Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 38626 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Atiq Amanah Retna Palupi; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Ridwan Zahdi Sjaaf, Suryo Bayu Aji
Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh tekanan panasterhadap fisiologis dan psikologis pekerja di PT XYZ Tahun 2016. Unitusaha utama PT XYZ yakni part otomotif dengan kegiatan press & welding.Respon fisiologis pekerja welding terhadap tekanan panas yakni peningkatansuhu, denyut nadi dan perubahan nilai berat jenis urine. Nilai Indeks tekananpanas dengan ISBB melebihi nilai ambang. Nilai Indeks Thermal Work Limitberada pada area tidak berbahaya. Analisis data dengan uji t dependent danindependent, didapatkan nilai p < 0,005. Keluhan subyektif pekerja weldingsebagai respon psikologis. Yakni adanya rasa haus, kulit berkeringat/lembab,adanya biang keringat, kejang/kram otot selaras dengan hasil pengukuranyakni adanya peningkatan denyut nadi, suhu dan berat jenis urin.
This study aimed to analyze the effect of heat stress on thephysiological and psychological workers at PT XYZ Year 2016. The businessunit of PT XYZ namely automotive parts with the activities of the press andwelding. Welding worker's physiological response to heat stress that anincrease in temperature, pulse and urine specific gravity value changes. Heatstress index value with WBGT exceeds the threshold value. Thermal WorkLimit Value Index is in the area is not dangerous. Data were analyzed bydependent and independent t test, p value < 0.005. Subjective complaints ofworkers welding as a psychological response. Namely their thirst, skin sweat/ moisture, their prickly heat, cramps / muscle cramps in tune with themeasurement results to an increase in pulse rate, temperature and specificgravity of urine.
Read More
T-4595
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Antonius Wahyudi; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Hendra, Syahrul Efendi Panjaitan, Izzatu Millah
Abstrak: Dunia industri erat dengan kegiatan proses produksi yang berhubungan dengan mesin dan ruangan kerja yang menghasilkan panas. Pajanan terhadap pekerja yang terus berlanjut, akan mengakibatkan penurunan produktifitas kerja dan terjadi peningkatan resiko gangguan kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh tekanan panas terhadap kondisi fisiologis dan psikologis pada pekerja di PT XYZ tahun 2017. PT XYZ bergerak di bidang pertambangan emas bawah tanah. Respon fisiologis pekerja PT XYZ terhadap tekanan panas dilihat berdasarkan adanya peningkatan suhu, denyut nadi dan perubahan nilai berat jenis urin dan respon psikologis pekerja dilihat dari keluhan subyektif yang muncul. Hasil pengukuran indeks tekanan panas diketahui sebanyak 62 responden (73.8%) mengalami tekanan panas dan sisanya sebanyak 22 responden (26.2%) tidak mengalami tekanan panas. Hasil uji statistik chi-square dengan p value >0,05 diketahui tekanan panas tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan peningkatan suhu tubuh( p = 0,785), peningkatan denyut nadi (p = 0.867), status hidrasi (p = 0.280) dan keluhan subyektif ( p = 0.221).
Read More
T-4989
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eka Fatimah; Pembimbing: Hendra; Penguji: Stevan Deby Anbiya Muhamad Sunarno, Lusi Ismayenti, Elsye As Safira
Abstrak:
Pemanasan global telah meningkatkan jumlah pekerja yang terpajan tekanan panas di lingkungan kerja, sehingga meningkatkan risiko gangguan kesehatan akibat panas serta menurunkan produktivitas dan kinerja. Perubahan iklim juga meningkatkan kejadian suhu ekstrem di lingkungan kerja, sehingga pajanan panas menjadi isu penting dalam kesehatan kerja. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi mengenai hubungan tekanan panas dan karakteristik individu dengan respons fisiologis pekerja. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi hubungan tekanan panas dan karakteristik individu dengan respons fisiologis pekerja yang terpajan tekanan panas. Penelitian menggunakan desain cross-sectional pada 30 pekerja fabrikasi di PT XYZ. Pengukuran suhu inti tubuh, denyut nadi, dan tekanan darah dilakukan sebelum bekerja (pre-test) dan setelah 3–4 jam bekerja (post-test). Karakteristik individu yang dinilai meliputi usia, indeks massa tubuh (IMT), status hidrasi, kondisi kesehatan, status aklimatisasi, dan konsumsi alkohol. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Uji Wilcoxon digunakan untuk menganalisis perbedaan nilai pre-test dan post-test, uji Pearson digunakan untuk menganalisis hubungan antarvariabel, sedangkan uji Mann-Whitney dan Kruskal-Wallis digunakan untuk menganalisis perbedaan respons fisiologis berdasarkan karakteristik individu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Wet Bulb Globe Temperature (WBGT) lingkungan kerja berada pada rentang 29,55–31,30°C dengan kelembapan udara 41,47–55,90%. Berdasarkan Nilai Ambang Batas (NAB), seluruh responden dikategorikan mengalami tekanan panas. Sebagian besar responden berusia lebih dari 30 tahun, memiliki IMT berlebih, dan mengalami dehidrasi. Terdapat perubahan signifikan pada respons fisiologis setelah pajanan tekanan panas, yaitu peningkatan suhu inti tubuh hingga 0,6°C, peningkatan denyut nadi hingga 12%, dan peningkatan tekanan darah sekitar 3%. Namun, hubungan antara tekanan panas dan respons fisiologis tidak dapat dianalisis karena seluruh responden terpajan tekanan panas. Selain itu, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara karakteristik individu dan respons fisiologis. Kesimpulannya, pajanan tekanan panas di lingkungan kerja menyebabkan perubahan fisiologis pada pekerja, terutama peningkatan denyut nadi dan tekanan darah. Namun, pengaruh karakteristik individu terhadap respons fisiologis belum dapat dipastikan karena keterbatasan variasi data.

Global warming has increased the number of workers exposed to occupational heat stress, thereby increasing the risk of heat-related health disorders and reducing productivity and work performance. Climate change has also increased the occurrence of extreme temperatures in the workplace, making heat exposure an important issue in occupational health. Therefore, an evaluation of the relationship between heat stress, individual characteristics, and workers' physiological responses is necessary. This study aimed to evaluate the relationship between heat stress and individual characteristics with the physiological responses of workers exposed to heat stress. This study employed a cross-sectional design involving 30 fabrication workers at PT XYZ. Core body temperature, heart rate, and blood pressure were measured before work (pre-test) and after 3–4 hours of work (post-test). Individual characteristics assessed included age, body mass index (BMI), hydration status, health condition, acclimatization status, and alcohol consumption. Data were analyzed using univariate and bivariate analyses. The Wilcoxon test was used to analyze differences between pre-test and post-test values, Pearson's test was used to analyze relationships between variables, while the Mann-Whitney and KruskalWallis tests were used to analyze differences in physiological responses based on individual characteristics. The results showed that the workplace Wet Bulb Globe Temperature (WBGT) ranged from 29.55°C to 31.30°C, with relative humidity ranging from 41.47% to 55.90%. Based on the Threshold Limit Value (TLV), all respondents were categorized as being exposed to heat stress. Most respondents were over 30 years old, had excess BMI, and were dehydrated. Significant changes in physiological responses were observed after heat exposure, including an increase in core body temperature of up to 0.6°C, an increase in heart rate of up to 12%, and an increase in blood pressure of approximately 3%. However, the relationship between heat stress and physiological responses could not be analyzed because all respondents were exposed to heat stress. In addition, no significant association was found between individual characteristics and physiological responses. In conclusion, occupational heat stress causes physiological changes in workers, particularly increases in heart rate and blood pressure. However, the influence of individual characteristics on physiological responses could not be determined due to limited data variability.
Read More
T-7678
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tiara Ratnanig Pamungkas; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: L. Meily Kurniawidjaja, Hanny Harjulianti
S-7911
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dini Rizkon Nurhasanah; Pembimbing: Syahrul M. Meizar; Penguji: Tejamaya Mila, Trisnajaya
Abstrak: Kombinasi dari faktor lingkungan kerja, faktor pekerjaan, faktor pakaian,serta faktor karakteristik individu dapat menyebabkan tekanan panas (heat stress)bagi pekerja water blasting dan AFR di area preheater industri semen PT.X.Tekanan panas memiliki potensi untuk menyebabkan gangguan kesehatan (heatrelated disorders) yang diawali respon fisiologis tubuh (heat strain) berupa gejalayang dirasakan secara subjektif oleh responden. Penelitian ini menggunakanmetode observasional dengan pendekatan cross-sectional.

Dari hasil penelitian inidiketahui bahwa terdapat 24 pekerja (100%) water blasting dan 19 pekerja AFR(52,8%) mengalami tekanan panas. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwaterdapat 7 keluhan yang dirasakan oleh >50% responden yaitu banyakmengeluarkan keringat (100%), merasa cepat haus (100%), kulit terasa panas(83,3%), merasa cepat lelah (66,7%), lemas (66,7%), tidak nyaman (65%), danmerasa pusing atau berkunang-kunang (51,7%). Berdasarkan hal tersebut, perlu dilakukan pengendalian baik secara teknis, administratif, maupun personal untukmeminimalisasi keluhan dan risiko kesehatan akibat tekanan panas

Kata Kunci:Tekanan Panas, Keluhan Subjektif, Pekerja Water Blasting dan AFR.
Read More
S-9137
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Meriza Wulandari; Pembimbing: Sjahrul Meizar Nasri; Penguji: Hendra, Yuni Kusminanti
Abstrak: TEKANAN PANAS DI TAMBANG BAWAH TANAH PT CIBALIUNG SUMBERDAYA TERJADI KARENA KOMBINASI DARI TEMPERATUR LINGKUNGAN KERJA, PANAS METABOLIK TUBUH, PAKAIAN KERJA, DAN KARAKTERISTIK PEKERJA. TEKANAN PANAS DAPAT MENIMBULKAN BERBAGAI KELUHAN KESEHATAN YANG DIRASAKAN SECARA SUBJEKTIF OLEH PEKERJA. PENELITIAN DILAKUKAN PADA52 PEKERJA DENGAN DESAIN STUDI CROSS-SECTIONAL. DARI 9 TITIK PENGUKURAN DI UNDERGROUNDMENUNJUKKAN INDEKS WBGT INDOOR BERKISAR ANTARA 29,1OC HINGGA 35,5OC. SETELAH DILAKUKAN ANALISIS BERDASARKAN PERMENKES NO. 70 TAHUN 2016, DIDAPATKAN HASIL BAHWA DARI 52 RESPONDEN, TERDAPAT 48 RESPONDEN (92,3%) MENGALAMI TEKANAN PANAS. SEBANYAK 50 RESPONDEN (96,2%) MERASA TEMPERATUR LINGKUNGAN KERJA MEREKA PANAS DAN 46 RESPONDEN (88,5%) MERASA TIDAK NYAMAN DENGAN KONDISI PANAS TERSEBUT. SELURUH RESPONDEN MENYATAKAN PERNAH MENGALAMI KELUHAN SUBJEKTIF AKIBAT PAJANAN TEKANAN PANAS DENGAN FREKUENSI YANG BERBEDA-BEDA. OLEH KARENA ITU, PERUSAHAAN PERLU MELAKUKAN BERBAGAI UPAYA PENGENDALIAN TEKANAN PANAS UNTUK MEMINIMALISASI RISIKO KELUHAN KESEHATAN YANG DIRASAKAN PEKERJA.
KATA KUNCI: INDEKS WBGT, TEKANAN PANAS, KELUHAN SUBJEKTIF, TAMBANG BAWAH TANAH
Read More
S-9833
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Safiera Amelia; Pembimbing: Sjahrul Meizar Nasri; Penguji: Hendra; Adenan
Abstrak: PT XYZ adalah industri manufaktur yang memiliki proses produksi yang menghasilkan panas dan berpotensi menimbulkan heat stress bagi pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat keluhan subjektif akibat tekanan panas pada pekerja di area fermentasi kedelai dan pemasakan PT XYZ. Penelitian dilakukan pada 55 responden dengan desain studi cross sectional deskriptif. Wet Bulb Globe Temperature (WBGT) digunakan untuk mengukur risiko tekanan panas. Kuesioner menilai keluhan subjektif pekerja akibat tekanan panas. Hasil menunjukkan indeks WBGT rata-rata di area adalah 27,35°C - 32,29°C. Terdapat 70,9% responden mengalami tekanan panas dan 54,5% mengalami keluhan ringan. Keluhan subjektif utama yaitu banyak berkeringat (67,3%) dan merasa haus (50,9%). Faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat keluhan subjektif, yaitu kejadian tekanan panas (p value= 0,001) dan beban kerja (p value= 0,019). Rekomendasi dari segi teknis, administratif, maupun personal dibutuhkan untuk meminimalisasi keluhan subjektif dan dampak kesehatan akibat tekanan panas.
Kata kunci: Tingkat keluhan subjektif, tekanan panas.

PT XYZ is a manufacturing industry which has production process that produces heat and potentially cause heat stress for workers. The purpose of this study was to determine factors related to the level of subjective complaints due to heat stress among workers in soybean fermentation and cooking area. This study performed on 55 workers using cross sectional descriptive study design. Wet Bulb Globe Temperature (WBGT) were used to quantify risk of heat stress. Questionnaires assessed worker's subjective complaints from heat stress. Results showed WBGT index in the average area are 27,35°C - 32,29°C. About 70,9% respondents experienced heat stress and 54,5% suffered minor complaints. The most subjective complaints were excessive sweating (67,3%) and feeling thirsty (50,9%). Factors related to the level of subjective complaints were heat stress (p value= 0,001) and workload (p value= 0,019). Hence, the recommendation such as engineering, administrative, and personal control are needed to minimize the subjective complaints and adverse health effect of heat stress.
Keywords: The level of subjective complaints, heat stress
Read More
S-9315
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yessi Oktavia; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Dadan Erwandi, Hendra, Ahmad Fadli, Muhammad Damawan
Abstrak:
ndustri panas bumi merupakan penghasil gas alam diantaranya adalah gas Hidrogen Sulfida (H2S) yang sangat berbahaya terhadap manusia. Tesis ini menganalisis persepsi risiko bahaya gas Hidrogen Sulfida (H2S) terhadap pekerja lokal di lapangan panas bumi PT XYZ pada tahun 2020. Persepsi risiko adalah penilaian subyektif dari kemungkinan jenis kecelakaan dan potensi bahaya yang terjadi dan seberapa besar tingkat kepedulian seseorang terhadap konsekuensinya. Penelitian ini menggunakan paradigma psikometri yang merupakan ilustrasi terbaik untuk menentukan persepsi risiko seseorang dimana pendekatan ini dapat menganalisis risiko dengan memberikan jawaban yang baik dan jelas dari setiap dimensi, diantaranya paradigma kesukarelaan terhadap risiko, paradigma pemahaman terhadap risiko, paradigma pengendalian terhadap risiko, paradigma pengetahuan terhadap risiko serta paradigma kebaruan risiko. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional dengan metode analisis deskriptif. Data diperoleh melalui kuesioner dengan 90 responden pekerja lokal yang kemudian dianalisis menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat untuk mengetahui hubungan antara variabel terikat dan variabel bebas dengan tingkat kepercayaan ( CL) sebesar 95%. Hasil analisis menunjukkan bahwa gambaran persepsi risiko bahaya gas Hidrogen Sulfida (H2S) terhadap pekerja lokal di lapangan panas bumi PT. XYZ pada tahun 2020 adalah mayoritas sukarela terhadap risiko, paham dan mampu mengendalikan risiko tersebut namun tidak memiliki pengetahuan yang baik terutama tentang sains gas H2S serta menganggap risiko merupakan risiko lama yang sudah familiar. Disarankan bagi PT. XYZ untuk melakukan upaya upaya promotif seperti pelatihan tarkait gas Hidrogen Sulfida (H2S) yang lebih terencana, memaksimalkan materi safety induction terkait bahaya gas Hidrogen Sulfida (H2S), memaksimalkan forum toolbox meeting, weekly safety meeting serta pertemuan lainnya untuk meningkatkan awareness pekerja terkait bahaya gas Hidrogen Sulfida (H2S), membuat analisa mendalam terhadap observasi pekerja terkait unsafe behavior dan meningkatkan program industrial hygiene

Geothermal industry is a producer of natural gas including hydrogen sulfide gas (H 2 S) which is very dangerous to humans. This thesis will analyze the hazard risk perceptions of hydrogen sulfide gas (H 2 S) to local workers in the geothermal field of PT. XYZ in 2020. Risk perception is a subjective assessment of the following things, such as the likely types of an accident, the potential hazards that will occur, and how much a person is concerned about the consequences. This study uses a psychometric paradigm which is the best illustration to determine a person's risk perception where this approach can analyze risks by giving good and clear answers from each dimension, including the volunteerism dimension to risk, the dimension of understanding risk, the dimension of controlling risk, the dimension of knowledge towards risk as well as the newness dimension of risk. This study uses a cross-sectional design with a descriptive analysis method. Data obtained through a questionnaire with 90 respondents local workers who then analyzed using the univariate and bivariate analysis to determine the relationship between the dependent variable and the independent variable with a confidence level (CL) of 95%. The results of the analysis show that the description of the risk perception of Hydrogen Sulfide (H 2 S) gas for local workers in the geothermal field of PT. XYZ in 2020 is voluntary toward risk, have a good understanding and able to control of risk while does not have good knowledge especially about the science of hydrogen sulfide gas (H 2 S) and assume the risk of exposure to hydrogen sulfide gas (H 2 S) is an old risk. It is recommended for PT. XYZ to make promotive efforts such as more planned training of hydrogen sulfide gas (H 2 S), maximizing safety induction related to the hazard of hydrogen sulfide gas (H 2 S), maximizing toolbox meeting forums, weekly safety meetings and other meetings to increase workers' awareness regarding hazards Hydrogen Sulfide gas (H 2 S), makes an in-depth analysis of worker observations related to unsafe behavior and also increase the industrial hygiene programs.

Read More
T-5907
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Agil Helien Puspita; Pembimbing: Hendra; Penguji: Chandra Satrya, Setyo Nugroho
S-7082
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Zarah Defi Saputri; Pembimbing: Hendra; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Elsye As Safira
S-8195
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive