Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 18 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Guruh Sabtyawiraji; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Mufti Wirawan, Samy Awaludin, Muhammad Aditya Pradana
Abstrak:
Investigasi kecelakaan adalah proses sistematis dalam menganalisis suatu kecelakaan berdasarkan data dan fakta yang dikumpulkan melalui pemeriksaan menyeluruh terhadap berbagai faktor yang berkontribusi terhadap kecelakaan dan penyebab kecelakaan. Penelitian ini membahas mengenai sistem investigasi kecelakaan kerja di PT. X yang dibandingkan dengan penelitian lain, peraturan pemerintah, dan standar dari beberapa lembaga yang ada di dunia seperti OHSA, HSE Executive, ILO, dan ILCI. Pernelitian dilakukan dengan membandingkan elemen yang ada di dalam sistem investigasi kecelakaan di PT. X dengan elemen hasil sintesis dari tinjauan pustaka untuk mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan dari sistem tersebut. Penelitian ini bersifat kualitatif dan unit analisis yang digunakan adalah prosedur, materi pelatihan, laporan investigasi, dan hasil wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT. X sudah memiliki komitmen manajemen yang mendukung proses investigasi dengan menyediakan prosedur, sumber daya manusia, sarana dan prasarana pendukung investigasi, pelatihan terhadap tim investigasi, dan penunjukan Sponsor sebagai perwakilan pimpinan tertinggi perusahaan untuk memastikan bahwa proses investigasi dilakukan. Selain itu terdapat beberapa hal yang masih bisa ditingkatkan dari pelaksanan investigasi kecelakaan seperti pemberian kesempatan kepada tim investigasi untuk dibebaskan dari pekerjaan harian, pemberian umpan balik kepada RCA Facilitator terkait analisis penyebab, dan proses validasi dilakukan secara konsisten dan tercatat sehingga bisa dipertanggungjawabkan. Kesimpulan penelitian ini adalah sistem investigasi kecelakaan kerja di. PT. X sudah baik dibandingkan dengan elemen hasil sintesis. Penerapan sistem investigasi di PT. X memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan yang masih bisa ditingkatkan sehingga meningkatkan kualitas dari investigasi

Accident investigation is a systematic process in analyzing an accident based on data and facts collected through a thorough examination of the factors that contribute to the accident and cause of the accident. This research discusses the accident investigation system at PT. X compared with research, government regulations, and standards from several institutions such as OHSA, HSE Executive, ILO, and ILCI. A comparison is conducted by comparing the elements that exist in the accident investigation system at PT. X with the synthesis of elements to identify the plus and delta of the implemented system. The research is using the qualitative method and the analysis units used are procedures, training material, investigation reports, and interview results. The results showed that PT. X already has a management commitment to support the investigation process by providing procedures, human resources, facilities and infrastructure to support the investigation, training the investigation team, and appointing sponsors as representatives of the company's highest leadership to ensure that the investigation process is carried out appropriately. The following are several things that can be improved from the accident investigation such as providing an opportunity for the investigation team to be released from daily work, giving feedback to the RCA Facilitator  18 related to the analysis of causes, and the validation process is carried out consistently and recorded so it can be accounted for. The conclusion of this research is that PT. X has a good accident investigation system compared to the synthesis of elements. Implementation of the investigation system at PT. X has several plus and delta that can still be improved thus increasing the quality of the investigation.

Read More
T-5885
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ferdhy Muhammad Kautsar; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Fatma Lestari, Yuni Kusminanti
S-7022
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Arifah Fitriani; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Fatma Lestari, Bambang S.P., Rulyenzi Rasyid
Abstrak: Kecelakaan kerja sektor konstruksi masih menjadi masalah keselamatan kerja baik di dunia maupun di Indonesia yang memerlukan perhatian dari berbagai pihak. Berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan, sepanjang 2018 terdapat 157.313 kasus kecelakaan kerja di Indonesia. PT. XYZ bergerak di bidang jasa konstruksi dan memiliki bengkel dan fabrikasi di kantor pusat. Data statistik perusahaan menunjukkan dampak kecelakaan yang terbanyak dalam dua tahun ini adalah property damage. Penelitian ini menganalisis penyebab kecelakaan kerja yang terjadi di PT.X berdasarkan teori loss causation model. Desain penelitian ini adalah deskriptif observational yang menggambarkan analisis penyebab kecelakaan yang terjadi di PT.XYZ selama tahun 2017-2018. Data primer didapat dari wawancara dan observasi, sedangkan data sekunder berupa standar operasional prosedur Perusahaan, data statistik kecelakaan kerja, hasil audit SMK3, matriks pelatihan perusahaan, Job safety analysis (JSA), Hazard Identification and risk assessment determining control (HIRADC), dan laporan program Kesehatan dan keselamatan kerja Hasil triangulasi data mendapatkan penyebab kecelakaan di kantor pusat PT.XYZ yaitu: Aktivitas berisiko tinggi, struktur organisasi, pemenuhan kepatuhan, pelatihan kerja, pengawasan, prosedur, tidankan tidak aman, dan kondisi tidak aman.
Read More
T-5822
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Okky Hartono; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Fatma Lestari, Indri Hapsari Susilowati, Samy Awaludin, Alfa Khinani
Abstrak:
Belajar dari kecelakaan berarti kecelakaan dipelajari untuk mengidentifikasi penyebab dan kelemahan sistem sehingga kecelakaan di masa depan dapat dicegah. Walaupun kecelakaan dipelajari, namun kecelakaan dengan skenario yang serupa masih terjadi di PT X. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Untuk menjaga validitas hasil penelitian, dilakukan triangulasi yaitu triangulasi data, triangulasi metode, dan triangulasi sumber. Proses belajar dari kecelakaan yang diterapkan oleh PT X yaitu mengenali kejadian, melaporkan kejadian, mencatat dan mengklasifikasikan kejadian, mengumpulkan data investigasi, mencari akar penyebab, membuat rekomendasi/tindakan perbaikan, mengkomunikasikan pembelajaran, memonitor penutupan tindakan perbaikan, dan melakukan verifikasi dan validasi. Penelitian menunjukkan bahwa pekerja telah mengerti kejadian yang dikategorikan sebagai kecelakaan, namun sebagian kecil pekerja masih bingung dalam membedakan antara kejadian hampir celaka dengan kondisi atau tindakan tidak selamat Kejadian dilaporkan melalui surel atau SharePoint namun pelaporan kejadian hampir celaka masih relatif sedikit jika dibandingkan dengan jumlah kecelakaan. Kejadian diklasifikasikan berdasarkan pedoman baku serta dicatat di dalam IT Tool walaupun tindak lanjut dari pelaporan di dalam SharePoint masih kurang. Investigasi dimulai dengan mengumpulkan informasi yang dikelompokkan menjadi 4P yaitu orang (people), posisi (position), kertas (paper), dan bagian (parts). Pengumpulan data untuk investigasi level 3 cenderung meninjau kecelakaan dengan skenario serupa pada kasus sebelumnya. Akar penyebab kecelakaan ditentukan dengan menggunakan metode five why atau why tree yang dimulai dengan menentukan top event hingga mendapatkan akar penyebab kecelakaan. Pada investigasi yang melibatkan kecelakaan kendaraan yang diklasifikasikan menjadi level 1, masih ditemukan akar penyebab manusia alih-alih akar penyebab sistem. Rekomendasi/ tindakan perbaikan disusun berdasarkan kriteria SMART yaitu spesifik (specific), dapat diukur (measurable), memiliki penanggung jawab (accountable), relevan (relevant), dan memiliki batasan waktu (time limits). Namun keberlanjutan tindakan perbaikan kurang ditekankan. Pembelajaran disebarkan melalui peringatan kejadian (alert) dan buletin yang dibagikan kepada pekerja melalui surel dan media lainnya. Namun pembuatan alert dan buletin kurang konsisten serta mekanisme penyebaran kurang efektif. Tindakan perbaikan dimonitor dan diselesaikan tepat waktu serta sponsor melakukan verifikasi dan validasi penyelesaian tindakan perbaikan untuk mengecek efektivitasnya. Dengan kelebihan dan kekurangan yang ada, namun proses belajar dari kecelakaan yang diterapkan oleh PT X mampu menurunkan tren kecelakaan pada kurun waktu dari 2015 hingga 2019.

Learning from accident means accident is learned to identify the causes and weaknesses of the system so the future accidents be prevented. Although accidents are studied, accidents with similar scenarios still occur at PT X. Therefore, research is conducted which aims to study the process of "learning from accidents" implemented by PT X. The study was conducted using qualitative descriptive method. To maintain the validity of the results, triangulation was carried out using data triangulation, method triangulation, and source triangulation. The learning from accidents that implemented by PT X starts from recognizing events, reporting events, recording and classifying events, collecting data to support the investigation process, finding root causes, making recommendations/corrective actions, communicating learning, monitoring closure of corrective actions, and verifying and validating corrective actions. The study shows that workers have understood events that are categorized as accidents, but a small proportion of workers are still confused in distinguishing between near miss with unsafe conditions or act. Accidents and near miss are reported through e-mail or SharePoint but the reporting of near miss is still relatively lack when compared to the number of accidents. Events are classified based on standard guidelines and recorded in the IT Tool even though the follow-up of reporting event in SharePoint is still lacking. Investigation is begun by gathering the information that grouped into 4Ps, namely people, positions, paper, and parts. Data collection for level 3 investigations tends to review accidents with a similar scenario in the previous cases. The root cause of an accident is determined using the five why or why tree method that starts by determining the top event and progressing to find the root cause of accident. It is found human root causes instead of systemic root causes for the investigation involving motor vehicle crash that is classified as level 1. Recommendations/corrective actions are developed based on SMART criteria i.e., specific, measurable, accountable, relevant, and time limits. However, the sustainability of corrective actions is not emphasized enough. Learning is spread through alerts and bulletins that are distributed to workers through e-mail and other media. However, the making of alerts and bulletins are less consistent and the mechanism of dissemination is less effective. Corrective actions are monitored and completed on time and the sponsor verifies and validates the completion of corrective actions to check the effectiveness. With the advantages and disadvantages that exist, but the learning from accidents that is implemented by PT X was able to reduce the trend of accidents in the period from 2015 to 2019.

Read More
T-5900
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Casey Puspa Avriliantoro; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Fatma Lestari, Ike Pujiriani
S-8910
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hani Mairina Matan; Pembimbing: Sjahrul M. Nasri; Penguji: Hendra, Chandra Satrya, Adenan
Abstrak: Tesis ini mengkaji implementasi sistem investigasi, tipe-tipe kecelakaan kerja dan penyebabnya pada industri manufaktur sepatu dengan fokus menganalisis kecelakaan kerja yang sering terjadi beserta faktor penyebab dasar yang berkontribusi terhadap terjadinya kecelakaan kerja. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dan unit analisis yang digunakan adalah data kecelakaan kerja tercatat 2009-2012 dan hasil wawancara. Strategi yang digunakan adalah analisis hasil wawancara dan data sekunder.
Kesimpulan penelitian ini adalah angka kecelakaan kerja selama 2009-2012 menurun. Tipe kecelakaan terbanyak adalah kecelakaan tersangkut di atau pada (tertusuk jarum), di area NCVS karena mesin jahit. Penyebab dasar diketahui datang dari sisi manajemen dan kelemahan sistem investigasi terletak pada kurangnya prosedur tertulis, kurangnya kompetensi/pelatihan, kurangnya manajemen/supervisi dan kurangnya pengetahuan.
This research aim to study the implementation of accident investigation system, the type of accidents and the causes occur in shoe manufacturing industry with focus analyzing the most frequent accident happened and their contributory causes. This research character and approach is descriptive qualitative with the unit of analysis are the 2009-2012 accident reports data and interview results. The strategy being used to collect data is interview and analyzing secondary data.
The conclusion which can be pulled that the number of accident in PT ADF during 2009-2012 is declining. Type of accident mostly caught in or on (caught in needle), at NCVS area because of sewing/stitching machine. The contributory cause comes mostly from management side and for the accident investigation system weaknesses are inadequate written procedure, inadequate training/competence, inadequate management/supervision and lack of knowledge.
Read More
T-3774
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Darius Agung Prata; Pembimbing: Ridwan Z. Sjaaf, Zulkifli Djunaidi; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Warid Nurdiansyah, Deny Rianto
Abstrak: Tesis ini membahas tentang evaluasi kegiatan investigasi kecelakaan yang dilakukan diPT. HPU pada tahun 2018. Jenis penelitian termasuk penelitian kualitatif denganpendekatan phenomology. Tujuan dari penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahuihasil implementasi metode investigasi dua level yang digunakan semenjak tahun 2015.Dari hasil penelitian diketahui bahwa secara teoritis, metode investigasi yang diterapkanmasih masuk ke dalam metode investigasi yang sesuai berdasarkan karakteristik sistempada industri tambang. Dalam proses investigasi insiden terlihat bahwa kegiataninvestigasi belum berjalan sesuai dengan tujuan implementasi investigasi kecelakaan dualevel. Investigator masih belum begitu sempurna dalam memahami penggunaan metodeinvestigasi level dua akibat pengaruh dari metode investigasi level pertama yang sudahsangat dikuasai. Dan pada komponen output, terlihat bahwa metode investigasi level duamampu secara lebih baik menghasilkan laporan yang dapat menggambarkan faktorpenyebab kecelakaan secara lebih lengkap dibandingkan metode level pertama. Dalampelaksanaan kegiatan investigasi, metode level kedua masih memerlukan adanya panduanyang lebih jelas bagi investigator untuk memudahkan dalam penggunaannya. Perlu jugadilakukan peningkatan pengetahuan bagi investigator untuk lebih memahami model yangmelandasi metode investigasi yang digunakan.
Kata kunci :Metode investigasi, model kecelakaan
This thesis discusses the evaluation of accident investigation activities conducted at PT.HPU in 2018. The type of the research is qualitative research with phenomologyapproach. The purpose of this research is to describe the result of the implementation oftwo-level investigation method used since 2015 in PT. HPU, with interview anddocument observation as a research tools. From the results of the research it is knownthat based on theoretically, the investigation methods applied still suitable withappropriate investigation method characteristics of the mining industry system. In theinvestigation process, it is showing that the investigation activities have not been run inaccordance with the purpose of the implementation of two-level accident investigation.There is lack of understanding about how to apply the second-level investigation methodsby investigator due to the influence of the already highly-trained first-level investigationmethods in the past. On the output component, it is showing that the second-levelinvestigation methods are able to better generate reports that can be illustrate the accidentcausal factors more comprehensive than the first level methods. In the investigationprocess, the second level methods still requires a guidance about how the methods shouldbe implementing in the investigation activities. It is also necessary if an investigatorhaving better understanding about the underlying model as a basic model framework forthe investigation methods.
Key word: Accident investigation method, accident causation model.
Read More
T-5204
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mega Ismaya; Pembimbing: Hendra; Penguji: Ridwan Zahdi Syaaf, Muhammad Irwansyah
Abstrak: During the period of 2012 to 2016, marine casualties or incidents that investigated by NTSC (KNKT) had been increased every year. Investigation of incident has been conducted to determine the cause of occurence event in order to avoid the incident with the same causes in the future. The purpose of this research is to describe marine casualties and incident in 2012 until 2016 based on investigation report of The National Transportation Safety Committee (NTSC). Design of this research is descriptive analytic with method of retrospective case study approach.Population and sample of this research are all completed final report of investigation and has been published by KNKT during the period of 2012 to 2016, which is 18 final report of investigation. The results of 18 incidents, that involving 25 vessels, and the contributing factors that casues incident are 45% from liveware, 22% from software, 17% from hardware and 16% from environment. Marine casualties and incident given an effect losses in human, property and environmental. Keyword: Marine casualties, incident, investigation
Read More
S-9386
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Sarah Nurhaqqi; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Evi Martha, Kartika Anggun Dimar Setio, Zulmely, Adang Mulyana
Abstrak:
Investigasi Kontak (IK) merupakan kegiatan pelacakan dan investigasi yang ditujukan pada orang-orang yang kontak dengan pasien TB untuk menemukan terduga TB. Puskesmas Cirimekar turut melaksanakan IK dengan meminta seluruh kontak serumah pasien TB BTA (+) dan BTA (-) untuk melakukan pemeriksaan dahak secara gratis di puskesmas. Puskesmas memberikan kemudahan dengan menitipkan pot dahak untuk kontak serumah melalui pasien. Namun kemudahan tersebut belum bisa menjangkau seluruh kontak serumah untuk melaksanakan IK. Hal ini diduga disebabkan adanya stigma asosiasi yaitu seseorang mendapatkan stigma berdasarkan pergaulannya dengan individu lain yang mengalami stigma. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang dilakukan dengan wawancara mendalam pada keluarga pasien TB, pasien TB, dokter, perawat serta Kepala Puskesmas pada bulan Juni 2024. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui stigma asosiasi yang menghambat pelaksanaan investigasi kontak TB pada anggota keluarga pasien TB di wilayah kerja Puskesmas Cirimekar dan evaluasi untuk mengetahui efektivitas pelaksanaan program dengan menggunakan kerangka kerja Reach, Effectiveness, Adoption, Implementation, Maintenance (RE-AIM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan IK di Puskesmas Cirimekar masih belum efektif ditinjau dari jangkauan, efektivitas, adopsi, implementasi dan pemeliharaan. Dalam penelitian ini terdapat stigma asosiasi yang dirasakan oleh keluarga pasien TB namun faktor yang lebih dominan sebagai penghambat IK yaitu kurangnya pengetahuan keluarga pasien TB tentang penyakit TB.

Contact Investigation (CI) is a tracking and investigation activity aimed at individuals who have had contact with TB patients to identify suspected TB cases. Puskesmas Cirimekar is also conducting CI by requesting all household contacts of TB patients (both smear-positive and smear-negative) to undergo free sputum examination at the health center. The health center facilitates by collecting sputum samples from household contacts through the patients, but this convenience has not reached all household contacts to participate in the CI. This is thought to be due to association stigma, namely that someone gets stigma based on their association with other individuals who experience stigma. This is a qualitative study with a case study approach conducted through in-depth interviews with TB patients' families, TB patients, doctors, nurses, and the head of the health center in June 2024. The objective of this research is to determine the association stigma that hinders the implementation of TB contact investigations among family members of TB patients in the Cirimekar Community Health Center working area and evaluation to determine the effectiveness of program implementation using the Reach, Effectiveness, Adoption, Implementation, Maintenance (RE-AIM) framework. The research results indicate that the implementation of CI at Puskesmas Cirimekar is still ineffective in terms of reach, effectiveness, adoption, implementation, and maintenance. In this study, there is a perceive association stigma experienced by TB patients families, but the dominant inhibiting factor in seeking treatment is the lack of knowledge of the TB patient's family about TB.
Read More
T-7144
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ahmad Muajis; Pembimbing: Ridwan Zahdi Syaaf; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Wahyu Wiwing Prayogi
Abstrak: SKRIPSI INI MEMBAHAS KASUS KECELAKAAN BOEING 737-800 DI BANDARA NGURAH RAI, BALI TAHUN 2013 MELALUI INVESTIGASI HFACS (HUMAN FACTORS ANALYSIS AND CLASSIFICATION SYSTEM). TUJUAN PENELITIAN INI UNTUK MELIHAT KONTRIBUSI FAKTOR MANUSIA PADA SUATU KECELAKAAN DI BIDANG AVIASI. PENELITIAN INI ADALAH PENELITIAN KUALITATIF DENGAN DESAIN DESKRIPTIF. HASIL PENELITIAN MENYARANKAN UPAYA PERBAIKAN TERHADAP FAKTOR-FAKTOR KONTRIBUSI KECELAKAAN SEPERTI TINDAKAN YANG MENGARAH PADA KECELAKAAN, PRA-KONDISI TIDAK AMAN, PENGAWASAN YANG KURANG BAIK DAN PENGARUH ORGANISASI. KATA KUNCI: FAKTOR MANUSIA, INVESTIGASI, KECELAKAAN BOEING 737-800 THE FOCUS OF THIS STUDY IS INVESTIGATING BOEING 737-800 ACCIDENT IN NGURAH RAI INTERNATIONAL AIRPORT, BALI, 2013 USING HFACS (HUMAN FACTORS ANALYSIS AND CLASSIFICATION SYSTEM). THE PURPOSE OF THIS STUDY IS TO UNDERSTAND CONTRIBUTING OF HUMAN FACTORS IN AVIATION ACCIDENTS. THIS RESEARCH IS QUALITATIVE DESCRIPTIVE INTERPRETIVE. THE RESEARCHER SUGGESTS THAT CORRECTIVE EFFORT TO CONTRIBUTING FACTORS OF ACCIDENT SUCH AS UNSAFE ACTS, PRECONDITION FOR UNSAFE ACT, UNSAFE SUPERVISION AND ORGANIZATIONAL INFLUENCES. KEY WORDS: ACCIDENT BOEING 737-800, HUMAN FACTORS, INVESTIGATION
Read More
S-9485
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive