Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 26323 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Choirun Nikmah; Pembimbing: Asih Setiarin; Penguji: Fatmah, Dewi Dmayanti
Abstrak: ABSTRAK
 
 
Demensia merupakan kondisi kemunduran fungsi neuron secara perlahan dan
 
terus menerus sehingga kemampuan kognitif, emosional, dan psikomotorik
 
semakin berkurang seiring bertambahnya usia dan keparahan fisiologis tubuh.
 
Tujuan penelitian ini untuk menilai hubungan asupan vitamin A dan faktor
 
lainnya dengan demensia pada lansia binaan CAS UI tahun 2014. Desain
 
penelitian cross sectional melibatkan 146 lansia berusia ≥ 60 tahun dari seluruh
 
Depok. Penelitian dilaksanakan selama bulan April sampai Mei 2014. Metode
 
pengambilan data dengan cara mengukur berat badan dan tinggi badan
 
menggunakan timbangan digital merk Kris dan mikrotoa, serta wawancara
 
menggunakan kuesioner SMMSE, PASE, GDS, dan SFFQ. Hasil penelitian
 
menunjukkan bahwa prevalensi demensia (SMMSE ≤ 24) sebesar 46,6%. Analisis
 
bivariat menyatakan bahwa ada hubungan yang bermakna antara tingkat
 
pendidikan, tingkat depresi, dan asupan asam folat dengan demensia. Faktor
 
paling dominan yang berhubungan dengan demensia adalah asupan vitamin A
 
(OR = 8,4) setelah dikontrol dengan usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan,
 
tingkat depresi, riwayat stroke, status gizi, asupan vitamin C, E, Fe, dan asam
 
folat. Membiasakan diri dengan pola hidup sehat, seperti memperbanyak makanan
 
sumber vitamin dan mineral, olahraga teratur, dan menghindari stres dapat
 
menjadi langkah protektif demensia pada lansia.
 

 
ABSTRACT
 
 
Dementia is a condition related to neurodegenerative caused cognitive, emotional,
 
and psychomotor decline increasingly with aged and bodies functional illness.
 
The objective of this study is to investigate association between vitamin A intake
 
and the others factors related to dementia in elderly. A cross sectional study was
 
performed on 146 participants aged ≥ 60 years in Depok during April – May
 
2014. Data collected by measurement of weight using Kris digital scale, height
 
using microtoise, and SMMSE, PASE, GDS, and SFFQ questionnaires. The result
 
of this study showed that prevalence of dementia (SMMSE ≤ 24) was 46,6%.
 
Dementia was significantly associated with level of education, depression, and
 
folate acid intake. In multivariate model, vitamin A intake (OR = 8.4) was the
 
dominant factor adjusted by age, sex, level of education, depression, history of
 
stroke, nutritional status, and intake of micronutrients (vitamin C, E, Fe, and
 
folate acid). Improving quality of live through healthy life style (consuming
 
source of vitamins and minerals, doing exercise regulary, no stress) is alternative
 
way to prevent dementia in elderly
Read More
S-8361
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Latifah; Pembimbing: Endang L. Achadi; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Rahmawati
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor dominan terhadap kecukupan asupan zat besi pada mahasiswa S-1 Reguler Angkatan 2013 Rumpun IlmuKesehatan Universitas Indonesia Tahun 2014. Desain yang digunakan adalahcross sectional, melibatkan 290 (perempuan=214; laki-laki=76) mahasiswa S-1Reguler Angkatan 2013 RIK UI yang berusia 17-20 tahun pada April-Mei 2014.Metode pengambilan sampel adalah proporsional cluster random sampling.Pengumpulan data dilakukan melalui pengisian kuesioner dan wawancara asupan makanan 2x24 jam. Hasil penelitian menunjukan bahwa 83.8% responden tidak tercukupi kebutuhan zat besinya. Rata-rata asupan zat besi pada perempuan danlaki-laki adalah 12.3 mg/hari dan 16.0 mg/hari. Uji chi square menunjukan terdapat hubungan yang bermakna antara jenis kelamin (OR=7.56), perilaku konsumsi heme dan non heme (OR=2.86), konsumsi suplemen zat besi(OR=4.73), persepsi citra tubuh (OR=2.38), dan keterpaparan media massa(OR=3.01) terhadap kecukupan asupan zat besi. Analisis regresi logistik gandamenunjukan bahwa jenis kelamin (OR=19.17) dan konsumsi suplemen zat besi(OR=11.28) merupakan faktor dominan kecukupan asupan zat besi padamahasiswa S-1 Reguler Angkatan 2013 RIK UI Tahun 2014.
Kata Kunci :Jenis Kelamin, Perilaku Konsumsi Heme dan Non Heme, Konsumsi SuplemenZat Besi, Persepsi Citra Tubuh, Keterpaparan Media Massa, Kecukupan AsupanZat Besi.
Read More
S-8396
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Syafira Rembulan Sari; Pembimbing: Fatmah; Penguji: Yvone M Indrawani, Mury Kuswari
Abstrak: ABSTRAK
 
 
Skripsi ini membahas perbedaan proporsi antara berbagai faktor yang
 
berhubungan dengan status kebugaran aerobik pada satpam laki-laki Universitas
 
Indonesia, Depok, tahun 2014. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
 
hubungan antara karakteristik individu, gaya hidup dan stress dengan status
 
kebugaran aerobik pada satpam laki-laki Universitas Indonesia tahun 2014.
 
Penelitian ini menggunakan disain studi cross sectional pendekatan kuantitatif
 
dengan metode pengambilan sampel secara acak sederhana. Sampel berjumlah
 
126 orang berusia 18-60 tahun dan berjenis kelamin laki-laki. Hasil penelitian
 
menunjukkan proporsi responden yang tidak bugar sebanyak 81,7% dan yang
 
bugar 18,3%. Variabel yang menunjukkan hubungan yang signifikan diantaranya
 
adalah status gizi berdasarkan Indeks Massa Tubuh (OR 8,147 dengan nilai p
 
0,004), aktivitas fisik (OR 6,369 dengan nilai p 0,001), dan stress (OR 6,684
 
dengan nilai p 0,044). Stres merupakan faktor paling dominan yang menentukan
 
status kebugaran aerobik pada penelitian ini dengan nilai OR 7,848. Saran bagi
 
satpam Universitas Indonesia adalah agar selalu mengatur stres dan menjaga gaya
 
hidup yang sehat dengan cara melakukan olahraga dengan rutin dan mengonsumsi
 
makanan bergizi seimbang.
 

 
ABSTRACT
 
 
This thesis discusses the differences in proportions between various
 
factors that related with aerobic fitness in male security guards of University of
 
Indonesia in 2014. The purpose of this study was to determine the relationship
 
between individual characteristics, lifestyle, and stress with aerobic fitness in male
 
security guards of University of Indonesia in 2014. This study used cross sectional
 
design with quantitative method. Samples in this study were taken randomly with
 
a total of 126 male aged 18-60 years old. The result of this study showed that
 
proportion of respondents with bad aerobic fitness was 81,7% and good aerobic
 
fitness was 18,3%. Variables that showed significant relationship were nutritional
 
status based on Body Mass Index (OR 8,147 with p value 0,004), physical activity
 
(OR 6,369 with p value 0,001) and stress (OR 6,684 with p value 0,044). Stress
 
was determined as a dominant factor of aerobic fitness with OR 7,848. It is
 
recommended that security guards should manage their stress and maintain a
 
healthy lifestyle by routine exercises and consume balanced nutrition food.
Read More
S-8473
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurfida Fadhia; Pembimbing: Endang L. Achadi; Penguji: Siti Arifah Pudjonarti, Rahmawati
Abstrak: Skripsi ini membahas hubungan pengetahuan gizi dan faktor lainnya denganasupan vitamin C. Penelitian menggunakan desain studi cross-sectional dengantotal sampel 290. Penelitian ini dilakukan di Rumpun Ilmu Kesehatan UniversitasIndonesia dengan sasaran mahasiswa RIK UI angkatan 2013 pada tahun 2014.Analisis hubungan menggunakan chi square, uji t independen, dan regresi logistikganda. Hasil yang didapat adalah sebanyak 62,4 % mahasiswa tidak mencukupikebutuhan vitamin C perhari dan faktor yang berhubungan secara bermakna adalah konsumsi buah dan sayur, uang saku, dan konsumsi suplemen vitamin C.Tetapi tidak ada hubungan yang bermakna dengan pengetahuan gizi, kebiasaan sarapan, jenis kelamin, perilaku diet, ketersediaan buah dan sayur, dan durasimenonton televisi. Faktor dominan pada penelitian ini adalah konsumsi suplemenvitamin C.
Kata kunci : asupan, vitamin C, suplemen, buah, sayur, uang saku
This paper discusses about the relationship of nutrition knowledge and otherfactors with vitamin C intake. This study used a cross-sectional design with 290 oftotal sample and was conducted in Science Health of Universitas Indonesia andthe target is college student batch 2013, Science Health of UI in 2014. Analyseused chi square, independent t-test, and multiple logistic regression. The resultwere 62,4 % of college student do not meet their recommended daily intake ofvitamin C and the factors that significantly associated are fruit and vegetableconsumption, pocket money, and consumption of vitamin C supplement. Nosignificant relationship with nutrition knowledge, breakfast habits, gender,dieting, fruit and vegetable availability, and duration of television viewing. Thedominant factor in this study was consumption of vitamin C supplement.
Keyword : vitamin C, intake, supplement, fruit, vegetable, pocket money
Read More
S-8229
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nofika Aisyah; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Siti Arifah Pujonarti, Rahmawati
Abstrak: Weight cycling adalah siklus berulang penurunan berat badan dengan sengaja melalui diet yang diikuti dengan kenaikan berat badan kembali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor dominan terhadap kejadian weight cycling pada mahasiswi S1 Reguler Angkatan 2014 Rumpun Ilmu Sosial dan Humaniora Universitas Indonesia Tahun 2015. Variabel yang diteliti adalah keseimbangan asupan saat diet, frekuensi makan, aktivitas olahraga, dukungan sosial, dan eating self-efficacy. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Metode pengambilan sampel adalah systematic random sampling yang melibatkan 130 orang mahasiswi S1 Reguler Angkatan 2014 Rumpun Ilmu Sosial dan Humaniora Univeritas Indonesia yang berusia 16-20 tahun pada April-Mei 2015. Pengumpulan data dilakukan melalui pengisian kuesioner secara mandiri dan wawancara semiquantitative food frequency questionnaire. Hasil penelitian menunjukkan 40,8% responden mengalami weight cycling dan sebanyak 73,6% weight cycler mengalami weight cycling tingkat ringan. Uji chi square menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara kejadian weight cycling dengan keseimbangan asupan saat diet (OR=4,013), frekuensi makan (OR=2,938), aktivitas olahraga (OR=4,243 dan OR=3,250), dan dukungan sosial (OR=3,866). Hasil uji regresi logistik ganda model prediksi menunjukkan bahwa aktivitas olahraga, terutama kelompok responden kurang aktif berolahraga (OR=6,597) merupakan faktor dominan terhadap kejadian weight cycling pada mahasiswi S1 Reguler Angkatan 2014 Rumpun Ilmu Sosial dan Humaniora Universitas Indonesia Tahun 2015. Kata Kunci : Weight cycling, mahasiswi, keseimbangan asupan saat diet, frekuensi makan, aktivitas olahraga, dukungan sosial, eating self-efficacy.
Read More
S-8637
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tresha Anugrah Kartika; Pembimbing: Diah Utari Mulyawati; Penguji: Yvonne Magdalena Indrawani, Revina Christijani
S-8324
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nina Fentiana; Pembimbing: Trini Sudiarti; PengujI: Kusharisupeni, Kusdinar Achmad, Iip Syaiful, Dyah Santi
Abstrak: Abstrak

Obesitas di usia remaja berkaitan dengan morbiditas, mortalitas, dan peningkatan risiko bahaya penyakit kronis juga penyakit tidak menular seperti diabetes mellitus tipe 2, hipertensi, gangguan orthopedik dan penyakit jantung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui asupan lemak sebagai faktor dominan terjadinya obesitas pada remaja (16-18 tahun) di Indonesia tahun 2010. Rancangan penelitian adalah cross sectional (potong lintang) dengan mengolah data Riskesdas tahun 2010 pada bulan Oktober-November 2011. Jumlah sampel sebanyak 12.081 orang remaja. Pengolahan dan analisis data menggunakan uji chi square (bivariat) dan regresi logistik ganda (multivariat).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi obesitas pada remaja di Indonesia tahun 2010 sebesar 1,5%. Hasil uji chi square (bivariat) menunjukkan ada perbedaan proporsi kejadian obesitas antara remaja dengan asupan energi lebih dan remaja dengan asupan energi tidak lebih.

Hasil analisis bivariat juga menyimpulkan ada hubungan yang signifikan antara jenis kelamin, pekerjaan kepala keluarga, pendidikan kepala keluarga, dan tingkat pengeluaran rumah tangga per kapita dengan kejadian obesitas remaja. Asupan lemak adalah faktor yang paling dominan berhubungan dengan obesitas remaja setelah dikontrol variabel asupan energi, jenis kelamin, pekerjaan kepala keluarga, dan tingkat pengeluaran rumah tangga per kapita per bulan (sosioekonomi). Hasil penelitian menyarankan mengurangi asupan lemak sebagai upaya pencegahan obesitas pada remaja.


Obesity in adolescence associated with morbidity, mortality, and increased risk of chronic disease is also danger of non-communicable diseases such as diabetes mellitus type 2, hypertension, orthopedic disorders and heart disease. The aim of this study is knowing fat intake as dominant factor of obesity in adolescents (16- 18 years) at Indonesia in 2010. Design of this study is a cross sectional and processing the data of Riskesdas 2010 in October-November 2011. The size of sample are 12.081 adolescents. Processing and data analysis using chi square test (bivariate) and multiple logistic regression (multivariate).

The results showed that the prevalence of obesity in adolescents Indonesia in 2010 is 1.5%. The results of chi square test (bivariate) showed have difference in the proportion of the incidence of obesity among adolescents with higher energy intake and energy intake of adolescents with no more.

The results of bivariate analysis also concluded significant association between sex, occupation head of the family, education head of the family, and the level of household expenditure per capita with the incidence of obese adolescents. Fat intake as dominant factor of obesity in adolescents having controlled variable energy intake, sex, occupation head of the family, and the level of household expenditure per capita per month (socioeconomic). The results of this study are suggested to reduce fat intake as a obesity prevention efforts.

Read More
T-3492
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aprilya Roza Werdani; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Kusharisupeni Djokosujono, Hera Nurlita
Abstrak: Pemeriksaan kadar gula darah puasa merupakan salah satu cara yangdilakukan dalam mendiagnosa diabetes melitus. Penelitian ini bertujuan untukmencari faktor dominan kadar gula darah puasa pegawai BPMK dan SekretariatDaerah Kota Depok tahun 2014. Penelitian ini juga membahas gambaran danfaktor-faktor yang berhubungan dengan kadar gula darah puasa pegawai BPMKdan Sekretariat Daerah Kota Depok. Metode penelitian yang digunakan adalahmetode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Hasil penelitian inimenunjukkan bahwa asupan karbohidrat merupakan faktor dominan peningkatankadar gula darah puasa pegawai BPMK dan Sekretariat Daerah Kota Depok (B=0,328). Rata-rata kadar gula darah puasa pegawai adalah 94,07 ± 11,55 mg/dlpada perempuan dan 96,47 ± 9,92 mg/dl pada laki-laki. Pada penelitian iniditemukan 2,9% pegawai mengalami diabetes melitus dan 22,9% pegawaimengalami impaired fasting glucose. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwakadar gula darah puasa memiliki hubungan yang signifikan dengan usia, asupankarbohidrat, dan aktivitas fisik.Kata kunci: kadar gula darah puasa, impaired fasting glucose, diabetes melitus,usia, asupan karbohidrat, aktivitas fisik.
Read More
S-8501
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ratu Tatya Rachman; Pembimbing: Kusharisupeni Djokosujono; Penguji: Diah M. Utari, Yunita
S-7953
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hanifa AL Huriyah; Pembimbing: Siti Arifah Pajonarti; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Sylviana Marcella
Abstrak: Dysmenorrhea primer didefiinisikan sebagai nyeri menstruasi tanpa adanya kelainan ginekologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara menarche, laju menstruasi, lama menstruasi, PMS (Pramenstrual Syndrome), riwayat keluarga, persen lemak tubuh, keterpaparan rokok, aktivitas fisik, konsumsi omega 3 dan konsumsi omega 6 dengan dysmenorrhea primer dan faktor dominan pada siswi SMA Labschool Kebayoran Jakarta. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan pengambilan sampel menggunakan metode acak sistematik. Sampel yang diteliti adalah kelas X dan XI dengan total sampel 124 siswi. Data dikumpulkan dengan cara pengisian kuesioner mandiri, wawancara food recall 2x24 jam dan FFQ, pengukuran antropometri untuk berat dan tinggi badan dan pengukuran persen lemak tubuh menggunakan BIA. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara laju menstruasi, PMS, riwayat keluarga, dan konsumsi omega 3 dengan dysmenorrhea primer (p-value <0.05) dan faktor dominannya adalah laju menstruasi.
 

Primary dysmenorrhea can be defined as painful menstruation that occurs without gynecology abnormalities. This study aimed to identify the association between menarche, menstrual flow, menstrual long, PMS (Pra menstrual syndrome), family history, body fat percentage, smoking exposure, physical activities, omega 3 and omega 6 consumption with primary dysmenorrhea and the dominant factor on female student of SMA Labschool Kebayoran Jakarta. This study used the cross sectional design by using systematic random sampling method. The observed sample in this study was the 10th and the 11th grader consisting 124 students. These data were collected by using self administered questionnaire, 2x24 hours food recall and FFQ interview, anthropometric measurement for weight and height, and body fat measurement using BIA. The result of this study showed that there was a significant correlation between menstrual flow, PMS, family history, and omega 3 consumption with primary dysmenorrhea (p-value <0.05) and the dominant factor is menstrual flow.
Read More
S-8335
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive