Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 17 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Zuraidah Hanifah; Pembimbing: Kusharisupeni Djokosujono; Penguji: Sandra Fikawati, Rahmawati
Abstrak: KONSUMSI SAYUR DAN BUAH MASYARAKAT INDONESIA MASIH JAUH DARI KATEGORI CUKUP. REMAJA DITEMUKAN SEBAGAI KELOMPOK UMUR DENGAN PERSENTASE TERTINGI UNTUK KONSUMSI SAYUR DAN BUAH YANG KURANG. KONSUMSI SAYUR DAN BUAH YANG KURANG PADA SAAT REMAJA AKAN MEMPENGARUHI STATUS KESEHATAN DI MASA MENDATANG. PENELITIAN INI BERTUJUAN UNTUK MENGETAHUI FAKTOR DOMINAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN KONSUMSI SAYUR DAN BUAH PADA KELOMPOK REMAJA DI JAKARTA. PENELITIAN INI MENGGUNAKAN DISAIN CROSS SECTIONAL PADA BULAN APRIL HINGGA MEI 2018 DI SMAN 39 JAKARTA. RESPONDEN TERDIRI DARI SISWA KELAS X DAN KELAS XI. PENGAMBILAN DATA MENGGUNAKAN KUESIONER DAN FFQ DENGAN METODE ANGKET. HASIL PENELITIAN INI MENUNJUKKAN BAHWA TERDAPAT 68,4% RESPONDEN TERMASUK KE DALAM KATEGORI KURANG KONSUMSI SAYUR DAN BUAH. UJI CHI SQUARE YANG DILAKUKAN MENGHASILKAN BAHWA TERDAPAT HUBUNGAN ANTARA PENGARUH ORANGTUA (OR=2,436; CI=1,293-4,587) DAN KETERLIBATAN DALAM BERBELANJA (OR=2,045; CI=1,091-3,834) DENGAN KONSUMSI SAYUR DAN BUAH PADA RESPONDEN. ANALISIS LEBIH LANJUT BERUPA ANALISIS MULTIVARIAT DENGAN UJI REGRESI LOGISTIK GANDA MENUNJUKKAN HASIL BAHWA PENGARUH ORANGTUA MENJADI FAKTOR DOMINAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN KONSUMSI SAYUR DAN BUAH PADA SISWA. KATA KUNCI: KONSUMSI SAYUR, KONSUMSI BUAH, REMAJA CONSUMPTION OF VEGETABLES AND FRUITS OF INDONESIAN SOCIETY IS STILL FAR FROM SUFFICIENT CATEGORY. ADOLESCENTS ARE FOUND AS THE AGE GROUP WITH THE HIGHEST PERCENTAGE FOR LESS VEGETABLE AND FRUIT CONSUMPTION. CONSUMPTION OF LESS VEGETABLES AND FRUITS DURING ADOLESCENCE WILL AFFECT HEALTH STATUS IN THE FUTURE. THIS STUDY AIMS TO DETERMINE THE DOMINANT FACTORS ASSOCIATED WITH CONSUMPTION OF VEGETABLES AND FRUITS IN GROUPS OF ADOLESCENTS IN JAKARTA. THIS STUDY USED CROSS SECTIONAL DESIGN IN APRIL TO MAY 2018 AT SMAN 39 JAKARTA. RESPONDENTS CONSISTED OF STUDENTS OF CLASS X AND CLASS XI. DATA COLLECTION USING SELF-ADMINISTERED QUESTIONNAIRE AND. THE RESULTS OF THIS STUDY INDICATE THAT THERE ARE 68.4% OF RESPONDENTS INCLUDED INTO THE CATEGORY OF LESS CONSUMPTION OF VEGETABLES AND FRUITS. THE CHI SQUARE TEST PERFORMED RESULTED IN A RELATIONSHIP BETWEEN PARENTAL INFLUENCE (OR = 2,436; CI = 1,293-4,587) AND SHOPPING INVOLVEMENT (OR = 2,045; CI = 1,091-3,834) WITH CONSUMPTION OF VEGETABLES AND FRUITS IN THE RESPONDENTS. FURTHER ANALYSIS IN THE FORM OF MULTIVARIATE ANALYSIS WITH MULTIPLE LOGISTIC REGRESSION TEST SHOWED THAT THE INFLUENCE OF PARENTS BECAME THE DOMINANT FACTOR RELATED TO THE CONSUMPTION OF VEGETABLES AND FRUIT IN THE STUDENTS. KEY WORDS: VEGETABLE CONSUMPTION, FRUIT CONSUMPTION, ADOLESCENCE
Read More
S-9860
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rilantias Utami; Pembimbing: Besral; Penguji: Milla Herdayati, Maria Holly Herawaty, Zakiah
Abstrak:
Sayur dan buah merupakan sumber vitamin, mineral dan tinggi serat, namun jarang di konsumsi oleh remaja. Kurangnya konsimsi sayur dan buah dapat menyebabkan timbulnya penyakit degeneratif dan dapat menyebabkan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui deteminan konsumsi sayur dan buah pada remaja di Jabodetabek Tahun 2022. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Jumlah responden dalam penelitian ini 327 remaja yang berdomisili di Jabodetabek. Hasil penelitian menunjukkan preferensi dan pengetahuan merupakan faktor determinan dari konsumsi sayur dan buah dengan faktor dominan yang ditemukan adalah preferensi (OR 13,055; CI 3,104 - 54,904). Peningkatan pengetahuan dan pemahaman mengenai pentingnya konsumsi sayur dan buah bagi kesehatan perlu dilakukan dengan dilakukannya promosi kesehatan yang dapat dilakukan oleh masyarakat, mahasiswa maupun pemerintah.

Vegetables and fruit are sources of vitamins, minerals, and high fibers, but they are rarely consumed by teenagers. The lack of vegetable and fruit consumption can cause degenerative diseases and can cause death. This study aims to determine the determinants of fruit and vegetable consumption among adolescents in Jabodetabek in 2022. This study is a quantitative study with a cross-sectional study design. The number of respondents in this study was 327 teenagers who live in Greater Jakarta. The results showed that preference and knowledge were the determinants of fruit and vegetable consumption with the dominant factor found being preference (OR 13,055; CI 3,104 - 54,904). Increased knowledge and understanding of the importance of consuming vegetables and fruits for health needs to be done by carrying out health promotions that can be carried out by the community, students, and the government.
Read More
T-6577
Depok : FKM UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Martina; Pembimbing: Asri, C. Adisasmita, Nurhayati Prihartono; Penguji: Felly Philipus Senewe, Uswatun Hasanah
Abstrak: Diabetes dan stroke memiliki hubungan yang erat, terutama apabila tidak dilakukan pengendalian gula darah. Penderita diabetes mellitus (DM) rentan untuk mengalami komplikasi penyakit stroke. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi sayur dan buah dengan kejadian stroke pada populasi DM. Penelitian ini menggunakan desain cohort retrospective menggunakan data Indonesian Family Life Survey 4-5. Sampel yang dianalisis pada penelitian ini berjumlah 5.953 setelah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik digunakan untuk mengetahui pengaruh konsumsi sayur dan buah dalam menyebabkan stroke pada populasi DM. Hasil penelitian didapatkan prevalensi stroke pada populasi DM sebesar 2,7%. Analisis multivariat menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi sayur dan buah cukup pada IFLS-4 dan IFLS-5 yaitu dapat menurunkan risiko 89,9%. Pada responden yang mengonsumsi sayur dan buah cukup pada IFLS-4 dan kurang pada IFLS-5 dapat menurunkan risiko 87,7%. Risiko stroke dapat dicegah atau diturunkan 16,8% jika mengonsumsi sayur dan buah yang cukup berdasarkan hasil perhitungan ukuran dampak. Perlu adanya adanya skrining lebih ketat untuk mencegah stroke pada populasi DM. Selain itu perlu adanya peningkatan kualitas pelaksanaan Posbindu PTM dari pemerintah untuk pemantauan faktor risiko serta deteksi dini PTM.
Read More
T-5539
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wulan Sari; Pembimbing: Gayati Dwi; Penguji: Krisnawati Bantas, Ratna Djuwita, Anies Irawati
Abstrak: Sindroma metabolik merupakan kombinasi kelainan metabolik yang meliputi komponen obesitas sentral, hipertensi, hipertrigliserida, rendahnya kolesterol HDL, dan hiperglikemia. Pada penduduk dewasa (≥ 18 tahun) telah terjadi peningkatan dari beberapa komponen sindroma metabolik pada tahun 2013 dibandingkan tahun 2007. Kejadian hipertensi meningkat sebesar 9,5% lebih besar dibandingkan tahun 2007 (7,6%). Prevalensi diabetes melitus meningkat sebesar 2,1% dibandingkan tahun 2007 (1,1%). Sementara itu, prevelensi obesitas sentral meningkat sebesar 26,6% dibandingkan tahun 2007 (18,8%). Konsumsi sayur dan buah ≥ 5 porsi/hari pada penduduk Indonesia juga masih rendah (3,3%). Penelitian bertujuan untuk melihat hubungan konsumsi sayur dan buah terhadap kejadian sindroma metabolik pada penduduk dewasa (≥ 18 tahun) di Indonesia. Penelitian yang menggunakan desain studi cross sectional ini menggunakan data Riskesdas 2013. Sampel adalah seluruh dewasa (≥ 18 tahun) di Indonesia tahun 2013 yang terdaftar dalam survei Riskesdas 2013 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis menggunakan cox regression untuk mendapatkan hubungan dari konsumsi sayur dan buah dengan sindroma metabolik. Hasil penelitian diperoleh prevalensi sindroma metabolik sebesar 28,2% dan konsumsi sayur dan buah cukup sebesar 1,5%. Konsumsi sayur dan buah tidak memiliki hubungan secara statistik dengan kejadian sindroma metabolik (PRR = 0,987; 95%CI: 0,790-1,233) setelah dikontrol oleh variabel aktifitas fisik, jenis kelamin, umur, dan wilayah tempat tinggal. Diperlukan pencegahan pada komponen sindroma metabolik dan peningkatan konsumsi sayur dan buah yang cukup. Kata Kunci: Dewasa, Konsumsi sayur dan buah, Riskesdas 2013, Sindroma metabolik
Read More
T-4476
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Febby Mandira; Pembimbing: Yvonne Magdalena Indrawani; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Sri Muljati
S-7794
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Jane Cornelia; Pembimbing: Yvonne Magdalena Indrawani; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Ida Ruslita
S-8873
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nadya Ashilla Zahrantiara; Pembimbing: Kusharisupeni Djokosujono; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Salimar
Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui proporsi konsumsi buah dan sayur serta berbagai faktor yang berhubungan dengan konsumsi buah dan sayur pada siswa/i SMA Negeri 3 Depok. Desain penelitian ini adalah cross-sectional. Responden pada penelitian ini berjumlah 124 orang yang dipilih dengan metode quota sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner dan formulir food record secara mandiri oleh responden.
Read More
S-10740
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fildzah Khairunna Huwaida; Pembimbing: Diah Mulyawati Utari; Penguji: Trini Sudiarti, Salimar
Abstrak: Konsumsi sayur merupakan salah satu bagian penting dalam mewujudkan gizi seimbang, untuk itu dianjurkan mengonsumsi sayur sebanyak 3-4 porsi/hari. Namun, anjuran tersebut belum terealisasi ditandai dengan tingginya data kurang konsumsi sayur dan buah dalam Riskesdas 2007 (93,6%) dan 2013 (93,5%), khususnya di DKI Jakarta sebesar 94,5%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan konsumsi sayur menurut faktor individu dan faktor lingkungan serta sumbangannya terhadap kecukupan serat dan zat gizi mikro pada remaja di DKI Jakarta. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional, dilakukan pada bulan April-Mei 2017 di SLTA X Jakarta Timur dengan 146 murid. Sampel didapatkan dengan metode purposive sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang diisi oleh responden dan wawancara 2x24-hour food recall. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi sayur murid hanya sebesar 25 g/hari (1,25 porsi/hari). Konsumsi sayur tersebut menyumbang 0,95% terhadap kecukupan serat, 5,08% terhadap kecukupan vitamin A, 3,86% terhadap kecukupan vitamin C, dan 1,32% terhadap kecukupan zat besi. Analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna pada konsumsi sayur murid menurut sikap (nilai-p=0,001), preferensi (nilai-p=0,007), keyakinan diri (nilai-p=0,019), pengaruh teman (nilai-p=0,024), dan pengaruh orang tua (0,005). Berdasarkan hasil tersebut diharapkan sekolah dapat membuat program kesehatan, khususnya edukasi gizi untuk menambah pengetahuan murid mengenai pentingnya konsumsi sayur setiap hari sesuai anjuran Pedoman Gizi Seimbang. Kata Kunci : konsumsi sayur, remaja, faktor individu, faktor lingkungan Vegetables consumption is one important part in realizing balanced nutrition, so it recommended to consume vegetables as much as 3-4 servings per day. However, national scale showed that vegetables and fruits consumption was less (93.6% in 2007 and 93.5% in 2013), especially in DKI Jakarta at 94.5%. This study aims to know the differences of vegetables consumption according to individual factors and environmental factors and their contribution to fiber and micronutrients in adolescents in DKI Jakarta. This study used cross sectional design, conducted in April-May 2017 at SLTA X in East Jakarta with 146 students. The sample was obtained by purposive sampling method. Data were collected by using questionnaires filled by respondents and 2x24-hour food recall interview. The results showed that the vegetables consumption students 25 gram per day (1.25 servings per day). Vegetables consumption contributes 0.95% to fiber adequacy, 5.08% to vitamin A adequacy, 3.86% to vitamin C adequacy, and 1.32% to iron adequacy. The bivariate analysis showed that there were significant differences of vegetables consumption according to the attitude, preference, selfefficacy, peer influence, and parenal influence (p-value = 0.001, 0.007, 0.019, 0.024, and 0.005). Based on that, it is expected that schools can create health programs, especially nutrition education to increase students knowledge about the importance of daily consumption of vegetables as recommended by the Balanced Nutrition Guide. Keywords: vegetables consumption, adolescents, individual factors, environmental factors
Read More
S-9510
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nandya Angelia Nasania; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Triyanti, Noona Sri K Pooroe Utomo
Abstrak: Anak usia sekolah cenderung kurang mengonsumsi sayur dan buah, padahalperilaku kurang mengonsumsi sayur dan buah dapat meningkatkan risikomengembangkan penyakit kronis di masa depan. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui faktor-faktor yang berhubungan serta faktor yang paling dominanberhubungan dengan konsumsi sayur dan buah pada siswa kelas V di 6 SD Negeriterpilih di DKI Jakarta, yaitu SDN Cipinang Muara 08 Pagi, SDN Pejaten Barat05 Pagi, SDN Menteng 03 Pagi, SDN Kebun Jeruk 02 Pagi, SDN Ciracas 10 Pagidan SDN Semper Timur 07 Pagi. Penelitian ini bersifat kuantitatif menggunakandesain penelitian cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 235 anak. Datadikumpulkan melalui pengisian kuesioner oleh responden (self-registeredquestionnaire). Data dianalisis dengan menggunakan uji chi-square (bivariat) danregresi logistik ganda (multivariat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanyaterdapat 28,1% responden yang mengonsumsi sayur dan 32,8% responden yangmengonsumsi buah masing-masing minimal satu porsi dalam sehari. Analisisstatistik menunjukkan adanya hubungan bermakna antara kesukaan, keyakinandiri, intensi, contoh teman sebaya, dukungan orang tua, dukungan teman sebaya,kebiasaan makan bersama keluarga, ketersediaan di rumah dan ketersediaan disekolah dan waktu luang dengan konsumsi sayur, serta jenis kelamin, kesukaan,intensi, dukungan orang tua, kebiasaan makan bersama keluarga dan ketersediaandi rumah dengan konsumsi buah. Faktor dominan yang berhubungan dengankonsumsi sayur adalah contoh teman sebaya, sedangkan faktor dominan yangberhubungan dengan konsumsi buah adalah ketersediaan di rumah.Kata kunci:Konsumsi, sayur, buah, anak usia sekolah
School-age children tend to consume less fruit and vegetables, whereas lessconsumption of fruits and vegetables may increase the risk of developing chronicdiseases in the future. This study aims to determine the factors associated withand the most dominant factor associated with the consumption of vegetables andfruit in Fifth Grade Students at Six Selected Public Elementary Schools in DKIJakarta, namely SDN Cipinang Muara 08 Pagi, SDN Pejaten Barat 05 Pagi, SDNMenteng 03 morning, Kebun Jeruk SDN 02 Pagi, SDN 10 Pagi Ciracas and SDNSemper Timur 07 Pagi. This research is a quantitative research with crosssectional design study and a total sample of 235 children. Data were collectedthrough questionnaires by respondents themselves (self-registered questionnaire).Data were analyzed using chi-square test (bivariate) and multiple logisticregression (multivariate). The results showed that there are only 28.1% ofrespondents who eat vegetables and 32.8% of respondents who eat fruit each of atleast one serving a day. Statistical analysis showed a significant relationshipbetween liking, self-confidence, intentions, peer modelling, parent support, peersupport, the habit of eating with the family, home availability and the availabilityin schools and leisure time with vegetables consumption, as well as gender, liking,intentions, parent support, the habit of eating with family and home availabilitywith fruit consumption. The dominant factor associated with the vegetablesconsumption is peer modelling, while the dominant factor associated with the fruitconsumption is home availability.Key words:Consumption, vegetables, fruit, school-age children.
Read More
S-9066
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dela Rahmadia Annur; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Trini Sudiarti, Ida Uslita
Abstrak: Konsumsi buah dan sayur pada remaja di berbagai negara masih belum memenuhi rekomendasi yang diberikan oleh WHO atau rekomendasi dari negaranya sendiri. Kurang mengonsumsi buah dan sayur merupakan salah satu dari 3 faktor risiko untuk penyakit tidak menular utama seperti penyakit kardiovaskuler, kanker, diabetes mellitus, stroke, dan penyakit paru obstruktif akut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan konsumsi buah dan sayur pada remaja awal di Jakarta Selatan. Penelitian ini menggunakan desain studi crosssectional yang dilakukan pada bulan Februari hingga Mei 2014 di SMP Negeri 19 Jakarta dengan 136 siswa kelas 7 dan 8. Teknik pemilihan sampel yang digunakan untuk penelitian ini adalah teknik sampel acak sederhana atau simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan form FFQ yang diisi sendiri oleh responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 52,2% responden jarang mengonsumsi buah dan sayur. Dari hasil bivariat menggunakan uji chi-square terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan gizi (OR=2,3; CI=1,1-4,6) dan preferensi (OR=2,3; CI=1,2-4,6) dengan konsumsi buah dan sayur.
 

Fruit and vegetable consumption among adolescents in many countries still less than the recommendations made by the WHO or the recommendation of his own country. Less eating fruits and vegetables is one of the 3 risk factors for the major noncommunicable diseases, such as cardiovascular disease, cancer, diabetes mellitus, stroke, and acute obstructive pulmonary disease. This study aims to determine the factors associated with fruit and vegetable consumption in early adolescence in South Jakarta. This study used a cross-sectional design which was conducted between February and May 2014 in SMP Negeri 19 Jakarta with 136 student respondents grade 7 and 8. This study used simple random sampling technique for taking the samples. Data were collected through the questionnaire and FFQ forms which were filled by the respondents. The results showed that 52,2% of respondents rarely eat fruits and vegetables. From analyses data by chi-square test, there were significant association between nutrition knowledge (OR=2,3; CI=1,1-4,6) and preference (OR=2,3; CI=1,2-4,6) with fruit and vegetable consumption.
Read More
S-8196
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive