Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 33215 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Nyoman Dwi Maha Udiyana; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Helen Andriani, Masyitoh, Gede Eka Rusdi Antara, Avriazar Beng Kiuk
Abstrak: Terbatasnya jumlah sebaran dokter bedah di Indonesia, dengan banyaknya tugas keseharian yang dijalani oleh dokter bedah, diperlukan suatu cara pengisian rekam medis yang mudah , efisien dan sesuai kebutuhan klinisi. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan metode fenomenologi, dan mempergunakan model design thinking. Hasil penelitian berupa prototipe aplikasi IESR (Integrated Electronic Surgical Report) yang dirancang melalui kolaborasi antara tim design thinker dengan tim IT. Prototipe IESR menekankan pada pengisian rekam medis dan laporan operasi yang efisien dan sesuai kebutuhan klinisi. Perancangan prototipe IESR melalui implementasi model design thinking dilakukan dalam 5 tahap. Dalam tahapan emphatize, define, dan ideate didapatkan berbagai masalah yang dihadapi dokter operator dalam pengisian rekam medis dan laporan operasi. Dari formulasi berbagai usulan penyelesaian masalah, dipilih solusi berupa perancangan prototipe IESR. Tahapan prototyping dilakukan dengan pembuatan storyboard dan pembuatan prototipe digital oleh tim IT. Fase testing menunjukkan 87,5% informan menyatakan kemudahan penggunaan prototipe IESR, dan 75% informan merasakan penggunaan prototipe sudah efisien dalam hal waktu input data. 75 % informan menyatakan telah sesuai dengan kebutuhan klinisi. Prototipe aplikasi Integrated Electronic Surgical Report diharapkan dapat memudahkan para dokter operator dalam pengisian rekam medis, khususnya laporan operasi secara efisien
Due to limited surgeon in Indonesia, and many daily task that have to do by a surgeon, an efficient and simple way of medical records filling is needed. This study design is a qualitative with phenomenological method, through design thinking model. The result of this research is a prototype of IESR (Integrated Electronic Surgical Report) that designed in collaboration between design thinker team and IT team. IESR prototype concern on efficient medical record and surgical reports filling matching to clinician needs. IESR prototyping process through design thinking model implementation was carried out in 5 stages. In the emphatize, define, and ideate process, there are various problems faced by clinicians in medical records and surgical reports filling. By formulating various problem solving suggestion , the chosen solution was designing IESR prototype. The prototyping stage was carried out by storyboards making and prototypes designing collaborating with the IT team. The testing phase shown 87.5% of informan stated that the IESR prototype was easy to use, and 75% informan stated timely efficient, 75 % informan stated that the prototype already matching clinicians needs. IESR prototype hopefully emphasized medical record filling concerned on surgical report efficiently by operator doctor.
Read More
T-6090
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Noormaya Sari; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Puput Oktamianti, Agus Jamaludin, Meisinta Florentina
Abstrak: Pada masa kini, setiap fasilitas kesehatan dituntut agar dapat memberikan pelayanan yang berkualitas dan berorientasi kepada pasien, tidak terkecuali dengan rumah sakit. Persepsi pasien yang baik terhadap kualitas layanan akan memunculkan kepuasan pasien. Kepuasan pasien akan menjadi salah satu pendorong munculnya loyalitas pasien pada pelayanan rumah sakit. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan studi cross-sectional dengan jumlah responden yang berjumlah 210 orang. Penelitian ini dilakukan pada Bulan Desember 2020 di instalasi rawat jalan RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun. Penelitian ini menggunakan instrument penelitian berupa kuesioner dengan skala likert. Hasil uji statistik penelitian ini didapatkan bahwa 66.2% responden loyal dan 33.8% responden tidak loyal. Sebanyak 84.3% responden berpersepsi dimensi bukti fisik baik, sebanyak 61% responden berpersepsi daya tanggap baik, sebanyak 68.1% responden berpersepsi kehandalan baik, sebanyak 63.3% responden berpersepsi empati petugas baik dan sebanyak 58.1% responden berpersepsi dimensi jaminan baik. Terdapat hubungan yang signifikan antara dimensi bukti fisik, daya tanggap, kehandalan, empati dan jaminan dengan loyalitas pasien dengan nilai p value < 0.05. Dimensi kehandalan, jaminan dan empati serta karakteristik umur pasien secara simultan paling berperan penting dalam loyalitas pasien. Diharapkan pihak manajemen dapat mengembangkan sarana dan prasarana rumah sakit, meningkatkan pendidikan dan pengetahuan petugas, memberikan pelayanan tepat waktu dan meningkatkan komunikasi dengan pasien agar pasien semakin loyal dengan layanan rawat jalan di Rumah Sakit Sultan Imanuddin Pangkalan Bun
Read More
T-6128
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Suharmi; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Puput Oktamianti, Hanny Handiyani, Prastuti Soewondo, Avriazar Beng Kiuk
Abstrak: Kualitas pelayanan RS salah satunya dipengaruhi oleh kualitas pelayanan keperawatan yang diberikan pada pasien. Adanya penurunan kinerja perawat di ruang rawat inap RSUD Sultan Imanuddin dan penilaian kualitas pelayanan per unit pelayanan yang di nilai masyarakat kurang baik (<76,61%), dapat menyebabkan pasien kurang puas terhadap pelayanan keperawatan di ruang rawat inap. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan penerapan penugasan keperawatan dengan kepuasan pasien rawat inap. Desain penelitian : deskriptif kuantitatif dengan uji univariat dan bivariat dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan data di RSUD Sultan Imanuddin pada November sampai Desember 2020 menggunakan kuisioner, dengan populasi seluruh pasien di Ruang Rawat Inap. Jumlah sampel 77 responden, diambil secara acak di setiap ruang rawat inap. Hasil penelitian menunjukkan penugasan keperawatan tentang tanggungjawab dan pembagian tugas perawat, timbang terima, komunikasi terapeutik memiliki hubungan dengan kepuasan pasien di ruang rawat inap dengan tingkat signifikansi 0,01. Kesimpulan: pelaksanaan penugasan keperawatan tentang tanggungjawab dan pembagian tugas, timbang terima, komunikasi terapeutik yang baik mampu memberikan kepuasan pasien terhadap pelayanan keperawatan yang diberikan. Saran : pelatihan service exellence, perekrutan perawat baru dengan lulusan ners, monitor dan evaluasi secara berkala tentang penerapan penugasan keperawatan.
Read More
B-2197
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Roro Arum Sri Wikarti; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: R. Sutiawan, Febi Hediyanto
Abstrak: Electronic Medical Record merupakan wujud nyata perkembangan teknologi informasi pada pelayanan kesehatan. Electronic Medical Record sudah digunakan secara luas di rumah sakit. Penelitian saat ini masih belum cukup memberikan penjelasan mengenai respons dokter terhadap penerapan Electronic Medical Record, karena lebih fokus membahas implementasi dan desain yang digunakan. Padahal keberhasilan Electronic Medical Record tidak hanya ditentukan dari kemampuannya mengolah dan menghasilkan informasi, tetapi juga reaksi dan persepsi pengguna terhadap penggunaannya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan sikap dan kepercayaan dokter terhadap penerapan Electronic Medical Record di RSUD Koja Tahun 2019. Sikap pada penelitian ini dijelaskan menggunakan variabel dari model Technology Acceptance Model dan Unified Theory of Acceptance and Use of Technology yaitu manfaat yang dirasakan, kemudahan yang dirasakan, dan motivasi. Kepercayaan pada penelitian ini dijelaskan menggunakan variabel dari model Theory of Planned Behavior yaitu kepercayaan terhadap manfaat, kepercayaan dari teman seprofesi dan orang penting, dan kepercayaan kemudahan mengendalikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Penulis berhasil mendapatkan 45 dokter spesialis di Instalasi Rawat Jalan RSUD Koja sebagai sampel penelitian. Penelitian ini menemukan bahwa manfaat yang dirasakan (R=0,576), kemudahan yang dirasakan (R=0,615), kepercayaan terhadap manfaat (R=0,624), dan kepercayaan kemudahan mengendalikan (R=0,628)memiliki hubungan signifikan yang kuat dengan Penerapan Electronic Medical Record di Instalasi Rawat Jalan RSUD Koja. Variabel lainnya yaitu motivasi (R=0,465) dan kepercayaan dari teman seprofesi dan orang penting (R=0,383) memiliki hubungan dengan kekuatan sedang. Kata Kunci: kepercayaan dokter, rekam medis elektronik, kepercayaan terhadap penggunaan rekam medis elektronik, penerimaan terhadap penggunaan rekam medis elektronik, adopsi penggunaan rekam medis elektronik
Read More
S-10035
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Asa Erima Ravenala; Pembimbing: Nuning Maria Kiptiyah; Penguji: Anwar Hassan, Trisna Setiawan
S-7543
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Andi Farida Rahma; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Besral, Euis Sunarsih
Abstrak:
Evaluasi program pelatihan sangat penting untuk meningkatkan mutu pelatihan serta melihat seberapa jauh program yang dijalankan sesuai. Di era digital pelatihan mengalami transformasi menjadi online, termasuk di Balai Besar Pelatihan Kesehatan Jakarta yang bertugas menyelenggarakan pelatihan bagi tenaga kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan hasil evaluasi program pelatihan berbasis online menggunakan model Kirkpatrick level 1, level 2, dan level 3. Penelitian ini menggunakan desain evaluatif melalui analisis data sekunder dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil level 1 mendapatkan respon baik dari semua indikator, namun masih ada hambatan akses yang dirasakan. Hasil level 2 semua peserta mengalami peningkatan pengetahuan secara signifikan karena peserta berpartisipasi aktif. Hasil level 3 terbagi menjadi empat aspek, yaitu peningkatan kompetensi, peningkatan kinerja, implementasi hasil pelatihan, serta faktor pendukung dan penghambat implementasi. Keseluruhan nilai terjadi peningkatan rata-rata sebelum dan setelah diberikan pelatihan serta implementasi dijalankan secara nyata di tempat kerja walaupun masih ada faktor yang menghambat dalam menjalankan implementasi. Secara keseluruhan pelatihan online di BBPK Jakarta yang dijalankan menurut model kirkpatrick sudah sejalan dengan kriteria efektivitas. Struktur pembelajaran yang matang, dukungan teknis dari penyelenggara yang responsif, partisipasi yang aktif, dukungan dari lingkungan kerja yang suportif, dan materi yang sesuai dengan kebutuhan peserta menjadi faktor utama dalam pelaksanaan program pelatihan online.

The evaluation of training programmes is crucial for improving the quality of training and assessing the extent to which the programmes are being implemented effectively. In the digital age, training has undergone a transformation to an online format, including at the Jakarta Health Training Centre, which is responsible for organising training for healthcare workers. This study aims to describe the results of the evaluation of an online training programme using the Kirkpatrick model at levels 1, 2, and 3. This study employs an evaluative design through the analysis of secondary data using a quantitative approach. The results indicate that level 1 outcomes received positive responses across all indicators, though access barriers were still perceived. For level 2, all participants demonstrated a significant increase in knowledge due to active participation. Level 3 outcomes were divided into four aspects: competency enchancement, performance improvement, implementation of training outcomes, and supporting and hindering factors for implementation. Overall, there was an average improvement in scores before and after the training was delivered, and implementation was carried out effectively in the workplace, although there were still factors hindering implementation. Overall, the online training at BBPK Jakarta,which is delivered in accordance with the Kirkpatrick model, is in line with the criteria for effectiveness. A well structured learning programme, responsive technical support form the organisers, active participation, support from a supportive work environment, and materials tailored to participants needs are key factors in the delivery of online training programmes.
Read More
S-12327
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nabbila Dinda Pramesti; Pembimbing: Helen Andriani; Penguji: Purnawan Junadi, Stefanus Nofa
Abstrak:
Aplikasi SatuSehat Mobile atau yang sebelumnya dikenal sebagai PeduliLindungi merupakan aplikasi yang diinisiasi oleh pemerintah dalam melakukan pelacakan digital guna menghentikan penyebaran COVID-19. Pemerintah mewajibkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi. Sejak tanggal 1 Maret 2023, PeduliLindungi resmi bertransformasi menjadi SatuSehat Mobile. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerimaan aplikasi SatuSehat Mobile oleh masyarakat di DKI Jakarta usia 20-29 tahun. Penelitian ini dilakukan dengan pengaplikasian Technology Acceptance Model (TAM). Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Penelitian ini dilakukan pada pengguna aplikasi SatuSehat Mobile di DKI Jakarta usia 20-29 tahun, sebanyak 420 responden. Penelitian dilaksanakan selama bulan Mei-Juni 2023. Hasil analisis univariat menunjukkan pandangan yang baik terhadap aplikasi SatuSehat Mobile. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa perceived ease of used berpengaruh terhadap perceived usefulness, perceived usefulness berpengaruh terhadap attitude toward using, perceived usefulness berpengaruh terhadap attitude toward using, attitude toward using berpengaruh terhadap behavioral intention to use, dan behavioral intention to use berpengaruh terhadap actual system use. Pada analisis multivariat terhadap variabel attitude toward using, menunjukkan bahwa perceived ease of used merupakan variabel yang paling berpengaruh yang menentukan sikap pengguna dalam menggunakan aplikasi SatuSehat Mobile. Penerimaan aplikasi SatuSehat Mobile oleh pengguna sudah cukup baik, serta perlu dilanjutkan untuk meningkatkan fitur-fitur, keamanan data, dan maintenance pada aplikasi untuk meminimalisir potensi eror dan meningkatkan penerimaan pada pengguna.

The SatuSehat Mobile application, previously known as PeduliLindungi, is an application initiated by the government to carry out digital tracking to stop the spread of COVID-19. The government requires the use of the PeduliLindungi application. Since March 1st 2023, PeduliLindungi has officially transformed into SatuSehat Mobile. This research aims to analyze the acceptance of the SatuSehat Mobile application by the people in DKI Jakarta aged 20-29 years. This research was conducted by applying the Technology Acceptance Model (TAM). The type of research used is quantitative. This research was conducted on SatuSehat Mobile application users in DKI Jakarta aged 20-29 years, for total 420 respondents. The research was conducted during May-June 2023. The results of the univariate analysis show a good perception of the SatuSehat Mobile. The results of bivariate analysis show that perceived ease of use take effect to perceived usefulness, perceived usefulness take effect to attitude toward using, perceived usefulness take effect to attitude toward using, attitude toward using take effect to behavioral intention to use, and behavioral intention to use take effect to actual system use. In the multivariate analysis of the attitude toward using variable, show that perceived ease of use is the most take effect variable that determines user attitudes in using the SatuSehat Mobile application. The acceptance of the SatuSehat Mobile application by users is quite good, and it is necessary to continue to improve features, data security, and maintenance of the application to minimize potential errors and increase user acceptance.
Read More
S-11347
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Catur Rini Irawati; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Yaslis Ilyas, Wachyu Sulistiyadi, Avriazar Beng Kiuk, Nining Kristiningsih
Abstrak:
Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS Co,V 2), dan ditetapkan oleh World Health Organization (WHO) sebagai masalah darurat kesehatan internasional. Penularan Covid-19 adalah melalui droplet dan aerosol. Rumah Sakit merupakan fasilitas kesehatan yang melayani perawatan covid-19. RSUD Sultan Imanuddin merupakan rumah sakit rujukan covid-19. Petugas rumah sakit sangat berisiko tertular covid-19. K3RS diselenggarakan rumah sakit untuk menjamin keselamatan dan kesehatan kerja. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus dengan menggunakan teknik wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah 8 orang. Hasil penelitian : Standar K3RS dalam pelaksanaan program menghadapi pandemic Covid-19 adalah pelayanan kesehatan kerja dan utilitas sarana prasarana rumah sakit. Perilaku petugas dalam pelaksanaan budaya K3RS, tersedianya sarana pendukung berupa APD yang didukung dana BLUD dan dana BTT serta peran aktif manajemen yang turut serta dalam tim satgas covid-19 dalam upaya melindungi petugas dari risiko tertularnya covid-19. K3RS berperan aktif sebagai bagian dari tim satgas covid-19.

Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS Co, V 2), and was designated by the World Health Organization (WHO) as an international health emergency. The transmission of Covid-19 is through droplets and aerosols. Hospitals are health facilities that serve the treatment of COVID-19. Sultan Imanuddin Hospital is a COVID-19 referral hospital. Hospital staff are at high risk of contracting COVID-19. K3RS is organized by a hospital to ensure occupational safety and health. This research is a qualitative research with a case study method using in-depth interviews and documentation studies. There were 8 informants in this study. Research results: K3RS standards in implementing the program to deal with the Covid-19 pandemic are occupational health services and hospital infrastructure utilities. The behavior of officers in implementing the K3RS culture, the availability of supporting facilities in the form of PPE supported by BLUD funds and BTT funds as well as the active role of management who participates in the COVID-19 task force team in an effort to protect officers from the risk of contracting COVID-19. K3RS plays an active role as part of the COVID-19 task force team
Read More
B-2243
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dwitya Rifani; Pembimbing: Afriansyah, Eddy
M-835
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
D3 - Laporan Magang   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lidya Merybeth Situmorang; Pembimbing: Masyitoh Bashabih; Penguji: Kurnia Sari, Anak Agung Ngurah Jaya Kusuma
Abstrak: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lean tools yang paling banyak digunakan dan dampaknya pada indikator mutu di IGD. Metode: Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan penelusuran studi melalui database PubMed, Scopus dan EBSCO yang menghasilkan 19 studi terinklusi dari tahun 2011-2021. Hasil: Penelitian ini menemukan sebagian besar IGD di studi terinklusi berhasil meningkatkan indikator mutunya melalui implementasi lean thinking. Lean tools yang paling banyak digunakan adalah Value Stream Mapping (VSM) pada fase define dan kaizen pada fase improve, sedangkan indikator mutu yang paling banyak digunakan adalah door to doctor time sebagai luaran primer dan length of stay (LOS) sebagai luaran sekunder.
Read More
S-10878
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive