Ditemukan 23448 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
ABSTRAK Nama : Juanna Soehardy Program Studi : Kajian Administrasi Rumah Sakit Judul Tesis : Analisis KesiapanRumah Sakit Budi Kemuliaan dalam Perubahan sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjut Jaminan Kesehatan Nasional. Untuk melihat kesiapanRumah Sakit Budi Kemuliaan dalam Perubahan sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjut (FKTL) Jaminan Kesehatan Nasional(JKN), maka peneliti mengadakan penelitian dengan analisis kualitatif dari tahun 20142016. Dilakukan wawancara mendalam dengan 8 informan yaitu : Pemilik Rumah Sakit Budi Kemuliaan, Direktur, Wakil Direktur, Ketua Komite Medik, Ketua Tim Pengendali Jaminan Kesehatan Nasional, Kepala Unit MPKR Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan Cabang Batam dan verifikator Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan. Selain itu dilakukan telaah dokumen yang relevan mengenai kesiapan organisasi, kesiapan sistem Administrasi, kesiapan Manajemen Keuangan, dan kesiapan manajemen Medis. Penelitian ini menemukan Rumah Sakit Budi Kemuliaan sudah melakukan beberapa kesiapan, yaitu : kesiapan organisasi (Keputusan Direksi, terbentuk Tim Pengendali Jaminan Kesehatan Nasional), kesiapan administrasi (Persyaratan menjadi FKTL dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial), kesiapan manajemen keuangan (Sistem Tarif INA-CBG’s, keterlambatan klaim ke BPJS, Klaim yang direvisi, Pembayaran Jasa Medis Dokter), kesiapan manajemen medis (Penyusunan clinical pathway), dan yang masih perlu dilakukan yaitu pengurusan akreditasi baru, pengiriman klaim yang tepat waktu serta pengisian klaim yang tepat waktu, menyusun clinical pathway Staf Medik Fungsional Penyakit Dalam, Staf Medik Fungsional Anak, Staf Medik Fungsional Mata , Staf Medik Fungsional Saraf. Penelitian ini mengusulkan adanya kebijakan dari Direksi mengenai dokter-dokter harus mau mengisi resume medis tepat waktu, membuat diagnosa yang tepat, menyusun clinical pathway, adanya Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit yang terintegrasi, mengurus akreditasi baru versi 2012. Kata kunci : Keterlambatan klaim, Klaim yang direvisi, clinical pathway.
ABSTRACT Name : Juanna Soehardy Study Programe : Hospital Administration Public Health Faculty University of Indonesia Thesis Title : Readiness Analysis Hospital Budi Kemuliaan in changes as anAdvanced Health Facilities National Health Insurance To see the readiness Hospital Budi Kemuliaan in the Amendment as Advanced Health Facilities National Health Insurance, the researchers conducted research with a qualitative analysis of the years 2014-2016. Conducted in-depth interviews with eight informants: Own Hospital Budi Kemuliaan, Director, Deputy Director, Chairman of the Medical Committee, Chairman of the National Health Security Control Team, Head of Unit MPKR Social Security Agency and Health Branch Batam verifier Social Security Agency of Health. Additionally conducted study of relevant documents concerning the readiness of the organization, system readiness Administration, Financial Management preparedness and readiness of medical management. This study found the Hospital Budi Kemuliaan already done some preparation, namely: the readiness of the organization (Decision of the Board of Directors, formed Control Team National Health Insurance), the readiness of administration (Conditions become FKTL of BPJS), readiness of financial management (System Rates INA-CBG's, delay claims to BPJS, claims revised, Payment Services medical Doctor), readiness of medical management (preparation of clinical pathways), and that still needs to be done, namely the maintenance of a new accreditation, sending claims on time and charging claims timely, compiling clinical pathways SMF Disease , SMF Child, Eyes SMF, SMF Neuroscience. This study proposes a policy of the Board of Directors of the doctors have to fill in a timely medical resume, make a proper diagnosis, compiling clinical pathways, their SIMRS integrated, the new 2012 version takes care accreditation. Keywords: Delay claims, claims revises, clinical pathway
Kata kunci : QWL, Kinerja
This Research assess the relationship between Quality Of Work Life(QWL) components and the performance of nurses in the Budi KemuliaanHospital Batam Era National Health Insurance 2015.Research metodology : quantitative, cross-sectional design. These QWLcomponents are employee participation, compensation, job security, workenvironment safety, a sense of pride in the institution, career development,facilities, conflict resolution and communication.Respondents were amounted to 100 nurses.The age of majority of respondents is 20-29 years (40%) and 30-39 years(39%) average education is Diploma o f n u r s i n g (87%), the statusof most employees are permanent employee (88%) and working periode isover 3 years (59%). Bivariate analysis with Chi Square and Spearmancorrelation test found a significant relationship between components ofemployee participation, compensation and work environment safety with thenurses performance. Further multiple logistic analysis found asignificant relationship between components of employee participation,compensation, job security, work environment safety and career development withthe performance of nurses.
Keywords : Quality of Work Life, Performance
ABSTRAK Nama : Weny Rinawati Program Studi : Kajian Administrasi Rumah Sakit Judul : Analisis biaya perawatan stroke berdasarkan Clinical Pathway di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Jakarta dalam pelayanan pasien Jaminan Kesehatan Nasional Latar belakang. Masalah yang sering dihadapi pada pelayanan pasien Jaminan Kesehatan Nasional adalah kesenjangan biaya perawatan pasien stroke dengan tarif INA-CBGs. Hal ini terkait dengan biaya perawatan dan Clinical Pathway. Tujuan. Mengetahui biaya perawatan pasien stroke di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional. Metoda. Penelitian kuantitatif deskriptif mengikutsertakan 277 subjek penyakit stroke yang diperoleh di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Jakarta selama Januari – Juni 2015. Biaya perawatan stroke dihitung berdasarkan biaya satuan (unit cost) dengan menggunakan metode activity based costing dan Clinical Pathway. Hasil. Biaya satuan perawatan stroke iskemik dan stroke hemoragik berdasarkan Clinical Pathway, dengan memperhitungkan biaya investasi dan biaya gaji, tanpa memperhitungkan jasa medis berturut-turut adalah Rp 311,860,860.83 dan Rp 585,083,610.01; dengan memperhitungkan biaya investasi, biaya gaji, dan jasa medis berdasarkan tarif rumah sakit adalah Rp 321,682,940.73 dan Rp598,929,450.01; dengan memperhitungkan biaya investasi, biaya gaji, dan jasa medis berdasarkan tarif IDI adalah Rp 318,360,860.73 dan Rp 594,333,610.01; tanpa memperhitungkan biaya investasi, biaya gaji, dan jasa medis adalah Rp30,361,681.00 dan Rp25,698,199.46; tanpa memperhitungkan biaya investasi dan biaya gaji, tetapi memperhitungkan jasa medis berdasarkan tarif rumah sakit adalah Rp 40,183,761.00 dan Rp 39,544,199.46; tanpa memperhitungkan biaya investasi dan biaya gaji, tetapi memperhitungkan jasa medis berdasarkan IDI adalah Rp 36,861,681.00 dan Rp 34,948,199.46. Simpulan: Dijumpai selisih biaya perawatan berdasarkan biaya satuan dan Clinical Pathway, baik yang memperhitungkan biaya investasi, gaji, dan jasa medis, maupun tanpa memperhitungkan biaya investasi, gaji, dan jasa medis, dengan tarif layanan existing dan tarif INA-CBGs Kata kunci : biaya, Clinical Pathway, INA-CBGs, stroke
ABSTRACT Name : Weny Rinawati Study Program : Hospital Administration Title : Cost of stroke treatment based on Clinical Pathway in National Brain Center Hospital, Jakarta Background. Problem often encountered in patient care National Health Insurance is the gap between the cost of stroke treatment with INA-CBGs tariff. This is related to the cost of treatment and the Clinical Pathway. Aim. Knowing the cost of stroke treatment in the National Brain Center Hospital Jakarta. Methods. Descriptive quantitative study involving 277 subjects stroke obtained at the National Brain Center Hospital Jakarta during January - June 2015. The cost of stroke treatment are calculated based on the unit cost using activity-based costing method and Clinical Pathway. Results. The unit cost of ischemic stroke and hemorrhagic stroke treatment by Clinical Pathway, taking into account investment costs and salary costs, regardless of medical services is IDR 311,860,860.83 and IDR 585,083,610.01; taking into account investment cost, salary cost, and medical services tariff based hospital is IDR 321,682,940.73 and IDR 598,929,450.01; taking into account investment cost, salary cost, and medical services tariff based IDI is IDR 318,360,860.73 and IDR 594,333,610.01; without taking into account investment cost, salary cost, and medical services are IDR 30,361,681.00 and IDR 25,698,199.46; without taking into account the investment cost and salary cost, but taking into account medical services tariff based hospital is IDR 40,183,761.00 and IDR 39,544,199.46; without taking into account the investment cost and salary cost, but taking into account medical services tariff based IDI is IDR 36,861,681.00 and IDR 34,948,199.46. Conclusion. Found difference in the cost of stroke treatment is based on unit cost and Clinical Pathway, both of which take into account the investment, salaries, and medical services cost, and without taking into account investment, salaries, and medical services cost, with existing services and tariff rates INA-CBGs Keywords: Clinical Pathway, cost, INA-CBGs, stroke
