Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 9 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Noerachma Indah Amalia; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Syahrizal Syarif, Asep Sopari
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan denganperilaku hubungan seksual pranikah pada remaja di Indonesia menggunakan pendekatankuantitatif dengan desain potong lintang (cross-sectional). Data yang digunakanmerupakan data SDKI Kesehatan Reproduksi Remaja Tahun 2017 dengan sampelsebanyak 22.986 remaja belum menikah usia 15-24 tahun yang sesuai dengan kriteriainklusi dan eksklusi penelitian. Sebanyak 6,5% remaja mengaku pernah melakukanhubungan seksual pranikah.

Hasil penelitian multivariat menggunakan uji regresi logistikmenunjukkan bahwa umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, status ekonomi keluarga,daerah tempat, sikap terhadap hubungan seksual pranikah, pengaruh teman, pengalamankonsumsi alkohol, perilaku pacaran berisiko, dan perilaku merokok berhubungansignifikan dengan perilaku hubungan seksual pranikah pada remaja di Indonesia. Faktorpaling dominan adalah perilaku pacaran berisiko, yaitu dengan nilai p = 0,000 dan aOR= 27,236 (95% CI: 19,979-37,129).

Kata kunci:Perilaku seksual, hubungan seksual pranikah, remaja, Indonesia.
Read More
S-10312
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rizky Setiadi; Pembimbing: Popy Yuniar, Besral; Penguji: Iwan Ariawan, Flourisa J Sudradjat, Ari Wulan Sari
T-4538
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yunita Rina Sari S.; Pembimbing: Agustin Kusumayati, Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Mieke Savitri, Maya Raiyan, Rahmadewi
Abstrak:
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik yang menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional dari data Survei Rencana Pembangunan Jangka Menengah 2017. Sampel adalah remaja umur 15-24 tahun di Indonesia dengan total sampel 23.821 responden. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran perilaku hubungan seksual pranikah pada remaja 15-24 tahun di Indonesia dan faktor-faktor mempengaruhinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 3,7% responden mengaku telah melakukan hubungan seksual pranikah. Analisis Bivariat diperoleh semua faktor predisposisi berhubungan dengan perilaku hubungan seksual pranikah (yaitu umur, jenis kelamin, tempat tinggal, pengetahuan kontrasepsi, pengetahuan KRR dan sikap penerimaan terhadap perilaku hubungan seksual pranikah), semua faktor pemungkin tidak ada yang menunjukkan hubungan dengan perilaku seksual pranikah, faktor penguat yang berhubungan dengan perilaku hubungan seksual yaitu pengalaman berpacaran. Hasil analisis multivariat didapatkan bahwa variabel yang paling dominan yang berhubungan dengan perilaku seksual pranikah adalah pengalaman berpacaran dengan OR sebesar 42,67 (95% CI = 34,91-52,15).

This study is an analytical descriptive research using a quantitative approach with Cross Sectional design that analyzes secondary data of RPJMN Survey in 15-24 years old adolescents in Indonesia with a total sample of 23,821 respondents. The aims of this study were to determine premarital sexual behavior in adolescents 15-24 years in Indonesia and influencing factors based on the data of RPJMN Survey 2017. Findings that 3.7% of respondents claimed to have premarital sexual intercourse. Bivariate analysis results in all predisposing factors related to premarital sexual behavior (ie age, sex, shelter, contraceptive knowledge, adolescent reproductive health knowledge and attitudes of premarital sexual behavior), all enabling factors unrelated to premarital sexual behavior, reinforcing factors related to the behavior of sexual relations is the experience of dating. Multivariate analysis showed that the most dominant variable associated with premarital sexual behavior was the experience of dating with OR of 42.67 (95% CI = 34.91-52.15).
Read More
T-5406
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Safitri Widayanti Putri; Pembimbing: Martya Rarhmaniati; Penguji: Rita Damayanti, Mila Herdayati, Siti Sugih Hartiningsih, Triseu Setianingsih
Abstrak: Remaja yang sehat akan diharapkan agar tercipta sumber daya manusia yang berkualitas. Di Indonesia, hubungan seksual pranikah pada remaja mengalami peningkatan yaitu dari tahun 2012 sebesar 4,5 menjadi 5% di tahun 2017. Salah satu faktornya ialah usia pubertas. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui hubungan usia menarche dengan perilaku hubungan seksual pranikah pada remaja umur 15-24 tahun di Indonesia dengan menggunakan data SDKI 2017. Desain penelitian menggunakan cross sectional dengan sampel sebesar 10.077. Hasil penelitian menunjukan bahwa remaja perempuan yang pernah melakukan hubungan seksual pranikah sebesar 1,9% (95% CI 1,6-2,2) kemudian untuk usia menarche dini didapatkan sebanyak 8,2% (95% CI 7,6-8,8). Kemudian didapatkan hasil bahwa remaja yang memiliki sosial ekonomi dalam kategori kuintil kekayaan rendah, sikap tidak setuju terhadap pentingnya menjaga keperawanan dan memiliki pengaruh teman sebaya akan lebih beresiko untuk melakukan hubungan seksual pranikah. Memberdayakan peer counselor dari kalangan remaja itu sendiri, diharapkan agar remaja mendapatkan edukasi dan bimbingan dari pengaruh teman sebaya mengenai perilaku berhubungan seksual pranikah
Healthy teenagers will be expected to create quality human resources. In Indonesia, premarital sexual relations in adolescents have increased from 4.5 to 5% in 2012. One of the factors is the age of puberty. The purpose of this study was to determine the relationship between the age of menarche and premarital sexual behavior in adolescents aged 15-24 years in Indonesia using the 2017 IDHS data. The research design used a cross sectional study with a sample of 10,077. The results showed that adolescent girls who had had premarital sexual intercourse were 1.9% (95% CI 1.6-2.2) then for the age of early menarche it was 8.2% (95% CI 7.6-8, 8). Then it was found that adolescents who have socioeconomic status in the low wealth quintile category, disagree with the importance of maintaining their virginity and have peer influence will be more at risk for premarital sexual relations. Empowering peer counselors from among the youth themselves, it is hoped that adolescents will receive education and guidance from peer influence regarding premarital sexual behavior
Read More
T-6224
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rahma Miladia Sari; Pembimbing: Sabarinah Prasetyo; Penguji: Popy Yuniar, Usep Solehudin
Abstrak: Angka hubungan seksual pranikah pada remaja di Indonesia tidak mengalami penurunan yang signifikan sepanjang tahun 2007 hingga 2017. Berbagai penelitian menemukan bahwa remaja usia pertengahan (pelajar SMA) lebih banyak yang melakukan hubungan seksual pranikah dibandingkan remaja usia awal (pelajar SMP). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor determinan perilaku hubungan seksual pranikah pada pelajar SMP dan pelajar SMA di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional dan menggunakan data sekunder Global School based Student Health Survey (GSHS) tahun 2015. Sampel penelitian ini adalah pelajar SMP dan SMA yang berusia 11 hingga 18 tahun yang terdapat pada data GSHS 2015. Hasil penelitian menunjukkan 5,8% pelajar SMP dan 3,7% pelajar SMA di Indonesia pernah melakukan hubungan seksual pranikah. Berdasarkan hasil penelitan, ditemukan bahwa faktor yang berhubungan dengan perilaku hubungan seksual pranikah pada pelajar SMP terdiri dari keterikatan dengan orang tua, peran teman sebaya, pendidikan seksualitas dan HIV/AIDS di sekolah, keinginan bunuh diri, dan konsumsi alkohol. Sementara faktor yang berhubungan dengan perilaku hubungan seksual pranikah pada pelajar SMA, yaitu usia, keterikatan dengan orang tua, peran teman sebaya, keinginan bunuh diri, merokok, dan konsumsi alkohol. Konsumsi alkohol menjadi faktor yang paling berhubungan dengan perilaku hubungan seksual pranikah, baik pada pelajar SMP maupun pelajar SMA.
Read More
S-10983
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Christabel Fidelia Tionauli Panggabean; Pembimbing: Meiwita Budiharsana; Penguji: Martya Rahmaniati Makful, Dian Kristiani Irawaty
Abstrak: Skripsi ini meneliti prevalensi dan faktor mental distress yang berpengaruh terhadap perilaku seksual pranikah diantara 4009 remaja sekolah laki-laki menggunakan Global School-based Health Survey (GSHS) Indonesia tahun 2015. Desain penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan studi cross-sectional. sampel penelitian ini adalah pelajar laki-laki umur 11-18 tahun yang terdapat pada data sekunder GSHS 2015. Hasil penelitian menunjukkan 6,3% pelajar laki-laki pernah berhubungan seks dan terjadinya penetrasi (masuknya alat kelamin pria dalam alat kelamin wanita).
Read More
S-10635
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yuris Putri Pertiwi; Pembimbing: Renti Mahkota; Penguji: Helda, Rahmadewi
S-9050
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Heny Lestary; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Ahmad Syafiq, Ch.M. Kristanti, Rinni Yudhi Pratiwi
T-3288
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lhuri Dwianti Rahmartani; Pembimbing: Asri C. Adisasmita; Penguji: Sudarto Ronoatmodjo, Evi Martha, Flourisa Juliaan Sudrajat
Abstrak:

ABSTRAK Nama : Lhuri Dwianti Rahmartani Program Studi : Epidemiologi Peminatan : Epidemiologi Klinik Judul : Hubungan Pengetahuan tentang Fungsi Kondom dengan Penggunaannya pada Remaja Laki-laki Pelaku Hubungan Seksual Pranikah di Indonesia: Analisis Data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 2012 Peningkatan tren praktik hubungan seksual pranikah pada remaja laki-laki di Indonesia tidak disertai tindakan preventif yang adekuat. Tidak sampai 28% dari mereka yang menggunakan kondom secara konsisten. Pada populasi remaja umum di Indonesia, sebanyak 30%-nya tidak tahu bahwa kondom dapat mencegah kehamilan dan 40%-nya tidak tahu kondom dapat mencegah infeksi menular seksual (IMS). Studi potong lintang dari analisis SDKI 2012 ini berupaya melihat asosiasi pengetahuan tentang fungsi kondom terhadap penggunaan kondom pada remaja laki-laki pelaku hubungan seksual pranikah. Hasilnya, setelah memperhitungkan faktor demografis, pengetahuan kespro, dan perilaku lainnya, penggunaan kondom lebih tinggi pada responden yang memiliki pengetahuan tentang kedua fungsi kondom (PR 2,38; 95% CI 1,47 – 3,85) dibandingkan responden yang hanya tahu salah satu fungsi atau tidak tahu sama sekali. Kata kunci: Hubungan seksual pranikah, kondom, remaja, laki-laki, pengetahuan, perilaku berisiko


ABSTRACT Name : Lhuri Dwianti Rahmartani Study Program : Epidemiology Major : Clinical Epidemiology Judul : Association between Knowledge of Condom Functions and Condom Use among Sexually-active Unmarried Male Adolescents in Indonesia: Analysis of Indonesia Demographic and Health Survey 2012 The increasing trend of premarital sex among Indonesian male adolescents is not accompanied with protective behavior. Less than 28% of sexually-active unmarried male adolescents use condoms consistently. Approximately, 30% of Indonesian adolescents do not know that condoms can help prevent pregnancy and 40% of them do not know that condoms can help prevent sexually transmitted infections (STIs). This cross-sectional study using IDHS 2012 aims to see whether there is an association between knowledge on condom functions and condom use, particularly among unmarried male adolescents in Indonesia. After controlling with other covariates such as demographic, knowledge on reproductive health, and other behavior indicators, the prevalence of condom use is significantly higher in respondents who know both functions of condoms, than in respondents who only know either function or not at all (adjusted PR 2,38; 95% CI 1,47 – 3,85). Keywords: Premarital sex, condom, adolescent, male, knowledge, risky behavior

Read More
T-4510
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive