Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 13 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Mahannie Tamimah Sihombing; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Mila Tejamaya, Ali Syachrul Chairuman
Abstrak: Modernisasi industri menyebabkan sistem otomatisasi menjadi hal yang semakin umumterjadi. Sistem kerja shiftwork juga dilakukan agar aktivitas produksi atau layanan vitaltidak berhenti, seperti pada pertambangan dan rumah sakit. Sistem ini membutuhkanmanusia agar selalu berada dalam kondisi alertness tinggi yang membutuhkan kondisiprima. Akan tetapi, sistem ini menyebabkan peningkatan pada rasa lelah, stres dan kantukyang menurunkan alertness yang berpengaruh buruk pada keselamatan dan kesehatan.Aromaterapi merupakan salah satu metode menggunakan minyak esensial untukmenimbulkan respon psikologis dan fisiologis yang mudah digunakan dan memilikipotensi yang luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberianaromaterapi terhadap tingkat alertness pada orang dewasa dengan menggunakan metodetinjuan literatur sistematis dari tahun 2000-2020. Pencarian dilakukan menggunakan 7database yang menghasilkan 16 literatur yang sesuai dengan kriteria inklusi yangditentukan. Hasil penelitian mengenai pengaruh pemberian aromaterapi terhadap waktureaksi dan proses kognitif adalah sebagai berikut: peppermint merupakan jenis tumbuhanaromaterapi yang diusulkan paling efektif dalam mempengaruhi tingkat alertness secarapositif; diikuti oleh lavender, rosmari, petitgrain, cinnamon dan I. helenium.
Industrial modernization requires automatisation system to be implemented morecommonly. Shiftwork system is also done to ensure that production activity in industryor vital services, such as hospital, do not stop. These systems requires workers to alwaysbe alert which needs to be supported by optimum body function. Even so, these systemsincreases fatigue, stress, and drowsiness, lowering alertness and increases the risk ofincident and accident which are detrimental to health and safety. Aromatherapy is amethod using essential oils to evoke physiological and psychological reaction which iseasy to use and has high potential. This study aims to find the effect of aromatherapy onalertness in adults using systematic literature review based on article from 2000-2020.Database searches are conducted using 7 database which resulted in 16 articles whichfulfilled the inclusion criteria. The results of the study are as follow: peppermint issuggested to be the most effective type of aromatherapy to positively affect alertness orvigilance; followed by lavender, petitgrain, cinnamon, and I. helenium.
Read More
S-10463
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Brian Orchidias Seik; Pembimbing: Doni Hikmat Ramadhan; Penguji: Mila Tejamaya, Ali Syahrul Chairuman
Abstrak: Diesel Engine Exhaust adalah campuran kompleks dari substansi pada fase akhir gas danpartikulat pada saat pembakaran bahan bakar diesel. Fase partikulat DEE disebut dengan DieselExhaust Particles (DEP) dimana pada fase ini, terdapat beberapa elemen seperti ElementalCarbon (EC) dan komponen organik lainnya. Saat ini, EC digunakan sebagai parameterturunan bagi penilaian pajanan terhadap Diesel Particulate Matter (DPM) karena keakuratanpengukuran pada konsentrasi partikulat yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiapakah parameter EC dapat digunakan sebagai penanda DPM dengan menggunakan fraksipartikulat yang lebih kecil yaitu PM 0.25 dengan menggunakan desain penelitian observasionaldengan pendekatan penelitian kuantitatif. Penelitian ini mengambil 46 sampel filter yangdiambil di UP PKB Cilincing, Ujung Menteng dan Kelompok Kontrol pada bulan April-Mei2018. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa kelompok pengukuran dengan hasil analisis ECterhadap PM 0.25 bekorelasi positif dan linear signifikan adalah kelompok uji UP PKBCilincing, Kelompok Terpajan (Cilincing-Ujung Menteng), dan seluruh kelompok uji(Cilincing, Ujung Menteng, dan Kelompok Kontrol) (Sig<0.05) dengan derajat keeratansedang berkisar antara r=0,437 hingga r=0,526 serta koefisien determinasi berkisar antaraR2 =0,191 hingga R2 =0,277 (p<0.05) yang berarti parameter konsentrasi PM 0.25 memilikihubungan yang linear dan signifikan terhadap parameter EC. Korelasi paling erat ditunjukkandi UP PKB Cilincing (r=0,526, p=<0.025) sedangkan hasil uji analisis menyimpulkan bahwatidak terdapat korelasi positif antara variabel EC terhadap PM 0.25 di UP PKB Ujung Menteng(Sig>0.05, r=0,250; R 2 =0,063).Kata Kunci: Analisis Konsentrasi; Diesel Particulate Matter; Elemental Carbon; KonsentrasiParticulate Matter; Particulate Matter 2.5; Particulate Matter 0.25.
Read More
S-10285
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Puspita Tri Utami; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Robiana Modjo, Hendra, Astuti, Ali Syahrul Chairuman
Abstrak: Corona Virus Disease 19 atau dikenal Covid-19 ditetapkan sebagai pandemic dan bencana nasional pada awal Maret 2020. Berkembangnya mutase virus dengan penularannya cepat meningkatkan kasus terkonfirmasi Covid-19. Peningkatan kasus ini juga terjadi di cluster perkantoran termasuk Kementerian Kesehatan. Sebagai regulator permasalahan kesehatan termasuk dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19 ternyata perkantoran Kemententerian Kesehatan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 meningkat dari peringkat 4 meningkat menjadi peringkat 1 cluster perkantoran di DKI Jakarta padahal tersedia anggaran, kebijakan dan komite K3L (Keselamatan dan Kesehatan kerja serta Lingkungan) dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa penerapan komunikasi kebijakan Covid-19 dan Pengetahuan tentang Kebijakan Covid-19 pada karyawan di Perkantoran Kementerian Kesehatan Tahun 2021. Metodologi yang digunakan pada penelitian adalah observational analitik dengan studi potong lintang sebanyak 440 karyawan sejak Januari 2021 hingga Juli 2021. Hasil penelitian menunjukkan jabatan, pendidikan dan pesan berhubungan dengan pengetahuan kebijakan Covid-19. Penerapan komunikasi yang efektif diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan karyawan perkantoran Kementerian Kesehatan tentang kebijakan Covid-19
Corona Virus Disease 19 or known as Covid-19 was declared a pandemic and a national disaster in early March 2020. The development of virus mutations with rapid transmission has increased confirmed cases of Covid-19. This increase in cases also occurred in office clusters, including the Ministry of Health. As a regulator of health problems, including in the prevention and control of Covid-19, it turns out that the office of the Ministry of Health of the positive confirmed cases of Covid-19 increased from rank 4 to rank 1 in the office cluster in DKI Jakarta even though the budget, policies and K3L committee (Occupational Safety and Health and Environment) are available. ) in the prevention and control of Covid-19. This study aims to analyze the application of Covid-19 policy communication and knowledge about Covid-19 policies to employees at the Ministry of Health Offices in 2021. The methodology used in this study is analytical observational with a cross sectional design of 440 employees from January 2021 to July 2021. Results Research shows positions, education and Covid-19 policy messages are related to Covid-19 policy knowledge. The application of effective communication is expected to increase the knowledge of the Ministry of Health office employees about the Covid-19 policy
Read More
T-6278
Depok : FKM UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ahmad Najmuddin Mabruri; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Robiana Modjo, Hendra, Rusmiyati, Ali Syahrul Chairuman
T-6257
Depok : FKM UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hamzah Fansuri Fajri; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Ali Syahrul Chairuman
Abstrak: Keluhan musculoskeletal disorder (MSDs) pada umumnya dapat terjadi karena adanya kontraksi atau pembebanan yang berlebihan pada otot ataupun tulang. Salah satu contoh aktivitas yang dapat memicu kejadian keluhan musculoskeletal disorder (MSDs) adalah pekerjaan manual material handling. Pekerjaan manual material handling masih banyak ditemukan pada pekerjaan yang dilakukan pada CV Bengkel Otomotif. Penelitian ini berfokus pada melihat hubungan antara variabel fisik dan individu dengan keluhan musculoskeletal disorder (MSDs) pada pekerja CV Bengkel Otomotif. Penelitian ini bersifat studi cross-sectional dengan instrumen quick exposure check dan nordic body map. Dari sebanyak 60 orang pekerja yang menjadi responden penelitian, didapati bahwa 38 orang pekerja (63.3%) mengalami keluhan. Bagian tubuh yang paling banyak mengalami keluhan adalah pada bagian pinggang (25 pekerja). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara variabel indeks massa tubuh (p value=0.004), dan kebiasaan olahraga (p value=0.004) dengan keluhan musculoskeletal disorder (MSDs).
Complaints of musculoskeletal disorders (MSDs) in general can occur due to contraction or excessive loading of muscles or bones. One example of an activity that can trigger the incidence of musculoskeletal disorders (MSDs) is manual material handling work. Manual material handling work is still commonly found in the work done at CV Bengkel Otomotif. This study focuses on looking at the relationship between physical and individual variables with complaints of musculoskeletal disorders (MSDs) in CV Bengkel Otomotif workers. This research is a cross-sectional study with quick exposure check and nordic body map instruments. Of the 60 workers who became respondents to the study, it was found that 38 workers (63.3%) had complaints. The part of the body that experienced the most complaints was the waist (25 workers). The results showed that there was a relationship between the variable body mass index (p value = 0.004), and exercise habits (p value = 0.004) with complaints of musculoskeletal disorders (MSDs).
Read More
S-10953
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Yuliani; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Abdul Kadir, Ali Syahrul Chairuman, Bimo Prasetyo
Abstrak:
Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan aspek vital dalam proyek konstruksi jalan tol yang memiliki risiko tinggi dan kompleksitas pekerjaan besar. Meskipun Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) telah diwajibkan melalui Permen PUPR No. 10 Tahun 2021, implementasinya di lapangan masih belum optimal, ditunjukkan oleh tingginya angka kecelakaan kerja pada proyek infrastruktur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor individu berdasarkan Model Green—yang mencakup faktor predisposisi (pengetahuan keselamatan, sikap terhadap keselamatan, kesadaran terhadap bahaya), faktor pemungkin (pelatihan keselamatan, fasilitas dan dukungan keselamatan, penerapan SOP dan kepatuhan), serta faktor penguat (kepemimpinan dan pengawasan K3, pengalaman kerja dan sharing session)—terhadap perilaku aman pekerja dalam implementasi SMKK pada proyek Jalan Tol Trans Sumatera ruas Palembang–Betung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 138 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert 1–5 dan dianalisis dengan uji korelasi Pearson serta regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, seluruh faktor individu memiliki hubungan signifikan dengan perilaku aman (F = 4,462; p < 0,001). Namun secara parsial, hanya variabel pelatihan keselamatan yang berpengaruh signifikan (β = 0,373; p < 0,001). Faktor sikap terhadap keselamatan dan kesadaran terhadap bahaya menunjukkan korelasi positif signifikan pada uji korelasi (p < 0,05), tetapi belum cukup kuat dalam regresi parsial. Faktor lain, seperti pengetahuan keselamatan, fasilitas dan dukungan keselamatan, SOP dan kepatuhan, kepemimpinan dan pengawasan K3, serta pengalaman kerja dan sharing session tidak menunjukkan pengaruh signifikan dalam model regresi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas implementasi SMKK sangat dipengaruhi oleh pelatihan keselamatan yang efektif, didukung komunikasi dua arah, kepemimpinan yang kuat, serta internalisasi nilai-nilai keselamatan untuk menciptakan budaya kerja yang aman dan berkelanjutan.

Occupational health and safety (OHS) is a vital aspect in toll road construction projects, which involve high risks and complex activities. Although the Construction Safety Management System (SMKK) is mandated by Ministry of Public Works Regulation No. 10 of 2021, its implementation in the field remains suboptimal, as indicated by the high number of occupational accidents in infrastructure projects. This study aimed to analyze the influence of individual factors based on the Green Model—including predisposing factors (safety knowledge, safety attitude, hazard awareness), enabling factors (safety training, safety facilities and support, SOP implementation and compliance), and reinforcing factors (leadership and OHS supervision, work experience and sharing session)—on safe behavior within SMKK implementation in the Trans Sumatera Toll Road Project, Palembang–Betung section. This research used a quantitative approach with a cross-sectional design involving 138 respondents selected through purposive sampling. Data were collected using a Likert scale (1–5) questionnaire and analyzed using Pearson correlation and multiple linear regression. The results showed that simultaneously, all individual factors had a significant relationship with safe behavior (F = 4.462; p < 0.001). However, partially, only safety training had a significant effect (β = 0.373; p < 0.001). Safety attitude and hazard awareness showed positive correlations with safe behavior (p < 0.05), but their effects were not strong enough in partial regression analysis. Other factors, such as safety knowledge, safety facilities and support, SOP implementation and compliance, leadership and OHS supervision, and work experience and sharing session did not show significant effects in the regression model. This study concludes that the effectiveness of SMKK implementation is highly influenced by effective safety training, supported by two-way communication, strong leadership, and internalization of safety values to establish a safe and sustainable construction work culture.
Read More
T-7351
Depok : FKMUI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dharma Andika Yudha; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Dadan Erwandi, Fetrina Lestar, Ali Syahrul Chairuman
Abstrak:

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara status gizi, asupan gizi, dan kelelahan kerja pada petani padi sektor informal di Desa Batujaya, Kabupaten Karawang. Petani di sektor ini bekerja dengan intensitas fisik tinggi, namun sering menghadapi keterbatasan dalam asupan nutrisi. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan 45 responden melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ) untuk asupan gizi, pengukuran indeks massa tubuh (IMT) untuk status gizi, serta kuesioner IFRC untuk kelelahan kerja. Hasil analisis inferensial menggunakan uji Chi-Square menunjukkan bahwa asupan gizi (p = 0,003), status gizi (p = 0,001), masa kerja (p = 0,012), keluhan sakit (p = 0,000), dan beban kerja (p = 0,000) memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat kelelahan kerja. Sementara itu, variabel usia dan jenis kelamin tidak berhubungan signifikan. Petani dengan asupan dan status gizi yang buruk cenderung mengalami kelelahan kerja lebih tinggi. Temuan ini menegaskan pentingnya pemenuhan gizi yang memadai serta pengelolaan beban kerja untuk mencegah kelelahan kerja dan meningkatkan produktivitas. Diperlukan intervensi berupa edukasi gizi, akses pangan bergizi, serta penguatan program kesehatan kerja berbasis komunitas di sektor informal pertanian.


This study aims to analyze the relationship between nutritional status, nutrient intake, and work fatigue among rice farmers in the informal sector in Batujaya Village, Karawang Regency. Farmers in this sector engage in high-intensity physical labor but often face limitations in nutrient intake. This research employed a cross-sectional design involving 45 respondents selected through purposive sampling. Data were collected using the Food Frequency Questionnaire (FFQ) for nutrient intake, Body Mass Index (BMI) measurements for nutritional status, and the Industrial Fatigue Research Committee (IFRC) questionnaire for work fatigue. Inferensial analysis using the Chi-Square test showed that nutrient intake (p = 0.003), nutritional status (p = 0.001), years of service (p = 0.012), reported illness (p = 0.000), and workload (p = 0.000) had a statistically significant relationship with the level of work fatigue. In contrast, age and gender were not significantly associated. Farmers with poor nutritional intake and status tended to experience higher levels of work fatigue. These findings underscore the importance of adequate nutritional fulfillment and workload management to prevent work fatigue and enhance productivity. Interventions are needed in the form of nutrition education, improved access to nutritious food, and the strengthening of community-based occupational health programs in the informal agricultural sector. Keywords: Nutritional Status, Nutrient Intake, Work Fatigue, Rice Farmers, Informal Sector, Batu Jaya Village.
Read More
T-7419
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wardhatul Hamro; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Fatma Lestari, Doni Hikmat Ramdhan, Istiati Suraningsih, Ali Syahrul Chairuman
Abstrak: Terdapat beberapa kasus hipertensi pada pekerja di PT X selama lima tahunterakhir (2012-2017). Untuk meminimalisir risiko hipertensi pada pekerja sertauntuk mencegah kerugian yang lebih besar dari segi produktivitas dan biayapengobatan yang timbul akibat penyakit tersebut di PT X, maka perlu diketahuidistribusi tekanan darah pada pekerja PT. X serta menganalisis mengenai faktorapa saja yang berhubungan dengan tekanan darah tersebut secara dini, karena jikasudah terjadi hipertensi, maka sudah terlambat untuk dilakukan pencegahan.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor risiko yangberhubungan dengan tekanan darah (sistolik, diastolik) pada pekerja Engineering,Procurement, Construction (EPC) PT X Jakarta. Penelitian kuantitaif yangdilakukan menggunakan metode observasional analitik dengan desain crosssectional. Penelitian di bidang kesehatan kerja dengan subyek penelitian yangdiambil sebagai sampel penelitian adalah pekerja PT X salah satu perusahaan EPC(Engineering, Procurement, Construction) yaitu sebanyak 97 pekerja. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa variabel yang signifikan berhubungan dengantekanan darah sistolik pada pekerja EPC PT.X ialah variabel durasi tidur, dengannilai p=0,029 dan Toleransi 1,000. Sedangkan pada tekanan darah diastolik yangpaling signifikan berhubungan adalah usia dan durasi tidur, dengan variabel yangdominan adalah variabel usia dengan nilai p=0,047 dan Toleransi 0,994.
Kata kunci: Tekanan Darah (Sistolik, Diastolik), Faktor Risiko, Pekerja EPC
There have been several cases of hypertension to workers in PT X the last fiveyears (2012-2017). To minimize the risk of hypertension in workers and toprevent greater losses in terms of productivity and medical costs arising from thedisease in PT X, it is necessary to know the distribution of blood pressure inworkers PT X and analyze any factors related to blood pressure early, because ifthere is hypertension, it is too late to be prevented. The aim of this study is toanalyze the risk factors associated with blood pressure (systolic, diastolic) onworkers of Engineering, Procurement, Construction (EPC) PT X. A quantitativeresearch that using method is observational analytic as method in cross sectionaldesign. Kind of research in occupational health that the subjects of the study assamples are workers of PT X of the EPC (Engineering, Procurement,Construction) which is 97 workers.The results showed that the significantvariables associated with systolic blood pressure in workers EPC PT X is sleepduration variables, with the value p = 0.029 and Tolerance 1,000. While on thediastolic blood pressure is the most significant related to age and duration ofsleep, with the dominant variable is the age variable with a value of p = 0.047 and0.994 Tolerance.
Key words: Blood Pressure (Sistolic, Diastolic), Risk Factors, EPC Workers.
Read More
T-5226
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rahman Gumilar; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Fatma Lestari, Dadan Erwandi, Ali Syahrul Chairuman, Alfajri Ismail
Abstrak: Tesis ini membahas tentang analisa implementasi pencegahan dan pengendalian COVID-19 di rumah sakit yang ada di empat provinsi, yaitu Aceh, Bengkulu, Gorontalo dan Nusa Tenggara Timur pada tahun 2021. Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode campuran (mix method) antara kuantitatif yaitu menggunakan data sekunder hasil evaluasi self assessment oleh narasumber kunci di tiap rumah sakit serta kualitatif melalui wawancara mendalam untuk melengkapi informasi yang ada. Alat ukur penilaian implementasi pencegahan dan pengendalian COVID-19 menggunakan kuesioner yang terdiri dari 12 komponen dalam KMK 413 tahun 2020. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik RS sebagian besar merupakan tipe RS C, proporsi RS Pemerintah dan RS Swasta memiliki proporsi yang sama (50%), median Tempat Tidur (TT) yang dimiliki sesudah dinyatakan pandemi sebanyak 32,50 TT dan median TT untuk perawatan yang digunakan sebanyak 28 TT. Jumlah pekerja mencapai 7.248 orang dimana median pekerja yang positif dan sembuh adalah 37 orang dimana ada 1 kasus pekerja yang positif COVID meninggal dunia. 3 (tiga) komponen terendah dalam penilaian kesiapan meliputi komponen Administrasi, Keuangan dan Keberlanjutan Bisnis (AKKB), Kesehatan Kerja, Kesehatan Mental dan Dukungan Psikososial (KKKMDP) dan Surge Capacity (SC) dimana nilainya di bawah 50. Nilai skoring kesiapan rumah sakit secara keseluruhan dalam mengimplementasikan pencegahan dan pengendalian COVID-19, diketahui sebagian besar RS sudah masuk ke dalam kategori baik dan cukup. Hanya 1 RS yang termasuk kategori kurang dan 1 RS yang termasuk kategori sangat baik
This thesis discusses the analysis of the implementation of COVID-19 prevention and control in hospitals in four provinces, namely Aceh, Bengkulu, Gorontalo and East Nusa Tenggara in 2021. This research is a research with a mixed method between quantitative, namely using secondary data from self-assessment evaluation results by key speakers in each hospital and qualitative through in-depth interviews to complement existing information. The measuring instrument for assessing the implementation of COVID-19 prevention and control uses a questionnaire consisting of 12 components in KMK 413 of 2020. The results showed that the characteristics of hospitals are mostly type C hospitals, the proportion of government hospitals and private hospitals has the same proportion (50%), the median beds owned after the pandemic were declared as much as 32.50 beds and the median beds for the treatment used was 28 beds. The number of workers reached 7,248 people where the median of positive and recovered workers was 37 people where there was 1 case of workers who were positive for COVID died. The 3 (three) lowest components in the readiness assessment include the components of Administration, Finance and Business Sustainability (AFBS), Occupational Health, Mental Health and Psychosocial Support (OHMHPS) and Surge Capacity (SC) where the value is below 50. The overall hospital readiness scoring score in implementing the prevention and control of COVID-19, it is known that most hospitals have entered the good and sufficient category. Only 1 hospital belongs to the less category and 1 hospital belongs to the excellent category
Read More
T-6467
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rosinta Uli; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Fatma Lestari, Istiati Suraningsih, Ali Syahrul Chairuman
Abstrak: ABSTRAK vi Universitas Indonesia ABSTRAK Nama : Rosinta Uli NPM : 1606944072 Program Studi : Keselamatan dan Kesehatan Kerja Judul : Studi Intervensi Relaksasi Otot Progresif Dalam Mengatasi Kelelahan Perawat Di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Jiwa Jambi Tahun 2018 Fatigue in the workplace became a topic of concern in the field of health and psychology and experienced a significant increase in the number of cases in the last decade. Fatigue has a negative impact in the short term and the long term. Short-term impact for example, emergence of discomfort, decreased strength, and decreased motor control. The impact of short-term leads to reduced performance, productivity, quality of work, and an increase in the incidence of accidents and human error. In the long term, prolonged fatigue can lead to absenteeism, skeletal muscle disorders, and disability. Nursing is an occupation dominated by women with the characteristics of high job demands, high work stress levels, and a high level of fatigue. In addition, nurses work with shift system at different times during the day and evening that is associated with the issue of recovery from fatigue. Fatigue that occurs in the nurse can affect the health condition of the nurse and also patient safety that handled. Fatigue on nurses can influence the function of the neurocognitive and also the performance of the nurses. Fatigue on nurses can lead to medical errors, decreased performance, decreased mental acuity, and social problems. Fatigue can be measured either objectively or subjectively. Objectively, fatigue can be viewed from physiological functions such as pulse rate or oxygen saturation. Meanwhile, subjectively can be measured by using a subjective feeling questionnaire of fatigue. This research aims to know the effectiveness of the interventions of progressive muscle relaxation in overcoming fatigue on nurses at Jambi Mental Hospital. This research was conducted on 42 nurses in inpatient installation. The study design was quasiexperimental with within-subject design with pre-test post-test, which was conducted in two interventions (routine activity without progressive muscle relaxation and with progressive muscle relaxation) in one group of the same subjects at different times to know the immediate effects of progressive muscle relaxation against pulse rate, oxygen saturation, and subjective feeling of fatigue of nurses. Statistically, the results showed that progressive muscle relaxation showed a significant effect on decreasing pulse rate and decreasing subjective feeling score of fatigue (p <0,05). As for oxygen saturation, progressive muscle relaxation did not show a significant effect (p> 0.05). Keywords: Nurse Fatigue, Progressive Muscle Relaxation, Pulse Rate, Oxygen Saturation, Subjective Feeling Fatigue
Read More
T-5209
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive