Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 41912 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Anisa Yonelia; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Istiati Suraningsih
Abstrak: Skripsi ini membahas tentang penilaian risiko K3 pada petani padi di Desa Ngrendreng, Ngawi, Jawa Timur pada tahun 2012 dengan menganalisis bahaya dan risiko yang terdapat pada aktivitas dan lingkungan kerja. Penelitian ini adalah semikuantitatif deskriptif analitik dengan pendekatan observasional, serta menggunakan standar AS/NZS 4360:2004.
 
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas petani padi memiliki 71 risiko dengan jumlah risiko tertinggi pada kegiatan penggilingan padi. Risiko tertinggi memiliki nilai 1500 (very high), yaitu pada risiko ergonomi, pajanan bising, getar, radiasi UV, bahan kimia, gas, dan debu.
 

The focus fo this study was OHS risk assessment in rice farmers in Ngrendeng Village, Ngawi, East Java in 2012 with analyzed hazard and risk on activities and workplace. This study was semi-quantitative analitical descriptive with observational approach using AS/NZS 4360:2004 standard.
 
The result showed that rice farmers’ activities have 71 risks with the highest number of risk in rice grinding activity. The highest value of risk was 1500 (very high) from ergonomy, noise, vibration, UV radiation, chemical, gas, and dust.
Read More
S-7737
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Benita Riska; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Laksita Ri Hastiti, Ina Dewi Kania
Abstrak:
Pertanian merupakan salah satu sektor dengan tenaga kerja terbanyak yang tidak terlepas dari bahaya dan risiko. Petani sebagai tenaga kerja didalamnya membutuhkan pengetahuan, sikap, dan praktik Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang baik guna mencegah potensi risiko. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan serta menganalisis pengetahuan, sikap, praktik K3, serta karakteristik demografi pada petani padi di Desa Sukamulya tahun 2026. Karakteristik demografi pada penelitian ini antara lain jenis kelamin, usia, pendidikan terakhir, pengalaman di pekerjaan lain, pengalaman bertani, status petani, dan menerima informasi K3. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan metode kuantitatif. Sampel diambil menggunakan teknik probability sampling. Sebanyak 80 petani padi dari kelompok-kelompok tani di Desa Sukamulya, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat berpartisipasi dalam penelitian ini. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara terpimpin menggunakan kuesioner lalu dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 51,2% petani padi memiliki pengetahuan K3 yang baik, 61,3% petani padi memiliki sikap K3 yang positif, dan 57,5% petani padi memiliki praktik K3 yang baik. Terdapat hubungan signifikan antara karakteristik demografi dan pengetahuan K3, yaitu jenis kelamin (p=0,008; OR=0,198) dan status petani (p=0,038; OR=4,4). Terdapat hubungan signifikan antara karakteristik demografi dan sikap K3, yaitu usia (p=0,039; OR=0,357). Sementara itu, tidak terdapat hubungan signifikan antara karakteristik demografi dan praktik K3. Penyuluhan dan pelatihan K3, pendampingan implementasi K3, pengadaan alat pelindung diri, hingga pengembangan regulasi K3 pada sektor pertanian disarankan dalam peningkatan pengetahuan, sikap, dan praktik K3 pada petani padi di Desa Sukamulya.

Agriculture is one of the sectors with the largest workforce, which is inherently linked to hazards and risks. Farmers, as the workers involved, need good knowledge, attitudes, and practices regarding Occupational Health and Safety (OHS) to prevent potential risks. This study aims to describe and analyze the knowledge, attitudes, and practices of Occupational Safety and Health (OSH), as well as the demographic characteristics of rice farmers in Sukamulya Village in 2026. The demographic characteristics examined in this study include gender, age, highest level of education, experience in other jobs, farming experience, farmer status, and access to OSH information. This study used a cross sectional design with quantitative methods. Samples were selected using a probability sampling technique. A total of 80 rice farmers from existing farmer groups in Sukamulya Village, Rancaekek Subdistrict, Bandung Regency, West Java, participated in this study. Data were collected through structured interviews using a questionnaire and subsequently analyzed using the Chi-Square test. The results showed that 51.2% of rice farmers had good OSH knowledge, 61.3% had positive OSH attitudes, and 57.5% practiced good OSH. There was a significant association between demographic characteristics and OSH knowledge, specifically gender (p=0.008; OR=0.198) and farmer status (p=0.038; OR 4.4). There was a significant association between demographic characteristics and OSH attitudes, specifically age (p=0.039; OR=0.357). Meanwhile, there was no significant association between demographic characteristics and OSH practices. OSH education and training, guidance on OSH implementation, the provision of personal protective equipment, and the development of OSH regulations in the agricultural sector are recommended to improve the knowledge, attitudes, and OSH practices of rice farmers in Sukamulya Village.
Read More
S-12448
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Arina Syahida Hurva Radisan Saf; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Laksita Ri Hastiti, Ina Dewi Kania
Abstrak:
Sektor pertanian merupakan salah satu pekerjaan paling berbahaya dengan kecelakaan kerja, paparan bahan kimia, dan angka kematian yang tinggi. Petani padi terpapar oleh bahaya fisik, kimia, biologi, ergonomi, dan bahaya keselamatan. Perilaku kesehatan merupakan gabungan dari pengetahuan, sikap, dan praktik. Perilaku K3 sangat terkait dengan upaya pemeliharaan dan peningkatan kondisi keselamatan dan kesehatan pekerja. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor karakteristik demografi yang berhubungan dengan pengetahuan, sikap, dan praktik K3 pada petani padi di Desa Linggar. Sampel diambil dari setiap kelompok tani padi. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur. Analisis yang digunakan adalah statistik deskriptif, uji Chi- Square, dan uji Fisher Exact. Hasil uji Chi-Square menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara pengetahuan dengan usia (p=0,001; OR=0,183; 95% CI:0,066-0,512) dan tingkat pendapatan dengan pengetahuan (p=0,028; OR=3,111; 95% CI:1,110-8,716). Petani berusia ≥60 tahun dan petani dengan pendapatan rendah kemungkinan memiliki tingkat pengetahuan kurang baik yang lebih besar. Tingkat pendapatan berhubungan dengan sikap (p = 0,03; OR=0,271; 95% CI:0,080-0,917). Petani dengan tingkat pendapatan tinggi kemungkinan memiliki sikap negatif terhadap K3 yang lebih besar. Tingkat pendidikan berhubungan dengan praktik (p=0,041; OR=3,885; 95% CI:0,995-15,17). Petani dengan tingkat pendidikan dasar kemungkinan memiliki praktik kurang baik yang lebih tinggi. Dinas Pertanian Kabupaten Bandung dapat bekerja sama dengan instansi lain untuk menyelenggarakan promosi K3 pada petani usia ≥60 tahun, petani dengan pendapatan rendah maupun tinggi, dan petani dengan tingkat pendidikan dasar.

Agriculture is one of the most dangerous industries, with high rates of occupational accidents, chemical exposure, and fatality rates. Rice farmers are exposed to various physical, chemical, biological, ergonomic, and safety hazards. Health behavior is a combination of knowledge, attitude, and practice. Occupational safety and health (OSH) behavior plays a central role in maintaining and promoting workers' safety and health conditions. This study examined which demographic characteristics were associated with OSH knowledge, attitude, and practice among rice farmers in Linggar Village. Samples were drawn from each farmer group in the village, with data collected through structured interviews and analyzed using descriptive statistics, the Chi-Square test, and Fisher's Exact test. The analysis revealed a significant association between age and knowledge (p=0.001; OR=0.183; 95% CI: 0.066–0.512), as well as between income and knowledge (p=0.028; OR=3.111; 95% CI: 1.110–8.716). Farmers aged 60 and above, along with those in lower-income brackets, were more likely to have poor OSH knowledge. Income was also linked to attitude (p=0.03; OR=0.271; 95% CI: 0.080–0.917), with higher-income farmers more likely to hold negative attitudes toward OSH. Education level was associated with practice (p=0.041; OR=3.885; 95% CI: 0.995–15.17), with less-educated farmers more likely to engage in poor OSH practices. These findings suggest Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, in collaboration with other authorities could develop OSH promotion programs, particularly for farmers aged 60 and above, those at either end of the income spectrum, and those with only basic education.
Read More
S-12443
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fatdriati Junita; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Ike Pujiriani
Abstrak: Penelitian yang dilakukan membahas mengenai proses manajemen risiko yangada pada tempat cuci mobil FJM mulai dari tahapan identifikasi hazard dan risiko,analisis dan evaluasi risiko, penilaian risiko, upaya pengendalian, komunikasi dan konsultasi hingga pemantauan dan telaah ulang. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode semi kuantitatif yang mengacu pada standar AS/NZS4360:2004. Pada tahap identifikasi hazard dan risiko menggunakan tabel JobHazard Analysis (JHA) yang mengacu pada OSHA 3071 Revised (2002).Kemudian untuk proses analisis risiko mengacu pada tabel ukuran semi-kuantitatif berdasarkan kriteria Fine.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan level of risk pada masing-masingtahapan proses pencucian mobil dari level of risk very high, priority 1,substantial, priority 3 hingga acceptable. Oleh karena itu dibutuhkan upaya pengendalian yang bersifat engineering, administrative, serta penggunaaan alat pelindung diri (APD).
Kata kunci :AS/NZS 4360:2004, manajemen risiko, kemungkinan, pemajanan, konsekuensi, level of risk.
This research was conducted in order to examine the process of risk managementthat happened at FJM Car Wash process, started from the hazard and riskidentification stages, analysis and the evaluation of risk, risk assessment, riskcontrolling, communication and consultation up to monitoring and review. Thisresearch was done by using semi-quantitative risks analysis that refers to theAS/NZS 4360:2004 standards. Hazard and risk identification stage was done byusing the table of Job Hazard Analysis (JHA) refers to the OSHA 3071 Revised(2002). For the process of risks analysis, it refers to the table of semi-quantitativemeasure based on fine criteria.The result of this research showed that the level of risk has been found on eachstage in the car wash process ranging from the very high level, priority 1,substantial, priority 3 up to acceptable. Therefore, the necessary control effortsare including the engineering, administrative and also the use of personalprotective equipment (PPE).
Keywords :AS/NZS 4360:2004, risk management, likelihood, exposure, consequences, levelof risk.
Read More
S-7566
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Endra Muhamad Fadillah; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Indri Pujriani
Abstrak: Penelitian ini membahas Manajemen risiko keselamatan dan kesehatan kerja dipabrik tahu x tahun 2012, penelitian ini bersifat deskriptif. Desain studi yangdigunakan merupakan desain studi berdasarkan standar AS/NZS 4360:2004 dengan metode semi kuantitatif menggunakan Job Hazard Analysis (JHA).Analisis risiko dilakukan menganalisis nilai konsekuensi, peluang serta frekuensidan dianalisis menggunakan metode Fine yang ada pada AS/NZS 4360:2004.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan level risiko yang belumacceptable pada setiap proses pembuatan tahu yaitu very high, priority 1,substansial, dan priority 3. Oleh karena itu, diberikan rekomendasi yang bersifatengineering, administrative, serta penggunaaan alat pelindung diri.
Kata kunci:AS/NZS 4360:2004, penilain risiko, kemungkinan, pemajanan, konsekuensi, levelrisiko.
This Risk management of safety and health research that was held at plant tofu xin 2012, is a descriptive study. This study design used a study design based onstandard AS / NZS 4360:2004 with a semi-quantitative method using the JobHazard Analysis (JHA). Risk analyzes were conducted to analyze the value of theconsequences, opportunities and the frequency and analyzed using the methods ofFine existing AS / NZS 4360:2004. The results showed that the level of risk thathas not been found acceptable on every process of making out is very high,priority one, substantial, and priority 3. Therefore, given the recommendation thatis engineering, administrative, and use of protective equipment.
Keywords:AS/NZS 4360:2004, risk assessment, probability, exposure, consequences, Levelof risk
Read More
S-7720
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Umar Mulkhan Fajar; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Hendra, Putri Ayuni Alayyannur
Abstrak:
Sektor pertanian merupakan salah satu sektor dengan risiko keselamatan dan kesehatan kerja (K3) tertinggi di dunia, namun implementasi K3 di kalangan petani di Indonesia masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran pengetahuan, sikap, dan praktik pencegahan kecelakaan kerja pada petani aktif di Desa X, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan melibatkan seluruh 54 petani aktif anggota kelompok tani sebagai responden melalui metode total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur yang terdiri atas instrumen pengetahuan (11 item, skala dikotomi), sikap (7 item, skala Likert 4 poin), dan praktik (12 item, skala frekuensi 4 poin) mengenai pencegahan kecelakaan kerja. Analisis data dilakukan secara univariat menggunakan distribusi frekuensi dan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki (83,3%) dengan rata-rata usia 52,5 tahun dan rata-rata masa kerja 21,0 tahun. Sebanyak 57,4% responden belum pernah memperoleh informasi mengenai pencegahan kecelakaan kerja dan 33,3% pernah mengalami kecelakaan kerja. Dari sisi pengetahuan, sebagian besar responden (59,3%) tergolong memiliki pengetahuan yang baik tentang pencegahan kecelakaan kerja (skor ≥8 dari 11) dengan mean 7,52 (SD ± 2,55), meskipun pengetahuan terendah ditemukan pada aspek keselamatan kelistrikan (46,3%) dan membaca petunjuk penggunaan mesin (55,6%). Dari sisi sikap, sebanyak 57,4% responden memiliki sikap positif terhadap pencegahan kecelakaan kerja (mean 21,28; SD ± 3,84) berdasarkan cut-off mean setelah uji normalitas Shapiro-Wilk. Dari sisi praktik, hanya 37,0% responden yang tergolong memiliki praktik pencegahan kecelakaan kerja yang baik (skor ≥36 dari 48) dengan mean 30,39 (SD ± 8,05). Praktik terendah ditemukan pada pencatatan penggunaan pestisida (68,5% tidak pernah) dan perlindungan kelistrikan mesin (50,0% tidak pernah). Terdapat kesenjangan antara pengetahuan dan sikap yang relatif lebih baik dibandingkan dengan praktik pencegahan kecelakaan kerja yang masih rendah. Temuan ini mengindikasikan perlunya intervensi yang tidak hanya berfokus pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga pada penguatan faktor pendukung (enabling factors) dan peningkatan akses terhadap alat pelindung diri guna mendukung penerapan pencegahan kecelakaan kerja di kalangan petani.

The agricultural sector is one of the industries with the highest occupational safety and health (OSH) risks worldwide. However, the implementation of occupational safety and health (OSH) among farmers in Indonesia remains suboptimal. This study aimed to describe the knowledge, attitudes, and practices regarding occupational accident prevention among active rice farmers in Village X, Rancaekek District, Bandung Regency. A descriptive study with a quantitative approach was conducted involving all 54 active members of farmer groups using a total sampling method. Data were collected using a structured questionnaire consisting of a knowledge instrument (11 dichotomous items), an attitude instrument (7 items on a 4-point Likert scale), and a practice instrument (12 items on a 4-point frequency scale) related to occupational accident prevention. Data were analyzed using univariate analysis with frequency distributions and descriptive statistics. The results showed that most respondents were male (83.3%), with a mean age of 52.5 years and an average working experience of 21.0 years. A total of 57.4% of respondents had never received information regarding occupational accident prevention, while 33.3% had experienced a work-related accident. Regarding knowledge, most respondents (59.3%) demonstrated good knowledge of occupational accident prevention (score ≥8 out of 11), with a mean score of 7.52 (SD ± 2.55). The lowest levels of knowledge were found in electrical safety (46.3%) and reading machine operating instructions (55.6%). Regarding attitudes, 57.4% of respondents demonstrated positive attitudes toward occupational accident prevention (mean = 21.28, SD ± 3.84), based on the mean cut-off after the Shapiro-Wilk normality test. Regarding practices, only 37.0% of respondents demonstrated good occupational accident prevention practices (score ≥36 out of 48), with a mean score of 30.39 (SD ± 8.05). The poorest practices were related to recording pesticide use (68.5% never performed) and protecting machinery electrical systems (50.0% never performed). A noticeable gap was observed between respondents' relatively good knowledge and attitudes and their poor occupational accident prevention practices. These findings indicate the need for interventions that not only improve knowledge but also strengthen enabling factors and increase access to personal protective equipment to support the implementation of occupational accident prevention among farmers.
Read More
S-12373
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dharma Andika Yudha; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Dadan Erwandi, Fetrina Lestar, Ali Syahrul Chairuman
Abstrak:

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara status gizi, asupan gizi, dan kelelahan kerja pada petani padi sektor informal di Desa Batujaya, Kabupaten Karawang. Petani di sektor ini bekerja dengan intensitas fisik tinggi, namun sering menghadapi keterbatasan dalam asupan nutrisi. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan 45 responden melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ) untuk asupan gizi, pengukuran indeks massa tubuh (IMT) untuk status gizi, serta kuesioner IFRC untuk kelelahan kerja. Hasil analisis inferensial menggunakan uji Chi-Square menunjukkan bahwa asupan gizi (p = 0,003), status gizi (p = 0,001), masa kerja (p = 0,012), keluhan sakit (p = 0,000), dan beban kerja (p = 0,000) memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat kelelahan kerja. Sementara itu, variabel usia dan jenis kelamin tidak berhubungan signifikan. Petani dengan asupan dan status gizi yang buruk cenderung mengalami kelelahan kerja lebih tinggi. Temuan ini menegaskan pentingnya pemenuhan gizi yang memadai serta pengelolaan beban kerja untuk mencegah kelelahan kerja dan meningkatkan produktivitas. Diperlukan intervensi berupa edukasi gizi, akses pangan bergizi, serta penguatan program kesehatan kerja berbasis komunitas di sektor informal pertanian.


This study aims to analyze the relationship between nutritional status, nutrient intake, and work fatigue among rice farmers in the informal sector in Batujaya Village, Karawang Regency. Farmers in this sector engage in high-intensity physical labor but often face limitations in nutrient intake. This research employed a cross-sectional design involving 45 respondents selected through purposive sampling. Data were collected using the Food Frequency Questionnaire (FFQ) for nutrient intake, Body Mass Index (BMI) measurements for nutritional status, and the Industrial Fatigue Research Committee (IFRC) questionnaire for work fatigue. Inferensial analysis using the Chi-Square test showed that nutrient intake (p = 0.003), nutritional status (p = 0.001), years of service (p = 0.012), reported illness (p = 0.000), and workload (p = 0.000) had a statistically significant relationship with the level of work fatigue. In contrast, age and gender were not significantly associated. Farmers with poor nutritional intake and status tended to experience higher levels of work fatigue. These findings underscore the importance of adequate nutritional fulfillment and workload management to prevent work fatigue and enhance productivity. Interventions are needed in the form of nutrition education, improved access to nutritious food, and the strengthening of community-based occupational health programs in the informal agricultural sector. Keywords: Nutritional Status, Nutrient Intake, Work Fatigue, Rice Farmers, Informal Sector, Batu Jaya Village.
Read More
T-7419
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ella Nurlailawati; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Ike Pujiriani
Abstrak: Penelitian dilakukan di salah satu pabrik yang memproduksi plastik kemasan diJakarta pada bulan Oktober - Desember 2012. Tujuan penelitian adalah untukmengetahui tingkat risiko pada setiap proses kerja di pabrik ini. Penangananbahan kimia yang tidak baik serta minimnya pengetahuan terkait K3 membuat peneliti melakukan kajian analisis risiko untuk menemukan potensi bahaya dan risiko yang signifikan memajan pekerja selama bekerja di pabrik. Metode penelitian menggunakan standar AS/NZS 4360:2004 semi kuantitatif, dengan penilaian risiko mengacu pada penilaian risiko Fine (1971). Hasil perhitunganyang didapat, tinta warna memiliki potensi risiko tertinggi untuk basic risk levelsebesar 1800. Tertinggi kedua adalah medium tinta, toluene, etil asetat, pemutih serta bijih plastik sebesar 1500. Berkenaan dengan level risiko yang dihasilkan,dibuat rekomendasi menggunakan engineering control, administrative control,human control, serta program K3 bersifat promotif dan preventif.
Kata kunci :AS/NZS 4360:2004, proses manajemen risiko, level risiko, pengendalian,promotif dan preventif
The study was conducted in one of the factory that produces plastic packaging inJakarta in October-December 2012. The research objective was to determine thelevel of risk in any work in this factory. Factory was not treated substance ofchemicals as well as it supposed to do. The lack of knowledge related tooccupational health and safety also made the condition worst. It made researcherconducted a risk analysis to find potential hazards and significant risks forworkers in the factory. The research method uses standard AS/NZS 4360:2004semi-quantitative. Risk assessment refers to Fine (1971). The calculation resultsobtained, ink color has the highest potential risk of 1800 (basic risk level). Thesecond highest is the medium of ink, toluene, ethyl acetate, bleach and plastic oreby 1500 (basic risk level). A recommendation was made by researcher to useengineering controls, administrative controls, human control, and occupationaland safety program such as promotive and preventive program.
Key words :AS/NZS 4360:2004, risk management process, level of risk, controls, promotiveand preventive
Read More
S-7661
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aprilia Widiyani; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Ike Pujiriani
Abstrak: Penelitian ini membahas risiko keselamatan dan kesehatan kerja pada aktivitas pekerjaan diBengkel Las AW Jakarta Selatan Tahun 2012. Penelitian ini adalah deskriptif observasional yangbertujuan untuk manajemen risiko. Penelitian ini menggunakan metode identifikasi bahaya dandampak menggunakan JHA (Job Hazard Analysis) dan analisis penilaian risiko ukuran semikuantitatif menurut AS/NZS 4360 dengan mengalikan consequences, exposure, dan probability.Hasil penelitian mendapatkam rekomendasi pengendalian risiko, komunikasi dan pemantauanberdasarkan penilaian tingkat risiko yang meliputi very high, priority 1, substancial, priority 3,dan acceptable.
Kata kunci:Manajemen risiko, penilaian AS/NZS, bengkel las.
This research describes risk management of safety and health occupational for productionactivity task at Bengkel Las AW South Jakarta 2012. Design for this research was descriptiveobservational study that objective to manage of risk. The research were used JHA (Job HazardAnalysis) for hazards and effects identification, then for analysis of assessment risk rating usedAS/NZS 4360 standard by multiplied of consequences, exposure, and probability. The results ofthe research were recommendations control, communication, and monitoring of risk based onrisk assessment of the risk rating in each activity that includes very high, priority 1, substantial,priority 3, and acceptable.
Keywords:Risk management, risk assessment with AS/NZS 4360, informal workshop.
Read More
S-7662
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eske Prativi; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Ike Pujiriani
S-7604
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive