Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 30574 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Wahyudin Ali Syakir; Pembimbing: Meizar Sjahrul; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Hendra, Iqbal Mochtar, Annes Waren
Abstrak: Dalam industri peleburan aluminium, tekanan panas (heat stress) adalah salah satu bahaya fisik yang paling besar pengaruhnya terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja disamping bahaya lainnya. Menurut NIOSH (2016), pekerja yang terpajan panas yang tinggi atau pekerja dengan dengan aktivitas fisik berat kemungkinan akan berisiko terjadinya kecelakaan atau penyakit akibat heat stress. Hasil pengukuran di perusahaan XYZ pada puncak musim panas 2018 menunjukkan bahwa indeks WBGT telah mencapai 37 0 C. Suhu tersebut melebihi nilai ambang batas yang ditetapkan. Di perusahaan peleburan aluminium XYZ, sumber panas luar selain dari proses peleburan, juga berasal dari suhu udara lingkungan, hal ini karena lokasi Perusahaan XYZ berada di wilayah Timur Tengah dengan suhu lingkungan yang tinggi dan kelembaban udara yang tinggi pada saat musim panas. Di wilayah Timur Tengah ada sekitar 6 perusahaan peleburan aluminium yang beroperasi dalam sekala besar, namun sampai saat ini penelitian terkait pengelolaan heat stress masih belum banyak dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran pelaksanaan program pengeloaan Heat stress di Perusahaan XYZ tahun 2019 dibandingkan dengan rekomendasi NIOSH Criteria for a recommended standard: occupational exposure to heat and hot environments - revised criteria 2016. Disain penelitian ini adalah penelitian Mixed Method, yaitu sebagian pengolahan data dinilai secara kualitatif dan sebagian lainnya dinilai secara deskripstif kualitatif dengan metode pengumpulan data berupa data primer dan sekunder. Secara umum, peserta sebagian besar kuisoner menyatakan bahwa perusahaan XYZ telah menerapkan pengelolaan heat stress dengan baik. Dari hasil kuisoner persentase kesesuian sebesar 85,41% dengan rekomendasi NIOSH: Criteria for a recommended standard-ccupational Exposure to Heat and Hot environment- revised 2016 yang sejalan dengan hasil dari hasil wawancara, observasi lapangan yang telah dilakukan. Meskipun demikian masih beberapa hal yang masih perlu dilakukan perbaikan agar risiko tidak terjadi kasus heat stress makin menurun.
Heat stress is one of significant physical hazard in aluminium smelter industry which impact to the health dan safety of the workers. Refer to NIOSH (2016), worker who exposed with high temperature or worker who perform high physical work may be at risk for heat stress or heat related illness. Measurement heat index in XYZ company during peak summer shows that WBGT index reach up to 37 0 C. This Index already reached treshold limit standard. Source of heat in XYZ company generated from process and environment during summer, due to the company location situated in Midle East. It has high ambient temperature and high humidity in peak summer. In the Middle East region, there are six (6) aluminum smelter industry, however heat stress study focusing on heat stress management still not explore intensively. The aim of this study is to review implementation of heat stress arragement in XYZ company 2019 compare with NIOSH Criteria for a recommended standard: occupational exposure to heat and hot environments - revised criteria 2016. The study design is mixed method that using analys qualitatively and descriptive qualitative. The data source collected by primary method dan secondary. In general, as per respondence of quissoinare conclude that XYZ company have implemented heat stress management is good. The quisonaire shows that the percentage of compliance is 85,41% against NIOSH recommendation: Criteria for a recommended standard-ccupational Exposure to Heat and Hot environment- revised 2016. This result aligns with interview and walk trough on the shop floor conducted.
Read More
T-6109
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Novriadi Kurniawan; Pembimbing: Syahrul Meizar Nasri; Penguji: Chandra Satrya, Rusbani Kurniawan, Priyo Djatmiko
Abstrak: Indonesia merupakan daerah tropis yang sering mengalami musim kemarau panjang dan panas telah dianggap bahaya yang umum dan harus dihadapi oleh masyarakat. Beberapa masalah kesehatan yang dapat timbul akibat panas yaitu dehidrasim heat syncope, heat exhaustion hingga heat stroke. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pajanan heat stress pada pekerjerja di PT N pada tahun 2019 melaui penilaian keluhan subjektif yang dialami pekerja dengan menggunakan desain cross-sectional. Data dikumpulkan melalui 2 cara yaitu primer dan sekunder. Hasil analisis menunjukan pekerja pada area pengukuran memiliki beban kerja ringan dan sedang sebesar 42.9% dan 57.1%. Pekerja di PT N juga termasuk pada pola kerja 75%-100% dan koreksi pakaian ± 0. Umur pekerja yg menjadi responden lebih banyak diisi oleh pekerja dengan umur dari 35 tahun sebesar 61%. IMT pekerja juga terdapat beberapa responden dengan IMT berlebih sebesar 29.9%. Beberapa responden tidak pernah mendapatkan pelatihan atau materi mengenai heat stress sebesar 63.6% dan tingkat konsumsi air kurang dari 4 liter sebesar 70.1%. Responden mengalami keluhan kerja ringan dengan persentase 97,4% dan 2 orang dengan keluhan subjektif berat. Hampir disemua area pengukuran melampui nilai ambang batas, namun tidak begitu besar. Kedua responden dengan keluhan subjektif berat dianalissi melalui data karakteristiknya dan dikeathui bahwa kedua responden mengkonsumsi air kurang dari 4 liter dan berumur cukup tua yaitu 44 tahun dan 54 tahun. Sangat disarankan untuk melakukan beberapa tindakan pengendalian seperti engineering control dan pengendalian administrasi untuk mengurangi pajanan dan mengindari munculnya heat strain pada pekerja di PT N.
Read More
T-5747
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ida Ayu Indira Dwika Lestari; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Agung Suranto
Abstrak: PT American Standard Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak di bidang sanitary manufactur yang memproduksi peralatan sanitasi seperti closetdan wastafel. Salah satu tahapan produksinya yaitu pencetakan (casting) sertapembakaran yang suhunya dapat mencapai 20000C. Hasil menunjukkan indeks WBGT in rata-rata area Kiln dan Cast Shop antara 30.710C-33.80C dengan polakerja pekerja 50%-75% serta beban kerja yang masuk dalam katagori sedang halini dapat menyebabkan pekerja mengalami heat stress. Heat stress dapatdipengaruhi oleh faktor suhu lingkungan yang tinggi, kelembaban, kecepatan angin, pola kerja, beban kerja, serta pakaian kerja. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan desain penelitian cross-sectional. Penelitian ini bertujuan untuk mengethuipengendalian heat stres yang telah dilakukan perusahaan terhadap pekerja di areaKiln dan Cast shop di PT American Standard Indonesia. Hasil Penelitian berupaanalisis faktor penyebab heat stress dan pengendalian heat stress yang telahdilakukan di area Kiln dan Cast Shop PT American Standard Indonesia serta evaluasi terhadap program pengendalian yang telah dilakukan. Kata Kunci : Evaluasi Pengendalian, Heat Stress
PT American Standard Indonesia is a company engaged in the field ofsanitary manufactur -producing sanitary equipment, such as closets and sinks. Oneof the stages of production that is printing ( casting ) as well as the combustiontemperature can reach 20000C . Results showed WBGT index in the average areabetween Kiln and Cast Shop 30.710C - 33.80C with work patterns 50 % -75 % ofworkers as well as the workload in the category of being this may cause workersto experience heat stress. Heat stress can be influenced by high ambienttemperatures, humidity, wind speed, work patterns, workload, and work clothes.This study is a descriptive cross-sectional study design. This study aims todetermine heat stress control company that has been done in the area of workersand Kiln Cast shop in PT American Standard Indonesia . Research results formthe analysis of the causes of heat stress and heat stress control has been done inthe area of Kiln and Cast Shop PT American Standard Indonesia and evaluation ofcontrol programs that have been carried out.Keywords: Evaluation control, Heat Stress
Read More
S-8154
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Endi Budi Setyawan; Pembimbing: Meily Kurniawidjaja, Dadan Erwandi; Penguji: Anugerah; Ary Soeharijanto
Abstrak: Desain penelitian ini adalah studi cross sectional dengan pendekatan kuantitatif observasional. Data primer mengukur lingkar pinggang, berat dan tinggi badan pekerja serta menyebar kuesioner. Data sekunder berupa hasil pemeriksaan kesehatan berkala. Hasil telitian pada 170 responden mendapatkan ukuran lingkar pinggang berlebih (> 90 cm) sebanyak 54.12%, berat badan berlebih (overweight) sebesar 39.41% dan obesitas menunjukkan 12.35%, ada hubungan faktor risiko seperti usia, tekanan darah, genetik, aktivitas fisik, durasi tidur, dan lingkar pinggang berlebih.
Read More
T-5734
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tri Indra Adithia; Pembimbing: Baiduri Widanarko; Penguji: Dadan Erwandi, Erdy Techrisna Satyadi, Marina Kartikawati
Abstrak: Kondisi pekerjaan yang tidak nyaman dapat menimbulkan stres pada pekerja sehingga mempengaruhi kesejahteraan pekerja dan meningkatkan gejala kecemasan dan depresi. Stres yang dialami oleh pekerja dipengaruhi oleh hubungan beberapa faktor seperti faktor psikososial, faktor pekerjaan, lingkungan kerja dan individu pekerja. Gangguan kesehatan terkait dengan stres diantaranya adalah penyakit hipertensi, penyakit kardiovaskular, penyakit maag, musculoskeletal symptoms. PT. XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di bidang logistik pangan. Tingginya intensitas pekerjaan di PT. XYZ yang melebihi batas kemampuan pekerja dalam menyelesaikan pekerjaannya dapat menimbulkan stres kerja. Stres kerja seringkali tidak menjadi perhatian dari pihak manajemen perusahaan karena pencapaian yang utama adalah target yang diusahakan oleh pekerja untuk memenuhi target perusahaan, sehingga dapat mengakibatkan bahaya yang serius bagi keselamatan dan kesehatan pekerja. Dalam penelitian ini, peneliti berupaya mencari faktor-faktor yang berhubungan dengan stres kerja pada pekerja di perusahaan logistik pangan. Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan data langsung melalui survey dengan menggunakan kuisioner. Kuesioner yang telah melewati uji validasi dan reliabiliti digunakan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan stres kerja yaitu faktor psikososial (organisasi dan budaya kerja, hubungan interpersonal, kepemimpinan, pengembangan karir dan manajemen), faktor pekerjaan (desain kerja, waktu istirahat, beban kerja, kontrol pekerjaan dan bidang pekerjaan), faktor fisik lingkungan kerja dan faktor individu (umur, jenis kelamin, status perkawinan, masa kerja dan gaya hidup). Hasil penelitian dengan analisis statistik multivariat regresi linier ganda faktor yang paling dominan menunjukkan bahwa stres kerja berdasarkan indikator emosi yaitu Organisasi dan Budaya Kerja (p value = 0,004 & B = 0,24), stres kerja berdasarkan indikator fisik yaitu Lingkungan Kerja (p value = 0,01 & B = 0,19) dan stres kerja berdasarkan indikator perilaku yaitu Gaya Hidup Tidak Sehat (p value = 0,00 & B = 0,27).
Read More
T-5697
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tiara Nurhafizhah; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Mila Tejamaya, Muthia Ashifa
Abstrak: Kebutuhan energi batu bara yang masih menempati urutan ke-2 di dunia dengan karakterisiknya yang dikenal tinggi resiko menjadikan bahasan mengenai kesehatan pekerja tambang batu bara penting untuk didiskusikan. Salah satu risiko yang terdapat dalam kegiatan pertambangan batu bara adalah buruknya kualitas udara dalam ruangan (KUDR) akibat banyaknya bahaya dalam udara pertambangan batu bara. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hasil pengukuran kualitas udara dalam ruangan kantor PT X. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan menggunakan data kuantitatif yang berasal dari data sekunder. Variabel yang diukur adalah NO2, SO2, CO2, CO, Pb, PM10, suhu, kelembapan, dan kebisingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat masalah KUDR yakni pada kebisingan, suhu dan kelembapan yang melewati persyaratan. Manajemen KUDR yang sudah dilakukan oleh PT X masih dapat dikembangkan menjadi manajemen KUDR yang lebih sistematis dan komprehensif. Kata kunci: Tambang batu bara, kualitas udara dalam ruangan, parameter kimia, parameter fisik Coal still ranks the second largest source of total global energy demand. Complemented with high risk nature of coal mining activity make the topic about health of coal workers important to discuss. One of the risks exist in coal mining activities is the poor indoor air quality (IAQ) due to high concetration of airborne pollutant in coal mining air. This study aims to evaluate the results of air quality measurements in the office of PT X. This research used descriptive approach with quantitative data derived from secondary data. The measured variables are NO2, SO2, CO2, CO, Pb, PM10, temperature, humidity, and noise. The results showed that there was IAQ problem, namely noise, temperature and humidity which exceed the recommendations. IAQ management that has been carried out by PT X can still be developed into a more systematic and comprehensive IAQ management. Key words: Coal mining, office air quality, chemical parameter, physical parameter
Read More
S-10476
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fitri Rosyani Nur Afrianthie; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Ridwan Zahdi Sjaaf, Hendra, Rockyanto V. Sasabone, Izzatu Millah
T-4919
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhammad Iqbal; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Windi; Hendra
Abstrak: Sektor ketenagalistrikkan menjadi salah satu pekerjaan yang berisiko dengan gangguan akibat paparan tekanan panas. Tekanan panas terjadi akibat dari kombinasi faktor-faktor lingkungan kerja, faktor-faktor pekerjaan dan faktor-faktor individu. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi cross-sectional yang dilakukan pada bulan Maret-Juni 2022 dengan 58 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa apparent temperature yang dihasilkan berkisar antara 26oC - 42oC, dengan kelembaban relatif berkisar antara 38,1% hingga 58,2% dan dry bulb antara 24,8oC hingga 37,7oC. Setelah dinilai dengan menggunakan basic thermal risk assessment ditemukan bahwa mayoritas responden tergolong ke dalam kategori low- moderate yaitu 28 responden (48,3%), kemudian very high sebanyak 15 responden (43,1%) dan high sebanyak 5 responden (8,6%). Hasil pengukuran menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara faktor individu yaitu usia, indeks massa tubuh, ketersediaan air minum, status aklimatisasi dan status kesehatan dengan tingkat risiko heat stress (nilai p <0,05). Berdasarkan hal tersebut, perusahaan disarankan untuk melakukan upaya lebih lanjut untuk pengendalian tekanan panas berupa pengendalian teknik, pengendalian administratif dan juga personal untuk meminimalisasi risiko heat stress.
The electricity sector is one of the riskiest jobs with disruptions due to exposure to heat stress. Heat stress occurs as a result of a combination of work environment factors, work factors and individual factors. This study is a quantitative study with a cross-sectional study design conducted in March-June 2022 with 58 respondents. The results showed that the apparent temperature ranged from 26oC - 42oC, with relative humidity ranging from 38.1% to 58.2% and dry bulb between 24.8oC to 37.7oC. After being assessed using a basic thermal risk assessment, it was found that the majority of respondents belonged to the low-moderate category, namely 28 respondents (48.3%), then very high as many as 15 respondents (43.1%) and high as many as 5 respondents (8.6% ). The measurement results show that there is no significant relationship between individual factors, namely age, body mass index, availability of drinking water, acclimatization status and health status with the level of risk of heat stress (p value <0.05). Based on this, the company is advised to make further efforts to control heat stress in the form of technical control, administrative control and also personal control to minimize the risk of heat stress.
Read More
S-11101
Depok : FKM-UI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Iqbal Dwiputra; Pembimbing: Meizar Nasri; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Hendra, Iqbal Mochtar, Samy Awaludin
Abstrak: Tesis ini membahas teori institutional analysis pada manajemen heat stress di perusahaan konstruksi. Kompleksnya teori institutional analysis yang dikembangkan memicu penulis untuk melakukan penelitian karena banyaknya faktor yang teridentifikasi, selain itu terdapat pula beberapa institutional level eksternal perusahaan yang tidak dapat diintervensi langsung oleh perusahaan konstruksi. Penelitian ini bersifat kualitatif menggunakan tinjauan sistematis dengan metode analisis tematik. Didapatkan hasil penelitian berupa gambaran tematik mengenai underlying factors dan tools and tecnhiques pada setiap institutional level dan keseluruhannya sebagai salah satu metode dalam manajemen heat stress. Penelitian ini menyarankan agar perusahaan konstruksi menerapkan teori institutional analysis dan mengaplikasikan gambaran tematik yang dihasilkan penelitian dalam pelaksanaan manajemen heat stress pada institutional level yang dapat diintervensi langsung oleh perusahaan
This study mainly discussing about institutional analysis theory for managing heat stress in construction company. The complexity of that theory urge Author to conduct this research because of many identified factors and some institutional levels that have been identified are an external factors that could not be interfeared directly by construction company. Systematic review with thematic analysis are the methods for this research. The results show thematic analysis about underlying factors and tools and techniques of each institutional level and altogether as one method to manage heat stress. This research recommends the application of institutional analysis combined with thematic analysis from this research to manage heat stress in construction company
Read More
T-6107
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bukit Hari Laksono; Pembimbing: Baiduri Widanarko; Penguji: Dadan Erwandi, Mila Tejamaya, Machfud
Abstrak:
Latar Belakang: Perusahaan XYZ sejak tahun 2019 mengganti tool Buku Paspor HSE menjadi online HSSE Passport dengan pertimbangan meningkatnya illness fatality dan meningkatnya kecelakaan kerja dengan penyabab dasar kekurangan pengetahuan sesuai hasil investigasi insiden menggunakan metode SCAT (Systematic Causes Analysis Technique). Dimana online HSSE Passport ini diharapkan dapat memastikan calon pekerja/ kontraktor tercukupi pengetahuan aspek HSSE dan derajat kesehatannya dalam menjalankan tugas dan pekerjaannya. Tujuan: Penulisan ini bertujuan untuk menganalisa implementasi online HSSE Passport di Perusahaan XYZ di Tahun 2020 dengan membandingkan implementasi Buku Paspor HSE di Tahun 2018, sehingga dapat memberikan gambaran ke Perusahaan keefektifan implementasinya Metode: Implementasi Online HSSE passport yang sifatnya online dan realtime dibandingkan dengan implementasi Buku Paspor HSE (paper based) dari sejak tahap Registrasi, Tahap Validasi Medical Check Up, Tahap Validasi Basic HSSE Training, dan Tahap Released Paspor. Utamanya akan dilihat dan dibandingkan Media Penyimpanan Data Pemegang Paspor, Kecepatan Revalidasi, Kendala- Kendala implementasi online HSSE Passport, serta keunggulan dan kelebihan online HSSE Passport. Hasil: Hasil perbandingan terlihat bahwa online HSSE passport mempunyai keunggulan di tingginya tingkat kemanan informasi karena data digital disimpan dalam server perusahaan XYZ, proses revalidasi bagi pegeang paspor relatif lebih cepat karena dilakukan secara online dan realtime, namun ada beberapa kendala di awal implementasi seprti penyediaan alat scanner, HP/ Tablet, PC dan monitor di Pos Security sebagai akses kontrol. Selain itu di setiap tahapannya, tahap Registrasi, Tahap Validasi Medical Check Up, Tahap Validasi Basic HSSE Training, dan Tahap Released Paspor, tergambar bahwa Online HSSE passport secara umum lebih cepat, lebih ekonomis dan lebih akuntabel. Kesimpulan: Implementasi Online HSSE Passport berjalan efektif, lebih baik daripada ketika menggunakan buku Paspor HSE (paper based) dengan pertimbangan bahwa online HSSE passport mempunyai keunggulan seperti disebutkan di atas, meskipun di awal implementasinya masih ada beberapa kendala sesuai yang telah disebutkan juga di atas. Disarankan Perusahaan XYZ tetap menggunakan online HSSE Passport dengan menjaga reliability peralatan akses kontrol terkait sehingga Perusahaan dapat memastikan semua pekerja / kontraktor yang bekerja telah tercukupi pengetahuan aspek HSSE dan derajat kesehatan yang diperlukan.

Background: The XYZ company since year 2019 replaced the HSE passport book tool to Online HSSE Passport with the consideration of the increase in illness fatality and increased work accidents with the basic cause of lack of knowledge according to the results of the incident investigation using the SCAT (Systematic Causes Analysis Technique) method. Where the online HSSE Passport is expected to be able to ensure that prospective workers/ contractors are fulfilled aspects of HSSE aspects and their health degrees in carrying out their duties and work. Goal: This writing aims to analyze the implementation of online HSSE Passport at the XYZ company in year 2020 by comparing the implementation of the HSE passport book in 2018, so that it can provide an images to the company's effectiveness implementation. Result: The comparison results can be seen that the online HSSE Passport has the advantage of the high level of information security because digital data is stored on the XYZ company server, the revalidation process for the passport is relatively faster because it is carried out online and realtime, but there are several obstacles at the beginning of the implementation of the availability of scanners, HP/ Tablet, PC and Monitor at Post Security as access control. In addition, at each stage, the registration stage, the medical check -up validation stage, the Basic HSSE Training validation stage, and the release of the passport, it is illustrated that the online HSSE passport is generally faster, more economical and more accountable. Summary: The online HSSE passport implementation runs effectively, better than when using the HSE passport book (paper based) with the consideration that the online HSSE Passport has the advantage as mentioned above, although at the beginning of its implementation there are still some obstacles according to what has been mentioned above. It is recommended that the XYZ company continues to use HSSE Passport online by maintaining the reliability of related control equipment so that the company can ensure that all workers / contractors who work have been fulfilled aspects of HSSE aspects and the degree of health required.
Read More
T-6808
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive