Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 32474 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Prima Dianiawati Nur Anisa; Pemb. Amila Megraini; Penguji: Rina A. Anggorodi, Nina Rosyina
Abstrak:

Medical check up adalah unit yang sangat penting bagi rumah sakit karena berfungsi sebagai unit produksi yang dapat menjadi salah satu sumber pemasukan rumah sakit. Rumah Sakit M.H Thamrin lnternasional Salemba adalah rumah sakit swasta di wi1ayah Jakarta pusat yang memiliki fasilitas medical check up. Karena jumlah kunjungan dua tahun terakhir mengalami penurunan maka dilakukan penelitian untuk merumuskan strategi promosi bagi unit tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi promosi unit medical check up Rumah Sakit M.H Thamrin Intemasiona1 Salemba di tahun 2008, Penelitian dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama adalah penelitian preferensi promosi pelanggan menggunakan kuesioner kepada 100 pelanggan rawat jalan dan melalui telepon dengan 7 responden dari perusahaan yang mengadakan ikatan kerjasama dengan medical check up Rumah Sakit M.H Thamrin lnterrasional Salemba. Tahap kedua adalah penelitian preferensi promosi manajemen dan analisis situasi Rumah Sakit M.H. Thamrin Internasional Salemba. Hasil penelitian adalah promosi unit medical check up dengan strategi market penetration menggunakan brosur, promosi penjualan, hadiah untuk langganan, straegi market development menggunakan promosi iklan media, e-mail dan radio, strategi product development dengan promosi hubungan masyrakat menggunakan brosur, poster/leaflet, iklan media cetak dan talkshow radio.


Medical check up is a very important unit in hospital because of its function as production unit that produce financial benefit for hospital. For the past two years, total costumer of medical check up unit in M.H Thamrin Internatonal Salemba Hospital had decreased, Therefore, it required efforts to create promotion strategic to increase costumer. This research is aimed for analyzing promotion strategic for medical check up unit of M.H Thamrin International Salemba Hospital in 2008. The research consist I of two parts. First part is customer analysis, to determine private and corporate costumer preference in promotion, The next part is management analysis to determine management preference and situational analysis of M.H Thamrin International Salemba Hospital. The results of this research are promotion strategic based on market penetration strategic using brochures, sales promotion and gift for loyal costumers, market development strategic using commercial media promotion, e-mail and radio announcement, product development strategic using public relations promotion with brochures, poster/leaflet, commercial media and radio talk show.

Read More
B-1121
Depok : FKM UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Enny Ekasari; Pemb. Mieke Savitri; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Yuli Prapancha Satar, Trisna Murti Mudijana
B-1005
Depok : FKM UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Evi Maryam; Pembimbing: Wahyu Sulistiadi; Penguji: M. Hafizurrachman, Amila Megraini, Yuli Prapancha Satar
Abstrak:

Pentingnya pemahaman tentang konsumen dalam pemasaran telah dikembangkan yaitu para pemasar berusaha memuaskan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran. Konsep perilaku konsumen adalah interaksi dinamis antara afeksi dan kognisi, perilaku dan lingkungannya dimana manusia melakukan kegiatan pertukamn dalam hidup mereka. Prinsip-prinsip dan riset perilaku konsumen dapat mambantu pengambilan keputusan manajerial salah satunya pada bidang pengembangan bauran pemasaran. Medical Check Up merupakan satu produk pusat layanan kesehatan yang memiliki dua jenis kegiatan yaitu kegiatan intemai dan kcgiatan ekstemal. Kegiatan intemal adalah pemeriksaan penunjang medis lengkap didukung oleh pemeriksaan medis, sedangkan kegiatan eksternal adalah berupa pemasaran ke perusahaan dan publik yang ingin menjaga diri terhadap kemungkinan penyakit. Lengkap dan akurat pelayanan Medical Check Up sering digunakan dalam upaya promosi suatu rumah sakit sehingga diharapkan dapat menjaring lebih banyak konsumen dalam penggunaan fasilitas kesehatan lainnya di rumah sakit tersebut. Unit Medical Check Up Rumah Sakit PMI Bogor berdiri sejak pertengahan tahun 2003, yang pada saat itu telah didahului 2 rumah sakit swasla lainnya di Kota Bogor. Dari data kunjungan pada tahun 2005 dapat diketahui bahwa tezjadi penurunan penjualan dari pelanggan pribadi sebesar 29,l% jika dibandingkan tahun sebelumnya hal ini berakibat penurunan pendapatan rumah sakit sebesar 5,2 % dari total pendapatan unit Medical Check Up pada tahun 2005. Oleh karena itu dilakukan pcnclitian yang bcrtujuan mcngctahui gambaran perilaku pelanggan pribadi dalam pengambilan keputusan berdasarkan bauran pemasaran di Unit Medical Check Up Rumah Sakit PMI Bogor. Penelitian ini menggunakan pedekatan kualitatif dengan metode Rapid Asessment Procedure (RAP) untuk meneliti dampak dari sistem pemasaran pelayanan kesehatan terhadap perilaku pelanggan dalam pengambilan keputusan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan pelanggan pribadi datang karena adanya motivasi ingin mendeteksi kesehatan baik untuk melengkapi persyaratan rnelanjutkan sekolah, mencari pekerjaan atau untuk mendapatkan saran pengobatan yang teramh. Selanjutnya mereka mencari infoxmasi secara luas terutama infonnasi dari mulut ke mulut, beberapa atribut yang membentuk sikap positif yaitu produk yang ditawarkan dalam hal ini manfaat dan kemasannya , orang-orang yang memberikan pelayanan yang cepat, ramah dan profcsional, serta bukti fisik sebagai penunjang pcmcriksaan pelayanan baik tata ruang, kclengkapan alat penunjang medis atau suasanya di lingkungan unit Medical Check up. Selanjutnya adalah proses pengintegrasian dari sikap pelanggan pribadi adalah mernilih bukti Hsik yang ada di Unit Medica! Check Up Rumah Sakit PMI Bogor terutama karena kelengkapan alat medis yang tersedia. Pengalaman yang dirasakan setelah melakukan pemeriksaan sebagian besar adalah baik dan merasakan kepuasan karena mendapatkan pelayanan yang sesuai atau lebih dari yang diharapkan. Saran yang dapat diberikan adalah meningkatkan upaya promosi tidak hanya menginfommasikan keberadaannya tetapi juga kearah edukatif , kecendemngan pemilihan dan pembelian yang tidak terlepas dari pengembangan bauran pemasaran lairmya dan dengan cara pendekatan psikologis internal yang menyertai proses pengambilan keputusan.


 

The importance of understanding clients in marketing effort is developed that the marketers are trying to satisfy the needs and wants of the target market. Client behavior concept is a dynamic interaction between affection and cognition, as well as behavior and environment in where men perfonning the activity of exchange in their lives. The principle and research of clients? behavior may help taking a managerial decision of which is the development of marketing. Medical check-up is a product of health center which has two types of activity, that is, internal and extemal ones. lntemal activity is a complete medical supports inspection followed by medical inspection. While extemal activity is performing marketing to corporate and public intending to protect themselves from possible diseases. The completeness and accuracy of Medical Check Up services are often used in promoting a hospital and expected to gain more clients to use the health facilities available in it. Medical Cheek Up unit of PMI Bogor Hospital was established in mid 2003. At that time, two hospitals in the city of Bogor have already set up. From the visitor?s data in 2005, it is known that there was a decrease in personal clients market of 29,1% compared to the previous years. This makes a decrease in hospital income of 5,2% ofthe total revenue of Medical Check Up unit in 2005. Therefore, a research is conducted in order to know the all about of personal clients? behavior in making a decision based on marketing mix of Medical Check Up Unit of PMI Bogor Hospital. This research uses qualitative approach with Rapid Assessment Procedures (RAP) method in order to know the effect of marketing system of the health center to clients? behavior in taking a decision. Based on the research it is concluded that personal clients come in because they want to check their health both to complete the requirement to continue study, find a job or seek for medical advices. Further they are looking for information in wide scope mainly mouth to mouth information, some attributes which are positive in benefit and package, people who make good, fast and professional services, as well as physical evidences which support the services (lay out, medical equipment, and surroundings in Medical Check Up Unit). Further, integration process in personal clients is selecting physical evidences available at the unit in the hospital, particularly the completeness of medical support in the premises. Experiences gained when receiving medical services is mostly due to satisfaction from the good services as expected. It is suggested that the hospital can improve the promotion efforts by not only informing its existence but also for education. The tendency of selecting and using the services are due to the creation of other marketing mix and intemal psychological approach following the process of decision making.

Read More
B-957
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sofia Indrawati Horatio; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Yuli Prapanca Satar, Wahyu Sulistiyadi, Risalina Myrta Anggarini
Abstrak:

Peranan pemasaran saat ini sangat panting dalam organisasi Rumah Sakit karena produk yang dihasilkan dikonsumsi oleh masyarakat luas, dan juga dengan bertambahnya Rumah Sakit scrta darnpak dari arus globalisasi, maka persaingan antar Rumah Sakit semakin ketat. Berdasarkan Petunjuk Pclaksanaan Direktur Jenderal Penencanaan Sistem Pcrtahanan Departemen Pertahanan Rl No : Juklak / 03/ Xl I 2001 / DJRSH tanggal I4 November 2001 mengenai Pengelolaan Dana Rumah Sakit hasil Yankesmasum maka Unit Medical Check Up RSPAD Gatot Soebroto diberikan keleluasaan untuk mencrima pasien umum yang pengelolaannya telah diatur dalam juklak tersebut. Dalam perkembangannya Medical Check Up RSPAD Gatot Soebroto mcmbantu menunjang opcrasional RSPAD Gatot Soebroto, bcrkaitan dengan hal ini maka dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menganalisis bauran pnomosi yang dilakukan pada Unit Medical Check Up. Dalam penelitian ini pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatiii dimana data yang dikumpulkan berupa data primer yang didapat mclalui kcgialan wawancara mcndalam dari Kepala Unit MCU, Wakil Kepala Unit MCU, Kepala Tata Usaha dan Kepala Pemasaran dan Customer Service RSPAD, sedangkan data sckundcr diperoleh mclalui kegiatan telaah dokumen di RSPAD Gatot Soebroto. Dari wawancara mendalam dapat diketahui bahwa kegiatan promosi diakui memang sangat penting temtama pada unit MCU. Sasaran kegiatan bauran promosi ini diprioritaskan pada pcrusahaan-perusahaan swasta yang, sudah menjadi pelanggan maupun yang baru. Namun tenaga pelaksana yang terlibat dalam kegiatan promosi ini sangat sedikit sehingga kcgiatan promosi ini belum berjalan secara optimal, selain ilu sudah ada peraturan tentang penyelenggaraan kegiatan promosi itu, laporan frekuensi kegiatan promosi di Unit MCU belum tersedia, sehingga laporan kegiatan yang digunakan bcmsal dari bidang Yanmasum sehingga bentuk pengawasan yang akan dilakukan belum optimal, misalnya dcngan mengadakan evaiuasi kepada tiap kegiatan yang sudah dilakukan. Saran yang dapat disampaikan berdasarkan hasil penelitian ini ditujukan kepada Unit Medical Check Up untuk memiliki tim khusus dalam menangani kegiatan promosi, dan masyarakat umum diharapkan menjadi target utama. Saran untuk Bidang Pelayanan Masyarakat Umum adalah memperkenalkan RSPAD ke masyamkat umum tidak hanya di cvcnt-event tertentu yang terbatas bagi kalangan keschatan. Di samping itu penggunaan E-mail dan Website RSPAD khususnya Unit MCU harus cepat terealisasi agar akses masymkat umum lebih mudah dan informatif.


Marketing role lately is very important in hospital organ ization because product that produced consumed by public and by the increasing of hospital and impact from globalization, so that competition between hospitals is increasing. Based on Implementation Guideline of Defensive System Plan ot`Rl Defensive Ministry No: Juklak/ 03/ Xl/ 2001/ DJRSH date I4 November 2001 toward Hospital Fund Management resulted from Yankesmasum then Medical Check Up Unit at RSPAD Gatot Soebroto gave provision to accept general patient that had it management arranged by that juldak. In development, Medical Check Up of RSPAD Gatot Soebroto is helping in assist operational of`RSPAD Gatot Soebroto, related with this matter so conduct research that aim to analyze promotion mix that do by Medical Check Up Unit. In this research, method that used is qualitative method, where data gathered in the form of primary data that got from meaningful intcrvicw activity from MCU Chief Unit, MCU Sub-Chief Unit, Administration Chief and Marketing Chief and RSPAD Costumer Service, while secondary data got ii'om document research activity at RSPAD Gatot From meaningfirl interview known, that promotion activity is important especially in MCU unit. The promotion mix activity aims to focus in private companies that already become costumer or new one. However, executor tbrce that involved in this promotion activity is very few so that this promotion activity is not optimally run; otherwise, there is already a regulation toward the promotion activity implementation. Promotiorvactivity frequency report in MCU Unit is not yet available; therefore, activity report used provided from Yanmasum so that monitoring forms that done is not yet optimal, for example conducting evaluation toward every activity that already done. Suggestion based on this research result addressed to Medical Check Up Unit to have special unit in handling promotion activity, and public expected to become the main target. Suggestion for Public Service Sector is introducing RSPAD to public not only in certain events that limited for health group. Despitefully, realize utilizing RSPAD E-mail and Website especially MCU Unit had soon in order to ease access for public and more informative.

Read More
B-1007
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dini Anggraini; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Mieke Savitiri, Dumilah Ayuningtyas, Nina Rosyiana
Abstrak:

Tuntutan masyarakat terhadap layanan yang, berkualitas di unit pelayanai kesehatan makin tinggi. Ini ditandai dengan meningkatnya angka gugatan hukum deri konsuimen kesehatan. Perinasalahan ini antara lain disebabkan terlalu banyak jenis obat, jenis pemeriksaan, prosedur, serta jumlah pasien dan stal rumah sakit yang cukup besar. Semua itu berpotensi terjadinya kesalahan medis. Salah satu kesalahan medis yang sering terjadi adalah kesalahan pemberian obat oleh perawat. Untuk mencegah terjadinya kesalahan dalam memberikan obut kepada pasien, perawat harus melaksanakan Prinsip Enam Tepat (six rights), Enam tepat int meliputi tepat pasien (right client), tepat obat (right drug), tepat dosis (right dose), tepat waktu (right fine), tepat rute (right route} dan tepat dokumentasi (right documentation). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran mengerai faktor-faktor yang berhubungan ketepatan pemberian obat oleh perawat di ruang rawat inap #or intensive care Rumah Sakit M.H Thamrin Internastonal Salemba tahun 2009. Penelitian ini merupakaw penel‘tian deskriptif analitik menggunakan desain potous lintang (cross sectional) dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan pengisian kucsioner terhadap 60 pelawal seria wawancara mendalam terhadap 9 informan. Dari hasil penelisan ini, dapat disimpulkan bahwa tingkat penerapan prinsip "enam tepat" dalam pembertan obat oleh perawat di Rumah Sakit M. H. Thamrin, Jakarta tergolons kategori tepat sebesar 40 %. Sebagian besar ketidaktepatan pemberian oba: adalah jenis tidak tepat waktu (52,7 %), tidak tepat dokumentasi (38,8 %), tidak tepat dosis (5,5 %), tidak tepat cara pemberian (2,7 %). Hasil penetitian menunjukkan ada hubungan yan bermakna antara umnur, pengetahuan dan beban kerja dengan pelaksanaan Prinsip “Enam Tepat™ pemberian obat. Faktor yang paling dominan berhubungan dengan pelaksanaan Prinsip “Enam Tepat” pemberian obat adalah pengetahuan. Penyebab terjadinya ketidaktepatan nemberian obat adalah: kurangnya pengetahuan mengenai obat, tidak mengecek hasil hitungan dosis dengan p>2rawat lain, tidak memangil nama pasien, kurangnya kesadaran dalam menusis dokumentasi pemberian obat yang lengkap, kurangnya supervisi tentang pemberian obat oleh divisi keperawatan di RS M.H Thamrin Internasional Salemba dan keterbatasan tenaga perawat. Hasil penelitian menunjukkan perlunya komitmen Direksi RS MEI Thamnn Internasional Salemba terhadap pentingnya kelepatan pembzrian obat oleh perawat dalam bentuk dukungan nyata beripa menyedial:an alokasi angga-an dengan prioritas program peningkatan pengetahuan perawat secara terus-menerus dan berkesinambungan melalui seminar, kegiatan pelatihan dan penyampaian informasi.


 

Demand people about quality service in medical unit more increasingly. It is marked by increasing law claims from medical consuments, The reasen of this problem is 1oo much the kinds of medicine, examination, procedure, amount of patient and hospital staff, All of them can cause mecical errors. One of medical errors that often happened is errors of giving medicme by nurse. To prevent happened errors of giving medicine to patient, nurse should do Six Right Principles. Six Raght Principles including right patient, right drug, right dose, right time, right route and right documentation. The purpose of the research ts io get a reliable descripaon of factors related to accuracy of giving medicine by lone stay ward nurses of M.H. Thamrin International Salemba Hospital in 2099. In Addition, This research is analytical description research us2 of cross sectional design with quantitative and qualitative approaches. Collecting deta has been done by observing and filling im questionnaire to GO nurses and then depth uerview with 9 nurses. From the result of this research can be concluded that the performance of six right principles in giving medicine by nurse at M.H. Thamrin hospital Jakarta include accuracy cateyory is at least 40% respondents. The mos: of unaccuracy of giving medicine is wrong time (52,7 %), wrong documentation (38,8 %), wrong dose (5,5 %), and wrong route (2,7 %). The result of research showed thai there is a significant correlation between age, knowledge and work load with, perfoming of six right principles in giving medicine. the doniinant factor related to perfoming of six right principles in giving medicine is knowledge. The reasons of unaccuracy of giving medicine is: lack of medicine knowledge, uot recheck dose with another nurse, not call patient name, lack of awareness in writing documentation of giving medicire completely and limited nurses Results of this research showea the need of commitment from the R.S M.H Tharirin International Salemba Municipalit. management that the importance of accuracy giving medicine by providing a budget allocation to priority program for Increasing knowledge of nurses continuosly through seminar, training and the delivery of up to date information, while knowledge sustained a good behavior, increase supervision about attitude group in six right principal of giving medicine and add amount of long Stay ward nurses

Read More
B-1201
Depok : FKM-UI, 2009
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dwiaristy Anggraini Harnindo; Pembimbing: Budi Hidayat; Penguji: Pujiyanto, Kurnia Sari, Stefanus Eke Ola
Abstrak:

Tesis ini membahas analisis strategi pemasaran unit Medical Check Up RS St. Elisabeth Bekasi dengan menggunakan QSPM, serta melihat karakteristik pelanggan MCU dan bauran pemasaran. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain deskriptif. Hasil penelitian memberikan beberapa strategi dari bauran pemasaran, diantaranya strategi produk, strategi harga, strategi penempatan, dan strategi promosi. Keempat strategi tadi terangkum dari strategi market development dan product development yang berasal dari QSPM serta karakteristik pasien, dimana semuanya terangkum dalam matriks rencana strategis pemasaran. Agar strategi yang diusulkan bermanfaat, disarankan melakukan pembenahan internal terlebih dahulu terutama memperkuat bagian pemasaran agar dapat mendorong keberhasilan program yang telah direncanakan. Kepustakaan 42 (1995- 2010), Gambar 14, Tabel 27, Lampiran 3 Kata Kunci: strategi pemasaran, medical check up, bauran pemasaran


 

The focus of this study is Marketing Strategic Analysis of Medical Check Up at Santa Elisabeth Bekasi Hospital by using QSPM, and see the characteristics of MCU customers and the marketing mix. This research is qualitative descriptive interpretive. The results provide some of the strategies of the marketing mix, including product strategy, pricing strategy, strategic placement, and promotion strategies. The four strategies summarized from the market development strategy and product development derived from QSPM and patient characteristic, which are all encapsulated a matrix of strategic marketing plans. In order for the proposed strategy is useful, it is advisable to reform internally first, especially to strengthen the marketing department in order to encourage the success of programs already planned Literature 42 (1995-2010), Picture 14, Table 27, Attachment 3 Keyword : marketing strategy, medical check up, marketing mix

Read More
B-1342
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kiki Setiawati; Pembimbing: Ronnie Rivany; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Mieke Savitri, Nina Rosyina
B-1110
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ferni Pangkey; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Amila Megraini, Sylvia Richarda Doy
Abstrak:

Saat ini telah terjadi perubahan paradigma di bidang kesebatan, yang berawal dari paradigma sakit menekankan pada aspek kuratif menjadi paradigma sehat dengan titik berat pada pelayanan promotif dan preventif. Unit Uji Kesehatan sebagai salah satu unit yang ada dalam Pelayanan Kesebatan St. Carolus adalah unit yang juga dipersiapkan untuk perubaban paradigma yang ada. Pelayanan Kesehatan St. Carolus (PKSC) yang telah lama berkecimpung di sektor jasa juga merasakan pengaruh tingkat kompetisi dalam melayani pasar pelayanan kesehatan. Hal ini mengbaruskan PKSC untuk jeli melibat pasar yang ada dengan tujuan menjawab situasi pasar. Salah satunya melaknkan analisis segmen, target dan positioning dari unit ujikes sehingga bisa diketabui segmen, target dan positioning deri unit Ujikes PKSC. Penelitian dilakukan terhadap responden yang berasal dari poli spesialis PKSC dengan asumsi behwa dari gamharan pelanggan poli spesialis bisa diketahui segmen yang menggunakan PKSC dan mrget pasar yang akan dibidik oleh unit Ujikes. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan kuesioner pada tahapan segmentasi dan kualitatif dengan wawancara mendalam dalam menentukan target dan positioning dari Ujikes.


There has been changing in paradigm of health, beganwith sick paradigm which curative aspects as focus, to health paradigm with promotion and preventive as focus.Medical check up is one of units in Pelayanan Kesehatan St. Carolus (PKSC) that bad been prepared to health paradigm. PKSC which has serve community health from long time ago, get the impact of high competition in health services.PKSC must aware of the market to answer this situation. One of the answer by doing analysis of segmentation, targeting and positioning private customer of PKSC medical check up unit to know the segment, target and positioning of this unit. This research takes respondent from visitors of PKSC specialist policlinics, with assume by knowing the segment of this unit we can have target of medical check unit. The research is quantitative by using questioner in segmentation and qualitative by doing depth interview to decide target and positioning of medical check up unit. From this research, we got segment of this uoit, by analysis demography, socioeconomic and psicography variables, are upper low and middle class of society. The positioning of PKSC medical unit is to give satisfaction by quality and good services. Advices for this unit are to make a product that focus to martenity and geriartri with competitive price, more active in promotion that can be doing by media such make consultation space in news paper. In the future} medical check up unit and the other support facility will focus in one service area to give easy access and comfortable for costumer.

Read More
B-1081
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Vera Intan Surtana S; Pembimbing: Yuli Prapanca Satar
B-709
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lena Elfrida Situmeang; Pembimbing: Budi Hidayat; Penguji: Anhari Achadi, Rahmat
S-6616
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive