Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 34566 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Amal, Arifa; Pembimbing: Wahyu Kurnia Yusrin Putra; Penguji: Trini Sudiarti, Eti Rohati
Abstrak: Prevalensi status gizi lebih dan obesitas secara nasional mengalami kenaikan yangsignifikan dari tahun 2013 ke 2018 menurut data Riset Kesehatan Dasar RepublikIndonesia. Salah satu penyebab utamanya adalah meningkatnya tren konsumsi tinggikalori namun rendah zat gizi. Literasi pangan diketahui memiliki potensi untukmengubah tren konsumsi tersebut menjadi pola makan yang sehat. Literasi pangandidefinisikan sebagai gabungan pengetahuan, keterampilan, dan perilaku seseorangterkait pangan untuk dapat memenuhi kebutuhan gizinya dalam situasi yang dinamis.Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui proporsi tingkat literasi pangan total, fungsional,interaktif, dan kritikal dan faktor-faktor yang mempengaruhinya pada mahasiswasarjana reguler Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia tahun 2019. Penelitiandilakukan menggunakan kuesioner online secara cross-sectional dengan tingkat responsebesar 84,5% (n=197). Data dianalisis dengan uji Chi-square. Hasil analisis bivariatmenunjukkan adanya perbedaan proporsi literasi pangan interaktif berdasarkan angkatan(p=0,044; OR: 2,056) dan tingkat ketahanan pangan (p=0,024; OR: 0,471), sertaperbedaan proporsi literasi pangan kritikal berdasarkan angkatan (p=0,002; OR: 3,593).Untuk meningkatkan literasi pangan mahasiswa serta menyediakan lingkungan yangpositif untuk implementasinya, Fakultas Ilmu Keperawatan dapat melakukan intervensiberupa pengayaan materi edukasi gizi pada mata kuliah serta menerapkan regulasi dikantin fakultas untuk menyertakan label informasi gizi pada menu makanan yang dijual.Kata kunci:Mahasiswa, literasi pangan, literasi pangan fungsional, literasi pangan interaktif, literasipangan kritikal.
Read More
S-10235
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Jusephina; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Fatmah, Marudut
Abstrak: Literasi gizi adalah tingkatan dimana seseorang memiliki kapasitas untuk menperoleh, memproses, dan memahami informasi dasar seputar gizi. Literasi gizi dapat memengaruhi pembentukan pola makan pada usia remaja dan dewasa muda. Skripsi ini meneliti tingkat literasi gizi pada mahasiswa untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengannya, antara lain jenis kelamin, rumpun ilmu kesehatan dan non kesehatan, dan tingkat uang saku. Desain studi yang digunakan adalah cross sectional kepada 373 mahasiswa sarjana Universitas Indonesia angkatan 2017 dengan menggunakan instrumen kuesioner yang terdiri dari tiga domain literasi fungsional, interaktif, dan kritikal. Data dianalisis dengan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan 47.2% responden memiliki literasi gizi tidak adekuat. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan bermakna antara rumpun ilmu kesehatan dan non kesehatan dengan tingkat literasi gizi total (p = 0.000, OR = 4.6). Rumpun ilmu kesehatan dan non kesehatan juga berhubungan bermakna dengan literasi gizi fungsional (p = 0.000, OR = 2.9), dengan literasi gizi interaktif (p = 0.002, OR = 2.5), dan dengan literasi gizi kritikal (p = 0.001, OR = 2.7). Kata kunci: Jenis Kelamin, Literasi gizi, Mahasiswa sarjana tahun pertama, Rumpun ilmu kesehatan dan non kesehatan, Uang saku. Nutrition literacy is defined as the degree to which individual has the capacity to obtain, process, and understand about basic nutrition information. Nutrition literacy can affect the formation of different diet in adolescents and young adults. This thesis examines the level of nutrition literacy among first-year undergraduate students to know about the factors associated with it, including gender, clusters of health and non-health science, and allowance. This study used cross-sectional design to 373 first-year undergraduate students in University of Indonesia by using the questionnaire instrument consisting of three domains: functional, interactive, and critical. Data were analyzed by chi-square test. The result showed that 47,2% of respondents had inadequate nutrition literacy. The result of bivariate analysis showed that there is a significant correlation between health science and non health science cluster with the total nutrition literacy rate (p = 0.000, OR = 4.6). Health science and non health science cluster were also significantly associated with the functional nutrition literacy (p = 0.000, OR = 2.9), interactive nutrition literacy (p = 0.002, OR = 2.5), and critical nutrition literacy (p = 0.001, OR = 2.7). Key words: Allowance, First-year undergraduate students, Gender, Health science and non health science cluster, Nutrition Literacy
Read More
S-9748
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Deasy Andesbrenta Sadikin; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Ahmad Syafiq, Fajrinayanti
Abstrak: Penelitian ini mengukur perbedaan proporsi literasi gizi pada mahasiswa S1 reguler aktif di Universitas Indonesia berdasarkan rumpun ilmu, jenis kelamin, tingkat pendidikan ayah, tingkat pendidikan ibu, uang saku, dan penggunaan media. Desain studi yang digunakan adalah desain cross-sectional dengan metode quota sampling untuk mendapatkan 130 sampel mahasiswa dari Rumpun Ilmu Kesehatan dan 130 sampel mahasiswa Rumpun Ilmu Non-Kesehatan. Hasil penelitian ini menunjukkan mayoritas mahasiswa UI pada tahun 2021 memiliki tingkat literasi gizi adekuat (62,7%).
Read More
S-10678
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Karina Friadita; Pembimbing: Dien Anshari; Penguji: Ahmad Syafiq, Evi Martha, Nenden Solihatul Zannah, Susmiati
Abstrak:
Literasi gizi telah didefinisikan sebagai kapasitas untuk memperoleh, mengolah, dan memahami informasi gizi dan keterampilan yang diperlukan untuk membuat keputusan gizi yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat literasi gizi fungsional pada mahasiswa program sarjana Angkatan 2018 Universitas Andalas di Sumatera Barat serta faktor-faktor yang berhubungan dengannya. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari Studi Literasi Kesehatan 2019 dengan sampel penelitian mahasiswa angkatan 2018 dari 15 fakultas di Universitas Andalas (n=363). Pengukuran literasi gizi fungsional pada mahasiswa ini menggunakan alat instrumen yakni The Newest Vital Sign (NVS). Hasil Penelitian ini menunjukkan rata-rata skor tingkat literasi gizi fungsional mahasiswa sebesar 2,65 yakni termasuk kurang memadai. Terdapat hubungan yang signifkan antara suku, bidang keilmuan dan kepemilikan asuransi dengan tingkat literasi gizi fungsional mahasiswa. Diperlukan program edukasi untuk meningkatkan pemahaman literasi gizi fungsional pada mahasiswa seperti seminar tahunan atau diskusi publik bersama professional

Nutritional literacy has been defined as the capacity to acquire, process and understand information and the skills needed to make appropriate nutritional decisions. This study aims to determine the level of functional nutrition literacy in students Batch 2018 Andalas University undergraduate program in West Sumatra and the factors related to it. This study used secondary data from the 2019 Health Literacy Study with a sample of 2018 batch students from 15 faculties at Andalas University (n=363). The instrument that been used in this research is The Newest Vital Sign (NVS). The results of this study show that the average score for thefungctional nutrition literacy level of students is 2.65 out of a scale of 4, limited literacy. There is a significant relationship between ethnicity, academic background and insurance ownership with the level of student nutritional literacy. Educational programs are needed to increase understanding of nutritional literacy in students such as annual seminars or public discussions with professionals
Read More
T-6645
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rizka Kharisma Putri; Pembimbing: Endang L. Achadi; Penguji: Ayu Dewi Sartika, Tiara Lutfie
S-8375
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fardilla Fitriyani Sumardi; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Heras Ganefi Tamara
Abstrak: Obesitas merupakan masalah kesehatan masyarakat yang dapatmeningkatkan risiko hipertensi, dislipidemia, diabetes tipe 2, penyakit jantungkoroner, stroke, osteoartritis, dan kanker. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui hubungan perilaku sedentary, asupan gizi, pola makan, kebiasaanmengkonsumsi makanan dan minuman ringan tinggi energi, pengetahuan gizi, danjenis kelamin dengan obesitas pada mahasiswa S1 Reguler FIB UI. Penelitian inimenggunakan desain studi cross-sectional yang dilaksanakan pada bulan Februarihingga Juni 2017. Sampel yang digunakan adalah mahasiswa S1 Reguler laki-lakidan perempuan sebanyak 151 mahasiswa dari setiap angkatan. Pengumpulan datadilakukan dengan pengukuran berat badan dan tinggi badan, pengisian kuesionermandiri, serta wawancara 2x24 hours food recall. Prevalensi obesitas sebesar22,5%. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan antara perilaku sedentary(p-value:0,004), kebiasaan mengkonsumsi makanan ringan tinggi energi (p-value:0,024), dan kebiasaan mengkonsumsi minuman ringan tinggi energi (p-value:0,000) dengan obesitas. berdasarkan hasil penelitian disarankan agarmahasiswa lebih aktif secara fisik dan mengurangi konsumsi makanan danminuman ringan tinggi energi.
Kata kunci : Obesitas, mahasiswa, perilaku sedentary, kebiasaan konsumsimakanan dan minuman ringan tinggi energi
Read More
S-9570
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nienda Biellani; Pembimbing: Wahyu Kurnia Yusrin Putra; Penguji: Ahmad Syafiq, Khoirul Anwar
Abstrak:
Kerawanan pangan terjadi ketika ketersediaan makanan yang bergizi dan aman atau kemampuan untuk memperoleh makanan menjadi terbatas atau tidak pasti karena keterbatasan ekonomi, sosial, atau fisik. Akibatnya terjadi kelaparan dan kekurangan gizi pada tingkat komunitas, rumah tangga, dan individu. Beberapa studi menunjukkan bahwa mahasiswa yang melanjutkan pendidikan ke jenjang universitas sering menghadapi masalah kerawanan pangan. Masalah finansial merupakan faktor utama terjadinya kerawanan pangan di kalangan mahasiswa. Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia memiliki tingkat literasi gizi paling rendah di antara fakultas lainnya sehingga lebih rentan terdampak kerawanan pangan. Penelitian mengukur perbedaan status kerawanan pangan berdasarkan tempat tinggal dan faktor-faktor yang berhubungan seperti alokasi biaya makan, sumber ketersediaan pangan, akses pangan, pendapatan pribadi, tahun kuliah, dan jenis kelamin. Penelitian dilakukan menggunakan kuesioner g-form pada bulan April – Mei 2025. Desain penelitian yang digunakan adalah desain studi potong lintang dan digunakan metode accidental sampling untuk memperoleh 166 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan status kerawanan pangan yang signifikan berdasarkan tempat tinggal pada mahasiswa (p-value=0,001). Mahasiswa indekos (25,9%) mengalami kejadian rawan pangan lebih banyak dibandingkan dengan mahasiswa yang tinggal di rumah orang tua (11,4%). Hal ini didukung oleh perbandingan faktor-faktor yang berhubungan secara signifikan berdasarkan tempat tinggal. Hasil Mann Whitney menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada alokasi biaya makan (p-value=0,003), pendapatan pribadi (p-value=0,001, dan akses pangan (p-value=0,001). 

Food insecurity occurs when the availability of nutritious and safe food or the ability to acquire food becomes limited or uncertain due to economic, social, or physical constraints. As a result, hunger and malnutrition arise at the community, household, and individual levels. Several studies indicate that students pursuing university education often face food insecurity issues, with financial constraints being the primary contributing factor. Among the faculties at the University of Indonesia, Law Faculty students exhibit the lowest nutritional literacy levels, making them more vulnerable to food insecurity. This study examines differences in food insecurity status based on residence and related factors, including meal budget allocation, food sources, food access, personal income, academic year, and gender. The research was using a Google Forms questionnaire from April to May 2025. A cross-sectional study design was employed, with accidental sampling yielding 166 respondents. The findings reveal a significant difference in food insecurity status based on residence (p-value = 0.001). Boarding students (25.9%) experienced higher food insecurity compared to those living with their parents (11.4%). This disparity is further supported by significant differences in related factors based on residence. The Mann-Whitney test indicates notable variations in meal budget allocation (p-value = 0.003), personal income (p-value = 0.001), and food access (p-value = 0.001).
Read More
S-11982
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aschella Febrina; Pembimbing: Kusharisupeni; Penguji: Siti Arifah Pujonarti, Dewi Damayanti
S-7260
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fitya Safira Birahmatika; Pembimbing: Fatmah; Penguji: Trini Sudiarti, Ganefi, Hera
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan sarapan, karakteristik individu, asupan energi dan zat gizi, kebiasaan mengemil, aktivitas fisik, durasi tidur, dan tingkat stres pada mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Status gizi diukur dengan pengukuran tinggi badan dan penimbangan berat badan. Kebiasaan sarapan, karakteristik individu, kebiasaan mengemil, durasi tidur, dan tingkat stres diukur dengan kuesioner yang diisi sendiri. Asupan energi dan zat gizi diukur dengan wawancara Food Frequency Questionnaire semi-kuanititatif. Aktivitas fisik diukur dengan wawancara Global Physical Activity Questionnaire. Desain penelitian menggunakan cross-sectional dengan sampel sebanyak 142 responden. Penarikan sampel menggunakan teknik systematical simple random dan pengambilan data dilakukan selama bulan AprilMei 2015. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara jenis kelamin (P value=0,015), status merokok (P value=0,008), asupan energi (P value=0,000), asupan karbohidrat (P value=0,025), dan asupan lemak (P value=0,004) dengan status gizi. Disarankan agar mahasiswa mengatur pola makan yang lebih sehat dan menjaga aktivitas fisiknya. Di samping itu, Fakultas Teknik Universitas Indonesia mendukung adanya kerja sama dengan instansi atau lembaga yang bekerja di bidang gizi dan kesehatan.
Kata kunci : Mahasiswa, status gizi, kebiasaan sarapan, asupan zat gizi

Nutritional status is one of many determinants of health status. This research aims to describe the association between breakfast consumption, individual characteristics, energy and nutrient intake, snacking habit, physical activity, sleep duration, and stress of college students in Engineering Faculty Universitas Indonesia. Nutritional status is measured by measuring height and weight. Data about breakfast consumption, individual characteristics, snacking habit, sleep duration, and stress were collected by using self-registered questionnaire. Energy and nutrient intake were collected by conducting interview using semiquantitative Food Frequency Questionnaire. Physical activity was measured using Global Physical Activity Questionnaire by conducting interview. This research was quantitative research using cross-sectional study design involving 142 respondents. The sampling technique used systematical simple random. The data were collected during April-May 2015. The data were analyzed using Chi-Square test. The result shows that sex (P value=0,015), smoking status (P value=0,008), energy intake (P value=0,000), carbohydrate intake (P value=0,025), and fat intake (P value=0,004) were statistically associated with nutritional status. College students are suggested to eat more healthily and manage their physical activity. The faculty is suggested to support having a collaborative event related to nutrition and health.
Keywords : College students, nutritional status, breakfast consumption, nutrient intake
Read More
S-8647
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Adek Suryani; Pembimbing: Kusharisupeni Djokosujono; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Hera Ganwfi
Abstrak: Penyimpangan perilaku makan merupakan sekelompok gangguan yang ditandai dengan sikap dan kebiasaan makan yang abnormal, dimana gangguan tersebut akan berdampak negatif terhadap kesehatan. Mahasiswa merupakan salah satu kelompok yang memiliki risiko terjadinya kecenderungan penyimpangan perilaku makan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kecenderungan penyimpangan perilaku makan pada mahasiswa FISIP dan FIB UI tahun 2017. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain studi cross sectional. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 177 orang mahasiswa dengan menggunakan teknik accidental sampling. Penelitian dilakukan pada April hingga Mei 2017. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan serta pengisian kuesioner. Analisis data dilakukan dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 88,1% responden memiliki kecenderungan penyimpangan perilaku makan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa IMT (Pvalue=0,010), citra tubuh (P-value=0,000), riwayat diet (P-value=0,002) dan pengaruh keluarga (P-value=0,005) berhubungan dengan terjadinya penyimpangan perilaku makan. Hasil dari penelitian ini menyarankan agar masing-masing fakultas dan organisasi kemahasiswaan dapat bekerja sama dalam melakukan kegiatan promosi gizi mengenai penympangan perilaku makan.
Kata kunci : kecenderungan penyimpangan perilaku makan, IMT, citra tubuh, riwayat diet, pengaruh keluarga.

Eating behavior is a group of disorders characterized by abnormal attitude and eating habits, where the disorder will have a negative impact on health. Students are one of the groups that have a risk of eating disorder tendency. This study aims to determine the factors associated with the tendency of eating disorder in College Students in The FISIP and FIB UI at 2017. The method used in this study is cross sectional design. The samples in this study are 177 of college students which were taken with accidental sampling. The study was done at April to Mei 2017. The data were collected through measurement of weight and height also the fulfillment of the questionnaire. The results showed that 88.1% of respondents have a tendency of eating disorder. The conclusion of this study is IMT (P-value = 0,010), body image (P-value = 0,000), diet history (P-value = 0,002) and family influence (P-value = 0,005) have signifikan association with tendency of eating disorder. Therefore, the Institutions and college students organization need to build teamwork to socialize about health tendency of eating disorder.
Keywords: tendency of eating disorder, BMI, body image, diet history, family influence.
Read More
S-9379
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive