia tertua. Berdasarkan hasil FGD, wawancara, dan observasi diperoleh informasi faktor yang berhubungan dengan kejadian kecelakaan terjadi yaitu Kondisi tidak aman berupa kondisi lingkungan yaitu jenis sampah yang berupa pecahan beling, paku, dan bambu tusuk sate yang dibuang warga; kondisi lalu lintas di jalan raya; tempat kerja yang licin; lokasi kerja yang struktur bangunannya rapuh; dan lokasi kerja terdapat arus listrik; Ketersediaan APD untuk mencegah tangan pekerja PPSU tertusuk dan tersayat atau sepatu untuk mencegah kaki tertusuk paku juga kurang memadai. Tindakan tidak aman berupa tidak menggunakan APD; menggunakan peralatan yang salah; gagal mengamankan; dan penempatan yang tidak benar. Implementasi K3 oleh pengelola (manajemen) pekerja PPSU telah dilaksanakan berupa sosialisasi pelatihan dengan durasi pendek, penyediaan APD namun belum sesuai dengan jenis bahaya pekerja PPSU. Program lainnya seperti pembuatan SOP, Manajemen Risiko, Investigasi Kecelakaan, dan program lainnya belum dilaksanakan.

Accidents at the global, Asian, Indonesian and DKI Jakarta Province levels have resulted in loss of life and property. The implementation of Public Infrastructure and Facilities Handling in DKI Jakarta Province involves workers who have a risk of work accidents with work activities in the form of sweeping roads, cleaning mud and canal waste, garbage transportation, carpentry, and other activities. Based on the theory, several factors related to work accidents are due to management factors, individual factors, work factors, as well as unsafe conditions and actions. Based on preliminary research, it is also known that the number of work accidents for PPSU workers in one of the sub-districts in District X reached 66.67%, so it is necessary to do research on the factors related to the occurrence of work accidents for PPSU workers in District X, West Jakarta Administrative City in 2022. Methods The research used is a mixed method cross sectional with a quantitative type of research for the accident variable, individual factors, and work factors and with a qualitative research type for unsafe condition factors, unsafe actions, and management factors. The results showed that the number of respondents who had experienced an accident at PPSU District X workers in the past year was 191 respondents or 67.5%. The most common types of work accidents are scratches and the highest age range is 45-54 years. Based on the results of inferential analysis related to individual factors, information is obtained when compared to the oldest age range, the age range 35-44 years has a p value of 0.019 with an OR of 2.75 which means there is a significant relationship between age and the incidence of work accidents and there is a potential for accidents. 2.75 times greater than the oldest age range. Based on the results of the FGD, interviews, and observations, information on factors related to the accident occurred, namely unsafe conditions in the form of environmental conditions, namely types of waste in the form of glass shards, nails, and bamboo skewers thrown away by residents; traffic conditions on the highway; slippery workplace; a work location where the building structure is fragile; and the work location has an electric current; The availability of PPE to prevent the hands of PPSU workers from being punctured and cut or shoes to prevent their feet from being pierced by nails is also inadequate. Unsafe acts in the form of not using PPE; using the wrong equipment; failed to secure; and incorrect placement. The implementation of K3 by the PPSU worker management has been carried out in the form of training socialization with short duration, provision of PPE but not yet in accordance with the types of hazards of PPSU workers. Other programs such as making SOP, Risk Management, Accident Investigation, and other programs have not been implemented.
Read More
T-6534
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive