Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 330 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Gemari, Edisi 132, / XII- Januari 2012, hal. 62-63
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gemari, Edisi 132, / XII- Januari 2012, hal. 64-65
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sylvia Nasution, M. Rusli Ngatimin, Muhammad Syafar
KJKMN Vol.6, No.4
Depok : FKM UI, 2012
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
koran kompas 2010: hal 68
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Koran   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yunita Wulandari; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Kartika Anggun Dimar Setio, Budi Haryanto, Maria Margaretha, Rusmala Dewi
Abstrak:

Perubahan iklim berdampak signifikan terhadap kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti perempuan dengan disabilitas. Studi ini bertujuan untuk menggali secara mendalam pengetahuan, persepsi, dan sikap perempuan penyandang disabilitas terhadap risiko kesehatan yang ditimbulkan oleh perubahan iklim di wilayah DKI Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap anggota dan pengurus Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia, serta perwakilan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar informan telah memahami isu perubahan iklim, namun pengetahuan mengenai penyebab, dampak, serta strategi adaptasi yang ramah disabilitas terkait perubahan iklim masih terbatas. Persepsi risiko perempuan penyandnag disabilitas rungu dan netra dalam penelitian ini dipengaruhi oleh faktor pengetahuan, pengalaman pribadi, serta norma sosial budaya di lingkungan mereka. Kurangnya informasi yang dapat diakses dan hambatan dalam komunikasi menjadi aspek-aspek yang menghambat pemahaman mereka terhadap perubahan iklim dan respon adaptif yang dapat dilakukan. Penelitian ini menegaskan perlunya keterlibatan langsung dan bermakna dari perempuan penyandang disabilitas untuk menyuarakan kebutuhan dan kepentingan mereka dalam penyusunan kebijakan dan program adaptasi perubahan iklim, serta pengembangan sistem informasi dan layanan yang inklusif dan mudah diakses.


 

Climate change has a significant impact on health, especially for vulnerable groups such as women with disabilities. This study aims to explore in depth the knowledge, perceptions, and attitudes of women with disabilities towards the health risks posed by climate change in the DKI Jakarta area. This research uses an exploratory qualitative approach with data collection techniques through in-depth interviews with members and administrators of the Indonesian Women with Disabilities Association, as well as representatives from the DKI Jakarta Provincial Government. The findings show that most informants understand the issue of climate change, but their knowledge of the causes, impacts, and disability-friendly adaptation strategies related to climate change is still limited. The risk perceptions of women with hearing and visual disabilities in this study are influenced by factors such as knowledge, personal experience, and social and cultural norms in their environment. The lack of accessible information and communication barriers are aspects that hinder their understanding of climate change and the adaptive responses that can be taken. This study underscores the need for the direct and meaningful involvement of women with disabilities in voicing their needs and interests in the formulation of climate change adaptation policies and programs, as well as in the development of inclusive and accessible information systems and services. 

 

Read More
T-7306
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Shabrina Mumtazah; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Adang Bachtiar, Anwar Fachry
Abstrak:
Penyandang disabilitas di dunia mengalami kesulitan hingga enam kali lipat lebih tinggi dalam mengakses layanan kesehatan dibandingkan dengan orang tanpa disabilitas. Salah satu hambatannya adalah sikap petugas kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sikap petugas kesehatan terhadap penyandang disabilitas dan dan faktor-faktor yang berhubungan dengan sikap tersebut. Penelitian menggunakan metode scoping review dengan memanfaatkan basis data PubMed, Scopus, EBSCOHost, dan SAGE dengan total artikel sebanyak 12 studi berupa 6 pendekatan kuantitatif dan 6 kualitatif. Hasil penelitian memperlihatkan sikap tenaga kesehatan terhadap penyandang disabilitas beragam dari berbagai dimensi sikap (kognitif, afektif, dan konatif). Sikap-sikap yang negatif antara lain 1) Kognitif, berupa bias implisit dan stereotip yang kerap terjadi terutama dalam pelayanan kesehatan maternal. 2) Afektif, berupa ketidaknyamanan, overprotective, dan kurangnya percaya dalam memberikan pelayanan yang adil. 3) Konatif, berupa pembuatan keputusan tanpa pertimbangan pasien, penolakan pengobatan, dan penggunaan bahasa ableist. Faktor-faktor yang berhubungan dengan sikap negatif tenaga kesehatan yaitu pengetahuan dan frekuensi kontak yang rendah, kualitas hubungan yang buruk, tidak adanya relasi dengan penyandang disabilitas, praktik mandiri, lama bekerja lebih dari 20 tahun, usia tua, laki-laki, ras asia, tingkat pendidikan dan pendapatan yang rendah; orientasi politik konservatif, infrastruktur dan organisasi yang tidak sistematis, dan tidak adanya pengalaman.

People with disabilities (PWDs) around the world face a six times higher difficulty in accessing healthcare services compared to those without disabilities. One of the obstacles is the attitude of healthcare workers. This research was aimed to identify the attitudes and factors related to attitudes of healthcare workers towards PWDs. The research used a scoping review method using PubMed, Scopus, EBSCOHost, and SAGE databases with a total of 12 studies, comprising 6 quantitative and 6 qualitative approaches. The findings of the research showed diverse attitudes of healthcare workers towards PWDs across various attitude dimensions inlcluding cognitive, affective, and conative. Negative attitudes include: 1) Cognitive: biases and stereotypes, which are particularly evident in maternal healthcare services; 2) Affective: discomfort, overprotectiveness, and a lack of trust in providing equitable care; and 3) Conative: decision-making which decides without patients' consideration, treatment refusal, and the use of ableist language. The factors related to the negative healthcare workers attitudes include insufficient knowledge and infrequent contact, bad relationship quality, lack of interaction, independent practice, working for more than 20 years, older age, male, Asian race, lower education and income levels, conservative political orientation, lack of systematic infrastructure and organization, and no personal experience.
Read More
S-11385
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Andre Yunianto; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Felly Philipus Senewe, Mazda Novi Mukhlisa
Abstrak:

Penelitian ini bertujuan mengetahui peran jaminan kesehatan dan determinan yang mempengaruhi pemanfaatan pelayanan kesehatan oleh penyandang disabilitas di Indonesia pada tahun 2021 menggunakan data Susenas Maret 2021. Variabel terikat penelitian ini adalah pemanfaatan pelayanan kesehatan rawat jalan dan rawat inap di FKTP dan FKRTL. Data dianalisis secara bivariat dan multivariat dengan metode Binary Regression menggunakan model logit. Diketahui variabel kepemilikan jaminan kesehatan, pemanfaatan JKN, jenis disabilitas, tingkat keparahan disabilitas, jenis kelamin, pendidikan, status pekerjaan, status kawin, jumlah anggota rumah tangga, dan karakteristik tempat tinggal serta status ekonomi berpengaruh signifikan pada pemanfaatan layanan rawat jalan dan rawat inap (p-value 0,000 <0,005). Kepemilikan jaminan kesehatan non JKN atau kepemilikan jaminan kesehatan ganda (JKN dan non JKN) meningkatkan peluang pemanfaatan layanan baik rawat inap maupun rawat jalan. Terjadi penurunan kepemilikan jaminan kesehatan terhadap peningkatan status ekonomi penyandang disabilitas (propoor). Sebaliknya terjadi tren peningkatan pemanfaatan jaminan kesehatan terhadap peningkatan status ekonomi keluarga penyandang disabilitas (prorich).


 

This research aims to determine the role of health insurance and the determinants that influence the use of health services by people with disabilities in Indonesia in 2021 using Susenas data for March 2021. The dependent variable of this research is the use of outpatient and inpatient health services at FKTP and FKRTL. Data were analyzed bivariately and multivariately using the Binary Regression method using the logit model. It is known that the variables of ownership of health insurance, utilization of JKN, type of disability, severity of disability, gender, education, employment status, marital status, number of household members, and characteristics of residence and economic status have a significant effect on the utilization of outpatient and inpatient services ( p-value 0.000 <0.005). Ownership of non-JKN health insurance or ownership of dual health insurance (JKN and non-JKN) increases the chances of utilizing both inpatient and outpatient services. There has been a decrease in ownership of health insurance due to an increase in the economic status of people with disabilities (propoor). On the contrary, there is a trend of increasing use of health insurance towards increasing the economic status of families of people with disabilities (prorich).

Read More
T-7080
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Salsabilla Sicillia Arya Putri; Pembimbing: Rico Kurniawan; Penguji: Popy Yuniar, Devi Mayori
Abstrak:
Latar Belakang: Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit tidak menular dengan tren peningkatan kasus yang signifikan di tingkat global. Indonesia berada di urutan ke-5 negara dengan kejadian DM tertinggi. Tingginya angka kejadian didominasi oleh DM tipe 2 yang berkaitan erat dengan gaya hidup seseorang. Penyandang disabilitas merupakan salah satu kelompok rentan karena adanya keterbatasan mobilitas, hambatan informasi, dan kesenjangan aksesibilitas layanan kesehatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh dengan kejadian diabetes melitus pada kelompok disabilitas di Indonesia tahun 2023. Metode: penelitian menggunakan data sekunder  dengan desain studi cross sectional. Analisis data yang digunakan adalah regresi logistik berganda. Besar sampel yang didapatkan sebesar 13.451. Hasil: Prevalensi diabetes melitus pada penyandang disabilitas sebesar 3,7%. Berdasarkan hasil analisis bivariat, didapatkan hubungan yang signifikan antara usia, tempat tinggal, status ekonomi, hipertensi, obesitas, jenis disabilitas, depresi, konsumsi makanan manis, konsumsi minuman manis, perilaku pemeriksaan kadar gluksoa darah berkala, dan gangguan tidur. Berdasarkan hasil analisis multivariabel, faktor dominan kejadian diabetes melitus pada penyandang disabilitas adalah status ekonomi pada kuintil IV (aOR = 3,020; 95% CI = 1,628 – 5,601)  setelah dikontrol oleh usia, tempat tinggal, hipertensi, konsumsi makanan manis, konsumsi minuman manis, dan perilaku pemeriksaan glukosa darah berkala. Kesimpulan:  Adanya posyandu integrasi layanan primer (ILP) yang disertai layanan dan fasilitas penunjang untuk disabilitas membantu pencegahan diabetes melitus pada penyandang disabilitas sehingga dapat menurunkan angka kejadian diabetes melitus pada populasi tersebut.

Background: Diabetes mellitus is noncommunicable disease with a significantly increasing trend globally. Indonesia is on fifth among countries with the highest incidence of diabetes mellitus. This high incidence is dominated by type 2 diabetes mellitus, which is linked to individual’s lifestyle.  Disability people represent a highly vulnerable group due to mobility limitations, information barriers. Objective: This study aims to determine the factors associated with the incidence of diabetes mellitus among disability people in Indonesia in 2023. Methods: This study utilized secondary data with cross-sectional design. Data analysis was performed using multiple logistic regression, yielding a total sample size of 13,451 respondents. Results: The prevalence of diabetes mellitus among people with disabilities was 3.7%. Based on the results of the bivariate analysis, significant associations were found between age, residency, economic status, hypertension, obesity, type of disability, depression, consumption of sugary foods, consumption of sugary beverages, regular blood glucose monitoring behavior, and sleep disorders. On multivariable analysis, the dominant factor was found that economic status in quintile IV was the dominant factor for diabetes mellitus incidence among disability people (aOR = 3.020; 95% CI = 1.629 – 5.601) after adjusting for age, residency, hypertension, consumption of sweet foods, consumption of sugary beverages, and regular blood glucose monitoring behavior. Conclusion: The implementation of Integrated Primary Care Health Posts (Posyandu Integrasi Layanan Primer/ILP), equipped with services and facilities that support with disabilities, could support the prevention of diabetes mellitus among disability people, thereby reducing its incidence within this population.
Read More
S-12339
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Febrina Margaretha Damanik; Pembimbing: Meiwita Budihasana; Penguji: Besral, Julianty Pradono
Abstrak: Penetapan Puskesmas sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) pada era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mengindikasikan harapan untuk meningkatkan utilisasi rawat jalan Puskesmas oleh penyandang disabilitas. Data sekunder Riskesdas 2013 dengan desain cross-sectional digunakan untuk mengetahui gambaran dan menganalisis korelasi antara faktor predisposisi, enabling dan needs dengan utilisasi rawat jalan Puskesmas oleh penyandang disabilitas. Definisi disabilitas mencakup domain mobilitas, kognitif, perawatan diri dan aktifitas harian bagi individu berumur ≥15 tahun. Penelitian dilakukan di strata kota, strata kabupaten kaya dan strata kabupaten miskin di Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Hasil penelitian menunjukkan utilisasi rawat jalan Puskesmas oleh penyandang disabilitas masih rendah, sebesar 33,1% di kota, 28,8% di kabupaten kaya dan 29,6% di kabupaten miskin. Determinan utilisasi rawat jalan Puskesmas di kota meliputi umur, jenis kelamin, indeks kepemilikan, kepemilikan jaminan kesehatan dan penilaian status kesehatan. Sementara di kabupaten kaya meliputi kepemilikan jaminan kesehatan, wilayah tempat tinggal dan penilaian status kesehatan. Sedangkan indeks kepemilikan, kepemilikan jaminan kesehatan, dan penilaian status kesehatan merupakan determinan utilisasi rawat jalan Puskesmas di kabupaten miskin. Penyandang disabilitas dengan indeks kepemilikan terbawah cenderung memanfaatkan rawat jalan Puskesmas paling banyak. Menjadi kewajiban pemerintah untuk memastikan penyandang disabilitas khususnya yang tidak mampu, dijamin oleh JKN.
Kata kunci : Faktor enabling; faktor needs; faktor predisposisi; penyandang disabilitas; utilisasi rawat jalan
Read More
S-8620
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Daffaldo Suryoputra; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Desty Wijayanti
Abstrak:
Penyandang disabilitas atau difabel merupakan seseorang yang memiliki kondisi baik secara fisik maupun pikiran yang membuat seseorang untuk mengalami kesulitan dalam kondisi tertentu serta berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Prevalensi global penyandang disabilitas terdapat sekitar 15% penduduk dunia, sedangkan di Indonesia berdasarkan data SUPAS 2015, terdapat 8,36% adalah mengalami kesulitan penglihatan, sedangkan 3,35% memiliki kesulitan pendengaran. Perda DKI Jakarta No 4 Tahun 2022 membahas hak kesehatan penyandang disabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran terkait aksesibilitas fasilitas pelayanan kesehatan yang menunjang bagi penyandang disabilitas sensorik di Rumah Sakit Umum Daerah Pasar Minggu. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif dengan metode observasi, telaah dokumen, dan wawancara mendalam kepada pasien dengan disabilitas sensorik pada poli mata dan poli THT, serta petugas kesehatan RSUD Pasar Minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aksesibilitas fisik di RSUD Pasar Minggu sudah mencakup papan informasi, guiding block, hand rail, loket informasi khusus, sedangkan huruf braille dan TV text sedang dalam proses perencanaan untuk disediakan di rumah sakit. Sedangkan aksesibilitas nonfisik mencakup pelatihan bagi tenaga kesehatan, sosialisasi pelayanan kesehatan, serta komunikasi khusus kepada penyandang disabilitas sudah dilaksanakan dengan cukup baik dan memberikan kepuasan pasien dengan gangguan penglihatan dan pendengaran di terhadap kualitas pelayanan kesehatan di RSUD Pasar Minggu.

Person with a disability is someone who has conditions, whether physically and mentally that make a person experience difficulties in certain conditions and interact with their environment. The global prevalence of people with disabilities is around 15% of the world's population, while in Indonesia based on SUPAS 2015 data, 8.36% have visual impairment, while 3.35% have hearing impairment. In addition, Perda DKI Jakarta No 4 Tahun 2022 discusses the health rights of persons with disabilities. Therefore, this study aims to get an overview regarding the accessibility of supporting health service facilities for persons with sensory disabilities at Rumah Sakit Umum Daerah Pasar Minggu. The type of research used in this study was descriptive qualitative with the method of observation, document review, and in-depth interviews with patients with sensory disabilities in the eye polyclinic and ENT polyclinic, as well as health workers at RSUD Pasar Minggu. The results showed that physical accessibility at Pasar Minggu Hospital already includes information boards, guiding blocks, hand rails, special information counters, while braille and TV text are in the process of planning to be provided at the hospital. While non-physical accessibility includes training for health workers, socialization of health services, as well as special communication for persons with disabilities which have been carried out quite well and have provided satisfaction for patients with visual and hearing impairments in terms of the quality of health services at RSUD Pasar Minggu.
Read More
S-11373
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive