Ditemukan 25318 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Sukwan Handali
Medika, No. 12
Jakarta : [s.n.] :
1986
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Maj. Kes. Masy. Indonesia (MKMI), XXIII, No.10, Nop, 1995: hal. 685-687
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Indri Paradillah; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Hadi Pratomo, Tri Yunis Miko Wahyono, Muhammad Hadori, Nani Sari Murni
Abstrak:
Read More
Pentingnya peran perilaku dalam pemberian makan pada anak dalam proses pertumbuhan anak. Perilaku para ibu atau pengasuh yang kurang dalam pemberian makan pada anak mampu meningkatkan kerentanan terhadap infeksi dan memperburuk kekurangan gizi. Efek malnutrisi pada perkembangan kekebalan tubuh, infeksi saluran pernapasan di antara anak-anak yang kekurangan gizi menimbulkan siklus yang berbahaya. Memahami mekanisme yang berkontribusi pada interaksi yang tepat pada anak-anak sangat penting untuk mengatasi masalah yang timbul akibat keduanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku pemberian makan pada anak terinfeksi Tuberkulosis dengan malnutrisi di Kecamatan Kikim Timur Kabupaten Lahat Provinsi Sumatera Selatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian dilakukan pada Bulan Oktober hingga November 2022 di Kecamatan Kikim Timur Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan. Pengambilan data primer dilakukan wawancara mendalam pada enam informan yaitu ibu dengan anak terinfeksi TB dengan malnutrisi di Kecamatan Kikim Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih rendahnya pengetahuan dan adanya persepsi yang kurang baik mengenai pemberian ASI Eksklusif dan keberagaman jenis makanan pada anak serta kurangnya dukungan yang diberikan oleh tenaga kesehatan untuk mendukung ibu dalam melakukan praktik pemberian makan pada anak.
The importance of the role of behavior in feeding children in the child's growth process. Inadequate behavior of mothers or caregivers in feeding children can increase susceptibility to infection and exacerbate malnutrition. Effects of malnutrition on immune development, respiratory infections among malnourished children create a dangerous cycle. Understanding the mechanisms that contribute to appropriate interactions in children is critical to addressing the problems that arise as a result of both. This study aims to analyze the feeding behavior of children infected with tuberculosis with acute malnutrition in East Kikim District Lahat Regency, South Sumatra Province. This study uses a qualitative method with a case study approach. The research was conducted from October to November 2022 in East Kikim District, Lahat Regency, South Sumatra Province. Primary data collection was carried out by in-depth interviews with 8 parents of TB sufferers with malnutrition in East Kikim District. The results showed that there was still a lack of knowledge and poor perceptions regarding exclusive breastfeeding and the diversity of types of food for children and the lack of support provided by health workers to support mothers in practicing child feeding.
T-6528
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sispa Nuradiana; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Endang Laksiminingsih Achadi, Doddy Izwardy
Abstrak:
Tujuan umum peneltian ini untuk mengetahui Konsumsi Energi Ibu Saat Hamilsebagai Faktor Dominan terhadap Konsumsi Energi Ibu selama Menyusui diKecamatan Beji, Depok Tahun 2016. Penelitian ini merupakan penelitiandeskriptif dengan desain studi cross-sectional, menggunakan data primer dansekunder terhadap 146 responden di Kecamatan Beji, Depok. Hasil penelitianmenujukkan rata-rata konsumsi ibu menyusui 1949,56 kkal/hari dan 71,2% ibumenyusui mengonsumsi energi < 80% AKG. Analisis bivariat menunjukkanadanya hubungan karakteristik ibu (usia, paritas, dan pengetahuan tentang ASI),konsumsi energi saat hamil, status gizi postpartum, dan karakteristik sosialekonomi (pendidikan, status bekerja, dan biaya makan keluarga) terhadapkonsumsi energi ibu menyusui. Analisis multivariat menunjukkan konsumsienergi ibu saat hamil sebagai faktor dominan terhadap konsumsi energi ibu selamamenyusui. Terlihat konsistensi rendahnya pola konsumsi ibu saat hamil danmenyusui. Peneliti menyarankan agar pemerintah mempromosikan pentingnyapeningkatan konsumsi energi ibu saat periode kehamilan sampai periodemenyusui.Kata kunci: konsumsi energi, ibu menyusui
Literature describing energy intake of lactating mothers in Indonesia is still lowand does not meet the nutritional needs based on the Recommended DietaryAllowances. The first objective of this study was to determine energycomsumption of pregnant women as a dominant factor on energy consumption oflactating women in beji district, depok 2016. The study included 146 lactatingmother in Beji District. The results showed association between maternalcharacteristics (age, parity and breastfeeding knowledge), energy consumptionduring pregnancy, postpartum nutritional status, and socio-economics status(education, maternal work status, and family meal expenses) towards maternalenergy consumption during lactation, as energy consumption during pregnancy isthe dominant factor.Keywords: energy consumption, lactating women.
Read More
Literature describing energy intake of lactating mothers in Indonesia is still lowand does not meet the nutritional needs based on the Recommended DietaryAllowances. The first objective of this study was to determine energycomsumption of pregnant women as a dominant factor on energy consumption oflactating women in beji district, depok 2016. The study included 146 lactatingmother in Beji District. The results showed association between maternalcharacteristics (age, parity and breastfeeding knowledge), energy consumptionduring pregnancy, postpartum nutritional status, and socio-economics status(education, maternal work status, and family meal expenses) towards maternalenergy consumption during lactation, as energy consumption during pregnancy isthe dominant factor.Keywords: energy consumption, lactating women.
S-9157
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Netti Yaneli; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Endang Laksminingsih, Kusnadi, Sugiyarto
Abstrak:
Masa awal anak-anak ditandai dengan pertumbuhan yang cepat (growth spurt). Mencukupi kebutuhan energi yang adekuat merupakan hal yang sangat penting bagi anak. Akibat defisiensi energi pada balita bisa menyebabkan berbagai macam masalah gizi seperti stunting, wasting, maupun underweight. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor dominan yang berhubungan dengan asupan energi balita usia 24 bulan di Tangerang tahun 2019. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Total sampel sebanyak 100 anak. Analisis data menggunakan uji chi square dan regresi logistik ganda. Hasil analisis bivariat menunjukkan Minimum Dietary Diversity (MDD), Minimum Acceptable Diet (MAD), dan jumlah konsumsi susu memiliki hubungan yang signifikan terhadap asupan energi. Analisi multivariat menunjukkan bahwa faktor dominan yang berhubungan dengan asupan energi adalah Minimum Dietary Diversity (MDD) (OR:6,8), setelah dikontrol oleh Minimum Meal Frequency (MMF), jumlah konsumsi susu, tingkat pendidikan ibu, dan pengetahuan gizi ibu. Anak yang MDD nya tidak tercapai berpeluang 6,8 kali memiliki asupan energi yang kurang. Faktor dominan lainnya yang berhubungan dengan asupan energi pada balita adalah Minimum Acceptable Diet (MAD) (OR:10,6), setelah dikontrol oleh pendidikan ibu, dan pekerjaan ibu. Anak yang MAD nya tidak tercapai berpeluang 10,6 kali memiliki asupan energi yang kurang
Read More
T-6058
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Anisa Ilhami Irgananda; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Eka Rosiyati, Fadila Wirawan
Abstrak:
Read More
Pada masa kehamilan terjadi peningkatan kebutuhan gizi. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil asupan energinya belum mencukupi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kecukupan energi ibu hamil di kelurahan terpilih di Kecamatan Sawangan, Kota Depok. Penelitian kuantitatif dengan desain studi cross-sectional menggunakan data sekunder dan analisis data menggunakan uji chi square dan regresi logistik ganda. Terdapat 225 orang ibu hamil dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas ibu hamil di kelurahan terpilih di Kecamatan Sawangan mengalami ketidakcukupan energi (63,1%). Asupan energi dan zat gizi makro dari makanan (p-value 0,000), konsumsi minuman khusus ibu hamil (p-value 0,026), pengetahuan ibu (p-value 0,006), frekuensi makan (p-value 0,001), dan keragaman makan (p-value 0,019) merupakan faktor yang berhubungan dengan kecukupan energi ibu hamil. Faktor dominan yang berhubungan dengan kecukupan energi ibu hamil adalah konsumsi minuman khusus ibu hamil. Ibu hamil yang tidak mengonsumsi minuman khusus ibu hamil berisiko 9,086 kali lebih tinggi untuk mengalami ketidakcukupan energi dibandingkan dengan ibu yang tidak mengonsumsi setelah dikontrol oleh variabel asupan energi dan zat gizi makro, pengetahuan ibu, frekuensi makan, dan keragaman makan. Oleh karena itu perlu dilakukan intervensi berupa pemberian edukasi untuk mengonsumsi makanan secara teratur dan menerapkan gizi seimbang dalam kebiasaan makan.
During pregnancy, energy and nutrient requirements increase. Several studies have shown that pregnant women have inadequate energy intake. This study aims to determine factors with energy adequacy of pregnant women at selected village in Sawangan Sub District, Depok City. This quantitative research with cross-sectional study design used secondary data, and data analysis was conducted using Chi-square test and multiple logistic regression. There were 225 pregnant women in this study. The results of this study showed that the majority of pregnant women in selected villages in Sawangan Subdistrict experienced energy deficiency (63.1%). Energy and macronutrient intake from meal (p-value 0,000), consumption of commercial milk formula-pregnant (p-value 0.026), maternal knowledge (p-value 0.006), meal frequency (p-value 0.001) and dietary diversity (p-value 0.019) were factors associated with energy adequacy of pregnant women. The dominant factor associated with energy adequacy in pregnant women is consumption of commercial milk formula-pregnant. Pregnant women who did not consume commercial milk formula-pregnant had a 9.086 times higher risk of energy inadequacy compared to those who did, after controlled by energy and macronutrient intake from meal, maternal knowledge, meal frequency, and dietary diversity. For this reason, pregnant women need education about eating regularly and the importance of a balanced diet.
T-6891
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nuha Mufidah; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Endang Laksminingsih Achadi, Doddy Izwardi
Abstrak:
Target cakupan ASI eksklusif oleh Kemenkes RI sebesar 50% masih sulit
dilaksanakan. Berbagai studi menunjukkan bahwa prevalensi ASI eksklusif di
Indonesia masih rendah. Pada kenyataannya, jumlah bayi yang benar-benar
mendapat ASI eksklusif jauh lebih sedikit dari angka nasional sehingga dalam
penelitian ini digunakan istilah ASI predominan. Namun, kampanye ASI eksklusif
perlu terus dilanjutkan karena setidaknya akan meningkatkan prevalensi ASI
predominan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor dominan yang
berhubungan dengan lama pemberian ASI predominan di Kecamatan Beji, Depok
tahun 2016. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain studi cross
sectional yang dilakukan pada 140 orang ibu menyusui. Uji yang dilakukan
adalah uji chi-square untuk analisis bivariat, serta uji regresi logistik ganda untuk
analisis multivariat. Hasil menunjukkan bahwa ibu dengan tingkat pendidikan
yang rendah, status ekonomi kurang mampu, asupan energi <80% AKG (<2080
kkal/hari), serta asupan protein dan lemak <80% AKG akan berisiko untuk
memberikan ASI predominan kurang dari 6 bulan. Asupan energi ibu menyusui
merupakan faktor dominan (OR = 5,42) terhadap lama pemberian ASI
predominan. Selama 6 bulan pertama menyusui, ibu yang asupan energinya <80%
AKG (<2080 kkal/hari) berisiko 5 kali lebih besar untuk memberikan ASI
predominan kurang dari 6 bulan dibandingkan dengan ibu yang asupan energinya
≥80% AKG (≥2080 kkal/hari). Sangat penting melakukan peningkatan asupan
energi selama menyusui sesuai anjuran, sebab gizi pada ibu menyusui sangat erat
hubungannya dengan produksi ASI. Hasil ini diharapkan dapat memberikan
masukan untuk program dan kebijakan promosi kesehatan, khususnya yang
berkaitan dengan pemberian ASI eksklusif di Indonesia serta memberi masukan
kepada ibu menyusui untuk meningkatkan asupan energinya selama menyusui
agar semua ibu bisa memberikan ASI eksklusif sampai 6 bulan.
Kata kunci: asupan energi, ibu menyusui, ASI predominan
Read More
S-9099
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Agus Hidayatulloh; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Ahmad Syafiq, Annies Irawati
Abstrak:
Ibu menyusui memerlukan tambahan asupan zat gizi, terutama energi. Kementrian Kesehatan RI merekomendasikan penambahan sekitar 330 kkal saat menyusui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh asupan energi ibu menyusui terhadap keberhasilan menyusui. Desain penelitian yang digunakan adalah kohort prospektif (longitudinal) yang dilakukan pada 53 pasang ibu-bayi yang masih memberikan ASI predominan. Pemilihan responden dilakukan dengan purposive sampling pada bulan Maret—September 2014. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan kuesioner, observasi, dan pengukuran status gizi (berat badan dan panjang badan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 54,7% responden mendapat rata-rata asupan energi 2.100 kkal atau lebih. Uji Chi-square menunjukkan terdapat pengaruh yang bermakna rata-rata asupan energi ibu menyusui terhadap keberhasilan menyusui (RR=4,91).
The postpartum maternal needs incremental nutrition intake especially energy intake when she breastfeeds her baby. The ministry of health affairs suggests 330 kcal as additional energy is needed while mothers are breastfeeding. This research aims to understand the effect of postpartum maternal energy intake toward successful breastfeeding. The design of the research used prospective cohort (longitudinal) to 53 couples of breastfeeding mother-infant. Respondents of the research were selected by purposive sampling method from March to September 2014. Data were collected from interview by questionnaire, observation, and measurement of nutrition status (weight and height). The research results 54,7% of respondents posses 2100 kcal or more in average energy intake. Chi-square test indicates that there is a significant effect between the average of mother-breastfeeding energy intake and successful breastfeeding (RR=4,91).
Read More
S-8567
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Cornelia Lugita Santoso; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Sandra Fikawati, Fadila Wirawan
Abstrak:
Read More
Pada masa menyusui, kebutuhan gizi ibu mengalami peningkatan. Periode ini merupakan periode penting bagi ibu untuk mengembalikan cadangan gizi ibu setelah melahirkan serta memastikan terpenuhinya kebutuhan energi tambahan untuk menyusui. Namun, berbagai penelitian menemukan bahwa asupan energi ibu menyusui belum memenuhi angka kecukupan yang direkomendasikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berkaitan dengan asupan energi ibu menyusui di Kecamatan Sawangan, Kota Depok. Penelitian kuantitatif dengan desain studi cross-sectional ini menggunakan data sekunder. Terdapat 217 ibu menyusui pada penelitian ini. Analisis data dilakukan dengan uji chi square dan regresi logistik ganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas ibu menyusui di Kecamatan Sawangan memiliki asupan energi yang tidak adekuat (78,3%). Keragaman konsumsi pangan (p-value 0,006) dan frekuensi makan (p-value 0,015) merupakan faktor yang berkaitan dengan asupan energi ibu menyusui. Faktor dominan yang berhubungan dengan asupan energi pada ibu menyusui adalah keragaman konsumsi pangan. Ibu menyusui yang konsumsinya tidak beragam berisiko 2,507 kali lebih tinggi untuk mengonsumsi energi tidak adekuat dibandingkan ibu dengan konsumsi beragam, setelah dilakukan kontrol terhadap variabel lainnya. Oleh karena itu, perlu dilakukan intervensi pada ibu menyusui salah satunya dengan pemberian makanan tambahan agar dapat memenuhi kebutuhan gizinya sehingga dapat memberikan Air Susu Ibu (ASI) eksklusif selama 6 bulan.
Nutritional needs of mothers are increased during lactation. This period is crucial to replenish their nutrient reserves after childbirth and ensure the fulfillment of additional energy requirements for lactation. However, various studies have reported that energy intake of lactating mothers still falls short of the recommended adequacy levels. This study aimed to identify factors associated with energy intake among lactating mothers at Sawangan District, Depok City. This quantitative study with a cross-sectional design utilizing secondary data. There were 217 lactating mothers included in this study. Data analysis was performed using the chi-square test and binary logistic regression. This study revealed that the majority of lactating mothers at Sawangan District had inadequate energy intake (78,3%). Dietary diversity (p-value 0,006) and eating frequency (p-value 0,015) were found to be factors associated with the energy intake of lactating mothers. The dominant factor was dietary diversity. Breastfeeding mothers who had less diverse food consumption were at a 2,507 times higher risk of having inadequate energy intake compared to mothers with diverse consumption, after controlling for other variables. Therefore, interventions are needed, including the provision of supplementary food, to help lactating mothers meet their nutritional needs and continue providing exclusive breastfeeding for 6 months.
S-11273
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Yulyanti; Pembimbing: Fikawati, Sandra; Penguji: Syafiq, Ahmad; Izwardy, Doddy
S-9264
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
