Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 28539 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Latin Vania Nisrina; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Atik Nurwahyuni, Erfan Chandra Nugraha
Abstrak: Penelitian ini menganalisis pemanfaatan pelayanan kesehatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) oleh penderita hipertensi yang terdaftar sebagai peserta JKN pada tahun 2022. Desain penelitian menggunakan pendekatan cross-sectional dengan data sampel BPJS 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas penderita hipertensi (96,4%) memanfaatkan FKTP yang jarang, yaitu kurang dari 12 kali dalam setahun, sedangkan hanya 3,6% yang memanfaatkan secara sering (≥12 kali). Faktor-faktor yang memiliki hubungan signifikan dengan pemanfaatan layanan meliputi usia, jenis kelamin, status perkawinan, kelas rawat, segmentasi peserta, dan regional wilayah. Faktor dominan adalah usia, dengan peserta berusia ≥65 tahun memiliki peluang tertinggi untuk sering memanfaatkan layanan (OR = 33,41, 95% CI: 27,08-41,22). Temuan ini menunjukkan perlunya peningkatan akses dan edukasi pada layanan kesehatan primer, terutama bagi kelompok risiko tinggi. Hasil penelitian dapat menjadi acuan bagi pengambilan kebijakan dalam pengelolaan hipertensi di FKTP.
This study analyzes the utilization of healthcare services at Primary Healthcare Facilities (FKTP) by hypertension patients registered as participants of the National Health Insurance (JKN) in 2022. The research design employed a cross-sectional approach with BPJS 2023 sample data. The results show that the majority of hypertension patients (96.4%) utilized FKTP services fewer than 12 times a year, while only 3.6% utilized them frequently (≥12 times). Significant factors associated with service utilization include age, gender, marital status, care class, participant segmentation, and regional area. The dominant factor is age, with participants aged ≥65 years having the highest likelihood of frequent service utilization (OR = 33.41, 95% CI: 27.08-41.22). These findings indicate the need for improved access and education on primary healthcare services, especially for high-risk groups. The results can serve as a reference for policy making in hypertension management at FKTP.
Read More
S-11814
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Reviana Annisa Mulyani; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Jaslis Ilyas, Erfan Chandra Nugraha
Abstrak: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi yang membutuhkan pemanfaatan pelayanan kesehatan secara berkelanjutan, khususnya melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Penelitian ini bertujuan menganalisis utilisasi pelayanan rawat jalan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama oleh peserta JKN penderita hipertensi di Provinsi Jawa Barat tahun 2023. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan data sekunder dari Data Sampel BPJS Kesehatan tahun 2023 dan dianalisis secara univariat, bivariat, serta multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia, jenis kelamin, jenis FKTP, segmentasi kepesertaan, dan wilayah tempat tinggal berhubungan dengan utilisasi pelayanan rawat jalan. Hypertension is a major non-communicable disease requiring continuous health service utilization through the National Health Insurance (JKN) program. This study aimed to analyze outpatient service utilization at Primary Health Care Facilities among JKN participants with hypertension in West Java Province in 2023. This cross-sectional study used secondary data from the 2023 BPJS Kesehatan Sample Data and applied univariate, bivariate, and multivariate analyses. The results showed that age, sex, type of primary health care facility, membership segmentation, and area of residence were associated with outpatient service utilization.
Read More
S-12189
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Syifa Nur Azizah; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Purnawan Junadi, Erfan Chandra Nugraha
Abstrak:
Penelitian ini menganalisis pemanfaatan pelayanan rawat jalan tingkat lanjut oleh penderita skizofrenia di Indonesia, yang merupakan peserta JKN pada tahun 2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional dengan menggunakan data sekunder, yaitu Data Kontekstual Kesehatan Mental Tahun 2024 yang merupakan bagian dari Data Sampel BPJS tahun 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas penderita skizofrenia (68,1%) peserta tidak rutin (>12 kali/tahun) dalam melakukan pelayanan rawat jalan. Faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan rawat jalan tingkat lanjut diantaranya faktor usia, jenis kelamin, status pernikahan, hubungan keluarga, segmentasi peserta, hak kelas rawat, lokasi FKRTL, serta jenis kepemilikan FKRTL. Temuan ini menunjukkan bahwa perlunya penguatan kebijakan yang mendukung kemudahan akses bagi penderita skizofrenia serta peningkatan inovasi dalam program intervensi yang dilakukan kepada penderita serta keluarga penderita skizofrenia.

This study analyzes the utilization of referral outpatient services by schizophrenia patients in Indonesia who are participants in the National Health Insurance (JKN) program in 2023. The study employs a cross-sectional approach using secondary data, specifically the 2024 Mental Health Contextual Data, which is part of the 2024 BPJS Sample Data. The results indicate that the majority of schizophrenia patients (68.1%) who are participants do not regularly (more than 12 times per year) utilize outpatient services. Factors associated with the utilization of referral outpatient services include age, gender, marital status, family relationships, participant segmentation, class of care, location of the FKRTL, and type of FKRTL ownership. These findings highlight the need for strengthened policies supporting easier access for schizophrenia patients, as well as increased innovation in intervention programs targeting both patients and their families.
Read More
S-11974
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Vania Nabiyla Zhafiirah; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Pujiyanto, Yusuf Subekti
Abstrak: Penyakit Ginjal Kronik (PGK) menimbulkan beban pembiayaan yang tinggi, sehingga pemanfaatan layanan Rawat Jalan Tingkat Lanjut (RJTL) menjadi krusial, terutama bagi peserta JKN. Penelitian ini  menggunakan desain cross-sectional pada 498 pasien PGK pengguna RJTL tahun 2023. Hasil menunjukkan bahwa faktor usia, jenis kelamin, status perkawinan, segmentasi kepesertaan, hak kelas rawat, dan kepemilikan fasilitas berhubungan signifikan dengan utilisasi RJTL (p<0,05). Usia ≥65 tahun menjadi faktor paling dominan (AOR: 1,48; 95% CI: 1,29–1,69). Seluruh variabel memiliki pengaruh signifikan terhadap pemanfaatan layanan RJTL pada pasien PGK. 
Chronic Kidney Disease (CKD) poses a significant financial burden, making the utilization of Advanced  Outpatient Services (AOS) crucial, especially for National Health Insurance (JKN) participants. This cross sectional study involved 498 CKD patients who used AOS in 2023. The results showed that age, sex, marital  status, membership segmentation, class of care entitlement, and facility ownership were significantly  associated with AOS utilization (p<0.05). Age ≥65 years was the most dominant factor (AOR: 1.48; 95%  CI: 1.29–1.69). All variables had a significant influence on the utilization of AOS among CKD patients. 
Read More
S-11971
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nelly Mustika Sari; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Puput Oktamianti, Dumilah Ayuningtyas, Chita Septiawati, Kalsum Komaryani
T-4236
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tsabitah Addinni; Pembimbing: Helen Andriani; Penguji: Ede Surya Darmawan, Maria Hotnida
Abstrak:

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan penyebab kematian keempat tertinggi di dunia, dengan total sekitar 3,5 juta kematian pada tahun 2021 menurut data WHO. Jumlah ini setara dengan 5% dari seluruh kematian global. Di Indonesia, PPOK termasuk dalam 20 besar penyakit dengan kunjungan rawat jalan tingkat lanjut (RJTL) terbanyak berdasarkan ICD selama delapan tahun terakhir, dari 2017 hingga 2024. Mengingat PPOK adalah penyakit kronis yang membutuhkan penanganan jangka panjang dan stabil, integrasi layanan primer dan lanjutan menjadi kunci keberhasilan pengelolaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pemanfaatan layanan kesehatan tingkat primer dan lanjutan oleh peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang menderita PPOK di Indonesia, serta faktor-faktor yang memengaruhinya berdasarkan karakteristik predisposisi, kemampuan, dan sistem pelayanan kesehatan. Desain penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional menggunakan Data Sampel BPJS Kesehatan tahun 2024. Total sampel yang dianalisis adalah 5.281 sebelum pembobotan. Analisis data dilakukan menggunakan tabulasi silang, uji chi-square, dan regresi logistik multinomial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan layanan kesehatan oleh penderita PPOK didominasi oleh layanan tingkat primer (73,3%). Pemanfaatan layanan tingkat lanjut saja lebih tinggi (16%) dibandingkan dengan integrasi layanan primer dan lanjutan (10,6%). Ditemukan bahwa karakteristik predisposisi, kemampuan, dan sistem pelayanan kesehatan berhubungan secara signifikan dengan pola pemanfaatan layanan kesehatan tingkat primer dan lanjutan pada penderita PPOK di Indonesia. Temuan ini menekankan pentingnya penguatan pelayanan penapisan dan program rujuk balik (PRB), penerapan pendekatan pelayanan yang holistik, serta integrasi yang lebih kuat antara layanan primer dan lanjutan untuk meningkatkan efektivitas penatalaksanaan PPOK.

Kata kunci: Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), Utilisasi Pelayanan Kesehatan, Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Data Sampel BPJS Kesehatan


Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) is the fourth leading cause of death globally, with approximately 3.5 million deaths reported in 2021, according to WHO data. This figure accounts for around 5% of all global deaths. In Indonesia, COPD has consistently ranked among the top 20 diseases with the highest number of advanced outpatient visits (RJTL) based on ICD data from 2017 to 2024. Given that COPD is a chronic condition requiring long-term and stable management, integration between primary care services and advanced care services is essential to ensure comprehensive disease management. This study aims to examine the pattern of primary and advanced healthcare service utilization among participants of the National Health Insurance (JKN) who suffer from COPD in Indonesia, and to identify influencing factors based on predisposing characteristics, enabling resources, and the healthcare system. The research used a quantitative cross-sectional design, utilizing the 2024 Sample Data from BPJS Kesehatan. A total of 5,281 samples were analyzed prior to weighting. Data analysis was conducted using cross-tabulation, chi-square tests, and multinomial logistic regression. The findings reveal that healthcare service utilization by COPD patients is predominantly at the primary care level (73.3%). The utilization of advanced care services alone (16%) was higher than the integrated healthcare services (10.6%). It was also found that predisposing characteristics, enabling factors, and the healthcare system were significantly associated with the pattern of healthcare utilization among COPD patients in Indonesia. These findings highlight the importance of strengthening early diagnostic capacity for COPD at primary healthcare facilities, implementing a holistic service approach, and enhancing integration between primary and advanced care to improve the effectiveness of COPD management. These findings highlight the importance of strengthening screening services and the Back Referral Program (PRB), implementing a holistic approach to care, and fostering stronger integration between primary and secondary care services to enhance the effectiveness of COPD management.

Read More
S-11977
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wildan Agung Nur'Alim; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Rien Pramindari
Abstrak:
Penelitian ini menganalisis utilisasi fasilitas kesehatan tingkat pertama pelayanan kesehatan mental di Indonesia. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan menggunakan data sampel BPJS tahun 2015-2022 yang berisi data kunjungan tahun 2022. Penelitian ini menggunakan Chi-square. Dalam penelitian ini dapat diobservasi bahwa utilisasi pelayanan kesehatan tingkat pertama oleh peserta JKN pada tahun 2015-2022 sebesar 331.008.686 kunjungan dengan total kunjungan ke pelayanan kesehatan mental di FKTP sebesar 1.158.843 kunjungan. Proporsi utilisasi pelayanan kesehatan mental di FKTP di Indonesia lebih besar pada jenjang umur dewasa dengan besar 994.553 kunjungan, jenis kelamin laki-laki sebesar 639.442 kunjungan, status belum kawin sebesar 632.421, tinggal di Provinsi Jawa Tengah sebesar 234.583 kunjungan, berkunjung ke puskesmas sebesar 935.204 kunjungan, dan segmen peserta PBI APBN sebesar 470.619 kunjungan. Oleh karena itu, memastikan ketersediaan fasilitas pelayanan kesehatan mental di FKTP beserta tenaga ahli kesehatan mental yang terlatih dan sesuai standar harus ditingkatkan, terlebih daerah dengan kunjungan tertinggi.

This study analyses the utilisation of first-level health facilities for mental health services in Indonesia. The study used a cross-sectional design using BPJS sample data for 2015-2022 which contained visit data for 2022. This study used Chi-square. It was observed that the utilisation of primary healthcare services by JKN participants in 2015-2022 was 331,008,686 visits with a total of 1,158,843 visits to mental health services at primary healthcare facilities. The proportion of mental health service utilisation at primary healthcare facilities in Indonesia is greater in the adult age group with 994,553 visits, male gender with 639,442 visits, unmarried status with 632,421 visits, living in Central Java Province with 234,583 visits, visiting puskesmas with 935,204 visits, and the PBI APBN participant segment with 470,619 visits. Therefore, ensuring the availability of mental health service facilities at FKTP along with trained and standardised mental health experts must be improved, especially in areas with the highest visits.
Read More
S-11716
Depok : FKM UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Novi Noviani; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Pujiyanto, Santi Parulian
Abstrak: Visit Rate merupakan salah satu bukti bahwa jaminan kesehatan berdampak pada utilisasi pelayanan kesehatan. FKTP dijadikan sebagai gatekeeper pelayanan kesehatan di era JKN yang harus didukung oleh mutu dan kualitas yang baik dari pelayanan kesehatan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana hubungan antara visit rate rawat jalan peserta JKN dengan determinan pelayanan kesehatan yang meliputi jumlah dokter, jam operasional dan jumlah peserta di FKTP BPJS Kesehatan Kota Bogor tahun 2017. Penelitian merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi Cross Sectional yang menggunakan data sekunder berupa jumlah seluruh data kunjungan rawat jalan dari aplikasi Primary Care (p-care) serta data Profiling dari 67 FKTP tahun 2017. Analisis data menggunakan Uji Regresi Linear Sederhana. Hasil penelitian menunjukkan beberapa FKTP memiliki angka visit rate yang dibawah rata-rata. Adapun determinan yang berhubungan dengan dengan visit rate pelayanan rawat jalan adalah jumlah dokter (p-value = 0,023 dan r = 0,277) dan jam operasional (p-value = 0,00 dan r = 0,618). Sedangkan variabel jumlah peserta tidak memiliki hubungan dengan visit rate di FKTP. Untuk itu perlu dilakukan ditelusuri kembali mengenai karakteristik peserta terdaftar pada FKTP tersebut supaya dapat diketahui penyebab dari rendahnya visit rate serta melakukan penguatan peraturan mengenai komitmen dalam pemberian pelayanan kesehatan. Kata kunci: Utilisasi ,Visit Rate, Rawat Jalan, FKTP Visit Rate is one of evidence that health insurance has an impact on health service utilization. FKTP serve as health care gatekeeper in The Nasional Health Insurance (JKN) era which must be supported by good quality of health service. The purpose of this research is to know and analize the correlation between visit rate of JKN outpatient participant with health service determinant that consist of number of doctors, operational hours and number of participants in FKTP BPJS Health City of Bogor 2017. The research is quantitative research with Cross Sectional study design using secondary data, all of outpatient visit data obtained from P-care application and Profiling data collected from 67 FKTP in 2017. Data analysis using Simple Linear Regression Test. The results show that some FKTP have lower than average of visit rate. The determinants associated with visit rate of outpatient service were number of doctors (p-value = 0.023 and r = 0.277) and operational hours (p-value = 0.00 and r = 0.618), while the variable number of participants has no correlation with visit rate in FKTP. Therefore, it needs to be traced back to the characteristics of registered participants in the FKTP in order to know the cause of the low visit rate as well as strengthening the regulation regarding the commitment in the provision of health services. Keyword: Utilization ,Visit Rate, Outpatient, Primary Health Care
Read More
S-9665
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lidya Masyita Harnum; Pembimbing: Prastuti Soewondo; Penguji: Jaslis Ilyas, Syahrin Kamil
Abstrak: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode wawancara mendalam dan telaah dokumen. Tempat penelitian dipilih berdasarkan FKTP yang berada pada zona aman dan zona tidak aman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan utama dalam pelaksanaan kebijakan adalah pada indikator angka kontak, hambatan menengah pada indikator prolanis, dan hambatan kecil pada indikator RRNS. Seluruh FKTP sudah cukup baik pada variabel sumber daya kewenangan dan disposisi, namun masih belum baik pada variabel struktur birokrasi. Perbedaan FKTP yang berada pada zona aman dengan zona tidak aman terdapat pada variabel komunikasi, keikutsertaan PJ indikator pada pertemuan dengan BPJS, dan pemahaman seluruh petugas FKTP. Perbedaan klinik dengan puskesmas terdapat pada variabel sumber daya manusia, sumber daya keuangan, sumber daya fasilitas.
Read More
S-9954
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Syarifah Kusumadewi; Pembimbing: Prastuti Soewondo; Penguji: Purwati
Abstrak: Klinik pratama sebagai salah satu Provider Pelayanan Kesehatan (PPK) BPJSKesehatan dari sektor swasta berperan penting dalam memberikan pelayanankesehatan terhadap peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Namun, partisipasiklinik pratama dalam menjadi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) BPJSKesehatan di beberapa wilayah masih rendah apabila dilihat berdasarkan rasiodokter/peserta. Hal tersebut menyebabkan terjadinya penumpukan peserta JKN padaPuskesmas. Penilitian kualitatif ini bertujuan untuk mengetahui variabel yangmempengaruhi keputusan klinik pratama dalam menjadi FKTP BPJS Kesehatan.
Kata kunci:Klinik pratama, provider pelayanan kesehatan, fasilitas kesehatan tingkat pertama.
Klinik pratama as one of the health care provider of BPJS Kesehatan from privatesector plays an essential role in providing health care to the members of JaminanKesehatan Nasional (JKN). Yet, the participation rate of the klinik pratama is stilldeemed as low in several areas compared to the availability of doctors and participants.As the implication, there is a gap in term of scattered numbers for the members of JKNwho are registered in Puskesmas and Klink Pratama. Therefore, this qualitativeresearch is aimed to find out the root cause with respect to the decision making ofKlink Pratama to be the Primary Health Care for BPJS Kesehatan.
Key words:First contact clinic, health care provider, primary care provider.
Read More
S-9499
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive