Ditemukan 5 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Maya Khrisna Silahartini; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Jaslis Ilyas, Vetty Yulianty Permanasari, Avriazar Beng Kiuk, Renyta Amelia
Abstrak:
Latar belakang: RS Sultan Imanuddin adalah rumah sakit tipe B yang menerima rujukan berjenjang dari rumah sakit sekitarnya dan menjadi tumpuan pelayanan sehingga diharapkan dapat memberikan pelayanan berkualitas dan memuaskan. Terdapat 5 dimensi yang dapat digunakan dalam menilai kualitas pelayanan yaitu tangible, empathy, reliability, responsiveness, dan assurance. Angka kepuasan pelanggan yang tinggi mempengaruhi keputusan pasien untuk kembali menggunakan layanan kesehatan di fasilitas kesehatan. Pengukuran loyalitas pelanggan dengan Nett Promoter Score (NPS) diawali pada tahun 2003 dan menggunakan jumlah pertanyaan lebih sedikit, NPS menghasilkan analisis yang lebih baik terhadap loyalitas pasien terhadap institusi kesehatan dan terdapat korelasi yang tinggi antara nilai NPS dengan tingkat kepuasan pasien. Tujuan: Menganalisis hubungan persepsi pasien terhadap kualitas layanan dengan loyalitas di RS Sultan Imanuddin. Mengetahui loyalitas pasien RS Sultan Imanuddin dengan NPS untuk melihat akseptibilitas masyarakat terhadap RSSI. Metode Penelitian: Penelitian mix method dengan pengambilan data kuantitatif kemudian dilanjutkan dengan kualitatif. Penelitian dilakukan Desember 2020-Februari 2021 dengan jumlah responden sebanyak 203 orang pasien dan atau penunggu pasien di instalasi rawat inap Meranti dan manajemen RS Sultan Imanuddin. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat loyalitas terhadap RS diukur dengan Nett Promoter Score sebesar 68,4 dan loyalitas terhadap dokter 91,6. Variabel tangible, empathy, reliability, responsiveness, dan assurance berhubungan signifikan terhadap loyalitas pasien terhadap RS dengan nilai p<0,001. Variabel reliability dan responsiveness memiliki pengaruh signifikan terhadap loyalitas pasien terhadap dokter dengan p<0,001. Karakteristik pasien yang berpengaruh signifikan pada loyalitas pasien terhadap rumah sakit dan dokter adalah pendidikan. Faktor pendidikan mempengaruhi cara pasien berkomunikasi dengan dokter. Faktor jenis kelamin, usia, pekerjaan, cara pembiayaan, tempat tinggal, kelas perawatan, riwayat rawat inap sebelumnya, cara datang berobat, dokter yang merawat, jalur masuk rawat inap, jenis kasus bedah dan lama hari rawat tidak berpengaruh terhadap loyalitas pasien. Kesimpulan: Penelitian di RS Sultan Imanuddin menunjukkan tingkat loyalitas pasien terhadap dokter lebih tinggi dibanding loyalitas pasien terhadap rumah sakit. Variabel tangible, empathy, reliability, responsiveness, dan assurance memiliki hubungan signifikan terhadap loyalitas pasien terhadap rumah sakit. Variabel reliability dan responsiveness memiliki hubungan signifikan terhadap loyalitas pasien terhadap dokter. Pasien yang berpikir untuk beralih layanan rumah sakit, mencari layanan kesehatan yang tidak antri, ruang rawat inap yang lebih nyaman, dan memperhatikan privasi. Pasien yang masih menginginkan layanan di tempat yang sama disebutkan karena faktor jarak yang dekat dan beda selisih pembiayaan bila pindah rumah sakit. Faktor yang membuat pasien loyal terhadap dokter adalah penanganan baik yang diberikan dan telah terbiasa sebelumnya. Hal yang membuat pasien beralih dokter adalah waktu yang diberikan dalam pelayanan dirasa kurang dan ketidakhadiran dokter saat pemeriksaan
Read More
B-2270
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nyoman Dwi Maha Udiyana; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Helen Andriani, Masyitoh, Gede Eka Rusdi Antara, Avriazar Beng Kiuk
Abstrak:
Terbatasnya jumlah sebaran dokter bedah di Indonesia, dengan banyaknya tugas keseharian yang dijalani oleh dokter bedah, diperlukan suatu cara pengisian rekam medis yang mudah , efisien dan sesuai kebutuhan klinisi. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan metode fenomenologi, dan mempergunakan model design thinking. Hasil penelitian berupa prototipe aplikasi IESR (Integrated Electronic Surgical Report) yang dirancang melalui kolaborasi antara tim design thinker dengan tim IT. Prototipe IESR menekankan pada pengisian rekam medis dan laporan operasi yang efisien dan sesuai kebutuhan klinisi. Perancangan prototipe IESR melalui implementasi model design thinking dilakukan dalam 5 tahap. Dalam tahapan emphatize, define, dan ideate didapatkan berbagai masalah yang dihadapi dokter operator dalam pengisian rekam medis dan laporan operasi. Dari formulasi berbagai usulan penyelesaian masalah, dipilih solusi berupa perancangan prototipe IESR. Tahapan prototyping dilakukan dengan pembuatan storyboard dan pembuatan prototipe digital oleh tim IT. Fase testing menunjukkan 87,5% informan menyatakan kemudahan penggunaan prototipe IESR, dan 75% informan merasakan penggunaan prototipe sudah efisien dalam hal waktu input data. 75 % informan menyatakan telah sesuai dengan kebutuhan klinisi. Prototipe aplikasi Integrated Electronic Surgical Report diharapkan dapat memudahkan para dokter operator dalam pengisian rekam medis, khususnya laporan operasi secara efisien
Due to limited surgeon in Indonesia, and many daily task that have to do by a surgeon, an efficient and simple way of medical records filling is needed. This study design is a qualitative with phenomenological method, through design thinking model. The result of this research is a prototype of IESR (Integrated Electronic Surgical Report) that designed in collaboration between design thinker team and IT team. IESR prototype concern on efficient medical record and surgical reports filling matching to clinician needs. IESR prototyping process through design thinking model implementation was carried out in 5 stages. In the emphatize, define, and ideate process, there are various problems faced by clinicians in medical records and surgical reports filling. By formulating various problem solving suggestion , the chosen solution was designing IESR prototype. The prototyping stage was carried out by storyboards making and prototypes designing collaborating with the IT team. The testing phase shown 87.5% of informan stated that the IESR prototype was easy to use, and 75% informan stated timely efficient, 75 % informan stated that the prototype already matching clinicians needs. IESR prototype hopefully emphasized medical record filling concerned on surgical report efficiently by operator doctor.
Read More
Due to limited surgeon in Indonesia, and many daily task that have to do by a surgeon, an efficient and simple way of medical records filling is needed. This study design is a qualitative with phenomenological method, through design thinking model. The result of this research is a prototype of IESR (Integrated Electronic Surgical Report) that designed in collaboration between design thinker team and IT team. IESR prototype concern on efficient medical record and surgical reports filling matching to clinician needs. IESR prototyping process through design thinking model implementation was carried out in 5 stages. In the emphatize, define, and ideate process, there are various problems faced by clinicians in medical records and surgical reports filling. By formulating various problem solving suggestion , the chosen solution was designing IESR prototype. The prototyping stage was carried out by storyboards making and prototypes designing collaborating with the IT team. The testing phase shown 87.5% of informan stated that the IESR prototype was easy to use, and 75% informan stated timely efficient, 75 % informan stated that the prototype already matching clinicians needs. IESR prototype hopefully emphasized medical record filling concerned on surgical report efficiently by operator doctor.
T-6090
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Suharmi; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Puput Oktamianti, Hanny Handiyani, Prastuti Soewondo, Avriazar Beng Kiuk
Abstrak:
Kualitas pelayanan RS salah satunya dipengaruhi oleh kualitas pelayanan keperawatan yang diberikan pada pasien. Adanya penurunan kinerja perawat di ruang rawat inap RSUD Sultan Imanuddin dan penilaian kualitas pelayanan per unit pelayanan yang di nilai masyarakat kurang baik (<76,61%), dapat menyebabkan pasien kurang puas terhadap pelayanan keperawatan di ruang rawat inap. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan penerapan penugasan keperawatan dengan kepuasan pasien rawat inap. Desain penelitian : deskriptif kuantitatif dengan uji univariat dan bivariat dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan data di RSUD Sultan Imanuddin pada November sampai Desember 2020 menggunakan kuisioner, dengan populasi seluruh pasien di Ruang Rawat Inap. Jumlah sampel 77 responden, diambil secara acak di setiap ruang rawat inap. Hasil penelitian menunjukkan penugasan keperawatan tentang tanggungjawab dan pembagian tugas perawat, timbang terima, komunikasi terapeutik memiliki hubungan dengan kepuasan pasien di ruang rawat inap dengan tingkat signifikansi 0,01. Kesimpulan: pelaksanaan penugasan keperawatan tentang tanggungjawab dan pembagian tugas, timbang terima, komunikasi terapeutik yang baik mampu memberikan kepuasan pasien terhadap pelayanan keperawatan yang diberikan. Saran : pelatihan service exellence, perekrutan perawat baru dengan lulusan ners, monitor dan evaluasi secara berkala tentang penerapan penugasan keperawatan.
Read More
B-2197
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Jhonferi Sidabalok; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Yaslis Ilyas, Ascobat Gani, Achmad Rois, Avriazar Beng Kiuk
Abstrak:
Latar Belakang : Kesehatan merupakan hak asasi setiap warga Negara, sejak era desentralisasi daerah diberi kewenangan untuk mengembangkan sistem kesehatan. Kabupaten Kotawaringin Barat merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Kalimantan Tengah yang memiliki wilayah terpencil yaitu kecamatan Kotawaringin Lama yang menghubungkan dengan Kabupaten Lamandau dan Sukamara, daerah terpencil ini menjadi strategis dan adanya perusahaan besar di wilayah kecamatan tersebut. Untuk memenuhi pemerataan pembangunan dan kemudahan akses pelayanan kesehatan Pemerintah Daerah membangun Rumah Sakit Kutaringin didasarkan Surat Keputusan Bupati Nomor 440/1616/KD.B tanggal 22 April 2015. Salah satu dokumen yang belum tersedia adalah perencanaan Sumber Daya Manusia dan langkah-langkah pemenuhannya. Tujuan : Penelitian ini bertujuan tersusunnya kebutuhan Sumber Daya Manusia RSUD Kutaingin dari segi jumlah dan jenis serta cara pemenuhannya Metode : Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimen dengan metode kualitatif, informan dalam penelitian ini berjumlah 14 orang yaitu para pemangku kepentingan di Kabupaten Kotawaringin Barat Hasil : Perencanaan SDM yang sudah dilakukan oleh Dinas Kesehatan dan kebutuhan SDM RSUD Kutaringin mengacu Standar Pelayanan Miniman rumah sakit sesuai Permenkes Nomor 3 Tahun 2020 adalah 67 orang dan kebutuhan sesuai dengan perhitungan menggunakan ABK selama 5 tahun perencanaan adalah tahun 2021 sebanyak 45 orang, tahun 2022 sebanyak 47 orang, tahun 2023 sebanyak 49 Orang, tahun 2024 sebanyak 53 orang dan tahun 2025 sebanyak 58 orang. Pemenuhan SDM RSUD Kutaringin akan berasal dari puskesmas penyangga di wilayah kecamatan Kotawaringin Lama dan Kabupaten Kotawaringin Barat lainnya serta tambahan rekrutmen tenaga yang belum tersedia. Anggaran yang tersedia untuk pemenuhan SDM RSUD Kutaringin belum mencukupi. Kesimpulan: Perencanaan Sumber Daya Manusia dengan menggunakan perhitungan formula dan sesuai ABK lebih efisien dan rekrutmen pegawai sesuai tugas pokok dan fungsi, dari hasil perhitungan untuk tahun 2021 dibutuhkan 45 orang. Pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan dapat segera melakukan perekrutan SDM Rumah Sakit Kutaringin dengan melakukan usulan CPNS, P3K atau dengan mekanisme Tenaga Kontrak Daerah. Regulasi kontrak dokter spesialis harus dibuat khusus untuk menarik minat dokter spesialis. Upaya untuk memenuhi jenis SDM Rumah Sakit Kutaringin Dinas Kesehatan juga bisa melakukan kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi dalam bentuk kerjasama peningkatan kompetensi dan mengusulkan ke Kemenkes untuk penugasan kerja dokter spesialis di Rumah Sakit Kutaringin melalui Program WKDS atau PGDS
Read More
B-2207
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Catur Rini Irawati; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Yaslis Ilyas, Wachyu Sulistiyadi, Avriazar Beng Kiuk, Nining Kristiningsih
Abstrak:
Read More
Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS Co,V 2), dan ditetapkan oleh World Health Organization (WHO) sebagai masalah darurat kesehatan internasional. Penularan Covid-19 adalah melalui droplet dan aerosol. Rumah Sakit merupakan fasilitas kesehatan yang melayani perawatan covid-19. RSUD Sultan Imanuddin merupakan rumah sakit rujukan covid-19. Petugas rumah sakit sangat berisiko tertular covid-19. K3RS diselenggarakan rumah sakit untuk menjamin keselamatan dan kesehatan kerja. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus dengan menggunakan teknik wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah 8 orang. Hasil penelitian : Standar K3RS dalam pelaksanaan program menghadapi pandemic Covid-19 adalah pelayanan kesehatan kerja dan utilitas sarana prasarana rumah sakit. Perilaku petugas dalam pelaksanaan budaya K3RS, tersedianya sarana pendukung berupa APD yang didukung dana BLUD dan dana BTT serta peran aktif manajemen yang turut serta dalam tim satgas covid-19 dalam upaya melindungi petugas dari risiko tertularnya covid-19. K3RS berperan aktif sebagai bagian dari tim satgas covid-19.
Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS Co, V 2), and was designated by the World Health Organization (WHO) as an international health emergency. The transmission of Covid-19 is through droplets and aerosols. Hospitals are health facilities that serve the treatment of COVID-19. Sultan Imanuddin Hospital is a COVID-19 referral hospital. Hospital staff are at high risk of contracting COVID-19. K3RS is organized by a hospital to ensure occupational safety and health. This research is a qualitative research with a case study method using in-depth interviews and documentation studies. There were 8 informants in this study. Research results: K3RS standards in implementing the program to deal with the Covid-19 pandemic are occupational health services and hospital infrastructure utilities. The behavior of officers in implementing the K3RS culture, the availability of supporting facilities in the form of PPE supported by BLUD funds and BTT funds as well as the active role of management who participates in the COVID-19 task force team in an effort to protect officers from the risk of contracting COVID-19. K3RS plays an active role as part of the COVID-19 task force team
B-2243
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
