Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 31 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Cat Martiyana, Leny Latifah, Hadi Ashar
MGMI Vol.4, No.1
Magelang : Balitbang GAKI Kemenkes RI, 2012
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dwi Handriyani; Pembimbing: Amal C. Sjaaf; Penguji: Adik Wibowo, Sandi Iljanto, Rarit Gempari, Mochammad Taufiq Hidayat
T-4134
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ita Patriani, Dumilah Ayuningtyas
KJKMN Vol.8, No.2
Depok : FKM UI, 2013
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hairudin Bangun Prasetyo; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Hendra, Muhammad Ragil Suryoputro
Abstrak: Komunikasi yang efektif antara pemimpin dan anggota merupakanaspek penting dari organisasi. Komunikasi keselamatan yang efektif harusmencakup: komunikasi yang terbuka dan jelas ; mendorong perilaku yangaman; menerapkan pembelajaran yang diprogram untuk keselamatan. PT.XYZ adalah salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pengadaan,pemasangan dan perawatan elevator atau lift (Procurement, Constructionand Service). Dalam mengelola komunikasi yang ada di dalam perusahaan,manajemen banyak menggunakan komunikasi downward (dari ataskebawah), dimana komunikasi ini lebih banyak bersifat direktif atau arahandan dilakukan secara formal. Untuk komunikasi dari bawah (karyawan)sendiri memang di wadahi, akan tetapi tidak banyak ditemukan. Sehinggadilakukan penelitian dengan tujuan Mengetahui gambaran proses dan alurkomunikasi keselamatan di PT. XYZ. Metode yang digunakan adalahkualitatif yang bersifat deskriptif dan observasional melalui wawancaramendalam dan observasi data sekunder. Hasil penelitian menunjukkanbahwa masih terdapat banyak masalah yang menghambat dalam proseskomunikasi keselamatan di PT.XYZ, baik yang berasal dari sumber, pesan,saluran maupun penerima komunikasi. Manajemen sebagai sumber pesanbelum mampu menyampaikan pesan secara obyektif. Pesan keselamatandisampaikan dalam Bahasa yang jelas. Telah tersedia saluran komunikasitetapi belum layak dan menjangkau semua pekerja. Pengetahuan penerimacukup tetapi belum punya kesadaran melaksanakan pesan keselamatan.Kata kunci: Komunikasi, Perilaku, Proses, Manajemen, Saluran.
Read More
T-4555
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Glenda Joy LT Pasaribu; Pembimbing: Vetty Yuliany Permanasari; Penguji: Wiku Bakti Bawono Adisasmito, Sandi Iljanto, Susilawati Arifin Bolang, Adityawati Ganggaiswari
Abstrak: Salah satu cara untuk meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit adalah dengan melaksanakan keselamatan pasien dalam melaksanakan pelayanan kesehatan dalam kesehariannya. Komunikasi efektif adalah unsur utama dari sasaran keselamatan pasien karena komunikasi adalah penyebab pertama masalah keselamatan pasien di rumah sakit. Komunikasi yang efektif antar dokter spesialis dan dokter umum dapat meningkatkan mutu pelayanan. Ketidakpatuhan dokter dalam menerapkan kegiatan komunikasi efektif dapat menyebabkan masalah bagi pelayanan terutama dalam keselamatan pasien dan mutu pelayanan, ditemukan masih banyaknya instruksi yang belum diverifikasi oleh dokter spesialis juga menjadi permasalahan di Rumah Sakit Siloam. Oleh karena itu, perlu diketahui permasalahan yang mempengaruhi penerapan sasaran keselamatan pasien khususnya komunikasi efektif sehingga diharapkan perbaikan dalam penerapan sasaran keselamatan pasien di RS Siloam. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional yaitu dengan melakukan pengukuran atau pengamatan pada saat bersamaan dan kualitatif yaitu dengan wawancara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam lagi dan mendapatkan pola mengenai komunikasi dokter spesialis dan dokter umum dalam program sasaran keselamatan pasien. Populasi penelitian ini adalah dokter spesialis dan dokter umum di instalasi rawat inap. Penerapan komunikasi efektif pada dokter umum cukup baik dibandingkan dengan dokter spesialis. Masih banyaknya dokter spesialis yang belum terpapar dengan pengetahuan sasaran keselamatan pasien khususnya komunikasi efektif mempengaruhi penerapan ini, kurangnya pelatihan, sosialisasi akan kebijakan rumah sakit juga ambil andil dalam penerapan komunikasi efektif pada dokter spesialis dan dokter umum. Kata kunci: Komunikasi, Komunikasi Efektif, Keselamatan Pasien. One way to improve the quality of hospital services is to implement patient safety in carrying out health services in their daily life. Effective communication is a key element of patient safety goals because communication is the first cause of patient safety problems in hospitals. Effective communication between specialists and general practitioners can improve the quality of care. Non-compliance of doctors in applying effective communication activities can cause problems for services, especially in patient safety and service quality, it is found that the number of unverified instructions by specialists is also a problem at Siloam Hospital. Therefore, please note the problems that affect the implementation of patient safety goals, especially effective communication so that the expected improvement in the application of patient safety goals at RS Siloam. This research is a descriptive analytic research with quantitative approach by using cross sectional approach that is by doing measurement or observation at the same time and qualitative that is by depth interview. This study aims to explore more deeply and get a pattern about the communication of specialist doctors and general practitioners in the target patient's safety program. The population of this study are specialist doctors and general practitioners in inpatient installation. The application of effective communication to general practitioners is quite good compared to specialists. There are still many specialist doctors who have not been exposed to the knowledge of patient safety goals especially effective communication affecting this application, lack of training, socialization of hospital policy also take part in the application of effective communication to specialists and general practitioners. Keywords: Communication, Effective Communication, Patient Safety
Read More
B-1907
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yulianti Savitri; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Vetty Yulianty Permanasari, Takdir Mostavan, Sumijatun
Abstrak: Abstrak
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan crosssectional yang dilakukan pada periode rawat 4-15 Maret 2013 pada 114 pasien sebagai responden. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan persepsi pasien terhadap efektivitas komunikasi terapeutik perawat di ruang rawat inap RSU Bhakti Yudha Depok.
 
Hasil penelitian menggambarkan 66,7% responden menilai komunikasi perawat efektif, analisis lebih lanjut dengan regresi logistik menujukkan tidak ada hubungan signifikan antara umur, jenis kelamin, pendidikan, tipe kepribadian dengan persepsi pasien terhadap efektivitas komunikasi terapeutik perawat. Hanya variabel motivasi yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara persepsi pasien terhadap efektivitas komunikasi terapeutik perawat.
 
Dengan hasil penelitian ini disarankan kepada rumah sakit agar diadakan rencana pelatihan komunikasi terapeutik secara berkelanjutan bagi perawat. Selain itu, mengupayakan adanya penerapan komunikasi terapeutik perawat dengan optimal serta adanya pengawasan dari supervisor maupun kepala ruangan, dan pembinaan dari komite keperawatan bagi perawat.
 

The study was a quantitative cross sectional study conducted during the periodMarch 4th to March 15th 2013 and covering 114 client. The aim of the study was to determine the factors associated with patient's perceptions about effectiveness of therapeutic communication nursing inpatient unit.
 
The result was found 66,7% respondents think nurses have effectiveness communication and with the logistic regression analysis showed there was no association between age, sex, education, personality traits with patient’s perceptions about effectiveness of therapeutic communication nursing. It also found that there was association between motivation with patient's perceptions about effectiveness of therapeutic communication nursing.
 
This study recommends to hospital for make therapeutic communication periodic training. Besides that, seek the implementation of therapeutic communication nursing and monitoring from supervisor and the head of the room, also coaching from nursing committee for nurses.
Read More
B-1537
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Riska Kurniawati/ Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Martha, Dayat Trihadi, Ugi Sugiri
Abstrak:
Rumah Sakit memiliki tenaga kesehatan yang bertugas di Instalasi Gawat Darurat memiliki tugas siaga selama 24 jam untuk menangani pasien yang jumlah dan tingkat keparahannya tidak dapat diprediksi. Interaksi tenaga kesehatan dan pasien di IGD harus ada kesepakatan setiap langkah tatalaksana penyakit, kesepakatan tersebut dibangun dari saling berkomunikasi. Melalui komunikasi antara tenaga kesehatan dan pasien dengan berbagai latar belakang maka diperlukan keterampilan komunikasi yang baik untuk mengatasi salah tafsir. IGD terdapat 3 kategori derajat keparahan penyakit pasien yaitu triase merah, triase kuning, triase hijau. Tekanan kepada tenaga kesehatan paling banyak berasal dari kategori triase merah, disusul dengan triase kuning lalu hijau. Penilaian pasien dilakukan dengan cepat dan segera untuk mengetahui tingkat kegawatan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan menggunakan Model Komunikasi antar pribadi Joseph A DeVito. Informan pada penelitian ini ada 11 informan, pengambilan data dengan wawancara mendalam menggunakan pedoman wawancara dan observasi non partisipatif. Penentuan informan mengacu pada prinsip kesesuaian (appropriateness) dan kecukupan (adequacy) yang kemudian dilakukan analisis data dengan analisis konten. Hasil yang didapatkan yaitu Tidak ada perbedaan pola komunikasi pada triase merah setiap shiftnya. Terdapat perbedaan pola komunikasi triase kuning shift pagi dengan shift sore. Kemudian, tidak terdapat perbedaan pola komunikasi pada triase hijau shift pagi dengan shift malam. Informan mengakui bahwa derajat keparahan penyakit yang membuat adanya perbedaan dalam berkomunikasi. Peneliti menemukan bahwa perbedaan pola komunikasi selain dari tingkat keparahan penyakit juga dipengaruhi oleh tingkat pendidikan pasien.

Hospital has health workers on duty at the emergency room who are on standby 24 hours to treat patients whose number and severity cannot be predicted. The interaction of health workers and patients in the emergency room must have an agreement for every step of handling the disease, this agreement is built from communicating with each other. Through communication between health workers and patients with various backgrounds, good communication skills are needed to overcome misinterpretation. In the ER, there are 3 categories of patient severity, namely red triage, yellow triage, and green triage. Most of the pressure on health workers came from the red triage category, followed by the yellow and then green triage. Patient assessment is carried out quickly and immediately to determine the level of emergency. This research is a qualitative research with a phenomenological approach and uses Joseph A DeVito's Interpersonal Communication Model. Informants in this study there were 11 informants, data collection by in-depth interviews using interview guidelines and non-participatory observation. The determination of informants refers to the principles of appropriateness and adequacy, which are then analyzed by means of content analysis. The results obtained are that there is no difference in communication patterns in the red triage for each shift. There are differences in the yellow triage communication pattern for the morning shift and the afternoon shift. Then, there are no differences in communication patterns in the green triage of the morning shift and the night shift. Informants acknowledged that the degree of severity of the disease caused differences in communication. Researchers found that differences in communication patterns apart from the severity of the disease were also influenced by the patient's education level.
Read More
T-6789
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Marsaulina Olivia P.; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Ratu Ayu, Vetty Yulianty, Jan Andries Tangkilisan, Ermilda Sriwastuti
Abstrak: SBAR merupakan sebuah teknik komunikasi untuk meningkatkan komunikasi dankolaborasi tim dalam upaya keselamatan pasienPenelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif cross sectional comparativeHasil penelitian memperlihatkan terdapat perbedaan yang signfikan pada aspekpengetahuan mengenai unsur komunikasi efektif, pentingnya pengetahuan dasartentang lawan bicara, pertanyaan yang bersifat terbuka, pentingnya menjadipendengar yang baik, pentingnya kolaborasi antar tenaga kesehatan untukmenciptakan kerjasama tim yang baik dalam upaya keselamatan pasien danpeningkatan yang signifikan dalam hal tindakan menggunakan metodeKomunikasi SBAR pada perawat yang telah mengikuti pelatihan.Perlu evaluasi lebih lanjut mengenai cara penyelenggaran pelatihandanpemantauan pelaksanaannya di Rumah Sakit, agar dapat berguna untuk pelayanankepada pasien yang berkualitas dalam upaya Keselamatan PasienKata Kunci: Komunikasi, Kolaborasi, Keselamatan Pasien, Pelatihan, SBAR
SBAR is a communication technique to improve team communication andcollaboration in patient safety. This study was conducted using quantitative cross-sectional comparative .The results showed there were significant differences in theaspects of knowledge about the elements of effective communication, theimportance of basic knowledge about the other person, the open question, theimportance of being a good listener, the importance of collaboration among healthprofessionals to create good teamwork in patient safety and improvementsignificant in terms of the action using the SBAR communication method to thenurse who had been trained. Needs further evaluation on delivering the trainingand monitoring its implementation in hospitals in order to be useful for a qualityservice to patients in an effort to Patient Safety.Keywords: Communication, Collaboration, Patient Safety, Training, SBAR
Read More
B-1651
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ucu Saefurohman; Pembimbing: Kusdinar Achmad ; Penguji: Wachyu Sulistiadi; Puput Oktamianti, Exsenveny Lalopua, Imelda Wijaya
Abstrak: Proses komunikasi, kolaborasi dan koordinasi yang baik berdampak besarterhadap efektivitas organisasi dan merupakan elemen penting dalam pencapaianpelayanan kesehatan yang bermutu. Tujuan penelitian ini untuk menelaah polakomunikasi, kolaborasi dan koordinasi di Puskesmas Ibrahim Adjie KotaBandung yang menerapkan standar mutu ISO 9001:2008 dan sebagai puskesmasberprestasi tahun 2016 di Jawa Barat. Metode penelitian menggunakanpendekatan kualitatif bersifat konfirmatori. Keabsahan data dijaga dengan tekniktriangulasi sumber dan metode melalui wawancara mendalam pada empat orangnarasumber, diskusi group terarah oleh enam orang staf, observasi dan telaahdokumen. Hasil penelitian menunjukan terdapat pola komunikasi semua level dansaluran. Pola kolaborasi spektrum luas bersifat spesialisasi, diformalisir. Polakoordinasi bersifat penguatan dan perluasan. Tantangan yaitu pemilihan prioritaspenyampaian informasi, adanya peran ganda, kesalahpahaman, kesulitanmenselaraskan waktu kegiatan dengan instansi lain, pengulangan proseskoordinasi ketika ada pergantian pejabat seperti camat atau lurah, adanyaketerlambatan persetujuan laporan program kegiatan dari pihak kecamatan dankelurahan. Saran yaitu agar terus menjaga pola yang telah ada danmeningkatkannya, perlu adanya advokasi untuk penguatan sumber daya manusia,perlu ada nota kesepahaman dengan instansi lain, perlu mentransfer pola prosesyang telah kepada personil puskesmas secara berkesinambungan. Instansi luaryang sejenis perlu meniru dan menerapkan pola proses yang ada dari PuskesmasIbrahim Adjie.Kata kunci : pola komunikasi; pola kolaborasi; pola koordinasi; puskesmas.
The process of communication, collaboration and coordination have a majorimpact on the effectiveness of the organization and an important element in theachievement of quality health services. The purpose of this study to analyzepatterns of communication, collaboration and coordination in Puskesmas IbrahimAdjie - Bandung, which has implemented a quality standard ISO 9001: 2008 andas the best health center in 2016 in West Java. The research method uses aqualitative approach is confirmatory. To maintain the validity of the data wasperformed using triangulation sources and methods of data collection is done byin-depth interviews to four people who are important in the process, focus groupdiscussions by six staff, observation and study of the document. The resultsshowed there is a pattern of all levels and channels of communication. Thepattern of broad-spectrum collaboration is secondary. Coordination patterns arestrengthening and expansion. Barriers that often happens, the choice of prioritydelivery of information, the dual role, misunderstanding, trouble harmonize timeactivities with other agencies, the repetition of the process of coordination whenthere is change of officials such as district or village heads, the delay in theapproval of program activity reports from the district and village. Suggestions areto continue to maintain the existing pattern and increase, the need for advocacyfor the strengthening of human resources, the need for a MoU, it is necessary totransfer the pattern of the process that has been ongoing basis to the health centerpersonnel. Outside agencies similar to apply the pattern of the existing processes.Keywords: communication patterns; collaboration patterns; coordinationpatterns; puskesmas.
Read More
T-4597
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Astasari; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Besral, Caroline Endah Wuryaningsih, Jusuf Kristianto, Sri Helmi Yuli Hartati
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan komunikasi interpersonal bidandelima dan bidan non delima di Bidan Praktek Mandiri. Desain studi penelitian ini menggunakancross-sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner kepada 143 bidanpraktek mandiri di wilayah Jakarta Selatan. Analisis data uji bivariat menggunakan Chi-Squaredan uji multivariat menggunakan regresi logistik.Disimpulkan bahwa bidan delima yang mempunyai komunikasi interpersonal baiksebesar 70% sedangkan bidan non delima yang mempunyai komunikasi interpersonal baik hanya12,1%. Status bidan dan masa kerja mempunyai hubungan yang signifikan terhadap komunikasiinterpersonal. Bidan delima yang mempunyai masa kerja Type This study attempts to knows the difference communication interpersonal delimamidwives and non delima midwives in the midwife independent practice. Design study thisresearch using cross-sectional. The data collection was done to the spread of the questionnaire to143 midwives practice independently in South Jakarta. Data analysis test bivariate use Chi-Squareand the multivariate use regression logistics.Concluded that Delima midwives who have good interpersonal communication by 70 %but Non Delima midwives who have good interpersonal communication is only 12,1 % . Midwivesstatus and old workings have a significant relation to interpersonal communication . Delimamidwives have long working less than 15 years have 7,3 interpersonal communication better thanNon Delima midwives and Delima midwives have old workings more equal to 15 years have 121,4interpersonal communication better than Non Delima midwives. Interpersonal communication is anon technical abilities that are importan in providing midwifery care and the ability can be trainedthrough communication training. The Ministry of Health together with The Indonesian MidwivesAssociation to support Delima Midwives program and facilitate the training of communication toimprove the interpersonal communication skills of midwives.Keywords: Communication interpersonal, midwives status, delima midwife.
Read More
T-4704
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive