Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 31937 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Walliyana Kusumaningati; Pembimbing: Diah M. Utari; Penguji: Wahyu Kurnia, Trini Sudiarti, Casilia Meti Dwiriani, Yunimar Usman
Abstrak: Tesis ini membahas faktor yang dominan kadar asam urat pada pegawai satuan polisi pamong praja di wilayah kerja kota administrasi Jakarta Timur dan uji diagnostik pada IMT (Indeks Massa Tubuh) dan LP (Lingkar Pinggang) untuk mendeteksi kadar asam urat tidak normal secara dini. Jumlah sampel penelitian ini adalah 150 orang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Analisis data yang digunakan adalah regresi linier ganda. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa Indeks Massa Tubuh merupakan faktor yang paling mendominasi kadar asam urat dan pengukuran IMT dapat dijadikan alat uji skrining kadar asam urat tidak normal dengan cut off point 26,36 kg/m2 dan memiliki sensitifitas sebesar 63,6%.
Kata kunci: Kadar asam urat, Indeks Massa Tubuh, uji diagnostik

This thesis discusses about the dominant factor uric acid level among Satuan Polisi Pamong Praja in Working Area of East Jakarta and diagnostic test of BMI (Body Mass Index) and WC (Waist Circumference) to detecting the abnormal uric acid levels earlier. The total sample of this study is 150 people. This is a quantitative study with cross sectional design. Data analysis using multiple linier regression. The result of this study revealed that Body Mass Index is the dominant factor of uric acid level and the measurement of BMI can be used as a screening test instrument for abnormal uric acid level with cut off point 26,36% kg/m2 and sensitivity 63,6%.
Keyword: Uric acid Level, Body Mass Index, Diagnostic test
Read More
T-4425
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maeza Windyarty; Pembimbing: Siti Arifah Pudjonarti; Penguji: Engkus Kusdinar Achmad, Wahyu Kurnia, Mury Kuswari
Abstrak: Kebugaran adalah suatu kondisi dimana seseorang memiliki energi dan vitalitas yang cukup untuk mengerjakan pekerjaan sehari-hari dan berekreasi secara aktif tanpa mengalami kelelahan yang berarti. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai proporsi tingkat kebugaran serta mengetahui perbedaan antara status gizi, asupan gizi yang berkaitan dengan tingkat kebugaran pada pegawai satuan polisi pamong praja di wilayah kerja kota administrasi Jakarta Timur tahun 2015. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode studi kuantitatif dengan desain cross sectional dengan metode simple random sampling dan tes kebugaran dengan 3 menit YMCA Step Test dan pengukuran denyut nadi. Jumlah sampel yang digunakan adalah 124 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 69% responden memiliki status tidak bugar dan faktor-faktor yang berhubungan antara lain IMT (p value 0,019) , asupan karbohidrat (p value 0,221), asupan protein (p value 0,609), asupan lemak (p value 0,020), asupan vitamin C (p value 0,565), dan asupan zat besi (Fe) (p value 0,326) dan kebiasaan merokok (p value 0,029). Namun diperlukan penelitian lanjutan yang dapat mengkur hubungan kausalitas pada faktor-faktor tersebut.
Kata Kunci: kebugaran, IMT, asupan gizi, tes bangku 3 menit YMCA
Read More
T-4349
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurcahya Aswindo; Pembimbing: Diah Mulyawati Utari; Penguji: Trini Sudiarti, Siti Arifah Pudjonarti, Isnindyarti, Reviana Christijani
Abstrak: Diabetes Melitus (DM) merupakan gangguan metabolik dari berbagai penyebabhiperglikemia kronik dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak danprotein akibat adanya kecatatan sekresi insulin, kerja insulin maupun keduanya.Penyakit DM tipe 2 merupakan salah satu penyebab utama kematian atau sekitar2,1% dari seluruh kematian di dunia. Tujuan umum dari penelitian ini adalahuntuk mengetahui hubungan, usia, riwayat keluarga DM, asupan zat gizi, gayahidup dan indeks antropometri terhadap risiko diabetes melitus serta mengetahuifaktor risiko dominan terhadap kejadian DM pada Satpol PP di wilayah kerja KotaAdministratif Jakarta Timur Tahun 2015. Penelitian ini merupakan penelitiancross sectional study. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah diabetesmellitus dan variabel independen adalah usia, riwayat keluarga DM, asupankarbohidrat, lemak, protein, serat, konsumsi gula, konsumsi alkohol, kebiasaanmerokok, IMT, lingkar pinggang, RLPP, RLPTB. Pengambilan sampel dilakukandengan teknik simple random sampling. Jumlah sampel dalam penelitian inisejumlah 150 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubunganantara asupan karbohidrat (pvalue=0,004), asupan lemak (pvalue=0,003), RLPP(pvalue=0,006), dan konsumsi gula (pvalue=0,009) dengan kejadian DM. Faktorrisiko dominan kejadian DM pada pegawai Satpol PP di wilayah kerja KotaAdministratif Jakarta Timur tahun 2015 adalah asupan lemak (OR 20,538; 95%CI 2,573-163,939), asupan karbohidrat (OR 2,7; 95% CI : 1,359-6,233), danRLPP (OR 0,39; 95% CI : 0,176-0,878).
Kata Kunci : Diabetes Mellitus, Usia, Riwayat Keluarga DM, Asupan Gizi, GayaHidup, Indeks Antropmetri
Read More
T-4563
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Evi Heryanti; Pembimbing: Kusharisupeni Djokosujono; Penguji: Asih Setiarini, Diah Mulyawati Utari, Dewi Damayanti, Rika Rachmalina
Abstrak: Hipertensi memiliki dampak kesehatan yang serius karena merupakan faktor risiko penyakit stroke, jantung, gagal ginjal, hipertrofi ventrikel kiri dan demensia. Prevalensi hipertensi di Indonesia semakin meningkat, menurut data RISKESDAS tahun 2018 jumlahnya mencapai 34,1% dan merupakan penyebab kematian nomor dua tertinggi dari penyakit tidak menular. Polisi merupakan profesi dengan tingkat stres yang tinggi dan waktu kerja yang dapat mengganggu pola tidur yang merupakan faktor risiko terjadinya hipertensi. Penelitian pada tesis ini bertujuan untuk menganalisis faktor dominan kejadian hipertensi pada polisi operasional lapangan di lima satuan terpilih di Polres Kabupaten Lampung Timur Tahun 2019. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan data primer dengan desain cross-sectional (potong lintang). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara obesitas dengan kejadian hipertensi (p=0,024) dan tidak ada hubungan antara usia, aktivitas fisik, kebiasaan merokok, durasi tidur, stres, asupan natrium, asupan kalium serta konsumsi sayur dan buah dengan kejadian hipertensi. Proporsi kejadian hipertensi yaitu 32,4%, dengan faktor dominannya yaitu obesitas setelah dikontrol oleh usia, aktivitas fisik, asupan natrium serta konsumsi sayur dan buah. Perlunya menerapkan gaya hidup sehat sesuai dengan program Gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) dari Kementerian Kesehatan dan pemeriksaan berat badan, tekanan darah, kolesterol total dan trigliserida secara rutin agar selalu dalam keadaan normal.
Read More
T-5690
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ratu Tatya Rachman; Pembimbing: Kusharisupeni Djokosujono; Penguji: Diah M. Utari, Yunita
S-7953
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gina Fauzia; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Diah M. Utari, Ida Ruslita
S-6244
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Devieka Rhama Dhanny; Pembimbing: Siti Arifah Pujonarti; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Wahyu Kurnia Yusrin Putra, Niken Manohara, Yosnelli
Abstrak: Obesitas sentral adalah kondisi tubuh mengalami penumpukan lemak yang berlebih di bagian abdominal yang berdampak pada PJK dan sindrom metabolik. Obesitas sentral dan angka kesakitan pada polisi di Indonesia cukup tinggi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor dominan yang berhubungan dengan obesitas sentral pada polisi operasional lapangan di Polres Kabupaten Lampung Timur. Penelitian ini adalah menggunakan desain studi cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebesar 48,6% polisi tergolong obesitas sentral. Sebagian besar polisi memiliki IMT normal, sudah menikah, berpendidikan terakhir SMA, berpangkat bintara, pengetahuan obesitas sentral masih rendah, durasi tidurnya kurang, memiliki kebiasaan merokok, stres, asupan energi cukup, asupan lemak dan protein berlebih, asupan karbohidrat dan serat kurang. Berdasarkan analisis chi square, terdapat hubungan signifikan antara usia, riwayat obesitas sentral, aktivitas fisik, durasi tidur, asupan energi, asupan protein, asupan lemak, asupan karbohidrat dengan obesitas sentral. Tetapi, tidak terdapat hubungan antara kebiasaan merokok, stres, dan asupan serat dengan obesitas sentral. Asupan energi adalah faktor dominan obesitas sentral
Read More
T-5574
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Defry Lesmana; Pembimbinga: Diah Mulyawati Utari; Penguji: Asih Setirini, Trini Sudiarti, Agus Triwinarto, Enny Ekasari
Abstrak: Tesis ini bertujuan untuk mengetahui gambaran umum jenis kelamin, asupan gizi (lemak,natrium, serat), status gizi (IMT, persen lemak tubuh, lemak viseral), pola konsumsi(gorengan dan santan), tingkat pengetahuan, riwayat keluarga, aktivitas fisik, densitas tulang,keadaan stres, usia, dan perilaku merokok, serta hubungannya dengan hipertensi pada usiapra lansia di wilayah kerja puskesmas rangkapanjaya Depok tahun 2016. Penelitian inibersifat deskriptif analitik dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Penelitian inidilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2016. Data yang digunakan dalam penelitian inimerupakan data sekunder dengan jumlah responden sebanyak 160 orang dengan kekuatan ujisebesar 88,55%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebesar 46,2% responden mengalamihipertensi. Uji chi square menunjukkan adanya hubungan antara riwayat keluarga, perilakumerokok, tingkat pengetahuan, keadaan stres, konsumsi natrium, dan pola konsumsigorengan dengan kejadian hipertensi. Uji statistik yang sama pada jenis kelamin, IMT, persenlemak tubuh, lemak viseral, densitas tulang, konsumsi serat, konsumsi lemak, pola konsumsisantan dan aktivitas fisik tidak menunjukkan hubungan maupun kecenderungan pada kejadianhipertensi. Sedangkan variabel usia menunjukkan kecenderungan walaupun tidak memilikihubungan secara statistik. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa keadaan stresmerupakan faktor dominan dari kejadian hipetensi sehingga disarankan bagi responden untukmelakukan hobi positif yang baik untuk mengendalikan stres seperti berkebun, bersepeda,dan lain-lain.Kata kunci: Hipertensi, pra lansia, stres.
Read More
T-4777
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Indra Wahyuni; Pemb. Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Yvonne Magdalena Indrawani, Kusharisupeni, Saptawati Bardosono, Iip Syaiful
Abstrak:

Asam urat merupakan produk akhir dari metabolisme purin. Nilai normal asam urat serum pada wanita adalah 4,0 ± 1,0 mg/dl dan pada laki - laki 5,1 ± 1,0 mg / dl. Kadar asam urat dapat disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya adalah karakteristik responden (usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pengetahuan), asupan zat gizi (purin, protein, vitamin C, lemak, serat, asam folat),gaya hidup (kopi, soft drinks, olah raga, merokok) dan IMT. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor determinan terhadap kadar asam urat pada kelompok orang dewasa di Desa Pabuaran Gunung Sindur Bogor.

Disain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional dengan sampel sebanyak 66 responden. Penelitian dilakukan pada bulan Mei-Juni 2012. Analisis statistik deskriptif pada data numerik disajikan dalam bentuk rata-rata ± SD, sedangkan data nominal dan ordinal dalam bentuk proporsi.

Analisis statistik inferensial menggunakan uji t independen, ANOVA, korelasi pearson product moment dan regresi linear ganda dilakukan untuk mengetahui faktor dominan. Rata-rata kadar asam urat responden 4,64 ± 1,19 mg/dl dengan rata-rata kadar asam urat pria yaitu 5,88 ± 1,30 dan wanita yaitu 4,31 ± 0,92. Terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dan merokok dengan kadar asam urat. IMT merupakan faktor dominan terhadap kadar asam urat setelah dikontrol usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, asupan purin rendah, dan asupan vitamin C.


Uric acid is the end product of purine metabolism. Normal level of serum uric acid for women is 4,0 ± 1,0 mg/dl and for men is 5,1 ± 1,0 mg / dl. An elevated uric acid level can be caused by several factors of which is respondents characteristics (age, gender, level of education, knowledge), nutrient intake (purine, protein, vitamin C, fat, dietary fiber, folic acid), life style (coffee, soft drinks, sport, smoking) and BMI. This research was aim to know determinant factor of uric acid level at group of adult in Pabuaran Countryside, Gunung Sindur Subdistrict, Bogor Regency.

Research design used by cross sectional study with 66 sample. This research was performed on May-June 2012. Descriptive statistic analysis on numeric data were presented as mean ± SD, while nominal and ordinal data in proportion.

Inferential statistic analysis with t test independen, ANOVA test, pearson product moment corellation was performed and multiple linear regression was used to know the dominant factor. Mean uric acid level was 4,64 ± 1,19 mg/dl with Mean uric acid consentration for men was 5,88 ± 1,30 dan for women was 4,31 ± 0,92. gender and smoking was significantly associated with uric acid level. BMI was dominance factor to uric acid level after controlled by age, sex, level of education, low purine intake and vitamin C intake.

Read More
T-3780
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Widya Asih Lestari; Pembimbing: Diah Mulyawati Utari; Penguji: Asih Setiarini, Trini Sudiarti, Enny Ekasari, Agus Triwinarto
Abstrak: Hiperkolesterolemia adalah suatu kondisi yang ditandai dengan kenaikkankadar kolesterol total di dalam tubuh (≥200 mg/dl). Hiperkolesterolemia menjadiprioritas utama dalam penanggulangan masalah kesehatan di negara maju danberkembang. Di Asia Aterosklerosis sebagai penyebab jantung koronermeningkatkan proporsi epidemik selama 20 tahun terakhir dan penyakit jantungkoroner di Indonesia menempati urutan ke 7 (5.5%). Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui faktor dominan hiperkolesterolemia pada pra-lansia usia 45-59tahun di wilayah kerja Puskesmas Rangkapanjaya Kota Depok. Penelitian inimenggunakan desain cross sectional. Sampel penelitian ini adalah pra-lansia usia45-59 tahun di wilayah kerja puskesmas Rangkapanjaya berjumlah 160 orang.Pengumpulan data menggunakan Accutrend GC, BoneScan QUS, kuesioner, foodrecall, dan FFQ. Analisis data menggunakan uji statistik chi-square dan regresilogistik ganda model faktor dominan. Hasil analisis data diperoleh proporsihiperkolesterolemia sebesar 66,25%. Faktor yang berhubungan denganhiperkolesterolemia adalah frekuensi makan sayur (P-value = 0,014), IMT (P-value = 0,022), aktivitas fisik (P-value = 0,012) dan bone mass density (P-value =0,018). Sedangkan, faktor yang paling dominan terhadap kejadianhiperkolesterolemia adalah bone mass density dengan OR 3,550. Artinya,seseorang dengan kepadatan tulang yang rendah memiliki risiko 3,550 kalimengalami hiperkolesterolemia.Kata kunci: Hiperkolesterolemia, pra-lansia, bone mass density
Hypercholesterolemia is a condition characterized by very high levels ofcholesterol in the body (>200 mg/dl). Hypercholesterolemia becomes the mainpriority health concern in the developed and developing countries. In the late 20years, atherosclerosis as the cause of coronary heart shows a very significantepidemic, in Indonesia itself, this desease ranked in 7th (5.5%). This study isaimed at analyzing the dominant factor of hypercholesterolemia at 45-59 yearsold pre elderly in the working area of Puskesmas Rangkapanjaya Kota Depok.This study also using cross sectional design. The sample in this study is takenfrom 160 elderlies aged 45-49 years old in Rangkapanjaya. The data collectionuses Accutrend GC, BoneScan QUS, questionnaire, food recall, and FFQ. Thedata collecting techniques used in this study are chi-square and logisticregression. The result of this research shows 66,25% of hypercholesterolemiaproportion. The factor influencing hypercholesterolemia are vegetable intakefrequency (P-value = 0,014), body mass index (P-value = 0,02), physical activity(P- value = 0,012) and bone mass density (P-value = 0,018). It shows that thedominant factor toward hypercholesterlemia is bone mass density with OR 3,550means man and woman with low total bone mass density has 3,550 times risk ofgetting hypercholesterolemia.Keywords: hypercholesterolemia, pre elderly, bone mass density.
Read More
T-4698
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive