Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 19 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Wina Indah Ratnaningsih; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Mila Tejamaya, Ahmad Lutfi
S-8858
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Citra Amaliyah; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Dadan Erwandi, Hastiti, Laksita Ri; Lihawa, Wahyudin; Kurdiman, Ade
Abstrak:
Keselamatan transportasi merupakan isu sosial di mana sistem transportasi dibuat untuk mewujudkan perpindahan dengan selamat dan efisien. Sebagai salah satu bagian dari sarana transportasi darat, keselamatan juga menjadi isu dalam industri kereta api. Sejak tahun 2004-2010 setidaknya terdapat 700 peristiwa luar biasa hebat (PLH) di industri kereta api di Indonesia, termasuk di antaranya adalah tumburan kereta api. Dari hasil investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi juga ditemukan bahwa beberapa kasus tumburan kereta api terjadi akibat adanya pelanggaran akibat fatigue. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fatigue serta faktor-faktor yang berhubungan dengan fatigue pada masinis seperti faktor individu, faktor beban mental, faktor beban lingkungan. Penelitian ini dilaksanakan pada Januari – Juli 2021 di PT. Kereta Api Indonesia Daerah Operasional 3 Cirebon. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuisioner (Nasa Task Load Index dan kuisioner skala International Fatigue Reseacrh Committee). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah 144 masinis kereta api penumpang dan barang. Data kemudian dianalisis dengan uji statistik chi square. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa 45,8% responden mengalami fatigue ringan dan 54,2% responden mengalami fatigue sedang. Dari penelitian ini juga diketahui ada hubungan antara IMT (OR1=2,454; OR2=4,723), waktu tidur (OR= 2,120) dan lingkungan kerja (OR= 3,495) dengan keluhan fatigue pada masinis (p<0,05). Sedangkan faktor individu berupa usia dan kebiasaan merokok, serta faktor beban mental berupa beban kerja, jadwal dan durasi kerja diketahui tidak memiliki hubungan dengan keluhan fatigue pada masinis (p>0,05) Kata Kunci: Fatigue, Masinis, Transportasi

Transportation safety is a social issue where transportation system is built to create a save and efficient movement. As part of land transportation, safety is also an issue in railway industry. In a period of 6 years, there have been 700 extraordinary incidents in Indonesia including train crashes. From the investigation result, conducted by National Transportation Safety Board found that some of the train accidents are caused by violation due to train driver’s fatigue. this research aims to analyse fatigue and factors associated with fatigue in train drivers such is individual factors, mental demand factors and environmental demand factors. This research was conducted on January – July 2021 in PT. Kereta Api Indonesia Operational Area 3 Cirebon. Questionnaire (NASA Task Load Index and IFRC Scale Questionnaire) were used in this research. This research is a quantitative research with a cross sectional study design. The samples in this study were 144 drivers of passenger and freight trains. The data were analyzed by chi square statistical test. The results of the study showed that 45.8% of respondents experienced mild fatigue and 54.2% of respondents experienced moderate fatigue. From this study was also known that there are associations between BMI (OR1=2.454; OR2=4.723), sleep time (OR=2.120) and work environment (OR=3.495) with fatigue in train drivers (p<0.05). While individual factors such as age and smoking habits, as well as mental demand factors such as workload, schedule and duration of work are not associated with fatigue in train drivers (p>0.05). Keywords: Fatigue, Train Driver, Transportation
Read More
T-6197
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Irfan Muhammad; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Chandra Satrya, Ridwan Zahdi Syaaf, Christofel P. Simanjuntak, Angga Hadi Nugraha
Abstrak:
Di Indonesia pada tahun 2020 terjadi 177.000 kasus kecelakaan kerja dimana pada sektor transportasi menyumbang sebesar 9,3%. Kecelakaan kerja dapat terjadi karena lingkungan kerja yang tidak aman dan perilaku yang tidak aman yang bersumber dari manusia. Salah satu cara pendekatan keselamatan yang dapat digunakan dan berfokus kepada faktor manusia yaitu dengan melalui iklim keselamatan. Terkait dengan iklim keselamatan kerja di PT.XYZ belum pernah dilakukan pengukuran iklim keselamatan kerja. Dan penelitian ini bertujuan untuk menganalisis iklim keselamatan kerja di PT.XYZ. Pengukuran iklim keselamatan kerja pada penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan metode NOSACQ-50. Dimana instrumen dalam penelitian ini dengan menggunakan kuesioner NOSACQ-50. Dan setalah dilakukan pengolahan data diperoleh hasil tingkat iklim keselamatan kerja di PT.XYZ adalah dengan skor 3,03 yang berarti masuk kedalam katagori baik

In Indonesia in 2020 there were 177,000 cases of work accidents where the transportation sector contributed 9.3%. Work accidents can occur because of an unsafe work environment and unsafe behavior that comes from humans. One way to approach safety that can be used and focuses on the human factor is through a safety climate. Regarding the work safety climate at PT. XYZ, there has never been a work safety climate measurement. And this study aims to analyze the work safety climate at PT.XYZ. The measurement of the work safety climate in this study was carried out using the NOSACQ-50 method approach. Where the instrument in this study using the NOSACQ-50 questionnaire. And after processing the data, the results of the work safety climate level at PT. XYZ are with a score of 3.03, which means it is in the good category
Read More
T-6264
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Asep Zaenal Muttaqien; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Hendra, Antonius Sulistya Wibowo, Masjuli
Abstrak: Angka kematian yang diakibatkan kecelakaan lalu lintas masih sangat tinggi, datamenunjukan terdapat 1,3 juta orang meninggal karena kecelakaan lalulintas.Tingginya angka kecelakaan yang menyebabkan kematian, cacat permanen,kerusakan properti yang cukup besar menjadi salah satu hambatan dalamperkembangan usaha terutama dalam bidang logistik dan transportasi. PT Xmerupakan salah satu perusahaan beton yang memiliki permasalahan terhadaptingginya angka kecelakaan yang terjadi dibidang transportasi. Berdasarkan datakecelakaan yang terjadi di PT X dari Tahun 2008 sampai dengan Tahun Tahun 2014,dapat diketahui bahwa angka kecelakaan disektor transportasi merupakan kecelakaanyang paling banyak terjadi setiap tahunnya dibandingkan kecelakaan kerja yang lain.Total kecelakaan kerja yang terjadi dari Tahun 2008 sampai dengan Tahun 2014adalah sebesar 159 kasus, dimana jumlah kecelakaan di sektor transportasi adalahsebesar 131 kasus sedangkan kecelakaan non-transportasi sebanyak 28 kasus.Faktor-faktor yang dapat menyebabkan kecelakaan transportasi di PT X berdasarkanklasifikasi faktor manusia adalah pengemudi kurang terampil, pengemudi kurangpengamatan, pengemudi tidak disiplin dan pengemudi lelah. Faktor kendaraan terdiridari rem blong dan kendaraan kurang perawatan. Faktor lingkungan terdiri dari jalanamblas, jalan menikung, jalan sempit, jalan licin, jalan rusak berlubang, blind spotdan keamanan.
Kata Kunci : Matrik Haddon, Kecelakaan Transportasi, Road safety.
The traffic accident rate is still high, there was 1,3 million people die caused roadaccident. The high number of accidents resulting in death, permanent disability,property damage is large enough to be one of the obstacles in the development ofbusiness, especially in logistics and transportationPT X is one of the concretecompany that has a problem with the high number of accidents that occurred intransportation. Based on data from the accident that occurred in PT X from 2008 untilthe year 2014, it is known that the number of accidents transportation sector is themost common accidents each year than other occupational accidents. Total accidentsthat occurred from 2008 to 2014 amounted to 159 cases, where the number ofaccidents in the transport sector amounted to 131 cases while non-transport accidentsas many as 28 cases.The Accident factors that could cause transport accidents in PT X could be classifybased on of the human factor are less skilled driver, the driver's lack of observation,the driver does not discipline and driver fatigue. The vehicle factors are consists of avehicle brake failure and lack of maintenance. The environmental factors consist ofcollapsed road, street corners, narrow roads, slippery roads, bad roads potholes, blindspot and security.
Key words : Haddon Matrix, Traffic Accident, Road safety.
Read More
T-4442
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhammad Mustaghfiri Asror; Pembimbing: R. Budi Haryanto; Penguji: Zakianis, Ary Susanti
Abstrak: Pada tahun 2017 Kota depok memiliki tingkat hipertensi primer mencapai angka 27,08% pada tahun 2017. Berdasarkan Riskesdas 2018 hasil tersebut mendekati prevalensi hipertensi Nasional yaitu sebesar (31,6%). Faktor risiko hipertensi yang diduga kuat oleh peneliti yaitu perilaku merokok di kalangan sopir hal tersebut mengacu pemeriksaan mengenai tingkat hipertensi yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan tahun 2013 terhadap supir bus, sebanyak 234 dari 314 responden yang diperiksa menderita hipertensi. Penelitian ini memiliki tujuan untuk memberikan gambaran mengenai adanya hubungan antara kadar kotinin urin yang disebabkan oleh perilaku merokok sopir angkot terhadap gejala hipertensi serta variabel lain seperti riwayat hipertensi keluarga, aktivitas fisik, Indeks Masa Tubuh dan konsumsi alkohol menggunakan desain studi crossectional. Sebanyak 84,4% responden memiliki kadar kotinin ≥200 ng/mL, 13 responden (28,9%) mengalami gejala tekanan darah hipertensi. Dalam penelitian ini tidak ditemukan hubungan antara kadar kotinin dengan hipertensi (p value = 0,093). Namun terdapat hubungan antara riwayat hipertensi keluarga (p value = 0,004). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden memiliki kadar kotinin yang tinggi akibat dari aktivitas merokok yang tinggi dan penemuan hipertensi juga tinggi
Kata Kunci: Hipertensi, kotinin, rokok, sopir, transportasi, urin

In 2017 Depok had a primary hypertension rate reaching 27.08% in 2017. Based on the Indonesia Basic Health Research 2018 the precentages approached the National Hypertension prevalence that is equal to (31.6%). The risk factor for hypertension that is strongly suspected by researchers is smoking behavior among drivers. It refers to an examination of the level of hypertension conducted by the Ministry of Health in 2013 on bus drivers, 234 of 314 respondents who were examined were suffering from hypertension. This study aims to provide an overview of the relationship between urinary cotinine levels caused by the smoking behavior of public transportation drivers on the symptoms of hypertension and other variables such as family history of hypertension, physical activity, Body Mass Index and alcohol consumption using a cross-sectional study design. As many as 84.4% of respondents had cotinin levels ≥200 ng / mL, 13 respondents (28.9%) experienced symptoms of hypertension. In this study no relationship was found between cotinin levels and hypertension (p value = 0.093). But there is a relationship between family history of hypertension (p value = 0.004). From this study it can be concluded that the majority of respondents have high levels of cotinin as a result of high smoking activity and the discovery of hypertension is also high.
Keywords: Hypertension, cotinine, cigarrette, driver, transportation, uri
Read More
S-10490
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hikmat Nurul Fikri; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Arie Gunawan
Abstrak: Kecelakaan lalu lintas menjadi penyebab 1,25 juta orang meninggal setiap tahunnya dan diproyeksikan menjadi beban penyakit nomor tiga di dunia pada 2030. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keselamatan transportasi darat di PT. XYZ dan analisis antar faktor tersebut. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain deskriptif analitik. Penelitian ini menggunakan matriks Haddon yang melihat faktor pengemudi, kendaraan, lingkungan fisik dan lingkungan sosial dari masing-masing fase kecelakaan.
 
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa keselamatan transportasi darat di PT. XYZ dipengaruhi oleh empat faktor yang kompleks. Kelelahan menjadi faktor risiko kecelakaan di PT. XYZ. Kendaraan yang digunakan selalu dilakukan pemeriksaan secara berkala. Kejahatan dan kendaraan lain merupakan faktor risiko kecelakaan dari lingkungan fisik. Dan sistem pemberangkatan pengemudi merupakan masalah dari faktor lingkungan sosial. Interaksi antar faktor tersebut akan meningkatkan risiko kecelakaan di PT. XYZ.
 

Traffic accident caused 1,25 million death for every years and projected to be the third world burden disease at 2030. Aim of this study is to analyzing factors and interaction of each factor related to land transportation safety in PT. XYZ. This study is qualitative research with descriptive analitic design. This study used Haddon Matrix to show driver factor, vehichle factor, physical and social environment factor from each accident's phase.
 
The results of this study show that safety transportation in PT. XYZ influenced by driver factor, vehicle factor, physical dan social environment factor. Drivers fatigue being risk factor accident in PT. XYZ. Their vehicles is under routine maintenance. Crime and other vehicles are risk factor accident from physical environment. And driver dispatch system is problem from social environment. Interaction from each factor will raise risk accident in PT. XYZ.
Read More
S-9726
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sari Tua Roy Nababan; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Fatma Lestari, Baiduri Widjanarko, Ernie Widianty Rahardjo, Sudi Astono
Abstrak: Periode masa pandemi Covid-19 masih terjadi di Indonesia bahkan di seluruh dunia. Hingga tgl 16 September 2021, data kejadian konfirmasi positif Covid-19 di seluruh dunia telah mencapai 226.236.577 kasus yang tersebar di 224 negara, dengan 4.654.548 kasus diantaranya meninggal dunia (WHO, 2021). Di Indonesia, pada periode yang sama, jumlah kasus positif mencapai 4.181.309 kejadian, dengan kasus kematian sebanyak 139.919 jiwa dan kasus sembuh sebanyak 3.968.152 orang (covid19.go.id). COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 Berbagai kebijakan telah dilakukan pemerintah untuk mencegah dan mengendalikan penularan, namun tingginya interaksi dan mobilitas masyarakat masih menjadi faktor yang berkontribusi mengakibatkan adanya kasus baru setiap harinya. Kelompok pekerja adalah salah satu kelompok masyarakat dengan persentase yang cukup besar, yakni 69.17% (BPS, Februari 2020). Tempat kerja merupakan salah satu lokasi yang berpotensi mengakibatkan penularan COVID-19 dikarenakan interaksi dan mobilitas pekerja yang sangat tinggi. Dengan kata lain risiko penularan yang terdapat di tempat kerja akan sangat berdampak baik secara langsung maupun tidak langsung kepada lingkungan masyarakat dan rumah tangga. Sektor tempat kerja yang termasuk dalam risiko tinggi penularan COVID-19 adalah sektor transportasi publik karena menjadi tempat interaksi dan bertemunya sejumlah orang dengan berbagai kondisi yang berbeda-beda. Berdasarkan latar belakang tersebut dapat dilihat bahwa penerapan manajemen pencegahan dan pengendalian COVID-19 di lingkungan tempat kerja memiliki kontribusi yang sangat penting guna memutus rantai penularan di masyarakat
Read More
T-6284
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Akbar Rahmansyah; Pembimbing: Ridwan Zahdi Syaaf; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Hendra, Adenan, Siddiq Amier,
Abstrak: Setiap kegiatan termasuk kegiatan transportasi mempunyai risiko terjadinya kecelakaan kerja. Transportasi sungai menggunakan Smallboat memiliki risiko terjadinya kecelakaan, khususnya yang berkaitan dengan bahaya perairan. Terdapat beberapa kecelakaan didalam transportasi sungai menggunakan Smallboat. Tujuan Penelitian iniuntuk mengetahui bahaya-bahaya dan tingkat risiko yang ada dalam transpotasi sungai menggunakan Smallboat. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif observasional,JHA (Job Hazards Analysis) untuk identifikasi bahaya dan metode penilaian risiko semikuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan tingkat risiko diawal cukup tinggi untuk beberapa kategori bahaya, terutama untuk bahaya yang berhubungan dengan perairan(Marine Hazard) tabrakan, drifted (akibat gagal mesin), pengikatan tali mooring, sampaibahaya orang jatuh ke air (dengan nilai risiko All work activity include transportation have a risk of accident. Small boat Marine(river) transportation have a specific risk of accident, especially regarding marinehazards. There were many accidents happen regarding small boat transportation. Thepurpose of this study is to know what kind/type of hazards and level of risk from smalltransportation activity. This study uses design of observational descriptive, Job HazardAnalysis (JHA) for identify hazards tools and semi quantitative for risk assessmentapproach/technique. The result showed that there have high level of risk assessment fromseveral specific hazards (regarding marine hazards), specially related with collision,drifted (engine failure), mooring line, and until man overboard (with result is more than350 which is very high category risk level). With some existing and recommend actionfor mitigation from author to reduce risk level from the activity the result can be reduceuntil low category (priority 3, substantial and acceptable risk level). The author suggestedthat mitigation action (procedural, training and engineering control) should implementedand perform other risk assessment for the others work area location.Keywords: Risk, Marine Hazards, River Transportation, Smallboat
Read More
T-4182
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nisa Fadlila Maharani; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Anna Fitriani
Abstrak:
Kebugaran kardiovaskular merupakan salah satu komponen dari kebugaran fisik yang umumnya diukur dengan nilai VO2max. Ketidakbugaran yang terjadi pada remaja dapat berisiko untuk menimbulkan penyakit tidak menular di masa mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kebugaran kardiovaskular berdasarkan nilai VO2max-nya serta faktor-faktor yang mempengaruhi nilai tersebut pada remaja. Desain studi yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional dengan jumlah sampel sebesar 180 remaja kelas 10 dan 11 pada seluruh SMAN di Kota Depok yang berjumlah 15 sekolah. Variabel independen yang diteliti meliputi jenis moda transportasi yang digunakan siswa, tingkat aktivitas fisik, IMT/U, lemak tubuh, jenis kelamin, asupan energi, asupan makronutrien (karbohidrat, protein, lemak), dan kualitas tidur. Nilai VO2max diukur dengan melakukan tes kebugaran Queen’s College Step Test, jenis moda transportasi yang digunakan siswa diukur dengan menggunakan kuesioner, tingkat aktivitas fisik diukur dengan menggunakan kuesioner PAQ-A (Physical Activity Questionnaire-Adolescent), nilai IMT/U diukur dengan melakukan pengukuran antropometri (berat dan tinggi badan), lemak tubuh diukur dengan menggunakan alat BIA (Omron HBF 302), jenis kelamin didapatkan dari kuesioner identitas responden, asupan energi dan asupan makronutrien (karbohidrat, protein, lemak) diukur dengan menggunakan kuesioner SQ-FFQ (Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire), dan kualitas tidur diukur dengan menggunakan kuesioner PSQI (Pittsburg Sleep Quality Index). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebesar 41,7% remaja siswa SMAN di Kota Depok memiliki nilai VO2max yang tidak bugar. Selain itu, ditemukan adanya hubungan signifikan antara jenis moda transportasi yang digunakan, tingkat aktivitas fisik, status gizi berdasarkan nilai IMT/U, dan lemak tubuh dengan nilai VO2max (p-value<0,05). Oleh karena itu, remaja siswa disarankan untuk lebih terlibat dalam kegiatan yang dapat meningkatkan kebugaran fisik.

Cardiovascular fitness is one component of physical fitness that is generally measured by VO2max values. Lack of fitness that occurs in adolescents can risk causing non-communicable diseases in the future. This study aims to determine the description of cardiovascular fitness based on VO2max values and the factors that influence these values in adolescents. The study design used in this research was cross-sectional with a sample size of 180 adolescents in grades 10 and 11 from all 15 high schools in Depok City. The independent variables studied included the type of transportation mode used by students, level of physical activity, BMI for Age, body fat, gender, energy intake, macronutrient intake (carbohydrates, protein, fat), and sleep quality. VO2max values were measured by performing the Queen's College Step Test fitness test, the type of transportation mode used by students was measured using a questionnaire, the level of physical activity was measured using the PAQ-A (Physical Activity Questionnaire Adolescent), BMI for Age values were measured by anthropometric measurements (weight and height), body fat was measured using a BIA device (Omron HBF 302), gender was obtained from the respondent's identity questionnaire, energy intake and macronutrient intake (carbohydrates, protein, fat) were measured using the SQ-FFQ (Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire), and sleep quality was measured using the PSQI (Pittsburg Sleep Quality Index) questionnaire. The results of this study indicate that 41.7% of high school adolescent students in Depok City have unfit VO2max values. In addition, a significant relationship was found between the type of transportation mode used, level of physical activity, nutritional status based on BMI for Age values, and body fat with VO2max values (p-value <0.05). Therefore, adolescent students are advised to be more involved in activities that can improve physical fitness.
Read More
S-11655
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Deyo Alfa Christian; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Anhari Achadi, Prastuti Soewondo, Nining Mularisih, Siti Khadijah Nasution
Abstrak:
Kesehatan merupakan salah satu indikator untuk menjadi Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, Perkembangan zaman tidak hanya berdampak pada kesehatan dalam segi positif, dampak perkembangan zaman juga menimbulkan berbagai penemuan baru dari penyakit-penyakit karena ada perkembangan teknologi juga berdampak pada penularan yang semakin bertambah dan sulit diatasi pengobatannya. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bukan saja menjadikan kehidupan umat manusia semakin mudah, semakin maju, tetapi nampaknya umat manusia juga diharapkan kepada tantangan-tantangan atau peringatan-peringatan baru di bidang kesehatan, dimana pada kurun waktu tertentu akan ada jenis penyakit baru yang muncul. Indonesia menduduki peringkat 65 dari 180 negara dalam kematian akibat penyakit menular, maternal dan gizi, penyakit menular ini termasuk penyakit menular akibat parasit dan infeksi pernafasan, Saat terjadinya wabah transportasi publik menempati peringkat kedua setelah Rumah sakit dan tempat layanan kesehatan dalam menularkan penyakit saat terjadi wabah, Tingginya penggunaan transportasi berpotensi menularkan penyakit, KRL sebagai moda transportasi umum dengan tingkat kepadatan rata - rata 300 - 900 ribu penumpang perhari, pemerintah telah mengeluarkan peraturan protokol kesehatan dengan mengikuti perkembangan kasus dalam implementasinya dapat dilihat dari komunikasi kebijakan, Sumber Daya, Struktur birokrasi, dan sikap hingga terlihat bagaimana implementasi penanganannya saat ini implementasi pelaksanaan protokol kesehatan di KRL sudah baik dalam penggunaan masker tetapi masih kurang dalam menjaga jarak dan sistim tracing, sehingga didapatkan rekomendasi dalam pelaksanaan mitigasi kesehatan di KRL Jabodetabek

Health is one of the indicators to become superior Human Resources (HR), The development of the times not only has an impact on health in a positive aspect, the impact of the times has also led to various new discoveries of diseases because there is technological development also has an impact on transmission that is increasing and difficult to overcome treatment, . The development of science and technology not only makes the life of mankind easier, more advanced, but it seems that mankind is also expected to new challenges or warnings in the field of health, where in a certain period of time there will be new types of diseases that appear. Indonesia is ranked 65th out of 180 countries in deaths from infectious, maternal and nutritional diseases, these infectious diseases include infectious diseases due to parasites and respiratory infections, When an outbreak of public transportation ranks second after hospitals and health service places in transmitting diseases during an outbreak, The high use of transportation has the potential to transmit disease, KRL as a mode of public transportation with an average density of 300 - 900 thousand passengers per day, the government has issued health protocol regulations by following the development of cases in its implementation can be seen from policy communication, resources, bureaucratic structures, and attitudes to see how the implementation of handling is currently the implementation of the implementation of health protocols in KRL is good in using masks but still lacking in maintaining distance and tracing systems, so that recommendations are obtained in the implementation of health mitigation in KRL Jabodetabek
Read More
T-6844
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive