Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 25797 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Harry Edwin M. Limbong; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Yuli P zsatar
Abstrak:

Kegiatan pengelolaan dirumah sakit sangat kompleks dengan berbagai disiplin ilmu antara lain disiplin iimu kedokteran, farmasi, keperawatan, teknik, ekonomi, hulcum mauplm humas terlebih Iagi pemasarannya. Panitia gahungan PERSI-DEPKES telah berhasil menyusun etika rumah sakit seluruh Indonesia (PBRSI) pada tahun 1986 yang dilakukan dengan keputusan meniri kesehatan Rl no. 924 (Menkes/SK/XII/1986) tanggal 18 desember 1986 sehingga berlaku bagi seluruh rumah sakit di Indonesia (Depkes RI - PERSI, 1990 : 19 - 23). Banyak eara dan strategi yang sudah di lakukan direktur dan kepala divisi pemasaran rumah sakit tersebut demi berkembang pesatnya rumah sakit. Hal ini juga di cermati oleh RSU MARY yang rnulai beroperasi tahun 2002 dengan langsnmg membentuk divisi pemasarannya. Dengan target divisipemasaranterutamaperusahaan-perusahaandi sekitarnya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitaiif yang bersifat deskriptif eksploratif. Memakai eara wawaneara mendalam dan pengamatan terhadap dokumen. Daiam penelitian ini hanya faktor internal yang dapat dikontroi, yaitu variabel bauran pernasaran yang diteliti. Sedangkan faktor eksternal, antara lain kondisi ekonomi, politik, kompetisi dan perubahan sosial, yang tidak bisa dikontrol, tidak diperhitungkan.Penelitian di lakukan di RSU MARY Cileungsi Hijau pada bulan january sampai dengan november 2007 dengan menggunakan data primer dan skunder. Data primer dari wawancra informan penelitian ini yaitu Ka.Div pemasaran dan staff yang terlibat dalam pemasaran RSU MARY Ciluengsi Hijau serta HRD manager dan staff rekanan baru, rekanan lama I tetap, rekanan keluar sedangkan data skunder dari laporan dan dokumen yang berkaitan dengan implementasi pemasaran.Pengolahan data dilakukan secara manual. Penulis menyarankan agar owner RSU MARY Cileungsi untuk lebih memperhatikan kelangsungan image usahanya di masa datang. Tidak semua kebutuhan pasar bisa dipenuhi oleh satu Rekanan, melakukan evaluasi tahunan, survey, pcngawasan implementasi strategi, guna menentukan paket - pakct apa yang benar - benar mewakili kcbutuhan pasar dcngan memperhitungkan keuntungan dalam jumlah total nominal.Pelatihan berkala bagi pemasaran, tetapkan reward dan punishment, adakan pcrtemuan rutin dengan keuangan, humas, juga melakukan pengembangan satelit dan satelit perujuk (termasuk reward satelit)


 

Management activities in hospitals are complex, with many discipline science i.e. rnedicals, pharmacy, nursing, technical, economic, laws or public relations, specifically the marketing. Joint Committee of PERSI-DEPKES has delivered an ethic code of all hospitals in Indonesia (PERSI) on year 1986 that implemented by Decree of Minister of Health No. 924 (Menkes/SK/XII/1986) dated 19 December 1986, prevails to all hospitals in Indonesia (Depkes RI - PERSI, 1990: 19-23). There are many ways and strategy conducted by Director and division head of marketing _of such hospitals for the development of hospitals. This matters is aclcnoledged by RSU MARY that start its operation on year 2002 by establishing its marketing division fiom the beginning, whereas the companies surrounding the hospital as the marketing target, This research is a qualitative and descriptive explorative research. Conducting a deep interview method and literature. In this research only internal factor is able to controlled, that is the variable marketing. The external factors, i.e. economical situation, politics, competition, sosial changes that un-controllable is not calculated in the research conducted at RSU MARY Cileungsi Hijau on January through November 2007 with primary and secondary data. Primary data som'ce is hom interview with Division Head of Marketing and Staff involved in the marketing of RSU MARY Cileungsi Hijau, including HRD Manager and sta&` of new parmers, existing partners, ex-partners, while secondary data source is from reports and document related to the implementations of marketing. Data processing is conducted manually.Writer suggest that the owner of RSU MARY Cileungsi to give more attention on the image of its hospitals in the future. Not all market needs is able to be fulfilled by one body, conducting an annual evaluation, survey, supervisory on implementation of strategy to determine which packages that represents the market needs by calculating the pro5t in total nominal. Scheduled training for marketing, determine reward and punishment, conducting a scheduled meeting with finance, public relations, and conducting development on satellite and reward satellite.

Read More
B-1145
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Vanda Sativa Julianti; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Anhari Achadi, Puput Oktamianti, Cholid Yamani, Raden Gioseffi Purnawarman
Abstrak: Penelitian ini merupakan studi kasus di salah satu rumah sakit swasta tipe C di Kabupaten Bogor yang bertujuan untuk melakukan evaluasi efektivitas alur pelayanan sectio caesarea (SC) emergency pada tahun 2021 (masa pandemi COVID-19) dari sisi input, proses, dan outcome. Alur pelayanan sectio caesarea (SC) emergency yang ada disesuaikan dengan referensi Pemerintah dan Profesi (POGI), yakni adanya skrining COVID-19 dengan melakukan pemeriksaan swab-RDT Antigen dan rontgen thorax, serta konsultasi kepada Spesialis Paru atau Penyakit Dalam. Penelitian ini dilakukan dengan mix-method, secara kuantitatif dengan metode potong lintang dari berkas rekam medis dan dilanjutkan dengan kualitatif dari para informan kunci dan informan tambahan. Penelitian dilakukan pada 379 sampel pasien yang melakukan persalinan secara sectio caesarea (SC) emergency periode Januari-Desember 2021. Karakteristik pasien didapatkan 75,5% adalah usia 20-35 tahun dengan rata-rata 29,32 tahun; 58,8% adalah multipara dengan rata-rata paritas 1,96; dan 92,3% usia kehamilan 37-42 minggu dengan rata-rata 38,50 minggu. Diagnosis pasien didapatkan 77% kategori 2 dan 95,5% status non COVID-19. Diagnosis kategori 1 sebanyak 11,8% adalah fetal distress dan diagnosis kategori 2 sebanyak 27,7% adalah ketuban pecah dini (KPD), dengan response time kategori 1 <30 menit hanya 1,1% dan response time kategori 2 dalam 30-75 menit sebanyak 33,2%. Kemudian rata-rata waktu informed consent didapatkan 3,71 menit; waktu konsul Spesialis Paru/Penyakit Dalam didapatkan 4,06 menit; waktu konsul Spesialis Anestesi didapatkan 3,77 menit; proses transfer pasien didapatkan 6,01 menit; waktu spinal anestesi didapatkan 5,08 menit; waktu mulai operasi sampai bayi lahir didapatkan 20, 37 menit, dengan rata-rata pasien per-bulan adalah 31,58 dan waktu tanggap sectio caesarea (SC) emergency selama 111,87 menit. Pada analisis bivariat didapatkan adanya korelasi yang bermakna antara rerata jumlah pasien terhadap waktu tanggap sectio caesarea (SC) emergency (p-value=0,019), dan tidak ada hubungan bermakna antara diagnosis kategori 1 dan kategori 2 (p-value=0,767) serta status COVID19 dan Non COVID-19 (p-value=0,071) terhadap waktu tanggap sectio caesarea (SC) emergency; namun status COVID-19 terhadap waktu tanggap SC emergency memiliki hubungan bermakna dari sisi substansi. Pada kualitatif, didapatkan bahwa seluruh informan sudah mengetahui dan memahami alur pelayanan SC emergency selama pandemi ini, faktor pendukung yang ada adalah kekompakan dan kerjasama tim, dukungan manajemen rumah sakit untuk mengutamakan safety tenaga kesehatan ditunjang oleh sarana prasarana dan sumber daya manusia (SDM) yang sesuai, serta faktor penghambat yang ada adalah proses skrining/penapisan COVID-19 (hasil pemeriksaan penunjang), letak kamar operasi di lantai 2 dan tidak ada lift khusus transfer pasien, serta kekosongan alat pelindung diri (APD) dan linen operasi. Kesimpulannya, penilaian efektivitas alur pelayanan SC emergency tahun 2021 dengan pendekatan goal approach belum efektif, dilihat dari outcome yaitu rata-rata waktu tanggap SC emergency yang belum mencapai target indikator mutu (≤30 menit)
Read More
B-2281
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Amelia Intan Atthahirah; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Aprizal
Abstrak:
Pada penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komponen kesiapan RSUD Cileungsi dalam implementasi rekam medis elektronik pada tahun 2023. Penelitian ini adalah penelitian analitik kuantitatif dengan metode survei menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada 42 responden. Responden adalah staf yang berperan dan terlibat dalam implementasi rekam medis elektronik dan menggunakan teknik total sampling. Data yang terkumpul kemudian ditabulasi menjadi tabel distribusi frekuensi dan dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling Partial Least Square untuk membentuk model kesiapan sebagai variabel laten. Hasil penelitian menunjukkan RSUD Cileungsi telah cukup siap dalam implementasi rekam medis elektronik berdasarkan skor total kesiapan dan dengan rincian sebanyak 66% responden memberikan nilai cukup siap. Pada persamaan struktural model yang dibentuk, komponen budaya kerja organisasi dan komponen sumber daya manusia berhubungan signifikan pada kesiapan rekam medis elektronik sedangkan komponen infrastruktur dan komponen tata kelola memiliki hubungan yang tidak signifikan. Hasil penelitian menujukkan masih tersedianya ruang untuk perbaikan dan pengembangan RME dengan fokus pada komponen budaya kerja organisasi dan komponen sumber daya manusia.

This study aims to analyze of RSUD Cileungsi’s readiness of each component in implementing electronic medical records in 2023. This study is a quantitative analytic study with a survey method using a questionnaire distributed to 42 respondents. Respondents are staff who play a role and are involved in the implementation of electronic medical records and sample are chosen using the total sampling technique. The collected data were then tabulated into a frequency distribution table and analyzed using the Structural Equation Modeling Partial Least Square method to form a readiness model as a latent variable. The results showed that RSUD Cileungsi was quite ready in implementing electronic medical records based on the total readiness score and with details as many as 66% of respondents gave a score of quite ready. In the structural equation model formed, the organizational work culture component and the human resources component have a significant relationship to the readiness of electronic medical records while the infrastructure component and the governance component have an insignificant relationship. The results indicate that there is still room for improvement and development of RME with a focus on the organizational work culture component and the human resources component.
Read More
B-2365
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dede Setyadi; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Tris Eryando, Iing Ichsan Hanafi, R.B Wahyu
Abstrak:
Sistem Informasi Rumah Sakit merupakan dasar dari kebutuhan pelayanan demi tercapai pelayanan yang prima, pada Rumah Sakit Hermina Lampung terjadi perubahan Sistem Informasi pada bulan Mei 2022, perubahan dilakukan agar tercipta kemudahan dalam pelayanan baik rawat jalan maupun rawat inap. Setelah penggunaan selama satu tahun dirasa masih ada kendala dalam pelayanan di rawat jalan dimana tidak tercapainya kesesuaian standar length of stay rawat jalan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis implementasi sistem informasi di rawat jalan dengan menggunakan metode struktur, proses, output serta digabungkan dengan metode HOT-Fit. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan cara mixed method dimana dilakukan analisa penelitian secara kuantitatif dan kemudian dilakukan analisa penelitian kualitatif untuk memperkuat hasil dari penelitian, Pengambilan data dilakukan sejak Mei 2023 hingga Juni 2023, Hasil: Tidak terdapat hubungan bermakna antara kualitas sistem maupun kualitas informasi dengan usia, pendidikan terakhir dan jenis kelamin. Pelatihan SDM terhadap sistem informasi masih kurang maksimal dalam pelaksanaan, sistem informasi sering terjadi down server yang dapat menyebabkan slowness dalam pelayanan, belum adanya SPO yang mengatur terhadap penggunaan jaringan wifi di rawat jalan menyebabkan kelambatan pada aplikasi sistem informasi, integrasi sistem terlaksana di setiap unit namun menjadi kendala pada saat penutupan pelayanan pasien karena masih adanya step-step yang tidak dilakukan unit sebelumnya. Kesimpulan: Dengan metode input, proses dan output serta HOT-Fit dapat mengetahui pelatihan SDM, kesiapan sistem, kesiapan sarana dan prasarana, kebijakan, serta integrasi sistem mengalami kendala yang paling bermakna di dalam pelayanan menggunakan sistem informasi di rumah sakit dan dibutuhkan penyelesaian agar dapat tercipta pelayanan yang maksimal 

The Hospital Information System is the basis of service needs in order to achieve excellent service, at Hermina Lampung Hospital there was a change in the Information System in May 2022, changes were made to create convenience in service both outpatient and inpatient. After using it for one year, it is felt that there are still obstacles in outpatient services where standard conformity is not achieved for length of stay outpatient. This study aims to analyze the implementation of information systems in outpatient care using the structure, process, output method and combined with the HOT-Fit method.Method: This research was conducted in mixed methode where a quantitative research analysis was carried out and then a qualitative research analysis was carried out to strengthen the results of the research, data collection was carried out from May 2023 to June 2023,Results: There is no significant relationship between system quality and information quality with age, last education and gender. Human resources training on information systems is still not optimal in implementation, information systems often occurdown server which can cause slowness in service, there is no regulations that regulates the use of wifi networks in outpatient care causing delays in information system applications, system integration is carried out in each unit but becomes an obstacle when closing patient services because there are still step which the previous unit had not done.Conclusion:With the input, process and output methods as well as HOT-Fit, it can be seen that human resources training, system readiness, facility and infrastructure readiness, policies, and system integration experience the most significant obstacles in services using information systems in hospitals and solutions are needed so that services can be created. the maximum.
Read More
B-2356
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nathalia Cahyani Windyata; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Yuli Prapancha Satar, Wahyu Sulistiadi, Amila Megraini
B-1054
Depok : FKM UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kristian Darmasaputra; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Mieke Savitri, Yulia Peapanca Satar
Abstrak:

Rumah sakit perlu menetapkan strategi pengembangan berdasarkan situasi pasar untuk: meningkatkan mutu pelayanannya. RS Mediros yang mengunggulkan unit Jayanan Penyakit Dalam Ginjal Hipertensi (PDGH) harus menjaga dan meningkatkan kualitas jasa pelayanan agar tetap bertahan dan berkembang di tengah perkembangan layanan kesehatan yang pesat. Untuk mempertahankan pangsa pasar RS Mediros harus menycdiakan layanan tingkat tinggi atau menjadi rumah sakit pertama yang mengeluarkan inovasi barn. Oleh karena itu, diperlukan berbagai strategi yang mengacu pada keinginim dan nilai-nilai yang dianggap penting oieh· konsumen untuk meningkatkan jumlah kunjungan unit layanan PDGH sehingga dapat mencapai target yang telah ditetapkan. Unit layanan PDGH RS Mediros harus memiliki inovasi-inovasi yang mampu memberikan peJayanan secara optimal kepada pasien serta mempunyai clri khas yang membedakan dengan unit pelayanan yang sama di rumah sakit lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi samudra biru pada unit layanan unggulan PDGH di RS Mediros dengan mengetahui faktor-faktor yang dinilai utama/penting oleh konsumen, serta mengetahui posisi eksternal dan internal eksisting unit layanan unggulan PDGH RS Mediros dan posisi rumah sakit pesaing tahun hingga akhirnya didapatkan pemetaan posisi unit layanan unggulan PDGH terhadap strategi samudra biru. Penelitian ini adalah penelitian operasional yang dilakukan dengan menggunakan analisis data kuantitatif yang diperoleh dari data dokumentasi berupa informasi sebagai data sekunder serta analisis data kualitatif dari hasil wawancara terstroktur sehagai data primer yang berasal dari inforrnan dan responden. Faktor-faktor yang dinilai penting oleh pasien pada unit Jayanan PDGH RS Mediros ada!all tarif perawatan, kualitaslkemarnpuan SDM dan jumlah staf medis, kualitas dan kelengkapan pelayanan, kualitas fasililas fisik dan penunjang, serta kelengkapan fasilitas dan peralatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi samudera biru adalah relevan dan dapat diterapkan sebagai sttategi pemasaran unit layanan PDGH RS Mediros, yang mana RS Mediros perlu meningkatkan kondisi fasiHtas fisik dan penunjang meningkatkan kelengkapan fasilitas fisik dan penunjang, meningkatkan kenyamanan ruangan, meningk:atkan kapasitas ruangan, meningkatkan jumlah alat dan layanan reuse, menyesuaikan tarif unit layanan, meningkatkan pelayanan homecare, melakukan modifikasi mesin hemodialisis bagi pasien anak-anak, mengadakan seminar penyuluhan dan kesehatan PDGH, mengadakan perkumpulan untuk memotivasi penderita gagal glnjal, mengadakan program pemotongan harga untuk medical check-up bagi pelanggan, mengadak:an kunjungan kepada pasien saat hemodialisis oleh ketua tim PDGH. Diharapkan pihak manajerial RS Mediros dapat menerapkan stra.tegi samudera biru dalam bidang pernasarannya sehingga dapat meningkatkan kepuasan pelanggan serta melakukan pengawasan rutin untuk mempertahankan kinerja pelayanan pada unit Iayanan PDGH. Selain itu juga perlu dilakukan penelitian lanjutan yang lebih mendalam dan spesifik mengenai strategi pemasaran pada unit layanan lain yang ada di RS Mediros maupun rumah sakit lain dengan menggunakan strategi samudra biru.


Hospital needs to create a development strategy based on market situation to improve service quality. Mediros Hospital, which accomplished in kidney hypertension internal disease service unit, must maintain and improve the service quality to survive and to grow in the middle rapid health service development.To sustain the market Mediros Hospital must provide a high 1cve1 of service or even be the first hospital that creates new innovation. Thereforeit is needed many strategy that give important value for the customer. Mediros Hospital should have some unique innovations that make difference with other hospital. The objective of this researeh is to analyze the blue ocean strategy in Kidney Hypertension Internal Disease (KHID) in Mediros Hospital by identifying some factors with important value for customers, by identifying externa and internal existing condition in KHID Mediros Hospital and other hospitals, until getting the map of KHID through blue ocean strategy. This research is an operationalresearch, which be acquired with quantitative analysis and qualitative analysis. Data are obtained from primary and secondary through documentation, informant and respondent. Factors that have important value for costomers in KHID are tariff, quality/ability of human resource and number of medical staff, quality and completeness of services, quality of physical and supporting facilities, and completeness of facilities and tools. The result of this research shows that blue ocean strategy is relevant and can be implemented in marketing strategy, Mediros Hospital needs improve its physical and supporting facilities, its room quality and capacity; increasing the number of tools, equipments, and reuse service; adjusting its service fees; increasing the homecareservice; modifying the hemodialysis machine for children; creating counseling seminar in KHID issues, creating motivating group fur kidney failure patients, giving discount fees in medical check-up for ongoing patients and visiting hemodialysis patient. Hopefully Mediros Hospital manager can implement blue ocean strategy in marketing so that the hospital can improve customer satisfaction and having routine control to improve the service in KHID unit. It also needs to have more specific researches related to blue ocean strategy in other unit ofMediros Hospital or other hospitals.

Read More
B-1150
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ni Wayan Okayeni; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Puput Oktamianti, Ida Ayu Oka Purnama Wati, Made Koen Virawan
Abstrak: ABSTRAK Rumah Sakit Umum Bali Royal Denpasar telah mengimplementasikan wisata medis sejak tahun 2010, namun implementasi wisata medis tersebut belum dianalisis secara sistematis. Oleh karena, itu perlu dilakukan kajian lebih lanjut tentang implementasi wisata medis pada Rumah Sakit Umum Bali Royal Denpasar.Tujuan umum penelitian adalah untuk memperoleh gambaran tentang implementasi wisata medis pada Rumah Sakit Umum Bali Royal Denpasar. Tujuan khusus penelitian adalah untuk memperoleh gambaran tentang prosedur implementasi wisata medis pada Rumah Sakit Umum Bali Royal Denpasar; menganalisis kesesuaian prosedur implementasi wisata medis pada Rumah Sakit Umum Bali Royal Denpasar dengan Permenkes No. 76/2015; menganalisis kesesuaian prosedur implementasi wisata medis pada Rumah Sakit Umum Bali Royal Denpasar dengan diagram wisata medis model Deloitte 2008; dan menganalisis kepuasan wisatawan medis terhadap implementasi wisata medis pada Rumah Sakit Umum Bali Royal Denpasar. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain deskriptif. Pelayanan wisata medis pada Rumah Sakit Umum Bali Royal Denpasar mencakup pelayanan prarumah sakit, selama di rumah sakit, dan pascarumah sakit. Prosedur implementasi wisata medis pada Rumah Sakit Umum Bali Royal Denpasar belum sesuai dengan Permenkes No. 76/2015. Prosedur implementasi wisata medis pada Rumah Sakit Umum Bali Royal Denpasar sesuai dengan diagram wisata medis model Deloitte 2008. Wisatawan medis belum sepenuhnya puas terhadap pelayanan wisata medis pada Rumah Sakit Umum Bali Royal Denpasar. Kata kunci: wisata medis, rumah sakit, model Deloitte Bali Royal Hospital Denpasar has been implementing medical tourism since 2010, but the implementation of medical tourism has not been systematically analyzed. Therefore, it is necessary to do further study on the implementation of medical tourism at Bali Royal Hospital Denpasar. The general purpose of the research is to obtain an overview of the implementation of medical tourism at Bali Royal Hospital Denpasar. The specific objective of the study are to obtain an overview of procedures for the implementation of medical tourism at Bali Royal Hospital Denpasar; analyzing the appropriateness of procedures for the implementation of medical tourism at Bali Royal Hospital Denpasar with Health Minister Regulation No. 76/2015; analyzing the appropriateness of medical tourism implementation procedures at Bali Royal Hospital Denpasar with the medical tourism diagram of Deloitte 2008 model; and analyzing the satisfaction of medical tourists on the implementation of medical tourism at Bali Royal Hospital Denpasar. This research is a qualitative research with descriptive design. Medical tourism services at Bali Royal Hospital Denpasar include pre hospital, during the hospital, and post hospital services. The implementation procedure of medical tourism at Bali Royal Hospital Denpasar has not been in accordance with Health Minister Regulation No. 76/2015. The implementation procedure of medical tourism at Bali Royal Hospital Denpasar in accordance with the medical tourism diagram of Deloitte 2008 model. Medical tourists have not fully satisfied with medical tourism services at Bali Royal Hospital Denpasar. Key words: medical tourism, hospitals, Deloitte models ix
Read More
B-2019
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Putri Nadia; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Anhari Achadi, Wachyu Sulistiadi, Suharno ; Akmal Yadi
Abstrak: Pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Rumah Sakit memerlukan obat-obatanyang aman, berkhasiat, bermutu dan terjangkau dalam jenis dan jumlah yang cukup. RSXYZ telah menjadi provider program pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional sejak bulanMei 2017 dan terjadi lonjakan pasien yang cukup signifikan. Rumah sakit perlu berbenahdiri dalam melakukan perbaikan untuk pengelolaan persediaan obat di instalasi farmasidemi tercapainya efektifitas dan efisiensi persediaan obat di farmasi. Tujuan daripenelitian ini adalah mendeskripsikan implementasi pengelolaan persediaan obat instalasifarmasi Rumah Sakit XYZ dalam Era Jaminan Kesehatan Nasional dalam rangkapenyusunan Rencana Kebutuhan Obat Rumah Sakit XYZ. Penelitian ini menggunakanmetode deskriptif cross-sectional yang bersifat kualitatif dan kuantitaif denganwawancara mendalam, observasi, telaah dokumen dan penghitungan klasifikasi analisaABC obat di instalasi farmasi. Penelitian in menunjukkan bahwa RS XYZ belummemiliki metode perencanaan dan pengadaan obat khususnya di era JKN. Perencanaanobat melihat trend pemakaian 1 minggu ke belakang untuk penggunaan 10 hari kedepan.Peneliti melakukan analisa ABC untuk melihat pengelolaan persediaan obat di RS XYZ.Analisa ABC yang dilakukan pada penggunaan obat di instalasi farmasi menunjukkanbahwa terdapat 1024 jenis obat yang digunakan dimana analisa ABC pemakaiankelompok C yang termasuk slow moving memiliki jumlah yang paling tinggi yaitu 70 %.Hasil analisa ABC investasi kelompok A memiliki jumlah investasi paling besar yaitu4.445.922.485. Hasil analisa ABC indeks kritis didapatkan hanya 55 % obat indeks kritisyang masuk kedalam formularium. Terdapat 30 % dokter yang belum patuh terhadapperesepan sesuai formularium. RS XYZ belum memiliki Rencana Kebutuhan Obat(RKO) dalam rangka memenuhi syarat untuk ikut dalam proses e-purchasing. RS XYZbelum memiliki sistem pengelolaan persediaan obat yang sesuai standar. RS XYZdiharapkan dapat membuat Rencana Kebutuhan Obat yang menerapkan prinsip efisiensikendali mutu kendali biaya. RS XYZ diharapkan memiliki penghitungan jumlah obatyang harus di pesan, safety stock dan juga titik pemesanan kembali obat.Kata Kunci : Jaminan Kesehatan Nasional, Persediaan Obat, Analisa ABC, Formularium,Rencana Kebutuhan obat.
Read More
B-1938
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hilma Fitria Nur Faiz; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Purnawan Junadi, Sri Mulyani, Novita Dwi Istanti
Abstrak:
Latar Belakang: Pelayanan rumah sakit masih menghadapi tantangan dalam mendeteksi secara dini penurunan kondisi klinis pasien yang berisiko menimbulkan kegawatan dan mengancam keselamatan pasien. Early Warning System (EWS) dikembangkan sebagai alat bantu klinis berbasis skor fisiologis untuk mendukung deteksi dini dan respons klinis yang tepat waktu. RS Roemani Muhammadiyah Semarang telah mengimplementasikan EWS sejak tahun 2022, namun kejadian Code Blue dan angka kematian pasien rawat inap masih menunjukkan pola fluktuatif dan belum menurun secara konsisten. Selain itu, evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan EWS belum pernah dilakukan, sehingga terdapat kesenjangan antara kebijakan, implementasi, dan luaran keselamatan pasien. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan studi kasus, yang dianalisis menggunakan kerangka struktur–proses–outcome. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan focus group discussion (FGD) terhadap tenaga kesehatan yang terlibat langsung dalam implementasi EWS, dengan pemilihan informan secara purposive. Selain itu, dilakukan telaah dokumen terhadap rekam medis, formulir EWS, laporan kejadian Code Blue, serta dokumen kebijakan dan prosedur rumah sakit untuk menilai aspek struktur dan proses implementasi EWS serta luaran keselamatan pasien. Penelitian dilaksanakan di RS Roemani Muhammadiyah pada November–Desember 2025. Analisis data dilakukan secara tematik melalui proses pengodean, pengelompokan tema, dan interpretasi, dengan penerapan triangulasi sumber dan metode untuk menjaga keabsahan data. Hasil: Implementasi EWS belum berjalan optimal. Pada aspek struktur, dukungan kepemimpinan dan mekanisme pendukung klinis telah tersedia, namun masih terdapat keterbatasan pada kesiapan sistem dan sumber daya dalam mendukung pelaksanaan EWS secara konsisten. Pada aspek proses, kepatuhan terhadap dokumentasi dan eskalasi klinis masih bervariasi, serta komunikasi antarprofesi berbasis skor EWS belum terstandar dan masih bergantung pada inisiatif individu. Pada aspek outcome, kejadian Code Blue masih terjadi secara fluktuatif meskipun EWS telah diterapkan, disertai angka kematian pasien rawat inap yang belum menunjukkan penurunan yang konsisten. Kondisi ini mengindikasikan adanya kesenjangan antara implementasi EWS dan luaran keselamatan pasien. Kesimpulan: EWS di RS Roemani Muhammadiyah Semarang belum sepenuhnya berfungsi sebagai sistem deteksi dini yang efektif dalam mencegah kejadian Code Blue. Permasalahan utama tidak hanya terletak pada kepatuhan individu, tetapi juga pada aspek sistemik, termasuk tata kelola klinis, integrasi sistem, dan budaya komunikasi berbasis skor. Diperlukan pendekatan berpikir sistem yang menekankan penguatan struktur, standardisasi proses, serta monitoring dan evaluasi berkelanjutan untuk meningkatkan keselamatan pasien.

Background: Hospitals continue to face challenges in the early detection of clinical deterioration that may lead to acute emergencies and threaten patient safety. The Early Warning System (EWS) was developed as a physiology-based scoring tool to support early detection and timely clinical responses. RS Roemani Muhammadiyah has implemented EWS since 2022; however, Code Blue events and in-hospital mortality rates remain fluctuating and have not shown a consistent decline. Moreover, a comprehensive evaluation of EWS implementation has not yet been conducted, resulting in a gap between policy, practice, and patient safety outcomes. Methods: This study employed a qualitative case study design analyzed using the structure–process–outcome framework. Data were collected through in-depth interviews and focus group discussions (FGDs) with healthcare professionals directly involved in EWS implementation, selected purposively. Document reviews of medical records, EWS forms, Code Blue reports, and hospital policies and procedures were also conducted to assess structural and process aspects as well as patient safety outcomes. The study was conducted at RS Roemani Muhammadiyah from November to December 2025. Data were analyzed thematically through coding, theme development, and interpretation, with source and method triangulation applied to ensure trustworthiness. Results: EWS implementation was not yet optimal. In terms of structure, leadership support and basic clinical support mechanisms were in place; however, limitations remained in system readiness and resource capacity to ensure consistent implementation. Regarding process, compliance with documentation and clinical escalation varied, and interprofessional communication based on EWS scores was not standardized and often relied on individual initiative. In terms of outcomes, Code Blue events continued to occur in a fluctuating pattern despite EWS implementation, accompanied by in-hospital mortality rates that did not demonstrate a consistent decline. These findings indicate a gap between EWS implementation and patient safety outcomes. Conclusion: EWS at RS Roemani Muhammadiyah Semarang has not yet functioned optimally as an effective early detection system to prevent Code Blue events. The challenges identified are not limited to individual compliance but reflect broader systemic issues, including clinical governance, system integration, and a culture of score-based communication. A systems-thinking approach that emphasizes structural strengthening, process standardization, and continuous monitoring and evaluation is required to enhance patient safety.
Read More
B-2572
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Saprina Maryani; Pembimbing: Amila Megraini; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Wahyu Sulistiadi, Anna Tjadrajani; Yout Savithri
Abstrak: Tesis ini merupakan penelitian di bidang manajemen pemasaran rumah sakit yang bertujuan untuk mengetahui segmen, terget dan posisi pasar dalam bauran pemasaran di Poliklinik Terpadu Anak Sehat (POTAS) RSAB Harapan Kita tahun 2016 dalam rangka peningkatan angka kunjungan pasien dan revitalisasi program pelayanan unggulan terpadu untuk tumbuh kembang anak. Penelitian ini merupakan penelitian survey dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Pengumpulan data primer dilakukan dengan penyebaran kuesioner sebagai instrumen terhadap 96 responden yang memanfaatkan layanan di POTAS dan data kualitatif diperoleh dengan wawancara mendalam terhadap pihak manajemen rumah sakit, sedangkan data sekunder diperoleh dari hasil penelusuran terhadap dokumen dan data laporan bulanan rumah sakit, data dari Profil Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Barat. Diharapkan penelitian ini dapat memperkaya pengetahuan tentang segmen pasar rawat jalan terpadu sehingga dapat mempermudah menentukan pasar sasarannya untuk dituangkan dalam suatu penetapan dan pernyataan posisi yang akan dipergunakan sebagai dasar strategi pemasaran untuk pelayanan POTAS yang akan datang.
Kata kunci : Bauran Pemasaran, Segmentasi Target dan Posisi

This thesis is a study in marketing management hospital that aims to identify the market segmentation, targeting, and its positioning in the marketing mix at the Poliklinik Terpadu Anak Sehat (POTAS) RSAB Harapan Kita on 2016 in order to increase the number of patient visits and the revitalization of the service program featured integrated development of the child. This study is a survey using qualitative and quantitative approaches. Primary data were collected by distributing questionnaires as an instrument against 96 respondents who use the service in POTAS and qualitative data obtained indepth interviews with the hospital management, while secondary data obtained from the search results to documents and data monthly report hospital and from the Health Profile of West Jakarta. Hopefully this research can enrich the knowledge of the market segmentation of outpatient integrated so as to facilitate determining the target market for the establishment and forth in a position statement that will be used as the basis of marketing strategy for the POTAS services later.
Keywords: Marketing Mix, Segmentation Targeting and Positioning
Read More
B-1854
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive