Ditemukan 936 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Alma Lucyati; Pembimbing: Adang Bachtiar
T-630
Depok : FKM UI, 1998
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Mieke Savitri; Pembimbing: Adik Wibowo
T-472
Depok : FKM UI, 1996
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ikhsan; Pembimbing: Asri C. Adisasmita
S-849
Depok : FKM UI, 1995
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Agus Setiabudi; Pembimbing: Akmal Hadi
S-1719
Depok : FKM UI, 2000
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Kristin Ningrum Alaina; Pembimbing: Asri C. Adisasmita; Penguji: Yovsyah, Bangun
S-5781
Depok : FKM UI, 2009
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Eka Rosmalasari; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Besral, Dien Anshari, Adhi Darmawan Tato, Tiur Dina Waty
Abstrak:
Peningkatan perilaku masyarakat dalam menggunakan obat dilakukan melalui komunikasi, informasi dan edukasi sehingga masyarakat dapat memilih produk obat yang aman, berkhasiat, dan bermutu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku masyarakat dalam menggunakan obat dengan menggunakan analisis data survei indeks kesadaran masyarakat dalam memilih obat dan makanan tahun 2016 dengan metode cross sectional dan regresi logistik ganda. Hasil analisis menunjukkan faktor sumber informasi merupakan faktor yang paling dominan berhubungan terhadap perilaku masyarakat dalam menggunakan obat (OR = 4). Hal ini berarti, sumber informasi yang besar berpeluang meningkatkan perilaku masyarakat dalam menggunakan obat sebesar 4 kali dibandingkan dengan sumber informasi yang terbatas. Untuk itu diperlukan peningkatan upaya promosi kesehatan yang sebesar-besarnya terkait dengan penggunaan obat.
Kata kunci: obat, perilaku, sumber informasi, pengetahuan, sikap
Community behavior in medicine use could be improved by organizing communication, information, and education so that people can choose safe, efficacy, and quality medicine products. This study aims to analyze factors related to community behavior in medicine use by using data analysis of public awareness index survey in choosing drug and food in 2016 with cross sectional method and multiple logistic regression. The result shows that the information source factor is the most dominant factor related to the community behavior in medicine use (OR = 4). A large amounts of information sources potentially increase community behavior in medicine use 4 times compared to limited information sources. Therefore, the health promotion effort related to the medicine use is necessary needed.
Keywords: medicine, behavior, information exposure, knowledge, attitude
Read More
Kata kunci: obat, perilaku, sumber informasi, pengetahuan, sikap
Community behavior in medicine use could be improved by organizing communication, information, and education so that people can choose safe, efficacy, and quality medicine products. This study aims to analyze factors related to community behavior in medicine use by using data analysis of public awareness index survey in choosing drug and food in 2016 with cross sectional method and multiple logistic regression. The result shows that the information source factor is the most dominant factor related to the community behavior in medicine use (OR = 4). A large amounts of information sources potentially increase community behavior in medicine use 4 times compared to limited information sources. Therefore, the health promotion effort related to the medicine use is necessary needed.
Keywords: medicine, behavior, information exposure, knowledge, attitude
T-5508
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ema Suryani; Pembimbing: Zakianis; Ririn Arminsih; Penguji: Ema Hermawati, Satria Pratama, Fachrudin Ali Achmad
Abstrak:
Ventilator mekanik merupakan salah satu aspek yang penting dan banyak digunakan bagi perawatan pasien kritis di Intensif Care Unit (ICU). Lama pemakaian ventilator mekanik merupakan salah satu faktor penting penyebab VAP. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lama pemakaian ventilator mekanik dengan kejadian Ventilator Associated Pneumonia (VAP) di ICU RSUD Tarakan Jakarta tahun 2014 2017 Jenis peneltian analitik, desain penelitian studi potong lintang (cross sectional). Metode pengambilan sampel adalah consecutive sampling dengan cara observasi catatan medik pasien yang memakai ventilator mekanik minimal 48 jam dan dirawat minimal 3 hari di ruang ICU RSUD Tarakan Jakarta Tahun 2014 2017 dan sampel berjumlah 106 sampel. Data dianalisis dengan uji chi square, t-test independent, dan regresi logistik. Prevalensi Kejadian Ventilator Associated Pneumonia (VAP) sebesar 17,9%. Lama pemakaian ventilator mekanik dan lama perawatan secara statistik menunjukkan berhubungan yang bermakna dengan kejadian VAP. Sedangkan variabel umur, penyakit yang mendasari, posisi tidur, pembedahan dan pemberian antibiotik secara statistik tidak menunjukkan hubungan yang bermakna terhadap kejadian Ventilator Associated Pneumonia (VAP). Hasil analisis multivariat diperoleh bahwa variabel lama pemakaian ventilator mekanik merupakan variabel yang paling dominan berhubungan dengan kejadian VAP, dengan OR=5,265 (95% CI: 1,084-25,548)
Mechanical ventilator is one of the important aspects and frequently used for treatment of critical patients in the Intensive Care Unit (ICU). The duration for using mechanical ventilator is important factors caused VAP. This research aimed to find the correlation between duration of mechanical ventilator use and Ventilator Associated Pneumonia (VAP) case in ICU RSUD Tarakan Hospital Jakarta 2014 2017. This was an analitic research with observational study (cross-sectional design). Sampling method used consecutive sampling by observed medical records of patients who used mechanical ventilator at least 48 hours and treated at least 3 days in ICU RSUD Tarakan Hospital Jakarta January 2014 December 2017, as many as 106 sampels. Data was analyzed by chi-square, t-test independent, and logistic regression. Prevalention of Ventilator Associated Pneumonia (VAP) was about 17,9%. Duration of mechanical ventilator use and duration of treatment had significant correlation to VAP. While age, basic disease, sleep position, surgery and antibiotic treatment insignificant to VAP. Multivariate analysis showed that duration of mechanical ventilators use variable was the most dominant variable related to VAP OR=5,265 (95% CI: 1,084-25,548)
Read More
Mechanical ventilator is one of the important aspects and frequently used for treatment of critical patients in the Intensive Care Unit (ICU). The duration for using mechanical ventilator is important factors caused VAP. This research aimed to find the correlation between duration of mechanical ventilator use and Ventilator Associated Pneumonia (VAP) case in ICU RSUD Tarakan Hospital Jakarta 2014 2017. This was an analitic research with observational study (cross-sectional design). Sampling method used consecutive sampling by observed medical records of patients who used mechanical ventilator at least 48 hours and treated at least 3 days in ICU RSUD Tarakan Hospital Jakarta January 2014 December 2017, as many as 106 sampels. Data was analyzed by chi-square, t-test independent, and logistic regression. Prevalention of Ventilator Associated Pneumonia (VAP) was about 17,9%. Duration of mechanical ventilator use and duration of treatment had significant correlation to VAP. While age, basic disease, sleep position, surgery and antibiotic treatment insignificant to VAP. Multivariate analysis showed that duration of mechanical ventilators use variable was the most dominant variable related to VAP OR=5,265 (95% CI: 1,084-25,548)
T-5509
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Leni Kuswandari; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Anhari Achadi, Pujiyanto, Ita Astit Karmawati, Jusuf Kristianto
Abstrak:
Area Reformasi Birokrasi gelombang II diantaranya reformasi di bidang peraturan perundangan dan sumber daya manusia aparatur. Terbitnya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) menginisiasi program peningkatan kompetensi ASN sebagai salah satu syarat pengembangan karir (sistem merit). UU 5/2014 mengamanatkan pengembangan kompetensi sebagai hak tiap ASN yang berimplikasi kepada kewajiban tiap instansi pemerintah untuk menyelenggarakan pengembangan kompetensi mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Dosen di lingkungan Poltekkes Kemenkes adalah bagian ASN yang berperan penting dalam mewujudkan lulusan poltekkes yang kompeten dan sesuai kebutuhan. Fakta di lapangan masih dijumpai permasalahan terkait kualifikasi dan kompetensi dosen di lingkungan Poltekkes Kemenkes. Terbitnya UU 5/2014 ini hendaknya menjadi momentum bagi Poltekkes Kemenkes dalam menyelenggarakan pengembangan kompetensi dosen dalam rangka peningkatan mutu layanan pendidikan secara keseluruhan. Untuk itu menarik ditelaah bagaimana penyelenggaraan pengembangan kompetensi ASN Jabfung Dosen di lingkungan Poltekkes Kemenkes dalam kerangka kajian UU 5/2014. Lokus penelitian adalah Prodi D3 Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Jakarta I. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa in-depth interview, foccus group discussion, telaah terhadap dokumen dan studi literatur. Hasil penelitian didapatkan bahwa pengembangan kompetensi dosen di Prodi D3 Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Jakarta 1 belum sepenuhnya direncanakan dengan baik. Belum ada proses analisis kebutuhan pengembangan kompetensi dosen mengakibatkan pelaksanaan pengembangan kompetensi bersifat pasif dan kurang terarah. Evaluasi pada tahap penilaian peningkatan kompetensi dan peningkatan kinerja dosen belum dilakukan, hanya pencatatan dan pelaporan. Rekomendasi: penguatan dukungan sumber daya yaitu SDM, instrument kebijakan, sarana prasarana, dan anggaran; penguatan koordinasi UP3K, manajemen kepegawaian dan unit terkait dalam analisis kebutuhan pengembangan kompetensi; pengembangan system informasi yang terintegrasi untuk memperkuat dokumentasi dan sistem pemutakhiran data; dan konsistensi pelaksanaan tiap tahapan pengembangan kompetensi dosen (perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi
Read More
T-5510
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Yudi Iskandar; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto; Penguji: Budi Hartono, Umar Fahmi Achmadi, Sonny Priajaya Warouw, Inswiasri
Abstrak:
Penyakit infeksi seperti diare dapat menyebar melalui transmisi oral fecal. Menurut WHO, lebih dari 1,4 juta anak di bawah usia lima tahun di seluruh dunia meninggal akibat penyakit diare dapat dicegah dan diperkirakan bahwa 88% dari kasus-kasus ini terkait dengan air yang tidak aman atau sanitasi yang buruk. Di wilayah Asia Tenggara, hampir 48% atau diperkirakan 3.070.000 kematian setiap tahun yang dikaitkan dengan infeksi saluran pernapasan akut dan penyakit diare dengan beban tertinggi penyakit diare di lima negara: Bangladesh, India, Indonesia, Myanmar, dan Nepal dimana penyakit ini menyebabkan 60.000 kematian setiap tahunnya. Tujuan dalam penelitian ini untuk menganalisis pengaruh faktor-faktor sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) terhadap kejadian diare pada balita di Kabupaten Tebo Provinsi Jambi Indonesia tahun 2017. Dalam penelitian ini menggunakan analisis cross sectional. Data variabel mengenai sarana pembuangan tinja, jarak sumber air dengan tangki septik, kebiasaan membuang tinja balita, cuci tangan pakai sabun, sumber air minum, pengelolaan air minum, penyimpanan air minum, pengelolaan sampah rumah tangga, pengelolaan limbah cair rumah tangga dan pendidikan ibu dikumpulkan dengan wawancara dan observasi serta dikategorikan dan disaring dengan chi square. Hasil dalam penelitian ini didapat enam variabel dengan nilai p < 0,25 yang masuk kedalam analisis regresi logistik yang menghasilkan 2 variabel yang signifikan dengan nilai p < 0,05 (kebiasaan ibu membuang tinja anak balitanya dan cuci tangan pakai sabun). Uji regresi logistik didapatkan kebiasaan membuang tinja anak (OR) 1,59 dan cuci tangan pakai sabun (OR) 1,48. Studi ini memyimpulkan bahwa kebiasaan ibu membuang tinja anak balitanya secara sembarangan dan aktivitas cuci tangan pakai sabun yang tidak memenuhi syarat mempunyai pengaruh terhadap terjadinya diare
Read More
T-5525
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Widyana Siregar; Pembimbing: Ema Hermawati; Penguji: Budi Haryanto, Laila Fitria, Agus Sudarman, Nadramarlina
Abstrak:
Kasus diare di Muara Angke masih cukup tinggi terutama di wilayah pemukiman sekitar lokasi Pengolahan Hasil Perikanan Tradisional (PHPT) karena kondisi sanitasi lingkungan yang masih tergolong kurang memadai serta perilaku higiene masyarakat yang tidak baik. Kasus diare pada kelompok umur balita lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok umur lainnya karena balita memiliki daya tahan yang lebih lemah. Air minum yang terkontaminasi dapat menjadi media penularan penyakit diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kontaminasi Escherichia coli pada air minum dengan kejadian diare pada balita di pemukiman sekitar lokasi Pengolahan Hasil Perikanan Tradisional (PHPT) Muara Angke Kelurahan Pluit Kota Jakarta Utara Tahun 2019. Desain penelitian ini adalah crossectional dengan jumlah sampel 95 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kontaminasi Escherichia coli dalam air minum (4,67; 1,96-11,09), faktor balita [status imunisasi (5,69; 2,24-14,44)], faktor ibu [tingkat pendidikan (2,98; 1,22-7,31), tingkat pengetahuan (8,38; 2,98-23,59), status ekonomi keluarga (3,23; 1,32-7,91), perilaku mencuci tangan (5,17; 2,16-12,38), dan perilaku memasak air minum (4,75; 1,97-11,47)], faktor lingkungan [kondisi fisik jamban (14,44; 5,29-39,41)] dengan kejadian diare pada balita di pemukiman sekitar lokasi Pengolahan Hasil Perikanan Tradisional (PHPT) Muara Angke Kelurahan Pluit Kota Jakarta Utara. Faktor yang paling dominan berhubungan dengan kejadian diare pada balita di pemukiman sekitar lokasi Pengolahan Hasil Perikanan Tradisional (PHPT) Muara Angke Kelurahan Pluit Kota Jakarta Utara Tahun 2019 adalah kondisi fisik jamban (20,08; 4,65-86,81).
Read More
T-5533
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
