Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 29966 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Maulaya Istafa Tiwikrama Ambarwati; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Puput Oktamianti, Siti Sultoni
Abstrak: Latar belakang: Pertumbuhan jumlah rumah sakit menunjukkan peningkatan setiap tahunnya. Tantangan yang dihadapi rumah sakit baik milik pemerintah atau swasta adalah berkompetisi dengan melakukan perbaikan. Perbaikan dalam kinerja rumah sakit diperlukan agar dapat bertahan dan bersaing dengan kompetitor lainnya. Layanan rawat inap merupakan beban terbesar bagi program jaminan kesehatan sekaligus menjadi kontributor utama pendapatan rumah sakit. Tujuan penelitian: penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan hasil analisis kinerja rawat inap menggunakan metode Baldrige Excellence Framework di rumah sakit Universitas Indonesia tahun 2024. Metodologi penelitian: penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif untuk mendapatkan persepsi penilaian kinerja dari sudut karyawan. Sampel penelitian diambil menggunakan metode convenience sampling dengan jumlah 58 responden. Hasil penelitian: hasil penelitian ini menunjukkan kinerja kepemimpinan mendapatkan nilai 92,1 dari nilai maksimal 120, perencanaan strategis 64,1 dari nilai maksimal 85, fokus pelanggan 65,9 dari nilai maksimal 85, pengukuran, analisis, dan manajemen pengetahuan 70,3 dari nilai maksimal 90, fokus tenaga kerja 60,1 dari nilai maksimal 85, operasional 63,6 dari nilai maksimal 85, dan hasil 328,7 dari nilai maksimal dari nilai maksimal 450.
Background: The number of hospitals has shown consistent growth each year. Both public and private hospitals face the challenge of competing by continuously improving their performance. Performance improvement is essential for hospitals to survive and stay competitive. Inpatient services are the largest financial burden for the national health insurance program while also serving as the primary revenue contributor for hospitals. Research Objective: This study aims to analyze the performance of inpatient services using the Baldrige Excellence Framework at Universitas Indonesia Hospital in 2024. Research Methodology: This study employs a cross-sectional design with a quantitative approach to gather performance evaluation perceptions from the employees’ perspective. The sample was selected using convenience sampling, resulting in 58 respondents. Research result: this research show that leadership performance received a score 92,1 out of a maximum score of 120, strategic planning scored 64.1 out of 85, customer focus scored 65.9 out of 85, measurement, analysis, and knowledge management scored 70.3 out of 90, workforce focus scored 60.1 out of 85, operations scored 63.6 out of 85, and results scored 328.7 out of a maximum of 450.
Read More
S-11809
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gustiane Adriani Dwisari; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Novita Dwi Istanti
Abstrak:
Pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) memegang peran penting dalam menentukan kualitas pelayanan dan keselamatan pasien di rumah sakit. Indikator kinerja IGD, seperti Length of Stay (LOS), yang mengukur lama pasien d IGD dari kedatangan hingga pemulangan atau pemindahan, dapat memengaruhi tingkat kepadatan di IGD. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi alur pelayanan, hambatan, dan akar penyebab masalah terkait LOS di IGD. Pengumpulan data dilakukan pada bulan April-Mei 2024 dengan pendekatan kualitatif studi kasus, berupa observasi pada 30 pasien, wawancara, dan telaah dokumen. Analisis data menggunakan flowchart untuk mengidentifikasi alur pelayanan, Value Stream Mapping untuk mengenali kegiatan bernilai dan menemukan waste, serta The Five Whys untuk menganalisis akar penyebab hambatan. Metode Lean Thinking digunakan untuk menghasilkan alur dan Model BAS (Baseline, Assess, Suggest Solution) dari Model BASICS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alur pelayanan pasien IGD melibatkan lima tahapan; dengan 65,5% waktu pelayanan adalah kegiatan non-value added, 23,4% kegiatan necessary but non-value added, dan 11,1% kegiatan value added, dengan total Lead Time 7 jam 55 menit 29 detik. Dari sisi pasien, waste yang terjadi meliputi waste of waiting (94,9%) dan transportation (5,1%). Bottleneck terjadi pada aktivitas menunggu terdaftar di rawat inap (25,2%), menunggu advis DPJP (22,9%), menunggu hasil pemeriksaan penunjang (22,3%), dan menunggu kesiapan rawat inap (18,2%), dengan total 88,6%. Perbaikan LOS di IGD dapat menggunakan lean tools seperti standardized work, visual management, heijunka, kaizen, dan just in time agar waste dapat dikurangi.

Emergency Department (ED) services play a crucial role in determining the quality of care and patient safety in hospitals. Performance indicators in the ED, such as Length of Stay (LOS) which measures the duration from a patient's arrival to their discharge or transfer can significantly impact the congestion levels in the ED. This study aims to identify the service flow, obstacles, and root causes of issues related to LOS in the ED. Data collection was conducted from April to May 2024 using a qualitative case study approach, including observations of 30 patients, interviews, and document reviews. Data analysis involved using flowcharts to identify the service flow, Value Stream Mapping to recognize value-added activities and identify waste, and The Five Whys to analyze the root causes of obstacles. Lean Thinking methodology was applied to develop a service flow and the BAS (Baseline, Assess, Suggest Solution) model from the BASICS model. The study results show that the patient service flow in the ED involves five stages, with 65.5% of service time consisting of non-value-added activities, 23.4% of necessary but non-value-added activities, and 11.1% of value-added activities, resulting in a total lead time of 7 hours, 55 minutes, and 29 seconds. From the patient's perspective, the waste observed includes waiting (94.9%) and transportation (5.1%). Bottlenecks were identified in activities such as waiting to be registered for inpatient care (25.2%), waiting for specialist advice (22.9%), waiting for the results of supporting examinations (22.3%), and waiting for inpatient readiness (18.2%), totaling 88.6%. Improving LOS in the ED can utilize lean tools such as standardized work, visual management, heijunka, kaizen, and just-in-time to reduce waste.
Read More
S-11692
Depok : FKM UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dewi Sri Rachmawati; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Adang Bachtiar, Sandi Ilyanto, Rachmat Sentika, Marian Margaretha
B-1927
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ira Melati; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Puput Oktamianti, Dumilah Ayuningtyas, Emilia Amir
Abstrak: Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara variabel kepemimpinan dengan hasil-hasil kinerja Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati sebesar 19,32%, ada hubungan antara variabel perencanaan strategis dengan hasil-hasil kinerja Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati sebesar 10,35%, ada hubungan variabel fokus pada pelanggan/pasien dengan hasil-hasil kinerja Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati sebesar 18,75%, ada hubungan antara manajemen pengukuran analisis dan pengetahuan dengan hasil-hasil kinerja Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati sebesar 4,75%, ada hubungan antara fokus pada tim/staf dengan hasil-hasil kinerja Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati 36%, ada hubungan antara manajemen proses dengan hasil-hasil kinerja Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati sebesar 13,33% Manajemen Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati untuk selalu memperhatikan kebutuhan staf/tim terutama dalam peningkatan kompetensi staf/tim, serta kepada pihak Kementerian Kesehatan agar membuat kebijakan berupa penyusunan instrument monitoring dan evaluasi pasca akreditasi sebagai suatu alat untuk menilai rumah sakit yang telah terakreditasi sehingga diharapkan mutu pelayanan Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati yang terakreditasi dapat tetap dipertahankan bahkan semakin meningkat. Kata Kunci : Mutu Pelayanan, Akreditasi Versi 2012, Kriteria Malcolm Baldrige.
Read More
T-4262
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Novita Dwi Istanti; Pembimbing: Purnawan Junadi; Penguji: Sandi Iljanto, Puput Oktamiati, Suprijadi Rijadi, Linda Bahar
Abstrak: Untuk menghasilkan mekanisme pengelolaan mutu yang bagus, organisasiperlu menerapkan metode pengukuran yang efektif untuk dapat menganalisis danmenemukan dimensi mutu yang perlu diperbaiki atau ditingkatkan untukmencapai mutu yang tinggi. Salah satu model pengukuran yang sudah dikenal luasdan terbukti secara efektif membantu keberhasilan penerapan sistem manajemenmutu dengan pendekatan Malcolm Baldrige Criteria sebagai metode pengukuranmutu Bagian Keselamatan Pasien di Rumah Sakit Tiara. Tujuan penelitian iniadalah untuk menilai mutu patient safety sebagai upaya Continuous QualityImprovement. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik denganpendekatan kualitatif dengan melihat gambaran akan kondisi saat ini di bagianpatient safety RS. Tiara. posisi skor kinerja RS Tiara berdasarkan MalcolmBaldrige Assessment didapatkan hasil 259 (self assessment) dan atau 241(penilaian peneliti), maka masuk dalam kisaran/ rentang 0-275, yaitu ada dalamjenjang predikat early development yang berarti menunjukkan tahap awalpengembangan implementasi approaches persyaratan kategori, deployment yangmasih lemah serta memulai proses kemajuan, upaya perbaikan berfokus padapemecahan masalah dan masih sedikit hasil penting yang dilaporkan, namunsecara umum masih miskin trend dan data pembanding. RS. Tiara dapatmengembangkan bagian yang menjadi opportunity for improvement khususnyabagian kepemimpinan, analisa data dan manajemen pengetahuan yang terintegrasisemua kriteria dengan unit yang ada. Kriteria Malcolm Baldirge dapat digunakanuntuk melakukan penilaian mutu organisasi secara umum dan juga secara khususseperti penilaian yang dilakukan untuk melihat sasaran keselamatan pasien di RS.Tiara.Kata Kunci: Malcolm Baldrige Criteria, Patient Safety, Rumah Sakit
To produce good quality management mechanism, organizations need toimplement an effective measurement method to be able to analyze and findquality dimensions that need to be repaired or upgraded to achieve a high quality.One measurement model that has been widely recognized and proven effective tohelp the successful implementation of a quality management system with theapproach of Malcolm Baldrige Criteria as a method of measuring the quality ofPatient Safety Section at the Tiara Hospital. The purpose of this study was toassess the quality of patient safety as an attempt Continuous QualityImprovement. This type of research is descriptive analytic study with a qualitativeapproach by looking of the current state of patient safety at Tiara Hospital.Position performance score is based on the Malcolm Baldrige Assessment resultsobtained 259 (self assessment) or 241 (investigator assessment), then enter therange / range 0-275, which is in early development predicate levels, indicating theearly stages of development approaches implementation requirements category,deployment is still weak and begin the process of progress, improvement effortsfocused on solving problems and still a few important results were reported, butthe general trend is still poor and comparable data. Tiara Hospital can developparts that become opportunity for improvement especially the leadership, dataanalysis and knowledge management that integrates all the criteria of the existingunits. Malcolm Baldirge criteria can be used to assess the quality of theorganization in general and also specifically like to see the assessment carried outpatient safety goals at Tiara Hospital.Keywords: Malcolm Baldrige Criteria, Patient Safety, Hospital
Read More
B-1831
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anggrianita Meyline; Pembimbing: Septiara Putri; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Novita Dwi Istanti
Abstrak:
Rumah sakit merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang berperan penting dalam mendukung penyelenggaraan upaya kesehatan nasional. Sebagai institusi dengan karakteristik yang kompleks, rumah sakit perlu membangun kesadaran akan budaya keselamatan guna memastikan perlindungan dan keselamatan bagi seluruh pihak yang terlibat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran budaya keselamatan terintegrasi di Rumah Sakit Universitas Indonesia Tahun 2024 dengan menggunakan Integrated Safety Culture in Hospital Assesment. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan melibatkan 435 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rumah Sakit Universitas Indonesia telah mencapai tingkat budaya keselamatan terintegrasi yang baik, yaitu sebesar 81% (Level 5 – Progressive). Sebagian besar dimensi budaya keselamatan terintegrasi mencapai Level 5 – Progressive dan sebagian lainnya mencapai Level 4 – Proactive. Penelitian ini juga menemukan hubungan yang signifikan antara dimensi komunikasi efektif dan umpan balik insiden, prosedur dan tata kelola budaya keselamatan, lingkungan organisasi yang mendukung, pengembangan kapasitas (pelatihan) budaya keselamatan, kerja sama tim antar unit, dan maturitas manajemen resiko dengan status kepegawaian (tenaga kesehatan dan non-kesehatan). Namun, hubungan tersebut tidak signifikan pada dimensi komitmen manajemen, keterlibatan diri dalam budaya keselamatan, persepsi tentang budaya keselamatan, keterbukaan komunikasi dan pelaporan insiden, kerja sama tim dalam unit, dan pencegahan pen pengendalian infeksi (PPI) umum dengan status kepegawaian.

Hospitals are healthcare facilities that play a crucial role in supporting the implementation of national health efforts. As institutions with complex characteristics, hospitals need to build awareness of a safety culture to ensure protection and safety for all parties involved. This study aims to describe the integrated safety culture at Universitas Indonesia Hospital in 2024 using the Integrated Safety Culture in Hospital Assessment. The research method employed is quantitative with a cross-sectional approach, involving 435 respondents. The results showed that Universitas Indonesia Hospital has achieved a good level of integrated safety culture, reaching 81% (Level 5 – Progressive). Most dimensions of the integrated safety culture reached Level 5 – Progressive, while others achieved Level 4 – Proactive. This study also found a significant relationship between the dimensions of effective communication and incident feedback, safety culture procedures and governance, supportive organizational environment, safety culture capacity building (training), inter-unit teamwork, and risk management maturity with employment status (healthcare and non-healthcare staff). However, no significant relationship was found in the dimensions of management commitment, self-involvement in safety culture, perception of safety culture, openness of communication and incident reporting, intra-unit teamwork, and general infection prevention and control (IPC) with employment status.
Read More
S-11849
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aisyah Rahmayanti; Pembimbing: Ronnie Rivany; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Susanti Tungka
Abstrak: Berdasarkan pengamatan sederhana, didapatkan bahwa terdapat adanya ketidaksinambungan yang terjadi mengenai persepsi karyawan di Rumah Sakit Hermina Depok dalam hal pekerjaan yang dilakukan dan yang tercantum dalam uraian jabatan, serta penilaian kinerja yang dilakukan oleh manajemen rumah sakit. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi perawat pelaksana rawat inap mengenai analisis jabatan dengan penilaian kinerja di Rumah Sakit Hermina Depok tahun 2014. Penelitian ini merupakan studi cross-sectional dengan jenis penelitian kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh perawat pelaksana rawat inap dengan sampling jenuh. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan pada variabel persepsi standard, SKAs, dan qualifications dengan persepsi penilaian kinerja yakni p=0,000; p=0,006; p=0,011 (p<0,05) dan untuk variabel persepsi task dan conditions tidak ada hubungan yang signifikan dengan persepsi penilaian kinerja yakni p=1,000; p=0,685 (p>0,05). Kesimpulannya adalah secara garis besar persepsi perawat pelaksana rawat inap di Rumah Sakit Hermina Depok tahun 2014 sudah mengetahui dengan baik mengenai analisis jabatan dan penilaian kinerja yang dilakukan oleh rumah sakit. Kata Kunci: Persepsi; Analisis Jabatan; Penilaian Kinerja; Perawat
Read More
S-8598
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Malikah Bilqis; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Adang Bachtiar, Novita Dwi Istanti
Abstrak: Pengelolaan limbah padat Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di fasilitas kesehatan sangatlah penting karena berdampak signifikan terhadap kualitas pelayanan dan kesehatan lingkungan. Berdasarkan data statistik lingkungan hidup Indonesia pada tahun 2022 fasilitas pelayanan kesehatan menyumbang 726.817 ton limbah bahan beracun dan berbahaya (B3) dan hanya 48.464 ton limbah yang dikelola. Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) memiliki indikator mutu untuk menilai kesesuaian pengelolaan limbah padat B3 dengan peraturan yang berlaku, namun target pencapaian indikator tersebut belum terpenuhi selama tahun 2024. Penelitian ini dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen. Kemudian, informasi yang diperoleh dianalisis menggunakan Root Cause Analysis (RCA) untuk diketahui akar permasalahannya. Indikator mutu pengelolaan limbah padat B3 di RSUI terdiri dari beberapa kriteria berdasarkan proses pengelolaannya, yaitu minimasi, pemilahan dan pewadahan, pengumpulan, penyimpanan, serta pengangkutan limbah padat B3. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan lima akar masalah penyebab tidak tercapainya indikator mutu pengelolaan limbah padat B3 RSUI. Pertama, sosialisasi tidak dilakukan secara rutin, melainkan didasari karena penurunan kesadaran pegawai untuk melakukan pemilahan limbah medis. Kedua, pengadaan tempat sampah ukuran besar bukan merupakan prioritas. Ketiga, anggaran terbatas dalam pemenuhan kebutuhan tenaga CSO. Keempat, proses perbaikan timbangan oleh unit sarana dan prasarana memakan waktu yang lama. Kelima, manajemen gudang farmasi dalam mengelola pemasukan obat kurang optimal. 
Management of Hazardous and Toxic Solid Waste in healthcare facilities is crucial as it significantly impacts service quality and environmental health. According to Indonesia’s 2022 environmental statistics, healthcare facilities contributed 726,817 tons of hazardous and toxic waste, but only 48,464 tons were managed. Universitas Indonesia Hospital (RSUI) has established quality indicators to assess the compliance of hazardous solid waste management with applicable regulations. However, the target for achieving these indicators was not met throughout 2024. This study employed in-depth interviews, observations, and document reviews. The information obtained was then analyzed using Root Cause Analysis (RCA) to identify the root causes of the issues. The quality indicators for hazardous and toxic solid waste management at RSUI comprise several criteria based on the management process: minimization, segregation and containment, collection, storage, and transportation of hazardous and toxic solid waste. The study revealed five root causes for the failure to meet the quality indicators for hazardous and toxic solid waste management at RSUI. First, socialization efforts are not conducted regularly but are only triggered by a decline in employee awareness regarding medical waste segregation. Second, the procurement of large trash bins is not prioritized. Third, the budget is limited for meeting the demand for cleaning service officers (CSOs). Fourth, the repair process for weighing scales by the facility unit takes a long time. Lastly, pharmacy warehouse management for incoming medication is not optimized.
Read More
S-11816
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nur Syamsi Ramadini; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Helen Andriani, Dara Ayu Wardhani
Abstrak:
Kebersihan tangan merupakan faktor utama pencegahan infeksi dalam perawatan kesehatan (Healthcare Associated Infections/HAIs). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan perilaku kebersihan tangan perawat rawat inap Rumah Sakit X di Kota Depok pada tahun 2024. Penelitian ini menggunakan rancangan studi cross-sectional dengan menggunakan instrumen yang diisi oleh 92 orang perawat. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kepatuhan hanya 35,9%, yang diukur dengan konsistensi perawat selalu mengikuti prosedur kebersihan tangan yang tepat sesuai rekomendasi WHO. Pengetahuan dan sikap yang baik, fasilitas kebersihan tangan yang memadai, pengawasan rutin dari PPI RS dan kepala ruang, serta dukungan kepala ruang dan rekan kerja, berkontribusi terhadap kepatuhan perilaku kebersihan tangan perawat. Rumah sakit perlu memberikan perhatian untuk perbaikan kepatuhan perilaku kebersihan tangan perawat dari aspek-aspek tersebut. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengkombinasikan metode kuesioner pelaporan diri kepatuhan dengan metode observasi langsung kepatuhan untuk menguatkan informasi data kepatuhan dan menggunakan tambahan pendekatan kualitatif untuk menggali secara lebih mendalam mengenai kebiasaan perilaku kebersihan tangan pada perawat.

Hand hygiene is a primary factor in preventing infections in healthcare settings (Healthcare Associated Infections/HAIs). This study aims to analyze factors influencing compliance with hand hygiene practices among inpatient nurses at Hospital X in Depok City in 2024. The research utilized a cross-sectional study design with data collected from 92 nurses through a structured instrument. Findings revealed a compliance rate of only 35.9%, measured by the consistency of nurses in complying with proper hand hygiene procedures according to WHO recommendations. Good knowledge and attitudes, adequate hand hygiene facilities, regular supervision by the hospital's Infection Prevention and Control (IPC) team and unit heads, as well as support from unit heads and colleagues, contributed to nurses' compliance with hand hygiene practices. Hospitals need to focus on improving nurses' compliance to hand hygiene practices across these aspects. Future research should consider combining self-report questionnaire methods with direct observation of compliance to enhance data reliability and employ additional qualitative approaches to delve deeper into nurses' hand hygiene behavioral habits.
Read More
S-11696
Depok : FKM UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Leti Ratna Kusumawati; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Puput Oktamianti, Wahyu Sulistiadi, Asep Hendradiana, Setioningsih Diponegoro
Abstrak:
Pengukuran kinerja rumah sakit dapat memberikan dasar yang kuat bagi penyelesaian masalah yang ada dan sangat dibutuhkan untuk peningkatan mutu pelayanan kesehatan. Tesis ini menilai kinerja mutu organisasi rumah sakit menggunakan Malcolm Baldrige For Performance Excelence berdasarkan tujuh kriteria yaitu Leadership, Startegy Planning, Costumers Focus, Meassurement, analysis and Management Knowledge, Work Focus, Operation Focus dan Result. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan mengumpulkan informasi mengenai kinerja organisasi melalui wawancara mendalam, dan data sekunder. Berdasarkan hasil penelitian, dalam setiap kriteria juga dijabarkan peluang perbaikan yang dapat dilakukan oleh rumah sakit untuk meningkatkan kinerja mutu organisasi. Hasil analisis yang didapat menunjukkan hasil skor Ruang Radiologi RS Bhayangkara Pusat R. Said Sukanto Kramat Jati dengan skor total 247,9. berada pada posisi Early Development. Hal ini disebabkan karena ada beberapa hal di RS Bhayangkara R. Said Sukanto Kramat Jati dalam menerapkan Approach be-lum sistematik karena masih belum ada metode-metode khusus yang digunakan secara efektif yang sesuai dengan key factor. Deployment atas Approach (pen-dekatan) yang sudah digunakan di dalam organisasi hanya terbatas pada area ter-tentu saja belum dapat secara menyeluruh

Meassurement of hospital performance can provide a strong foundation for solving existing problems and is needed to improve the quality of care service. This thesis assesses the quality performance of hospital organization using Malcolm Baldrige For Performance Excellence based on seven criteria: Leadership, Strategy Planning, Costumers Focus, Meassurement, Analysis and Management Knowledge, Work Focus, Operation Focus and Result. This research is based on a qualitative research by collecting information about organizational performance through in-depth intervies and secondary data. Based on the results of the study, in each criteria also elaborated opportunities for improvement that can be done by the hospital to improve the quality performance of the organization. This research is a descriptive analytic research with qualitative approach which represent the condition of The Radiology Installation Of The R. Said Sukanto Kramat Jati Central Police Hospital based on Malcolm Baldrige Criteria. The result of the analysis showed that the score of 247,9 is in Early Development. With the result, in applying the Approach not yet systematic because there are still no special methods that are used effectively in accordance with the key fac-tor. Deployment of the Approach that has been used in the organization is only limited to certain areas but cannot be thoroughly explored.

Read More
T-5893
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive