Ditemukan 25740 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
The results of the 2014 SKMI analysis in adolescents stated that the quality of adolescent consumption when viewed as a whole in Indonesia showed a figure that was still quite low at 6.7 percent, this was because in terms of the proportion and adequacy of consumption in adolescents was not good. One of the indicators that can be used to assess the quality of a person's food consumption is to use a healthy eating index. This study aims to determine the factors related to the quality of food consumption through the use of a healthy eating index in Regular S1 students of the Faculty of Public Health, University of Indonesia. The study used a cross-sectional study design with a quantitative approach. Data collection was carried out in May-June 2022 through filling out an online questionnaire by respondents (n=140). The questionnaires used were the Semi-quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) related to eating intake data, the Perceived Stress Scale (PSS) related to stress levels, the Food Choice Questionnaire related to the reasons for eating selection, Nutritional Knowledge, Health Belief Items related to health beliefs, and the Multidimensional Body-Self Relations Questionnaire (MBRSQ) related body image. The results of this study showed that 51.9% of respondents had a low category of food consumption quality. The results of the analysis showed a meaningful relationship between gender, stress levels, social media influences, health beliefs, and body image. Meanwhile, no meaningful relationship was found between nutritional knowledge, reasons for eating, and monthly allowances with the quality of food consumption. Based on the results of the study, the author suggests to be educated regarding the importance of consuming healthy and regular foods in accordance with balanced nutritional guidelines by utilizing social media to improve the quality of food consumption.
Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 20,8% responden mengalami emotional eating. Terdapat perbedaan rata-rata skor yang signifikan antara penggunaan media sosial (p-value = 0,029) dan observing facet (p-value = 0,032) terhadap emotional eating.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan siklus menstruasi pada mahasiswi tiga fakultas terpilih di Universitas Indonesia.Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain crosssectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan April-Mei 2015 di Gedung Rumpun Ilmu Kesehatan Universitas Indonesia, dengan jumlah sampel sebanyak 155 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui pengisian kuesioner dan pengukuran antropometri serta analisisnya menggunakan uji chi-squareuntuk melihat hubungan antar variabel.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 58,7% responden memiliki siklus menstruasi tidak teratur. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara persen lemak tubuh danstres dengan siklus menstruasi.Mahasiswi yang mengalami siklus menstruasi tidak teratur diharapkan dapat segera berkonsultasi ke pelayanan kesehatan agar dapat segera diketahui penyebabnya serta jika ada masalah kesehatan reproduksi dapat segera terdeteksi dan ditanggulangi. Kata kunci: mahasiswi, siklus menstruasi, persen lemak tubuh, stres, kesehatan reproduksi
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor individu dan faktor lingkungan dengan frekuensi konsumsi minuman ringan berpemanis pada mahasiswa S1 Reguler FKM UI tahun 2018. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan disain studi cross sectional. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner mandiri. Responden terdiri dari 146 orang mahasiswa yang berstatus mahasiswa aktif serta tidak memiliki diet khusus.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 26,7% responden termasuk ke dalam konsumen minuman ringan berpemanis kategori tinggi. Uji chi square yang dilakukan menunjukkan terdapat hubungan antara pengaruh teman (p-value 0,007; OR=3,129 (1413-6,926),; dengan konsumsi minuman ringan berpemanis pada responden.
Kesimpulannya, daya beli dan lingkungan sosial memiliki peran untuk membentuk kebiasaan konsumsi pada usia dewasa muda. Promosi gizi yang menargetkan kelompok sosial dapat dilakukan untuk meningkatkan pola konsumsi minuman yang lebih sehat.
Kata kunci: dewasa muda, minuman ringan berpemanis
Masalah mengantuk pada mahasiswa berdampak negatif pada konsentrasi belajar dan produktifitas mahasiswa. Faktor-faktor yang mempengaruhi antara lain asupan zat gizi, asupan energi, status gizi dan aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor dominan yang berpengaruh terhadap masalah mengantuk pada mahasiswa S-1 reguler FKM UI tahun 2011. Penelitian dilakukan selama bulan Mei 2011 di FKM UI menggunakan desain cross sectional dengan jumlah responden yang didapatkan 139 orang. Data primer yaitu data IMT, Masalah mengantuk, aktivitas sehari-hari (aktivitas fisik, durasi tidur dan keterpaparan media), asupan energi dan asupan zat gizi (karbohidrat, protein, lemak, serat, triptofan dan Fe). Data dianalisis menggunakan uji regresi logistik. Persentase mahasiswa S-1 reguler FKM UI angkatan 2008-2010 tahun 2011 yang sering mengantuk adalah 28,80%. Pada penelitian ini ada hubungan yang signifikan antara durasi tidur dengan masalah mengantuk. Variabel yang paling dominan adalah durasi tidur. Mahasiswa dengan durasi tidur yang <8 jam/ hari akan sering mengantuk sebesar 0,478 kali lebih tinggi dibandingkan mahasiswa dengan durasi tidur ≥8 jam/ hari (ada efek protektif). Kata Kunci : Masalah Mengantuk, Asupan Zat Gizi, Mahasiswa S-1 Reguler FKM UI
The highest problem sleepiness among students has a negative impact to their concentrate and productivity. Nutrient and energy intake, nutrition status and daily activity could give an impact for sleepiness frequency. This study is aimed at knowing the dominant factor that can give influence for problem sleepiness among Public Health Students in 2011. The sample consisted of 139 public health students participating in a cross sectional study in Faculty of Public Health, University of Indonesia. The percentage of students who is almost sleepy is 28,80%. This research showed the association between sleep duration and problem sleepiness is significant. The dominant factor is sleep duration. Students with sleep duration < 8 hours/ day could be 0,478 times more sleepy than students with sleep duration ≥ 8 hours/ day (has a protective effect). Keywords : Problem Sleepiness, Nutrient Intake, Public Health Students
