Ditemukan 36644 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Mutia Firnanda; Pembimbing: Kusharisupeni Djokosujono; Penguji: Sandra Fikawati, Trini Sudiarti, Anies Irawati, Abas Jahari
Abstrak:
Dalam kehidupan normal, bila keadaan kesehatan baik dan seimbang antara konsumsi dan kebutuhan gizi, maka berat badan akan berkembang mengikuti pertambahan umur. Sebaliknya, dalam keadaan abnormal terdapat dua kemungkinan perkembangan berat badan bayi yaitu dapat berkembang secara cepat atau lebih lambat dari keadaan normal. Faktor-faktor yang berhubungan dengan pencapaian berat badan bayi terdiri dari faktor ibu (pendidikan ibu, pekerjaan ibu, IMT prahamil, kenaikan berat badan selama hamil dan paritas), faktor bayi (jenis kelamin, berat lahir dan penyakit infeksi) dan praktik makan (ASI eksklusif dan usia pemberian MPASI). Tujuan umum penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pencapaian berat badan bayi pada usia 6 bulan. Desain penelitian adalah cross sectional dengan jumlah sampel 104 bayi usia 6 bulan yang berada di wilayah kerja Puskesmas Pancoran Mas yang diambil secara purposive sampiling. Data dianalisis dengan uji chi square, uji mann whitney, uji t indepedent dan uji regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 66,3% bayi mengalami pencapaian berat badan yang tidak sesuai dan ada perbedaan IMT prahamil ibu (p value = 0,010) dan berat lahir bayi (p value = 0,023) yang signifikan antara bayi dengan pencapaian berat badan yang tidak sesuai dengan bayi dengan pencapaian berat badan bayi yang sesuai pada usia 6 bulan. Pencapaian berat badan bayi pada usia 6 bulan berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif (p value = 0,005). Namun pendidikan ibu, pekerjaan ibu, kenaikan berat badan ibu selama hamil, paritas, jenis kelamin, penyakit infeksi dan usia pemberian MPASI tidak berhubungan dengan pencapaian berat badan bayi pada usia 6 bulan. Faktor dominan yang berhubungan dengan pencapaian berat badan pada usia 6 bulan adalah ASI eksklusif dimana bayi yang tidak diberi ASI eksklusif berisiko 3,777 kali mengalami pencapaian berat badan yang tidak sesuai pada usia 6 bulan (OR = 3,777) Diperlukan peningkatan promosi pemberian ASI eksklusif tidak hanya pada ibu hamil namun juga kepada keluarga ibu hamil. Kata Kunci : pencapaian berat berat badan bayi, ASI eksklusif
In normal life, where health is in good condition and balanced between consumption and nutritional needs, infant weight will increase with age. Otherwise in abnormal state, there are two possibilities of developing infant weight that can develop rapidly or slower than normal state. This study aimed to find the related factors of infant weight increment in 6-month-old infants. The study used cross-sectional method with 104 sample and for the analysis using independent t-test, chi square and multiple logistic regression. This study shows that 66,3% infants were failure to thrive. There were a significant difference between prepregnancy BMI, birth weight in infant weight increment while maternal education, occupation job status, weight gain during pregnancy, parity, gender, infection diseases and age of time complementary food introduction were not related to infant weight Increment in 6-month-old. The most influencing factor relating to infant weight increment was exclusive breastfeeding. Therefore, exclusive breastfeeding for the first 6 months needs to be promoted and encouraged to increase optimal infant weight increment in 6-month-old infants. Keywords : infant weight increment, exclusive breastfeeding.
Read More
In normal life, where health is in good condition and balanced between consumption and nutritional needs, infant weight will increase with age. Otherwise in abnormal state, there are two possibilities of developing infant weight that can develop rapidly or slower than normal state. This study aimed to find the related factors of infant weight increment in 6-month-old infants. The study used cross-sectional method with 104 sample and for the analysis using independent t-test, chi square and multiple logistic regression. This study shows that 66,3% infants were failure to thrive. There were a significant difference between prepregnancy BMI, birth weight in infant weight increment while maternal education, occupation job status, weight gain during pregnancy, parity, gender, infection diseases and age of time complementary food introduction were not related to infant weight Increment in 6-month-old. The most influencing factor relating to infant weight increment was exclusive breastfeeding. Therefore, exclusive breastfeeding for the first 6 months needs to be promoted and encouraged to increase optimal infant weight increment in 6-month-old infants. Keywords : infant weight increment, exclusive breastfeeding.
T-4873
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dipo Wicaksono; Pembimbing: Sandra Fikawati
S-6288
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Miranti Azmi; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Triyanti, Husnah Maryati
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungandengan perilaku pemberian ASI eksklusif pada Ibu yang memiliki bayi 6-12 bulandi wilayah kerja Puskesmas Kemang, Kabupaten Bogor. Penelitian inimenggunakan desain cross-sectional. Pengambilan data dilakukan pada April-Mei2016 kepada 94 Ibu yang memiliki bayi 6-12 Bulan di wilayah kerja PuskesmasKemang. Instrumen penelitian berupa kuesioner. Hasil penelitian menunjukanbahwa 38,3% Ibu memberikan ASI eksklusif kepada bayinya. Hasil uji statistikmenunjukan bahwa terdapat hubungan bermakna antara pendidikan Ibu, promosisusu formula, pengetahuan, sikap, dukungan suami, dukungan keluarga dandukungan mertua dengan (p-value < 0,05) terhadap perilaku pemberian ASIeksklusif.Kata Kunci : ASI eksklusif, pendidikan, pengetahuan, sikap, dukungan, promosisusu formula.
Read More
S-9093
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ida Ristiana; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Ahmad Syafiq, Ratu Ayu Dewi Sartika, Anies Irawati, Sutanto
Abstrak:
Kesulitan penurunan berat badan ibu setelah melahirkan meningkatkan resikoobesitas pada perempuan usia subur. Menyusui diyakini mampu mendukungpenurunan berat badan karena ekstra energi yang dikeluarkan denganmemobilisasi cadangan lemak yang ditimbun sewaktu hamil. Penelitian tesis inibertujuan membuktikan adanya hubungan antara menyusui dengan penurunanberat badan postpartum 6 bulan. Desain penelitian adalah crossectional study,dengan responden 90 orang. Diperoleh hasil adanya hubungan signifikan statusmenyusui dengan penurunan berat badan postpartum 6 bulan dengan nilai OR12,38 setelah dikontrol faktor lainnya. Faktor lain yang berhubungan denganpenurunan berat badan postpartum adalah asupan energi (nilai OR 4,58) danaktivitas fisik (nilai OR 2,39). Hasil penelitian ini membuktikan bahwa untukmenurunkan berat badan ibu postpartum 6 bulan > 2,5 kg, ibu harus menyusuibayinya secara predominan hingga 6 bulan, mengonsumsi asupan energi yangadekuat dan meningkatkan aktivitas fisik .Kata kunci : menyusui, penurunan berat badan postpartum.
Difficulty maternal weight loss after giving birth increases the risk of obesity inchildberaring age women. Breastfeeding is believed to suppport the weight lossbecause of the extra energy expended by mobilized fat deposits during pregnancy.This research is purpose to prove the relationship between breastfeeding andweight loss 6 months postpartum mother. The research design is crossectionalstudy, with 90 respondens. After controlled other factor, there is significantrelationship between breastfeeding and weight loss 6 month postpartum mother(OR 12,39). Other factors associated with 6 months postpartum weight lossmother are energy intake (OR 4,58) physical activity (OR 2,39). The result of thisstudy prove that to loss weight 6 months postpartum mother > 2,5kg, mothershould breastfeed their babies predominantly up to 6 months, consume adequateenergy intake and increasing physical activity.Keyword : breastfeeding, postpartum weight loss.
Read More
Difficulty maternal weight loss after giving birth increases the risk of obesity inchildberaring age women. Breastfeeding is believed to suppport the weight lossbecause of the extra energy expended by mobilized fat deposits during pregnancy.This research is purpose to prove the relationship between breastfeeding andweight loss 6 months postpartum mother. The research design is crossectionalstudy, with 90 respondens. After controlled other factor, there is significantrelationship between breastfeeding and weight loss 6 month postpartum mother(OR 12,39). Other factors associated with 6 months postpartum weight lossmother are energy intake (OR 4,58) physical activity (OR 2,39). The result of thisstudy prove that to loss weight 6 months postpartum mother > 2,5kg, mothershould breastfeed their babies predominantly up to 6 months, consume adequateenergy intake and increasing physical activity.Keyword : breastfeeding, postpartum weight loss.
T-4716
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Abdullah; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Salimar; Diah Mulyawati Utari
Abstrak:
Berat badan kurang dapat didefinisikan sebagai berat badan yang rendah akibat konsumsi zat gizi yang tidak mencukupi kebutuhan dalam waktu tertentu. Tujuan penelitian mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi anak. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian cross sectional, dengan jumlah sampel sebesar 356 sampel. Analisis yang digunakan univariat dan bivariat. Variabel bebas yang diteliti dalam penelitian ini adalah penyakit infeksi, kebersihan lingkungan, pemberian ASI eksklusif, umur ibu, pemantauan pertumbuhan, penggunaan pelayanan kesehatan, jumlah anggota keluarga dan kebiasaan merokok dalam keluarga. Variabel terikat yang diteliti adalah berat badan kurang. Berdasarkan hasil analisis status gizi pada anak diperoleh anak yang memiliki status gizi berat badan kurang yaitu 25,5 persen (93 orang). Hasil uji statistik dengan uji chi-square diperoleh analisis variabel penyakit infeksi (p-value= 1,000), sanitasi lingkungan (p-value = 0,157), pemberian ASI eksklusif (p-value = 0,491), umur ibu (p-value= 1,000), jumlah balita di dalam satu keluarga (p-value= 0,396), jumlah anggota keluarga (p-value= 0,330), pemantauan pertumbuhan (p-value= 0,396), pemanfaatan fasilitas kesehatan (p-value= 0,815) dan kebiasaan merokok dalam keluarga diperoleh (p- value= 1,000) kesimpulan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna dengan berat badan kurang. Disarankan untuk meningkatkan kesadaran dalam upaya pencegahan masalah gizi anak, untuk memantau pertumbuhan anak secara teratur melalui penimbangan serta penggunaan layanan kesehatan serta meningkatkan program penyuluhan dan edukasi perilaku hidup bersih dan sehat dan pentingnya makanan yang beragam dan bergizi seimbang.
Underweight can be defined as low body weight due to consumption of nutrients that are not sufficient for a certain time. The purpose of the study was to determine the factors related to the nutritional status of children. This research is a quantitative research using a cross sectional research design, with a total sample of 356 samples. The analysis used univariate and bivariate. The independent variables studied in this study were infectious diseases, environmental hygiene, exclusive breastfeeding, maternal age, growth monitoring, use of health services, number of family members and smoking habits in the family. The dependent variable studied was underweight. Based on the results of the analysis of the nutritional status of children, it was found that children who had nutritional status were underweight, namely 25.5 percent (93 people). The results of statistical tests with chi-square test obtained analysis of infectious disease variables (p-value = 1,000), environmental sanitation (p-value = 0.157), exclusive breastfeeding (p-value = 0.491), maternal age (p-value = 1,000 ), number of children under five in one family (p-value = 0.396), number of family members (p-value = 0.330), growth monitoring (p-value = 0.396), utilization of health facilities (p-value = 0.815) and smoking habits in the family obtained (p-value = 1,000) the conclusion that there is no significant relationship with underweight. It is recommended to increase awareness in efforts to prevent child nutrition problems, to monitor children's growth regularly through weighing and the use of health services and to increase counseling and education programs on clean and healthy living behavior and the importance of a diverse and balanced diet.
Read More
Underweight can be defined as low body weight due to consumption of nutrients that are not sufficient for a certain time. The purpose of the study was to determine the factors related to the nutritional status of children. This research is a quantitative research using a cross sectional research design, with a total sample of 356 samples. The analysis used univariate and bivariate. The independent variables studied in this study were infectious diseases, environmental hygiene, exclusive breastfeeding, maternal age, growth monitoring, use of health services, number of family members and smoking habits in the family. The dependent variable studied was underweight. Based on the results of the analysis of the nutritional status of children, it was found that children who had nutritional status were underweight, namely 25.5 percent (93 people). The results of statistical tests with chi-square test obtained analysis of infectious disease variables (p-value = 1,000), environmental sanitation (p-value = 0.157), exclusive breastfeeding (p-value = 0.491), maternal age (p-value = 1,000 ), number of children under five in one family (p-value = 0.396), number of family members (p-value = 0.330), growth monitoring (p-value = 0.396), utilization of health facilities (p-value = 0.815) and smoking habits in the family obtained (p-value = 1,000) the conclusion that there is no significant relationship with underweight. It is recommended to increase awareness in efforts to prevent child nutrition problems, to monitor children's growth regularly through weighing and the use of health services and to increase counseling and education programs on clean and healthy living behavior and the importance of a diverse and balanced diet.
S-10952
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ardelia; Pembimbing: Endang L. Achadi; Penguji: Sandra Fikawati, Anies Irawati
S-10503
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Neng Isti Pertiwi; Pembimbing: Kusdinar Achmad; Penguji: Yvonne M. Indrawani, Nabilah Abdurrahman
S-5283
Depok : FKM-UI, 2008
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Aniza Rizky Aprilya Sirait; Pembimbing: Endang L. Achadi;Penguji: Siti Arifah Pudjonarti, Tiara Luthfie
Abstrak:
Praktik MP-ASI yang buruk dapat menyebabkan kekurangan gizi pada anak-anak.Minimum dietary diversity (MDD) merupakan salah satu penentu status gizi anak dantelah ditemukan dapat memprediksi terjadinya stunting. Penelitian ini membahasmengenai faktor-faktor yang berhubungan dengan capaian MDD pada anak yang diberiASI usia 6-23 bulan berdasarkan data SDKI tahun 2017. Penelitian ini menggunakan ujiChi-square dan uji regresi logistik ganda untuk menganalisis 2.976 sampel WUS.Terdapat 52,8% anak yang diberi ASI usia 6-23 bulan di Indonesia tahun 2017 telahmengonsumsi setidaknya lima dari delapan kelompok makanan. Namun, masih terdapat47,2% anak yang belum memenuhi capaian MDD tersebut. Usia anak, pendidikan ibu,status bekerja ibu, akses terhadap media, kekayaan rumah tangga, dan pendidikan ayah,peran ayah, kunjungan ANC, penolong persalinan, tempat persalinan, dan wilayah tempattinggal ditemukan memiliki hubungan yang bermakna dengan capaian MDD anak.Namun, hanya usia anak, tingkat pendidikan ibu, status bekerja ibu, kekayaan rumahtangga, peran ayah, penolong persalinan, dan wilayah tempat tinggal yang lolos kepemodelan multivariat akhir yang mempengaruhi capaian MDD. Faktor dominan yangmempengaruhi capaian MDD anak adalah usia anak 6-11 bulan. Anak yang berusia 18-23 bulan berpeluang mengonsumsi lima atau lebih kelompok makanan sebesar 5,8 kalilebih tinggi dibandingkan dengan anak yang berusia di bawah 6-11 bulan. Masih terdapatseparuh anak Indonesia belum memenuhi capaian MDD. Perlu adanya intervensi di masamendatang yang menargetkan ibu yang memiliki bayi dan anak kecil melalui programpeningkatan kesadaran untuk mendorong pertumbuhan anak-anak dengan memberikandiet yang lebih beragam sejak awal diperkenalkan makanan.
Kata kunci:Anak usia 6-23 bulan; minimum dietary diversity; MP-ASI; SDKI 2017.
Read More
Kata kunci:Anak usia 6-23 bulan; minimum dietary diversity; MP-ASI; SDKI 2017.
S-10502
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Eka Putri Pertiwi; Pembimbing: Endang L. Achadi; Penguji: Siti Arifah Pudjonarti, Rahmawati
Abstrak:
Penelitian ini ingin mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pemberian suplemen vitamin A pada balita usia 6-59 bulan di Indonesia berdasarkan analisis data SDKI 2017. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain studi cross-sectional yang melibatkan 1.728 balita usia 6-59 bulan di Indonesia. Hasil penelitian membuktikan adanya hubungan yang signifikan antara pendidikan ibu, usia balita, riwayat imunisasi balita, kunjungan Antenatal Care (ANC), kunjungan Postanatal Care (PNC), tempat persalinan, dan keterpaparan media televisi dengan kepatuhan pemberian suplemen vitamin A. Riwayat imunisasi adalah faktor yang paling dominan berhubungan dengan kepatuhan pemberian suplemen vitamin A pada balita. Dengan demikian, penelitian ini menyarankan agar penguatan program imunisasi pada balita, edukasi kesehatan, kualitas kunjungan ANC dan PNC, serta pemanfaatan fasilitas kesehatan dan media terus ditingkatkan guna mencapai cakupan suplementasi vitamin A pada balita yang lebih baik.
Read More
S-10778
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Erna Rosmanindar; Pembimbing: Yvonne Magdalena Indrawani; Penguji: Engkus Kusdinar Achmad, Fatmah Yusron, Lucya Veronica Pardede, Fajrinayanti
T-4059
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
