Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 34246 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Ivan Paulus Gunata; Pembimbing: Adik Wibowo; Penguji: Ede Surya Darmawan, Amal C. Sjaaf, M. Fanani, Hanung Prasetya
Abstrak: LATAR BELAKANG Begitu tinggi kasus gangguan jiwa yang dialami oleh prajurit baik dalam masa pertempuran maupun pasca tempur atau post-combat, salah satunya adalah Gangguan Terkait Stres. Timbulnya masalah yang dialami oleh prajurit dengan gangguan ini menghambat pelaksanaan tugas pokok dan perintah yang harus dilaksanakan oleh prajurit, dan dapat merusak hubungan dengan atasan ataupun rekan kerja hingga menimbulkan terjadinya berbagai pelanggaran. Prajurit yang seharusnya berperan sebagai benteng negara, pelindung rakyat justru dapat menimbulkan keresahan dan ketakutan pada masyarakat akibat gejala atau gangguan yang dialaminya. Terdapat berbagai stresor yang dapat dialami oleh personel militer sebagai individu, dan telah lama dikaitkan dengan Gangguan Terkait Stres. Merupakan suatu kebutuhan (need) untuk menemukan adanya hubungan stresor dengan gangguan ini, dan perlunya kebijakan serta sistem manajemen dalam pengendalian stres pada prajurit atau Combat Stress Control (CSC), baik dalam pencegahan maupun penanganan di lingkungan satuan tempur hingga fasilitas kesehatan rujukan. METODE Studi ini merupakan studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Responden dalam penelitian ini berjumlah 3 orang yang dipilih berdasarkan pusposive sampling dan penyaringan sesuai kriteria. Studi dilaksanakan selama 3 bulan dengan menggunakan instrumen Holmes and Rahe Stress Scale, Instrumen Penilaian Stres Psikososial, dan wawancara mendalam. HASIL Bertambahnya stresor dengan score total di atas 300 menurut Holmes and Rahe menyebabkan gangguan terkait stres pada prajurit. Stresor dapat menyebabkan stresor lain, dan memperlambat kesembuhan. Belum ada kebijakan dan sistem manajemen khusus Combat Stress baik di satuan tempur maupun di fasilitas kesehatan TNI dalam mengatasi hal ini. KESIMPULAN Perlu diminimalisir adanya stresor tambahan dalam kedinasan prajurit, terutama bagi prajurit yang mengalami Gangguan Terkait Stres. Cara meminimalisir melibatkan seluruh sektor baik dari kebijakan, sistem manajeman, hingga kemampuan personel dalam mengenali dan mengatasi stresor
Read More
B-2177
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Evi Deviyana; Pembimbing: Hendrik Manarang Taurany; Penguji: Mieke Savitri, Wahyu Sulistiadi, Dian Ekowati
B-1232
Depok : FKM UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Erie Dharma Irawan; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Purnawan Junadi, Achmad Subagio
Abstrak:

ABSTRAK

 Tesis ini membahas tentang kebijakan layanan kesehatan umum di Rumah Sakit Jiwa dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dianalisis memakai analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menyarankan agar dalam pelayanan rumah sakit jiwa dikembangkan layanan Consultation Liaison Psychiatry (CLP) sebagai center of excellent yang menunjukkan layanan kesehatan jiwa dan umum yang komprehensif dan terintegrasi.

ABSTRACT

This thesis discusses about general health care policy (non psychiatri) at dr. H. Marzoeki Mahdi Mental Hospital Bogor. This is a qualitative study were analyzed using content analysis (content analysis). The results of study suggest that develoving of psychiatri care in dr. H. Marzoeki Mahdi Mental Hospital should be focussed to developed Consultation Liaison Psychiatry (CLP) program as a centers of excellence. to realize a comprehensive and integrated service

Read More
B-1524
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Syanti Puspitasari; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Hadijah
Abstrak: Peningkatan mutu dan keselmatan pasien merupakan dua hal yang tidak bisadipisaahkan dan harus berkesinambungan. Upaya peningkatan mutu dan keselamatanpasien di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. DR. dr. MaharMardjono digambarkan melalui capaian indicator pelayanan menurut Standar PelayananMinimal Rumah Sakit yang belum mencapai standar. Penelitian ini dilakukan untukmenganalisis waktu tunggu pelayanan obat jadi pasien JKN dan aktivitas risikoterjadinaya medication error dengan prinsip lean thinking dan swiss cheese model. Jenispenelitian ini adalah operational research dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif.Data kualitatif diperoleh melalui proses observasi dan telaah dokumen, sedangkankuantitatif berdasarkan data waktu tunggu dari electronic health record dan waktutunggu hasil observasi. Hasil penelitian menunjukan waktu tunggu adalah 1 jam 3 menit11 detik, dengan waktu tunggu terlama adalah pada proses penerimaan resep (30 menit42 detik). Kegiatan VA (79%) yaitu 13 menit 13 detik. Aktivitas NVA (21%) denganwaktu 49 menit 21 detik. Waste terbanyak adalah pada kegiatan waiting denganpresentasi waktu 92% dari waktu NVA. Bottleneck pada penelitian ini diambil dariproses waktu tunggu terlama dan hasil analisis swiss chesse model pada tahapanpengkajian dan pemeriksaan sediaan obat.Usulan perbaikan berdasarkan hasil analisisproses pengkajian dan pelayanan resep obat jadi ini adalah perlu adanya penyusunanregulasi pengkajian dan pelayanan obat sesuai standar pelayanan kefarmasian, telaahprofil indicator waktu tunggu obat jadi sesuai SPM rumah sakit, perlu adanya analisisbeban kerja, dan monitoring supervise kajian pelayanan resep obat. Usulan perbaikandigambarkan dalam future state map dengan mereduksi aktivitas NVA yang dapatsecara langsung dihapuskan tanpa dilakukan intervensi.
Kata kunci: lean thinking, , medication error, swiss chesse model waktu tunggupelayanan
Quality improvement and patient safety are two things that cannot separated and mustbe continuous. Effort to improve quality and patient safety at Outpatient PharmacyPusat Otak Nasional Prof. DR.dr. Mahar Mardjono Hospital is described through theachievement of service indicators according to the hospital minimum service standardsthet have not resched the standard. This study was conducted to analyze the waitingtime for JKN patient medication services and risk activities of medication errors usingprinciples of lean thinking and the swiss cheese model. This type of research isoperational research with qualitative and quantitative approaches. Qualitative data isobtained through the process of observation and document review, while quantitativedata is based on waiting time data from electronic health records and waiting time forobservations. The result showed that the waiting time was 1 hour 3 minutes 11 seconds,with the longest waiting time was in the process of receiving the recipe (30 minutes 42seconds). Value_added activity (79%) was 13 minutes 13 seconds, non value addedactivity (21%) for 49 minutes 21 second. Most of waste is in waiting activities with apresentation time of 92% of the time for non value added. The bottleneck in this studywas taken from the longest waiting time process and the result of the swiss cheesemodel analysis at the assessment and examination stage of drug preparations.Reviewing the waiting time indicator profile for the finished medicine according to theSPM of the hospital. There is a need for workload analysis, and monitoring of thereview of prescription services. Proposed improvements are described in a future statemap by reducing non value added activity which can be directly eliminated withoutintervention.
Key words: lean thinking, medication error, swiss chesse model, medication error,service waiting time.
Read More
S-10439
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sri Juniarti Azis; Pembimbing: Budi Hidayat; Penguji: Anhari Achadi, Atik Nurwahyuni, Dience Meidiana, Yenny Nariswari Harumansyah
Abstrak: Pandemi COVID-19 menimbulkan dampak bagi Negara Indonesia dari sisi keuangan, sehingga pemerintah Indonesia harus memikirkan strategi pembiayaan pelayanan pasien COVID-19. Rumah sakit yang menyelenggarakan pelayanan COVID-19 dapat mengajukan klaim kepada Kementerian Kesehatan untuk mendapatkan penggantian biaya perawatan pasien. Dalam pelaksanaannya terdapat kendala yang dialami rumah sakit pada saat mengajukan klaim, yaitu jumlah dispute klaim yang tinggi. Dispute klaim merupakan klaim yang setelah dilakukan verifikasi oleh BPJS Kesehatan terdapat ketidaksesuaian antara RS dan BPJS Kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis gambaran penyebab dispute klaim COVID-19 ditinjau dari faktor input, proses, dan output di RSUD Matraman. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan kualitatif. Penelitian dilakukan di unit casemix RSUD Matraman pada bulan September-Desember 2020. RSUD Matraman adalah rumah sakit pemerintah yang berstatus BLUD yang membiayai sendiri operasional rumah sakitnya, sehingga jika pembayaran klaim ini tertunda maka cashflow rumah sakit akan terganggu. RSUD Matraman telah mengajukan klaim COVID-19 bulan pelayanan Maret-Agustus 2020 sebanyak 157 berkas. Jumlah klaim yang terdispute sebanyak 94 berkas (60%) lebih banyak dibandingkan jumlah klaim yang lolos verifikasi sebanyak 63 berkas (40 %). Hasil penelusuran didapatkan bahwa penyebab dispute klaim yang terjadi di RSUD Matraman disebabkan karena hasil swab yang tidak terlampir, resume medis yang tidak tepat dan juga tidak lengkap. RSUD Matraman segera menyelesaikan kasus dispute klaim yang terjadi supaya pembayaran klaim segera cair sehingga cashflow rumah sakit tidak terganggu.
The COVID-19 pandemic has a financial impact on the State of Indonesia, so the Indonesian government must think about a strategy for financing COVID-19 patient services. Hospitals that provide COVID-19 services can submit claims to the Ministry of Health to get reimbursement for patient care costs. In its implementation, there are obstacles experienced by hospitals when submitting claims, namely the high number of dispute claims. Dispute claims are claims that after verification by BPJS Kesehatan there is a mismatch between the Hospital and BPJS Kesehatan. This study aims to determine and analyze the description of the causes of the COVID-19 claim dispute in terms of input, process, and output factors at Matraman Hospital. This research is an observational study with a qualitative approach. The research was conducted at the casemix unit of the Matraman Hospital in September-December 2020. RSUD Matraman is a government hospital with a BLUD status that self-finances the operation of the hospital, so if this claim payment is delayed, the hospital cash flow will be disrupted. The Matraman Regional Hospital has submitted 157 COVID-19 claims for the month of service from March-August 2020. The number of claims that were dispatched was 94 files (60%), more than the number of claims that passed verification of 63 files (40%). The results showed that the cause of the dispute claim that occurred at the Matraman Regional Hospital was due to the results of the swab which was not attached, the medical resume was incorrect and also not complete. Matraman Regional Hospital immediately resolves the dispute claim case so that the claim payment is immediately disbursed so that the hospital cash flow is not disturbed
Read More
B-2163
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nining Tri Maryani; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Helen Andriani, Puput Oktamianti, Pamudji Utomo, I.B.G. Fajar Manuaba
Abstrak:
Tesis ini membahas analisis faktor-faktor keterlambatan klaim rawat inap BPJS Kesehatan kasus kecelakaan lalu lintas di rumah sakit khusus bedah Karima Utama Surakarta tahun 2020.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor input dan faktor-faktor proses yang mempengaruhi keterlambatan proses pengajuan klaim BPJS Kesehatan pada kasus kecelakaan lalu lintas di rumah sakit khusus bedah Karima Utama Surakarta. Penelitian ini adalah penelitian yang bersifat analitik dengan pendekatan kualitatif dan observasi. Dari penelitian ditemukan masih adanya keterlambatan klaim rawat inap BPJS Kesehatan kasus kecelakaan lalu lintas dengan lama hari 2-29 hari. Keterlambatan terjadi pada tahap input data pada aplikasi penjaminan kecelakaan lalu lintas oleh petugas baik petugas rumah sakit, kepolisian maupun jasa raharja. Keterlambatan juga terjadi pada tahap kodefikasi yaitu pada kelengkapan anamnesa dan resume medik pasien. Hasil penelitian menyarankan yaitu perbaikan pada faktor man yaitu peningkatan kualitas SDM, faktor method dengan pembuatan regulasi rumah sakit yang menjadi acuan petugas dalam melaksanakan tugas dan kewajibanya, peningkatan supervisi dari pimpinan sekaligus melakukan pembinaan kepada staf serta peningkatan koordinasi antara rumah sakit dengan kepolisian, jasa raharja dan BPJS Kesehatan. Diharapkan DPJP juga tertib dalam pengisian rekam medik dan usulan peningkatan rekam medik dengan rekam medik elektronik

This thesis discusses the analysis of BPJS K inpatient claim late claims in traffic accident cases at the Karima Utama Surakarta hospital in 2020. The purpose of this study is to determine the input factors and process factors that influence the delay in the BPJS claim submission process Health in the case of a traffic accident at the special hospital operating in Karima Utama Surakarta. This research is an analytic study with a qualitative approach and observation. From the research it was found that there were still delays in the BPJS K inpatient claims for traffic accident cases with a duration of 2- 29 days. Delays occur at the data input stage in the traffic accident guarantee application by officers both hospital staff, police and jasa raharja. Delay also occurs in the phase of coding that is the completeness of the patient's medical history and resume. The results of the study suggest improvement in the human factor, namely improving the quality of human resources, method factors by making hospital regulations as a reference for officers in carrying out their duties and responsibilities, increasing supervision from the leadership as well as providing guidance to staff and increasing coordination between the hospital and the police, jasa raharja and BPJS Kesehatan. It is expected that the DPJP is also orderly in filling out medical records and proposals to increase medical records quality with electronic medical records.

Read More
B-2150
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mohammad Zakir Chohan; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Helen Andriani, Vetty Yulianty Permanasari, Temmasonge Radi Paki, Titi Anggraeni
Abstrak: Perawat mempunyai fungsi kolaborasi dalam pemberian asuhan keperawatan dan kemampuan dalam penerapan 6 tepat pemberian obat meliputi : tepat pasien, tepat obat, tepat dosis, tepat waktu, tepat cara, dan tepat dokumentasi.Tujuan penelitian mengetahui perilaku profesional perawat dalam penerapan 6 tepat benar obat dan hubungan dengan karakteristik, pengetahuan, sikap,pemahaman etis&hukum serta humanisme dan kultur kompetensi yang mempengaruhi kinerja selama masa pandemic Covid-19. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif metode cross sectional dengan total sampel 50 perawat di ruang Intensive Care RSPI Prof Dr Sulianti Saroso. Analisis bivariat dengan Contiunity Corretion dan multivariat dengan regresi logistic berganda. Hasil penelitian menunjukan hubungan yang signifikan antar humanisme dan kultur kompetensi dengan perilaku profesional dalam penerapan 6 tepat pemberian obat (p Value 0,000) sejumlah 74.2%, dan pemahaman etis dan hukum dengan perilaku profesional perawat dalam penerapan 6 tepat pemberian obat (p value 0,043) sejumlah 63,39%. Hasil multivariat variabel humanisme dan kultur kompetensi menjadi faktor dominan perilaku profesional perawat dalam 6 tepat pemberian obat. Perilaku profesional perawat dalam penerapan 6 tepat pemberian obat mendukung peningkatan pelayanan terhadap keselamatan pasien dalam pemberian obat yang aman. Perilaku professional perawat menjadi penilaian sangat mendasar dalam proses kredensi untuk seleksi karyawan.Upaya penerapan.prinsip ini dapat dilakukan dengan pendidikan keperawatan berkelanjutan dan meningkatkan supervisi.
Nurses have a collaborative function in providing nursing care and the ability to implement appropriate 6 drugs, including: the right patient, the right drug, the right dose, the right time, the right way, and the right documentation. the relationship with the characteristics, knowledge, attitudes, ethical & legal understanding as well as humanism and the culture of competence that affect performance during the Covid-19 pandemic. This study used a quantitative approach with cross sectional method with a total sample of 50 nurses in the Intensive Care Room at RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso. Bivariate analysis with Contiunity Corretion and multivariate analysis with multiple logistic regression. The results showed a significant relationship between humanism and a culture of competence with professional behavior in the correct application of medication (p value 0.000) amounting to 74.2%, and ethical and legal understanding with professional behavior of nurses in the correct application of 6 drugs (p value 0.043). 63.39%. The multivariate results of humanism and competency culture variables are the dominant factors in the professional behavior of nurses in administering drugs. The professional behavior of nurses in the proper application of drug administration supports the improvement of services for patient safety in safe drug administration. The professional behavior of nurses is a very basic assessment in the credential process for employee selection. Efforts to implement this principle can be done by continuing nursing education and increasing supervision.
Read More
B-2221
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Seno Aji Wijanarkao; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Prastuti C. Soewondo, Puput Oktamianti, Budi Hartono, Amila Megraini
Abstrak: ICU sebagai bagian dari pelayanan Rumah Sakit (RS) harus mempertahankan mutu dan standar pelayanan. Dalam melayani pasien Jaminan Kesehatan Nasional, RS menggunakan tarif inaCBGs sistem paket menuntut RS melakukan kendali biaya dan mutu. Data bagian keuangan: banyak tagihan ICU, terutama yang berhubungan dengan pelayanan ventilator, dibayarkan dibawah tarif. Pada 2015 untuk kelas III 30% kasus dibayarkan defisit. Tahun 2016 tarif baru diberlakukan. Hal tersebut menjadi dasar penulis meneliti biaya satuan dan cost recovery rate (CRR) pelayanan ventilator dengan tarif lama dan baru. Populasi penelitian 4 pasien dengan diagnosis utama Respiratory Failure (J969), kode INA-CBG J- 1-20-III. Penelitian melalui telaah biaya terkait pelayanan ventilator, didapatkan biaya langsung dan tak- langsung dengan metode Step-down dan Relative Value Unit.

Hasilnya per pasien: biaya satuan aktual (BSA) Rp8.522.431 dan biaya satuan normatif (BSN) Rp1.429.657. Perbandingan tarif 2011 didapatkan CRR dengan BSA 14.55% dan BSN 85.34%. Dengan tarif 2016 CRR dengan BSA 15.92% dan BSN 93.38%. Untuk tarif BPJS 2014 CRR dengan BSA 10.62%(kelas 1), 9,11%(kelas 2), 7,59%(kelas 3). Untuk tarif BPJS tahun 2016 CRR BSA 16,86%(kelas 1), 14,45%(kelas 2), dan 12,04%(kelas3). Jika kapasitas dioptimalkan dengan rerata BOR, CRR BSN tarif BPJS2014 masing-masing sebesar 62,30%(kelas 1), 53,41%(kelas 2), 44,50%(kelas 3). Dengan tarif BPJS2016 CRR BSN 98.84%(kelas 1), 84,72%(kelas 2), dan 70,60%(kelas3). BSA penggunaan ventilator yang sangat tinggi oleh karena rendahnya kunjungan pasien dan tingginya nilai biaya investasi. Tingginya biaya ini juga menunjukkan support daerah masih dibutuhkan di RSUD Nunukan baik sebagai pengawas maupun pendukung finansial melalui APBD.

Kata kunci: biaya satuan; biaya satuan unit; biaya satuan normatif; cost recovery rate.
Read More
B-1936
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Vika Wahyudi Anggiri; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Ede Surya Darmawan, Septiara Putri, Iin Dewi Astuty, Hadijah Tahir
Abstrak: Resep elektronik merupakan salah satu sistem informasi berpusat kepada pelayanan dengan menghubungkan antara dokter dan apoteker yang bertujuan untuk meningkatkan keselamatan pasien, mengurangi ketidakefisienan dan mengurangi kesalahan pemberian obat. Penyelenggaraan resep elektronik bertujuan untuk memudahkan pengguna dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari. Namun, faktor kegunaan dan manfaat dari teknologi ini akan bergantung dari penerimaan pengguna dalam memanfaatkan teknologi yang ada. Tujuan penelitian untuk mengetahui dan menganalisa pengaruh penerimaan penggunaan terhadap resep elektronik dengan pendekatan Technology Acceptance Model di RS PON Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono. Penelitian dilakukan pada bulan Juni sampai Juli tahun 2020 menggunakan desain penelitian studi cross sectional dengan pendekatan metode kuantitatif. Uji hipotesis menggunakan analisis Partial Least Square dengan probabilitas dua arah dimana nilai T-statistik lebih besar dari 1,96 maka hasil signifikan dengan memiliki pengaruh yang bermakna. Penerimaan teknologi resep elektronik di RS PON Prof. Dr. dr. Mahar Marjono dikategorikan cukup dengan nilai 69,6%. Hasil penelitian menunjukan bahwa persepsi kemudahan penggunaan dipengaruhi oleh desain layar, terminologi dan pelatihan serta sikap terhadap penggunaan dan kecenderungan penggunaan dipengaruhi oleh persepsi kegunaan. Kondisi nyata penggunaan sistem terjadi penurunan jumlah penggunaan resep elektronik dan didapatkan nilai rata-rata penggunaan resep manual sebesar 5,4%. Implementasi resep elektronik di RS PON Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono sudah berjalan cukup baik dan diperlukan peningkatan kemampuan sistem dengan tujuan meningkatkan kinerja dan kualitas layanan rumah sakit.
Electronic prescribing is one of the information systems focusing on automated service that connects doctors and pharmacists, which potentially improves safety care, reduces inefficiencies and prescription errors. Electronic prescribing assists users in delivering their daily works. However, the usefulness factor and benefits of electronic prescribing relies on the user acceptance to optimize the advantages of this technology. This research aims to find and to analyze the effect of user acceptance towards electronic prescribing by using Technology Acceptance Model approach at National Brain Center Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Hospital. The research was conducted in June to July 2020 by employing cross sectional research design and quantitative method approach. The hypothesis testing is developed by using Partial Least Square analysis with a twoway probability where if the value of T-Statistics is higher than 1,96, the effect is significant and meaningful. User acceptance towards electronic prescribing at National Brain Center Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Hospital is categorized as sufficient with a value of 69,6%. The research finds that perceived ease of use was influenced by screen design, terminology and training, while attitude towards using and behavioral intention were influenced by perceived usefulness. The actual system use signifies a decline in electronic prescribing usage and the average value of using manual prescribing was 5,4%. Implementation of electronic prescribing at National Brain Center Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Hospital has been running quite well and it is necessary to increase system capabilities with the aim of improving the performance and quality of hospital services.
Read More
B-2160
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cindi; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Purnawan Junadi, Solichatin Yatminah
B-1887
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive