Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 31392 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Devina Agustin; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Permansari, Vetty Yulianty, Wachyu Sulistiadi, Rosmaida Sitorus
Abstrak: ABSTRAK
 
Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi faktor internal dan
 
eksternal, posisi serta rancangan strategi dari layanan rawat inap RS Yadika
 
Pondok Bambu. Analisis yang digunakan adalah analisis SWOT, Matriks TOWS
 
dan Matriks IE. Hasil dari analisis SWOT adalah diidentifikasinya kekuatan,
 
kelemahan, peluang dan ancaman yang dimiliki oleh rumah sakit. Berdasarkan
 
matriks TOWS posisi layanan rawat inap RS Yadika Pondok Bambu saat ini
 
berada pada internal fix it quadrant dengan rancangan strategi yang digunakan
 
adalah strategi WO yaitu dengan cara meminimalkan kelemahan untuk
 
memanfaatkan peluang. Dari matriks IE layanan rawat inap berada pada posisi sel
 
I yaitu grow and build dengan strategi yang dapat dilakukan adalah penetrasi
 
pasar, pengembangan produk dan pengembangan pasar. Setelah dilakukan
 
pencocokan dari kedua matriks tersebut maka strategi yang tepat adalah
 
pengembangan pasar dan pengembangan produk. Selain itu dari strategi ini
 
dibuatkan juga strategi untuk program bauran pemasaran yaitu berdasarkan 4P
 
(produk, harga, tempat dan promosi).
 

 
ABSTRACT
 
This study is conducted in order to identify the internal and external
 
factors, positioning and design marketing strategies for inpatient rooms of Yadika
 
Pondok Bambu Hospital. This study uses SWOT analysis, TOWS matrix, and IE
 
matrix. The SWOT analysis identified strength, weaknesses, opportunities and
 
threats of the hospital. Based on TOWS matrix, the position of inpatient room is
 
currently at internal fix it quadrant that can use WO strategies by minimizing the
 
weaknesses to take advantage of the opportunities. Based on IE matrix the
 
position is on grow and build cell that makes strategies that can be implemented
 
are market penetration, product development and market development. After the
 
matching of two matrices, the appropriate strategy is product development and
 
market development. In addition to this strategy, another strategy was designed
 
for marketing mix program based on 4P (product, price, place, promotion).
Read More
B-1531
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nitya Pandusarani; Pembimbing: Budi Hidayat; Penguji: Pujiyanto, Atik Nurwahyuni, Budi Hartono, Rosmaida Sitorus
Abstrak: ABSTRAK
 Pemanfaatan pelayanan kesehatan merupakan hasil proses pencarian pelayanan kesehatan oleh seseorang maupun kelompok. Cakupan pemanfaatan pelayanan rawat inap di RS Yadika Pondok Bambu masih sangat rendah dan cenderung mengalami penurunan selama 3 tahun terakhir. Tahun 2012 terlihat kenaikan, namun belum cukup signifikan. Rendahnya jumlah kunjungan rawat inap ini berdampak pada menurunnya jumlah BOR (Bed Occupancy Rate) yang sekaligus mempengaruhi pendapatan rumah sakit. Untuk itu perlu dilakukan penelitian mengenai determinan pemanfaatan pelayanan rawat inap di RS Yadika Pondok Bambu. 
Jenis penelitian ini merupakan studi cross sectional dengan pendekatan kuantitatif menggunakan kuesioner dan kualitatif dengan wawancara mendalam kepada direktur rumah sakit, kepala bidang keperawatan, dokter kandungan, dokter penyakit dalam, dokter anak dan responden yang bersangkutan. Sampel pada penelitian adalah pasien rawat jalan di RS Yadika Pondok Bambu, baik dewasa maupun anak (diwakilkan orang tuanya) yang berjumlah 96 orang. Penelitian ini dilakukan dengan menanyakan responden mengenai kesediaannya untuk mau memanfaatkan pelayanan rawat inap di RS Yadika Pondok Bambu atau tidak.
 Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara faktor eksternal rumah sakit dengan pemanfaatan pelayanan rawat inap di RS Yadika Pondok Bambu. Sebaliknya, terdapat hubungan yang signifikan antara faktor internal rumah sakit dengan pemanfaatan pelayanan rawat inap di RS Yadika Pondok Bambu, yang meliputi kinerja SDM (dokter, perawat, dan tenaga kerja non medis), kenyamanan rumah sakit, sarana non medis, tarif, dan proses pelayanan dengan pemanfaatan pelayanan rawat inap di RS Yadika Pondok Bambu. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, diharapkan pihak rumah sakit dapat lebih meningkatkan kualitas pelayanan serta memperbaiki sarana dan fasilitas yang ada. Selain itu, perlu juga diterapkan perencanaan strategis yang tepat sehingga dapat meningkatkan pemasaran rumah sakit agar pemanfaatan pelayanan rawat inap di RS Yadika Pondok Bambu bisa semakin maksimal.
ABSTRACT
 Utilization of health services is a result of the health services search processes, doing by any person or group. Utilization rate of inpatient care at Yadika Hospital Pondok Bambu is still relatively low, and tends to decrease over the last 3 years. In the year 2012 has shown an increase, but not significantly. The low number of inpatient visits has an impact on the declining number of BOR (Bed Occupancy Rate) which also affects the hospital revenue. Regarding to this situation, it is necessary to take a research to find out the determinants of the inpatient care utilization at Yadika Hospital Pondok Bambu.
This type of research is a cross-sectional study with a quantitative using quesionare and qualitative approach with in-depth interviews to the hospital director, chief nursing, gynecologist, internist, pediatrician and other respondents. The sample in this study were outpatients at hospital Yadika Pondok Bambu, both adults and children (represented by their parents) who totaled 96 people. The study was conducted by asking respondents about their willingness of inpatient care utilization in hospital Yadika Pondok Bambu. 
The results showed that there was no significant relationship between external factors and the inpatient care utilization at Yadika Hospital Pondok Bambu. On the contrary, there is a significant relationship between internal factors with the inpatient care utilization in Yadika Hospital Pondok Bambu, which includes the performance of human resources (doctors, nurses and non-medical workforce), hospitals comfort, non-medical facilities, cost, and service processes that involved in the inpatient care utilization at Yadika Hospital Pondok Bambu. Based on these results, the hospital is expected to further improve the quality of services and the existing infrastructure/facilities. Moreover, it should also apply proper strategic planning to improve the hospital market, so the utilization of inpatient care in Yadika Hospital Pondok Bambu hospital will be maximal.
Read More
B-1470
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Septian Saraslina Ekawati; Pembimbing: Helen Andriani; Penguji: Puput Oktamianti, Wahyu Sulistiadi, Jeffry Albert Silaen, Mira Puspitasari
Abstrak: Rumah Sakit Yadika Pondok Bambu merupakan salah satu rumah sakit swasta tipe C di Jakarta Timur. Untuk dapat memberikan pelayanan kesehatan yang optimal, RS Yadika perlu memiliki hubungan yang baik dengan pemasok, pelanggan eksternal, dan karyawan sebagai pelanggan internal. Dari data bagian kepegawaian di RS Yadika pada empat tahun terakhir didapatkan rata-rata nilai perputaran pegawai sebesar 24% dengan angka tertinggi pada tahun 2018 sebesar 30%. Tingginya angka perputaran pegawai menimbulkan ketidakstabilan kondisi organisasi dan meningkatkan biaya sumber daya manusia terutama untuk rekrutmen dan pelatihan karyawan baru. Dengan meningkatkan retensi karyawan, biaya tersebut dapat ditekan sehingga organisasi dapat mengalokasikan anggarannya pada sektor lain. Untuk mewujudkan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dan angka retensi karyawan, rumah sakit harus berfokus terhadap usaha membangun dan mempertahankan budaya organisasi yang menekankan pada kepuasan karyawan melalui proses pemasaran internal yang efektif. Penelitian ini membahas hubungan pemasaran internal dengan kepuasan kerja dan retensi karyawan di Rumah Sakit Yadika Pondok Bambu tahun 2022. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pemasaran internal dan kepuasan kerja. Sedangkan variabel terikatnya adalah kepuasan kerja dan retensi karyawan. Variabel pemasaran internal memiliki bauran yaitu produk, harga, promosi/komunikasi internal, tempat, partisipan, bukti fisik, dan proses. Variabel kepuasan kerja memiliki dimensi pekerjaan itu sendiri, gaji, kesempatan promosi, pengawasan, dan hubungan dengan rekan kerja. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain potong lintang menggunakan uji korelasi. Penelitian dilakukan pada bulan Februari-Maret 2022 dengan jumlah responden sebanyak 98 orang karyawan tetap di RS Yadika Pondok Bambu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pemasaran internal dirasa baik oleh mayoritas responden (51%). Variabel kepuasan kerja dirasa kurang oleh mayoritas responden (56%). Sedangkan pada variabel retensi karyawan dirasa baik oleh mayoritas responden (57,1%). Terdapat korelasi yang signifikan antara pemasaran internal dengan kepuasan kerja dengan hubungan kuat searah, terdapat korelasi yang signifikan antara kepuasan kerja dengan retensi karyawan dengan hubungan sedang searah, dan terdapat korelasi yang signifikan antara pemasaran internal dengan retensi karyawan dengan hubungan sedang searah. Seluruh bauran pemasaran internal secara simultan berhubungan dengan kepuasan kerja dan retensi karyawan. Bauran partisipan dan bukti fisik memiliki hubungan signifikan terhadap kepuasan kerja. Sedangkan bauran harga memiliki hubungan signifikan dengan retensi karyawan. Seluruh dimensi kepuasan kerja secara bersamaan memiliki hubungan yang signifikan dengan retensi karyawan dan dimensi gaji menjadi dimensi yang memiliki hubungan signifikan. Dari hasil penelitian tersebut disarankan bagi rumah sakit untuk melakukan peningkatan hubungan baik antar karyawan dengan atasan, menyediakan fasilitas pemasaran dalam rumah sakit, menjamin kondisi fisik ruangan dan gedung selalu nyaman, melakukan evaluasi pada proses rekrutmen dan seleksi, serta meninjau besaran gaji yang diterima karyawan
Read More
B-2291
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sylva Dinie Alinda; Pembimbing: Suprijanto Rijadi; Penguji: Anhari Achadi, Wahyu Sulistiadi, Ade Nirmala Chandra, Anasthasia Lumantik
B-1507
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yunita Tri Pratiwi; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Puput Oktamianti, Astrid Sarawaty Dewi, Budiman Widjaja
B-1917
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Subagyo Ramadhanus; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi, Penguji: Ede Surya Darmawan, Mieke Savitri, Hannibal Pardede
B-1166
Depok : FKM-UI, 2009
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sefi Samba Takarianto; Pembimbing: Mary A. Wangsarahardja
B-745
Depok : FKM UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tri Fajari Agustini; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Purnawan Junaidi, Wachyu Sulistiadi, Setiawaty
Abstrak: Sebagai rumah sakit Pemerintah RSUP Fatmawati dikenal sebagai rumah sakit untuk golongan segmen menengah kebawah, tetapi tidak demikian untuk produk pelayanan V.I.P yang sasarannya adalah menengah keatas, tujuan umum dari penelitan ini agar diperolehnya rencana strategi pemasaran pelayanan ruang rawat inap VIP, Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Dari hasil analisa SWOT ruang rawat»inap VIP untuk strategi pemasarannya yang diterapkan adalah memaksimalkan peluang eksternal dan meminimalkan internal yang ada, upayasmemperkenalkan produk Rawat Inap VIP masih belum cukup bila hanya ditunjang oleh hal yang berwujud, seperti: gedung baru, fasilitas pelayanan, jumlah-SDM yang memadai serta ditunjang peningkatan penunjang medis, tetapi juga hal hal yang tidak berwujud, seperti budaya kerja, prosedur pelayanan dan tingkah laku dalam memasarkan produk.
 

As hospital owned by Government RSUP Fatmawati known as hospital to faction the middle segment downwards, but not thus for service products VIP has different target are middle—up onward. General purposes of this research are obtaining the strategy of marketing plan VIP inpatient space. This research has utilized the approach of quantitative and qualitative method, quantitative approach done by doing data collecting questionnaire to patients, responder and society outside of Hospital Fatmawati to obtain description subscribers accordance marketing strategy. VIP inpatient. space. Qualitative approach was done by conducting in-depth interview..to doctor’s specialisteat inpatient VIP, and the management of Fatmawati Hospital. From the SWOT,analysis, the position of the VIP ward at the second quadrant. On the marketing strategy adopted to maximize opportunities and minimize the weaknesses ofefforts. tovintroduce product and services is inadequate if only supported by tangible, such as new buildings, service facilities, a sufficient number of human resources and supported increased medical support, but also the intangible dimension, such as work culture, procedures and behavioral services inmarketing products.
Read More
B-1254
Depok : FKM-UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Arif MUlyono; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas, Penguji: Mieke Savitri, Budi Hartono
Abstrak:

Tesis ini merupakan suatu penelitian di bidang manajemen pemasaran rumah sakit, khususnya rnengenai segmenting, targeting, positioning dan diferensiasi produk layanan, yang bertujuan untuk peningkatan angka kunjungan pasien umum pada unit rawat map RS Karya Husada, dengan analisis kualitatif dan pendekatan deskriptif. Selain itu juga dipaparkan survei persepsi dan preferensi Dokter akan susana rawat inap sebagai tempat merujuk di wilayah cakupan layanan RS Karya Husada. Diharapkan penelitian ini dapat memperdalam pengetahuan tentang segmen pasar rawat inap umum di RS Karya Husada sehingga dapat secara lebih tajam membidik pasar sasarannya untuk dituangkan dalarn suatu penetapan dan pernyataan posisi, yang akan dipergunakan sebagai dasar membuat diferensiasi layanannya sebagai strategi untuk pengembangan RS Karya Husada kedepan. Sangat disarankan untuk perlu segera dibuat suatu reneana strategis pemasaran yang komprehensif, dan penerapan CRM (Customer Relationship Management) yang terintegrasi dengan baik diseluruh unit rawat map RS Karya Husada.


 

The focus of this research is hospital marketing strategic, especially subjected to segmenting, targeting, positioning and service product differentiation that has an aim to increase the number of general patient visitation at inpatient unit of Karya Husada Hospital in Cikampek, Karawang, through a qualitative descriptive interpretive. The perception and preferences of the medical doctors about hospital inpatient facilities in the service scoop area of Karya Husada Hospital was also included. It is hoped that this research could enhance the knowledge regarding the segment market of general inpatient units at Karya Husada Hospital so that it is able to aim its market target sharply, which will be realized into a decision and positioning statement and use it as the basic to produce Service differentiation as the strategy of Karya Husada Hospital's future development. It is highly recommended to make a necessary plan of comprehensive marketing strategy immediately and the implementation of well integrated CRIVI (Customer Relationship Management) at all inpatient wilts of Karya Husada Hospital.

Read More
B-1158
Depok : FKM-UI, 2009
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Chandra Buana; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas, Penguji: Sandi Iljanto, Wachyu Sulistiadi, Budi Hartono
Abstrak: Pada penelitian ini, dilakukan perumusan strategi pemasaran untuk rawat inap kelas Utama dan VIP di lantai VI RSIA Budi Kemuliaan, dengan mempertimbangkan analisis situasi yang diperoleh dari seluruh faktor eksternal dan internal. Dengan analisis SWOT dan melalui proses Concensus Decision Making dapat ditentukan peluang dan ancaman, serta kekuatan dan kelemahan yang ada. Dari hasil tersebut diketahui bahwa posisi pelayanan rawat inap lantai VI adalah pada kuadran 2 ,yaitu Internal Fix-it . Tahapan selanjutnya adalah dengan memperhatikan kesesuaian antara Road map jangka panjang rumah sakit yang ada dengan analisis situasi dan posisi yang didapatkan, sehingga dapat dilakukan penyusunan dan penetapan strategi pemasaran secara tepat dengan melakukan bauran pemasarannya atau marketing mix, yaitu product, place/distribution, price, dan promotion.
 

 
Research was done in formulating marketing strategies for the First and VIP Class inpatient rooms at the sixth floor of the Budi Kemuliaan Women?s and Children?s Hospital by taking into consideration the situational analysis which was obtained from all external and internal factors. Through a SWOT analysis and a consensus decision making process, opportunities, threats, strengths and weaknesses were determined. This resulted in an outcome where the service of the sixth floor inpatient room was positioned in quadrant 2, i.e., Internal Fix-it. The next step was observing how the hospital`s long term road map matched with the outcome of the situational analysis, so that appropriate preparation and marketing strategies could be done through a marketing mix, i.e., product, place/distribution, price and
Read More
B-1265
Depok : FKM-UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive