Ditemukan 37770 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Imas Arumsari; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji : Widjaja Lukito, Wahyu Kurnia Yusrin Putra
Abstrak:
Kebiasaan melewatkan sarapan memperbesar risiko terjadinya obesitas, pola hidup sehat, dan penurunan kecerdasan, khususnya pada pelajar. Terlebih, remaja sedang mengalami proses growth spurt dimana terjadi peningkatan kebutuhan gizi. Kabupaten Tangerang memiliki tingkat kelulusan UN SMA terrendah di provinsi Banten pada tahun ajaran 2013 lalu, sehingga perlu diteliti lebih lanjut mengenai pola sarapan remaja di wilayah ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara ketersediaan sarapan dan faktor lainnya dengan pola sarapan siswa/i SMA terpilih di Kabupaten Tangerang tahun 2014. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi crosss sectional. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner isian mandiri yang diisi 160 siswa. Asupan sarapan dinilai menggunakan kuesioner food recall 2x24 jam. Hasil penelitian menunjukkan, sebanyak 71,8% responden memiliki pola sarapan buruk. Terdapat hubungan yang signifikan antara ketersediaan sarapan (P= 0,014) dengan pola sarapan responden.
Skipping breakfast habit increase the risk of obesity, unhealthy lifestyle, and lack of intelligence, especially the students. Moreover, adolescent growth spurt is undergoing a process whereby an increase in nutritional requirements. Tangerang has lowest high school graduation rate in Banten Province for the academic year 2013 so it is important to develop research on adolescent breakfast pattern in this region. This study aims to determine the relationship between the availability of breakfast and other factors with student breakfast pattern in selected high school in Tangerang on 2014. Research method is a quantitative research with crosss sectional design study. Data were collected using self-completed questionnaires for 160 students. Breakfast intake was assessed using a 2x24 hour food recall questionnaire. The results showed, 71,8% of respondents had a bad breakfast pattern. There is a significant association between the availability of breakfast (P=0.014) with respondents’ breakfast pattern
Read More
S-8346
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Meidy Ayu Larasati; Pembimbing: Diah Mulyawati Utari; Penguji: Siti Arifah Pujonarti, Pardi Supardi
Abstrak:
Sarapan merupakan waktu penting untuk menjaga kecukupan gizi tubuh selamaberaktivitas. Melewatkan sarapan dapat menyebabkan tubuh kekurangan energi danakan mengakibatkan tubuh menjadi lemas, lesu, mengantuk, pusing, kesulitanberkonsentrasi, penurunan prestasi akademik, serta dapat mengganggu tumbuh kembangfisik dan seksual pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran danperbedaan proporsi kebiasaan sarapan dengan faktor-faktor yang memengaruhinya padasiswa/i SMA Budhi Warman 2 Jakarta Tahun 2020. Penelitian ini menggunakan desainstudi cross sectional dengan jumlah responden 152 siswa yang berasal dari kelas X danXI. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan SQ-FFQ yang diisi secaramandiri oleh responden. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 54,5 % siswa memilikikebiasaan sarapan yang tidak baik. Terdapat perbedaan proporsi yang signifikan padakebiasaan sarapan berdasarkan pengetahuan gizi (p-value=0,032), kebiasaan jajan (p-value=0,007), ketersediaan sarapan (p-value=0,006), pekerjaan ibu (p-value=0,037),dan pengaruh orang tua (p-value=0,037). Peneliti menyarankan untuk diberikannyapromosi dan pendidikan gizi mengenai sarapan agar siswa menyadari pentingnyasarapan.Kata kunci:Kebiasaan sarapan, Ketersediaan Sarapan, Pengetahuan Gizi, Remaja.
Read More
S-10267
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Raisya Azhar Fairuz; Pembimbing: Trini Sudiarti; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Khoirul Anwar
Abstrak:
Sarapan merupakan kegiatan makan dan minum yang dilakukan antara bangun pagi hingga pukul 9 pagi untuk mewujudkan hidup sehat, aktif, dan produktif. Sarapan merupakan waktu makan paling penting dalam sehari karena menyediakan energi untuk beraktivitas. Penelitian serupa sebelumnya di SMAN 3 Depok didapatkan sebanyak 77,1% siswa memiliki kebiasaan sarapan tidak baik. Kebiasaan melewatkan sarapan dapat menimbulkan dampak lapar dan lemas pada siswa sekolah sehingga mengganggu performa akademiknya selama kegiatan pembelajaran di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan faktor-faktor yang berhubungan dengan kebiasaan sarapan pada siswa/i SMA Negeri 14 Depok. Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Jumlah responden yang terkumpul adalah 129 responden yang berasal dari siswa/i kelas 10 dan 11 tahun ajaran 2023/2024. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dalam bentuk google form dan formulir FFQ yang diisi secara mandiri oleh responden. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 78,3% responden memiliki kebiasaan sarapan tidak baik. Terdapat hubungan antara pengetahuan sarapan (p-value = 0,004; OR=4,380; 95% CI 1,683 – 11,396), sikap terhadap sarapan (p-value = 0,001; OR=6,625; 95% CI 2,144 – 20,473), ketersediaan sarapan (p-value = 0,001; OR=4,714; 95% CI 1,885 – 11,790), dan pengaruh orang tua (p-value = 0,007; OR=4,049; 95% CI 1,514 – 10,826) dengan kebiasaan sarapan. Siswa/i dengan pengetahuan sarapan rendah, sikap negatif terhadap sarapan, ketersediaan sarapan tidak selalu, dan orang tua yang tidak berpengaruh lebih berisiko memiliki kebiasaan sarapan tidak baik. Sedangkan variabel yang tidak berhubungan dengan kebiasaan sarapan siswa/i SMAN 14 Depok adalah jenis kelamin, uang saku, citra tubuh, kualitas tidur, makan larut malam, dan waktu masuk sekolah.
Breakfast is an eating and drinking activity carried out between waking up to 9 am to achieve a healthy, active, and productive life. Breakfast is the most important meal to provides energy for activities. Previous research at SMAN 3 Depok found that about 77,1% of students had bad breakfast habits. Skipping breakfast can cause feelings of hunger and weakness in school students, thus disrupting ther academic performance during learning activities at school. This study aims to determine the overview and factors related to breakfast habits among students at SMA Negeri 14 Depok. The research design used was cross-sectional with purposive sampling technique. The number of respondents collected was 129 who came from student in grades 10 and 11 for the 2023/2024 academic year. Data collection was carried out using google form questionnaire and FFQ forms which were filled out independently by respondents. The research results showed that 78,3% of respondents had a bad breakfast habits. There is a relationship between breakfast knowledge (p-value = 0.004; OR=4.380; 95% CI 1.683 – 11.396), attitude towards breakfast (p-value = 0.001; OR=6.625; 95% CI 2.144 – 20.473), breakfast availability (p-value = 0.001; OR=4.714; 95% CI 1.885 – 11.790), and parental influence (p-value = 0.007; OR=4.049; 95% CI 1.514 – 10.826) with breakfast habits. Students with low breakfast knowledge, negative attitudes towards breakfast, occasional availability of breakfast, and parents who are not influential are more at risk of having bad breakfast habits. Meanwhile, variables that are not related to breakfast habits of SMAN 14 Depok students are gender, pocket money, body image, sleep quality, late-night eating, and school start time.
Read More
Breakfast is an eating and drinking activity carried out between waking up to 9 am to achieve a healthy, active, and productive life. Breakfast is the most important meal to provides energy for activities. Previous research at SMAN 3 Depok found that about 77,1% of students had bad breakfast habits. Skipping breakfast can cause feelings of hunger and weakness in school students, thus disrupting ther academic performance during learning activities at school. This study aims to determine the overview and factors related to breakfast habits among students at SMA Negeri 14 Depok. The research design used was cross-sectional with purposive sampling technique. The number of respondents collected was 129 who came from student in grades 10 and 11 for the 2023/2024 academic year. Data collection was carried out using google form questionnaire and FFQ forms which were filled out independently by respondents. The research results showed that 78,3% of respondents had a bad breakfast habits. There is a relationship between breakfast knowledge (p-value = 0.004; OR=4.380; 95% CI 1.683 – 11.396), attitude towards breakfast (p-value = 0.001; OR=6.625; 95% CI 2.144 – 20.473), breakfast availability (p-value = 0.001; OR=4.714; 95% CI 1.885 – 11.790), and parental influence (p-value = 0.007; OR=4.049; 95% CI 1.514 – 10.826) with breakfast habits. Students with low breakfast knowledge, negative attitudes towards breakfast, occasional availability of breakfast, and parents who are not influential are more at risk of having bad breakfast habits. Meanwhile, variables that are not related to breakfast habits of SMAN 14 Depok students are gender, pocket money, body image, sleep quality, late-night eating, and school start time.
S-11755
Depok : FKM UI, 2024
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Iftita Rakhma Ikrima; Pembimbing: Endang L. Achadi; Penguji: Asih Setiarini, Rahmawati
Abstrak:
Kalsium merupakan zat gizi yang berperan penting dalam pertumbuhan sehingga perlu diketahui faktor-faktor yang mempengaruhinya. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan asupan kalsium berdasarkan kebiasaan sarapan, kebiasaan konsumsi susu, kebiasaan konsumsi softdrink, aktivitas fisik, jenis kelamin, pengetahuan tentang kalsium, uang saku, pendidikan ibu dan ayah serta konsumsi suplemen kalsium. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional yang dilakukan pada 161 siswa SMA Negeri 2 Kota Depok selama bulan April 2015. Pengumpulan data dilakukan melalui pengisian kuesioner umum, kuesioner pengetahuan, kuesioner aktivitas fisik, dan asupan kalsium diukur dengan wawancara food recall 2x24 jam. Data dianalisis dan dianalisis menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukkan 69,6% memiliki asupan kalsium kurang dengan ratarata asupan kalsium 785,7 mg ± 295,82. Analisis bivariat menunjukkan terdapat perbedaan asupan kalsium yang signifikan berdasarkan kebiasaan sarapan, kebiasaan konsumsi susu, dan jenis kelamin. Berdasarkan hasil tersebut, diharapkan pihak sekolah dapat memberikan edukasi mengenai pentingnya asupan kalsium, konsumsi susu, dan kebiasaan sarapan kepada siswanya.
Kata Kunci: asupan kalsium, jenis kelamin, kebiasaan sarapan, konsumsi susu
Read More
Kata Kunci: asupan kalsium, jenis kelamin, kebiasaan sarapan, konsumsi susu
S-8642
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Cindy junice Helianthe Marella Waruwu; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Asih Setiarini, Adhi Dharmawan T.
Abstrak:
RENDAHNYA PRESTASI AKADEMIK PADA SISWA SEKOLAH DASAR AKAN MEMBERIKAN DAMPAK BURUK BAGI KUALITAS HIDUPNYA DI MASA MENDATANG. TUJUAN PENELITIAN INI UNTUK MENGETAHUI GAMBARAN DAN HUBUNGAN ANTARA PRESTASI AKADEMIK DENGAN KEBIASAAN SARAPAN, KEBIASAAN KONSUMSI SAYUR DAN BUAH, KEBIASAAN OLAHRAGA, DURASI TIDUR, DURASI MENONTON TELEVISI, KECEMASAN SEKOLAH, PENDIDIKAN ORANGTUA, PEKERJAAN ORANGTUA DAN PENDAPATAN ORANGTUA SISWA SDN TERPILIH DI BANTEN TAHUN 2016. DESAIN STUDI YANG DIGUNAKAN UNTUK PENELITIAN INI ADALAH CROSS SECTIONAL DENGAN TOTAL SAMPEL 363 RESPONDEN. METODE YANG DIGUNAKAN UNTUK MENGUKUR PRESTASI AKADEMIK SISWA SEKOLAH DASAR ADALAH MELALUI REKAPITULASI NILAI RAPOR PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA, MATEMATIKA, DAN IPA SEDANGKAN VARIABEL LAINNYA DIUKUR MENGGUNAKAN KUESIONER. HASIL PENELITIAN MENUNJUKKAN PRESTASI AKADEMIK RESPONDEN SEBANYAK 49,3% TERGOLONG BAIK SEKALI. KEMUDIAN, HASIL ANALISIS DATA BIVARIAT MENGGGUNAKAN UJI CHI SQUARE DIDAPATKAN KEBIASAAN SARAPAN, KEBIASAAN KONSUMSI SAYUR DAN BUAH, KECEMASAN SEKOLAH, PENDIDIKAN ORANGTUA, DAN PENDAPATAN ORANGTUA MEMILIKI HUBUNGAN DENGAN PRESTASI AKADEMIK SISWA DI SD NEGERI TERPILIH DI BANTEN TAHUN 2016. OLEH KARENA ITU, PIHAK SEKOLAH DIHARAPKAN DAPAT MEMBERIKAN EDUKASI GIZI SEIMBANG DAN MELAKSANAKAN PROGRAM KONSULTASI DENGAN ORANGTUA DAN SISWA. KATA KUNCI: PRESTASI AKADEMIK, BELAJAR, SARAPAN, KONSUMSI SAYUR DAN BUAH, KECEMASAN SEKOLAH, ORANGTUA THE LOW ACADEMIC ACHIEVEMENT OF ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS WILL ADVERSELY AFFECT THEIR QUALITY OF LIFE IN THE FUTURE. THE PURPOSE OF THIS STUDY WAS TO FIND OUT THE REPRESENTATION AND THE RELATIONSHIP BETWEEN ACADEMIC ACHIEVEMENT WITH BREAKFAST HABITS, CONSUMPTION HABITS OF VEGETABLES AND FRUITS, EXERCISE HABITS, SLEEP DURATION, TELEVISION WATCHING DURATION, SCHOOL ANXIETY, PARENT EDUCATION, PARENT WORK AND PARENT INCOME OF ELECTED SDN ELEMENTARY SCHOOL IN 2016. THE STUDY DESIGN USED FOR THIS STUDY WAS CROSS SECTIONAL WITH TOTAL SAMPLE OF 363 RESPONDENTS. THE METHOD USED TO MEASURE THE ACADEMIC ACHIEVEMENT OF ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS WAS THROUGH THE RECAPITULATION OF SCHOOL REPORT ON INDONESIAN, MATHEMATICS AND IPA SUBJECTS WHILE OTHER VARIABLES WERE MEASURED USING QUESTIONNAIRES. THE RESULTS SHOWED THAT THE ACADEMIC ACHIEVEMENT OF RESPONDENTS CLASSIFIED AS 49.3% VERY GOOD. THEN, THE RESULTS OF BIVARIATE DATA ANALYSIS USING CHI SQUARE TEST FOUND THAT BREAKFAST HABITS, CONSUMPTION HABITS OF VEGETABLES AND FRUITS, SCHOOL ANXIETY, PARENT EDUCATION, AND PARENT INCOME HAVE CORRELATION WITH STUDENT ACHIEVEMENT IN ELEMENTARY SCHOOL IN BANTEN IN 2016. THEREFORE, THE SCHOOL IS EXPECTED TO PROVIDE BALANCED NUTRITION EDUCATION AND IMPLEMENT CONSULTATION PROGRAMS WITH PARENTS AND STUDENTS KEYWORDS: ACADEMIC ACHIEVEMENT, STUDY, BREAKFAST, CONSUMPTION OF VEGETABLES AND FRUITS, SCHOOL ANXIETY, PARENT
Read More
S-9523
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nadhifa Zahira Isfania; Pembimbing: Kusharisupeni Djokosujono; Penguji: Triyanti, Intan Jauhariyyah
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kebiasaan sarapan pada siswa/i SMA Negeri 3 Depok. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional dan dilaksanakan pada bulan Maret hingga Mei 2021 dengan melibatkan 140 responden yang dipilih secara kuota sampling. Pengumpulan data penelitian ini dilakukan menggunakan kuesioner daring yang diisi secara mandiri oleh responden. Pengolahan data yang diperoleh dilakukan dengan analisis univariat, analisis bivariat dengan uji chi square, dan analisis multivariat dengan uji regresi logistik ganda.
Read More
S-10653
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Mia Muthiasari; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Giri Wurjandaru
Abstrak:
Sarapan penting dilakukan terutama bagi anak usia sekolah untuk meningkatkan produktivitas dan konsentrasi belajar di sekolah. Sarapan belum menjadi kebiasaan yang rutin dilakukan anak sebelum melakukan aktivitasnya disekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor individu, sosial-ekonomi, dan lingkungan dengan kebiasaan sarapan pada siswa sekolah dasar negeri terpilih di Banten. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dengan menggunakan data sekunder dengan jumlah responden sebanyak 345 siswa kelas 4 dan 5 di lima sekolah dasar negeri terpilih di Banten. Hasil penelitian menunjukkan sebesar 52,8 siswa terbiasa melakukan sarapan. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengaruh orang tua dan ketersediaan sarapan dengan kebiasaan sarapan. Peneliti menyarankan kepada pihak sekolah untuk mengadakan program sarapan bersama, kantin sekolah dapat menyediakan sarapan untuk siswa, orangtua dapat menyediakan sarapan yang mudah dan sederhana, mengajak dan mengingatkan anak untuk sarapan sebelum berangkat ke sekolah serta dapat menyediakan bekal jika anak tidak sempat untuk sarapan di rumah.
Breakfast is important to do, especially for school aged children, to increase the productivity and study 39 s concentration at school. Breakfast is not yet a habit that children routinely do before doing their activities at school. This study aims to know the association between individual, social economy, and environment factors with breakfast habits among selected public elementary school students. This study used a cross sectional study design using secondary data with total respondents 345 students grade 4 and 5 in five selected public elementary schools in Banten. The results showed 52,8 of students accustomed to breakfast. The result of statistical analysis shows that there was significant association between the influence of parents and the availability of breakfast with breakfast habits. The researcher suggests to the schools to hold the breakfast program together, the school canteen can provide breakfast for students, parents can persuade and remind their children to do the breakfast before they are going to school, also can provide lunch box if children did not have time to breakfast at home.
Read More
Breakfast is important to do, especially for school aged children, to increase the productivity and study 39 s concentration at school. Breakfast is not yet a habit that children routinely do before doing their activities at school. This study aims to know the association between individual, social economy, and environment factors with breakfast habits among selected public elementary school students. This study used a cross sectional study design using secondary data with total respondents 345 students grade 4 and 5 in five selected public elementary schools in Banten. The results showed 52,8 of students accustomed to breakfast.
S-9478
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ati Diani; Pembimbing: H. E. Kusdinar Achmad; Penguji: Kusharisupeni, Triyani Kresnawan, Iip Syaiful
T-3425
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
S-10627
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Risma Furi Nurnafiah; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Asih Setiarini, Rahmawati
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebiasaan sarapan dan faktor lainnyayang berhubungan dengan gizi lebih pada siswa-siswi di SMAN 39 Jakarta. Penelitian inimerupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Penelitian inimenggunakan data penelitian sekunder yang dilakukan di SMAN 39 Jakarta pada tahun2019 dengan jumlah sampel sebanyak 130 responden. Pada penelitian ini, gizi lebihsebagai variabel dependen sedangkan kebiasaan sarapan, asupan energi, karbohidrat,protein, lemak, aktivitas fisik, dan jenis kelamin sebagai variabel independen. Data yangdigunakan berupa hasil pengisian kuesioner, wawancara 24h-food recall, pengukuranberat badan dan tinggi badan yang dianalisis dengan uji chi-square. Hasil penelitianmenunjukkan sebanyak 26,9% siswa mengalami gizi lebih. Hasil analisis bivariatmenunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan sarapan, asupanprotein, asupan lemak dan jenis kelamin dengan gizi lebih namun terdapat kecenderungansebanyak 31% tidak selalu sarapan, 29% asupan protein lebih, 27% asupan lemak lebihdan 29,4% berjenis kelamin laki-laki mengalami gizi lebih. Untuk mencegah maupunmenangani siswa-siswi yang mengalami gizi lebih disarankan bagi sekolah dan DinasKesehatan mengembangkan program edukasi mengenai gizi seimbang.
Kata kunci:Gizi Lebih, Kebiasaan Sarapan, Remaja, Siswa SMA.
Read More
Kata kunci:Gizi Lebih, Kebiasaan Sarapan, Remaja, Siswa SMA.
S-10522
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
