Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 89 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Adhi Santika
362.1 LAN
Jakarta : KuMPUL (Koalisi untuk Masyarakat Peduli Usia Lanjut), 2021
Buku (pinjaman 1 minggu)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dewi Indah Sari; Pemb. Ella Nurlaella Hadi; Penguji: Caroline Endah Wuryaningsih, Sudarto Ronoatmodjo, Anis Abdul Muis, Ratna Yunita
Abstrak:

Pelayanan kesehatan lansia saat ini belum optimal. Puskesmas DTP Bayah untuk pelayanan kesehatan lansia belum memenuhi SPM (70%). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kunjungan ke posyandu lansia. Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional digunakan pada 140 lansia, data dikumpulkan melalui wawancara dengan kuesioner. Hasil penelitian didapatkan 88,6% berkunjung ke posyandu lansia. Umur, dukungan keluarga, pekerjaan dan pengetahuan berhubungan dengan kunjungan ke posyandu lansia dan pengetahuan faktor yang paling dominan. Lansia berpengetahuan tinggi kemungkinan 18x datang ke posyandu lansia dibandingkan yang rendah. Kepada dinas kesehatan dan puskesmas bersinergi dengan lintas sektoral untuk meningkatkan kunjungan ke posyandu lansia.


Medical care for elderly health not optimalize. Puskemas DTP Bayah services has not met yet the 70% minimum service standards (SPM). The purpose of this study is to determine the relationship for visits to posyandu for elderly.This research is quantitative cross-sectional design. Data was collected by way of interviews with 140 elderly. The results shows that age has a significant association, family support, occupation and knowledge. Knowledge is the most dominant factor. The advice for health services and health centers is to cross-sector synergies that can support an increase in visits to Posyandu for the elderly

Read More
T-3831
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Trisla Isliani; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Jaslis Ilyas, Zulaiha
S-9794
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aditya Permadi Sumarno; Pembimbing: Besral; Penguji: Artha Prabawa, Milla Herdayati, Wisnu Trianggono, Timor Utama
Abstrak: Pada usia 60 tahun atau lebih (lansia) mulai terjadi penurunan fungsi tubuh sehingga rawan terserang berbagai penyakit. Untuk menghindarinya, lansia perlu selalu menjaga kebugaran tubuhnya dengan melakukan aktivitas fisik dan menjaga pola makan. Perkembangan teknologi khususnya di bidang informasi telah membuat perubahan pada kehidupan manusia, dengan bermunculannya aplikasi berbasis mobile termasuk aplikasi kesehatan. Akan tetapi aplikasi kesehatan yang tersedia untuk lansia dinilai masih kurang. Tujuan penelitian ini adalah membangun aplikasi kesehatan lansia berbasis mobile application agar lansia tetap dapat hidup produktif. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2020 di DKI Jakarta terhadap kelompok lansia berusia 60-70 tahun. Hasil wawancara kebutuhan sistem didapatkan bahwa 90% lansia membutuhkan aplikasi yang mendukung kesehatan lansia. Telah dibangun aplikasi yang sesuai kebutuhan lansia yang memuat video senam untuk lansia , menu makanan sehat, video siraman rohani, fitur data kesehatan yang menginformasikan data hasil pengukuran kesehatan dan notifikasi pengingat minum obat. Penerimaan lansia terhadap aplikasi ini cukup baik, sebanyak 80% lansia menyukai aplikasi ini. Sesuai dengan hal tersebut, pemanfaatan terhadap aplikasi sehat lansiaku ini dapat dijadikan pilihan utama bagi lansia untuk dapat menjaga kesehatan dirinya. Saran untuk Kementerian Kesehatan sebagai pemangku kebijakan bagi kesehatan lansia, kiranya dapat menyediakan atau mengembangkan aplikasi kesehatan lansia yang dapat digunakan oleh lansia secara mandiri.
At the age of 60 years or more (elderly) there is a decrease in body function so that they are prone to various diseases. To avoid this, the elderly always need to maintain their body fitness by doing physical activity and maintaining a healthy diet. Technological developments, especially in the field of information, have made changes to human life, with the emergence of mobile-based applications including health applications. However, the health applications available for the elderly are still considered insufficient. The purpose of this research is to build a mobile application-based elderly health application so that the elderly can still live productively. This research was conducted in 2020 in DKI Jakarta to a group of elderly people aged 60-70 years. The results of the system requirements interview showed that 90% of the elderly need applications that support elderly health. An application that is suitable for the needs of the elderly has been built which includes exercise videos for the elderly, healthy food menus, spiritual shower videos, a health data feature that informs health measurement results and notification of medication reminders. Elderly acceptance of this application is quite good, as many as 80% of the elderly like this application. In accordance with this, the use of this healthy application can be the main choice for the elderly to be able to maintain their health. Suggestions for the Ministry of Health as a policy maker for elderly health, presumably can provide or develop elderly health applications that can be used by the elderly independently
Read More
T-6059
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gina Agniya Meilani; Pembimbing: Evi Smartha; Penguji: Caroline Endah Wuryaningsih, Mutmainah Indriyati
Abstrak: Seiring meningkatnya populasi lansia baik di dunia maupun di Indonesia maka kebutuhan akses ke pelayanan kesehatan dasar seperti posyandu lansia perlu diupayakan. Kota Depok termasuk salah satu wilayah di Provinsi Jawa Barat yang mengalami kenaikan jumlah lansia, serta wilayah kerja Puskesmas Pancoran Mas merupakan salah satu wilayah di Kota Depok yang memiliki jumlah posyandu lansia aktif terbanyak. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk menggali informasi lebih dalam mengenai kegiatan posyandu lansia saat pandemi Covid-19 dilihat dari segi input, process, hingga output-nya. Informan pada penelitian ini adalah kepala puskesmas, penanggung jawab posyandu lansia, petugas posyandu lansia serta lansia di wilayah kerja Puskesmas Pancoran Mas Depok. Pemilihan informan penelitian secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan pada komponen input, yaitu rusaknya alat kesehatan, serta perubahan kebijakan pada komponen proses, yaitu kegiatan posyandu lansia dihentikan sementara selama pandemi dan beralih menjadi kunjungan lansia terbatas oleh kader. Sehingga output posyandu lansia tidak tercapainya cakupan lansia yang mendapat skrining kesehatan dan akibatnya lansia tidak mendapatkan pelayanan dasar yang sudah menjadi haknya. Oleh sebab itu, disarankan kepada pemegang program untuk memperbaiki sistem dan kebijkan kegiatan posyandu lansia untuk mencapai target sasaran dan terwujudnya lansia sejahtera.
The increase in the elder population in the world and Indonesia made access to elderly posyandu needed to be pursued. Depok is one area in West Java Province that has an increasing number of elderly people, meanwhile, the working area of the Pancoran Mas Health Center is one of the areas in Depok that has the highest number of active elderly posyandu. This research is qualitative aiming to dig information about elderly posyandu activity during the Covid-19 pandemic in terms of input, process, and output. Informants in this study were the head of the public health center, the person in charge of elderly posyandu, her staff, and the elderly there. Informants were selected purposively. The results showed the change in input components, like medical device damage, also policy changes like suspending the elderly posyandu activities temporarily during the pandemic and switching to limited elderly visits by cadres in the process. Thus the elderly posyandu output does not reach its goal for receiver health screening and resulting the elderly do not get their rights for basic services. Therefore, parties involved are suggested to improve the system and policies for elderly posyandu activities to achieve the targets and realization of prosperous elderly.
Read More
S-10964
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Citra Yasmina Ananda; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Kusharisupeni Djokosujono, Fajrinayanti
Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pola konsumsi selama pandemi COVID-19 pada kelompok pra lansia dan lansia, serta faktor-faktor yang berhubungan. Penelitian ini merupakan penelitian dengan desain studi cross sectional yang berlangsung pada bulan Maret sampai dengan Juni 2021. Pengumpulan data dilakukan secara daring dan metode sampling yang digunakan, yaitu snowball sampling. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 152 orang yang berusia ≥46 tahun dan bertempat tinggal di DKI Jakarta. Pengkategorian pola konsumsi selama pandemi COVID-19 dilakukan dengan menggunakan algoritma k-mean. Uji T dependen, uji Wilcoxon, dan uji Chi-Square dilakukan untuk mengetahui perbedaan pola konsumsi sebelum dan selama pandemi, serta perbedaan pola konsumsi berdasarkan variabel independen.
Read More
S-10655
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eka Rosiyati; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Endang Laksminingsih Achadi, Kusharisupeni Djokosujono, Siti Masruroh, Rahmawati
Abstrak: Latar belakang:Obesitas ditetapkan sebagai epidemi global dan menyebabkan risiko kematian. Dampak yang ditimbulkan tidak hanya medis, tetapi juga psikologis serta hilangnya produktivitas dan tambahan biaya ekonomi.Berdasarkan data Riskesdas (2018) prevalensi obesitas telah mencapai 21,8%. Prevalensi ini cenderung mulai meningkat setelah usia 35 tahun ke atas. Tingginya obesitas mengindikasikan faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan obesitas tersebut. Tujuan utama dari penelitian ini adalah mengetahui faktor dominan kejadian obesitas penduduk Indonesia usia 36-65 tahun. Metode:Penelitian ini adalah studi kuantitatif dengan desain cross sectional menggunakan data sekunder IFLS 2014. Faktor-faktor yang dianalisis hubungannya terhadap kejadian obesitas adalah usia, jenis kelamin, suku, status kawin, pendidikan, pekerjaan, penghasilan, kebiasaan makan sumber karbohidrat, kebiasaan makan sumber protein, kebiasaan makan sumber lemak, kebiasaan makan sayuran, kebiasaan makan buah, aktifitas fisik berat, aktifitas fisik sedang, aktifitas fisik jalan kaki, kebiasaan merokok, wilayah tempat tinggal, tinggi badan (stunting). Hasil : Berdasarkan hasil analisis multivariat dengan regresi logistik ganda menunjukkan determinan kejadian obesitas adalah usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, penghasilan, kebiasaan makan sumber protein, kebiasaan makan buah, kebiasaan merokok dan wilayah tempat tinggal. Kesimpulan : Faktor dominan kejadian obesitas adalah jenis kelamin, yaitu perempuan memiliki risiko menjadi obese 2,1 kali lebih tinggi dibandingkan laki-laki.Kata kunci : Obesitas, Dewasa, Lansia
Background:Obesity has been defined as a global epidemic and triples the risk of death. The impact is not only medically, but also psychologically as well as the disappearance of productivity and economic costs. Based on Riskesdas 2018, the prevalence of obesity had reached 21.8%. This prevalence tends to increase after the age of 35 years and above and then decreases after the age of 60 years and over. The main objective of this research is to find out the dominant factors in the incidence of obesity in the Indonesian population aged 36-65 years. Methods:This research is a quantitative study with a cross-sectional design using secondary data of IFLS 2014. Factors analyzed in relation to the incidence of obesity are age, gender, ethnicity, marital status, education, employment, income, eating habits of carbohydrates, eating habits protein, eating habits, sources of fat, eating habits, eating habits, heavy physical activity, moderate physical activity, walking physical activity, smoking habits, area of residence, height (stunting). Results:Based on the results of multivariate analysis with multiple logistic regression showed determinant factors of obesity are age, sex, education, occupation, income, eating habits of protein, , eating habits of fruit, smoking habits and area of residence. Conclusions: The dominant factor in the incidence of obesity is gender, women have a risk of becoming obese 2,1 times higher than men
Read More
T-5515
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Melita; Pembimbing: Mardiati Nadjibi; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Pujiyanto, Rosmawati, Okta Mutiara Marlina
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kunjungan lansia ke posbindu lanjut usia di wilayah kerja Puskesmas Bintara Kota Bekasi tahun 2017. Penelitian kuantitatif dengan disain studi potong lintang ini mencakup sampel 70 orang pralansia dan lansia, data dikumpulkan dengan kuesioner dan dilanjutkan wawancara kepada responden lansia yang sering datang dan yang tidak pernah datang, kader posbindu dan pemegang Program Lansia. Hasil studi menunjukkan bahwa 85,2% peserta lansia yang mengetahui manfaat berkunjung ke posbindu lanjut usia Faktor-faktor yang berhubungan adalah pengetahuan, dukungan keluarga, dukungan petugas kesehatan dan persepsi tentang manfaat posbindu. Dinas Kesehatan dan puskesmas perlu memperkuat upaya promotif dan preventif, penyuluhan kepada lansia dan meningkatkan kerjasama lintas sektoral untuk meningkatkan kunjungan ke posbindu lansia Kata kunci: lansia, posbindu lansia, pemanfaatan posbindu This study aims to determine the factors associated with elderly visits to posbindu (integrated service) for elderly in the working area of Bintara health center in 2017. A quantitative study with cross-sectional analysis design was done, included sample of 70 people pre-elderly and elderly. Data was collected using interview to Posbindu participants who come and never come to the Posbindu, as well as cadres and program holders. The study results showed that 85.2% of elderly participants know the benefits of visiting elderly postbindu. Related factors of visiting Posbindu were knowledge, family support, support of health workers and perceptions about the benefits posbindu. Health district and health center are suggested to strengthen promotive and preventive efforts, counseling for the elderly and improving intersectoral cooperation to increase utilization of the Posbindu among the elderly Key words: elderly, posbindu for elderly, use of service
Read More
T-4976
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Elza Estirina; Pembimbing: Sudijanto Kamso; Penguji: Dian Ayubi, Rita Nirmaya Dewi
S-6693
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tiara Irene Putri; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Putri Bungsu, Wira Hartiti
Abstrak: Prevalensi gangguan mental emosional atau distres psikologik di Indonesia semakin bertambah seiring dengan semakin tuanya kelompok umur. Salah satu penyakit yang dapat ditimbulkan dari adanya gangguan mental emosional ini adalah hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat ada tidaknya hubungan gangguan mental emosional dengan hipertensi antara pra-lansia dan lansia di Indonesia setelah dikontrol variabel kovariat. Desain studi potong lintang, dengan menggunakan data riskesdas 2013. Sampel penelitian pra-lansia (45-59 tahun) dan lansia (≥60 tahun) yang memiliki data variabel lengkap sebesar 149175 sampel. Variabel kovariat penelitian umur, jenis kelamin, status perkawinan, pekerjaan, pendidikan, perilaku merokok. Hubungan variabel dinilai dengan analisis bivariat dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan persentase penduduk dengan gangguan mental emosional yang mengalami hipertensi 44,2%. Faktor-faktor terbesar yang berhubungan dengan hipertensi gangguan mental emosional (OR = 1,604; CI=1,539-1,672), Kelompok Umur Lansia (OR = 2,684; CI = 2,624-2,745), Cerai (OR=2,153; CI=2,093-2,215), tidak bekerja (OR=2,472; CI=2,365- 2,583) dan tingkat pendidikan rendah (OR=1,626; CI=1,543-1,715). Pra-lansia dan lansia dengan gangguan mental emosional memiliki peluang 1,297 kali lebih tinggi untuk mengalami hipertensi dibandingkan pra-lansia dan lansia yang tidak mengalami gangguan mental emosional setelah dikontrol dengan variabel kovariat. Diperlukan penelitian lebih lanjut dengan memasukkan lebih banyak variabel kovariat.
Read More
S-9943
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive