Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 13 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Ida Nolita Tukayo; Pembimbing: Sabarinah Prasetyo; Penguji: Sudijanto Kamso, Tri Yunis Miko Wahyono, Titik Respati
Abstrak:
ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui determinan perilaku mengkonsumsi minuman beralkohol di kota Jayapura. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian ini adalah anggota rumah tangga berusia 10-60 tahun dari rumah tangga terpilih di kota Jayapura, dengan jumlah sampel sebanyak 468 orang. Analisis yang digunakan adalah regresi logistik politomus. Hasil analisis didapatkan bahwa determinan perilaku mengkonsumsi minuman beralkohol adalah umur, jenis kelamin, merokok, keberadaan anggota rumah tangga, keberadaan diluar kota dan umur pertama mengkonsumsi minuman beralkohol dan variabel yang paling dominan berhubungan adalah merokok.

ABSTRACT The aims of this research is to determine the alchoholisme behaviour at Jayapura city. This is a quantitative research with cross sectional design. The population is a household member age 10-60 years old from selected household at Jayayapura, with sample size are 468 people. Analyses used was polytomus logistic regression. The result shows that the alcoholism behaviour determinan are age, sex, smoking, household existence, existence out the city and first age of alcoholism behavior and the most dominant variable is smoking.
Read More
T-3898
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fristika Mildya; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Dadan erwandi, Mila Tejamaya, Setyadi, Dramayadi
Abstrak: Konsumsi alkohol telah menjadi isu masyarakat baik di dunia maupun di Indonesia. Namun informasi mengenai data besaran masalah dan peningkatan konsumsi masih minim. Permasalahan konsumsi alkohol selama mengemudi yang berisiko menimbulkan fatalitas kecelakaan lalu lintas juga belum menjadi prioritas mengingat belum adanya produk hukum yang mengatur tentang batas ambang kadar alkohol dalam darah pada pengemudi. Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan berbagai data yang terkait penggunaan alkohol pada pengemudi di Indonesia, melakukan review terhadap kebijakan negara lain yang telah menetapkan peraturan kadar alkohol dalam darah pada pengemudi dan implementasinya, serta melakukan survei persepsi masyarakat terhadap penggunaan alkohol selama mengemudi. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan analisa data kualitatif dengan sumber data baik primer maupun sekunder. Hasil penelitian menunjukkan permasalahan penggunaan alkohol selama mengemudi di Indonesia perlu mendapatkan perhatian khusus. Berbagai pengalaman dari negara lain telah banyak bukti yang menunjukkan bahwa penetapan dan penegakan hukum terkait BAC dapat mengurangi fatalitas kecelakaan lalu lintas akibat pengaruh alkohol. Studi persepsi terhadap masyarakat pengguna/pengonsumsi minuman beralkohol dan mengemudi di tiga kota besar di Indonesia secara umum menunjukkan dukungan yang positif terhadap ditetapkannya peraturan kadar alkohol pada pengemudi di Indonesia. Untuk itu perlu segera ditetapkan suatu peraturan yang mengatur kadar alkohol dalam darah yang diperbolehkan bagi pengemudi, yang didukung dengan implementasi penegakan hukum yang ketat, promosi dan edukasi masyarakat. Kata kunci: Alkohol, Pengemudi, Penggunaan Alkohol selama Mengemudi, Kecelakaan Lalu Lintas, Kadar Alkohol dalam Darah
Read More
T-4446
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Khairun Nisa`il Hulwah; Pembimbing: Budi Hidayat; Penguji: Pujiyanto, Kurnia Sari, Andi Sari Bunga, Wahyu Pudji Nugraheni
Abstrak: Pendahuluan: Kejadian cedera yang mengakibatkan kegiatan sehari-hari terganggu cendrung meningkat dari tahun 2007 hingga 2018 yaitu 7,5% menjadi 9,2%. Sementara, proporsi cedera disebabkan kecelakaan lalu lintas di Indonesia yaitu 2,2% dan paling tinggi pada usia 15-24 tahun sebesar 4,9%. Total konsumsi alkohol per kapita diperkirakan akan meningkat di Indonesia pada tahun 2025. Perilaku mengonsumsi minuman beralkohol meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan desain studi cross sectional. Analisis penelitian menggunakan analisis univariat, analisis bivariat dengan Chi-Square dan regresi logistik, dan analisis multivariat dengan metode regresi logistik ganda.
Hasil: kejadian cedera disebabkan kecelakaan lalu lintas adalah 76,5% dari total kejadian cedera pada responden dan persentase penyebab kecelakaan lalu lintas terbesar adalah mengendarai sepeda motor sebesar 72,7%. Tingkat kejadian cedera disebabkan kecelakaan lalu lintas di Indonesia tinggi pada responden yang mengonsumsi alkohol, kelompok dewasa, jenis kelamin laki-laki, memiliki tingkat pendidikan tinggi, responden yang bekerja, tinggal di wilayah perkotaan dan domisili di Pulau Sulawesi.
Kesimpulan: Semua variabel, baik konsumsi alkohol dan sosial demografi (umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, wilayah tempat tinggal, pulau domisili), mempunyai dampak yang signifikan terhadap kejadian cedera disebabkan kecelakaan lalu lintas. Hubungan konsumsi alkohol dengan cedera disebabkan kecelakaan lalu lintas pada responden usia > 10 tahun adalah signifikan setelah dikontrol variabel konfounder (umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, wilayah tempat tinggal dan pulau domisili) dengan risiko orang yang mengonsumsi alkohol sebesar 2,436 kali dibandingkan orang yang tidak mengonsumsi alkohol.
Read More
T-5959
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhammad Iqbal Ibrahim; Pembimbing: Artha Prabawa; Penguji: Besral, Rico Kurniawan, Andri Mursita, Erwin Azizi Jayadipraja
Abstrak: Penyakit Gagal Ginjal Kronis (PGK) merupakan penyebab kematian peringkat ke-27 di dunia tahun 1990 dan meningkat menjadi urutan ke-18 pada tahun 2010. Sedangkan di Indonesia, perawatan penyakit ginjal merupakan peringkat kedua pembiayaan terbesar dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan setelah penyakit jantung. Jumlah penderita gagal ginjal kronis di Indonesia pada tahun 2011 tercatat 22.304 dengan 68,8% kasus baru dan pada tahun 2012 meningkat menjadi 28.782 dengan 69,1% kasus baru. Alkohol diketahui memiliki efek pada metabolisme kolesterol lipoprotein densitas tinggi (HDL-C), kolesterol lipoprotein densitas rendah (LDL-C) dan trigliserida serta tekanan darah. Jika alkohol dikonsumsi secara berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah, salah satu masalah yang bisa berujung pada gangguan ginjal. Mengonsumsi etanol sangat berbahaya karena reaksi kimia senyawa ini membentuk nefrotoksik kuat hingga menyebabkan gangguan fungsi dan kematian sel (nekrosis) pada sel tubulus proksimal. Dengan mempromosikan penyakit hati, konsumsi alkohol kronis memiliki efek merusak lebih lanjut pada ginjal. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dalam rangka mempelajari korelasi antara faktor risiko dengan efek gagal ginjal kronis dengan menggunakan data sekunder Riskesdas tahun 2018, dimana variabel-variabel yang termasuk factor risiko dan variabel efek diobservasi sekaligus pada saat yang sama, dalam hal ini disebut penelitian cross sectional
Read More
T-6409
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rhasal Nirwana; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Trini Sudiarti, Fajrinayanti
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan faktor lainnya terhadap perilaku konsumsi alkohol pada mahasiswa di Jabodetabek tahun ajaran 2020/2021.Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain studi cross-sectional dilakukan pada 202 mahasiswa. Pengambilan data dilakukan secara daring menggunakan kuesioner online. Data yang diperoleh dianalisis secara univariat dan bivariat (menggunakan uji chi-square). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebesar 70,8% responden mengonsumsi alkohol. Pada penelitian ini diketahui bahwa jenis kelamin, uang saku, sikap, dan pengaruh teman memiliki hubungan yang signifikan terhadap perilaku konsumsi alkohol dengan nilai p-value <0,05.
Read More
S-10801
Depok : FKM-UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Friskha Margareth Ruth Siahaan; Pembimbing: Pandu Riono; Penguji: Yovsah; Ridho Ichsan Syaini
Abstrak: Latar belakang: Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko utama pada penyakit tidak menular yang masih menjadi masalah kesehatan utama di dunia termasuk Indonesia, dimana tekanan darah tinggi berada pada angka diatas atau sama dengan 140/90 mmHg. Di Indonesia, proporsi kejadian hipertensi mengalami peningkatan dari 25,8% di tahun 2013 menjadi 34,1% pada tahun 2018 (Riskesdas, 2018). Tujuan: Untuk melihat hubungan antara status IMT, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, konsumsi gorengan, konsumsi diet sehat, dan aktivitas fisik terhadap kejadian hipertensi. Metode: Analisis ini bersifat kuantitatif menggunakan data IFLS-5 2014/2015. Analisis regresi logistik dilakukan pada sampel 30.828 responden berusia ≥15 tahun yang menjawab pertanyaan kuesioner (Kuesioner Buku I, II, III, dan Pengukuran Kesehatan). Hasil: Hasil analisis multivariabel didapatkan bahwa terdapat asosiasi antara faktor risiko dengan kejadian hipertensi, dimana responden yang memiliki status IMT gemuk/obesitas memiliki risiko 2,26 kali, responden yang dulunya merokok memiliki risiko 1,03 kali, responden yang memiliki kebiasaan konsumsi alkohol memiliki risiko 1,13 kali, responden yang sering mengkonsumsi gorengan memiliki risiko 1,14 kali, responden yang mengkonsumsi diet kurang sehat memiliki risiko 1,01 kali, responden yang memiliki aktivitas ringan memiliki risiko hampir 1 kali menderita hipertensi. Kesimpulan: Oleh karena itu diperlukan integrasi layanan cek rutin tekanan darah dan berbagai fakor risiko yang terkait dengan hipertensi ataupun penyakit tidak menular lainnya.
Read More
S-10211
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ovi Triyulianti; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Dian Ayubi, Lilis Siti Hodijah
Abstrak: Perilaku berisiko kesehatan mencakup penggunaan zat tembakau, alkohol, penggunaan narkoba dan perilaku seksual berisiko. Perilaku berisiko tersebut sering terjadi pada remaja dan saling berkaitan. Penelitian ini bertujuan mengetahui keterkaitan perilaku berisiko remaja dengan perilaku seks pranikah dan distratifikasi berdasarkan jenis kelamin dan urban rural di kabupaten Katingan Provinsi Kalimantan Tengah. Penelitian ini menggunakan data Survei Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Pelajar SMP dan SMA di Kabupaten Katingan Tahun 2017 yang dilakukan oleh Bapelitbang Kabupaten Katingan dan Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia (PPK UI) dengan mengunakan desain studi cross sectional dan analisis univariat, bivariat dan stratifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan 26,8% remaja pernah melakukan seks pranikah, 33,8% remaja merokok, 21,4% remaja pernah minum alkohol dan 7,8% pernah menggunakan narkoba. Hasil penelitian menunjukkan perilaku merokok (p value 0,006, PR=1,454 CI 95%=1,119-1,888), konsumsi alkohol (p value 0,003, PR=1,587 CI 95%=1,183-2,130) dan penggunaan narkoba (p value 0,000, PR=3,021 CI 95%=1,981- 4,609) memiliki hubungan dengan seks pranikah. Analisis stratifikasi menunjukkan bahwa jenis kelamin dan urban rural memiliki pengaruh pada penggunaan narkoba terhadap seks pranikah. Sehingga disarankan untuk melakukan penyuluhan mengenai bahaya narkoba dan seks pranikah, memberikan pendidikan kesehatan reproduksi, serta mengadakan pelayanan KRR, PKPR dan peer conselor/peer educator di sekolahsekolah. Kata kunci: Perilaku Berisiko Remaja, Seks Pranikah, Narkoba, Alkohol, Merokok Health risk behaviors include the use of tobacco, alcohol, drug use and risky sexual behavior. These risk behaviors often occur in adolescents and are interrelated. This study aims to determine the relationship between risky behavior of adolescents with premarital sex behavior and stratified by sex and rural urban in Katingan district, Central Kalimantan Province. This study uses data from the Drug Abuse Survey among Junior and Senior High School Students in Katingan District in 2017 conducted by Bapelitbang Katingan District and University of Indonesia Health Research Center (PPK UI) using a cross sectional study design and univariate, bivariate and stratification analysis. The results showed that smoking behavior (p = 0.006 PR = 1.454 CI 95% = 1.119-1.888), alcohol consumption (p = 0.003 PR = 1.587 95% CI = 1.183-2.130) and drug use (p = 0.000 PR = 3.021 CI 95% = 1,981-4,609) has a relationship with premarital sex. Stratification analysis shows that gender and rural urbanization have an influence on drug use on premarital sex. So it is advisable to conduct counseling about the dangers of drugs and premarital sex, provide reproductive health education, and provide KRR services, PKPR and peer counselors / peer educators in schools. Keywords: Adolescent Risk Behavior, Premarital Sex, Drug Use, Alcohol, Cigarette
Read More
S-9701
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anjar Kusnawa Ardani; Pembimbing: Sutanto Priyo Hastono; Penguji: Martya Rahmaniati Makful, Flourissa J. Sudradjat
S-6704
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ikhlas Tunggal Mulyandari; Pembimbing: Budi Utomo; Penguji: Besral, Anindita Dyah Sekarputri
Abstrak: Permasalahan perilaku pada remaja semakin marak terjadi sehingga menjadi fokusisu kesehatan masyarakat di Indonesia. Berbagai risiko pada masa perkembangan menimbulkan kekhawatiran terjadinya perilaku berisiko kesehatan. Perilaku berisiko yang dibahas diantaranya merokok, minum alkohol, dan hubungan seksual sebelum menikah. Penelitian cross-sectional dilakukan pada remaja priadan wanita belum kawin usia 15-24 tahun di Indonesia tahun 2012. Penelitian menggunakan data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia tahun 2012Komponen Kesehatan Reproduksi Remaja. Hasil analisis menunjukkan bahwa remaja yang merokok dan minum alkohol akan meningkatkan kejadian untuk melakukan hubungan seksual. Lebih lanjut lagi, semakin banyak batang rokokyang dihisap dan semakin sering frekuensi minum alkohol juga meningkatkankejadian untuk melakukan hubungan seksual. Selain itu, remaja yang memiliki teman pernah berhubungan seksual lebih tinggi diantara remaja yang aktif seksual dibandingkan remaja yang belum pernah berhubungan seksual. Intervensiterintegrasi perlu dirancang sebagai bentuk pengendalian dan pencegahan perilaku berisiko remaja. Kata kunci : merokok, minum alkohol, hubungan seksual, remaja
Behaviors problem in adolescent often happen and become the focus on publichealth issues in Indonesia. The kind of risks at developmental period take theworries about health risk behaviors. The risk behaviors explored for smoking,alcohol drinking, and premarital sex. A cross sectional study was conductedamong never married men and women 15-24 years olds in Indonesia in 2012. Thestudy used data from Adolescent Reproductive Health Component of the 2012Indonesia Demographic and Health Survey. The results showed that smoking anddrinking adolescent are significantly associated with a higher likelihood ofengaging in premarital sex. Further, more number of cigarettes smoked andfrequent of drinking alcohol are also significantly associated with premaritalsexual activity. Moreover, the adolescent with ever having sex friends were higheramong sexually active youth than those who were sexually abstinent. Integratedinterventions need to be designed as control and prevention of adolescent riskbehaviors.Keywords : smoking, alcohol drinking, premarital sex, adolescent
Read More
S-8213
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rafida Kusuma Wardani; Pembimbing: Pandu Riono; Penguji: Dadan Erwandi, Sabarinah, Toha Muhaimin, Rahmadewi
Abstrak:

Perilaku seksual pranikah pada remaja merupakan salah satu masalah yang perlu diperhatikan, khususnya terkait faktor yang mendukung untuk terjadinya perilaku seksual pranikah pada remaja dan melihat terdapat peningkatan persentase pada data SDKI 2017 dibandingkan SDKI 2012. Penelitian ini menggunakan deskriptif analitik secara kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian cross sectional dengan menggunakan data sekunder yaitu Data Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) Tahun 2017 yang dapat diperoleh dari mengakses website Demographic and Health Surveys (DHS) dengan mengajukan perizinan pengambilan data sesuai prosedur yang berlaku. Data diolah dengan program SPSS dengan uji odds ratio dan uji regresi logistik ganda. Sebanyak 5,0% responden pernah melakukan perilaku seksual pranikah. Hasil uji multivariat pada responden yang pernah konsumsi alkohol mempunyai kecenderungan untuk berperilaku seksual 12,8 kali lebih tinggi, sedangkan responden yang pernah merokok mempunyai kecenderungan untuk berperilaku seksual 1,7 kali lebih tinggi setelah di kontrol faktor perilaku merokok, usia, tingkat pendidikan, dan tempat tinggal. Saran yang peneliti berikan adalah agar instansi terkait dapat mengembangkan program kesehatan reproduksi pada remaja khususnya terkait dampak negative alkohol dan rokok, dan bagi pemerintah juga dapat mengatur regulasi penjualan rokok dan alkohol agar tidak dengan mudah dapat diperoleh oleh remaja. 

 


Premarital sexual behavior in adolescents is a problem that needs attention, especially related to the factors that support the occurrence of premarital sexual behavior in adolescents and see an increase in the percentage in the 2017 IDHS data compared to the 2012 IDHS. This research uses descriptive analytic quantitative using a cross research design sectional by using secondary data, namely the 2017 Indonesian Demographic Health Survey (IDHS) data which can be obtained from accessing the Demographic and Health Surveys (DHS) website by applying for permission to collect data according to applicable procedures. Data were processed using the SPSS program with the odds ratio test and multiple logistic regression tests. As much as 5.0% of the respondents had premarital sexual behavior. Multivariate test results on respondents who have consumed alcohol have a tendency to behave sexually 12.8 times higher, while respondents who have ever smoked have a tendency to behave sexually 1.7 times higher after controlling for smoking behavior factors, age, level of education, and residence. The suggestion that the researchers give is that relevant agencies can develop reproductive health programs for adolescents, especially related to the negative effects of alcohol and cigarettes, and for the government to also regulate regulations on the sale of cigarettes and alcohol so that they are not easily obtained by adolescents. Keyword : Alcohol, Cigarette, Premarital Sexual Behavior, Adolescents.
Read More
T-6675
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive