Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 9 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Siti Nur Ramdaniati; Pembimbing: Anwar Hasan; Penguji: Besral, Dian Ayubi, Didin Aliyudin, Upi Meikawati
Abstrak: Hingga saat ini Tuberkulosis (TB) masih merupakan salah satu penyakit menular yang menjadi permasalahan di dunia kesehatan. Menurut data WHO pada tahun 2014 Indonesia merupakan peringkat ke-2 penyumbang kasus TB terbesar di dunia dengan jumlah 9,6 juta kasus. Menurut data Riskesdas 2013 prevalensi TB di Provinsi Banten yaitu 0,4% dari jumlah penduduk. Upaya pengendalian TB memerlukan peran serta masyaraat dan pasien yang perlu diberdayakan melalui paguyuban TB. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kepatuhan pengobatan pasien TB terkonfirmasi bakteriologis di Puskesmas Unyur yang melaksanakan paguyuban TB dan Puskesmas Kilasah yang tidak melaksanakan paguyuban TB, Kota Serang tahun 2016. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain studi crosssectional yang dilakukan selama bulan November 2016. Sampel penelitian ini berjumlah 79 pasien baru TB terkonfirmasi bakteriologis yang sedang menjalani pengobatan minimal 1 bulan di Puskesmas Unyur dan Puskesmas Kilasah. Hasil analisis univariat menunjukkan tingkat kepatuhan pengobatan pasien TB di Puskesmas Unyur lebih tinggi dari Puskesmas Kilasah. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan pengobatan pasien TB (p = 0,024; OR = 10,3; 95% CI = 1,4 to 77,8). Variabel lainnya yang bermakna yaitu dukungan keluarga (p = 0,023; OR = 7,7; 95% CI = 1,3 to 44,5). Selain itu juga didapat hasil bahwa dukungan keluarga merupakan faktor yang paling dominan berpengaruh terhadap kepatuhan pengobatan TB setelah dikontrol oleh variabel sikap, jarak, penyuluhan dan dukungan sosial. Kepatuhan Pengobatan merupakan kunci keberhasilan pengobatan TB yang menjadi tujuan utama dalam program pengendalian penyakit Tuberkulosis. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan peran serta masyarakat agar program pengendalian TB dapat lebih optimal. Kata kunci: tuberkulosis, pengetahuan, dukungan keluarga, kepatuhan, paguyuban Until now Tuberculosis (TB) is one of the infectious diseases that has become problems in the health world. According to WHO (2014), Indonesia was ranked as the second largest contributor of TB cases in the world with 9,6 million cases. According to Riskesdas (2013), the prevalence of TB in Banten Province at 0,4% of the population. TB control efforts required participation of communities and patients through TB support groups (paguyuban). This study aimed to determine the factors aasociates the treatment compliance level for new patients of TB confirmed bacteriological in Community Health Center (Puskesmas) in Unyur(TB support group) and Kilasah (Non-TB support group), both in Serang City, 2016. This research used quantitative methods with cross-sectional study design, conducted in November 2016. The research sample was 79 confirmed bacteriological TB patients who are under treatment minimum 1 month in Puskesmas Unyur and Kilasah. As the result, treatment compliance of TB patients in Puskesmas Unyur was higher than in Kilasah. The analysis showed that there was a significant relationship between the level of knowledge with compliance treatment of TB patients (p = 0,024; OR = 10,3; 95% CI = 1,4 to 77,8). Other significant variable was family support (p = 0,023; OR = 7,7; 95% CI = 1,3 to 44,5). In addition, the result was that the family support was the most dominant factor influencing TB treatment compliance after being controlled by variables, i.e. attitude, distance, counseling and social support. Treatment compliance was key for successful treatment of TB and became a major goal in Tuberculosis control programs. Therefore it is necessary for increase community participation to optimize the TB control programs. Keywords: tuberculosis, knowledge, family support, compliance, support group
Read More
T-4804
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Winfried Ichtussend Hartnajaya Chrisna; Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Nurul Dina Rahmawati, Daden Setiawan
Abstrak:
Antenatal Care (ANC) adalah pelayanan kesehatan komprehensif untuk mengoptimalkan outcome kehamilan melalui pemeriksaan oleh tenaga kesehatan saat kunjungan yang dilakukan oleh ibu atau “calon” ibu. Di Indonesia, cakupan kunjungan ANC dengan jumlah kunjungan sebanyak 6 kali (K6) hanya mencapai 17,6%, sehingga belum mencapai target yang diharapkan menurut Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Pada tahun 2023 di Kota Bogor, angka cakupan ANC K6 sudah mencapai target tersebut (98,63%), tetapi tidak demikian halnya dengan cakupan di Kabupaten Bogor (62,25%). Kunjungan ANC yang tidak mencapai standar tersebut dapat dipengaruhi oleh faktor predisposisi, faktor pendukung, serta faktor kebutuhan kesehatan. Jika ketimpangan ini dibiarkan, hal ini dapat meningkatkan angka kematian ibu hamil akibat minimnya tindakan pencegahan dan penanganan dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan faktor-faktor lainnya dengan kunjungan ANC ibu hamil di wilayah kerja puskesmas terpilih di Kota dan Kabupaten Bogor tahun 2025. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain cross-sectional pada 124 ibu hamil di Puskesmas Semplak dan Sindangbarang (Kota Bogor) serta Puskesmas Cibinong dan Sukaraja (Kabupaten Bogor). Hasil penelitian ini dianalisis dengan menggunakan uji chi-square. Penelitian ini menemukan bahwa terdapat 90% ibu di kabupaten dan 79,7% ibu di kota yang melakukan kunjungan ANC sesuai rekomendasi. Hasil uji chi-square menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan pada variabel pengetahuan dengan kunjungan ANC. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan untuk mengoptimalkan cakupan kunjungan ANC melalui peningkatan pengetahuan ibu hamil dan partisipasi aktif dari suami dan orang tua/mertua/saudara untuk memantau kebutuhan/status gizi dan kesehatan ibu hamil.

Antenatal Care (ANC) is a comprehensive health service to optimize pregnancy outcomes through examinations by health workers during visits made by mothers or "prospective" mothers. In Indonesia, the coverage of ANC visits with a total of 6 visits (K6) only reached 17.6%, so it has not reached the target expected according to the National Medium-Term Development Plan (RPJMN). In 2023 in Bogor City, the ANC K6 coverage rate has reached the target (98.63%), but this is not the case with coverage in Bogor Regency (62.25%). ANC visits that do not reach the standard can be influenced by predisposing factors, supporting factors, and health needs factors. If this inequality is allowed to continue, it can increase the maternal mortality rate due to the lack of preventive measures and early treatment. This study aims to determine the relationship between knowledge and other factors with ANC visits of pregnant women in the working areas of selected health centers in Bogor City and Regency in 2025. This study is quantitative with a cross-sectional design on 124 pregnant women at Semplak and Sindangbarang Health Centers (Bogor City) and Cibinong and Sukaraja Health Centers (Bogor Regency). The results of this study were analyzed using the chi-square test. This study found that 90% of mothers in the district and 79.7% of mothers in the city made ANC visits according to recommendations. The results of the chi-square test showed that there was a significant relationship between the knowledge variable and ANC visits. Based on these results, it is recommended to optimize the coverage of ANC visits by increasing the knowledge of pregnant women and active participation from husbands and parents/in-laws/siblings to monitor the nutritional needs/status and health of pregnant women.
Read More
S-11924
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rahmi Fitri; Pembimbing: Tri Krianto; Penguji: Dien Anshari, Nadira, Siti Zubaidah
Abstrak:
Nama : Rahmi Fitri Program Studi : Ilmu Kesehatan Masyarakat Judul : Analisis Dukungan Keluarga Terhadap Pencegahan Penularan Tuberculosis Oleh Penderita TBC Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Ujung Batu Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau Tahun 2023 Pembimbing : DR. Drs. Tri Krianto, M.Kes Berdasarkan data profil kesehatan Provinsi Riau, Kabupaten Rokan Hulu merupakan peringkat ke – 3 tertinggi jumlah kasus penderita TBC Paru dari 12 kab/kota yang ada di Provinsi Riau. Puskesmas Ujung Batu merupakan salah satu puskesmas yang memiliki kasus penderita TBC terbanyak se-Kabupaten Rokan Hulu. Faktor penyebab dari tingginya angka penderita TBC Paru dapat disebabkan oleh praktik perilaku pencegahan penularan penyakit TBC Paru yang rendah sehingga mempercepat penyebaran TBC Paru. Faktor- faktor yang mempengaruhi pencegahan penularan TBC Paru adalah faktor pengetahuan, sikap dan tindakan dari individu. Dukungan dari keluarga merupakan unsur terpenting dalam meningkatkan rasa percaya diri dan motivasi penderita TBC Paru dalam berperilaku untuk mencegah penularan TBC Paru. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran dukungan keluarga terhadap perilaku pencegahan penularan penyakit pada penderita TBC Paru di wilayah kerja Puskesmas Ujung Batu. Metode Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi kasus melalui wawancara mendalam terhadap lima orang informan utama dan lima orang informan kunci. Hasil dari penelitian ini diperoleh mayoritas penderita TBC Paru berjenis kelamin laki-laki yang berusia 30 - 60 tahun,status sosial ekonomi keluarga berada di level menengah kebawah dengan tingkat pendidikan mayoritas tamat Sekolah Menengah Pertama (SMP), praktik dalam keluarga sebagian besar sudah menerapkan perilaku pencegahan penularan TBC Paru, budaya dalam batuk /bersin sebagian penderita sudah berperilaku menutup mulut dengan tangan / masker namun budaya meludah masih disembarang tempat. Penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan keluarga berpengaruh kuat terhadap perilaku pencegahan penularan penyakit pada penderita TBC Paru. Bagi puskesmas sebaiknya mengoptimalkan sosialisasi terkait peran dukungan keluarga bagi penderita TBC Paru, sehingga masyarakat khususnya keluarga dapat berperan aktif dalam memberikan dukungan untuk meningkatkan perilaku pencegahan penularan penyakit pada penderita TBC Paru. Kata Kunci : Dukungan keluarga, perilaku pencegahan penularan TBC Paru

Name : Rahmi Fitri Study Program : Public Health Sciences Title : Analysis of Family Support for Transmission Prevention Tuberculosis by Pulmonary TB Patients in the Working Area of Ujung Batu Health Center, Rokan Hulu Regency, Riau Province in 2023 Advisor : DR. Drs. Tri Krianto, M.Kes Based on health profile data for Riau Province, Rokan Hulu Regency is ranked 3rd with the highest number of cases of pulmonary TB sufferers from 12 districts/cities in Riau Province. Ujung Batu Health Center is one of the health centers that has the most TB cases in Rokan Hulu Regency. The causal factor for the high number of patients with pulmonary tuberculosis can be caused by the low level of practice of prevention of transmission of pulmonary tuberculosis, thereby accelerating the spread of pulmonary tuberculosis. The factors that influence the prevention of transmission of pulmonary tuberculosis are the factors of knowledge, attitudes and actions of individuals. Support from the family is the most important element in increasing the self-confidence and motivation of people with pulmonary tuberculosis in behavior to prevent transmission of pulmonary tuberculosis. The purpose of this study was to determine the description of family support for the behavior of preventing disease transmission in patients with pulmonary tuberculosis in the working area of the Ujung Batu Health Center. Methods This research uses qualitative methods with case studies through in-depth interviews with five key informants and five key informants. The results of this study obtained that the majority of pulmonary TB sufferers were male aged 30-60 years, the socioeconomic status of the family was at the lower middle level with the education level of the majority graduating from junior high school (SMP), most of the practices in the family had implemented behavioral prevention of pulmonary TB transmission, culture in coughing / sneezing, some sufferers have the behavior of covering their mouths with their hands / masks, but the culture of spitting is still everywhere. This study shows that family support has a strong effect on disease prevention behavior in patients with pulmonary tuberculosis. It is better for puskesmas to optimize socialization related to the role of family support for pulmonary tuberculosis sufferers, so that the community, especially families, can play an active role in providing support to improve disease transmission prevention behavior in pulmonary tuberculosis sufferers. Keywords: Family support, behavior to prevent pulmonary TB transmission
Read More
T-6704
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rolies Eka Putra; Pembimbing: Martya Rahmaniati Makful; Penguji: R. Sutiawan, Dewi Damayanti
Abstrak: Keberhasilan pembangunan dibidang kesehatan menyebabkan meningkatnya usia harapan hidup yang artinya bertambahnya jumlah lanjut usia sehingga dibutuhkan program yang dapat meningkatkan kualitas hidup para lanjut usia secara optimal. Salah satu program pemerintah dalam mengatasi masalah kesehatan pada lanjut usia agar kesehatan para lanjut usia dapat terpelihara dan terpantau secara optimal adalah posyandu lanjut usia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kunjungan lanjut usia ke posyandu lanjut usia di kelurahan Sinapa Piliang Kota Solok. Rancangan penelitian yang digunakan adalah metode penelitian survey dengan pendekatan crossectional. Sampel dalam penelitian ini adalah lanjut usia yang berumur > 45 di Kelurahan Sinapa Piliang Kota Solok yang berjumlah 94 orang lanjut usia. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Analisis menggunakan uji chi square dan regresi logistik ganda. Hasil analisis menunjukan variabel yang mempunyai hubungan bermakna dengan kunjungan ke posyandu lanjut usia adalah status pekerjaan (p=0,003), tingkat pengetahuan (p=0,000), sikap lansia (0,000), dukungan keluarga(p=0,000), dan kondisi kesehatan lanjut usia (p=0,002). Variabel yang tidak mempunyai hubungan bermakna dengan kunjungan ke posyandu lanjut usia adalah kelompok umur (p=1,000), jenis kelamin ( p=0,114), dan tingkat pendidikan (p= 0,654).Variabel yang berhubungan paling dominan dengan kunjungan lanjut usia ke posyandu lanjut usia di kelurahan Sinapa Piliang kota Solok adalah variabel sikap Lanjut usia setelah dikontol oleh variabel dukungan keluarga.. Untuk meningkatkan kunjungan lanjut usia ke posyandu lanjut usia di kelurahan Sinapa Piliang dibutuhkan sosialisasi dan penyuluhan dari petugasPuskesmas mengenai manfaat dan pentingnya posyandu lanjut usia kepada lanjut usia dan anggota keluarga lanjut usia karena peran serta anggota keluarga dalam memberikan dukungan kepada lanjut usia sangat dibutuhkan untuk menumbuhkan sikap positif lansia dalam mengunjungi posyandu lanjut usia diKelurahan Sinapa Piliang Kota Solok.
 

 
The success of health development, leading to increased life expectancy means that the increasing number of elderly people so is needed a programs that can improve the quality of life of the elderly optimally. One of the government programs to increase the health problems of the elderly to the health of the elderly community can be maintained and monitored optimally is integrated service post elderly. This study aims to determine the factors that affect to the elderly visits to the integrated service post elderly in the Sinapa Piliang village. The study design used was survey research methods with cross sectional approach. The samples in this study were elderly aged > 45 in the Village Sinapa Piliang Solok totaling 94 elderly people. This study used primary data. Analysis using chi square test and multiple logistic regression. The results of the analysis showed that the variables have a significant relationship with a visit to integrated service post elderly employment status (p = 0.003), the level of knowledge (p = 0.000), the attitude of the elderly (0,000), family support (p = 0.000), and health conditions of elderly (p = 0.002). Variables that did not have a meaningful relationship with a visit to integrated service post elderly is the elderly age group (p = 1.000), gender (p = 0.114), and level of education (p = 0.654). Most dominant variables associated with visits to the integrated service post elderly in the village Sinapa Piliang Solok city is the attitude variable Honeymooners by variable family suport controlled. To increase visits to the integrated service post elderly needed socialization and education of the benefits and importance of integrated service post elderly to elderly and family members.
Read More
S-8422
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Azhar Zuhir Syah Faris; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih; Penguji: Dian Ayubi, Gangsar Lukmanjaya
Abstrak:

Latar Belakang: Konsep gizi seimbang adalah setiap orang harus memperhatikan sendiri kebutuhan nutrisi berdasarkan aktivitas dan kebutuhan harian sesuai usianya. Pedoman Gizi Seimbang diantaranya ada berbagai variasi makanan. Pesan gizi seimbang diantaranya adalah konsumsi banyak sayur dan cukup buah, membiasakan mengonsumsi lauk pauk tinggi protein. Membiasakan makan berbagai ragam makanan pokok, matasi makan makanan manis, asin, dan berlemak. Biasakan sarapan pagi, membiasakan minum air putih yang cukup dan aman serta memiasakan membaca label kemasan makanan.

Metode: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan Perilaku Gizi Seimbang Pada Pegawai PT XY Di DKI Jakarta Tahun 2024. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional menggunakan data primer. Sampel penelitian ini berjumlah 280 sampel.

Kesimpulan: Sebagian besar responden tidak berperilaku gizi seimbang sebanyak (53,6%), Terdapat hubungan faktor predisposisi (pengetahuan) p value=0,004 OR 2, faktor predisposisi (sikap) p value=0,012 OR 1,8, faktor pemungkin (paparan media edukasi gizi) p value=0,003 OR 2,1 dan faktor penguat (peran keluarga) dengan perilaku gizi seimbang pegawai PT XY di Jakarta dengan p value=0,042 OR 2,1. Saran yang peneliti berikan hendaknya pengelola Promosi kesehatan melakukan advokasi kepada perusahaan untuk melakukan gerakan Pegawai sadar gizi, penyediaan kantin sehat, Bantuan perhitungan kebutukan kalori dan zat gizi pada Pegawai sesuai keadaan, menu makanan yang dianjuran serta aktivitas fisik yang perlu dilakukan. Memberikan pendampingan ahli gizi dalam upaya Pegawai melaksanakan program gizi seimbang secara efektif dan dukungan berkelanjutan. Melakukan publikasi di media sosial dengan tagar khusus peduli gizi seimbang


Background:. The concept of balanced nutrition is that everyone must pay attention to their own nutritional needs based on their activities and daily needs according to their age. Balanced Nutrition Guidelines include various food variations. Balanced nutrition messages include consuming lots of vegetables and enough fruit, getting used to consuming high-protein side dishes. Getting used to eating a variety of staple foods, avoiding sweet, salty, and fatty foods. Getting used to having breakfast, getting used to drinking enough and safe water and getting used to reading food packaging labels.   Method: The purpose of this study was to determine the faktor s related to Balanced Nutrition Behavior in PT XY Employees in DKI Jakarta in 2024. This study is a quantitative study with a cross-sectional design using primary data. The sample of this study amounted to 280 samples.   Conclusion: Most respondents did not a balanced nutrition as much as (53.6%), There wass a relationship between predisposing faktor s (knowledge) p value = 0.004 OR 2, predisposing faktor s (attitude) p value = 0.012 OR 1.8, enabling faktor s (exposure to nutrition education media) p value = 0.003 OR 2.1 and reinforcing faktor s (family role) with balanced nutrition behavior of PT XY employees in Jakarta with p value = 0.042 OR 2.1. The suggestion to health promotion managers should carry out advocacy to companies to carry out a movement for employees to be aware of nutrition, provide healthy canteens, Assistance in calculating calorie and nutrient needs for employees according to their circumstances, recommended food menus and physical activities that need to be done. Provide assistance from nutrition experts in efforts for employees to implement balanced nutrition programs effectively and ongoing support. Conduct publications on sosial media with a special hashtag caring for balanced nutrition 

Read More
S-11805
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
R Mugi Prajeni Wiradibrata; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Ahmad Syafiq, Yusman Faisal
Abstrak:
Keluarga berencana adalah program pemerintah untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk dengan mengatur jumlah anak demi mewujudkan keluarga kecil, bahagia dan sejahtera. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, dukungan keluarga dan budaya dengan keikutsertaan KB di Puskesmas Nagrak Kabupaten Cianjur. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, menggunakan desain Cross sectional dengan cara penyebaran kuisioner dan wawancara. Sampel dalam penelitian ini adalah 188 responden yaitu pasangan usia subur (PUS) dan wanita usia subur (WUS) yang ada di wilayah Puskesmas Nagrak dengan teknik pengambilan sampel Accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 68,1 % tidak mengikuti program KB dan sebanyak 31,9 % mengikuti program KB. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan, dukungan keluarga, dan budaya dengan keikutsertaan KB di Puskesmas Nagrak Kabupaten Cianjur dengan P Value variabel pengetahuan 0,004, P Value variabel dukungan keluarga kurang dari 0,001 dan P Value variabel budaya adalah kurang dari 0,001.

Family planning is a government program to control population growth by regulating the number of children in order to create small, happy and prosperous families. This research aims to determine the relationship between knowledge, family support and culture with family planning participation in the Nagrak Community Health Center, Cianjur Regency. This research is quantitative research, using a Croos sectional design by distributing questionnaires. The sample in this study was 188 respondents, namely couples of childbearing age and women of childbearing age in the Nagrak health center area using accidental sampling technique. The research results showed that as many as 68.1% did not participate in the family planning program and as many as 31.9% participated in the family planning program. The results of the bivariate analysis show that there is a significant relationship between knowledge, family support and culture with family planning participation at the Nagrak health center in Cianjur district with the P value of the knowledge variable being 0.004, the P value of the family support variable being 0.001 and the P value of the culture variable being 0.001.
 
Read More
S-11592
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dextra Fairuz Dzakirosin; Pembimbing: Besral; Penguji: Popy Yuniar, Julie Rostina
Abstrak:

**Abstrak**

Masa remaja merupakan fase penting dalam pembentukan identitas, di mana banyak tantangan dapat berdampak pada kesehatan mental dan sosial. Salah satu isu yang signifikan adalah adiksi bermain game online, yang semakin meningkat di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan durasi dan pola adiksi bermain game online pada remaja usia 15–19 tahun di Kampung Rawadas, Jakarta Timur, menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup dan wawancara terstruktur dari 60 responden yang dipilih secara purposive sampling, terdiri dari 20 pelajar SMP, SMA, dan remaja putus sekolah.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 15–17 tahun bermain game selama 1–2 jam (69,6%), sedangkan usia 18–19 tahun lebih banyak bermain lebih dari 2 jam (69,6%). Sebagian besar responden adalah laki-laki (82,6%), dengan mayoritas bermain lebih dari 2 jam (57,9%). Responden dengan pendidikan SMP mendominasi kategori durasi bermain, sementara remaja putus sekolah memiliki durasi bermain lebih pendek. Selain itu, terdapat hubungan signifikan antara durasi bermain dengan penghasilan orang tua (p-value = 0,028), di mana kelompok penghasilan lebih rendah cenderung bermain lebih lama.

Penelitian juga menemukan bahwa dukungan dari keluarga dan teman berhubungan signifikan dengan durasi bermain game. Dukungan ibu, bapak, saudara, teman sekolah, dan teman rumah meningkatkan peluang bermain lebih dari 2 jam, dengan Odds Ratio (OR) yang berkisar antara 6,750 hingga 16,333. Hasil ini menyoroti perlunya perhatian terhadap peran keluarga dan lingkungan sosial dalam mengatasi pola bermain game yang tidak sehat.

Penelitian ini memberikan pemahaman mendalam tentang faktor-faktor yang memengaruhi pola bermain game online di kalangan remaja dan menggarisbawahi pentingnya intervensi komprehensif untuk mengelola dampak negatif dari adiksi game online, khususnya di kawasan perkotaan seperti Kampung Rawadas.


**Abstract**    Adolescence is a crucial phase in identity formation, marked by various challenges that can impact mental and social well-being. One significant issue is online gaming addiction, which has been escalating in the digital era. This study aims to describe the duration and patterns of online gaming addiction among adolescents aged 15–19 in Kampung Rawadas, East Jakarta, using a descriptive quantitative approach. Data were collected through structured questionnaires and interviews with 60 purposively selected respondents, comprising 20 junior high school students, senior high school students, and school dropouts.    The findings indicate that the majority of respondents aged 15–17 played games for 1–2 hours (69.6%), while those aged 18–19 were more likely to play for over 2 hours (69.6%). Most respondents were male (82.6%), with the majority playing for more than 2 hours (57.9%). Respondents with junior high school education dominated the gaming duration categories, while school dropouts tended to have shorter gaming durations. Additionally, a significant relationship was found between gaming duration and parental income (p-value = 0.028), with lower-income groups tending to play for longer periods.    The study also revealed a significant association between gaming duration and support from family and peers. Support from mothers, fathers, siblings, school friends, and neighborhood friends significantly increased the likelihood of gaming for more than 2 hours, with Odds Ratios (OR) ranging from 6.750 to 16.333. These findings highlight the need for attention to the role of family and social environments in addressing unhealthy gaming patterns.    This research provides a deeper understanding of the factors influencing online gaming patterns among adolescents and underscores the importance of comprehensive interventions to mitigate the negative impacts of gaming addiction, particularly in urban areas like Kampung Rawadas.

Read More
S-11822
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nur Annisa Fauziah; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Nurul Dina Rahmawati, Yuliani
Abstrak:
Tingginya jumlah penderita hipertensi di wilayah Puskesmas Kemirimuka dapat menjadi permasalahan kesehatan yang serius. Berdasarkan teori Health Belief Model, terdapat beberapa faktor yang memengaruhi perilaku pasien yang sedang sakit agar sembuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan minum kopi dan faktor lainnya dengan pengendalian tekanan darah pada pasien hipertensi di Puskesmas Kemirimuka tahun 2023. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Metode sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 156 responden. Pengumpulan data dilakukan pada bulan November 2023 melalui pengukuran tekanan darah, berat badan, dan tinggi badan serta wawancara menggunakan kuesioner. Penelitian ini menggunakan analisis bivariat menggunakan chi square dan analisis multivariat regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 68,6% responden memiliki tekanan darah tidak terkendali. Berdasarkan hasil uji statistik, didapatkan tidak adanya hubungan signifikan antara kebiasaan minum kopi (p = 0,086) dengan pengendalian tekanan darah. Berdasarkan hasil uji regresi logistik ganda, usia memengaruhi hubungan antara kebiasaan minum kopi dengan pengendalian tekanan darah setelah dikontrol oleh variabel kepatuhan minum obat dan dukungan keluarga. Penderita hipertensi lansia berisiko 10,492 kali lebih besar memiliki tekanan darah tidak terkendali dibandingkan dengan penderita hipertensi dewasa. Berdasarkan hasil penelitian, diperlukan adanya pemberian edukasi kepada para penderita hipertensi dan keluarga penderita agar dapat memahami dampak hipertensi jika tidak ditangani secara serius.

The high number of hypertensive patients in Kemirimuka Community Health Center can be a serious health problem. Based on Health Belief Model Theory, there are several factors that influence a patient’s sick-behavior to recover. This research aims to determine the relationships between coffee drinking habits and other factors with blood pressure control in hypertensive patients at the Kemirimuka Community Health Center 2023. It is a quantitative research with a cross sectional study design. The purposive sampling is used for the sampling method with total sample of 156 respondents. The sources of data are taken in November 2023 through blood pressure, body weight, and height measurement and interviews using questionnaires. This research used chi square for bivariate analysis and multiple logistic regression for multivariate analysis. This research shows that 68,6% respondents had uncontrolled blood pressure. There is no relationship between coffee drinking habits (p = 0,086) and blood pressure control in the statistical analysis. Based on multiple logistic regression, age affects the relationship between drinking coffee habits and blood pressure control after being controlled with medication adherence and family support. Elderly hypertensive patients are 10,492 times more likely to have uncontrolled blood pressure compared to adult hypertensive patients. This research summarizes that it is necessary to provide education to hypertensive patients and their family so that they can understand the impact of hypertension if it is not treated properly.
Read More
S-11750
Depok : FKM UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Afra Azizah; Pembimbing:Ella Nurlaela Hadi; Penguji: Tiara Amelia, Raden Putri Annisya Afriany Prasetyo
Abstrak:
PHBS tatanan rumah tangga berarti seluruh anggota di rumah tangga tersebut mampu memelihara, meningkatkan dan melindungi kesehatan. PHBS tatanan rumah tangga memiliki 10 Indikator. Menurut website open data, Kota Depok menduduki peringkat ketiga dengan 76.88%. Kelurahan Sawangan di peringkat terendah dengan 43,18%. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran faktor predisposisi dan penguat dalam pelaksanaan PHBS tatanan rumah tangga di Kelurahan Sawangan menggunakan teori Green & Kreuter. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif, pendekatan Rapid Assessment Procedures (RAP), dan metode wawancara mendalam dengan 6 orang ibu dengan bayi dan balita sebagai informan utama, seorang Ahli Promosi Kesehatan UPTD Puskemas Sawangan sebagai informan kunci, serta 2 orang Duta Gendis sebagai informan pendukung. Data dianalisis dengan analisis tematik, sehingga didapatkan bahwa PHBS tatanan rumah tangga di Kelurahan Sawangan sudah baik. Seluruh informan memiliki pengetahuan dan sikap yang baik, sehingga mempengaruhi PHBS tatanan rumah tangga dari individu itu sendiri. Seluruh informan juga merasa mendapatkan dukungan keluarga dan duta gendis, untuk mendapatkan akses ke pelayanan kesehatan yang mudah, serta sarana dan prasarana yang memadai, sehingga mempengaruhi PHBS tatanan rumah tangga. Sebagian informan tidak merasa mendapakan dukungan dari tenaga kesehatan karena informan tidak menjadi sasaran prioritas penyuluhan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan karena memiliki PHBS yang baik. Oleh karena itu, perlu dilakukan kerja sama yang lebih antara tenaga kesehatan dan duta gendis, serta lintas sektor lainnya, seperti pemangku kebijakan, tokoh masyarakat, serta anggota keluarga agar dapat mempertahankan cakupan PHBS tatanan rumah tangga di Kelurahan Sawangan, atau meningkatkan cakupannya menjadi lebih baik.

PHBS in the household order means that all members in the household are able to maintain, improve and protect health. PHBS household order has 10 indicators. According to the open data website, Depok City is in third place with 76.88%. Sawangan Village is in the lowest rank with 43.18%. The purpose of this study was to describe the predisposing and reinforcing factors in the implementation of PHBS in households in Sawangan Village using the Green & Kreuter theory. This study used a qualitative design, the Rapid Assessment Procedures (RAP) approach, and in-depth interview methods with 6 mothers with infants and toddlers as the main informants, a Health Promotion Specialist at UPTD Puskemas Sawangan as a key informant, and 2 Duta Gendis as supporting informants. The data were analyzed using thematic analysis, so that it was found that the PHBS of the household order in Sawangan Village was good. All informants had good knowledge and attitudes, thereby influencing PHBS of the household order of the individual himself. All informants also felt that they had the support of their families and gendis ambassadors, to get easy access to health services, as well as adequate facilities and infrastructure, thus influencing the PHBS of the household order. Some informants did not feel that they had received support from health workers because the informants were not the priority targets for counseling conducted by health workers because they had good PHBS. Therefore, it is necessary to carry out more collaboration between health workers and gendis ambassadors, as well as other cross-sectors, such as policy makers, community leaders, and family members so that they can maintain the coverage of PHBS in the household order in Sawangan Village, or increase the coverage for the better.
Read More
S-11466
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive