Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 14 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Fitria Ferbiana; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Indri Hapsari, Ike Pujriani
S-7736
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Norini Sri Lestari; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Dadan Erwandi, Devie Fitri Octaviani
Abstrak: Penelitian ini dilakukan pada Pekerja Sales Promotion Girl (SPG) di PusatPerbelanjaan X Kota, Depok yang bertujuan untuk menjelaskan tingkat risiko ergonomiterhadap kejadian CTDs yang dialami pekerja. CTDs disebabkan karena SPG yangberkerja di supermarket atau di mall - mall lebih banyak dituntut untuk berdiri danbergerak aktif dalam melakukan pekerjaannya. Selain itu mereka juga diwajibkan untuk menggunakan sepatu dengan hak yang tinggi saat bekerja. Penilaian risiko pekerjaan menggunakan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA) dan diperoleh 2 aktivitas yang memiliki tingkat risiko sangat tinggi yaitu aktivitas merapihkan produk di rakdengan posisi jongkok dan aktivitas memeriksa stok produk dengan posisi jongkok. Aktivitas dengan risiko tinggi yaitu aktivitas menulis pembukuan dengan posisi membungkuk tanpa menggunakan meja dan aktivitas merapihkan produk di keranjang dengan posisi berdiri. Tindakan pengendalian yang dilakukan untuk risiko sangat tinggiyaitu dengan melakukan perubahan pada seluruh aplikasi kerja, sedangkan untuk risikotinggi dilakukan pengendalian dengan investigasi dan perubahan pada postur kerja sertalingkungan. Berdasarkan Nordic Body Map bagian tubuh pekerja SPG pusat perbelanjaanX kota Depok tahun 2012 yang paling banyak mengalami gejala CTDs adalah betis kanandan kiri (83,33%), kaki kanan dan kiri (56,67). Upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi tingkat risiko tersebut yaitu dengan menyesuaikan tinggi meja dengan tinggipekerja, mengubah desain lay out, menggunakan sepatu yang flat.Kata kunci: ergonomi, CTDs, REBA, Nordic Body Map
The research was conducted on workers Sales Promotion Girl (SPG) in XShopping Centre, Depok City which aims to explain the level of ergonomic risk for CTDsevents experienced workers. SPG CTDs due to working in a supermarket or at the mall -mall more are required to stand up and move on to do the job. In addition, they are alsorequired to use the high-heeled shoes at work. Occupational risk assessment using theRapid Entire Body Assessment (REBA) and earned 2 activity that has a very high riskactivity after finish the product on the shelf with the squat position and activities checkstock products with a squatting position. Activities with a high risk activity is writingbooks with bent position without the use of tables and activity after finish products inyour standing position. Control measures are carried out to a very high risk that is bymaking changes to the whole working application, whereas for high risk control with theinvestigation conducted and changes in working posture and the environment. Based onthe Nordic Body Map SPG worker body parts shopping Depok city X in 2012 the mostexperienced symptoms of CTDs are right calf and left (83.33%), right and left leg (56.67).Efforts can be made to reduce the level of risk is to adjust the height of the table withhigh workers, changing the design layout, use a flat shoe.Key words: ergonomic, CTDs, REBA, Nordic Body Map.
Read More
S-7642
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rosita Magfirah; Pembimbing: Hendra; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Syahrul Efendi Panjaitan
Abstrak: Penelitian ini membahas analisis risiko manual handling dan keluhan gejala musculoskletal disorders (MSDs) di PT Aneka Komkar Utama. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan observasi yang dilakukan pada 52 pekerja. Pengukuran postur, beban, frekuensi, dan durasi pada aktivfitas manual handling didapatkan dengan menggunakan menggunakan lembar kerja REBA (Rapid Entire Body Asessment), sedangkan untuk mengetahui gambaran keluhan gejala MSDs pada pekerja menggunakan kuisioner yang mengacu pada Nordic Body Map. Hasil penelitian diketahui bahwa 98% responden mengalami keluhan gejala MSDs dengan bagian tubuh yang paling dominan merasakan keluhan yaitu pinggang bawah dengan jumlah 68,6% dari seluruh responden. Distribusi keluhan gejala MSDs bedasarkan usia menunjukan responden dengan usia 25 tahun keatas lebih banyak mengeluhkan gejala MSDs (84%), bedasarkan IMT sebanyak 70% yang mengeluh MSDs berada dalam kategori normal, bedasarkan masa kerja responden dengan masa kerja lebih dari 5 tahun memiliki keluhan lebih tinggi (72%), bedasarkan kebiasaan olahraga responden yang melakukan kebiasaan olahraga tidak rutin memiliki keluhan lebih tinggi (76%), bedasarkan kebiasaan merokok mayoritas responden yang mengalami keluhan merokok sebanyak 1-12 batang dalam sehari pada setahun terakhir (52%).

This study discusses manual risk analysis of handling and complaints of symptoms of musculoskletal disorders (MSDs) in PT Aneka Komkar Utama. This study uses descriptive design with observations made on 52 workers. Measurements of posture, load, frequency, and duration of manual handling activity were obtained using REBA (Rapid Entire Body Asessment) worksheet, whereas to know the description of MSDs symptom symptom on workers using questionnaires referring to Nordic Body Map. The results of the research note that 98% of respondents have symptoms of MSDs symptoms with the most dominant body part to feel the complaints of the lower waist with the number of 68.6% of all respondents. Distribution of symptoms of MSDs symptoms based on age indicates that respondents aged 25 years and over complained about symptoms of MSDs (84%), based on IMT as much as 70% who complained that MSDs were in the normal category, based on the working period of respondents with more than 5 years of work have more complaints (72%), based on exercise habit of respondents who do routine exercise habit have higher complaint (76%), based on smoking habit of majority of respondents who have smoking complaints as much as 1-12 sticks in a day in the last year (52%). Keywords : Manual Handling, Musculoskelatl Disorders, Rapid Body Entire Assessment, Nordic Body Map
Read More
S-9584
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Zenita Emeralda; Pembimbing : Meily Kurniawidjaja; Penguji: Chandra Satrya, David Renaldo Tidja
Abstrak: Gangguan muskuloskeletal pada fisioterapi dapat menyebabkan hilangnya hari kerja hingga pergantian pekerjaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui distribusi dan frekuensi jenis serta tingkat keluhan gangguan muskuloskeletal, dan faktor risikonya pada fisioterapis di Rumah Sakit X Jakarta. Desain penelitian ini adalah cross sectional dengan pendekatan semi kuantitatif deskriptif. Data diperoleh dari 14 responden dengan menggunakan kuesioner nordic body map, REBA, dan focus group discussion (FGD). Kemudian data dianalisis dengan menggunakan spss untuk data kuantitatif dan transkrip FGD untuk data kualitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa keluhan gangguan muskuloskeletal pada fisioterapis dirasakan paling banyak pada bagian pinggang berupa pegal (42.9%) dan nyeri (14.3%). Hampir semua responden (92.9 %) mempunyai keluhan ringan. Dilihat dari faktor risiko, keluhan gangguan muskuloskeletal terjadi pada semua responden usia ≤35 tahun perempuan, ukuran tubuh normal, kegemukan, obesitas, mantan perokok, olahraga kurang dari atau sama dengan 2 kali seminggu, bekerja kurang dari 5 tahun, menangani ≥10-20 pasien per hari. Keluhan juga tinggi pada semua spesialisasi dan kegiatan fisioterapi. Berdasarkan perhitungan skor REBA, keluhan muskuloskeletal dirasakan pada risiko ergonomi rendah dan tinggi 100%. Disarankan instansi dapat memberikan pelatihan ergonomi agar dapat diterapkan oleh pekerja dan melakukan istirahat dengan peregangan. Hasil penelitian ini dapat berguna sebagai masukan dalam upaya pencegahan gangguan muskuloskeletal pada fisioterapis serta lebih waspada dalam bekerja.
Read More
S-10085
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Novtania Gita Purnamasyah; Pembimbing: L. Meily; Penguji: Baiduri Widanarko, Ike Pujiriani
Abstrak:
Keluhan gangguan muskuloskeletal dapat menyebabkan berkurangnya produktivitas mahasiswa profesi kedokteran gigi yang disebabkan oleh berbagai faktor meliputi faktor risiko fisik, tingkat risiko ergonomi, dan faktor risiko individu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keluhan gangguan muskuloskeletal pada mahasiswa profesi di RSKGM FKG UI tahun 2023. Desain penelitian ini adalah cross-sectional dengan metode kuantitatif. Data diperoleh dari 100 responden menggunakan kuesioner nordic body map dan 40 responden diantaranya diobservasi serta didokumentasi untuk diukur tingkat risiko ergonomi menggunakan RULA. Dalam penelitian ini, didapatkan bahwa hampir semua mahasiswa profesi mengalami keluhan gangguan muskuloskeletal (96.4%). Keluhan gangguan muskuloskeletal pada mahasiswa profesi dirasakan paling banyak pada bagian punggung bawah, leher, punggung atas, dan kedua bahu. Hasil analisis menunjukkan bahwa postur lengan atas berhubungan signifikan dengan keluhan gangguan muskuloskeletal pada mahasiswa profesi di RSKGM FKG UI tahun 2023.

Musculoskeletal disorders can lead to reduced productivity of students in the dental profession caused by various factors including physical risk factors, ergonomic risk levels, and individual risk factors. This study aims to analyze complaints of musculoskeletal disorders in professional students at RSKGM FKG UI in 2023. The study design was cross-sectional with a quantitative method. Data were obtained from 100 respondents using the nordic body map questionnaire and 40 of them were observed and documented to measure the level of ergonomic risk using RULA. In this study, it was found that almost all professional students experienced complaints of musculoskeletal disorders (96.4%). Complaints of musculoskeletal disorders in professional students are felt mostly in the lower back, neck, upper back, and both shoulders. The results of the analysis show that upper arm posture is significantly related to complaints of musculoskeletal disorders in professional students at RSKGM FKG UI in 2023.
Read More
S-11331
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Firman Nur Hidayat; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Mila Tejamaya, Istiati Suraningsih
Abstrak: Perkembangan teknologi yang pesat membuat hampir semua aktifitas pekerjaan manusia berhubungan erat dengan berbagai macam alat dan mesin. Tidak terkecuali dalam dunia industri yang saat ini terus berkembang dengan pesatnya. Namun dalam interaksi antara manusia, mesin dan lingkungan kerja terdapat berbagai risiko yang dapat menimbulkan penyakit akibat kerja (PAK) ataupun kecelakaan kerja bagi manusia. Salah satu penyakit akibat kerja yang kerap diderita oleh pekerja adalah penyakit yang berkaitan dengan otot serta rangka, atau lebih dikenal dengan Musculoskeletal Disorders (MSDs). Penelitian ini dilakukan pada pekerja furnitur di PT. X di Klender, Jakarta Timur pada tahun 2014. Penelitian ini bertujuan untuk melihat faktor risiko MSDs pada bagian tubuh dan gejala MSDs yang dialami oleh pekerja. metode penelitiain ini adalah kualitatif dengan desain studi observasional. Responden berjumlah 8 orang, dan tingkat risiko ergonomi dinilai menggunakan Rapid Entire Body Assessment (REBA). Penilaian menggunakan REBA mendapatkan hasil 1 tahapan pekerjaan (25%) termasuk dalam kategori medium risk (action level 3), dan 3 tahapan pekerjaan (75%) termasuk dalam kategori high risk (action level 4). Nordic Body Map (NBM) digunakan untuk mengetahui keluhan MSDs yang dirasakan pekerja dan didapatkan hasil 100% pekerja mengeluhkan gejala MSDs. Keluhan terbanyak dirasakan adalah pegal danrasa sakit pada tubuh bagian pinggang, leher bagian bawah, dan betis. Kata Kunci : REBA, Tingkat Risiko, Ergonomi, Keluhan Musculoskeletal Disorders(MSDs), Nordic Body Map (NBM), Furnitur PT. X.
Read More
S-8302
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Abdul Mutholib; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Chandra Satrya, Farida Tusafariah
Abstrak: Perkembangan manusia mengalami kemajuan yang sangat pesat ketika manusia sudah menemukan mesin uap. Titik tersebut merupakan titik revolusiindustri bagi peradaban manusia. Revolusi industri membuat manusia semakin sering berinteraksi dengan mesin-mesin produksi untuk mempermuda dan mempercepat produksi industri. Namun dalam interaksi antara manusia, mesindan lingkungan tempat kerja terdapat berbagai risiko yang dapat menimbulkanpenyakit akibat kerja (PAK) ataupun kecelakaan bagi manusia. Salah satupenyakit akibat kerja yang kerap diderita oleh pekerja adalah penyakit yangberkaitan dengan otot serta rangka, atau lebih dikenal dengan MusculoskeletalDisorders (MSDs). Penelitian ini dilakukan pada pekerja produksi pemurnianperak PT Antam Persero Tbk UBPP Logam Mulia tahun 2014. Penelitian inibertujuan untuk melihat faktor risiko ergonomi dan gejala MSds yang dialamioleh pekerja di bagian produksi pemurnian perak. Metode penelitian ini adalahsemi kuantitatif dengan desain cross sectional. Responden berjumlah 14 orangpekerja produksi yang berada di lokasi pemurnian perak. Tingkat risiko ergonomidinilai dengan menggunakan Quick expossure Checklist (QEC). Penilaianmenggunakan QEC mendapatkan hasil dalam 3 kategori yaitu kategori risikosedang, tinggi, dan sangat tinggi. Nordic Body Map (NBM) digunakan untuk mengetahui keluhan MSDs yang dirasakan pekerja dan didapatkan hasil 100%pekerja mengeluhkan mengalami gejala MSDs.Kata Kunci: QEC, Tingkat Risiko Ergonomi, Keluhan Musculoskeletal Disorders(MSDs), Nordic Body Map (NBM), Pemurnian Perak.
Human development is progressing very rapidly when humans haveinvented the steam engine. The point is the point of the industrial revolution forhuman civilization. The industrial revolution made people increasingly ofteninteract with machines to rejuvenate and accelerate the production of industrialproduction. However, the interaction between human, machine and environmentworkplace there are various risks that may cause accidents or occupationaldiseases to humans. One of the occupational diseases that often suffered byworkers is a disease associated with muscle and frame, or better known asMusculoskeletal Disorders (MSDs). This research was carried out on theproduction worker refining silver PT Antam Tbk UBPP Precious Metals Limited2014. Study aimed to look at the ergonomic risk factors and symptoms of MSDsexperienced by workers in the production of silver refining. This research methodis semi-quantitative cross-sectional design. Respondents amounted to 14production workers at the scene refining silver. Ergonomic risk level assessedusing expossure Quick Checklist (QEC). Assessment using the QEC get results in3 risk categories, medium, high, and very high. Nordic Body Map (NBM) is usedto determine the perceived grievances of workers and MSDs showed 100% ofworkers complained of experiencing symptoms of MSDs.Keywords: QEC, Ergonomics Risk Level, Complaints Musculoskeletal Disorders(MSDs), Nordic Body Map (NBM), Refining Silver.
Read More
S-8323
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Agfa Al-Latief Hadi Putra; Pembimbing:Dadan Erwandi; Penguji: Mila Tejamaya, Chairul Sabat
Abstrak:
Seiring dengan berkembangnya teknologi, kini pegawai dituntut untuk bekerja dan menghabiskan sebagian waktunya duduk fokus memandang komputer dan menggunakan mouse. Penggunaan komputer memiliki risiko ergonomic yang apabila dilakukan secara terus menerus dapat menyebabkan masalah kesehatan salah satunya gangguan muskoloskeletal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara risiko ergonomi dengan gangguan muskoloskeletal pada pekerja kantoran di PT. X. Metode yang digunakan adalah desain studi cross sectional dengan menggunakan instrument penelitian berupa Nordic Body Map dan Rapid Office Strain Assessment (ROSA). Penelitian ini dilakukan kepada 48 pekerja kantoran di PT. X. Variabel yang diteliti dalam penelitian ini yaitu usia, jenis kelamin, masa kerja, tingkat risiko ergonomi, dan keluhan muskoloskeletal dengan analisis univariat, dan bivariat. Dari 48 responden didapatkan 39 orang mengalami keluhan muskoloskeletal dengan keluhan terbanyak ada pada bagian leher atas, punggung, dan pinggang. Hasil penelitian menunjukan tidak adanya hubungan antara risiko ergonomi dengan usia, masa kerja dan jenis kelamin (p-value=1). Akan tetapi, terdapat hubungan yang berarti antara risiko ergonomic dengan gangguan muskoloskeletal (p-value=0,039).

Along with the development of technology, employees are now required to work and spend some of their time sitting focused on looking at computers and using mouse. The use of computers has ergonomic risks which if done continuously can cause health problems, one of which is musculoskeletal disorders. This study aims to analyze the relationship between ergonomic risks and musculoskeletal disorders in office workers at PT. X. The method used is a cross-sectional study design using research instruments in the form of Nordic Body Map and Rapid Office Strain Assessment (ROSA). This research was conducted on 48 office workers at PT. X. The variables studied in this study were age, gender, length of service, level of ergonomic risk, and musculoskeletal complaints with univariate, and bivariate analysis. From 48 respondents, 39 people experienced musculoskeletal complaints with the most complaints in the upper neck, back, and waist. The results showed no relationship between ergonomic risk with age, length of service and gender (p-value = 1). However, there was a significant association between ergonomic risk and musculoskeletal disorders (p-value = 0.039).
Read More
S-11380
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hamzah Fansuri Fajri; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Ali Syahrul Chairuman
Abstrak: Keluhan musculoskeletal disorder (MSDs) pada umumnya dapat terjadi karena adanya kontraksi atau pembebanan yang berlebihan pada otot ataupun tulang. Salah satu contoh aktivitas yang dapat memicu kejadian keluhan musculoskeletal disorder (MSDs) adalah pekerjaan manual material handling. Pekerjaan manual material handling masih banyak ditemukan pada pekerjaan yang dilakukan pada CV Bengkel Otomotif. Penelitian ini berfokus pada melihat hubungan antara variabel fisik dan individu dengan keluhan musculoskeletal disorder (MSDs) pada pekerja CV Bengkel Otomotif. Penelitian ini bersifat studi cross-sectional dengan instrumen quick exposure check dan nordic body map. Dari sebanyak 60 orang pekerja yang menjadi responden penelitian, didapati bahwa 38 orang pekerja (63.3%) mengalami keluhan. Bagian tubuh yang paling banyak mengalami keluhan adalah pada bagian pinggang (25 pekerja). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara variabel indeks massa tubuh (p value=0.004), dan kebiasaan olahraga (p value=0.004) dengan keluhan musculoskeletal disorder (MSDs).
Complaints of musculoskeletal disorders (MSDs) in general can occur due to contraction or excessive loading of muscles or bones. One example of an activity that can trigger the incidence of musculoskeletal disorders (MSDs) is manual material handling work. Manual material handling work is still commonly found in the work done at CV Bengkel Otomotif. This study focuses on looking at the relationship between physical and individual variables with complaints of musculoskeletal disorders (MSDs) in CV Bengkel Otomotif workers. This research is a cross-sectional study with quick exposure check and nordic body map instruments. Of the 60 workers who became respondents to the study, it was found that 38 workers (63.3%) had complaints. The part of the body that experienced the most complaints was the waist (25 workers). The results showed that there was a relationship between the variable body mass index (p value = 0.004), and exercise habits (p value = 0.004) with complaints of musculoskeletal disorders (MSDs).
Read More
S-10953
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hamka Decky Purnama; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Ridwan Zahdi Syaaf, Agus Triyono
T-4447
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive