Ditemukan 13 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Behaviors problem in adolescent often happen and become the focus on publichealth issues in Indonesia. The kind of risks at developmental period take theworries about health risk behaviors. The risk behaviors explored for smoking,alcohol drinking, and premarital sex. A cross sectional study was conductedamong never married men and women 15-24 years olds in Indonesia in 2012. Thestudy used data from Adolescent Reproductive Health Component of the 2012Indonesia Demographic and Health Survey. The results showed that smoking anddrinking adolescent are significantly associated with a higher likelihood ofengaging in premarital sex. Further, more number of cigarettes smoked andfrequent of drinking alcohol are also significantly associated with premaritalsexual activity. Moreover, the adolescent with ever having sex friends were higheramong sexually active youth than those who were sexually abstinent. Integratedinterventions need to be designed as control and prevention of adolescent riskbehaviors.Keywords : smoking, alcohol drinking, premarital sex, adolescent
Perilaku seksual pranikah pada remaja merupakan salah satu masalah yang perlu diperhatikan, khususnya terkait faktor yang mendukung untuk terjadinya perilaku seksual pranikah pada remaja dan melihat terdapat peningkatan persentase pada data SDKI 2017 dibandingkan SDKI 2012. Penelitian ini menggunakan deskriptif analitik secara kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian cross sectional dengan menggunakan data sekunder yaitu Data Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) Tahun 2017 yang dapat diperoleh dari mengakses website Demographic and Health Surveys (DHS) dengan mengajukan perizinan pengambilan data sesuai prosedur yang berlaku. Data diolah dengan program SPSS dengan uji odds ratio dan uji regresi logistik ganda. Sebanyak 5,0% responden pernah melakukan perilaku seksual pranikah. Hasil uji multivariat pada responden yang pernah konsumsi alkohol mempunyai kecenderungan untuk berperilaku seksual 12,8 kali lebih tinggi, sedangkan responden yang pernah merokok mempunyai kecenderungan untuk berperilaku seksual 1,7 kali lebih tinggi setelah di kontrol faktor perilaku merokok, usia, tingkat pendidikan, dan tempat tinggal. Saran yang peneliti berikan adalah agar instansi terkait dapat mengembangkan program kesehatan reproduksi pada remaja khususnya terkait dampak negative alkohol dan rokok, dan bagi pemerintah juga dapat mengatur regulasi penjualan rokok dan alkohol agar tidak dengan mudah dapat diperoleh oleh remaja.
