Ditemukan 6 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Novialiana Sari; Pembimbing: Trini Sudiarti; Penguji: Wahyu Kurnia Yusrin Putra, Suharyati
Abstrak:
Dampak kesehatan yang dapat disebabkan oleh kegemukan saat remaja adalah meningkatnya risiko terkena diabetes, hipertensi, penyakit kardiovaskular, osteoarthritis, stroke, dan beberapa macam kanker. Prevalensi kejadian kegemukan remaja di DKI Jakarta tahun 2018 sebesar 13,5%. Tujuan utama penelitian ini adalah mengetahui faktor dominan yang berhubungan dengan kejadian kegemukan pada siswa-siswi di SMAS Bunda Mulia Jakarta pada tahun 2019. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Jumlah responden yang terlibat sebanyak 150 siswa kelas X dan XI SMA. Data diambil dengan melakukan proses pengukuran tinggi badan dan berat badan, pengisian kuesioner serta wawancara recall makanan 2x24 jam. Data yang terkumpul akan diolah secara univariat, bivariat (chi square dan uji t independen), dan multivariat (uji regresi logistik ganda). Prevalensi kegemukan di SMAS Bunda Mulia Jakarta tahun 2019 sebesar 35,3%. Faktor dominan pada penelitian ini adalah aktivitas fisik. Siswa dengan tingkat aktivitas fisik kurang memiliki risiko 6,9 untuk kegemukan dibanding dengan siswa yang memiliki tingkat aktivitas fisik cukup. Perlu dilakukan upaya pemantauan status gizi rutin setiap 6 bulan sekali, pemberian edukasi gizi seimbang, meningkatkan aktivitas fisik di sekolah serta manajemen stres di sekolah.
Read More
S-10123
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Refni Wita; pembimbing: Rachmadi Purwana; Penguji: Renti Mahkota, Susiati
Abstrak:
Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) telah menjadi masalah kesehatanmasyarakat di wilayah Jakarta, khususnya di wilayah Kecamatan Duren Sawit.Kejadian DBD dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu karakteristik individu, tingkatpengetahuan, perilaku dan kondisi lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalahuntuk mengetahui faktor risiko kejadian DBD di wilayah Kelurahan Pondok Kelapa,Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur. Desain penelitian yang digunakan adalahkasus kontrol. Penelitian dilaksanakan dari bulan Mei hingga Juni 2014 denganmemilih 50 kasus dan 50 kontrol secara acak. Pengumpulan data dilakukan melaluiwawancara langsung menggunakan kuesioner dan kegiatan observasi di rumahresponden. Hasil analisis bivariat menemukan bahwa terdapat hubungan antara umur(p value=0,000; OR=6,66), jenis kelamin (p value=0,007; OR=0,29) dan jenispekerjaan (p value=0,000; OR=6,64) dengan kejadian DBD di wilayah KelurahanPondok Kelapa. Dari penelitian ini dapat terlihat bahwa kerjasama lintas sektor dibutuhkan untuk melakukan pemberantasan penyakit DBD. Selain itu, penyuluhan perlu dilaksanakan untuk meningkat pengetahuan masyarakat sehingga mereka mampu mengubah perilakunya ke arah yang lebih baikKata kunci: DBD, karakteristik individu, pengetahuan, prilaku, lingkungan
Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) has become a public health problem inJakarta, especially in Duren Sawit Subdistrict. Incidence of DHF is influenced byseveral factors such as individual characteristics, knowledge levels, behaviours andenvironmental conditions. The purpose of this research is to find out the DHF riskfactors in the Pondok Kelapa Urban Village, Duren Sawit Subdistrict, East Jakarta2014. This research used a case control design. It was held in May to June 2014 byselecting 50 cases and 50 controls randomly. The data collection was conductedthrough a direct interview with respondents by using a questionnaires andobservation activities in their residence. The result of bivariate analysis found thatthere are a meaningful relationship between age (p value=0,000; OR=6,66), sex (pvalue=0,007; OR=0,29) and type of work (p value=0,000; OR=6,64) with incidenceof DHF in Pondok Kelapa Urban Village, Duren Sawit Subdistrict. From thisresearch, it can be seen that the cross sector cooperation is needed to make aneradication of DHF. Beside that, counseling should be implemented in order toincrease public knowledge about DHF so they are able to change their behaviourtowards betterKeywords: DHF, individual characteristic, knowledge, behaviour, environmen
Read More
Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) has become a public health problem inJakarta, especially in Duren Sawit Subdistrict. Incidence of DHF is influenced byseveral factors such as individual characteristics, knowledge levels, behaviours andenvironmental conditions. The purpose of this research is to find out the DHF riskfactors in the Pondok Kelapa Urban Village, Duren Sawit Subdistrict, East Jakarta2014. This research used a case control design. It was held in May to June 2014 byselecting 50 cases and 50 controls randomly. The data collection was conductedthrough a direct interview with respondents by using a questionnaires andobservation activities in their residence. The result of bivariate analysis found thatthere are a meaningful relationship between age (p value=0,000; OR=6,66), sex (pvalue=0,007; OR=0,29) and type of work (p value=0,000; OR=6,64) with incidenceof DHF in Pondok Kelapa Urban Village, Duren Sawit Subdistrict. From thisresearch, it can be seen that the cross sector cooperation is needed to make aneradication of DHF. Beside that, counseling should be implemented in order toincrease public knowledge about DHF so they are able to change their behaviourtowards betterKeywords: DHF, individual characteristic, knowledge, behaviour, environmen
S-8495
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sri Chalada; Pembimbing: Indang Trihandini; Penguji: Ratna Djuwita Hatma, Yati Afiyanti, Nurlaelasari
Abstrak:
Read More
Latar belakang: Fakta global bahwa gangguan kecemasan dan depresi semakin meningkat dari tahun ketahun. Ibu hamil termasuk kelompok rentan dengan gangguan kecemasan dan depresi karena mengalami perubahan fisik dan psikologis, serta perubahan peran dari masa kehamilan, persalinan, nifas dan kekhawatiran akan mengurus bayi, selain itu wanita 3,01 kali berisiko mengalami cemas dibandingkan pria. Studi baru-baru ini bahwa ibu hamil mengalami kecemasan 37%. Tujuan: Mengetahui efektivitas intervensi CBT untuk menurunkan tingkat kecemasan pada ibu hamil Sumber Data: Penelusuran studi hingga oktober 2022 pada database online: Proquest, Scince Direct dan PubMed, selanjutnya melakukan penelusuran melalui sumber yang tidak di publikasikan seperti tesis dan disertasi dari Universitas Indonesia (UI) Repository. Seleksi Studi: Kiteria inklusi dalam penelitian ini adalah ibu hamil sebagai subyek, desain studi randomized controll trial (RCT). Originalresearch, periode studi tahun 2012 sampai dengan 2022 dan berbahasa inggris. kriteria ekslusi: ibu hamil pengguna obat psikiatri. Ekstraksi Data: Peninjau ektraksi data dan penilai risiko bias dilakukan oleh dua orang secara independent, bila menemukan ketidkasesuaian dilakukan diskusi sampai hasil yang di sepakati dan pengecekan ulang oleh pembimbing penelitian. Hasil: Tiga studi masuk kedalam meta-analisis dengan sampel CBT (117) dan control (118). terdapat perbedaan rerata efektivitas intervensi kelompok CBT dan Kontrol pada masing-masing studi, penelitian menunjukan perbedaan yang signifikan secara statistic dan klinis dengan nilai Tau2=36.85, efek gabungan yang diperoleh (perbedaan rata-rata = -20.84; IK 95% dari -30.06 sampai -11.62), sesuai dengan ukuran efek yang besar (4.43), setelah mengecualikan satu studi karena hasil post intervensi yang tidak signifikan (g(95%CI) = 0.40 (−0.13, 0.93) dimana kondisi kontrol treat as usual (TAU) yang tidak memungkinkan untuk mengontrol layanan kesehatan (bidan, dokter, perawat maternitas) yang diakses selama masa percobaan. Pada karakteristik usia ibu dan usia kehamilan tidak signifikan setelah dilakukan analisis Kesimpulan: Studi saat ini menunjukan bahwa kecemasan ibu hamil dapat diatasi atau di turunkan melalui terapi prilaku kognitive, dibuktikan dengan hasil temuan tinjauan sistematis dan meta-analisis terdapat efektifitas intervensi CBT dari masing-masing studi penelitian, dan memiliki keefaktifan yang berbeda setelah dibandingkan dengan kelompok control. Keseluruhan ada dua temuan utama: Durasi intervensi CBT (durasi jangka pendek dan jangka Panjang) efektif untuk menurunkan tingkat kecemasan ibu hamil. Kedua populasi, CBT efektif untuk ibu hamil dengan hasil skrining positif kelainan kromosom dan riwayat infertilitas primer.
Background: It is a global fact that anxiety disorders and depression are increasing from year to year. Pregnant women are a vulnerable group with anxiety disorders and depression due to physical and psychological changes, as well as changing roles during pregnancy, childbirth, postpartum and worrying about taking care of the baby, besides women are 3.01 times more likely to experience anxiety than men. Recent studies that pregnant women experience anxiety 37%. Objective: to determine the effectiveness of CBT interventions to reduce anxiety levels in pregnant women Data Source: Search studies until October 2022 on online databases: Proquest, Science Direct and PubMed, then carry out searches through unpublished sources such as theses and dissertations from the University of Indonesia (UI) Repository. Study Selection: Inclusion criteria in this study were pregnant women as subjects, randomized control trial (RCT) study design. Original research, study period from 2012 to 2022 and speak English. Exclusion criteria: Pregnant women who use psychiatric drugs. Data Extraction: Reviewers of data extraction and risk assessments can be carried out by two people independently, if discrepancies are found, discussions are carried out, until the results are agreed upon and re-checked by the research supervisor. Result: Three studies entered into the meta-analysis with CBT (117) and control (118) samples. there were differences in the average effectiveness of the CBT and control group interventions in each study, the study showed statistically and clinically significant differences with a Tau2 value = 36.85, the combined effect was obtained (mean difference = -20.84; 95% CI from -30.06 to -11.62), corresponding to a large effect size (4.43), after excluding one study because the postintervention outcome was not significant (g(95%CI) = 0.40 (−0.13, 0.93) whereas the treat as usual (TAU) control condition was it is not possible to control the health services (midwives, doctors, maternity nurses) accessed during the trial period The characteristics of maternal age and gestational age are not significant after analysis. Conslusion: The current study shows that the anxiety of pregnant women can be overcome or reduced through cognitive behavioral therapy, as evidenced by the findings of a systematic review and meta-analysis showing the effectiveness of CBT interventions from each research study, and having different effectiveness when compared to the control group. Overall there were two main findings: The duration of the CBT intervention (short term and long term duration) was effective in reducing pregnant women's anxiety levels. In both populations, CBT is effective for pregnant women with positive screening results for chromosomal abnormalities and a history of primary infertility. Key words: effective intervention, cognitive behavioral therapy, anxiety disorders, pregnant women.
T-6508
Depok : FKM UI, 2023
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nunung Nurhasiah; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Wahyu Kurnia Yusrin Putra, Dwiretno Yuliarti
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan pengetahuan, sikap, dan perilaku sarapan sehat pada siswa sekolah dasar setelah mendapatkan intervensi dengan menggunakan media leaflet dan video. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan video sebagai kelompok perlakuan dan leaflet sebagai kelompok kontrol. Penelitian ini dilakukan kepada 43 siswa sekolah dasar kelas V yang terdiri dari kelompok leaflet berjumlah 23 siswa dan kelompok video berjumlah 20 siswa. Pengambilan data pada penelitian ini dilakukan 4 kali yang terdiri dari 1 kali pre test dan 3 kali post test selama 4 minggu dengan menggunakan kuesioner dan form food recall 24 jam. Uji statistik yang digunakan yaitu t test independent, chi square, dan ANOVA.
Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, sikap, dan perilaku di dalam masing-masing kelompok setelah dilakukan intervensi. Sementara untuk peningkatan rata-rata skor pengetahuan dan skor sikap setelah intervensi pada kelompok video lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok leaflet. Sedangkan untuk persentase perilaku sarapan sehat diantara kedua kelompok tidak terdapat perbedaan yang bermakna (p>0,05).
Kata Kunci: Sarapan Sehat, Pengetahuan, Sikap, Perilaku, Leaflet, Video
The purpose of this research is to understand the change of knowledge, attitude, and behavior of healty breakfast on elementary school students after being intervened by leaflet and video. Research design is quasy experiment with video as treatment group and leaflet as control group. This experiment implemented to 43 5th grade student in elementary school which leaflet group consist of 23 persons and video group consist of 20 persons. This research has 4 times data retrieval which is consist of 1 pre test and 3 post test in 4 weeks using questionnaire and form food recall 24 hours. The statistic experiment that used for this research is t test independent, chi square, and ANOVA.
The research result shown that there are enhancements of knowledge, attitude, and behavior in each group after the intervention. While the average score enhancement of video group is higher compared to leaflet group. But percentage of healthy breakfast behavior between the two groups was not significant be difference (p>0,05).
Keywords: Attitude, Behavior, Healthy Breakfast, Knowledge, Leaflet, Video
Read More
Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, sikap, dan perilaku di dalam masing-masing kelompok setelah dilakukan intervensi. Sementara untuk peningkatan rata-rata skor pengetahuan dan skor sikap setelah intervensi pada kelompok video lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok leaflet. Sedangkan untuk persentase perilaku sarapan sehat diantara kedua kelompok tidak terdapat perbedaan yang bermakna (p>0,05).
Kata Kunci: Sarapan Sehat, Pengetahuan, Sikap, Perilaku, Leaflet, Video
The purpose of this research is to understand the change of knowledge, attitude, and behavior of healty breakfast on elementary school students after being intervened by leaflet and video. Research design is quasy experiment with video as treatment group and leaflet as control group. This experiment implemented to 43 5th grade student in elementary school which leaflet group consist of 23 persons and video group consist of 20 persons. This research has 4 times data retrieval which is consist of 1 pre test and 3 post test in 4 weeks using questionnaire and form food recall 24 hours. The statistic experiment that used for this research is t test independent, chi square, and ANOVA.
The research result shown that there are enhancements of knowledge, attitude, and behavior in each group after the intervention. While the average score enhancement of video group is higher compared to leaflet group. But percentage of healthy breakfast behavior between the two groups was not significant be difference (p>0,05).
Keywords: Attitude, Behavior, Healthy Breakfast, Knowledge, Leaflet, Video
S-9055
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Alfu Nikmatul Laily; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Fajrinayanti
Abstrak:
Studi ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh workshop gizi dengan rancanganTheory-Based Nutrition Education dari Contento, dalam meningkatkan mediatorperilaku dan menurunkan asupan kalori. Setelah protokol dilakukan, mediatorperilaku yang berhasil diidentifikasi adalah pengetahuan, sikap, self efficacy danniat, sedangkan teori yang digunakan merupakan modifikasi dari PolytheoricalModel, Personal Food System, dan Theory of Planned Behaviour. Metode quasi-eksperimental dilakukan selama 1 bulan pada 48 responden dewasa (25-54 tahun)dengan status gizi lebih (IMT≥ 23 kg/m2) yang bekerja sebagai PNS DinasKesehatan di 2 kantor yang telah dibagi menjadi 2 kelompok yaitu perlakuan dankontrol. Hasil menunjukkan adanya peningkatan mediator yang bermakna(p=0.0005) serta perubahan perilaku yang signifikan (p=0.003) setelah intervensi.Perbandingan antar 2 kelompok menunjukkan kebermaknaan peningkatanmediator (p=0.002) namun tidak pada perilaku. Secara garis besar, kelompokperlakuan mempunyai pencapaian indikator keberhasilan yang lebih tinggidaripada kelompok kontrol.Kata kunci: gizi lebih, kalori, mediator, perilaku, theory-based.
Read More
S-9156
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Anisah; Pembimbing: Mondastri Korib Sudaryo; Penguji: Syahrizal Syarif, Yovsyah, Eli Winardi, Rina Hasriana
T-4003
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
