Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 36 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Wahyudin; Pembimbing: Thabrany, Hasbullah
M-459
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
D3 - Laporan Magang   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wahyudin Syahrawi; Pembimbing: Mieke Savitri
S-3896
Depok : FKM UI, 2004
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Affan Yanuar Wahyudin; Pembimbing: Soekidjo Notoatmodjo
M-2016
Depok : FKM UI, 2005
D3 - Laporan Magang   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dadan Wahyudin; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Dadan Erwandi, Ahmad Rosikhon
S-5133
Depok : FKM UI, 2007
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dwi Sora Yullyana; Pembimbing: Mondastri Korib Sudaryo; Penguji: Dadan Erwandi, Hendra, Ade Kurdiman, Wahyudin
Abstrak: Indonesia merupakan negara dengan jumlah kasus tuberkulosis terbanyak urutan ke-2 di dunia. Selama beberapa dekade terakhir, tuberkulosis juga muncul pada populasi anak. Tahun 2017, proporsi kasus tuberkulosis anak masih mengalami peningkatan menjadi 5.86 per 100.000 penduduk pada umur 0-4 tahun dan 5.89 per 100.000 penduduk pada usia 5-14 Tahun. Studi ini bertujuan untuk mengetahui distribusi tuberkulosis anak di Kota Administrasi Jakarta Timur. Penelitian ini menggunakan desain kasus kontrol. Populasi adalah semua kasus tuberkulosis anak yang ditemukan di pelayanan kesehatan Kota Administrasi Jakarta Timur tahun 2017. Kelompok kasus adalah seluruh anak berumur 0-14 tahun yang sudah didiagnosis tuberkulosis positif berdasarkan sistem skoring tuberkulosis paru anak dan tercatat dalam register di Puskesmas wilayah Jakarta Timur. Kelompok kontrol adalah anak 0-14 tahun yang tinggal di wilayah Jakarta Timur dan tidak terdiagnosis tuberkulosis paru.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi kurang gizi kelompok kasus sebesar 29.17% lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol. Hasil analisis T-test menjelaskan bahwa anak dengan gizi buruk memiliki risiko TB paru dibandingkan dengan anak dengan status gizi normal (OR 3.54; 95% CI 1.56-8.04; p 0,002). Hasil analisis regresi logistik menjelaskan bahwa anak dengan malnutrisi berisiko tuberkulosis paru 3.37 dibandingkan dengan anak dengan status gizi normal setelah dikontrol oleh variabel kondisi atap, pencahayaan, riwayat imunisasi dasar, dan riwayat kontak kasus tuberculosis (95% CI 1.10-10.25; p 0.034). Kegiatan preventif dan promotif merupakan upaya dalam pencegahan dan pengendalian tuberkulosis paru khususnya pada anak. Upaya preventif dapat dilakukan melalui Gerakan Temukan Tuberkulosis Obati Sampai Sembuh (TOSS TB). Untuk memperkuat Gerakan TOSS TB, Pemerintah bersama masyarakat dapat melakukan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS).
Read More
T-5761
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hendrick Warman; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Dadan Erwandi, Hendra, Wahyudin Lihawa, Nasruli
Abstrak:
Pelatihan yang disediakan oleh perusahaan kepada pekerja merupakan salah satu program keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang paling banyak digunakan oleh perusahaan untuk intervensi. Pelatihan berguna untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan perilaku pekerja dalam menghadapi bahaya-bahaya yang ada di tempat kerja. Penelitian ini mengunakan metode analisis deskriptif yang berfokus pada evaluasi efektivitas pelatihan HSE Mandatory yang telah dilaksanakan. Pengukuran dilakukan menggunakan model evaluasi empat langkah dari Kirkpatrick (1970) melalui penilaian reaksi, pembelajaran, perilaku, dan hasil. Hasil ponelitian menunjukkan bahwa program pembelajaran yang telah dilaksanakan efektif. Namun, masih terdapat beberapa hal yang dapat ditingkatkan sehingga kualitas pembelajaran lebih baik lagi dan mampu memberikan kontribusi sebagai leading indicator kinerja K3.

The training program prepared by the company for workers is one of the occupational safety and health (OSH) programs most widely used by companies for intervention. Training is useful for increasing the knowledge, skills and behavior of workers in dealing with hazards that exist in the workplace. This research uses descriptive analysis method that focuses on evaluating the effectiveness of the HSE Mandatory training that has been carried out. Measurements were made using a four-step evaluation model from Kirkpatrick (1970) through the assessment of reactions, learning, behavior, and results. The results of the study indicate that the learning program that has been implemented is effective. However, there are still some things that can be improved so that the quality of learning is better and able to contribute as a leading indicator of (OSH) performance.

Read More
T-5851
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Auliah Rahmi; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Dadan Erwandi, Hendra, Wahyudin Lihawa, Emanuel Eko Haryanto
Abstrak:
Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja adalah suatu sistem yang digunakan untuk mengelola Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Tujuan penerapan SMK3 adalah untuk menciptakan lingkungan kerja yang bebas dari celaka ataupun penyakit akibat kerja. Namun seiring dengan perkembangan SMK3 tidak diiringi dengan peningkatan performa K3 ini terlihat dari beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan performa K3 antara perusahaan tersertifikasi dan tidak tersertifikasi SMK3. Banyak faktor-faktor yang mempengrauhi keefektifan pelaksanaan SMK3. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi keefektifan pelaksanaan SMK3 melalui systematical Literatur Review. Penelitian dilakukan dengan 4 portal pencarian yaitu Scopus, Proquest, Science Direct dan Sage. artikel adalah artikel yang dipublikasikan antara tahun 2010-2020. Dari hasil pencarian literatur terdapat 40 artikel yang memenuhi kriteria. Hasil penelitian menunjukkan terdapat faktor internal dan faktor eksternal yang mempengaruhi keefektifan pelaksanaan SMK3. Faktor internal yang mempengaruhi keefektifan pelaksanaan SMK3 adalah komitmen manajemen, kepemimpinan dan kebijakan K3, partisipasi pekerja, budaya K3, moral pekerja, sumber daya cukup, performa finansial, alokasi biaya K3, company size, insentif internal,, perilaku aman pekerja, komunikasi dan konsultasi K3, aturan dan prosedur K3, promosi K3, integrasi, perbaikan berkelanjutan, proses identifikasi bahaya dan pengurangan risiko, pengembangan dan pengimplementasian strategi pengendalian risiko K3 Dan Faktor eksternal adalah penegakan peraturan perundangan-undangan K3, dukungan dan otoritas K3, sertifikasi audit eksternal, insentif eksternal, tekanan dari pelanggan, kompetisi pasar, citra perusahaan, tren internasional

Occupational Safety and Health Management System is a system used to manage Occupational Safety and Health. The purpose of implementing OHSMS is to create a work environment that is free from harm or illness due to work. However, along with the development of OHS, it is not accompanied by an increase in OHS performance. It can be seen from several studies that show that there is no difference in OHS performance between certified and non-OHS certified companies. Many factors affect the effectiveness of OHSMS implementation. The purpose of this study is to investigate factors influence the effectiveness of the implementation of OHSMS through a systematical Literature Review. The study was conducted with 4 search portals namely Scopus, Proquest, Science Direct and Sage. Articles published between 2010-2020. From the literature search results there are 40 articles that meet the criteria. Research results indicate that there are internal and external factors that affect the effectiveness of the implementation of OHSMS. . Internal factors that influence the effectiveness of OHSMS implementation are management commitment, OHS leadership and policies, employee participation, OHS culture, employee morale, sufficient resources, financial performance, OHS cost allocation, company size, internal incentives, worker safety behavior, communication and consultation OHS, OHS rules and procedures, OHS promotion, integration, continuous improvement, the process of identifying hazards and risk reduction, developing and implementing OHS risk control strategiesAnd external factors are enforcement of OSH regulations, OSH support and authority, external audit certification, external incentives, pressure from customers, market competition, company image, international trends

Read More
T-5888
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mohamad Rojakoh; Pembimbing: Hendra; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Dadan Erwandi, Amiruddin M. Parenreng, Wahyudin
Abstrak:
Kebakaran kapal masih menjadi penyumbang kecelakaan yang cukup signifikan di Judul Tesis Indonesia dan di luar negeri. Kegagalan dalam memberikan respon keadaan darurat kebakaran dapat menimbulkan kerugian yang besar seperti kerusakan property, pencemaran lingkungan, rusaknya reputasi bahkan kehilangan nyawa. Diperlukan usaha secara berkelanjutan untuk memastikan kesiapan awak kapal, program-program, sarana dan prasarana serta manajemen dapat merespon keadaan darurat kebakaran dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tentang kesiapsiagaan keadaan darurat kebakaran dikapal tunda berdasarkan regulasi SOLAS CHAPTER II-2 dan regulasi pendukungnya seperti ISM Code Chapter 8, SOLAS Chapter ( III, IV dan V ) di perusahaan PT. ABC pada tahun 2020. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif analitik dengan cara melakukan analisa data sekunder yang ada di PT. ABC terhadap regulasi SOLAS dan ISM Code, selanjutnya adalah memberikan rekomendasi dari hasil analisa tersebut. Hasil penelitian menunjukan nilai poesentase untuk program-program tanggap darurat terutama diprogram identifikasi bahaya kebakaran adalah 50% tingkat pemenuhanya terhadap standar, untuk sarana dan prasarana

Ship fires are still a significant contributor to accidents in Indonesia and abroad. Failure to respond to a fire emergency can cause great losses such as damage to property, pollution of the environment, damage to reputation and even loss of life. Continued efforts are needed to ensure the readiness of the crew, programs, facilities and infrastructure as well as management can respond to fire emergencies properly. This study aims to explain the preparedness of a fire emergency on a delay ship based on SOLAS CHAPTER II-2 regulations and supporting regulations such as ISM Code Chapter 8, SOLAS Chapter (III, IV and V) in the company PT. ABC in 2020. This research is a descriptive analytic study by analyzing secondary data at PT. ABC on the regulation of SOLAS and ISM Code, next is to provide recommendations from the results of the analysis. The results showed the percentage value for emergency response programs, especially programmed fire hazard identification is 50% level of compliance with the standard, for facilities and infrastructure are: 1. Compliance with LSA (Life Saving Appliances) in general from 6 categories already fulfilled, there are categories that fulfill 67%, 2. Compliance with Fire Protection and Fire Fighting Equipment from 11 categories in general has fulfilled there are several categories whose fulfillment is below 100%, Air-recharging system for SCBAs (0%), Self-contained breathing apparatuses (SCBAs) (80%), Fixed fire-detection and alarm systems (60%), Wheeled (mobile) fire extinguishers (71%)  xi  3. Fulfillment of Fixed firefighting systems in general have met, of the 7 categories there are parts that are still below 100%, 4. Fulfillment of radio and navigational equipment there are parts below 100%. In general, the overall level of preparedness for tugboat emergency response at PT. ABC of SOLAS and ISM is in the range of 50-100%, the component that needs attention from management is the availability of tools to conduct inspections, testing and maintenance in accordance with the standards, so that compliance can be maintained and improved continuously.

Read More
T-5955
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tyagita Meyril Rahmadhani; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Mila TejamayaLaksita Ri Hastiti, Irma Primadiati Afifka, Wahyudin Lihawa
Abstrak: Pelaporan Observasi Keselamatan (POK) diterapkan di industri minyak dan gas di PT.X, Provinsi Riau untuk mencoba mengurangi angka kejadian kecelakaan kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pelaporan observasi keselamatan kerja sebagai alat yang digunakan untuk mengurangi angka kecelakaan. POK ini merupakan hasil modifikasi dari STOP Cardnya DuPont. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif yang berfokus pada kajian pelaporan observasi keselamatan kerja. Angka kejadian kecelakaan juga dikumpulkan untuk dibandingkan dengan jumlah pelaporan observasi keselamatan. Kuesioner sebanyak 15 pertanyaan juga diberikan kepada 50 pekerja untuk melihat persepsi pekerja terhadap POK yang diterapkan. Scatterplots digunakan untuk menetapkan korelasi antara penerbitan pelaporan dan kejadian kecelakaan kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaporan observasi keselamatan berkaitan dengan penurunan kejadian kecelakaan. Pelaporan observasi keselamatan secara positif memengaruhi pola pikir pekerja terhadap praktek kerja aman. Namun, perlu diperhatikan oleh managemen perusahaan terkait penyelesaian status temuan (finding) pelaporan observasi keselamatan yang statusnya masih tertunda penyelesaiannya
Safety Observation Reporting (POK) is implemented in the oil and gas industry at PT X, Riau Province to try to reduce the number of work accidents. The purpose of this study is to examine the safety observation reporting as a tool used to reduce the number of accidents. This POK is a modified version of the DuPont STOP Card. This study uses a descriptive analysis method that focuses on the study of safety observation reporting. Accident figures were also collected to compare with the number of safety observation reporting. A questionnaire of 15 questions was also given to 50 workers to observe workers' perceptions of the applied POK. Scatterplots are used to establish the correlation between issuance reporting and occupational accident incidents. The results showed that the safety observation reporting was associated with a reduction in the occurrence of accidents. Safety observation reporting positively influences the mindset of workers towards implemented safe work practices. However, company management needs to pay attention to the completion of finding progress status of safety observation reporting whose completion status is still pending
Read More
T-6067
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wahyudin; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Mila Tejamaya, Istiati Suraningsih, Dudi Herna Gunandi
Abstrak: Diabetes merupakan penyakit tidak menular ke 4 penyebab kematian di Indonesia,prevalensinya 6,9%, terjadi pada usia ≥ 15 tahun (Kemenkes, 2014), hampir 90% adalahDiabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) disebabkan oleh gaya hidup tidak sehat. Karyawan PT.X menderita DMT2 dengan prevalensi 6,5%. Tujuan penelitian ini menganalisis polamakan dan aktivitas fisik penderita DMT 2, dengan metode penelitian kualitatif analisisdeskriptif pada 12 responden. Pola makan diukur menggunakan kuesioner FoodFrequency Quesionnair (FFQ) dan aktivitas fisik dengan International Physical ActivityQuesionnair (IPAQ), serta dilakukan observasi dan wawancara mendalam. Hasilpenelitian menunujukkan bahwa, karakteristik dari 12 orang responden berumur ≥ 40tahun (75%), laki-laki (91,7%), dan responden yang memiliki riwayat keluarga DM(58,3%). Pola makan respnden tidak teratur, konsumsi karbohidrat berlebih atau tinggiIndeks Glikemiknya (IG), aktivitas responden kategori ringan dan jarang berolahraga.Rata-rata Metabolic Equivalent (MET) responden secara total dari aktivitas kerja,aktivitas transportasi, kegiatan di rumah dan berkebun, olahraga yaitu di bawah 600MET-menit/minggu, responden beralasan tidak ada waktu dan malas berolahraga.Disarankan program promosi kesehatan tentang makanan sehat atau rendah IG untukkaryawan dan istrinya, bila memungkinan perusahaan menyediakan makanan sehat bagikaryawan, promosi pentingnya olahraga dan membuat program olahraga untukmengimbangi aktivitas kerja yang ringan.Kata Kunci: Aktivitas Fisik, Diabetes Melitus Tipe 2, Kesehatan Kerja, Pola Makan
Diabetes is a non-infectious disease to 4 causes of death in Indonesia, prevalence of 6.9%,occurs at ≥ 15 years old (Kemenkes, 2014), Nearly 90% are Type 2 Diabetes Mellitus(T2DM) caused by unhealthy lifestyles. PT.X employees suffer from T2DM with aprevalence of 6.5%. The purpose of this study to analyze patterns of eating and physicalactivity of the patient DMT 2, with qualitative research methods of descriptive analysison 12 respondents. The diet was measured by Food Frequency Quesionnair questionnaireand physical activity with International Physical Activity Quesionnair, and observationand in-depth interviews were conducted. The results showed that the characteristics of 12respondents were ≥ 40 years old (75%), male (91.7%), and respondents who had a familyhistory of DM (58.3%). Irregular eating patterns, excessive carbohydrate consumption orhigh Glycemic Index (GI). The activity of respondents in the category of mild and rarelyexercise. Mean Total Metabolic Equivalent (MET) respondents from total work activities,transportation, domestic, exercise is below 600 MET-minutes/week, Respondentsreasoned no time and lazy to exercise. Suggested health promotion programs on healthyor low GI foods for employees and their wives, if possible company provides healthyfoods and create sports programs.Keywords: Dietary Petterns, Occupational Health, Physical Activity, Type 2 DiabetesMellitus.
Read More
T-5217
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive