Ditemukan 30443 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Reny Setyowati; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Ridwan Z. Sjaaf, Hanny Harjulianti
Abstrak:
Bus merupakan salah satu alat transportasi darat yang penting guna menunjang mobilitas sehari-hari. Oleh karena itu, diperlukan perhatian dan kepedulian terhadap keselamatan bus untuk mencegah terjadinya kecelakaan. Faktor pengemudi dan provider merupakan faktor penting dalam penerapan keselamatan tranportasi bus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan keselamatan transportasi oleh provider dan pengemudi bus PO Rosalia Indah. Dari 50 responden pengemudi diketahui 82% memiliki pengetahuan yang tinggi tentang K3 mengemudi dan 18% memiliki pengetahuan sedang. Sedangkan untuk variabel perilaku mengemudi, diketahui semua responden memiliki perilaku mengemudi aman. Pihak provider bus PO Rosalia Indah diketahui telah melaksanakan melaksanakan kegiatan K3 yang meliputi membuat, melaksanakan dan mengembangkan sistem keselamatan transportasi. Berdasarkan hal ini dapat disimpulkan bahwa pengemudi dan provider PO Rosalia Indah telah menerapkan sistem keselamatan transportasi bus dengan baik.
Kata kunci: bus, keselamatan transportasi, mengemudi aman, pengetahuan mengemudi
Bus is one of the important land transportation to support mobility. Therefore, the necessary of attention and concern for the safety of the bus are needed to prevent accidents. Driver and provider factor are important factor in safety of bus transportation. This study aims to determine the implementation of transportation safety by the provider and the bus driver of PO Rosalia Indah. From 50 respondents consist of driver of PO Rosalia Indah, 82 % have high knowledge about driving knowledge and 18 % have moderate. For the variable driver behavior, all respondents have safe driving behavior. Bus provider of PO Rosalia Indah known to have conducted transportation safety system in driving consist of creating, implementing, and developing. Based on this it can be concluded that the driver and the provider of PO Rosalia Indah have implemented a safety system of bus transportation well.
Keywords: bus, safety of transportation, safety driving, driving knowledge.
Read More
Kata kunci: bus, keselamatan transportasi, mengemudi aman, pengetahuan mengemudi
Bus is one of the important land transportation to support mobility. Therefore, the necessary of attention and concern for the safety of the bus are needed to prevent accidents. Driver and provider factor are important factor in safety of bus transportation. This study aims to determine the implementation of transportation safety by the provider and the bus driver of PO Rosalia Indah. From 50 respondents consist of driver of PO Rosalia Indah, 82 % have high knowledge about driving knowledge and 18 % have moderate. For the variable driver behavior, all respondents have safe driving behavior. Bus provider of PO Rosalia Indah known to have conducted transportation safety system in driving consist of creating, implementing, and developing. Based on this it can be concluded that the driver and the provider of PO Rosalia Indah have implemented a safety system of bus transportation well.
Keywords: bus, safety of transportation, safety driving, driving knowledge.
S-8609
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Kelvin; Pembimbing: Ridwan Z. Sjaaf; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Adenan
Abstrak:
Skripsi ini membahas mengenai kelelahan pada pengemudi Bus Malam CepatAntar Kota Antar Provinsi PO. X tahun 2013. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kelelahan pada pengemudi berdasarkan faktor usia,status gizi, kondisi kesehatan masa kerja, waktu tidur, monotoni kerja, jadwal kerja dan durasi mengemudi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara tidak terstruktur dan kuesioner. Hasil penelitian menyatakan bahwa 33 (97,1 %) pengemudi BusMalam Cepat Antar Kota Antar Provinsi PO. X mengalami kelelahan ringan dan 1(2,9 %) pengemudi mengalami kelelahan sedang.Kata kunci:Pengemudi, bus malam cepat antar kota antar provinsi, kelelahan.
Read More
S-7773
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Rahayu Puji Astuti; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Mila Tejamaya, Farida Tusarifariah
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor internal dan eksternal terhadap kelelahan yang terjadi pada pengemudi Bus Transjakarta Koridor 9. Variabel yang diteliti adalah usia, IMT, dan kuantitas tidur sebagai faktor internal.Shift kerja, durasi mengemudi, dan waktu istirahat sebagai faktor eksternal.Kelelahan diukur menggunakan kuesioner kelelahan subjektif dari IFRC. Hasil dari penelitian ini adalah sebagian besar pengemudi mengalami kelelahan ringan.Umumnya kelelahan tersebut mengarah pada pelemahan aktivitas. Obesitas merupakan satu-satunya faktor dalam penelitian ini yang berhubungan dengan kelelahan yang terjadi pada pengemudi Bus Transjakarta Koridor 9 tahun 2014.Kata kunci : kelelahan subjektif, kuesioner IFRC.
Read More
S-8270
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Anita Damayanti Putri; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Chandra Satrya, Iqbal Anggriawan
Abstrak:
Niaga minyak dan gas khususnya distribusi BBM memiliki potensi risikokecelakaan kerja yang tinggi. Proses kerja ini memiliki potensi risiko kecelakaanlalu lintas dan risiko lainnya yaitu ledakan, kebakaran dan lain-lain dari BBM itusendiri. Oleh karena itu perlu dilakukan pengendalian melalui Sistem ManajemenKeselamatan Transportasi Darat (SMKTD. Tujuan dari studi ini untuk mengetahuigambaran penerapan Sistem Manajemen keselamatan transportasi darat diPerusahaan Niaga BBM dan LPG PT.X TBBM Plumpang tahun 2016. Studi inibersifat deskriptif kualitatif melalui penilaian checklist, wawancara responden danobservasi lingkungan kerja.Penelitian ini menghasilkan pelaksanaan sistem sudahcukup baik namun perlu dilakukan pengawasan dan audit berkala sertapembaharuan baik pada prosedur maupun dokumen terkait lainnya.Kata kunci: distribusi BBM, Sistem Manajemen Keselamatan Transportasi Darat(SMKTD), kecelakaan lalu lintas.
Distribution of oil and gas via land transportation has a potential risk, such as roadaccident, explosion and fire due to oil and gas chemical properties. Therefore, it isnecessary to control the risk through implementation of Land Transport SafetyManagement System (LTSMS). This study was aimed to describetheimplementation of LTMSM at one of Oil and Gas distributor PT.X TBBMPlumpang 2016. This is a descriptive and qualitative assessment study using achecklist, interview respondents and work area observation. This research hasshown that the LTSMS has been properly implemented,but supervision, periodicaudits and written documents need to be improved.Keywords: oil and gas distribution, Land Transport Safety Management System(LTSMS), road accidents.
Read More
Distribution of oil and gas via land transportation has a potential risk, such as roadaccident, explosion and fire due to oil and gas chemical properties. Therefore, it isnecessary to control the risk through implementation of Land Transport SafetyManagement System (LTSMS). This study was aimed to describetheimplementation of LTMSM at one of Oil and Gas distributor PT.X TBBMPlumpang 2016. This is a descriptive and qualitative assessment study using achecklist, interview respondents and work area observation. This research hasshown that the LTSMS has been properly implemented,but supervision, periodicaudits and written documents need to be improved.Keywords: oil and gas distribution, Land Transport Safety Management System(LTSMS), road accidents.
S-9231
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Hana Rimadini; Pembimbing: Izhar M. Fihir; Penguji: Ridwan Z. Sjaaf, Heny D. Mayawati
S-6061
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Mufida Fati`ah; Pembimbing: Baiduri Widanarko; Penguji: Dadan Erwandi, Muhammad Yuliansya Idul Adha
Abstrak:
Dalam industri transportasi, permasalahan kelelahan menjadi salah satu isu penting yang erat kaitannya dengan kesehatan dan kualitas hidup pengemudi, serta potensi kecelakaan. Pekerjaan mengemudi merupakan suatu pekerjaan yang membutuhkan tingkat konsentrasi tinggi karena memerlukan koordinasi yang cepat dan tepat antara indera, sehingga mengemudi merupakan suatu pekerjaan yang sangat berisiko tinggi mengalami kelelahan. Terdapat banyak faktor risiko kelelahan pada pengemudi, baik itu dari faktor pekerjaan maupun faktor non pekerjaan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara faktor risiko pekerjaan dan non pekerjaan dengan kelelahan pada pengemudi. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional study. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner yang diadopsi dari kuesioner Fatigue Assessment Scale (FAS) dan Occupational Fatigue Exhaustion Recovery (OFER) untuk mengukur kelelahan pengemudi secara subjektif dan menggunakan aplikasi Sleep-2-Peak untuk mengukur kelelahan pengemudi secara objektif. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara masa kerja, waktu isitrahat, jenis pekerjaan, monotoni, usaha kerja, penghargaan kerja, stress kerja, usia, dan kualitas tidur dengan kelelahan. Oleh karena itu perlu diadakan pengembangan program pencegahan dan pengendalian kelelahan (fatigue management) di tempat kerja, melihat hubungan faktor pekerjaan lebih dominan terhadap kelelahan dibandingkan faktor non pekerjaan.
Read More
S-10049
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nur Septiana Wulandari; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Budiawan, Adrianus Pangaribuan
S-8240
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Gloria Anandara Azharil Pembimbing: Hendra; Penguji: Robiana Modjo, Syafrijal Fajri Lubis
Abstrak:
Driver performance adalah sebuah luaran atau hasil dari perilaku pengemudi dan kondisi mengemudi yang dibandingkan dengan standar atau peraturan yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor pekerjaan dan non pekerjaan yang berhubungan dengan driver performance pada PT. X. Variabel yang termasuk dalam faktor pekerjaan meliputi durasi kerja, waktu istirahat, kondisi kendaraan, dan kondisi jalan. Sedangkan variabel yang termasuk dalam faktor non pekerjaan meliputi usia, tingkat pendidikan, status pernikahan, pengalaman mengemudi, kuantitas tidur, fatigue, merokok, konsumsi obat-obatan, dan konsumsi alkohol. Desain studi cross sectional digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan kuesioner dari Driver and Vehicle Standard Agency (DVSA) pada 74 responden pengemudi bus PT. X trayek Bogor dan Purwakarta. Hasil penelitian menunjukkan 81,1% pengemudi memiliki driver performance baik dan 18,9% memiliki driver performance cukup. Berdasarkan hasil uji statistik, variabel durasi kerja, kondisi jalan, kuantitas tidur, dan fatigue memiliki hubungan yang signifikan terhadap driver performance.
Read More
S-10170
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Olivia Yolanda; Pembimbing: Sjahrul M. Nasri; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Farida Tusafariah
Abstrak:
Bus merupakan sarana transportasi publik yang masih menjadi pilihanmasyarakat luas untuk menempuh perjalanan jarak dekat maupun jarak jauhkarena biayanya yang relatif lebih murah. Kondisi pengemudi berperanpenting dalam penyediaan pelayanan kebutuhan masyarakat akantransportasi ini. Pengemudi yang mengalami kelelahan dan tidak diatasimaka akan meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan. Oleh karena itu,survei ini bertujuan untuk melihat kelelahan dan faktor-faktor yangmempengaruhinya yang mungkin terjadi pada pengemudi Bus Antar KotaAntar Propinsi (AKAP) Jurusan Jakarta-Solo.
Variabel yang diteliti diantaranya faktor internal pengemudi (usia, jenis, IMT, kondisi fisik, masakerja, waktu tidur) dan faktor eksternal pengemudi (durasi mengemudi, waktu kerja dan jadwal kerja). Kelelahan diukur menggunakan kuesioner berdasarkan gejala kelelahan subjektif. Hasil survei menunjukkan sebagian besar pengemudi mengalami kelelahan ringan dan hanya sebagian kecil yang mengalami kelelahan sedang dengan durasi mengemudi dan kurangnya waktu tidur sebagai faktor yang berhubungan terhadap terjadinya kelelahan pengemudi Bus Antar Kota Antar Propinsi (AKAP) Jurusan Jakarta-Solo.
Kata Kunci : kelelahan pengemudi.
Read More
Variabel yang diteliti diantaranya faktor internal pengemudi (usia, jenis, IMT, kondisi fisik, masakerja, waktu tidur) dan faktor eksternal pengemudi (durasi mengemudi, waktu kerja dan jadwal kerja). Kelelahan diukur menggunakan kuesioner berdasarkan gejala kelelahan subjektif. Hasil survei menunjukkan sebagian besar pengemudi mengalami kelelahan ringan dan hanya sebagian kecil yang mengalami kelelahan sedang dengan durasi mengemudi dan kurangnya waktu tidur sebagai faktor yang berhubungan terhadap terjadinya kelelahan pengemudi Bus Antar Kota Antar Propinsi (AKAP) Jurusan Jakarta-Solo.
Kata Kunci : kelelahan pengemudi.
S-7658
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nono Haryono; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Yuni Kusminanti, Devie Fitri Octaviani
Abstrak:
Beberapa kebakaran yang terjadi di Indonesia menimpa gedung-gedung milik pemerintah dan beberapa institusi pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan keselamatan kebakaran gedung menggunakan perangkat lunak Computerized Fire Safety Evaluation System (CFSES) di Gedung IASTH, PAU dan LBI Universitas Indonesia, Salemba Jakarta Pusat. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan kesesuaian hasil penelitian pada tiga gedung tersebut dengan 12 parameter berdasarkan NFPA 101A Guide on Alternative Approaches to Life Safety yang mengacu pada NFPA 101: Life Safety Code ®.
Hasil penelitian ketiga gedung secara berturut-turut IASTH, PAU & LBI adalah nilai -30,68 ; - 42,2 dan -39, 5 untuk keselamatan kebakaran umum, -30,2 ; -31, dan -21 untuk sistem jalur keluar , dan -13,68; -22,7 dan -21 untuk kontrol penyebaran api. Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwa gedung IASTH, PAU & LBI di Salemba belum memenuhi persyaratan minimum berdasarkan NFPA 101: Life Safety Code ®.
Several fires in Indonesia occurred to government's buildings and educational institutions. This study aimed to evaluate the implementation of fire safety using Computerized Fire Safety Evaluation System (CFSES) software at IASTH, PAU and LBI Building University of Indonesia Salemba, center of Jakarta. This evaluation is comparing the research results with 12 parameters refers to NFPA 101A : Guide on Alternative Approaches to Life Safety based on NFPA 101: Life Safety Code ®.
The study result showed the score for IASTH, PAU and LBI Building are as follows; score -30,68 ; -42,2 and -39, 5 for general fire safety, - 30,2 ; -31, and -21 for egress, and -8,45 for fire control. Based on the results, IASTH, PAU and LBI Building did not meet minimum requirement of NFPA 101: Life Safety Code ®.
Read More
Hasil penelitian ketiga gedung secara berturut-turut IASTH, PAU & LBI adalah nilai -30,68 ; - 42,2 dan -39, 5 untuk keselamatan kebakaran umum, -30,2 ; -31, dan -21 untuk sistem jalur keluar , dan -13,68; -22,7 dan -21 untuk kontrol penyebaran api. Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwa gedung IASTH, PAU & LBI di Salemba belum memenuhi persyaratan minimum berdasarkan NFPA 101: Life Safety Code ®.
Several fires in Indonesia occurred to government's buildings and educational institutions. This study aimed to evaluate the implementation of fire safety using Computerized Fire Safety Evaluation System (CFSES) software at IASTH, PAU and LBI Building University of Indonesia Salemba, center of Jakarta. This evaluation is comparing the research results with 12 parameters refers to NFPA 101A : Guide on Alternative Approaches to Life Safety based on NFPA 101: Life Safety Code ®.
The study result showed the score for IASTH, PAU and LBI Building are as follows; score -30,68 ; -42,2 and -39, 5 for general fire safety, - 30,2 ; -31, and -21 for egress, and -8,45 for fire control. Based on the results, IASTH, PAU and LBI Building did not meet minimum requirement of NFPA 101: Life Safety Code ®.
S-8403
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
