Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 14 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Hably Warganegara; Pembimnbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Purnawan Junadi, Amal Chalik Sjaaf, Suprijanto Rijadi, Soekirman Soekin
Abstrak: Dalam meningkatkan kualitas SDM Rumah Sakit (RS) Khusus THT-Bedah KLProklamasi, maka perlu menciptakan sistem manajemen kinerja yang baik, yaitumelakukan penilaian kinerja dengan merumuskan Key Performance Indicators(KPI) yang berfungsi sebagai alat ukur tercapainya tujuan RS. Dilakukanpendekatan kualitatif dengan metode diskusi kelompok terarah (FGD) danwawancara mendalam terhadap seluruh unit di RS untuk merancang KPI yangsejalan dengan tujuan RS, dimana terbentuk 196 rancangan KPI untuk 23 unitdimana setiap unit terdiri dari 8-10 KPI yang dapat menjadi pertimbangan RSuntuk digunakan sebagai penilaian kinerja unit yang sesuai dengan tujuan RS.Kata kunci: key performance indicators, KPI, pengukuran kinerja.
Improvement in human resources quality in Proklamasi- ENT Hospital requirescreation of a good performance management system through implementation ofperformance measurement by formulating Key Performance Indicators whichfunction as a measuring instrument to achieve hospital goals. A qualitativeapproach with focus group discussions and in depth interviews method with alldivisions in the hospital was performed to formulate KPI which compatible tohospital goals. A 196 KPI draft was formed for 23 divisions whereas each divisionconsist of 8-10 KPI to became hospital consideration to measure all divisionperformance that compatible with hospital goals.Keywords: Key performance indicators, KPI, Performance Measurement.
Read More
B-1788
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
J.N.W. Utami, S. Suryawati
JMPK Vol.04, No.01
Yogyakarta : UGM, 2001
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ilma Dewayani; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Pujiyanto, Reza Rahman
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Peraturan Kapitasi Berbasis Pemenuhan Komitmen Pelayanan pada Puskesmas di Wilayah Jakarta Timur Tahun 2017. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan telaah dokumen. Penelitian ini menunjukkan bahwa ada masalah dalam sisi komunikasi, sumber daya, serta pelaksanaan untuk mencapai indikator kinerja. Peneliti menyarakan agar dilakukan upaya perbaikan dalam hal sosialisasi, peninjauan ulang mengenai beban kerja dan pembagian tugas, membuat SOP khusus untuk kegiatan Prolanis, pelatihan rutin untuk dokter, membuat anggaran khusus Prolanis, serta pembuatan kebijakan khusus terkait pelayanan bagi peserta yang bukan terdaftar di Puskesmas yang dituju.
Kata kunci : Peraturan KBK, Implementasi, indikator angka kontak, indikator rasio prolanis, indikator rujukan non spesialistik.

This research aims to find out the implementation of Performance-Based Capitation Regulation in Primary Helalth Care in East Jakarta Region, 2017. This research is a qualitative study with data collection through interviews, observation, and document review. This study shows that there are problems in communication, resources, and implementation to achieve performance indicators. The researcher suggested that improvement efforts should be made in the case of socialization, review of workload and task division, make SOPs for Prolanis activities, routine training for doctors, make allocation budget for Prolanis, and policy making related to services for participants who are not registered in Primary Health Care Addressed.
Key words : Performance-Based Capitation, Implementation, contack rate indicators, Prolanis ratio indicators, non-specialistic refferal indicators.
Read More
S-9454
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Melissa H. Roberts, Douglas W. Mapel, Shannon Bruse, Hans Petersen, Toru Nyunoya
AJE Vol.178, No.7
Oxford : Oxford University Press, 2013
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mochammad Bagus Qomaruddin; Promotor: Soekidjo Notoatmodjo; KO-Promotor: Anhari Achadi, Ella Nurlaella Hadi; Penguji: Purnawan Junadi, Sudarti Kresno, Trihono, Kodrat Pramudho, Bambang Setiaji
D-274
Depok : FKM-UI, 2013
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Quenela Mutiara Cantika; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Adang Bachtiar, Eti Rohati
Abstrak:
Mutu pelayanan kesehatan sangat berdampak terhadap seluruh upaya pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh fasilitas pelayanan kesehatan. Indikator Nasional Mutu (INM) merupakan standar yang digunakan untuk mengevaluasi tingkat keberhasilan implementasi mutu pelayanan kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk Puskesmas. Berdasarkan laporan INM Puskesmas oleh Dinas Kesehatan Kota Depok tahun 2022 diketahui bahwa ratarata capaian INM Puskesmas masih fluktuatif dan belum konsistem melaporkan setiap bulannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis capaian Indikator Nasional Mutu (INM) di Puskesmas Kemiri Muka dan Puskesmas Ratu Jaya tahun 2022. Jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa capaian INM di Puskesmas Kemiri Muka dan Puskesmas Ratu Jaya pada tahun 2022 belum sepenuhnya sesuai dan menggambarkan kondisi sebenarnya yang ditinjau dari pendekatan sistem input, proses, dan output. Saran yang dapat diberikan yaitu mengajukan usulan pengadaan sarana dan prasarana, melakukan monitoring dan evaluasi perencanaan kebutuhan SDM Kesehatan, menetapkan sanksi dan reward untuk hasil capaian INM, serta proaktif mempelajari pelaksanaan pengukuran dan pelaporan INM.

The quality of health service greatly impacts all health service efforts carried out by healthcare facilities. The National Quality Indicator (INM) is a standard used to evaluate the achievement of quality implementation in healthcare facilities, including public health centers (Puskesmas). Based on the INM Puskesmas report by the Depok City Health Office in 2022, it is known that the average achievement of INM Puskesmas is still fluctuating and has not been consistently reported every month. This study aims to analyze the achievement of the National Quality Indicators (INM) at Kemiri Muka and Ratu Jaya Public Health Centers in 2022. The research method used a qualitative approach. Methods of data collection included in-depth interviews, observations, and document review. The results indicate that the achievements of the INM at Kemiri Muka and Ratu Jaya Public Health Centers in 2022 were not fully appropriate and described accurately the actual conditions in terms of the input, process, and output system approach. Recommendations include proposing the procurement of facilities and infrastructure, monitoring and evaluating the planning of healthcare human resource needs, implementing sanctions and rewards for achieving the INM targets, and proactively learn the implementation of INM measurement and reporting processes.
Read More
S-11332
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Amelia Rahayu; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Adang Bachtiar, Amal Chalik Sjaaf
Abstrak:
Mutu Pelayanan Kesehatan merupakan standar layanan kesehatan untuk individu dan masyarakat yang dapat meningkatkan luaran kesehatan yang optimal. Indikator Nasional Mutu digunakan sebagai tolak ukur dalam mengukur mutu pelayanan kesehatan. Harapan pasien untuk mendapatkan mutu pelayanan yang baik dapat diberikan oleh dokter yang bertugas ketika melayani pasien yang mampu menerapkan kepemimpinan klinis dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan domain-domain kepemimpinan klinis dokter terhadap mutu layanan kesehatan di rumah sakit. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian dilakukan pada 42 orang dokter umum dan spesialis dengan kuesioner kepemimpinan klinis dokter. Sedangkan mutu layanan kesehatan di Rumah Sakit Izza dilihat pada capaian indikator nasional mutu rumah sakit. Terdapat 5 domain dengan masing-masing 8 dimensi pada kepemimpinan klinis dan 12 indikator nasional mutu yang dianalisis dari 13 total indikator nasional mutu. Pada penelitian ini didapatkan 2 domain kepemimpinan klinis yang berhubungan dengan mutu layanan kesehatan di rumah sakit, yaitu domain kualitas personal dan peningkatan pelayanan. Tiga domain lainnya, yaitu Kerja sama dengan sejawat dan interprofesi, pengelolaan pelayanan, dan penentuan arah pelayanan tidak berhubungan terhadap mutu layanan kesehatan di rumah sakit

Quality of Health Services is a standard of health services for individuals and communities that can improve optimal health outcomes. National quality indicators are used as benchmark in measuring the quality of health services. Patient expectations for good quality of service can be provided by the doctor on duty when serving patients who are able to apply clinical leadership well. This study aims to determine the relationship of physician clinical leadership domains to the quality of health services in hospitals. This study was conducted using a survey method with a quantitative approach. The study was conducted on 42 general practitioners and specialists with a physician clinical leadership questionnaire. While the quality of health services at Izza Hospital is seen in the achievement of national indicators of hospital quality. There are 5 domains with 8 dimensions each in clinical leadership and 12 national quality indicators analyzed from 13 total national quality indicators. In this study, 2 domains of clinical leadership were found to be related to the quality of health services in the hospital, namely the domains of personal quality and service change. The other three domains, namely Collaboration with peers and interprofessionals, managing service, and setting direction are not related to the quality of health services in hospitals.
Read More
B-2367
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fennie Sajahrial; Pembimbing: Purnawan Junadi; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Prastuti Soewondo, Fushen, Kharisma Ersha
Abstrak:
Latar belakang:  Industri layanan kesehatan, terutama sektor rumah sakit swasta, ditandai dengan persaingan yang ketat, meningkatnya biaya operasional, dan meningkatnya ekspektasi terhadap layanan kesehatan yang berkualitas. Kemampuan untuk menilai dan meningkatkan kinerja secara akurat sangat penting untuk kelangsungan hidup dan pertumbuhan sebuah rumah sakit. Salah satu indikator kinerja yang dapat digunakan adalah EBITDA. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembentukan EBITDA matriks yang akan digunakan sebagai indikator kinerja. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. penelitian ini mengkaji berbagai aspek, mulai dari pemahaman sumber daya manusia, kebijakan internal, pelatihan, hingga proses penyusunan matriks yang terintegrasi dalam sistem operasional rumah sakit. Hasil:  Hasil: penelitian menunjukkan bahwa pembentukan matriks EBITDA meliputi variabel input, proses dan output. Variabel input meliputi pengetahuan SDM, kebijakan, pelatihan serta sistem informasi rumah sakit. Variabel proses adalah rangkaian pelatihan berkelanjutan, hingga diperoleh variabel output yaitu matriks EBITDA. Pada pelaksanaan EBITDA matriks dibetuk sebuah tim Operating Control Center (OCC) berperan penting dalam mengelola dan mengawasi pelaksanaan matriks EBITDA. Simpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa EBITDA matriks dapat digunakan sebagai indikator kinerja, namun pada pelaksanaannya akan menghadapi berbagai hambatan. Meskipun demikian, adanya pengetahuan, sikap dan komitment yang baik akan menjadi faktor keberhasilan pencapaian indikator kinerja.

Background:  The healthcare industry, especially the private hospital sector, is characterised by intense competition, rising operating costs, and increasing expectations for quality healthcare services. The ability to accurately assess and improve performance is critical to the survival and growth of a hospital. One of the performance indicators that can be used is EBITDA. Objective: This study aims to determine the formation of EBITDA matrix to be used as a performance indicator. Methods: This research uses a qualitative method with a case study approach. This research examines various aspects, ranging from understanding human resources, internal policies, training, to the process of preparing a matrix that is integrated in the hospital's operational system. Results: The research shows that the formation of the EBITDA matrix includes input, process and output variables. Input variables include HR knowledge, policies, training and hospital information systems. The process variable is a series of continuous training, until the output variable is obtained, namely the EBITDA matrix. In the implementation of the EBITDA matrix, an Operating Control Center (OCC) team plays an important role in managing and supervising the implementation of the EBITDA matrix. Conclusion: This research shows that the EBITDA matrix can be used as a performance indicator, but in its implementation it will face various obstacles. Nevertheless, the existence of good knowledge, attitude and commitment will be a success factor in achieving performance indicators.

Read More
B-2538
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Utami Zubaidah; Pembimbing: Zulazmi Mamdy; Penguji: Rina Artining Anggorodi, Rafli Sofyan
Abstrak: ABSTRAK
 
 
Berdasarkan Profil Puskesmas Ganjar Agung pada tahun 2007 sampai
 
tahun 2009 pencapaian PHBS Puskesmas Ganjar Agung angka pencapaiannya
 
hanya 47% dari SPM yang ditetapkan oleh Kota Metro. Tujuan penelitian ini
 
adalah mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan perilaku terhadap
 
pelaksanaan program perilaku hidup bersih dan sehat pada ibu rumah tangga di
 
Kelurahan ganjar Agung Kecamatan metro Barat Tahun 2011. Penelitian ini
 
adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain Cross Sectional. Hasil
 
penelitian menunjukan70% ibu rumah tangga memiliki perilaku yang baik
 
terhadap 10 indikator PHBS pada tatanan rumah tangga, 69,1 % ibu rumah tangga
 
memiliki pengetahuan yang baik tentang PHBS pada tatanan rumah tangga dan
 
secara umum pengetahuan ibu rumah tangga dikatakan tinggi. Sedangkan Sikap ibu
 
rumah tangga tentang PHBS secara umum cenderung rendah terhadap 10 indikator
 
program perilaku hidup bersih dan sehat. Tidak ada hubungan yang bermakna
 
antara pengetahuan dan sikap dengan perilaku terhadap 10 indikator PHBS pada
 
tatanan rumah tangga.
 

 
ABSTRACT
 
 
Based Health Center Profile Ganjar Great in 2007 until the year 2009
 
achievement of PHBs Ganjar General Health Center only 47% achievement rate
 
of the SPM is defined by the Metro City. The purpose of this study was to
 
determine the relationship of knowledge and attitudes to the behavior of the
 
implementation of the program clean and healthy lifestyle behaviors in mothers of
 
households in the Village of West metro Ganjar District Court in 2011. This study
 
is a quantitative study using design of Cross Sectional.
 
The results menunjukan70% housewives have good behavior against 10
 
indicators of PHBs in the order of the household, 69.1% housewives have a good
 
knowledge of PHBs in the order of the household and general knowledge of the
 
housewife said to be high. While the attitude of the housewife of PHBs in general
 
tend to be low on 10 indicators of the program clean and healthy living behavior.
 
There was no significant relationship between knowledge and attitudes to the
 
behavior of the 10 indicators in order household PHBs.
Read More
S-6833
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Irfan Rohot Uli Manik; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Prastuti Soewondo, Puput Oktamianti, Sri Diana Ginting Suka, Relia Sari
Abstrak:
Latar Belakang: RSU Hermina Podomoro merupakan salah satu rumah sakit swasta yang memiliki pelayanan poliklinik eksekutif. Unit layanan ini diharapkan dapat menjadi layanan unggulan rumah sakit. Data rekam medis menunjukkan bahwa dalam kurun waktu empat tahun terakhir, angka kunjungan dari unit poliklinik eksekutif belum pernah mencapai target sesuai yang telah ditetapkan. Keberadaan layanan eksekutif sendiri sesungguhnya dapat memberikan pemasukan yang cukup besar bagi rumah sakit. Jika angka kunjungan poliklinik eksekutif bisa meningkat hingga mencapai target maka pemasukan rumah sakit juga semakin besar. Tujuan penelitian: secara umum adalah tersusunnya rencana strategi peningkatan kinerja poliklinik eksekutif RSU Hermina Podomoro untuk periode 2024-2027. Secara khusus adalah teridentifikasi analisis situasi dan diperolehnya gambaran positioning poliklinik eksekutif, tersusunnya strategi yang tepat bagi RSU Hermina Podomoro untuk mengembangkan layanan poliklinik eksekutif, ditetapkannya indikator kinerja yang tepat digunakan untuk mengevaluasi implementasi rencana strategi dengan pendekatan Balanced Scorecard, ditetapkannya target sesuai dengan indikator kinerja yang digunakan dan ditetapkannya aktivitas dan biaya yang dibutuhkan. Metode penelitian: Jenis data pada penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer berupa data kualitatif hasil wawancara mendalam dan Consensus Decisions Making Group (CDMG) bersama informan. Data sekunder terdiri dari data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif berupa laporan rekam medis, laporan kinerja rumah sakit dan data pendukung lain sedangkan data kualititatif adalah dokumen internal RS dan dokumen eksternal yaituregulasi pemerintah, literatur, hasil penelitian dan data pendukung lain. Hasil penelitian: visi dan misi rumah sakit mendukung rencana strategis pengembangan layanan poliklinik eksekutif. Analisis lingkungan internal dan eksternal dengan EFE Matrix dan IFE Matrix menunjukkan data yang mendukung untuk pengembangan. Hasil Matching Stage pada matriks IE menunjukkan posisi rumah sakit pada sel 1 di matriks IE, yaitu grow dan build. Hasil QSPM digabungkan dengan teori yang ada dalam penentuan strategi prioritas menghasilkan urutan strategi sebagai berikut: optimalisasi promosi layanan poliklinik eksekutif, optimalisasi sarana danfasilitas, optimalisasi produk serta layanan, optimalisasi teknologi, optimalisasi SDM serta optimalisasi service excellence poliklinik eksekutif. Strategi yang ada dilengkapi dengan 28 (dua puluh delapan) KPI dengan target, aktivitas dan biaya masing-masing. Kesimpulan: rencana strategis yang dibuat lengkap dengan indikator sesuai BSC dan target akan mampu menjadi pedoman bagi RSU Hermina Podomoro dalam mewujudkan layanan poliklinik eksekutif sebagai layanan unggulan.

Background : Hermina Podomoro General Hospital is a private hospital that has executive polyclinic services. This service unit is expected to become the hospital's superior service. Medical recorddata shows that in the last four years, the number of visits from the executive polyclinic unit has never reached the target that has been set. The existence of executive services itself can actually provide quite a large income for hospitals. If the number of visits to executive clinics can increase to reach the target, the hospital's income will also increase. Objectives : In general, the preparation of a strategic plan for improving the performance of the executive polyclinic of Hermina Podomoro General Hospital for the period 2024-2027. Specifically, the identificationof a situation analysis and obtaining a picture of the positioning of the executive polyclinic, thepreparation of an appropriate strategy for Hermina Podomoro General Hospital to develop executive polyclinic services, the establishment of performance indicators appropriate to use to evaluate the implementation of strategic plans using the Balanced Scorecard approach, setting targets in accordance with the performance indicators used and determining the activities and costs needed. Method : The types of data in this research are primary data and secondary data. Primary data is qualitative data from in-depth interviews and the Consensus Decisions MakingGroup (CDMG) with informants. Secondary data consists of quantitative data and qualitative data. Quantitative data is in the form of medical record reports, hospital performance reports and other supporting data, while qualitative data is internal hospital documents and external documents, namely government regulations, literature, research results and other supporting data. Results : The hospital's vision and mission supports the strategic plan for the development of executive polyclinic services. Analysis of the internal and external environment with the EFEMatrix and IFE Matrix shows data that supports development. The Matching Stage results in the IE matrix show the position of the hospital in cell 1 in the IE matrix, namely grow and build. The QSPM results combined with existing theory in determining priority strategies produce the following strategy sequence: optimizing promotion of executive polyclinic services, optimizing facilities and facilities, optimizing products and services, optimizing technology, optimizing human resources and optimizing service excellence at executive polyclinics. The existing strategy is equipped with 28 (twenty eight) KPIs with their respective targets, activities and costs. Conclusion: The strategic plan made complete with indicators according to the BSC and targets will be able to serve as a guide for Hermina Podomoro General Hospital in realizing executive polyclinic services as superior services
Read More
B-2455
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive