Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 40074 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Astrina Aulia; Pembimbing: Meily Kurniawidjaja; Penguji: Dadan Erwandi, Indri Hapsari Susilowati, Raymos Hutapea, Wahyu Suprapti
Abstrak: Tujuan: Penelitian WHO telah menetapkan burnout sebagai fenomena kelelahan bekerja dan mengklasifikasikannya ke dalam penyakit internasional terbaru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor psikososial dan kejadian Burnout pada perawat unit rawat jalan dan rawat inap di RS A.A. tahun 2019.
Metode: Metode penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional untuk menganalisis hubungan faktor demografi (jenis kelamin, masa kerja, unit kerja dan status pernikahan) dan faktor psikososial (komitmen organisasi, gaya kepemimpinan, kepuasan kerja, dukungan sosial, kontrol kerja, beban kerja dan beban emosional) dengan kejadian burnout. Sampel terdiri dari 93 perawat rawat jalan dan rawat inap yang diambil dengan teknik Proportional Stratified Random Sampling. Penelitian berlangsung dari bulan November hingga Desember 2019.
Hasil: Burnout pada perawat unit rawat jalan dan rawat inap sebesar 50,5%. Terdapat dua variabel yang berhubungan dengan burnout yaitu jenis kelamin (p = 0,04) dan beban kerja dengan (p = 0,005).
Simpulan: Hasil telitian mendapatkan laki-laki berisiko 3,8 kali mengalami burnout dibandingkan rekan kerjanya yang wanita. Diduga sebagai penyebabnya yaitu laki-laki jarang menyalurkan rasa stres mereka dan sulit untuk bersosialisasi atau terbuka ketika membicarakannya. Faktor psikososial hanya beban kerja berhubungan dengan burnout, di mana beban kerja berat sebagai faktor risiko.

Objectives
WHO has designated burnout as a phenomenon of work fatigue and classifies it into the
latest international disease. This study aims to determine psychosocial factors and the
incidence of burnout in outpatient and inpatient nurses at A.A. Hospital in 2019.
Methods
Quantitative research methods with cross sectional study design to analyze the
relationship between demographic factors (gender, years of service, work units and
marital status) and psychosocial factors (organizational commitment, leadership style, job
satisfaction, social support, work control, workload and emotional burden ) with a burnout
event. The sample consisted of 93 outpatient and inpatient nurses taken by the
Proportional Stratified Random Sampling technique. The research took place from
November to December 2019
Results
Burnout in outpatient and inpatient nurses by 50.5%. There are two variables related to
burnout, namely gender (p = 0.04) and workload with (p = 0.005).
Conclusions
The results of a study found that men had a risk of experiencing burnout 3.8 times
compared to their female colleagues. It is suspected that the cause is that men rarely
channel their stress and find it difficult to socialize or be open when talking about it.
Psychosocial factors only workload associated with burnout, where heavy workload is a
risk factor.
Read More
T-5854
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nur Rizki Aprilianda; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Zulkifli Djunaidi; Mas Agung S. Adji
Abstrak: Di rumah sakit terdapat banyak sumber bahaya untuk keperluan medis dan non medis yang dapat menyebabkan kebakaran. Penelitian ini membahas tentang gambaran penerapan pada sistem proteksi kebakaran dan sarana penyelamatan jiwa di Gedung A Rumah Sakit X Depok. Desain penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif berdasarkan hasil observasional. Objek penelitian ini yaitu setiap elemen pada sistem proteksi kebakaran aktif, pasif, dan sarana penyelamatan jiwa di Rumah Sakit X Depok. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan hasil dari lembar tilik. Analisis dilakukan dengan melakukan perbandingan antara sistem proteksi kebakaran dan sarana penyelamatan jiwa dengan IFC, PAHO, NFPA 72, NFPA 13, NFPA 14, NFPA 10, NFPA 101, serta Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 26/PRT/M/2008 tentang Persyaratan Teknis Sistem Proteksi Kebakaran pada Bangunan Gedung dan Lingkungan. Berdasarkan hasil penelitian ini menggambarkan bahwa Rumah Sakit X Depok masih belum memprioritaskan keselamatan kebakaran di Gedung A dibuktikan dengan beberapa sistem proteksi kebakaran dan sarana penyelamatan jiwa yang masih belum memenuhi standar yang berlaku.
Kata kunci : rumah sakit, sistem proteksi kebakaran aktif, sistem proteksi kebakaran pasif, sarana penyelamatan jiwa.
Read More
S-10027
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Indraswari; Pembimbing: L. Meily Kurwidjaja; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Harry Trimurjatno
S-4185
Depok : FKM-UI, 2005
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Salma Qonita Thifal; Pembimbing: Laksita Ri Hastiti; Penguji: Baiduri Widanarko, Fitryani
Abstrak:
Penelitian ini membahas tentang analisis faktor risiko compassion fatigue (burnout & secondary tramatic stress) pada tenaga kesehatan yang bekerja di rumah sakit Jabodetabek. Compassion fatigue adalah fenomena yang dapat terjadi pada tenaga kesehatan yang dapat memengaruhi pekerjaan maupun individu. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kuantitatif potong lintang dan teknik simple random sampling dan analisis menggunakan analisis Chi Square dan regresi logistik untuk mengetahui nilai OR. Instrumen yang digunakan adan Professional Quality of Life Scale Version 5 (ProQOL). Ditemukan bahwa faktor pekerjaan yang signifikan terhadap compassion fatigue (burnout dan secondary traumatic stress) adalah kelompok tenaga kesehatan, shift kerja, panjang shift, lama kerja per minggu, departemen/unit kerja dan pengalaman kerja. Faktor individu terdiri dari jenis kelamin, umur, tingkat pendidikan, status perkawinan, tingkat aktivitas fisik, dan kualitas tidur. Faktor individu lainnya yaitu anak dan status merokok juga signifikan terhadap burnout sebagai salah satu bagian dari compassion fatigue. Rumah sakit perlu menerapkan pengaturan kerja yang lebih baik untuk mengurangi risiko compassion fatigue pada tenaga kesehatan.

This research discusses the analysis of risk factors for compassion fatigue (burnout & secondary traumatic stress) in health care workers working in Jabodetabek hospitals. Compassion fatigue is a phenomenon that can occur in health workers and can affect work and individuals. This research was conducted using quantitative cross-sectional methods and simple random sampling techniques and analysis using Chi Square analysis and logistic regression to determine the OR value. The instrument used was the Professional Quality of Life Scale Version 5 (ProQOL). It was found that the work factors that were significant for compassion fatigue (burnout and secondary traumatic stress) were the group of health care workers, work shifts, shift length, length of work per week, department/work unit, and work experience. Individual factors consist of gender, age, education level, marital status, physical activity level, and sleep quality. Other individual factors, namely children and smoking status, are also significant in burnout as a part of compassion fatigue. Hospitals need to implement better work arrangements to reduce the risk of compassion fatigue among health workers.
Read More
S-11573
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhammad Navis Mirza; Pembimbing: Baiduri Widanarko; Penguji: Dadan Erwandi, Robiana Modjo. Marina Tarigan. Syahrul Effendi Nasution
Abstrak: Tujuan Penelitian : Tenaga kesehatan professional seperti perawat yang secara langsung berinteraksi dengan pasien dapat menimbulkan terjadinya gejala burnout. Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan burnout pada pekerja terutama di area pekerjaan (Area of worklife), Oleh karena itu penulis berusaha untuk menganalisis faktor risiko dan burnout Pada perawat di rumah sakit swasta di jakarta. Metode: Metode penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional untuk menganalisis hubungan dengan faktor predisposisi area of worklife serta efeknya terhadap Burnout Hasil: Usia, masa kerja dan jenis kelamin. berhubungan emotional exhaustion, jenis kelamin dan status pernikahan berhubungan terhadap cynicism dan lack of personal efficacy. area of worklife (workload, control, reward, community, fairness, value) yang memiliki hubungan dengan burnout (exhaustion, cynicism, lack of personal efficacy).
Objectives: Health professionals such as nurses who can cause patients to experience burnout. There are several things that can cause burnout in workers, especially in the area of work (Area of work life) and arise from burnout such as less job satisfaction, lack of commitment to the company, and the desire to quit your job. Therefore, trying to analyze the risk factors and risk of fatigue in nurses in private hospitals in Jakarta. Methods: Quantitative research method with cross sectional study design to analyze the 3 dimensions of burnout and the relationship with predisposing factors in the field of work life and their effects on job satisfaction, desire to leave and workers in the company. Results: Age, years of service and gender. emotional exhaustion, gender and marital status associated with cynicism and a lack of personal trust. areas of work life (workload, control, reward, community, fairness, value) which have a relationship with burnout (fatigue, cynicism, lack of personal efficacy)
Read More
T-6062
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Riska Nur Hendriyanti; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Baiduri Widanarko, Dyah Fitri Wulandari
Abstrak: Kelelahan adalah suatu kondisi fisik dan / atau mental, yang mengakibatkanpekerja menjadi tidak fokus ketika bekerja dan berdampak negatif padapekerjaannya. Kelelahan merupakan salah satu dari tiga penyebab kesalahandalam pemberian obat. Konsekuensi dari kelelahan kerja perawat salah satunyaadalah terjadinya penurunan dalam mengantisipasi pekerjaan dan keselamatanpasien. Penelitian ini dilakukan untuk melihat adanya hubungan antara faktorterkait pekerjaan maupun non-pekerjaan dengan kelelahan kerja pada perawatUnit Rawat Inap di RSUD Kota Depok. Data yang dikumpulkan secarakeseluruhan diperoleh dari bidang terkait RSUD Kota Depok dengan subjekpenelitian adalah perawat Unit Rawat. Desain penelitian yang digunakan adalahcross sectional dengan menggunakan pendekatan metode kuantitatif (Chi Square).Hasilnya, tidak terdapat hubungan antara faktor terkait pekerjaan maupun non-pekerjaan dengan kelelahan kerja pada perawat Unit Rawat Inap RSUD KotaDepok.
Kata kunci : Kelelahan, perawat Unit Rawat Inap, faktor pekerjaan dan nonpekerjaan.
Read More
S-9071
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Machdalena Simanjuntak; Pembimbing: Izhar M. Fihir; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Adenan
S-7995
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Machdalena SimanjuntkX; Pembimbing: Izhar M. Fihir; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Adenan
S-7976
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hikmat Janika; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: L. Meily, Robiana Modjo, Wida Guslianti; Jubaedah
Abstrak:
Penyakit menular merupakan masalah kesehatan serius yang jika tidak ditangani maka dapat berdampak luas pada kehidupan masyarakat dan negara. Pencegahan dan pengendalian infeksi penyakit menular memiliki metode yang beragam bergantung pada jenis penyakit, lokasi atau negara tempat terjangkit serta epidemiologi dari penyakit tersebut. Lamanya pajanan virus dan viral load menyebabkan tingginya resiko tenaga kesehatan terpapar maupun terinfeksi COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pencegahan dan pengendalian penyakit menular di sebuah RS X terhadap perawat di ruang rawat inap. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif untuk menganalisis implementasi pencegahan dan pengendalian penyakit menular di sebuah RS X terhadap perawat di ruang rawat inap secara kuantitatif dengan dilihat dari faktor individu, faktor pekerjaan dan faktor pencegahan pengendalian infeksi (PPI). Pengambilan data dilakukan melalui formulr evaluasi mandiri upaya perlindungan tenaga kesehatan dan pekerja di rumah sakit dari KMK 413 dan 327 tahun 2020 dan data jumlah perawat rawat inap yang terkonfirmasi positif COVID-19 periode Oktober 2020 hingga September 2021. Kesiapsiagaan penerapan pencegahan penyakit menular di RS X sudah berjalan dengan baik dimana tidak terdapatnya hubungan signifikan antara faktor individu, hampir seluruh faktor pekerjaan dan faktor PPI terhadap keterpajanan COVID-19 pada perawat rawat inap RS X. Namun ketidaktersediaan dukungan psikososial dari rumah sakit memiliki hubungan signifikan terhadap keterpajanan pada perawat rawat inap RS X. Rumah Sakit X perlu melakukan mitigasi risiko yang tepat kepada perawat, melakukan promosi kesehatan berupa pendidikan dan pelatihan kerja serta menyusun program pencegahan distress kerja yang mengkombinasikan faktor aktifitas fisik dan dukungan pendampingan psikososial serta dilakukan penelitian lebih lanjut untuk memahami secara lebih mendalam faktor-faktor lainnya seperti komorbid responden, vaksinasi, dan faktor.

Infectious diseases are serious health problems that, if not properly handled, can have a significant impact on society and the country. Prevention and control of infectious diseases involve diverse methods depending on the type of disease, the location or country where the outbreak occurs, and the epidemiology of the disease. The prolonged exposure to viruses and viral load increases the risk of healthcare workers being exposed to and infected with COVID-19. This research aims to analyze the implementation of prevention and control measures for infectious diseases among nurses in the inpatient ward of Hospital X. The study uses a descriptive method to quantitatively analyze the implementation of infectious disease prevention and control measures among nurses in the inpatient ward of Hospital X, considering individual factors, work-related factors, and infection prevention and control measures (IPC). Data collection was done through self-evaluation forms on efforts to protect healthcare workers and staff in the hospital according to the regulations KMK 413 and 327 in 2020, as well as data on the number of inpatient nurses who tested positive for COVID-19 from October 2020 to September 2021. The preparedness for the implementation of infectious disease prevention in Hospital X is well-established, as there is no significant relationship between individual factors, almost all work-related factors, and IPC factors with the exposure to COVID-19 among inpatient nurses at Hospital X. However, the lack of psychosocial support from the hospital has a significant relationship with the exposure to COVID-19 among inpatient nurses at Hospital X. Therefore, it is hoped that Hospital X will implement appropriate risk mitigation measures for nurses, conduct health promotion through education and job training, and develop a program to prevent work-related distress that combines physical activity factors with psychosocial support and companionship.
Read More
T-6817
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Noorce Christiani Berek; Pembimbing: Chandra Satrya
S-3091
Depok : FKM-UI, 2003
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive