Ditemukan 9 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Yuliani; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Surya Ede Darmawan, Prastuti Soewondo, Puji Triastuti, Priscilla Kristianti
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis kelengkapan dan ketepatan diagnosis prosedur dan koding pada klaim pasien rawat inap JKN di RSU Mayjen H. A. Thalib Kabupaten Kerinci. Penelitian ini menggabungkan penelitian kuantitatif dan kualitatif dengan model triangulasi. Hasil penelitian ditemukan ketidaktepatan koding dari 105 sampel klaim yang menyebabkan kerugian rumah sakit dengan selisih klaim kurang lebih 4 %. Hal ini disebabkan oleh pengetahuan dokter spesialis mengenai aturan koding yang masih rendah, pelatihan koding yang masih kurang bagi dokter spesialis, koder dan verifikator, beban kerja verifikator yang tinggi, rekam medis yang masih manual, ketiadaan SIMRS, alokasi anggaran yang masih rendah untuk meningkatkan kualitas rekam medis dan koding. Manajemen harus menyusun alur klaim, melaksanakan monitoring dan evaluasi klaim, melakukan pelatihan koding rutin, menyediakan SIMRS terintegrasi dengan billing system, rekam medis elektronik, dan menyusun indikator penilaian kinerja untuk remunerasi, menerapkan reward dan punishment bagi yang terlibat dalam klaim.
Read More
B-2134
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Indriana Kusuma Wardhani; Pembimbing: Iwan Ariawan; Penguji: Tris Eryando, Eriati
S-9838
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ahmad, Rizal Fauzi; Pembimbing: Artha Prabawa; Penguji: Rico Kurniawan, Ine Hermina
Abstrak:
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas data pelayanan kesehatan anak di Kabupaten Purwakarta tahun 2020 dengan menggunakan metode Penilaian Mandiri Kualitas Data Rutin (PMKDR) yang dikembangkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Sampel dalam penelitian ini adalah Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta dan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) terpilih di Kabupaten Purwakarta. Pengambilan data dilakukan dengan observasi, telaah dokumen, dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan kelengkapan data, konsistensi data, serta akurasi data pelayanan Kesehatan anak di Kabupaten Purwakarta sudah baik.
Read More
S-10578
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Laela Indawati; Pembimbing: Wiku Bakti Bawono Adisasmito; Penguji: Pujiyanto, Rokiah Kusumapradja, Indah Kristina
Abstrak:
Penelitian ini dilatarbelakangi adanya pengembalian klaim rawat inap pasien BPJS dikarenakan 4 faktor, salah satunya terkait konfirmasi koding atau ketidaksesuaian pengkodean terhadap diagnosis atau tindakan yang diberikan rata rata sebesar 30% dari berkas yang dikembalikan. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan pendekatan studi kasus. Tehnik pengumpulan data berupa observasi, studi literature dan wawancara. Pengembalian klaim pasien rawat inap terkait akurasi koding diantaranya karena kode tidak tepat, kurangnya pemeriksaan penunjang pendukung diagnosis, dan ketidaksesuaian dengan rule MB dan konsensus. Disarankan ada satu pedoman kerja yang mengatur tugas hak wewenang dan tanggung jawab dari masing masing profesi seperti dokter, koder, dan verifikator BPJS. Kata kunci : JKN, BPJS, Akurasi koding, ICD 10, Klaim
Read More
T-4795
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Abioso Wicaksono; Pembimbing: Ratna Djuwita Hatma; Penguji: Sudarto Ronoatmodjo, Eddy Harijanto
Abstrak:
Read More
Latar Belakang: Sepsis masih merupakan penyebab tertinggi kematian di ICU. Saat ini, qSOFA adalah alat skrining untuk Sepsis yang paling sering digunakan di IGD di Indonesia, akan tetapi menurut panduan terbaru dari ?Surviving Sepsis Campaign?, qSOFA sudah tidak valid lagi. Studi ini bertujuan untuk menilai akurasi diagnostic dari qSOFA, NEWS2 dan mqSOFA yang merupakan kombinasi dari qSOFA dan NEWS2 sebagai alat screening untuk Sepsis. Metode: Studi kohort retrospektif ini menggunakan data ICU dari suatu RS swasta tipe B di Tangerang Selatan. Uji diagnostik dilakukan untuk menilai akurasi dari qSOFA, NEWS2 and mqSOFA. Untuk memperhitungkan determinan lain yang relevan pada praktek klinis sehari-hari, maka dilakukan juga diagnostic research untuk mendapatkan alat skrining yang lebih akurat. Hasil: Penelitian ini mengikut-sertakan 305 pasien yang dirawat di ICU pada tahun 2020. Akurasi dari mqSOFA di IGD cukup baik (modest) untuk menapis kejadian Sepsis dengan AUROC= 0.605. 95%CI: 0,536-0,675, nilai p= 0,004 pada titik potong skor = 3, Sensivitas= 63.1%dan Spesifisitas = 53,3%. Akurasi ini lebih baik daripada qSOFA, dan berada sedikit di bawah NEWS2. Akurasi Comp_mqSOFA hanya sedikit lebih baik daripada Comp_mqSOFA. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa mqSOFA berpotensi menjadi alat skrining untuk Sepsis dengan akurasi yang lebih baik daripada qSOFA. Faktor lain seperti usia di atas 65 tahun, adanya penyakit paru dan kurang gizi juga berkontribusi untuk terjadinya Sepsis di ICU. Comp_mqSOFA mempunyai akurasi sedikit lebih baik dibandingkan mqSOFA.
Background: Sepsis remains as one of the highest contributors of mortality in the ICU. qSOFA is the most used screening tool for Sepsis in emergency departments in Indonesia, however according to the newest guideline from the ?Surviving Sepsis Campaign? qSOFA is no longer valid. This study aims to measure of the performance of qSOFA, NEWS 2 and a combination of qSOFA and NEWS 2 (mqSOFA) in the screening for Sepsis. Methods: This retrospective cohort study uses data from a private type-B hospital in Tangerang Selatan. Diagnostic testing was performed to measure the accuracy of qSOFA, NEWS and mqSOFA. Diagnostic research was then conducted to determine whether mqSOFA added diagnostic value in the diagnosis of Sepsis in daily practice. Results: The study included 305 patients who were admitted for intensive care in the year of 2020. The accuracy of mqSOFA in the emergency department was modest with an AUROC = 0.605, 95% CI: 0.536-0.675, p value- 0.004 at cut-off =3, Sensitivity= 63.1% and Specificity=55.3%. The accuracy of mqSOFA is better than qSOFA, and slightly less accurate to NEWS2. Comp_mqSOFA?s accuracy is not much better than that of mqSOFA. Conclusion: This study shows mqSOFA can be a significant too in screening of Sepsis. Other factors such as age over 65 years old, pulmonary disease and malnourishment also contribute to the incidence of Sepsis.
T-6487
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ika Fitria Elmeida; Promotor: Endang L. Achadi; Ko Promotor: Dwiana Ocviyanti; Penguji: Asri C. Adisasmita, Trihono, Atmarita, Besral, Siti Nurul Qomariyah, Trisari Anggodowati
Abstrak:
Latar Belakang: Mengumpulkan data berupa pelaporan ibu (self reported) adalah metode yang sering dipakai oleh peneliti karena ini praktis dan relatif murah. Meskipun data jawaban ibu mengenai pengalaman melahirkan dengan komplikasi persalinan mereka sering dipakai tetapi validitas dari data ini sangat jarang dikonfirmasi Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pertanyaan apakah yang paling tepat untuk menggambarkan komplikasi persalinan yang dialami untuk digunakan dalam penelitian survei Metode:Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan mixed method. Tahap konstruksi model dilakukan secara kualitatif, dengan Indepth Interview kepada 12 orang informan kunci dan 4 orang informan pendukung. Selanjutnya dilakukan pembentukan instrumen untuk dipakai sebagai kuesioner kuantitatif untuk pengumpulan data dengan desain studi potong lintang pada 300 responden. Analisis yang digunakan adalah regresi logistik untuk menentukan pertanyaan tentang komplikasi yang paling prediktif, dan menentukan nilai akurasi, sensitivitas dan spesifisitas dari tiap item pertanyaan. Survei dilakukan dengan dua kali pengamatan yaitu pengamatan pertama ketika di rumah sakit dan pengamatan kedua dengan mengunjungi rumah ibu setelah tiga bulan kemudian Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa kuesioner ini dapat dipakai untuk penelitian survei yang menanyakan akurasi jawaban ibu tentang komplikasi persalinan pre-eklampsi, perdarahan, dan distosia, dengan nilai akurasi tertinggi 0,93, se. 90,7% dan sp.98,2% pada kuesioner untuk pre- eklampsi, akurasi: 0,84, se.73,3% dan sp. 99,1% untuk kuesioner perdarahan dan nilai akurasi: 0,96, se.97,3%, sp. 98,7% untuk kuesioner distosia. Simpulan: daftar pertanyaan untuk ketiga kelompok komplikasi persalinan ini mempunyai nilai akurasi yang tinggi yaitu di atas 70%. Waktu survei di rumah sakit maupun di rumah ibu keduanya sama baik. Disarankan kepada institusi penelitian agar dapat menggunakan instrumen ini karena terbukti mempunyai tingkat akurasi yang baik.
Read More
D-442
Depok : FKM-UI, 2021
S3 - Disertasi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dewa Ngakan Gde Wahyu Mahatma Putra; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Adang Bachtiar, Bambang Dwipoyono, Chairulsjah Sjahruddin
Abstrak:
ABSTRAK Latar belakang dari penelitian ini adalah adanya waktu tunggu antrian pasien OK yang cukup lama hingga 21 hari dan angka utilisasi beberapa ruangan OK yang masih di bawah standar utilisasi. Waktu tunggu antrian OK yang lama dan angka utilisasi yang belum optimal salah satunya disebabkan oleh metode penjadwalan operasi yang belum akurat. Penelitian bertujuan untuk mengetahui utilisasi ruangan OK IBS dan mengetahui hubungannya dengan akurasi waktu mulai operasi, jumlah operasi, dan jenis operasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode telaah dokumen. Uji korelasi dilakukan dengan menggunakan metode Spearman. Berdasarkan 320 data sampel yang diteliti diperoleh rata-rata utilisasi ruangan OK IBS pada bulan Januari-Maret 2018 adalah 53,36%. Total pemakaian ruangan OK adalah 555 jam 24 menit. Terdapat dua faktor yang berhubungan dengan utilisasi kamar operasi yaitu akurasi waktu mulai operasi (p-value=0,012) dan jumlah operasi (p-value=0,015) dengan hubungan positif. Sedangkan jenis operasi (p-value = 0.373) tidak memiliki hubungan dengan utilisasi kamar operasi. Faktor lain yang mempengaruhi utilisasi kamar operasi adalah hari efektif jam buka ruangan OK setiap bulannya. Kata Kunci: Kamar Operasi, Operasi Elektif, Utilisasi, Akurasi Waktu Operasi, Jumlah Operasi, Jenis Operasi The background of this research is the high number of OK patients queue and delayed operation schedule due to the high utilization rate in the OK room in Central Surgery Installation Sanglah General Hospital. The study aims to find out the utilization of OK IBS room and to know its relation to the accuracy of the starting time of operation, the number of operation, and the type of operation. This research uses quantitative approach with document review method. The correlation test is done by using Spearman method. Based on the 320 sampled data obtained, the average utilization of OK IBS room in January-March 2018 is 53.36%. The total usage of OK room is 555 hours 24 minutes. There are two factors related to operating room utilization that is accuracy of starting time of operation (p-value = 0,012) and number of operation (p-value = 0,015) with positive relation. While the type of operation (p-value = 0.373) has no relationship with operating room utilization. Another factor affecting operating room utilization is the effective day open room hours OK in every month. Keywords: Operating Room, Elective Operation, Utilization, Accuracy of Starting Operation Time, Number of Operations, Type of Operation
Read More
B-2014
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Wawang; Pembimbing: Budi Utomo; Penguji: Poppy Yuniar, Edy Purwanto
Abstrak:
Sistem kewaspadaan dini dan respon bertujuan untuk mendeteksi secara dini adanya indikasi KLB, mendorong program melakukan respon terhadap alert yang muncul, mengetahui kecenderungan penyakit potensial KLB setiap minggu, mengevaluasi dampak intervensi program terhadap alert yang muncul serta mengetahui pemetaan setiap penyakit potensial KLB setiap minggu. Tujuan penelitian ini untuk menilai kelengkapan, ketepatan, akurasi Puskesmas di Kab/Kota di provinsi terpilih dan hal-hal yang mempengaruhi kualitas data SKDR di provinsi Bangka Belitung, Bengkulu, Gorontalo, Kalimantan Tengah, Papua, Sulawesi Barat dan Sumatera Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dan kualitatif. Kelengkapan laporan SKDR pada minggu 1-20 tahun 2015 di tujuh provinsi sebesar 47 %. Ketepatan waktu melapor sebesar 29 %. Akurasi kasus penyakit di populasi sampel berdasarkan uji chi square , ditemukan data tidak akurat (nilai X ² hitung > X ² tabel) , Hal-hal yang mempengaruhi: tidak semua puskesmas mendapatkan pelatihan SKDR, double job, sarana kurang memadai, tidak ada dana khusus, server sering mengalami gangguan, adanya gangguan sinyal. Kata kunci : sistem kewaspadaan dini dan respon, kelengkapan, ketepatan, akurasi
Early warning and response system aims to detect early indications of outbreaks, pushing the program to respond to the alert that appears, knowing the tendency of potential disease outbreaks every week, evaluate the impact of the program interventions that appear alert and aware mapping any potential disease outbreak every week. The purpose of this study was to assess the completeness, precision, accuracy of Puskesmas in regency/city in selected provinces and the things that affect the quality of the data SKDR in Bangka Belitung, Bengkulu, Gorontalo, Central Kalimantan, Papua, West Sulawesi and North Sumatra. The method used is quantitative and qualitative. Completeness report SKDR at 1-20 weeks of 2015 in seven provinces by 47%. Timeliness of reporting by 29%. Accuracy of cases of disease in a population-based sample chi square test, found inaccurate data (value X ² count > X ² table), things that affect: not all health centers receive training SKDR, double job, means less than adequate, there are no special funds , servers are often impaired, any signal interference. Keywords: early
Read More
Early warning and response system aims to detect early indications of outbreaks, pushing the program to respond to the alert that appears, knowing the tendency of potential disease outbreaks every week, evaluate the impact of the program interventions that appear alert and aware mapping any potential disease outbreak every week. The purpose of this study was to assess the completeness, precision, accuracy of Puskesmas in regency/city in selected provinces and the things that affect the quality of the data SKDR in Bangka Belitung, Bengkulu, Gorontalo, Central Kalimantan, Papua, West Sulawesi and North Sumatra. The method used is quantitative and qualitative. Completeness report SKDR at 1-20 weeks of 2015 in seven provinces by 47%. Timeliness of reporting by 29%. Accuracy of cases of disease in a population-based sample chi square test, found inaccurate data (value X ² count > X ² table), things that affect: not all health centers receive training SKDR, double job, means less than adequate, there are no special funds , servers are often impaired, any signal interference. Keywords: early
S-8917
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dian Sulistiyowati; Pembimbing: Indang Trihandini; Penguji: R. Sutiawan, Poppy Yuniar, Sri Pinantari Hanum, Yudianto
T-4058
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
