Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 30403 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Muhammad Syafiq Nafis; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Laksita Ri Hastiti, Tri Suryohartono Sasmita
Abstrak:
Proyek konstruksi Depo Light Rail Transit (LRT), Jatimulya, Bekasi, merupakan tempat kerja konstruksi dengan area yang terbuka sehingga terpajan langsung oleh panas matahari. Bahaya panas ini dapat mengakibatkan pekerja konstruksi mengalami dehidrasi dan mengalami keluhan/gangguan kesehatan lainnya. Penelitian ini melihat hubungan antara dehidrasi (berdasarkan tingkat berat jenis urin) dan keluhan/gangguan kesehatan akibat pajanan panas pada pekerja. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode penelitian cross-sectional dan melihat data sekunder pada 183 responden. Hasil penelitian menunjukkan 51,37% responden mengalami dehidrasi (tingkat berat jenis urin >1,020) dan 48,63% responden tidak mengalami dehidrasi (tingkat berat jenis urin ≤1,020). Persentase responden yang mengalami banyak keluhan/gangguan kesehatan akibat pajanan panas ada 55,19%, sedangkan responden yang mengalami sedikit keluhan/gangguan kesehatan akibat pajanan panas ada 44,81%. Hasil penelitian menunjukkan p-value<0,05, yang berarti ada hubungan antara tingkat berat jenis urin dan keluhan/gangguan kesehatan akibat pajanan panas pada pekerja. Keluhan/gangguan kesehatan akibat pajanan panas yang paling banyak dirasakan responden adalah banyak keringat (70,49%), lemas (68,85%), dan cepat haus (68,31%). Berdasarkan hasil tersebut, perlu dilalukan upaya pengendalian keselamatan dan kesehatan kerja di proyek konstruksi depo LRT untuk mengurangi dampak pajanan panas agar pekerja tidak mengalami dehidrasi serta meminimalisir keberadaan keluhan/gangguan kesehatan akibat pajanan panas pada pekerja.

Depo Light Rail Transit (LRT) construction project, Jatimulya, Bekasi, is a construction site with an open area that is directly exposed by sunlight’s heat. This heat hazard may cause dehydration and heat-related symptoms/illnesses to the construction workers. This research aims to analyze the correlation between dehydration (based on urine specific gravity) and heat-related symptoms/illnesses in those construction workers. This research is a quantitative study with a cross-sectional method by using an available secondary data of 183 respondents. The result shows that 51,37% respondents experienced dehydration (urine specific gravity >1,020) and 48,63% respondents did not experienced dehydration (urine specific gravity ≤1,020). The percentage of the respondents who perceived a high number of heat-related symptoms/illnesses is 55,19%, while the percentage of those who perceived a low number of heat-related symptoms/illnesses is 44,81%. The result shows p-value<0,05, which means there is a correlation between urine specific gravity and heat-related symptoms/illnesses in those construction workers. The most occurring heat-related symptoms/illnesses perceived by the respondents are heavy sweating (70,49%), exhaustion (68,85%), and thirstiness (68,31%). Based on these results, occupational health and safety programs need to be enabled at Depo LRT construction project to reduce the impact of heat hazard so that the construction workers are not experiencing dehydration as well as minimalize the occurrence of heat-related symptoms/illnesses on those workers.
Read More
S-11434
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wawan Sasongko; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Laksita Ri Hastiti, Rahmi, Auliah
Abstrak: Pembangunan Depo Light Rail Transit (LRT) Jabodebek memiliki luas sekitar 12 ha yang mana 80% areanya merupakan area terbuka (terpajan panas). Mekanisme terjadinya heat stress terjadi karena kombinasi dari faktor lingkungan, faktor pekerjaan, dan karakteristik pekerjaan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi cross-sectional yang telah dilakukan pada bulan Agustus 2021 dengan 185 responden (126 pekerja outdoor dan 59 pekerja indoor). Hasil penelitian menunjukan indeks WBGT outdoor berada pada kisaran 25,9º C - 33,1º C dengan rata-rata 29,4º C dan WBGT indoor yaitu berada diantara 25,9º C - 35,3º C dengan rata-rata 30,4º C. Setelah dilakukan observasi dan perhitungan antara beban kerja, pola kerja dan faktor koreksi pakaian yang merujuk dari Peraturan Menteri Kesehatan nomor 70 Tahun 2016, diketahui bahwasannya 100% responden penelitian mengalami kejadian tekanan panas. Pada pekerja outdoor terdapat 56,35% merasakan keluhan ringan dan 43,65% merasakan keluhan berat. Persentase keluhan/gangguan kesehatan tertinggi yang dirasakan yaitu jarang buang air kecil (98,41%), lemas (88,89%), dan banyak keringat (85,71%). Sedangkan untuk pekerja indoor terdapat 67,80% merasakan keluhan ringan dan 32,20% merasakan keluhan berat. Persentase keluhan/gangguan kesehatan tertinggi yang dirasakan yaitu kurang konsentrasi (62,71%), kram otot tungkai bawah (57,63%) dan kram otot lengan (55,93%). Berdasarkan hal tersebut, perlu dilakukan berbagai upaya pengendalian terhadap pajanan panas yang terdapat di proyek pembangunan depo LRT Jabodebek agar dapat meminimalisir dampak keluhan/gangguan kesehatan pada pekerja sehingga pekerja tidak menderita Heat Related Symptoms
The construction of the Jabodebek Light Rail Transit (LRT) Depo has an area of about 12 ha of which 80% of the area is an open area (exposed to heat). The mechanism of heat stress occurs due to a combination of environmental factors, job factors, and job characteristics. This research is a quantitative study with a cross-sectional study design that was conducted in August 2021 with 185 respondents (126 outdoor workers and 59 indoor workers). The results showed that the outdoor WBGT index was in the range of 25.9º C - 33.1º C with an average of 29.4º C and indoor WBGT was between 25.9º C - 35.3º C with an average of 30.4º C. After observing and calculating the workload, work patterns and clothing correction factors referring to the Regulation of the Minister of Health number 70 of 2016, it is known that 100% of research respondents experienced heat stress events. In outdoor workers, 56.35% felt mild complaints and 43.65% felt severe complaints. The highest percentage of perceived health complaints/disorders were infrequent urination (98.41%), weakness (88.89%), and a lot of sweating (85.71%). Meanwhile, for indoor workers, 67.80% felt mild complaints and 32.20% felt severe complaints. The highest percentage of perceived health complaints/disorders were lack of concentration (62.71%), lower leg muscle cramps (57.63%) and arm muscle cramps (55.93%). Based on this, it is necessary to carry out various efforts to control heat exposure in the Jabodebek LRT depot development project in order to minimize the impact of complaints/health problems on workers so that workers do not suffer from Heat Related Symptoms.
Read More
S-10918
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bagus Putra Nino; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Laksita Ri Hastiti, Auliah Rahmi, Raymond Luthfi Hartanindya
Abstrak:
Proyek konstruksi tidak terhindarkan dengan risiko pajanan panas pada setiap aktivitasnya. Berdasarkan hasil investigasi kecelakaan yang terjadi, disebabkan karena pekerja tidak fokus dan lelah saat bekerja pada siang hari. Studi ini menganalisis faktor kelelahan dan kewaspadaan akibat panas dengan potensi kecelakaan kerja yang timbul dari tindakan tidak aman saat panas pada proyek konstruksi PT X. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional. Populasi berjumlah 150 pekerja, sampel yang diambil adalah random sampling dengan total 121 pekerja. Pengumpulan data responden menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian ini adalah 51% pekerja berpotensi mengalami kecelakaan atau cidera akibat tindakan tidak aman saat terik. Beban kerja, kejadian tekanan panas, keluhan subyektif berhubungan dengan kelelahan akibat panas (p value 0,05). Dari penelitian ini dapat disimpulkan Kelelahan dan kewaspadaan berhubungan dengan potensi kecelakaan (p value <0,05). Diharapkan manajemen perusahaan melakukan harus menetapkan instruksi kerja pengendalian pajanan panas yang meliputi identifikasi risiko, rencanan pengendalian, pemenuhan sarana dan prasarana pengendalian pajanan panas dan edukasi pekerja secara rutin.

Construction projects are unavoidable with the risk of heat exposure in every activity.Based on accident investigation, the accidents was caused by workers not being focused and tired while working during the day. This study analyzes the factors of fatigue and alertness due heat stress with potential accidents arising from unsafe actions when heat exposure on Dam construction project PT. X. The research design used in this study is cross-sectional. The population is 150 workers, and sample taken is random sampling with 121 workers . Respondent data collection using a questionnaire. Data analysis used the Chi-Square test. The results of this study are that 51% of workers have the potential to accidents or injuries due to unsafe actions when exposed to heat. Workload, heat stress events, subjective complaints related to fatigue (p value 0.05). From this study it can be concluded that fatigue and alertness are associated with potential accidents (p value <0.05). Management of the company must establish work instruction for controlling heat exposure which includes risk identification, control plans, control facilities and infrastructure, and routine education project workers.
Read More
T-6766
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Erdanto; Pembimbing: Sjahrul Meizar Nasri; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Bernandus Mbulu
Abstrak: Noise Induced Hearing Loss (NIHL) merupakan kejadian yang cukup banyakterjadi pada industry manufaktur yang diakibatkan oleh pajanan kebisingan. PadaPT NGK Busi Indonesia, Jakarta terdapat bahaya kebisingan yang bersumber dari mesin dan peralatan kerja. Penelitian dilakukan secara Cross-sectional ataupotong lintang terhadap dosis pajanan bising harian dan keluhan gangguan pendengaran dengan melibatkan faktor perancu berupa usia, masa kerja, APT,merokok, hoby menembak, memakai head-set, menonton konser music rock,mengunjungi diskotik, riwayat penyakit telinga, obat oto/neurotoksik, danpenyakit degeneratif. Dengan metode pengukuran dosis pajanan bisisng harian dan pengisian kuisioner. Berdasarkan analisis hubungan dua variable hanyakebisaan merokok yang memiliki perbedaan yang nyata dengan keluhan gangguanpendengaran dengan nilai p-value < 0,05. Perlu ditingkatkan pelaksanaan HearingLoss Prevention Program berupa audit awal, identifikasi dan analisi sumberbising, peningkatan pengawasan penggunaan APT, audiometry berkala, program motivasi dan edukasi, dokumentasi dan audit program HLPP.
Kata Kunci: bising, keluhan gangguan pendengaran
Noise Induced Hearing Loss (NIHL) is the most event that happen in industrial ofmanufacture. This event mostly associated by noise exposure. Many noise hazardin PT. NGK Busi Indonesia, Jakarta that sourced from machinery and otherworking equipment. This study designed by cross-sectional method againts dailynoise dose exposure and hearing loss complaints that there are confoundingfactors such as working period, ear protective equipment, smoking, shootinghobby, listening music with head-set, watching rock concert, discotic, history ofhearing illness, neurotoxic drugs, and degenerative illness. This study was usingtools such as result of daily noise dose exposure measurement and fullfillmentquestionaire. According to relationship analysis of two variable there is onlyfactor of smoking habit that have strongly associated with hearing loss complaintswith p-value <0,05. This should be improvement of Hearing Loss PreventionProgram Implementation such as initial audit, identification and analize noisesource, supervise enhancement of ear protective equipment utilization, periodicalaudiometry, education and motivation programs, documentation and programaudit of hearing loss prevention program.
Keywords: Noise, Hearing Loss Complaints
Read More
S-8378
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Shafa Salsabila; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Auliah Rahmi, Laksita Ri Hastiti
Abstrak: Penelitian ini membahas tentang hubungan antara tekanan panas dengan fatigue atau kelelahan pada pekerja di Depo LRT Jabodebek tahun 2021. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Bidang konstruksi merupakan salah satu sektor industri yang memiliki risiko fatigue. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus 2021 dengan melibatkan 185 Pekerja Depo LRT Jabodebek. Variabel independen dalam penelitian ini adalah tekanan panas dengan faktor risiko, yaitu faktor lingkungan, faktor pekerjaan (masa kerja dan beban kerja), faktor pakaian kerja, dan faktor individu (usia dan status gizi). Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara tekanan panas dan fatigue.
This research discusses the correlation between heat stress and fatigue among workers at Depo LRT Jabodebek in 2021. This study is a quantitative study with a cross- sectional design. Construction is one of the industrial sectors that has the risk of fatigue. The study was conducted in August 2021 involving 185 Depo LRT Jabodebek workers. The independent variable in this study is heat stress with risk factors, environmental factors, work factors (work period and workload), work clothes factors, and individual factors (age and nutritional status). The results showed that there was a correlation between heat stress and fatigue.
Read More
S-11112
Depok : FKM-UI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Desy Fitria Ilriyanti; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Ri Hastiti Laksita, Auliah Rahmi
Abstrak: Pekerja konstruksi merupakan profesi dengan tingkat risiko yang tinggi, seringkali dijumpai pekerja mengalami kejadian stres akibat pekerjaan. Faktor yang berkontribusi pada kejadian stres kerja ini yaitu faktor bahaya fisik dan faktor psikososial, namun tidak menutup kemungkinan pengaruh dari karakteristik individu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tekanan panas dan faktor psikososial di tempat kerja dengan tingkat stres kerja pada pekerja konstruksi proyek pembangunan Depo LRT Jabodebek, Jatimulya, Bekasi Timur tahun 2021. Faktor-faktor yang diteliti diantaranya yaitu faktor bahaya fisik berupa tekanan panas, faktor psikososial meliputi konten pekerjaan (beban kerja, jadwal kerja, dan desain tugas) dan konteks pekerjaan (peran dalam organisasi, hubungan interpersonal, dan kepuasan kerja), serta karakteristik individu. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Sebanyak 185 pekerja konstruksi berpartisipasi dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 155 pekerja konstruksi (83,8%) mengalami tingkat stres sedang dan 145 pekerja (78,4%) mengalami kejadian tekanan panas. Ditemukan hubungan yang signifikan antara faktor jadwal kerja, beban kerja, desain tugas, peran dalam organisasi, hubungan interpersonal, dan status pernikahan dengan tingkat stres kerja. Berdasarkan hasil yang didapatkan, maka perlu dilakukan upaya pengendalian terhadap pajanan panas dan faktor psikososial yang terdapat pada proyek pembangunan Depo LRT Jabodebek supaya dapat meminimalisir terjadinya stres pada pekerja.
Construction workers are a profession with a high level of risk, workers are often found experiencing stress due to work. Factors that contribute to the occurrence of work stress are physical hazard factors and psychosocial factors, and also individual characteristics. This study aims to analyze the relationship between heat stress and psychosocial factors in the workplace to work stress levels on construction workers at the Jabodebek LRT Depot construction project, Jatimulya, East Bekasi in 2021. The factors studied included physical hazard factors, namely heat stress, psychosocial factors including work content (workload, work schedule, and task design) and work context (role in the organization, interpersonal relationships, and job satisfaction), also individual characteristics. This study is a quantitative study with a cross-sectional study design. A total of 185 construction workers participated in this study. The results showed that 155 construction workers (83.8%) experienced moderate stress levels and 145 workers (78.4%) experienced heat stress. Found a significant relationship between work schedule, workload, task design, role in the organization, interpersonal relationships, and marital status to work stress levels. Based on the results obtained, it is necessary to control the heat exposure and psychosocial factors contained in the Jabodebek LRT Depot development project to minimize stress on workers.
Read More
S-11080
Depok : FKM-UI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Raymond Luthfi Hartanindya; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Laksita R. Hastiti, Abdul Kadir, Marina Kartikawati, Hairuddin Bangun Prasetyo
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antar indek tekanan panas terhadap kelelahan yang berpengaruh terhadap risiko kecelakaan kerja. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh staf proyek, yang datanya diambil menggunakan kuesioner dan suhu lingkungan diukur untuk pemantauan termal lingkungan. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara heat stress index dengan kelelahan yang dialami pekerja pada kasus kecelakaan kerja. Dari hasil analisis didapatkan variabel kelelahan sebagai variabel paling dominan karena memiliki nilai odds ratio tertinggi yaitu sebesar 72,8 (95% CI: 10,318 612,895). Hal ini menunjukkan bahwa pekerja yang lelah berisiko 72,8 kali lebih tinggi mengalami kasus kecelakaan kerja dibandingkan pekerja yang tidak lelah setelah dikontrol oleh variabel suhu udara, kecepatan aliran udara, kelembaban udara, beban kerja, pakaian, IMT, dan waktu tidur. Selain itu, faktor pekerja seperti IMT yang tinggi (kecenderungan obesitas) dan denyut nadi yang tinggi menjadi penyebab jumlah kasus kecelakaan di Proyek XYZ tahun 2021
This study aims to determine the relationship between heat stress index and fatigue that affects the risk of work accidents. This research is a quantitative research using the cross-sectional method. In this study, the sample consisted of all project staff, whose data was collected via a questionnaire, and the ambient temperature was measured for environmental thermal monitoring. The results of this study explain that there is a significant relationship between the heat stress index and the fatigue experienced by workers in cases of work accidents. The analysis found that fatigue was the most dominant variable because it had the highest odds ratio value of 72.8 (95% CI: 10.318 612.895). This shows that tired workers have more atterrated of experiencing work accidents than workers who are not tired after being controlled by the variables of air temperature, airflow humidity, workload, airflow, BMI, and sleeping time. In addition, worker factors such as a high BMI (obesity tendency) and a high pulse rate are the causes of the number of accident cases at the Project in 2021
Read More
T-6388
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dwi Suci Rahmawati; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Laksita Ri Hastiti, Auliah Rahmi
Abstrak: Pembangunan infrastruktur dan kegiatan konstruksi menjadi salah satu cara bagi pemerintah Indonesia untuk membangun perekonomian nasional. Namun disisi lain proses kerja kegiatan konstruksi memiliki bahaya dan risiko, salah satunya bahaya fisik yang menjadi bahaya paling tinggi salah satunya adalah unsafe condition seperti lingkungan kerja panas yang merupakan kombinasi dari suhu udara, kelembaban udara, kecepatan udara, dan suhu radiasi. Apabila kombinasi tersebut dihubungkan dengan produksi panas tubuh maka akan menyebabkan tekanan panas (heat stress). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan hubungan tekanan panas (heat stress), dan faktor individu (usia, indeks massa tubuh, riwayat keturunan hipertensi, dan status hidrasi) dengan kejadian hipertensi. Penelitian ini dilakukan pada Agustus-Desember 2021 pada pekerja konstruksi proyek Depo Light Rail Transit (LRT) Jabodebek Jatimulya, Jawa Barat. Pendekatan menggunakan kuantitatif observasional deskriptif analitik dengan studi cross sectional dan melibatkan 185 responden yang diambil menggunakan cluster proporsional random sampling. Hasil penelitian menunjukkan 67% pekerja mengalami tekanan panas, 69,7% berusia < tahun, 76,8% memiliki IMT tidak berlebih, 73% tidak memiliki riwayat keturunan hipertensi, 91,9% mengalami dehidrasi tidak berat. Berdasarkan hasil analisis, variabel yang memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian hipertensi adalah variabel tekanan panas (heat stress), usia, dan riwayat keturunan hipertensi (P value= 0,05)
Read More
S-10900
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mochammad Faried Karesya; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdham; Penguji: Laksita Ri Hastiti, Abdul Kadir, Marina Kartikawati, Hairuddin Bangun Prasetyo
Abstrak:
Tingginya dampak fisiologis akibat tekanan panas telah terjadi pada pekerja Proyek Jabodebek LRT Depo Jatimulya salah satunya adalah gangguan pada fungsi organ tertentu dalam tubuh (heat related illness) dimana pekerja mengeluhkan cuaca panas jika di siang hari yang menyebabkan 7 (tujuh) pekerja diantaranya pusing dan 3 (tiga) pekerja lainnya mengeluhkan cepat haus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tekanan panas dan keluhan subjektif pada pekerja proyek LRT Jabodebek Depo Jatimulya, baik outdoor (area lintasan) maupun indoor (OCC Building) sebanyak 185 responden. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan desain studi cross sectional dan menggunakan data sekunder yang dikumpulkan selama periode Agustus-Desember 2021. Hasil penelitian didapatkan bahwa mayoritas responden bekerja dengan nilai WBGT lebih dari NAB (67,0%) dan mengalami keluhan subyektif berat (73,5%). Dimana variabel temperatur udara (p-value = 0,000), kelembaban udara (p-value = 0,000), beban kerja (p-value = 0,001), pakaian kerja (p-value = 0,001), dan indeks tekanan panas (p-value = 0,000), memiliki hubungan yang signifikan dengan keluhan subyektif. Sedangkan kecepatan aliran udara (p-value = 0,240) tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan keluhan subyektif. Didukung dengan hasil pemodelan akhir, bahwa variabel indeks tekanan panas merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan keluhan subyektif (OR 4,191). Diharapkan kedepannya perusahaan melakukan pengendalian teknik, pengendalian administratif, dan pengendalian personal, untuk meminimalisir risiko kejadian keluhan subyektif kepada para pekerja.

Heat stress has had a large physiological impact on workers in Jabodebek Depo Jatimulya Light Rail Transit (LRT) Construction Project, one of which is a disruption in the function of certain organs in the body, where workers complain of hot weather during the day, which leads 7 (seven) workers had dizziness and 3 (three) other workers complain of thirst. The purpose of this study is to examine the association between workers' subjective complaints due to heat exposure among 185 workers, both outdoors and indoors. This study is quantitative research using a cross-sectional study design, secondary data gathered between August and December 2021. The results showed that the majority of respondents worked with WBGT values of more than threshold values (67.0%) and experienced severe subjective complaints (73.5%). The air temperature (p-value = 0,000), air humidity (p-value = 0,000), workload (p-value = 0.001), workwear (p-value = 0.001), and heat pressure index (p-value = 0,000) have a significant relationship with subjective complaints, while the velocity of air flow (p-value = 0.240) does not. It is supported by the results of the final modeling that the heat pressure index variable is the most dominant factor related to subjective complaints (OR 4,191). It is hoped that in the future, the corporation will implement technical, administrative, and personal controls to reduce the likelihood of subjective complaints from employees
Read More
T-6571
Depok : FKM UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hayu Weka Prasetya; Pembimbing: Sjahrul Meizar Nasri; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Laksita Ri Hastiti, Masjuli Dan Deddy SYAM
Abstrak:
Sebagai salah satu perusahaan inspeksi yang melakukan maintenance dalam area industri industri minyak dan gas bumi, PT. X memiliki fasilitasdigunakan untuk menunjang pengujian katup pengaman. penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan Cross Sectional. Data didapatkan dari wawancara, observasi, serta hasil kuisioner dan pengukuran. Adapun instrument yang digunakan mengacu kuisioner SNI 9011 : 2021, subjek penelitian total pekerja pada area workshop di PT X sebanyak 30 orang. Identifikasi keluhan gangguan otot rangka, sebanyak 21 responden ( 70%) merasakan keluhan dan tidak nyaman pada bagian bahu kanan, bagian lengan kanan, pinggul kanan, bagian punggung atas dan 9 responden ( 30% ) tidak mengalami keluhan. Pada kategori umur >35 Tahun, berjumlah 84,6 % dengan hasil statistiknya Pvalue 0,22 > 0,05. Keluhan gangguan otot rangka dengan lama kerja 5-10Tahun berisiko itu sebanyak 10 orang (35,7%), hasil Pvalue 0,33 > 0,05, Inspektor yang mempunyai kebiasaan merokok berisiko keluhan gangguan otot rangka yaitu sebanyak 20 orang (76,9%) dengan hasil Pvalue 0,28> 0,05. Risiko pekerjaan dilakukan penilaian tingkat risiko dan analisis risiko ergonomi untuk ukuran katup pengaman 1x2 inch mendapatkan tingkat risiko dengan level rendah dengan skor 2 dan analisis resiko ergonomi di skor 3, Dan tingkat risiko dan analisis risiko ergonomi untuk ukuran katup pengaman 6x6 inch mendapatkan tingkat risiko dengan level sedang skor 6 dengan analisis resiko ergonomi di skor 6. Analisis risiko ergonomi untuk pengujian katup pengaman perlu diperlukan tindakan perbaikan untuk rekayasa teknik dan kontrol administrasi.

As one of the inspection companies that carries out maintenance in the oil and gas industrial area, PT. X has facilities used to support safety valve testing. The research used was descriptive qualitative research with a cross sectional approach. Data was obtained from interviews, observations, as well as the results of questionnaires and measurements. The instrument used refers to the SNI 9011: 2021 questionnaire. The total research subjects were 30 workers in the workshop area at PT X. Identification of complaints of musculoskeletal disorders, as many as 21 respondents (70%) felt complaints and discomfort in the right shoulder, right arm, right hip, upper back and 9 respondents (30%) did not experience complaints. In the age category > 35 years, the number was 84.6% with the statistical result being Pvalue 0.22 > 0.05. Complaints of musculoskeletal disorders with a length of work of 5-10 years are at risk of 10 people (35.7%), the Pvalue result is 0.33 > 0.05. Inspectors who have a smoking habit are at risk of complaints of musculoskeletal disorders, namely 20 people (76.9 %) with a Pvalue of 0.28> 0.05. Job risks were carried out by assessing the risk level and ergonomic risk analysis for the safety valve size 1x2 inch, getting a risk level with a low level with a score of 2 and ergonomic risk analysis with a score of 3, and the risk level and ergonomic risk analysis for the safety valve size 6x6 inch getting a risk level with Medium level score 6 with ergonomic risk analysis at score 6. Ergonomic risk analysis for safety valve testing requires corrective action for engineering engineering and administrative control.
Read More
T-7088
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive