Ditemukan 35124 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Syarif Rahman Hasibuan; Pembimbing: Sabarinah; Penguji: Ede Surya Darmawan, Popy Yuniar, Muri Maftuchan; Nurul Rakhmawati
Abstrak:
Read More
Penelitian ini bertujuan menilai kesiapan sistem informasi Rumah Sakit Pusat Otak Nasional dalam mengimplementasikan metode Activity-Based Costing (ABC) untuk evaluasi biaya satuan pada tahun 2024. Kebutuhan terhadap sistem informasi rumah sakit sangat krusial untuk mendukung otomatisasi dan evaluasi unit cost dengan ABC yang berkala. Desain penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus menggunakan asesmen mandiri yang dikembangkan untuk menilai kesiapan implementasi metode ABC, berfokus pada aspek Human-Organization-Technology-Environment (HOT-E). Asesmen mandiri diisi oleh tim tarif atau unit cost rumah sakit dan dikonfirmasi melalui wawancara. Hasil menunjukkan bahwa dimensi sumber daya manusia memiliki kesiapan yang paling tinggi dengan skor rata-rata 2,8 dari 4. Dimensi teknologi dan lingkungan masing-masing 2,5 dari 4. Namun, dimensi manajemen menunjukkan kesiapan terendah dengan skor rata-rata 2,1 karena belum tersedianya standar prosedur penggunaan ABC untuk evaluasi unit cost dan belum masuknya evaluasi unit cost sebagai indikator kinerja utama rumah sakit. Sebagai upaya memastikan keberhasilan implementasi ABC, diperlukan pengembangan fitur analisis biaya dalam sistem informasi rumah sakit, pelatihan berkelanjutan, dan pengembangan standar implementasi yang jelas. Penelitian ini memberikan panduan bagi rumah sakit dalam mempersiapkan implementasi ABC secara lebih komprehensif.
This research aims to assess the readiness of the information system at the National Brain Center Hospital in implementing the Activity-Based Costing (ABC) method for evaluating unit costs in 2024. The need for a hospital information system is very crucial to support automation and periodic evaluation of unit costs with ABC. The research design uses a qualitative approach with a case study method using an independent assessment developed to assess readiness to implement the ABC method, focusing on the Human-Organization-Technology-Environment (HOT-E) aspect. The self-assessment is completed by the hospital's rate or unit cost team and confirmed through an interview. The results show that the human resources dimension has the highest readiness with an average score of 2.8 out of 4. The technology and environmental dimensions each have 2.5 out of 4. However, the management dimension shows the lowest readiness with an average score of 2. 1 because there is no standard procedure for using ABC for unit cost evaluation and unit cost evaluation has not been included as a main hospital performance indicator. In an effort to ensure the success of ABC implementation, it is necessary to develop cost analysis features in hospital information systems, continuous training, and develop clear implementation standards. This research provides guidance for hospitals in preparing to implement ABC more comprehensively.
T-7058
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Amran Rizal; Pembimbing: Besral, Artha Prabawa; Penguji: R. Sutiawan, Yout Savithri
T-5377
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Doni Simangunsong; Pembimbing: Artha Prabawa; Penguji: R. Sutiawan; Tutty Aprianti M.; Ahmad Eru Saprudin
Abstrak:
Pelayanan keperawatan merupakan bagian integral dari rumah sakit yang memiliki peranan dalam menentukan mutu dan kualitas pelayanan rumah sakit. Perawat dituntut untuk melaksanakan pelayanan dan asuhan keperawatan sesuai standar, kewenangan, tanggung jawab serta kemampuan yang dimiliki untuk meningkatkan kesehatan dan pemulihan keadaan pasien. Pengunaan teknologi informasi belum sepenuhnya dimanfaatkan khususnya dalam dokumentasi keperawatan, sehingga masih ditemukan masalah seperti ketidaklengkapan dokumentasi, terjadi duplikasi data dan keterlambatan informasi. Tujuan penelitian ini adalah terbentuknya aplikasi sistem informasi asuhan keperawatan jiwa berbasis web. Pengembangan aplikasi ini diharapkan dapat menyediakan informasi yang cepat, tepat dan akurat bagi pengguna (user). Metodologi yang digunakan adalah metode iterasi incremental didukung dengan SLDC. Pengumpulan data informasi melalui wawancara, observasi dan telaah dokumen. Pengembangan desain proses asuhan keperawatan jiwa dengan standar internasional NANDA, NIC dan NOC. Pengembangan sistem pada penelitian ini menggunakan bahasa pemograman PHP dengan basis data MySQL. Hasil penelitian ini adalah aplikasi ringan. kata kunci : sistem informasi, asuhan keperawatan jiwa, web, rawat inap pskiatri
Read More
T-4493
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Edi Utomo Putro; Pembimbing: Popy Yuniar; Penguji: Rico Kurniawan, Cucu Sumintardi
Abstrak:
Read More
Pneumonia adalah peradangan akut pada jaringan paru-paru yang disebabkan oleh infeksi mikroorganisme seperti bakteri, virus, jamur, atau parasit. Saat ini masih didapatkan pencatatan MTBS secara manual dan belum mengikuti standar variable dan meta data sesuai Keputusan Menteri Kesehatan yang menyebabkan meningkatkan resiko kesalahan dan kehilangan data. Tujuan penelitian ini adalah mengembangankan prototype sistem informasi MTBS berbasis SATUSEHAT Platform untuk monitoring tatalaksana pnemounia. Penelitian ini merupakan riset kualitatif dengan pendekatan pengembangan system. Lokasi penelitian dilakukan di Puskesmas Cisolok dan Tegalbuleud Kabupaten Sukabumi. Teknik pengumpulan menggunakan wawancara, telaah dokumen, dan observasi. Informan pada penelitian ini melibatkan 7 informan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa MTBS belum maksimal karena masih menggunakan pencatatan dan pelaporan secara manual, pengembangan sistem informasi menghasilkan prototype sistem informasi status kesehatan terkait dengan MTBS memiliki manfaat dalam upaya mempercepat pelayanan dan monitoring pencapaian indikator program kesehatan, perancangan ini menghasilkan desain pemodelan terstruktur yang menunjukkan sistem yang sudah dikembangkan berfungsi secara optimal, serta pengembangan sistem informasi MTBS sudah sesuai dengan menggunakan standar FHIR yang diadobsi oleh SATUSEHAT. Pada penelitian ini dapat dinilai bahwa mengembangankan prototype sistem informasi MTBS berbasis SATUSEHAT Platform untuk monitoring tatalaksana pnemounia ini efektif sebagai upaya standardisasi data dan mempermudah integrasi antar sistem informasi kesehatan.
Pneumonia is an acute inflammation of the lung tissue caused by infection with microorganisms such as bacteria, viruses, fungi, or parasites. Currently, IMCI records are still obtained manually and have not followed the variable and meta data standards according to the Decree of the Minister of Health, which increases the risk of errors and data loss. The purpose of this study was to develop a prototype IMCI information system based on the SATUSEHAT Platform for monitoring pnemounia management. This research is a qualitative research with a system development approach. The research was conducted at Cisolok and Tegalbuleud Health Centers in Sukabumi District. The collection techniques used interviews, document review, and observation. This study involved 7 informants using purposive sampling technique. The results of this study found that IMCI has not been maximized because it still uses manual recording and reporting, the development of information systems produces prototype health status information systems related to IMCI has benefits in efforts to monitor the achievement of health program indicators, this design produces a structured modeling design that shows the system that has been developed functions optimally, and the development of IMCI information systems is in accordance with using the FHIR standard adopted by SATUSEHAT. In this study, it can be assessed that developing a prototype IMCI information system based on the SATUSEHAT Platform for monitoring pnemounia management is effective as an effort to standardize data and facilitate integration between health information systems.
T-7188
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ani Anisah; Pembimbing: R. Sutiawan; PEmbimbing: Besral, Khaerudin, Totok Subianto
Abstrak:
Prastudi di lapangan menunjukan bahwa masih terjadi inefektifitas dan inefisiensi implementasi analisis kebutuhan diklat di Balai Besar Pelatihan Kesehatan Ciloto, seperti prosedur yang panjang, waktu proses yang lama, biaya besar, kurangnya keterwakilan data serta lemahnya dukungan teknologi informasi dan komunikasi. Selain itu secara substansi, permasalahan belum tergalinya softskills sebagai salah satu kemampuan penting pemberi layanan kesehatan (terutama perawat) membuat rekomendasi analisis kebutuhan diklat sebagai pertimbangan pengambilan keputusan perencanaan program diklat belum komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun rancangan Sistem Informasi AKD Berbasis Web dengan kajian softskills perawat rumah sakit, yang efektif dan efisien dilengkapi dengan prototype program yang dapat menghasilkan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan dalam rangka perencanaan program diklat di BBPK Ciloto. Metodologi penelitian yaitu operational research dengan metode pengembangan sistem prototype. pengumpulan data primer dengan cara wawancara pada informan serta data sekunder melalui telaah dokumen dan observasi lapangan dengan metode pengujian sistem user acceptance test. Keluaran informasi yang dapat dihasilkan adalah informasi yang dapat digunakan untuk perencanaan program diklat softskills. Dari hasil pengujian dan analisis, sistem lebih efektif dan efisien dibandingkan dengan sistem berjalan. Dalam pengembangannya perlu ada strategi untuk meningkatkan tingkat partisipasi dan perlunya dukungan dan masukan baik dari unit utama kementerian kesehatan, unit pembina teknis maupun organisasi profesi. Kata Kunci: sistem informasi, analisis kebutuhan diklat, diklat, prototype, perencanaan diklat.
Read More
T-4351
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Devinita Ayu Nurcahyani; Pembimbing: Indang Trihandini; Penguji: Artha Prabawa, Nanang Setiawan
S-6302
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sri Jumiati Agustina; Pembimbing: Kemal Nazaruddin Siregar; Penguji: Popy Yuniar, Rico Kurniawan, Rodlia
Abstrak:
Read More
Salah satu sistem informasi di rumah sakit yang diperlukan dalam mendukung pelayanan rawat inap adalah sistem Bed Management. Sistem ini merupakan bagian dari Electronic Health Record (EHR) RSPON Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta dan terkait dengan indikator rawat inap yang terdiri dari BOR (Bed Occupancy Rate), TOI (Turn Over Interval), LOS (Length Of Stay) dan BTO (Bed Turn Over), GDR (Gross Death Rate) dan NDR (Net Death Rate). Beberapa kendala terkait bed management yang sering terjadi, diantaranya: keterbatasan tempat tidur sehingga pasien tidak dapat masuk ruang rawat, koordinasi antar unit yang terhambat dalam pemesanan kamar, lamanya persiapan pasien pulang, adanya kebutuhan informasi yang belum terakomodir dalam sistem, adanya kamar yang tidak dapat digunakan (inaktif). Saat ini sistem yang ada belum dapat menampilkan informasi terkait efisiensi pelayanan Bed Management secara realtime, sehingga perlu pengembangan untuk menghasilkan informasi yang lebih lengkap dan realtime terkait bed management. Rancangan Sistem ini model Systems Development Life Cycle (SDLC) dalam bentuk prototype dengan output Dashboard laporan terkait bed management. Pengembangan ini diharapkan memudahkan semua pihak yang terkait dalam melakukan monitoring dan evaluasi pelayanan sehingga dapat mempercepat pimpinan dalam pengambilan kebijakan termasuk percepatan respon terhadap permasalahan yang ada agar pelayanan berjalan lancar dan meningkatkan kepuasan pasien.
One of the hospital information systems required to support inpatient services is the Bed Management System. This system is a part of the Electronic Health Record (EHR) at RSPON Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta and is related to inpatient indicators including BOR (Bed Occupancy Rate), TOI (Turn Over Interval), LOS (Length Of Stay), BTO (Bed Turn Over), GDR (Gross Death Rate), and NDR (Net Death Rate). Some common issues related to bed management include: limited bed availability preventing patients from being admitted to the ward, hindered coordination between units in room booking, prolonged patient discharge preparation, unmet information needs within the system, and rooms that cannot be used (inactive). Currently, the existing system cannot display information related to the efficiency of Bed Management services in real-time, thus development is needed to provide more comprehensive and real-time information regarding bed management. This system design follows the Systems Development Life Cycle (SDLC) model in the form of a prototype with a Dashboard output for bed management reports. This development is expected to facilitate all related parties in monitoring and evaluating services, thereby enabling leadership to make quicker decisions and accelerate responses to existing issues, ensuring smooth service operations and improving patient satisfaction.
T-7097
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Lady Farah Fatmawati; Pembimbing: Kemal Nazaruddin Siregar; Penguji: Popy Yuniar, Rico Kurniawan, Haruddin, Doli Wilfried Hasudungan Simanungkalit
Abstrak:
Read More
Prevalensi perundungan terhadap peserta didik di Rumah Sakit Pendidikan khususnya pada dokter residen mencapai 89%. Dokter yang mengalami perundungan lebih berisiko untuk mengalami masalah kesehatan jiwa seperti gangguan kecemasan, gangguan tidur dan depresi. Insiden perundungan juga berpotensi meningkatkan risiko kesalahan tindakan medis pada pasien. Hanya 5% korban perundungan yang berani melapor kepada bagian Kepegawaian di Rumah Sakit. Sistem Pelaporan dan Penanganan Perundungan yang saat ini berjalan masih memiliki keterbatasan yang berpotensi menghambat penyelesaian penanganan perundungan. Sehubungan dengan hal ini, penelitian diperlukan untuk mengembangkan sistem agar sesuai dengan kebutuhan pengguna. Rancangan pengembangan sistem dilakukan melalui pendekatan System Development Life Cycle yang terdiri dari tahap analisis, desain dan implementasi. Analisis yang dilakukan mencakup aspek kebutuhan bisnis, sistem, pengguna, dan nonfungsional. Analisis Sistem dilakukan dengan metode PIECES (Performance, Information, Economy, Control, Efficiency dan Service). Penelitian menghasilkan gambaran kebutuhan pengembangan sistem, kerangka logis sistem, prototipe sistem, dan gambaran uji fungsionalitas sistem. Pengembangan prototipe sistem difokuskan pada aspek kerahasiaan, komunikasi, dashboard, serta pemantauan laporan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Pengembangan Sistem Informasi perlu didukung dengan kebijakan institusional agar dapat memberikan manfaat secara optimal kepada banyak pihak.
The prevalence of bullying among medical residents reaches as high as 89%. Residents who experience bullying are at increased risk of developing mental health issues such as anxiety disorders, sleep disturbances, and depression. Bullying incidents also have the potential to increase the risk of medical errors in patient care. However, only 5% of victims report these incidents to the hospital’s Human Resources department. The existing bullying reporting and handling system remains limited and may hinder effective resolution. This study aims to develop a bullying reporting and management system that aligns with user needs. The system was designed using the System Development Life Cycle (SDLC) approach, which includes analysis, design, and implementation phases. The analysis phase covered business, system, user, and non-functional requirements, using the PIECES framework (Performance, Information, Economy, Control, Efficiency, and Service) for system analysis. The study resulted in a comprehensive description of system requirements, a logical system framework, a system prototype, and an overview of system functionality testing. The prototype focuses on key aspects such as confidentiality, communication, dashboard features, and report monitoring tailored to user needs. The development of this information system should be supported by institutional policies to ensure optimal impact and benefit for all stakeholders.
T-7247
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Anggraina Diastri; Pembimbing: Rico Kurniawan; Penguji: Artha Prabawa, Popy Yuniar, Lutfi Rinaldi Syahbana, Arif Purnomo Aji
Abstrak:
Read More
Latar belakang: Transformasi digital di sektor kesehatan menjadi semakin signifikan sejak pandemi COVID-19, mendorong percepatan implementasi teknologi informasi, termasuk Rekam Medis Elektronik (RME). Di Indonesia, Kementerian Kesehatan telah mewajibkan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk Rumah Sakit Swasta Tipe C, untuk menerapkan RME. Namun, keberhasilan implementasi RME tidak hanya bergantung pada keberadaan sistem, tetapi juga pada tingkat kematangan digital rumah sakit. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat kematangan digital terhadap implementasi RME di Rumah Sakit Swasta Tipe C. Metodologi penelitian: Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif menggunakan metode survei cross-sectional terhadap 202 tenaga kesehatan di RS Swasta Tipe C. Instrumen penelitian mengacu pada Digital Maturity Index (DMI) Kementerian Kesehatan dengan tujuh dimensi utama, serta lima dimensi implementasi RME yang diadaptasi dari model Technology Acceptance Model (TAM). Data dianalisis menggunakan PLS-SEM untuk menguji validitas, reliabilitas, dan hubungan antar variabel. Hasil penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kematangan digital berpengaruh signifikan terhadap keberhasilan implementasi RME, dengan dimensi "Pemanfaatan Data" dan "Ketersediaan Fitur RME dalam pelayanan kesehatan" menjadi faktor dominan. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis dalam menyusun strategi penguatan digitalisasi rumah sakit dan menjadi masukan bagi pengambil kebijakan dalam mendukung transformasi digital yang efektif dan berkelanjutan.
Background: Digital transformation in the healthcare sector has become increasingly significant since the COVID-19 pandemic, driving the accelerated implementation of information technology, including Electronic Medical Records (RME). In Indonesia, the Ministry of Health has required all healthcare facilities, including Type C Private Hospitals, to implement RME. However, the successful implementation of RME depends not only on the existence of the system, but also on the hospital's level of digital maturity. Research Objective: This study aims to analyse the effect of digital maturity level on RME implementation in Type C Private Hospitals. Research Methodology: The research was conducted with a quantitative approach using a cross-sectional survey method of 202 health workers in Type C private hospitals. The research instrument refers to the Ministry of Health's Digital Maturity Index (DMI) with seven main dimensions, as well as five dimensions of RME implementation adapted from the Technology Acceptance Model (TAM). Data were analysed using PLS-SEM to test the validity, reliability, and relationship between variables. Research Results: The results showed that the level of digital maturity significantly influenced the success of RME implementation, with the dimensions of ‘Data Utilisation’ and ‘Availability of RME Features in health services’ being the dominant factors. This research provides a practical contribution in developing strategies to strengthen hospital digitalisation and provides input for policy makers in supporting effective and sustainable digital transformation
Background: Digital transformation in the healthcare sector has become increasingly significant since the COVID-19 pandemic, driving the accelerated implementation of information technology, including Electronic Medical Records (RME). In Indonesia, the Ministry of Health has required all healthcare facilities, including Type C Private Hospitals, to implement RME. However, the successful implementation of RME depends not only on the existence of the system, but also on the hospital's level of digital maturity. Research Objective: This study aims to analyse the effect of digital maturity level on RME implementation in Type C Private Hospitals. Research Methodology: The research was conducted with a quantitative approach using a cross-sectional survey method of 202 health workers in Type C private hospitals. The research instrument refers to the Ministry of Health's Digital Maturity Index (DMI) with seven main dimensions, as well as five dimensions of RME implementation adapted from the Technology Acceptance Model (TAM). Data were analysed using PLS-SEM to test the validity, reliability, and relationship between variables. Research Results: The results showed that the level of digital maturity significantly influenced the success of RME implementation, with the dimensions of ‘Data Utilisation’ and ‘Availability of RME Features in health services’ being the dominant factors. This research provides a practical contribution in developing strategies to strengthen hospital digitalisation and provides input for policy makers in supporting effective and sustainable digital transformation
T-7413
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sugianto; Pembimbing: Pandu Riono; Penguji: Artha Prabawa, Krisna Nur A. Pangesti, Sulistya Basuki
T-3860
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
