Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 40460 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Dasim; Pembimbing : Sandi Iljanto; Penguji: Anwar Hasan, Heni Setyowati, Suhartono
T-4000
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eliza Rachmi; Pembimbing: Budi Hidayat; Penguji: Anhari Achadi, Sandi Iljanto, Firman Rachmatullah, Rengsi Uli
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengapa Dana Kapitasi dari BPJS pada Puskesmas Kecamatan PPK-BLUD di Provinsi DKI Jakarta Tahun 2014 belum dimanfaatkan dan tidak optimal dimanfaatkan . Penelitian bersifat deskriptifanalitik dengan menggunakan metode kualitatif. Data penelitian merupakan dataprimer dan sekunder yang dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan telaah dokumen. Model Implementasi kebijakan yang dipakai adalah George C. Edward III. Hal-hal yang mempengaruhi keberhasilan penggunaan dana kapitasi BPJSpada penerapan PPK-BLUD di Puskesmas se-DKI Jakarta adalah penyaluran informasi yang jelas dan konsisiten, ketersediaan staf yang memadai, tingkat pengetahuan terkait kebijakan yang komprehensif, dan adanya SOP atau petunjuk teknisyang diterima oleh pelaksana kebijakan.

This study aims to determine why the capitation fund of BPJS on PPK-BLUDspublic health center in the province of Jakarta 2014 has not been used and are notoptimally utilized. The study is a descriptive analytic using qualitative methods.The research data is a primary and secondary data were collected through in-depthinterviews and document review. The policy implementation model used isGeorge C. Edward III. The things that affect the successful use of capitation fundsBPJS on the application of PPK-BLUDs PHC DKI Jakarta is distribution ofconsistent and obvious information, the availability of adequate staff, level ofknowledge related to a comprehensive policy, and technical SOP or instructionsreceived by the executor policy.
Read More
T-4263
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nanik Jodjana; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Jaslis Ilyas, Achmad Sainudi, Rachmad Priyatmo
Abstrak:

Salah satu kelornpok yang rentan terhadap masalah kesehatan adalah tenaga kerja. Biaya kesehatan pegawai/tenaga kerja untuk pelayanan kesehatan sebesar 19,94% pada tahun 2001 dan 18,72% pada tahun 2002. Komponen obat dalam pelayanan kesehatan mencapai sekitar 35% dari total biaya pelayanan kesehatan. Dari hasil survei pendahuluan yang dilakukan di PT. Jamsostek Karawang diketahui hingga saat ini masih ada beberapa dokter yang tidak menuliskan resep sesuai dengan standar JPK Jamsostek dalam mengohati pasien. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti beban biaya yang ditanggung peserta JPK Jamsostek di RSUD Karawang akibat jenis peresepan obat rawat jalan yang non standar. Jenis penelitian yang digunakan adalah survei untuk mengetahui total biaya yang timbul akibat jenis peresepan obat non standar pada peserta JPK Jamsostek di RSUD Karawang. Data yang digunakan adalah data yang berasal dari resep obat yang ditagihkan apotek kepada PT. Jamsostek cabang Karawang pada bulan Januari sampai dengan Febuari tahun 2007. Jumlah sampel yang diteliti sebanyak 412 lembar resep dengan jumlah items obat sebanyak 1360. Dari hasil penelitian diketahui bahwa rata-rata beban biaya yang ditanggwag pasien adalah sebesar Rp 25.886,425%) dengan rentang Rp 360,- sampai dengan Rp 337.560,- sedangkan rata-rata yang ditanggung Jamsostek adalah sebesar Rp 76.194,475%) dengan kisaran Rp 500,- sampai dengan Rp 816.030,-. Rata-rata beban biaya yang ditanggung JPK Jamsostek clan peserta di bagian poliklinik paru paling besar dibandingkan dengan poliklinik yang lain. Prosentase peresepan obat generik berlogo pada. JPK Jamsostek lebih kecil dibandingkan dengan penulisan obat bermerek dari total resep obat yang ada. Masih ada poliklinik yang peresepan obatnya polifarmasi untuk itu perlu dibuat pedoman pengobatan yang rasional di rumah sakit agar tidak terjadi polifannasi. Selain Ikatan Kerja Sama juga dibutuhkan komitmen dan sanksi yang kuat antara badan penyelenggara clan provider. Masih dibutuhkan penelitian farmakoekonorai lebih lanjut mengenai beban biaya yang ditanggung balk badan penyelenggara JPK Jamsostek maupun peserta path provider yang lain.


One of the groups which were sensitive to health problem is worker. Health expenses of workers for health services equal to 19,94 % in the year 2001 and 18,72 % in the year 2002. Drugs component in health services around 35% from total cost service of health. From pre survey which done in PT. Jamsostek Karawang known until now there are some doctors which do not write down recipe as according to standard of JPK Jamsostek in curing patient. The objective of this research to account the burden of cost beneficiaries Jr% Jamsostek in RSUD Karawang as a consequence of type Prescription of drug which non standard. Type of this research is survey to know arising out total cost effect of type prescription of drug non standard at beneficiaries of JPK Jamsostek in RSUD Karawang. Data was used from drug recipes beneficiaries PT. Jarnsostek branch Karawang in January Until Febuari year 2007. From the result known that the average of burden cost beneficiaries is Rp 25.886,- (25%) with coverage between Rp 360,- to Rp 337.560 and the average of burden cost of Jamsostek is Rp 76.194,475%) with coverage between Rp 500,- to Rp 816.030,- Percentage prescription of generic drugs in JPK Jamsostek still small compared to with writing of drug have brand from totalizing existing drug recipe. Polyclinic has prescription that indicated of polyphannacy. Existence of guidance of rational medication in hospital in order not to happened polypharmacy. It was required strong sanction and commitment between insurer and provider. Still required another pharmacoeconomy research regarding good accounted on charges of JPK Jarnsostek and beneficiaries for other provider to equip result of this research.

Read More
T-2687
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ni Nengah Ayu Padmawati; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Jaslis Ilyas, Deni T. Sugiarto
S-8250
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yus Baimbang Bilabora; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Atik Nurwahyuni, Kurnia Sari, Enny Ekasari
T-3810
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ria Ardiningtyas; Pembimbing: Budi Hidayat; Penguji: Atik Nurwahyuni, Nur Ardianto Utomo, Herta Puspitasari
Abstrak:
Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan program asuransi kesehatan sosial wajib yang bertujuan mencapai cakupan kesehatan semesta di Indonesia. Meskipun seluruh pekerja formal wajib menjadi peserta JKN, banyak perusahaan tetap menyediakan asuransi kesehatan kumpulan komersial (private health insurance/PHI) bagi karyawannya. Fenomena ini menunjukkan adanya koeksistensi antara sistem jaminan kesehatan sosial dan asuransi kesehatan komersial yang memerlukan pemahaman lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keputusan pemberi kerja untuk tetap menyediakan PHI di tengah kewajiban kepesertaan JKN serta memahami hubungan antara kedua sistem tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan mixed-method dengan dominasi kualitatif. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan informan dari kelompok pemberi kerja, perusahaan asuransi, dan pialang asuransi. Data sekunder diperoleh melalui analisis dokumen regulasi JKN serta data polis dan klaim asuransi kesehatan kumpulan. Analisis data primer dilakukan menggunakan analisis tematik, sedangkan data sekunder dianalisis secara deskriptif dan komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan pemberi kerja untuk menyediakan PHI dipengaruhi oleh tiga kelompok faktor utama, yaitu faktor institusional, karakteristik produk asuransi, serta faktor strategi dan tujuan perusahaan. Faktor institusional meliputi tekanan regulatif, ekspektasi karyawan, dan praktik industri. Faktor karakteristik produk mencakup perbedaan cakupan manfaat, akses layanan, kualitas dan kenyamanan pelayanan, administrasi, serta fleksibilitas manfaat antara JKN dan PHI. Faktor strategi perusahaan berkaitan dengan upaya meningkatkan produktivitas, menarik dan mempertahankan talenta, serta memperkuat employee value proposition. Temuan penelitian menunjukkan bahwa PHI dipersepsikan sebagai pelengkap JKN yang memberikan nilai tambah melalui peningkatan akses, fleksibilitas, dan pengalaman layanan kesehatan. Mekanisme Koordinasi Antar Penyelenggara Jaminan (KAPJ) berpotensi memperkuat hubungan komplementer antara JKN dan PHI melalui koordinasi pembiayaan yang lebih terintegrasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penyediaan PHI oleh pemberi kerja tidak semata-mata merupakan respons terhadap keterbatasan JKN, tetapi juga merupakan bagian dari strategi organisasi dalam pengelolaan sumber daya manusia dan penciptaan nilai bagi karyawan.

Indonesia’s National Health Insurance (Jaminan Kesehatan Nasional/JKN) is a mandatory social health insurance program designed to achieve universal health coverage. Despite mandatory JKN enrollment for all formal-sector employees, many employers continue to provide private group health insurance (PHI) as an additional employee benefit. This phenomenon reflects the coexistence of social health insurance and private health insurance and warrants further investigation. This study aims to analyze the factors influencing employers’ decisions to maintain PHI alongside JKN and to understand the relationship between the two schemes. This study employed a mixed-method approach with qualitative dominance. Primary data were collected through in-depth interviews with representatives of employers, insurance companies, and insurance brokers. Secondary data were obtained from the analysis of JKN-related regulations, group health insurance policy documents, and claims data. Primary data were analyzed using thematic analysis, while secondary data were analyzed using descriptive and comparative approaches. The findings indicate that employers’ decisions to provide PHI are influenced by three major groups of factors: institutional factors, insurance product characteristics, and corporate strategic objectives. Institutional factors include regulatory pressure, employee expectations, and industry practices. Insurance product characteristics encompass differences in benefit coverage, access to services, service quality and convenience, administrative processes, and benefit flexibility between JKN and PHI. Corporate strategic factors relate to improving productivity, attracting and retaining talent, and strengthening the employee value proposition. The study found that PHI is perceived as complementary to JKN by providing additional value through enhanced access, flexibility, and healthcare service experience. Furthermore, the Coordination of Benefits (CoB) mechanism has the potential to strengthen the complementary relationship between JKN and PHI through more integrated healthcare financing arrangements. This study concludes that employers’ provision of PHI is not merely a response to perceived limitations of JKN but also forms part of a broader organizational strategy for human capital management and employee value creation.
Read More
T-7709
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ayu Kusumawardhani; Pembimbing: Budi Hidayat; Penguji: Pujiyanto, Heru Susmono
Abstrak: Skripsi ini membahas mengenai persepsi badan usaha Eks Jamsostek Domisili Jakarta Timur terhadap implementasi program BPJS Kesehatan pada Januari sampai dengan Juni 2014. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode kuantitatif yang dikombinasikan dengan metode kualitatif. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menyarankan bahwa BPJS Kesehatan untuk memperbanyak sumber daya manusia agar dapat melakukan pekerjaan dengan efektif, efisien dan optimal; menyediakan penanggung jawab untuk masing-masing Badan Usaha; memperbaiki sistem administrasi; mengoptimalkan call center; dan meningkatkan sistem update data peserta secara responsif.
Kata kunci: BPJS Kesehatan, Persepsi, Badan Usaha

The focus of this study is the perception analysis of Ex Jamsostek Business Entity domicile East Jakarta about the implementation of BPJS Kesehatan program in January to June 2014. This study uses quantitative methods approach combined with qualitative methods. The analysis used univariate and bivariate analysis. The results of the study suggest that BPJS Kesehatan to augment human resources in order to do the job effectively, efficiently and optimally; provide Person In Charge for each Enterprises; improve the administration system; optimizing call center; and improve system responsiveness data update participants.
Key Words: BPJS Kesehatan, Perception, Business Entity
Read More
S-8555
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nufus Dwi Talitha; Pembimbing: Wiku Adisasmito; Penguji: Pujiyanto, Gini Permana Sulastini
S-8680
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Teguh Setiawan; Pembimbing: Budi Hidayat; Penguji: Pujiyanto, RetnoLuckyatiningsih
Abstrak:

ABSTRAK Tingginya jumlah angkatan kerja dan jumlah penduduk yang bekerja di Indonesia tidak diikuti dengan tingginya angka pekerja yang dilindungi dalam program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) Jamsostek. Data menunjukkan bahwa jumlah pekerja yang dilindungi dalam program JPK baru sebanyak 3.061.098 (Jamsostek, 2012) masih jauh bila dibandingkan dengan jumlah penduduk yang bekerja yaitu sekitar 109 juta orang (2,97%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berbagai faktor terkait dan dominan yang mempengaruhi seorang manajemen perusahaan dalam mengambil keputusan untuk mengikutsertakan pekerjanya pada program Jaminan Pemeliharaan kesehatan (JPK) PT Jamsostek (Persero) di Wilayah III Cirebon. Penelitian dilakukan dengan rancangan cross sectional dan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh seluruh manajemen yang perusahaannya terdaftar sebagai peserta aktif dalam program JPK. Dimana untuk satu perusahaan diwakili oleh satu orang manajemen perusahaan yang telah ditunjuk sebagai responden dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil analisis multivariat regresi logistik ganda metode stepwise diperoleh informasi bahwa faktor keyakinan terhadap program JPK merupakan faktor yang paling dominan berpengaruh terhadap keputusan manajemen untuk mengikutsertakan pekerja dalam program JPK (p-value= 0,026). Dalam hal ini, responden (manajemen) yang memiliki keyakinan tinggi terhadap program JPK memiliki kemungkinan untuk mengikutsertakan pekerja dalam program JPK 15 kali dibandingkan responden (manajemen) yang memiliki keyakinan rendah terhadap program JPK. Olehkarenanya, Manajemen PT Jamsostek (Persero) beserta jajarannya harus dapat terus meningkatkan kualitas dan kecepatan layanan kepada peserta, dengan tujuan agar kepercayaan peserta terhadap penyelenggara program Jamsostek dapat terus meningkat dan terjaga. Pengembangan/perluasan manfaat program Jamsostek khususnya JPK juga diperlukan agar layanan program JPK dapat lebih dirasakan manfaatnya oleh peserta.


 ABSTRACT The high number of labor force and the number of people who work in Indonesia is not followed by a high number of workers covered under the Health Insurance program (JPK) of Social Security. Data shows that the number of workers covered under the program JPK as much as 3.061.098 (Social Security, 2012) is far when compared to the working population of about 109 million people (2,97%). This study aims to determine the various factors that affect the relevant and dominant a company management in decision making to include workers in health insurance program (JPK) of Social Security PT (Persero) in Region III Cirebon. The study was conducted with a cross-sectional design an quantitative approaches. The study population was all over the entire management of the company are listed as active particiants in the program JPK. Where one company to be represented by one management company that has been designated as the respondents in this study. Based on the results of multiple logistic regression multivariate analysis stepwise methode was obtained that the confidence factor of the JPK is the most dominant factor of influence on management decisions to include workers in the JPK (p-value=0.026). In this case, the respondent (management) that have a low confidence on JPK. Therefore, Management of Social Security PT (Persero) and its staff should be able to continue to improve the quality and speed of services to participants, including extending the benefits of the Social Security program services, with the aim that the participants trust the organizers of the Social Security program may continue to rise and awake. Development/expansion of the Social Security program (JPK) specifically benefits also needed for service JPK program can be felt by the participants.

Read More
T-3778
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Asri Hikmatuz Zahroh; Pembimbing: Budi Hidayat; Penguji: Pujiyanto, Mardiati Nadjib, Baequni, Taufik Hidayat
T-5698
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive